cover
Contact Name
Budiono Joko Nugroho
Contact Email
budionojoko@untagsmg.ac.id
Phone
+62816651681
Journal Mail Official
jcets@untagsmg.ac.id
Editorial Address
Pawiyatan Luhur, Bendan Duwur, Kec Gajahmungkur, Kota Semarang
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
ISSN : 29637244     EISSN : 29646960     DOI : 10.56444
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences welcomes full research articles in the area of Engineering Sciences from the following subject areas: (1) structural/construction engineering,(2) construction management,(3) geotechnical,(4) highway engineering which includes; traffic management, highway planning, highway pavement, port planning, airport planning,(5) Water resources engineering, which includes hydrology, hydraulics, development and management of water resources, planning for drinking water facilities and infrastructure, erosion and sedimentation, river and estuary engineering, coastal building engineering, irrigation, groundwater,(6) environmental engineering,(7) urban and regional planning,(8) geology,(9) geodesy,(10) mining
Articles 41 Documents
KAJIAN PENILAIAN KINERJA SUNGAI BEKASI Pipit Skriptianata Putra Pranida
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jcets.v2i2.1331

Abstract

The Bekasi River is part of the Ciliwung-Cisadane River Region. The Bekasi River is an order 1 river from the Bekasi watershed which consists of 3 rivers, namely the Cileungsi River, Cikeas River and Bekasi River. The Bekasi River passes through Bekasi Regency. To determine the performance of a river, it is necessary to evaluate the physical condition and function of a river system, in accordance with the mandate from the Circular Letter of the Director General of Water Resources, Ministry of Public Works and Public Housing No. 05/SE/D/2016 dated 9 June 2016 concerning Guidelines for the Operation and Maintenance of River Infrastructure and River Maintenance. Assessment of the components of the Bekasi River facility based on Circular Letter Number 05/SE/D/2016 includes riverbeds, river banks, river banks, and river riparian areas. Assessment of the Bekasi River infrastructure components based on Circular Letter Number 05/SE/D/2016 includes river embankments, revetments, groves, flood spillways, flow control gates, flood pumps, rubber weirs, retention ponds, groundssill, inspection roads, H3 monitoring post buildings, Operation and Maintenance support buildings (laboratory, workshop, etc.), equipment infrastructure (heavy equipment, Operation and Maintenance vehicles), and information and communication equipment. The performance value of the Bekasi River condition is 77.85% and the performance value of the Bekasi River infrastructure is 79.30% so that the performance value of the Bekasi River is 78.58% which requires a type of Preventive maintenance.
Analisis Tingkat Kepatuhan Pekerja Terhadap Pelaksanaan K3 Pada Pekerjaan Ruang Rawat Inap RSU Williambooth Semarang Faizal Mahmud Faizal; Kukuh Wisnuaji Widiatmoko
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jcets.v2i2.1339

Abstract

Keberhasilan pelaksanaan dalam Manajemen K3 pada pekerjaan kosntruksi berhubungan erat dengan sikap dan kepatuhan personal baik melalui sikap pekerja ataupun dari manager pekerjaan untuk penerapan peraturan pelaksanaan kebijakan Manajemen K3. Bidang konstruksi merupakan satu hal pekerjaan yang memiliki kompleksitas yang tinggi dan melibatkan berbagai unsur. Peneliti melakukan penelitian pada pola dan kinerja penerapan K3 pada saat pelaksanaan pembangunan sampai dengan selesai. Pada proyek pembangunan ini. Populasi dari penelitian merupakan seluruh pekerja konstruksi di Pekerjaan Ruang Rawat Inap RSU Williambooth Semarang sebanyak 40 orang. Incidental Sampling digunakan untuk pengambilan sampel dengan memilih responden dilokasi dan dijumpai peneliti ketika melakukan observasi lapangan. berdasarkan hubungan pelaksanaan program K3 dengan kepatuhan pekerja dalam penggunaan APD belum sepenuhnya konsisten karena petugas K3 belum tegas dalam menegur pekerja yang tidak patuh menggunakan APD, program inspeksi K3 belum rutin dilaksanakan pada beberapa lokasi sebelum mulai bekerja. Hal yang mempengaruhi kepatuhan pekerja dalam menggunakan APD salah satunya tentang pengetahuan mengenai kegunaan APD pada urutam pertama, selanjutnya faktor penyelenggaraan SMK3 pada urutan ke 2, dan faktor perilaku / kepatuhan pekerja pada urutan ke 3. Penerapan dari program inspeksi K3, pengawasan K3, penerapan safety morning dan toolbox meeting juga belum sempurna.
ANALISIS KEBUTUHAN DAN KETERSEDIAAN AIR BAKU WILAYAH KELURAHAN PUDAKPAYUNG KOTA SEMARANG Kukuh Wisnuaji Widiatmoko; Ahmad Hakim Bintang Kuncoro; Augusta Dian Aulia
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 2 No. 2 (2023): Oktober: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jcets.v2i2.1340

