cover
Contact Name
Noerman Adi Prasetya
Contact Email
noerman@borneo.ac.id
Phone
+6281233242398
Journal Mail Official
borneo.cesj@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan Jl. Amal Lama No.1 Kota Tarakan Kalimantan Utara
Location
Kota tarakan,
Kalimantan utara
INDONESIA
Civil Engineering Scientific Journal
ISSN : 29623308     EISSN : 29631335     DOI : https://doi.org/10.35334/cesj.v1i2
Core Subject : Engineering,
Civil Engineering Scientific Journal (CESJ) is a scientific journal published by the Civil Engineering Study Program, University of Borneo Tarakan. CESJ is a forum for civil engineering students to publish scientific works, research results, literature, and analytical studies that focus on the field of civil engineering. CESJ published three times a year (January, May, and September). The focus and scope of this journal are structural engineering, concrete & building material, transportation engineering, geotechnical engineering, water resources engineering & coastal engineering, construction engineering & management
Articles 84 Documents
ANALISIS KUAT TEKAN BETON POROUS DENGAN PERBANDINGAN NILAI FAKTOR AIR SEMEN (FAS) Muhammad Alfarizi Manan; Edy Utomo
Civil Engineering Scientific Journal Vol 1, No 1 (2022): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v1i1.2887

Abstract

ABSTRACT: As time goes by, the construction world continues to develop, one of which is the innovation of concrete technology with the discovery of concrete that can pass water from the concrete cavity, known as porous concrete. This study aims to determine the characteristics of porous concrete including bulk density, absorption, and compressive strength. The test variables used were A on FAS 0;48, B on FAS 0;53, C on FAS 0;58, and D on FAS 0;64. To obtain good porosity in porous concrete, only 3 aggregate sizes were used which are uniform with the use of cement as much as 1 of 6 weight of aggregate, while the consistency of the paste (cement water) followed the specified FAS value. The total number of test objects was 120 samples with each variable as many as 30 samples and the test was carried out when the test object is 28 days old. The results of this study were statistically tested using a normal distribution to obtain a bulk density value of 1.64 gram/cm3 at FAS 0;48, 1.66 gram/cm3 at FAS 0;53, 1.67 gram/cm3 at FAS. 0;58, and 1.69 gram/cm3 at 0;64 FAS. The absorption value was 1.88% at FAS 0;48, 1.94% at FAS 0;53, 2.17% at FAS 0;58, and 1.82% at FAS 0:64. The compressive strength values were 4.4 MPa at 0;48 FAS, 5.5 MPa at 0;53 FAS, 5.8 MPa at 0;58 FAS, and 3.6 MPa at 0;64 FAS. However, it should be noted that the variable D (FAS 0.64) did not meet the requirements for the appearance/physical properties of porous concrete due to the use of excess water which made the surface of the concrete cover. Keywords: Porous Concrete, Bulk Density, Absorption, Compressive Strength ABSTRAK: Seiring berjalannya waktu dunia konstruksi terus berkembang salah satunya dalam inovasi teknologi beton dengan ditemukannya beton yang dapat meloloskan air dari rongga beton tersebut yang dikenal dengan istilah beton porous. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai karakteristik beton porous meliputi berat isi, penyerapan, dan kuat tekan. Variabel pengujian yang digunakan ialah A pada FAS 0;48, B pada FAS 0;53, C pada FAS 0;58, dan D pada FAS 0;64. Demi memperoleh porositas yang baik pada beton porous maka agregat yang digunakan hanya 3 ukuran agregat yang seragam dengan penggunaan semen sebanyak 1 dari 6 berat agregat sedangkan konsistensi pasta (semen air) mengikuti nilai FAS yang ditetapkan. Total jumlah benda uji sebanyak 120 sampel dengan setiap variabelnya masing-masing sebanyak 30 sampel dan pengujian dilakukan pada saat benda uji berumur 28 hari. Hasil dari penelitian ini diuji secara statistik menggunakan distribusi normal hingga memperoleh nilai berat isi 1,64 gram/cm3 pada FAS 0;48, 1,66 gram/cm3 pada FAS 0;53, 1,67 gram/cm3 pada FAS 0;58, dan 1,69 gram/cm3 pada FAS 0;64. Nilai penyerapan 1,88% pada FAS 0;48, 1,94% pada FAS 0;53, 2,17% pada FAS 0;58, dan 1,82% pada FAS 0;64. Nilai kuat tekan 4,4 MPa pada FAS 0;48, 5,5 MPa pada FAS 0;53, 5,8 MPa pada FAS 0;58, dan 3,6 Mpa pada FAS 0;64. Namun perlu diketahui bahwa pada variabel D (FAS 0,64) tidak memenuhi ketentuan sifat tampak/fisik dari beton porous dikarenakan pengunaan air yang berlebih membuat permukaan beton menjadi tertutup. Kata kunci: Beton Porous, Berat Isi, Penyerapan, Kuat Tekan
PENGARUH PENGGUNAAN SERBUK KACA TERHADAP SIFAT FISIS DAN MEKANIS BETON RINGAN (LIGHTWEIGHT CONCRETE) Romualdus Nemfi Sim; Erwin Sutandar; Yoke Lestyowati
Civil Engineering Scientific Journal Vol 5, No 2 (2026): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v5i2.7315

