cover
Contact Name
Arif Murtaqi Akhmad MS
Contact Email
arifakhmad@ung.ac.id
Phone
+6285399628831
Journal Mail Official
itp@ung.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Dr. Ing. B. J. Habibie, Moutong Kabupaten Bone Bolango, 96554
Location
Kota gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa
ISSN : -     EISSN : 29640202     DOI : -
Core Subject : Agriculture,
Seminar ini diselenggarakan oleh Jurusan Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Negeri Gorontalo. Maksud dari kegiatan ini adalah sebagai implementasi program Merdeka Belajar yang kurikulumnya terdiri dari Based Project dalam bentuk Riset Mahasiswa dan Case Method dalam bentuk Seminar
Articles 15 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 1 (2024)" : 15 Documents clear
KARATERISTIK FISIKOKIMIA PADA PEMBUATAN TEH BUNGA GUMITIR Dahlan, Sakinah Ahyani; Bait, Yoyanda; Nusi, Nurhidayah; Mahmud, Nurhayati; Syaidah, Syaidah
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh durasi pengeringan terhadap kualitas teh bunga Gumitir yang dibuat sebagai alternatif teh herbal. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan waktu pengeringan: P1 (4 jam), P2 (6 jam), dan P3 (8 jam). Parameter yang diukur meliputi rendemen, pH, total padatan terlarut, kadar air, serta atribut organoleptik seperti rasa, warna, aroma, dan tekstur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengeringan selama 4 jam (P1) menghasilkan nilai rendemen tertinggi (71%), pH tertinggi (6,3445), kadar air optimal sesuai SNI (10%), dan nilai organoleptik yang lebih disukai panelis dibandingkan durasi pengeringan lainnya. Sebaliknya, pengeringan 8 jam (P3) menghasilkan penurunan pada sebagian besar parameter yang diukur. Dengan demikian, pengeringan selama 4 jam merupakan perlakuan terbaik untuk pembuatan teh bunga Gumitir, menghasilkan kualitas produk yang optimal baik dari segi fisik maupun organoleptik.
KANDUNGAN KOLESTEROL TILI AYA TELUR AYAM KAMPUNG DAN TILIAYA TELUR ITIK Arman, Arman; taha, siswatiana rahim; Rokhayati, Umbang Arif
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan kolesterol dari tiliaya secara kualitatif dengan bahan dasar telur yang berbeda (telur ayam kampung dan telur itik). Perlakuan penelitian adalah P1 (Telur ayam kampung 3 butir + 250 gram gula merah + santan 150 ml + garam ½ sdt), P2 (telur itik 3 butir + 250 gram gula merah + santan150 ml + garam ½ sdt), Parameter yang di uj iyaitu, kandungan LDL (low density lipoprotein) dan HDL (high density lipoprotein) dengan metode uji salkowsi dan libearmen yang dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Hasil uji kualitatif terhadap kandungan kolesterol LDL dengan pereaksi dragendorf didapatkan adanya kandungan kolesterol LDL dalam tiliaya ditandai dengan perubahan larutan yang terbentuknya endapan merah. Adapun untuk kandungan kolesterol HDL ditandai dengan terbentuknya buih pada saat diberikan pereaksi. Kesimpulan adanya kandungan kolesterol pada tiliaya telur ayam kampung dan tiliaya telur itik yang ditandai dengan endapan merah dan buih.
