Jurnal Ilmiah Kesmas-IJ (Indonesia Jaya)
Jurnal ilmiah Kesmas -IJ (Indonesia Jaya) adalah Artikel ilmiah yang dipublikasikan dalam bentuk wujud pengabdian diri sebagai dosen dalam Tri dharma perguruan Tinggi merupakan alternatif dalam mengkomunikasikan informasi informasi aktual di bidang kesehatan masyarakat khususnya bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat .untuk mempublikasikan berbagai temuan ilmiah ,konsep ,teori dan dedikasi dalam bentuk ilmu pengetahuan yang berlandaskan temuan kasus yang nyata ada di lapangan. Berdasarkan kesepakatan yang disetujui ,Jurnal ilmiah ini diberi nama " Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ (Indonesia Jaya) yang diterbitkan setiap bulan februari dan september .Jurnal ilmiah Kesmas -IJ (Indonesia Jaya) diperuntukkan bagi praktisi akademis , tenaga kesehatan dan mahasiswa yang berminat dalam pengembangan ilmu kesehatan masyarakat
Articles
115 Documents
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU TENTANG PENIMBANGAN BALITA DI POSYANDU DESA OLAYA KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Lexy Kareba;
Rizky Ananda
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 21 No 1 (2021): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1012.597 KB)
Pemantauan pertumbuhan balita sangat penting dilakukan untuk mengetahui adanya gangguan pertumbuhan secara dini. Wawancara awal yang peneliti lakukan pada 3 orang ibu yang memiliki balita di Desa Olaya menunjukkan ketiga ibu belum mengetahui bahwa menimbang balita sangat penting untuk memantau kesehatan balita, 2 orang ibu diantaranya belum mengetahui bahwa gangguan pertumbuhan dapat dipantau dari rutin melakukan penimbangan pada balita. Dilihat dari sikap, ketiga ibu merasa tidak perlu melakukan penimbangan secara rutin kepada balita, dan dua orang ibu diantaranya merasa tidak perlu melapor ke kader atau tenaga kesehatan jika balitanya belum dilakukan penimbangan. Tujuan dari penelitian ini adalah diketahuinya pengetahuan dan sikap ibu tentang penimbangan balita di Posyandu Desa Olaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Variabel penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap tentang penimbangan balita. Jenis data yaitu primer dan sekunder. Analisa data menggunakan analisis univariat. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu yang mempunyai balita di Desa Olaya sebanyak 43 orang. Sampel berjumlah 43 sampel, dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan lebih banyak responden yang mempunyai pengetahuan cukup tentang penimbangan balita yaitu sebanyak 58,1% dibandingkan pengetahuan kurang yaitu sebanyak 41,9%. Lebih banyak responden yang mempunyai sikap cukup tentang penimbangan balita yaitu sebanyak 51,2% dibandingkan sikap kurang yaitu sebanyak 48,8%. Kesimpulan yaitu lebih banyak responden yang mempunyai pengetahuan dan sikap cukup tentang penimbangan balita di Desa Olaya Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong. Disarankan bagi aparat Desa Olaya untuk dapat bekerjasama dengan pihak kesehatan untuk meningkatkan partisipasi ibu dalam memanfaatkan Posyandu sehingga hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan balita dapat diketahui oleh ibu melalui kegiatan Posyandu tersebut, terutama mengenai penimbangan balita.
PENGETAHUAN DAN SIKAP KEPALA KELUARGA TENTANG UPAYA PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI DESA SUMBER AGUNG KECAMATAN MEPANGA KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Agustinus Talindong
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 21 No 1 (2021): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (971.379 KB)
Berdasarkan hasil survei awal yang peneliti lakukan pada tanggal 16 Mei 2020 di Desa Sumber Agung Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong didapatkan jumlah Kepala keluarga yaitu sebanyak 869 Kepala Keluarga dengan jumlah jiwa sebanyak 2933 jiwa dan berdasarkan data yang didapatkan dari Puskesmas Sumber Agung pada tahun 2018 terdapat 149 kasus DBD dan tahun 2019 terdapat 162 kasus DBD di wilayah kerja Puskesmas Sumber Agung. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengetahuan dan sikap kepala keluarga terhadap upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di Desa Sumber Agung Kec Mepanga Kab Parigi Moutong. Jenis penelitian ini adalah Deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan dan sikap. Pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD). Jenis data adalah data primer dan sekunder. Menggunakan analisis univariat. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 869 orang. Sampel penelitian berjumlah 90 orang dengan menggunakan teknik simple random sampling. Hasil penelitian menunjukan bahwa pengetahuan yang baik tentang pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) yaitu 11 orang (12,2%), cukup baik berjumlah 40 orang (44,4%) dan kurang baik berjumlah 39 orang (43,3%). Serta sikap baik berjumlah 10 orang (11,1%), cukup baik berjumlah 38 orang (42,2%) dan sikap kurang baik berjumlah 42 orang (46,7%). Kesimpulan penelitian ini adalah sebagian besar pengetahuan kepala keluarga Didesa Sumber Agung Kecamatan Mepanga Kabupaten Parigi Moutong tentang upaya pencegahan demam berdarah dengue (DBD) berpengetahuan cukup baik dan sebagian besar memiliki sikap kurang baik. Diharapkan kepala desa dapat bekerja sama dengan Puskesmas melakukan penyuluhan memberantas jentik nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD).
