cover
Contact Name
Joko Suratno
Contact Email
joko_unkhair@yahoo.co.id
Phone
+6281340749358
Journal Mail Official
joko_unkhair@yahoo.co.id
Editorial Address
Perumahan Green House, RT/RW: 010/005, Kelurahan Jambula
Location
Kota ternate,
Maluku utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Guru Matematika
Published by Universitas Khairun
ISSN : -     EISSN : 25796305     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal Pendidikan Guru Matematika (JPGM) merupakan jurnal pada bidang pendidikan yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Matematika, Universitas Khairun. Jurnal ini menyediakan forum publikasi penelitian dalam pembelajaran matematika untuk seluruh jenjang pendidikan. Artikel-artikel yang diterbitkan merupakan hasil penelitian berfokus pada topik yang berhubungan dengan aspek teoretis, pedagogis, metodologis, dan filosofis pendidikan matematika. JPGM mengutamakan penelitian yang mempromosikan pengetahuan, gagasan, metode, dan epistemologi baru pada bidang pendidikan matematika. JPGM terbit setiap 4 bulan sekali, yaitu bulan Januari, Mei, dan September.
Articles 18 Documents
Search results for , issue "Vol 3, No 3 (2023): September" : 18 Documents clear
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Kalsum Djali; In Hi Abdullah; Hery Suharna
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i3.6621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bagaimana kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran snowball throwing pada materi persamaan linear satu variabel. 2) apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, desain penelitiannya adalah pretest-postest control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen, kelas yang diterapkan model pembelajaran snowball throwing dan kelas kontrol, kelas yang diterapkan model pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 5  Kota Ternate dengan jumlah populasi 151 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah Kelas VII-5 yang diberi perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dan kelas VII-6 yang diberi perlakuan model pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan komunikasi matematis siswa. Langkah untuk mengetahui bagaimana kemampuan  komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dan model pembelajaran konvensional, data dianalisis secara keseluruhan menggunakan analisis deskriptif yaitu menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) skala 5. Langkah  untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, data dianalisis dengan analisis inferensial yaitu menggunakan uji Mann-Withney U-test.  Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing secara keseluruhan dapat dilihat dari kualifikasinya yakni kualifikasi memuaskan berjumlah siswa 10 siswa (48%), baik berjumlah 4 siswa (19%), cukup berjumlah 3 siswa(14%) dan kurang berjumlah 1 siswa (5%), gagal berjumlah 3 siswa (14%). Sedangkan kemampuan komunikasi  matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran konvensional secara keseluruhan dapat dilihat dari kualifikasinya yakni kualifikasi memuaskan 0 siswa (%), baik berjumlah 0 siswa (%), cukup berjumlah 1 siswa (5%), kurang berjumlah 6 siswa (29%) dan gagal berjumlah 14 siswa (67%). Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran konvensional. 2) berdasarkan uji Mann-Withney U-test yakni Asymp. Sig (2-tailed) 0,000 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing tehadap kemampuan komunikasi matematis siswa.
Pengaruh Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Snowball Throwing Terhadap Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa pada Materi Persamaan Linear Satu Variabel Djali, Kalsum; Abdullah, In Hi; Suharna, Hery
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i3.6621

