cover
Contact Name
Hidayati Desy
Contact Email
penajangkar97@gmail.com
Phone
+6281348408737
Journal Mail Official
maritimakademi.bjm@gmail.com
Editorial Address
LP2M Office - Jl. Gatot Subroto, Kebun Bunga, Kec. Banjarmasin Tim., Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan 70238 - Indonesia
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Pena Jangkar
ISSN : 28081587     EISSN : 28081587     DOI : https://doi.org/10.54315/jpj.v2i1
Tatalaksana bidang maritim Tatalaksana bidang hukum maritim Tatalaksana bidang manajemen maritim Tatalaksana bidang pendidikan maritim
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 4 No 2 (2025)" : 5 Documents clear
PERAN PT. CARAKA TIRTA PERKASA DALAM PELAKSANAAN BONGKAR MUAT PETIKEMAS Nurdin, Moch.; Hakiki, Akhmad; Purnomo, Ery; Syahbudin, Akhmad
Pena Jangkar Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i2.167

Abstract

PT. Caraka Tirta Perkasa berperan penting dalam pelaksanaan bongkar muat peti kemas dengan memastikan kelancaran, efisiensi, dan keamanan proses logistik di pelabuhan. Sebagai perusahaan yang bergerak di bidang jasa logistik, mereka bertanggung jawab untuk mengkoordinasikan berbagai pihak yang terlibat, seperti operator crane, pengemudi truk, dan pekerja lapangan, serta memastikan semua peralatan dalam kondisi prima. Selain itu, PT. Caraka Tirta Perkasa menerapkan sistem pengawasan yang ketat dan memanfaatkan teknologi informasi untuk memantau proses secara real-time, sehingga setiap tahapan bongkar muat dapat berjalan sesuai dengan standar yang ditetapkan dan memenuhi kebutuhan pelanggan dengan tepat waktu. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif, metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Sumber data yang digunakan terbagi dua yaitu data primer berdasarkan obervasi dan data sekunder dengan memanfaatkan segala informasi tersaji di PT. Caraka Tirta Perkasa. Hasil pembahasan dalam pelaksanaan bongkar muat memang perlu diakui tidak menutup kemungkinan akan terjadi masalah, dan situasi ini jamak dijumpai. Pasalnya dalam proses distribusi tentu akan ada banyak faktor yang menghambat proses tersebut yang kemudian menghadirkan masalah beruntun. Kegiatan bongkar muat secara otomatis tidak hanya melibatkan satu instansi dan satu perusahaan saja melainkan ada beberapa yang kemudian dituntut untuk saling bekerja sama. Sehingga proses bongkar muat, import, ekspor, dan sebagainya di pelabuhan terjamin lancer. Abstract PT. Caraka Tirta Perkasa PT. Caraka Tirta Perkasa plays an important role in the loading and unloading of containers by ensuring the smoothness, efficiency and safety of the logistics process at the port. As a company operating in the logistics services sector, they are responsible for coordinating the various parties involved, such as crane operators, truck drivers and field workers, as well as ensuring all equipment is in top condition. Apart from that, PT. Caraka Tirta Perkasa implements a strict monitoring system and utilizes information technology to monitor the process in real-time, so that each stage of loading and unloading can run according to established standards and meet customer needs in a timely manner. This type of research uses qualitative methods, qualitative methods are research procedures that produce descriptive data in the form of written or spoken words from people and observed behavior. The data sources used are divided into two, namely primary data based on observations and secondary data by utilizing all the information presented at PT. Caraka Tirta Perkasa. It is necessary to admit that the results of discussions regarding the implementation of loading and unloading do not rule out the possibility that problems will occur, and this situation is often found. The reason is that in the distribution process there will of course be many factors that hinder the process which then creates a series of problems. Automatic loading and unloading activities do not only involve one agency and one company, but several are required to work together. So that the process of loading and unloading, importing, exporting, and so on at the port is guaranteed to run smoothly.
PERAN SURVEYOR DALAM ON HIRE SURVEY KELAYAKAN KAPAL LCT OLEH PT. TRIBHAKTI INSPEKTAMA BANJARMASIN Sihombing, David Bastian; Pajar, Nuas; Kamsariaty, Kamsariaty; Hadiansyah, Hadiansyah; Wardhana, Andri Ali
Pena Jangkar Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i2.168