PELAKSANAAN PROGRAM POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR ( POSBINDU PTM ) DI PUSKESMAS BANPRES KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI
Parmi Parmi;
Wiwiwn Safitri
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 21 No 1 (2021): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (592.061 KB)
Prevalensi Penyakit Tidak Menular di Provinsi Sulawesi Tengah pada tahun 2019, yaitu penyakit Diabetes Melitus, Kabupaten Sigi menduduki peringkat ke enam dengan Diabetes Melitus sebesar 16,520% sedangkan penyakit Hipertensi di Kabupaten Sigi 41,3% tertinggi ke empat di Sulawesi Tengah. Menurut data Puskesmas Banpres tahun 2019 data Penyakit Tidak Menular yaitu, Penyakit Hipertensi tertinggi sebesar 42,7% di Desa Berdikari sedangkan penyakit DM 37% di Desa Tongoa. Adapun jenis Penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Metode Deskriptif adalah metode yang digunakan untuk menggambarkan atau menganalisis suatu hasil penelitian tetapi tidak digunakan untuk membuat kesimpulan yang lebih luas. Variabel dalam penelitian ini adalah Input yaitu sarana dan prasarana, proses yaitu seluruh kegiatan program posbindu PTM, output yaitu hasil akhir dari kegiatan posbindu PTM. Populasi dan sampel dalam penelitian ini yaitu 5 orang petugas posbindu PTM. Hasil penelitian menunjukan bahwa input meliputi sarana dan prasarana yang masih kurang, proses meliputi kegiatan program posbindu PTM tidak semua di lakukan, output dari pelaksanaan program posbindu PTM yaitu penyakit hipertensi sasarannya 2599 sedangkan yang tercapi 490 dan penyakit DM sasarannya 205 sedangkan yang tercapai 36. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat di simpulkan bahwa program Posbindu PTM di Puskesmas Banpres belum maksimal. Maka di harapkan agar dapat bekerja sama dengan pihak terkait agar dapat berjalan dengan optimal.
PENGETAHUAN DAN SIKAP KEPALA KELUARGA TENTANG PENYAKIT MYALGIA DI DESA BALINGGI INDUK KECAMATAN BALINGGI KABUPATEN PARIGI MOUTONG
I Wayan Rya Artawan;
Saiful A
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 21 No 1 (2021): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1366.796 KB)
Berdasarkan data Puskesmas Balinggi mengenai jumlah kasus myalgia pada tahun 2017 terdapat 103 kasus, tahun 2018 menurun menjadi 97 kasus dan tahun 2019 meningkat kembali menjadi 168 kasus. Hasil wawancara awal yang peneliti lakukan pada 7 orang petani di Desa Balinggi Induk menunjukkan bahwa 5 dari 7 orang menjawab belum mengetahui bahwa kekurangan vitamin merupakan penyebab myalgi. 6 dari 7 menjawab belum mengetahui bahwa myalgia disebabkan karena gangguan tidur. 6 orang di antaranya merasa tidak perlu berkonsultasi pada dokter jika mengalami nyeri otot. Semuanya merasa sebaiknya memijat bagian otot yang terasa sakit atau nyeri. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya pengetahuan dan sikap KK tentang penyakit myalgia di Desa Balinggi Induk Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Variabel dalam penelitian ini adalah pengetahuan, sikap tentang penyakit myalgia. Data yang digunakan adalah primer dan sekunder. Analisa data menggunakan analisis univariat. Populasi dalam penelitian ini adalah semua petani di Desa Balinggi Induk yang berjumlah 547 orang. Sampel berjumlah 41 orang. Hasil penelitian menunjukkan lebih banyak responden mempunyai pengetahuan yang cukup tentang myalgia yaitu 58,5% dan hanya sedikit yang mempunyai pengetahuan kurang yaitu 41,5%. Lebih banyak responden mempunyai sikap yang cukup tentang myalgia yaitu 56,1% dan hanya sedikit yang mempunyai sikap kurang yaitu 43,9%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu lebih banyak Kepala Keluarga mempunyai pengetahuan dan sikap yang cukup tentang penyakit myalgia di DesaBalinggi Induk Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong. Saran yaitu diharapkan pada aparat desa untuk bekerjasama dengan tenaga kesehatan dalam memperbaiki perilaku kesehatan masyarakat yang ada di Desa Balinggi Induk dalam menjaga kesehatan, dengan melakukan upaya preventif dan promotiv secara terpadu.