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) bagaimana kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran snowball throwing pada materi persamaan linear satu variabel. 2) apakah terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa. Jenis penelitian ini adalah eksperimen, desain penelitiannya adalah pretest-postest control group design. Penelitian ini menggunakan dua kelas yaitu kelas eksperimen, kelas yang diterapkan model pembelajaran snowball throwing dan kelas kontrol, kelas yang diterapkan model pembelajaran konvensional. Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 5  Kota Ternate dengan jumlah populasi 151 siswa. Sampel pada penelitian ini adalah Kelas VII-5 yang diberi perlakuan model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dan kelas VII-6 yang diberi perlakuan model pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan komunikasi matematis siswa. Langkah untuk mengetahui bagaimana kemampuan  komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing dan model pembelajaran konvensional, data dianalisis secara keseluruhan menggunakan analisis deskriptif yaitu menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) skala 5. Langkah  untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing terhadap kemampuan komunikasi matematis siswa, data dianalisis dengan analisis inferensial yaitu menggunakan uji Mann-Withney U-test.  Hasil analisis data menunjukkan bahwa: 1) kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing secara keseluruhan dapat dilihat dari kualifikasinya yakni kualifikasi memuaskan berjumlah siswa 10 siswa (48%), baik berjumlah 4 siswa (19%), cukup berjumlah 3 siswa(14%) dan kurang berjumlah 1 siswa (5%), gagal berjumlah 3 siswa (14%). Sedangkan kemampuan komunikasi  matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran konvensional secara keseluruhan dapat dilihat dari kualifikasinya yakni kualifikasi memuaskan 0 siswa (%), baik berjumlah 0 siswa (%), cukup berjumlah 1 siswa (5%), kurang berjumlah 6 siswa (29%) dan gagal berjumlah 14 siswa (67%). Hal ini menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing lebih baik daripada kemampuan komunikasi matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran konvensional. 2) berdasarkan uji Mann-Withney U-test yakni Asymp. Sig (2-tailed) 0,000 0,05 sehingga dapat disimpulkan terdapat pengaruh model pembelajaran kooperatif tipe snowball throwing tehadap kemampuan komunikasi matematis siswa.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization untuk Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa pada Materi Suku Banyak Sidi, Ruslan La; Nani, Karman La; Jalal, Ariyanti
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i3.6626

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk: 1) mengetahui kemampuan pemahaman matematis siswa kelas XI IPA SMA AL Khairaat Kota Ternate Tahun Ajaran 2018/2019 pada materi Suku Banyak sebelum dan sesudah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI; 2) mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa kelas XI IPA SMA AL Khairaat Kota Ternate Tahun Ajaran 2018/2019 pada materi Suku Banyak setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe TAI. Penelitian kuantitatif ini menggunakan jenis penelitian quasi eksperimen dan desain One Group Pretest-Posttest. Populasi penelitian ini adalah seluruh siswa kelas XI-IPA SMA AL-Khairaat Kota Ternate yang berjumlah 18 siswa, maka keseluruhan populasi dijadikan sebagai sampel penelitian. Teknik Pengumpulan data meliputi: tes kemampuan pemahaman matemats siswa sebelum dan sesudah pembelajaran dengan instrumen soal berbentuk essay test berjumlah 9 butir soal untuk mengukur kemampuan pemahaman matematis siswa. Data kemampuan pemahaman matematis siswa yang diperoleh, dianalisis secara deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) rata-rata tingkat kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi suku banyak mencapai 54,78%. Kemampuan pemahaman matematis siswa setelah diterapkannya model pembelajaran kooperatif tipe TAI diperoleh 4 siswa (22,22%) dalam kualifikasi baik, 13 siswa (72,22%) kuaifikasi cukup, dan 2 siswa (5,56%) kualifikasi kurang, serta tidak terdapat siswa mencapai kualifikasi baik sekali dan gagal. 2) peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa tergolong sedang. Hasil ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa kelas XI IPA SMA AL Khairaat Kota ternate yang signifikan setelah diterapkan model pembelajaran kooperatif tipe Team Assisted Individualization (TAI). 
Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Melalui Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Think Talk Write pada Materi Komposisi Fungsi dan Invers Fungsi Ridwan, Afani; Hamid, Hasan; Afandi, Ahmad
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i3.6622