Abstract

Peran Marine Surveyor dalam On Hire Survey merupakan pemeriksaan kondisi kapal secara detail dan menyeluruh di saat awal kapal akan disewa atau di charter party guna menghindari adanya klaim dari salah satu pihak terkait dalam perjanjian sewa menyewa kapal tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran surveyor dalam On Hire Survey Kelayakan Kapal LCT oleh PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif, metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati.  Sumber data yang digunakan terbagi dua yaitu data primer berdasarkan observasi langsung kepada pihak devisi inspeksi perusahaan dan crew kapal dan data sekunder dengan memanfaatkan segala informasi tersaji di PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin. Hasil penelitian ini membahas pelaksanaan peran surveyor dalam On hire survey yang terdapat beberapa tahapan dalam hal inspeksi kapal, yaitu tahap persiapan inspeksi, tahap pelaksanaan inspeksi dan tahap pemenuhan laporan temuan hasil inspeksi sampai dengan diterbitkannya sertifikat On Hire kapal yang menandakan bahwa kapal telah selesai dilakukan proses inspeksi. Abstract The role of the Marine Surveyor in the On Hire Survey is to examine the condition of the ship in detail and thoroughly when the ship is first rented or chartered to avoid claims from any of the parties involved in the ship rental agreement. This research aims to determine the role of surveyors in the On Hire LCT Ship Feasibility Survey by PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin. This type of research uses qualitative methods, qualitative methods are research procedures that produce descriptive data in the form of written or spoken words from people and observed behavior.  The data sources used are divided into two, namely primary data based on direct observation of the company's inspection division and ship crew and secondary data using all the information presented at PT. Tribhakti Inspektama Banjarmasin. The results of this research discuss the implementation of the surveyor's role in the On Hire survey. There are several stages in the case of ship inspection, namely the inspection preparation stage, the inspection implementation stage and the fulfillment stage of the inspection findings report up to the issuance of the ship's On Hire certificate which indicates that the ship has completed the process inspection.
MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA PT. PULAU SEROJA JAYA DALAM MENANGANI PENERIMAAN DAN PERGANTIAN CREW KAPAL Silam, Veby Senopati; Melson, Oktoberian; Juhrani, Juhrani; Fathulliansyah, Noor; Gifta, Marianus George
Pena Jangkar Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i2.169

Abstract

Manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam menangani penerimaan dan pergantian awak kapal adalah proses yang mencakup berbagai kegiatan untuk memastikan bahwa perusahaan pelayaran memiliki awak kapal yang kompeten, terlatih, dan sesuai dengan kebutuhan operasional kapal. Proses ini dimulai dengan perencanaan kebutuhan awak kapal berdasarkan jenis kapal dan rute pelayaran. Selanjutnya, dilakukan perekrutan yang melibatkan seleksi kandidat melalui berbagai tes dan wawancara untuk menilai kualifikasi dan kemampuan calon awak kapal. Setelah perekrutan, manajemen SDM bertanggung jawab untuk menyediakan pelatihan yang diperlukan, baik yang bersifat dasar maupun spesifik sesuai dengan tuntutan tugas di kapal dan mengetahui permasalahan apa saja yang ditemui dalam melakukan kegiatan pengawakan kapal serta bagaimana cara mengatasi dari permasalahan tersebut. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif, metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Sumber data yang digunakan terbagi dua yaitu data primer berdasarkan observasi dan data sekunder dengan memanfaatkan segala informasi tersaji di PT. Pulau Seroja Jaya. Hasil pembahasan manajemen sumber daya manusia dalam menangani penerimaan dan pergantian crew kapal sebagai salah satu kegiatan dalam operasional perusahaan pencharteran kapal atau shipping company yang terfokuskan pada pengawakan kapal bagaimana optimalisasi pada kegiatan kegiiatan tersebut dan apa saja kendala serta solusi yang bisa digunakan untuk optimalisasi dalam pengawakan crew kapal sehingga dapan berjalan dengan lancar. Abstract Human resource management (HR) in handling the recruitment and change of crew members is a process that includes various activities to ensure that shipping companies have crew members who are competent, trained and in line with the ship's operational needs. This process begins with planning crew needs based on the type of ship and shipping route. Next, recruitment is carried out which involves selecting candidates through various tests and interviews to assess the qualifications and abilities of prospective crew members. After recruitment, HR management is responsible for providing the necessary training, both basic and specific in accordance with the demands of work on the ship and knowing what problems are encountered in carrying out ship manning activities and how to overcome these problems. This type of research uses qualitative methods, qualitative methods are research procedures that produce descriptive data in the form of written or spoken words from people and observed behavior. The data sources used are divided into two, namely primary data based on observations and secondary data by utilizing all the information presented at PT. Pulau Seroja Jaya The results of the discussion on human resource management in handling the recruitment and replacement of ship crew as one of the activities in the operations of a ship chartering company or shipping company which focuses on ship manning, how to optimize these activities and what are the obstacles and solutions that can be used to optimize crew manning ship so it can run smoothly
PERAN POLAIRUD DALAM MENINGKATKAN KESELAMATAN DAN KETERTIBAN DI WILAYAH PERAIRAN KALIMANTAN TENGAH Edison, Edison; Juliandari, Yayangsi; Suwestian, Firdaus; Santi, Irnita Rosaria
Pena Jangkar Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i2.170