Strategi Pengembangan Agrowisata Berbasis Ramah Lingkungan (Eco Friendly) Di Agrowisata Barro Tani Manunggal Desa Kepatihan Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri Permadi, Adib Aditya; Subantoro, Renan; Wibowo, Hendri; Prabowo, Rossi; Darmawan, Ahmad Arif
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk menganalisis faktor internal serta faktor eksternal dan merumuskan strategi yang tepat untuk pengembangan di Agrowisata Barro Tani Manunggal Desa Kepatihan Kecamatan Selogiri Kabupaten Wonogiri. Data yang diterapkan data primer serta sekunder. Metode dasar yang diterapkan ialah metode deskriptif kualitatif. Metode penentuan responden dengan teknik purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 30 orang. Metode analisis menggunakan analisis SWOT, IFE, EFE, dan IE. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kekuatan yang dimiliki agrowisata mampu mengatasi kelemahan. Berdasarkan matriks IE diketahui sumbu X sebesar 3,15 dan sumbu Y sebesar 3,03 sehingga Agrowisata Barro Tani Manunggal berada didaerah kuadran I yaitu growth strategy. Alternatif yang tepat untuk usaha ini adalah : (1) Melestarikan lingkungan sekitar agrowisata agar tidak rusak/tercemar agar pengunjung dapat menikmati pemandangan alam yang indah; (2) Meningkatkan promosi melalui media sosial dengan mencantumkan harga serta sistem pembelian produk agar pengunjung lebih tertarik mengunjungi agrowisata; (3) Menambah sarana dan prasarana pada agrowisata yang dapat menarik pengunjung seperti menambah tempat beribadah dan memperbaiki sarana dan prasarana yang ada; (4) Pemilihan varietas benih tanaman yang unggul agar tahan terhadap hama dan penyakit karena perubahan cuaca ekstrim.
Perbandingan Modifikasi pada Pati Jagung Pulut dan Pati Sorgum dengan Metode Microwave-Cooling Saman, Widya Rahmawaty; Isra, Muhammad; Ahmad, Lisna; Mahmud, Afnisa Jesika; Lumalaga, Nurul Annisa; Ismail, Nurdike; Nurdin, Alwina Ramdina S.; Tunai, Kasmawati; Makalalag, Anjely; Dahlan, Mastin; Isima, Rahman; Djibu, Jimmy
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tepung merupakan salah satu bentuk alternatif produk setengah jadi yang dianjurkan, karena akan lebih tahan disimpan, mudah dicampur, dibentuk dan lebih cepat dimasak sesuai tuntutan kehidupan modern yang serba praktis. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbandingan antara modifikasi dan tanpa dimodifikasi pada pati Jagung Pulut dan pati Sorgum dengan metode microwave-cooling. Rancangan percobaan yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) yaitu dengan memodifikasi fisik pada tepung jagung pulut dan tepung sorgum dengan menggunakan metode microwave-cooling. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Modifikasi pati jagung pulut dengan metode microwave- cooling meningkatkan ukuran granula pati pada ulangan ke2 berkisar 186 pixels sedangkan Modifikasi pati sorgum dengan metode microwave-cooling meningkatkan ukuran granula pati pada ulangan pertama berkisar 227 pixels. Pati jagung pulut dan pati sorgum adalah dua jenis pati yang memiliki perbedaan dalam sifat fisik dan kimia. Modifikasi pati dengan metode microwave-cooling dapat mempengaruhi ukuran granula pati. Pati jagung pulut memiliki ukuran granula yang lebih besar dibandingkan pati sorgum. Modifikasi pati jagung pulut dengan metode microwave-cooling meningkatkan ukuran granula pati. Pati sorgum, sebaliknya, memiliki ukuran granula yang lebih kecil. Modifikasi pati sorgum dengan metode microwave-cooling dapat meningkatkan ukuran granula pati, tetapi tidak sebesar pati jagung pulut.
Pengaruh Lama Penyinaran Sinar Ultra Violet (UV) Terhadap Kandungan Gizi Pada Es Krim Susu Kedelai Une, Suryani; Liputo, Siti Aisa; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Ahmad, Rahmatia; Ismail, Nurdike; Sidiki, Moh. Rivaldi; Makalalag, Anjely; Supu, Rizky
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Ice cream is a food product that contains fat ranging from 10-16% which comes from milk. This research aims to determine the damage to ice cream caused by long periods of exposure. The design carried out in this research included a Completely Randomized Design (CRD) with different UV exposure factors. Data were analyzed using statistical tests (ANOVA). Test parameters include peroxide value testing. Based on the research obtained, the peroxide value at a 0 minute exposure time produces 1.15 meq/kg, at a 5 minute exposure time it produces 8.32 meq/kg, at a 10 minute exposure time it produces 10.62 meq/kg and at a exposure time of 15 minutes produces 12.59 meq/kg.