Abstract

Air bersih adalah suatu elemen yang sangat dibutuhkan oleh semua makhluk hidup, karena air merupakan sumber daya yang sangat penting untuk menunjang kebutuhan pokok manusia dalam kehidupan sehari-hari. Penanganan pada sektor air bersih menjadi hal wajar untuk di priorotaskan karena hal tersebut menyangkut kebutuhan banyak orang. Ketersediaan air bersih sangat berpengaruh pada pemenuhuan kebutuhan air bersih. Ketersediaan air bersih bersumber dari air tanah dan air permukaan yang dapat disediakan oleh sungai, mata air, waduk dan bendung. Seperti diketahui kebutuhan air bersih yang sangat dibutuhkan dan berkelanjutan maka penyediaan dan pengembangan mengenai kebutuhan air bersih menjadi suatu keharusan yang tidak dapat terabaikanAnalisa Proyeksi Jumlah Penduduk Analisis Kebutuhan Air Bersih hasil analisis kebutuhan pertumbuhan penduduk dan kebutuhan air bersih selama 15 tahun kedepan 1. Dari perhitungan prediksi laju pertumbuhan penduduk pada tahun 2037 untuk menghitung kebutuhan air bersih di wilayah Kelurahan Pudakpayung sebesar 27.697 jiwa. 2. Analisis kebutuhan air bersih pada tahun 2037 berdasarkan jumlah penduduk di Kelurahan Pudakpayung sebesar 38,1735 liter/detik. 3. Dari hasil analisis prediksi pertumbuhan penduduk dan analisis kebutuhan air bersih, maka dengan adanya pembangunan Instalasi Pengelolaan Air Bersih dengan kapasitas 100 liter/detik, dapat memenuhi kebutuhan air selama 15 tahun yaitu pada tahun 2037.
Analisis Pengembangan Jaringan Pengairan Dengan Program Epanet Dalam Memenuhi Kebutuhan Air Pada Kebun Alam Regeneratif Sekolah Alam Ar Ridho Semarang Son Haji; Faizal Mahmud; kukuh wisnuaji widiatmoko
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): April: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jcets.v3i1.1356

Abstract

Begitu pentingnya air bersih bagi kehidupan manusia, sehingga memungkinkan penyediaan menjadi terbatas apabila pemanfaatannya tidak diatur dengan baik, sehingga harus dibuat suatu jaringan perpipaan yang tertata baik untuk mendistribusikan air bersih secara merata agar dapat optimal pemanfaatannya. Pengembangan dan pengelolan sistem irigasi, yang merupakan salah satu komponen pendukung keberhasilan pengembangan sistem pengairan yang mempunyai peran sangat penting dan strategis. Berkaitan dengan pengembangan kebun alam regeneratif sekolah alam Ar ridho sebagai media belajar tentang pertanian, perkebunan dan peternakan yang sangat membutuhkan air bersih untuk pengairan, penyiraman tanaman dan penyediaan air minum ternak.Masalah yang sering dihadapi oleh masyarakat yaitu tingginya kadar kekeruahan, kegiatan peningkatan kualitas air bersih meliputi pengamanan dan penetapan kualitas fisik air (bebas dari warna, bau, kekeruhan dan rasa), bebas dari bahan kimia berbahaya, bebas dari sinar radioaktif maupun bakteriologis (mikroorganisme patogen). Sistem transmisi merupakan sistem pengangkutan air dari bangunan pengambilan air baku ke area yang dituju sehingga menjadi penghubungan antara sistem pengumpulan dengan sistem distribusi EPANET yang secara luas melakukan periode simulasi dari hidrolika dan kualitas air dalam jaringan pipa bertekanan. EPANET juga dapat mensimulasikan konsentrasi zat kimia yang ditambahkan pada suatu jaringan, umur air dan pola outflow dari sumber air.
Peninjauan Metode Pelaksanaan Pile Cap Pada Proyek Pembangunan Pabrik Polygroup Kab. Kendal, Jawa Tengah Dimas Permana; Zulva Aulia Atiarani Akbar; Samuel Sem Rumlawang
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): April: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jcets.v3i1.1489