Abstract

Wilayah perairan Kalimantan Tengah memiliki peran vital dalam perekonomian dan kehidupan sosial masyarakat setempat. Perairan ini tidak hanya menjadi jalur transportasi utama yang menghubungkan berbagai daerah, tetapi juga sumber penghidupan bagi masyarakat yang bergantung pada sektor perikanan dan pariwisata. Namun, seiring dengan meningkatnya aktivitas di wilayah perairan ini, berbagai permasalahan keamanan dan ketertiban pun semakin kompleks dan membutuhkan perhatian khusus terutama bagi Polairud Kalimantan Tengah dalam meningkatkan ketertiban dan keselamatan di wilayah perairan Kalimantan Tengah. Jenis penelitian menggunakan metode kualitatif, metode kualitatif sebagai prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan perilaku yang diamati. Sumber data yang digunakan terbagi dua yaitu data primer berdasarkan obervasi dan data sekunder dengan memanfaatkan segala informasi tersaji di POLAIRUD Kalimantan Tengah. Hasil pembahasan dalam menigkatkan ketertiban dan keselamatan di wilayah perairan Kalimantan Tengah menunjukkan kemajuan signifikan dalam beberapa aspek. Dengan meningkatkan frekuensi patroli dan menerapkan teknologi pemantauan canggih, Polairud berhasil memperbaiki pengawasan dan respons terhadap pelanggaran di perairan. Kolaborasi dengan komunitas lokal dan pihak terkait juga telah memperkuat upaya pencegahan, sehingga masyarakat lebih sadar akan pentingnya keselamatan dan aturan perairan. Selain itu, pelatihan dan edukasi yang dilakukan oleh Polairud kepada nelayan dan pengguna perairan lainnya berkontribusi pada peningkatan kepatuhan terhadap peraturan. Meskipun tantangan tetap ada, langkah-langkah tersebut telah menghasilkan penurunan signifikan dalam insiden pelanggaran dan meningkatkan ketertiban serta keselamatan di wilayah perairan tersebut. diakui tidak menutup kemungkinan akan terjadi masalah, dan situasi ini jamak dijumpai. Abstract The waters of Central Kalimantan have a vital role in the economy and social life of the local community. These waters are not only the main transportation route connecting various regions, but also a source of livelihood for people who depend on the fishing and tourism sectors. However, along with increasing activity in this water area, various security and order problems are becoming more complex and require special attention, especially for the Central Kalimantan Police Force in improving order and safety in the Central Kalimantan water area. This type of research uses qualitative methods, qualitative methods are research procedures that produce descriptive data in the form of written or spoken words from people and observed behavior. The data sources used are divided into two, namely primary data based on observations and secondary data by utilizing all the information presented at POLAIRUD Central Kalimantan. The results of discussions on improving order and safety in the waters of Central Kalimantan show significant progress in several aspects. By increasing the frequency of patrols and implementing advanced monitoring technology, Polairud has succeeded in improving monitoring and response to violations in the waters. Collaboration with local communities and related parties has also strengthened prevention efforts, so that people are more aware of the importance of water safety and regulations. In addition, the training and education provided by Polairud to fishermen and other water users contributes to increasing compliance with regulations. While challenges remain, these measures have resulted in a significant reduction in trespassing incidents and improved order and safety in the water area. It is acknowledged that it does not rule out the possibility that problems will occur, and this situation is often found.
IMPLEMENTASI APLIKASI BERBASIS BUDAYA LITERASI DIGITAL LAHAN BASAH DALAM PEMBELAJARAN KONSEP SISTEM EKSKRESI Nismah, Nismah; Rosiana, Elisa; Desy, Hidayati; Nurwahyuni, Rizki
Pena Jangkar Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Akademi Maritim Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54315/pj.v4i2.171