Abstract

Kondisi geologi Kalimantan Barat yang didominasi oleh tanah lunak dengan daya dukung rendah membutuhkan inovasi material konstruksi ringan. Penelitian ini menganalisis dampak substitusi serbuk kaca dan penggunaan agregat ringan buatan terhadap sifat fisis dan mekanis beton ringan, dengan agregat buatan yang dibuat dari mortar foam agent dalam cetakan pipa PVC yang sudah dipotong menjadi ukuran 18 mm. Metode eksperimen penelitian ini menggunakan variasi substitusi serbuk kaca sebanyak 0%, 10%, 15%, dan 20% berdasarkan berat semen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua variasi campuran memenuhi standar berat isi beton ringan sesuai ACI 211.2-98 (1850 kg/m³). Berat volume beton ringan berkisar antara 1784–1823 kg/m³ dengan nilai tertinggi pada substitusi 15% (1823 kg/m³). Kuat tekan beton ringan mengalami peningkatan seiring penambahan serbuk kaca hingga titik optimal pada substitusi 15% sebesar 19,419 MPa, kemudian menurun pada substitusi 20% menjadi 14,856 MPa. Variasi 15% teridentifikasi sebagai komposisi optimal karena menghasilkan kuat tekan tertinggi dan memenuhi persyaratan beton ringan struktural (minimum 17,24 MPa). Pemanfaatan serbuk kaca memberikan dampak signifikan terhadap kuat tekan dan berat volume beton ringan sekaligus menjadi solusi daur ulang limbah kaca.
PENGARUH SUBSTITUSI VARIASI FLY ASH TERHADAP KUAT TEKAN BATA RINGAN FOAM AGENT CLC (CELLULAR LIGHTWEIGHT CONCRETE) Chelsea Chelsea; Erwin Sutandar; Asep Supriyadi
Civil Engineering Scientific Journal Vol 5, No 1 (2026): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v5i1.7308

Abstract

ABSTRACT: The West Kalimantan region is dominated by low-bearing capacity peatlands and soft soils, which means that heavy construction loads have the potential to cause significant land subsidence and building cracking. Therefore, lighter structural solutions are needed to reduce the load on the ground. One alternative is the use of CLC (Cellular Lightweight Concrete) bricks, which are made from a mixture of cement, sand, water, and foam agent as the main construction material. The research method used experimental studies at the Materials and Construction Laboratory of Tanjungpura University. The results of this study show that fly ash substitution increases the compressive strength of lightweight bricks by 9,218% at a substitution variation of 4%; 18,244% at a variation of 8%; 29,036% at a variation of 12%; and then decreased again but remained higher by 3,765% at a variation of 17%. The optimum substitution was found to be 9.5% fly ash. This type of fly ash substitution has been proven to improve the performance of CLC lightweight bricks.Keywords: Fly ash; CLC lightweight brick; Compressive strength; Optimum variation ABSTRAK: Wilayah Kalimantan Barat didominasi oleh lahan gambut dan tanah lunak dengan daya dukung rendah, sehingga beban konstruksi yang besar berpotensi menyebabkan penurunan tanah signifikan dan risiko keretakan bangunan. Oleh karena itu, diperlukan solusi struktural yang lebih ringan guna mengurangi beban terhadap tanah. Salah satu alternatifnya adalah penerapan bata ringan CLC (Cellular Lightweight Concrete) yang terbuat dari campuran semen, pasir, air, dan foam agent sebagai material utama konstruksi. Metode penelitian menggunakan studi eksperimental di Laboratorium Bahan dan Konstruksi Universitas Tanjungpura, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa substitusi fly ash meningkatkan kuat tekan bata ringan sebesar 9,218% pada variasi 4% substitusi; 18,244% pada variasi 8%; 29,036% pada variasi 12%; dan kembali mengalami penurunan namun tetap lebih tinggi sebesar 3,765% pada variasi 17%. Substitusi optimum terjadi pada penambahan 9,5% fly ash. Substiusi fly ash jenis ini terbukti meningkatkan kinerja bata ringan CLCKata kunci: Abu terbang; Bata Ringan CLC; Kuat Tekan; Variasi Optimum
STUDI EKSPERIMENTAL TENTANG KONDISI EKSTREM PELAT BETON BERSIRIP DI ATAS TANAH LEMPUNG Maria Arpina; Vivi Bachtiar; M Yusuf
Civil Engineering Scientific Journal Vol 4, No 3 (2025): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v4i3.6941