Abstract

Metode adalah hal yang sangat penting dalam sebuah konstruksi bangunan, hal ini karna metode berkaitan dengan banyak hal antara lain alat yang digunakan, sumber daya manusia, lokasi konstruksi dan jenis bangunan. Salah satu struktur bangunan yang paling penting adalah struktur bawah, yaitu pondasi dan pile cap, karena ini sangat krusial dalam menahan beban-beban yang ada pada sebuah bangunan. Penelitian ini dilakukan dengan cara melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi secara langsung dilapangan. Berdasarkan hasil observasi yang telah dilakukan maka didapatkan urutan pekerjaan antara lain pekerjaan perataan galian, pekerjaan dewatering, pekerjaan pemasangan plastik cor, pekerjaan lantai kerja, pekerjaan pembesian, pekerjaan bekisting dan pekerjaan pengecoran
ANALISIS PRODUKTIVITAS BATCHING PLANT DI PT. MERAK JAYA BETON M. Fathin Ramadhan; Nadya Nur Haliza; Kharisma Dewi Anggraeni
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): April: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jcets.v3i1.1491

Abstract

Produktivitas Batching Plant merupakan faktor kunci dalam menentukan efisiensi dan keberhasilan proyek konstruksi. Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis produktivitas Batching Plant di PT. Merak Jaya Beton, dengan fokus pada Batching Plant KarangPilang, selama bulan September dan Oktober 2023. Metode penelitian melibatkan pengumpulan data primer melalui observasi dan wawancara langsung di lapangan, serta pengumpulan data sekunder dari informasi perusahaan. Produktivitas Batching Plant diukur dengan menggunakan rumus produktivitas berdasarkan volume beton yang diproduksi dalam suatu periode waktu. Hasil analisis menunjukkan bahwa produktivitas Batching Plant KarangPilang mencapai rata-rata sekitar 26 m³/jam selama kedua bulan tersebut. Meskipun berada di bawah batas maksimum harian yang dapat dicapai, yaitu 60 m³/jam, produktivitas tersebut masih mencapai sekitar 44,08% dan 43,53% dari batas maksimum pada bulan September dan Oktober, berturut-turut. Faktor-faktor yang memengaruhi fluktuasi nilai produktivitas harian melibatkan penyesuaian jadwal pengiriman berdasarkan permintaan dari pihak proyek. Penelitian ini memberikan wawasan bagi PT. Merak Jaya Beton untuk meningkatkan efisiensi dan kinerja operasional Batching Plant KarangPilang dalam upaya menjaga kompetitivitasnya di pasar konstruksi.
ANALISIS POTENSI DAERAH RESAPAN AIR DI KABUPATEN BULELENG MENGGUNAKAN APLIKASI ARCGIS Sherly Andita Putri; Ahmad Fatkhur Rozi; Yanuar Setyabudi
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): April: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jcets.v3i1.1492

Abstract

Perkembangan permukiman di Kabupaten Buleleng, Bali, mempengaruhi kualitas air dan proses infiltrasi tanah. Dengan luas wilayah 1365,88 km² dan populasi 664 ribu jiwa, perubahan penggunaan lahan, khususnya pertumbuhan permukiman baru, menurunkan tingkat infiltrasi tanah sehingga dapat menimbulkan berkurangnya daerah resapan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi daerah resapan air di Kabupaten Buleleng dengan pendekatan Sistem Informasi Geografi (SIG) dan dengan menggunakan aplikasi ArcGis versi 10.2. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu dengan menentukan lokasi persebaran resapan air di Kabupaten Buleleng dari proses skoring dan tumpang susun peta-peta tematik (overlay) dengan menggunakan lima parameter yang mempengaruhi resapan air suatu wilayah, yaitu jenis tanah, curah hujan, kemiringan lereng, geology, dan penggunaan lahan. Dari Hasil pembobotan (skoring) tersebut diperoleh lima kelas kriteria kondisi resapan air yaitu kondisi mulai sangat kritis sebesar 43,241 kondisi buruk sebesar 37,241, kondisi agak buruk sebesar 31,241, kondisi baik sebesar 24,241, dan kondisi agak baik sebesar 15,24.
PELAKSANAAN PEKERJAAN PONDASI BUJUR SANGKAR (STUDI PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG RESTO CAFE 5 LANTAI JL. PAHLAWAN NO. 3 SIDOARJO) FERDIANSYAH PUTRA; Satria Pradana; Eza Dafa Pratama; Jessica Oktaviani Janny
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 3 No. 1 (2024): April: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jcets.v3i1.1493