Analisis Efisiensi Pemasaran Bunga Kol (Brassica oleracea var. botrytis L.) Di Pasar Tradisional Kabupaten Boyolali Adib, Asnan; Rahayu, Endang Siti; Fajarningsih, Rhina Uchyani
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan negara agraris karena memiliki lahan pertanian yang cukup luas, yaitu mencapai 7.463.948 Ha (BPS 2020) dan sebagian besar penduduknya bekerja di sektor pertanian. Seiring berkembangnya kebutuhan konsumsi hasil pertanian, salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan petani Indonesia adalah sayuran. Namun demikian terdapat beberapa sayuran yang harganya terbilang cukup tinggi ketika sampai ke konsumen seperti halnya bunga kol (Brassica oleracea var. botrytis L.), yang dapat mencapai harga Rp. 30,000 / kg di pasar tradisional. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis efisiensi saluran pemasaran yang dilakukan oleh setiap pelaku pemasaran bunga kol di Pasar Tradisional Kabupaten Boyolali dengan menggunakan margin tataniaga, farmer share, dan rasio keuntungan. Penelitian ini dilakukan pada pelaku saluran tataniaga yang ada di Pasar Tradisional Kabupaten Boyolali. Jumlah responden dalam penelitian sebanyak 30 responden petani dan 15 responden pedagang besar dan 20 responden pedagang pengecer. Analisis data menggunakan metode purposive untuk pedagang besar dan snowball sampling dari pedagang pengecer hingga petani. Adapun hasil penelitian ini terdapat tiga saluran tataniaga bunga kol di Pasar Tradisional Kabupaten Boyolali dengan tingkat efisiensi tataniaga bunga kol yang dinilai paling efisien adalah saluran II yaitu pada saluran pedagang besar memiliki hasil margin sebesar Rp. 2,500 dan efisiensi sebesar 1,107. Dengan demikian perlu dilakukan analisis lebih terkait pengembangan strategi pemasaran komoditas bunga kol di Pasar Tradisional Kabupaten Boyolali terkait kegiatan dan saluran tataniaga.
Pengaruh Level Protein Dalam Media Maggot Sebagai Aditif Pakan Terhadap Kualitas Daging Dada Ayam Pedaging Hadi, Tasya Anggraini Sukma; Sjofjan, Osfar; Adli, D. N.
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis pengaruh level protein dalam media maggot sebagai aditif pakan terhadap kualitas daging dada ayam pedaging. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah 160 ekor DOC broiler dan tepung maggot. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah percobaan lapang dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan meliputi P0 (Pakan basal tanpa perlakuan), P1 (Pakan basal + 0,25% tepung maggot), P2 (Pakan basal + 0,50% tepung maggot), P3 (Pakan basal + 0,75% tepung maggot), P4 (Pakan basal + 1% tepung maggot). Variabel yang diamati adalah deposisi daging dada, Water Holding Capacity (WHC), keempukan dan protein daging. Data yang diperoleh dianalisis secara statistik dengan menggunakan analisis varian (ANOVA) dari rancangan acak lengkap (RAL). Apabila terdapat pengaruh diantara perlakuan maka dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan's (UJBD). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penambahan tepung maggot sebagai aditif pakan pada ayam pedaging memberikan berpengaruh tidak nyata (P0,05) terhadap deposisi daging dada, protein, Water Holding Capacity (WHC) dan keempukan. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung maggot sebagai aditif pakan tidak menunjukkan adanya peningkatan terhadap kualitas daging dada ayam pedaging.