HUBUNGAN ANTARA STATUS GIZI DAN PENDIDIKAN DENGAN KEJADIAN TUBERCULOSIS PARU DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KAWATUNA KOTA PALU
I Putu Yudi;
Subardin AB
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 21 No 1 (2021): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (949.324 KB)
Tuberculosis paru merupakan salah satu penyakit infeksi yang prevalensinya paling tinggi di dunia. Terdapat beberapa faktor risiko yang meningkatkan seseorang untuk terinfeksi TB Paru antara lain Pendidikan dan Status Gizi. Data yang diperoleh tanggal 20 Mei 2019 dari koordinator program TB Paru di Puskesmas Kawatuna jumlah pasien TB Paru berdasarkan diagnosa dokter, tahun 2016 sebanyak 38 orang BTA Positif, tahun 2017 sebanyak 38 orang dan tahun 2018 sebanyak 29 orang. Data tahun 2019 dari bulan Januari sampai April sebanyak 15 orang BTA positif. Tujuan penelitian ini adalah diketahuinya hubungan antara status gizi dan pendidikan dengan kejadian TB Paru di wilayah kerja Puskesmas Kawatuna Kota Palu. Jenis penelitian ini Analitik dengan pendekatan Case Control. Variabel dalam penelitian ini terdiri dari variabel independen yaitu status gizi, pendidikan dan variabel dependen TB Paru. Jenis data dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan sekunder. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 30 orang dan sampel terdiri dari 15 kasus dan 15 kontrol. Hasil penelitian dalam penelitian ini ada hubungan antara status gizi dengan kejadian TB Paru dengan nilai p value 0,009 (< 0,05). Tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian TB Paru dengan nilai p value 1,000 (> 0,05). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ada hubungan antara status gizi dengan kejadian TB Paru dan tidak ada hubungan antara pendidikan dengan kejadian TB Paru di Wilayah Kerja Puskesmas Kawatuna Kota Palu. Saran Diharapkan bagi petugas program khususnya Koordinator penyakit menular yang menangani TB Paru, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai TB Paru melalui pendidikan non formal seperti penyuluhan kesehatan.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN LANSIA TENTANG CARA PENCEGAHAN HIPERTENSI DI POSYANDU MERAK DAN P OSYANDU KASUARI WILAYAH KERJA UPTD PUSKESMAS BALINGGI
Ni Kadek Rai Sugiantini;
Rikwan Rikwan
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 21 No 1 (2021): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1109.189 KB)
Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi masalah kesehatan penting diseluruh dunia karena prevalensinya yang tinggi. Dataprevalensi hipertensi pada lansia setiap tahun di Puskesmas Balinggi menunjukkan peningkatan tiga tahun terakhir. Tujuan penelitian ini adalah Diketahuinya Pengaruh Pendidikan Kesehatan Terhadap Pengetahuan Lansia Tentang Cara Pencegahan Hipertensi Di Posyandu Merak dan Posyandu Kasuari Wilayah Kerja Puskesmas Balinggi. Jenis penelitian ini adalah penelitian analitik menggunakan Pre Experimental Design dengan pendekatan Onegruppretestpost test design.Variabel dalam penelitian ini adalah Pendidikan kesehatan (variabel independen) dan pengetahuan lansia tentang cara pencegahan hipertensi (variabel dependen). Jenis data yaitu primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis univariat dan bivariate. Populasi dalam penelitian ini adalah semua lansia yang menderita hipertensi yang berobat ke Puskesmas Balinggi pada saat penelitian dilakukan. Sampel berjumlah 43 orang dengan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian ini menujukkan bahwa sebelum dilakukan pendidikan kesehatan dari 43 responden pengetahuan kategori baik sebesar 25,7% kemudian setelah dilakukan pendidikan kesehatan,jumlah responden dengan pengetahuan baik meningkat menjadi 100%. Hasiluji Wilcoxon untuk melihat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan lansia diperoleh hasil yaitu Negative Ranks=0, Positive Ranks=0 dang Ties= 43. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Ada Pengaruh Pendidikan kesehatan terhadap Pengetahuan lansia tentang cara pencegahan hipertensi di Posyandu Merak dan Posyandu Kasuari Wilayah Kerja Puskesmas Balinggi. Saran: Perlu menambah kegiatan rutin dalam setiap bulannya misalnya mengundang petugas-petugas kesehatan untuk memberikan penyuluhan tentang kesehatan atau penyuluhan lainnya yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup lansia.
PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU BALITA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TINGGEDE KECAMATAN MARAWOLA KABUPATEN SIGI
Padang Mangondo;
Robert V Pelima
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 21 No 1 (2021): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1495.646 KB)
Pada tahun 2016 secara global didapatkan 22,9% atau 154,8 juta Balita mengalami stunting. (WHO, 2018). Prevalensi stunting di wilayah Kerja Puskesmas Tinggede yaitu sebanyak 108 balita, yang terbagi di Desa Tinggede 68 balita, Desa Tinggede Selatan 22 balita, Desa Sunju 18 balita, berdasarkan hasil Pemantauan Status Gizi. Jika prevalensi 20% atau lebih balit pendek menjadi masalah kesehatan. Tujuan penelitian yaitu diketahuinya pengetahuan dan sikap ibu balita tentang pencegahan stunting di wilayah kerja puskesmas Tinggede Kecamatan Marawola Kabupaten Sigi. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Variabel pada penelitian ini yaitu pengetahuan dan sikap ibu balita tentang pencegahan stunting. Data yang digunakan yaitu primer dan sekunder. Analisa data menggunakan analisis univariat. Populasi dalam penelitian ini adalah 108 dan sampel 31 Ibu balita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu balita yang pengetahuannya baik tentang pencegahan tunting sebanyak 3,2%, sedangkan ibu balita yang pengetahuannya cukup sebanding dengan ibu yang pengetahuannya kurang yaitu 48,4%. Ibu balita yang sikapnya cukup terhadap pencegahan stunting sebanyak 83,9% sedangkan ibu balita yang sikapnya kurang sebanyak 3,2%. Kesimpulan dalam penelitian ini adalah ibu balita yang pengetahuannya cukup tentang pencegahan stunting sama banyak dengan ibu balita yang pengetahuannya kurang, sedangkan sebagian besar ibu balita mempunyai sikap yang cukup terhadap pencegahan stunting. Disarankan kepada ibu balita lebih meningkatkan pengetahuan dan sikap lewat berbagai informasi tentang pentingnya pencegahan stunting.
PENGETAHUAN DAN SIKAP PEDAGANG PASAR SENTRAL TAGUNU TENTANG SAMPAH DALAM PROGRAM KUKITA KUTIMA SAMPAH KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PARIGI MOUTONG
Ria Gusliawati;
Matius Paundanan
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 21 No 1 (2021): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (815.297 KB)
Pasar merupakan salah satu yang menggerakkan dinamika kehidupan ekonomi, fungsi pasar sebagai institusi ekonomi tidak dapat terlepas dari aktivitas yang dilakukan oleh pembeli dan pedagang. pencapaian program Kukusa itu 80% berhasil dan 10% terkendala dengan kebiasaan masyarakat dan pedagang yang membuang sampah disembarangan tempat, masyarakat belum memahami bahaya sampah walaupun sudah disosialisasikan tentang bahaya sampah bagi kesehatan dan pentingnya memilah sampah berdasarkan jenis dan sumbernya. Kabupaten Parigi Moutong menghasilkan sampah perhari 237.170 timbunan sampah (M3/ hari) dari 23 kecamatan. Di Kecamatan Parigi perhari menghasilkan 17.284.50 timbunan sampah (M3/hari). Tujuan Penelitian ini Diketahuinya Pengetahuan Dan Sikap Pedagang Pasar Sentral Tagunu Tentang Sampah Dalam Program Kukusa Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif yang bertujuan untuk mengetahui Pengetahuan dan Sikap Pedagang Pasar Sentral Tagunu Tentang Sampah Dalam Program Pelaksanaan Kukusa Kabupaten Parigi Moutong. Jenis data terdiri dari data primer dan skunder. Dianalisis dengan menggunakan analisis univariat. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pedagang sayur dan campuran pasar sentral tagunu parigi dengan jumlah 66 pedagang, jadi sampel sebanyak 39 responden. Hasil penelitian ini menunjukan dari 39 responden, Pengetahuan Kurang sebanyak 38,5%, Cukup sebanyak 33,3% dan Baik sebanyak 28,2%. Sikap Cukup sebanyak 43,6%, Baik sebanyak 41,0%, dan Kurang sebanyak 15,4%. Kesimpulan dari penelitian ini Sebagian besar pedagang memiliki pengetahuan kurang terhadap sampah dalam program kukusa. Dan Sebagian besar pedagang memiliki sikap yang cukup terhadap sampah dalam program kukusa. Saran diharapkan kepada petugas atau instansi terkait dapat terus memberikan sosialisasi terhadap pedagang dalam penanganan sampah dan program-program yang berhubungan dengan sampah.