Abstract

Pelaksanaan proyek konstruksi ini pada Proyek Pembangunan Gedung Resto Cafe 5 Lantai akan membutuhkan pendekatan inovatif untuk menyelesaikan masalah konstruksi yang tidak sesuai. Oleh karena itu, penerapan mode konstruksi dapat membantu menyelesaikan konstruksi. Pondasi merupakan bagian bawah bangunan bangunan yang menahan dengan gaya-gaya beban atas. Pemilihan metode konstruksi pondasi mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keakuratan konstrusksi. Tanah juga memiliki perbedaan kondisi dengan rencana seperti, kelembaban tanah akibat hujan, tiang yang menimbulkan kebisingan, pencemaran udara, dan faktor lainnya. Pondasi harus diperhatikan untuk menjamin kestabilan terhadap gaya luar seperti berat bangunan sendiri, beban isi bangunan, tekanan angina, dan gempa bumi. Pondasi terdiri dua jenis yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Dalam proyek ini berdasarkan data yang diperoleh hasil sondir untuk struktur angunan 44 meter. Dan proyek ini menggunakan tiang pancang karena relatif, pengirimian yang signifikan. Dan pada proyek ini menggukan metode konstruksi tiang pancang yaitu metode jack-in-pile yang dapat mengurangi polusi suara lingkungan.
ANALISIS TARIF ANGKUTAN UMUM BERDASARKAN BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (STUDI KASUS ANGKUDES TRAYEK PASAR UNGARAN - KALONGAN) Dhony Priyo Suseno
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 2 No. 1 (2023): April: Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jcets.v2i1.1550

Abstract

Tujuan penelitian adalah Untuk mengetahui berapa besar Biaya Operasional dan Kendararaan (BOK) Studi Kasus Angkudes Trayek Pasar Ungaran- Kalongan. Objek dari penelitian ini adalah Penentuan besaran tarif angkutan membutuhkan penanganan dan kebijakan. Karena harus dapat menjembatani kepentingan penumpang selaku konsumen dan pengelola angkutan umum. Trayek Pasar Ungaran, sepanjang 7,4 km, dengan data didapat dengan cara penyebaran kuesioner kepada pengguna angkutan, Untuk menganalisa berapa besar Biaya Operasional Kendaraan dan untuk dan mengetahui daya beli penumpang dari kempuan (Ability) dan kemauan (Willingness) untuk membayar tarif bus tersebut. Penelitian ini dilakukan selama 1 minggu pada hari kerja dan hari libur, yaitu pada tanggal 8 hingga 13 Januari 2024. Hasil analisis data menunjukan tarif berdasarkan BOK Rp. 9.222,96,-berdasarkan Ability To Pay (ATP) pada hari kerja (weekday) sebesar Rp. 6.666,67,- dan hari libur (wekkend) Rp. Rp. 10.000,00,- dan berdasarkan Willingness To Pay (WTP) pada hari kerja (weekday) sebesar Rp. 7.000,00,- dan (wekkend) sebesar Rp. 2.333,33,-. Pemerintah perlu mengeluarkan kebijakan agar load factor angkutan umum meningkat sehingga operator angkutan dapat meningkatkan kenyamanan angkutannya yang dapat mempengaruhi kemauan mambayar penumpang.
The Effect of Adding Teak Charcoal as a Filler on the Performance of the Asphalt Concrete-Wearing Course (AC-WC) Lucky Setyawan; Ibnu Sholichin; Nugroho Utomo
Journal of Civil Engineering and Technology Sciences Vol. 3 No. 2 (2024): October : Journal of Civil Engineering and Technology Sciences
Publisher : Faculty Of Engineering University 17 August 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/jcets.v3i2.1757

Abstract

The filler in asphalt concrete layers usually uses Portland cement, whose raw materials are limestone and clay, these resources are limited and cannot be renewed. Therefore, teak wood charcoal can be an alternative filler. Charcoal contains non-polar carbon compounds, such as asphalt, which have adhesive properties to hold different particles together. So, in this research, it is hoped that teak wood charcoal can be used as a filler in accordance with the General Specifications of Bina Marga 2018 Revision 2. This research uses variations in filler levels of 0%, 1%, 2%, 3% and 4%. Based on the Marshall test results, the optimum asphalt content value was 6.40% and the optimum filler content value was 0.58%. The addition of teak charcoal as a filler increases the stability, Marshall Quotient, VIM and VMA values, but reduces the flow and VFA values. In conclusion, the addition of teak charcoal as a filler to the AC-WC mixture can increase the strength of the road pavement, but excessive use can make the road pavement porous and damaged.