Abstract

Model problem based learning merupakan suatu pendekatan pembelajaran yang mendorong peserta didik untuk bersentuhan langsung dengan fakta permasalahan di lingkungan mereka secara nyata. SMAN 8 Banjarmasin adalah salah satu SMA yang belum terbiasa menggunakan model problem based learning. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) pengaruh penerapan model  problem based learning terhadap hasil belajar materi konsep sistem ekskresi pada peserta didik kelas XI SMAN 8 Banjarmasin (2) hasil belajar materi konsep sistem ekskresi pada peserta didik kelas XI SMAN 8 Banjarmasin dengan menggunakan model problem based learning. Subjek penelitian ini sebanyak 69 orang peserta didik yang dibagi ke dalam 2 kelas yaitu XI MIPA 3 sebagai kelas kontrol menggunakan model direct intruction dan XI MIPA 2 sebagai kelas eksperimen menggunakan model problem based learning. Penelitian ini dilakukan dengan quasi experiment dengan desain penelitian the nonequivalent control group design. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon dan deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan (1) penerapan model problem based learning materi konsep sistem ekskresi berpengaruh secara signifikan terhadap hasil belajar kognitif produk pada peserta didik  kelas XI SMAN 8 Banjarmasin dengan nilai Asymp.Sig. (2-tailed) < 0,05 yaitu 0,000, (2) Hasil belajar yang meliputi kognitif proses dengan penerapan model problem based learning termasuk dalam dalam kategori baik, hasil belajar afektif perilaku berkarakter (tanggung jawab) dalam kategori baik, hasil belajar afektif perilaku berkarakter (santun) dalam kategori sangat baik, serta perilaku sosial (bekerjasama) dalam kategori sangat baik dan perilaku sosial (menyumbangkan pendapat) termasuk dalam kategori baik, dan hasil belajar psikomotorik termasuk dalam kategori baik Abstract The problem based learning model is a learning approach that encourages students to be in direct contact with real problems in their environment. SMAN 8 Banjarmasin is one of the high schools that is not used to using the problem based learning model. This study aims to describe (1) the effect of applying the problem-based learning model on learning outcomes of excretion system concept material in class XI students of SMAN 8 Banjarmasin (2) learning outcomes of excretion system concept material in class XI students of SMAN 8 Banjarmasin using the problem model based learning. The subjects of this study were 69 students who were divided into 2 classes, namely XI MIPA 3 as the control class using the direct instruction model and XI MIPA 2 as the experimental class using the problem based learning model. This research was conducted using a quasi-experimental design with the nonequivalent control group design. Data analysis techniques used Wilcoxon and descriptive tests. The results of this study indicate (1) the application of the problem based learning model of excretion system concept material has a significant effect on product cognitive learning outcomes in class XI students of SMAN 8 Banjarmasin with an Asymp.Sig value. (2-tailed) < 0.05, namely 0.000, (2) Learning outcomes which include cognitive processes with the application of problem based learning models are included in the good category, affective learning outcomes of character behavior (responsibility) are in the good category, behavioral affective learning outcomes character (politeness) in the very good category, as well as social behavior (cooperating) in the very good category and social behavior (contributing opinions) included in the good category, and psychomotor learning outcomes included in the good category.

Page 1 of 1 | Total Record : 5