UJI EFEK ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides L) TERHADAP HEWAN UJI MENCIT (Mus-musculus) JANTAN
Nani Astria;
Rita Oktaviani
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 21 No 1 (2021): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (936.095 KB)
Telah dilakukan penelitian dengan judul ―Uji Efek Antipiretik Ekstrak Daun Bandotan (Ageratum conyzoides L) Terhadap Hewan Uji Mencit (Mus-musculus) Jantan‖. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efek antipiretik ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) pada mencit (Mus- musculus), untuk mengetahui dosis ekstrak daun bandotan yang paling efektif digunakan sebagai obat antipiretik pada mencit (Mus-musculus). Penelitian ini dilakukan dilaboratorium Akademi Farmasi Bina Farmasi. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen laboratorium. Pengumpulan data dilakukan dengan mengukur suhu rektal pada mencit (Mus-musculus) jantan. Hewan percobaan yang digunakan adalah mencit (Mus-musculus) jantan yang berjumlah 15 ekor yang dibagi menjadi 5 kelompok. Sebelum diberi perlakuan (Mus-musculus) di induksi dengan larutan pepton, yang merupakan faktor penyebab demam. kelompok 1 sebagai kontrol negatif yang diberikan Na. CMC, kelompok 2 sebagai kontrol positif yang diberikan parasetamol serta kelompok, 3, 4 dan 5 diberikan ekstrak daun bandotan dengan dosis berbeda-beda. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa ekstrak daun bandotan (Ageratum conyzoides L.) memiliki efek antipiretik dan dosis yang paling efektif sebagai antipiretik yaitu ekstrak bandotan (P3) dengan dosis 1,56 mg/BB yaitu 3,94% memberikan efek antipiretik hampir sama dengan dosis parasetamol 1,3 mg/BB yaitu 3,93 %.
FORMULASI SEDIAAN MASKER GEL EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH COKLAT (Theobroma Cacao L.).
Athia Kurnia Kasim;
Irmanita Irmanita
Jurnal Ilmiah Kesmas -IJ Vol 21 No 1 (2021): Februari
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Indonesia Jaya Palu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (1148.029 KB)
Telah dilakukan penelitian ―Formulasi Sediaan Masker Gel Ekstrak Etanol Kulit Buah Coklat (Theobroma cacao L.). Kulit buah coklat mengandung campuran flavonoid atau tannin terkondensasi seperti katekin yang berpotensi sebagai antioksidan sehingga dapat dimanfaatkan dalam sediaan kkosmetik sebagai antiaging. Ekstrak kulit buah coklat dibuat dengan metode maserasi menggunakan etanol 96%. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuat sediaan masker gel ekstrak etanol kulit buah coklat sebagai antioksidan. Masker gel dibuat dalam 3 formula yang dibedakan oleh kosentrasi HPMC. Masing-masing masker gel mengandung ekstrak kulit buah coklat dengan konsentrasi 0,1% sedangkan HPMC yang digunakan dengan variasi konsentrasi 0,5%, 1% dan 1,5%. Sebagai balnko digunakan masker gel tanpa menggunakan HPMC. Kemudian masker gel diuji dengan beberapa parameter mutu fisik kimia yaitu : uji organoleptik, homogenitas, pH, uji viskositas, waktu sediaan mongering dan daya sebar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol kulit buah coklat dapat dibuat menjadi sediaan masker gel dengan menggunakan HPMC sebagai agen peningkat viskositas. Formula 2 dengan konsentrasi ekstrak etanol kulit dengan coklat 0,1% dan HPMC 0,5% dapat memenuhi mutu fisik kimia masker gel yang baik meliputi organoleptis, homogenitas, daya sebar, dan viskositas kecuali waktu mengering.