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran TTW pada materi komposisi fungsi dan invers fungsi; 2) Mengetahui ada atau tidaknya peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa dengan menggunakan  model pembelajaran TTW pada materi komposisi fungsi dan invers fungsi; 3) Untuk mendeskripsikan peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran TTW pada materi komposisi fungsi dan invers fungsi di kelas. Penelitian ini merupakan penelitian Pre-Eksperimental Design dengan desain penelitian one group pretest-posttest design, populasi pada penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas XI MIA Madrasah Aliya Negeri (MAN) 1 Kota Ternate Tahun Ajaran 2017/2018. Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini yaitu sampling purposive dengan jumlah sampel yaitu 21 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrument tes kemampuan berpikir kritis matematis berbentuk Essay. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deskriptif yaitu Pedoman Acuan Patokan (PAP) Skala 5 dan perhitungan uji gain ternormalisasi (N-Gain). Sedangkan statistik inferensial yaitu Uji Wilcoxon untuk data tidak berdistribusi normal. Hasil analisis data menunjukkan 1) Kemampuan Berpikir Kritis Matematis siswa  kelas  XI-MIA 2 MAN 1 Kota Ternate pada materi komposisi fungsi dan invers fungsi dengan menerapkan model pembelajaran think talk write secara keseluruhan diperoleh kualifikasi sangat tinggi sebesar 50%, kualifikasi tinggi sebesar 11%, kualifikasi sedang 28%, dan kualifikasi rendah 11%; 2) terdapat peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa setelah digunakan model pembelajaran TTW pada materi komposisi fungsi dan invers fungsi berdasarkan hasil uji wilcoxon dengan bantuan program SPSS for windows yang diperoleh nilai Asyimp. sig. 0,000 (Asyimp.sig α = 0,05); 3) peningkatan kemampuan berpikir kritis matematis siswa tergolong tinggi dengan nilai N-gain yang diperoleh yakni 0,78.
Penerapan Model Pembelajaran Think Pair Share untuk Meningkatkan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa pada Materi Lingkaran Lahamu, Sarni; Suratno, Joko; Abdullah, In Hi
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i3.6627

Abstract

Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang bertujuan untuk mengetahui: 1) Kemampuan Penalaran Matematis Siswa setelah diterapkan model pembelajaran think pair share, 2) Peningkatan Kemampuan Penalaran Matematis Siswa setelah diterapkan model pembelajaran think pair share. Jenis penelitian yang digunakan yaitu eksperimen dan desain penelitian One Group Pretest-Postest Design. Instrumen yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah tes kemampuan penalaran matematis siswa. Data hasilpenelitian dianalisis menggunakan Penilaian Acuan Patokan (PAP) Skala 5 dan perhitungan menggunakan rumus N- Gain Ternormalisasi (N-Gain). Hasil Penelitian menunjukkan bahwa: 1) Kemampuan Penalaran Matematis Siswa setelah diterapkan model pembelajaran think pair share diperoleh 1 (4,54%) siswa pada kualifikasi memuaskan, 8 (36,36%) siswa kualifikasi baik, 7 (31,81%) siswa pada kualifikasi cukup, 4 (18,18%) siswa pada kualifikasi kurang, dan 2 (9,09%) siswa kualifikasi gagal. Peningkatan kemampuan penalaran matematis siswa tergolong sedang dengan nilai N-Gain yang diperoleh yakni 0,52.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization dalam Meningkatkan Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis Siswa pada Operasi Aljabar Koloway, Sheila Noviyanti; Hamid, Ikram; Jalal, Ariyanti
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i3.6623

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization dan mendeskripsikan peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization. Penelitian ini merupakan penelitian quasi eksperimen dengan desain penelitian one group pretest-posttest design. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan instrumen tes kemampuan pemahaman konsep matematis berbentuk tes essay dan instrumen non tes berbentuk lembar pengamatan (daftar check list). Data dianalisis dengan menggunakan statistik inferensial dengan menggunakan uji One-sample T test, dan statistik deskriptif dengan menggunakan uji  peningkatan gain ternormalisasi (N-gain). Berdasarkan hasil uji One-Sample T test menggunakan SPSS for windows diperoleh nilai sig. 0,000 (sig. ˂ α = 0,05). Hal ini berarti terdapat peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization, Sedangkan berdasarkan statistik deskriptif menggunakan uji perhitungan gain ternormalisasi diperoleh nilai N-gain yaitu 0,59. Hal ini berarti peningkatan kemampuan pemahaman konsep matematis siswa setelah diterapkan model pembelajaran Team Assisted Individualization diinterpretasikan sedang.
Penerapan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Team Assisted Individualization untuk Peningkatan Kemampuan Pemahaman Matematis Siswa pada Materi Aritmatika Sosial Umanailo, Sriyanti; Suharna, Hery; Hamid, Hasan
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i3.6628