PENGARUH SUHU PENYIMPANAN TERHADAP MINYAK KELAPA TRADISIONAL Liputo, Siti Aisa; Une, Suryani; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Lodi, Sarmila; Ibrahim, Nurfadilah; Tunai, Kasmawati; Malabali, Adinda Putri; Sari, Neneng Puspita
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The factor that influences cooking oil is the free fatty acid content or free fatty acid, abbreviated as FFA. The levels of freefatty acid components in cooking oil can increase if an oxidation reaction occurs or because it undergoes a hydrolysis reaction. The aim of this research is to determine the effect of free fatty acid content in oil stored at different temperatures. The design used in this research was a Completely Randomized Design (CRD) with one factor where each treatment was repeated 3 times. Based on the research carried out, the results of the Free Fatty Acid test at a temperature of 15℃ were 0.04%. At a temperature of 30℃ the yield was 0.59% and at a temperature of 45℃ the yield was 1.07%. The organoleptic aroma test results that were most popular with panelists were for sample S1 with a storage temperature of 15℃ of 5.40 and the lowest value was at a storage temperature of45℃ with a value of 4.30. The color organoleptic test results that were most popular with panelists were for sample S1 with astorage temperature of 15℃ of 5.30 and the lowest value was at a storage temperature of 45℃ with a value of 2.90.
KARAKTERISTIK KUANTITATIF SAPI BALI JANTAN DAN BETINA DI KECAMATAN GADUNG KABUPATEN BUOL Yusuf, Dzaqwan Zait Y; Taha, Siswatiana R; Rokhayati, Umbang Arif
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian sebagai informasi ilmiah dan pengamatan bagi penulis dan masyarakat petani/peternak tentang. Karakteristik Kuantitatif Sapi Bali Jantan dan Betina di Kecamatan Gadung. Penelitian telah dilakukan di Kecamatan Gadung Kabupaten Buol, yaitu pada bulan Oktober-Desember 2023. Penelitian menggunakan metode kuantitatif berupa pengukuran langsung pada sapi Bali sebanyak 100 ekor dengan umur ternak 2-4 tahun. Hasil penelitian adalah sapi Bali jantan memiliki ukuran panjang badan, lingkar dada, tinggi badan, tinggi pinggul dan bobot badan masing-masing memilki nilai rataan sebesar: 154.39 cm, 154.39 cm, 112.83 cm, 111.70 cm, 236.02 kg,  sapi Bali betina memiliki ukuran panjang badan, lingkar dada, tinggi badan, tinggi pinggul, dan bobot badan masing-masing memilki nilai rataan sebesar:106.80 cm, 148.43 cm, 109.35 cm, 108.03 cm, 219.72 kg. Disimpulkan bahwa karakteristik kuantitatif sapi Bali jantan dan betina di Kecamatan Gadung Kabupaten Buol, menunjukan perbedaan ukuran tubuh pada parameter panjang badan, lingkar dada, tinggi badan, tinggi pinggul dan bobot badan. Kata Kunci : Betina Jantan; Sapi Bali; Karakteristik Kuantitatif
Identifikasi Aktivitas Antibakteri Pada Bumbu Kuah Bugis Yang Di Jual Di Beberapa Tempat Di Kecamatan Kota Selatan Kota Gorontalo Ahmad, Lisna; Une, Suryani; Mutsyahidan, Arif Murtaqi Akhmad; Datau, Firman; Ibrahim, Nur Fadilah; Dahlan, Mastin; Paputungan, Sugi Saputra; Jannah, Sandrina Izathul; Junus, Zilanya; Lodi, Sarmila; Makalalag, Anjely
Prosiding Seminar Nasional Mini Riset Mahasiswa Vol 3, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

One of Indonesia's specialties is kuah bugis, which is a mixture of various spices such as garlic, ginger, and so on. In the composition are ingredients as antibacterial naturally. For example, garlic has the potential to overcome disease. Antibacterial is a compound used to inhibit bacteria. Antibacterials are usually found in an organism as a secondary metabolite. The purpose of this study was to determine the inhibition of bugis sauce seasoning against the growth of Staphylococcus aureus bacteria. The method used in this practicum is Randomized Group Design (RAK) to identify antibacterial activity in bugis sauce seasoning sold in markets in Kota Selatan District by taking three samples in each of three different places, then conducting research after sampling. The results of this practicum in the inhibition zone test are different from each sample. The N1 sample showed a higher inhibition zone value of 17.65 mm (strong) than N2 and N3. Where N2 is the lowest level between N1 and N3 which is 15.03 mm (strong) and N3 has a value of 15.58 mm (strong).

Page 1 of 2 | Total Record : 15