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui 1) kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi aritmatika sosial setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI. 2) peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi aritmatika sosial setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan rancangan penelitian one group pretest-posttest design. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari soal tes (pretest dan posttest). Untuk mengukur kemampuan pemahaman matematis siswa teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif yaitu Pedoman Acuan Patokan (PAP) Skala 5 dan perhitungan gain ternormalisasi (N-gain). Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa : 1) kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi aritmatika sosial setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI berkualifikasi baik sekali 25%  kualifikasi baik 20% kualifikasi cukup 40% kualifikasi kurang sekali dan 10% dan kulifikasi gagal 5%. 2) peningkatan kemampuan pemahaman matematis siswa pada materi aritmatika sosial setelah diterapkan model pembelajaran Kooperatif Tipe TAI dengan menggunakan rumus N-Gain diperoleh nilai rata-rata pretest 42,77dan nilai posttest 78,32 peningkatannya sebesar 0,62 yang menunjukkan bahwa peningkatan berada pada interpretasi sedang.
Keefektifan Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Teams Achievement Division (STAD) Ditinjau dari Motivasi Dan Hasil Belajar Siswa SMP Bulawa, Djarifa; Angkotasan, Nurma; Ardiana, Ardiana
Jurnal Pendidikan Guru Matematika Vol 3, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Khairun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33387/jpgm.v3i3.6590

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan  adalah Penelitian eksperimen. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui: (1). Motivasi belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD. (2). Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model  pembelajaran kooperatif tipe STAD .(3). Pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif ditinjau dari motivasi dan hasil belajar siswa. Penelitian ini dengan rancangan two groups pretest-posttest design. Instrument yang digunakan berupa soal tes dan angket siswa. Sampel yang diambil adalah siswa  kelas VII-1 berjumlah 24 siswa dan VII-2 berjumlah 24 siswa. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini diperoleh dengan cara melihat skor yang diperoleh dari masing-masing kelas. Analisis data menggunakan Analisis deskriptif Pedoman Acuan Patokan (PAP) skala 5 dan analisis inferensial. Hasil analisis deskriptif menunjukan bahwa, motivasi belajar siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terdapat 11 siswa yang berkriteria tinggi dan 13 siswa berkriteria sedang. Hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD terdapat 7 siswa yang berkualifikasi memuaskan, 9 siswa berkualifikasi baik, dan 8 siswa berkualifikasi cukup. Sedangkan hasil analisis inferensial menunjukan bahwa uji normalitas motivasi belajar siswa berdistribusi normal dan hasil belajar siswa tidak berdistribusi normal. Pengujian hipotesis motivasi belajar siswa mengunakan uji independent sampel t test sedangkan hasil belajar siswa mengunakan uji non parametrik yaitu uji tanda. Hasil independent sampel t test, diperoleh thitung = 3,70 pada taraf signifikan 0,05 dan dk 23. ttabel = 3,01 sehingga Ha diterima dan Ho ditolak artinya pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif ditinjau dari motivasi belajar siswa. Hasil uji tanda diperoleh Zh = 22,04 dan Zt = 3,84, sehingga Ho ditolak dan H1 diterima, artinya Pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif pada hasil belajar siswa. Dengan demikian model pembelajaran kooperatif tipe STAD efektif ditinjau dari motivasi dan hasil belajar siswa.

Page 2 of 2 | Total Record : 18