Abstract

Konstruksi di atas tanah lempung memerlukan sistem perkerasan yang baik akibat daya dukung tanah yang rendah dan berpotensi penurunan yang tidak merata, terutama dibawah kondisi pembebanan ekstrem. Studi ini mengkaji bagaimana variasi titik pembebaban pada pelat beton kaku bersirip dengan ukuran 40 cm x 40 cm, kemiringan sirip 30° mempengaruhi kondisi ekstrem dengan daya dukung dan deformasi tanah terendah. Pengujian eksperimental dilakukan dengam metode pembebanan tidak langsung (loading test) yang menggunakan dongkrak hidrolis sebagai media yang menyalurkan beban . Hasil pengujian pembebanan dan pengamatan grafik menunjukan deformasi tanah. Pelat dengan pembebanan di titik tengah mencapai beban maksimum tertinggi sebesar 20 kN dengan penurunan terkecil 24 mm. Pelat dengan pembebanan di titik tengah tepi tanpa sirip mampu menahan beban 17,5 kN dengan penurunan 23,77 mm. Pelat dengan pembebanan di sudut mampu menahan beban 18,75 kN dengan penurunan terbesar yaitu 30,40 mm. Pelat dengan pembebanan di titik tengah tepi sirip mampu menahan beban 17,5 kN dengan penurunan 28,12 mm. Studi ini secara eksperimental menunjukan letak titik ekstrem pelat beton berada disudut pelat mengalami deformasi terbesar.
EVALUASI KAPASITAS RUAS JALAN TERHADAP KINERJA PELAYANAN JALAN (STUDI KASUS: RUAS JALAN P. DIPONEGORO KOTA TARAKAN) Muhammad Kurnia; Ririn Handayani; Siti Rukiah; Yeti Silvana
Civil Engineering Scientific Journal Vol 5, No 1 (2026): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v5i1.7345

Abstract

ABSTRACT: Road safety in school areas is a crucial aspect in supporting safe student mobility, particularly in developing cities such as Tarakan City. Diponegoro Road is one of the corridors with high traffic activity and intense interaction between motorized vehicles and pedestrians, especially during school arrival and dismissal hours. This study aims to evaluate traffic performance and examine its implications for pedestrian safety through a Road Safety Audit approach. A descriptive quantitative method was applied by collecting primary data in the form of traffic volume surveys, side friction observations, and pedestrian facility conditions, as well as secondary data including road geometric characteristics and technical guidelines. Road capacity analysis was conducted based on the Indonesian Road Capacity Guidelines (PKJI) 2023. The results indicate that the effective road capacity is 1,841.62 pcu/hour with a degree of saturation (DS) of 0.63, reflecting stable traffic conditions. However, high side friction activities and limited pedestrian facilities in the school area potentially increase accident risks for students. Therefore, despite acceptable traffic performance, improvements in pedestrian safety facilities are necessary to enhance safety for vulnerable road users in school zones. Keywords: road safety, road capacity, road safety audit, pedestrians, school area ABSTRAK: Keselamatan jalan di kawasan sekolah merupakan aspek penting dalam mendukung mobilitas pelajar yang aman, khususnya di kota berkembang seperti Kota Tarakan. Ruas Jalan Diponegoro merupakan salah satu koridor dengan aktivitas lalu lintas tinggi dan interaksi intens antara kendaraan bermotor dan pejalan kaki, terutama pada jam masuk dan pulang sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja lalu lintas serta mengkaji implikasinya terhadap keselamatan pejalan kaki melalui pendekatan Audit Keselamatan Jalan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data primer berupa survei volume lalu lintas, hambatan samping, dan kondisi fasilitas pejalan kaki, serta data sekunder berupa karakteristik geometrik jalan dan pedoman teknis. Analisis kapasitas dilakukan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia (PKJI) 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapasitas efektif ruas jalan sebesar 1.841,62 smp/jam dengan nilai derajat kejenuhan (DS) sebesar 0,63 yang menandakan kondisi lalu lintas masih stabil. Namun demikian, tingginya aktivitas hambatan samping dan keterbatasan fasilitas pejalan kaki di kawasan sekolah berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan bagi pelajar. Oleh karena itu, meskipun kinerja lalu lintas tergolong baik, diperlukan rekomendasi peningkatan keselamatan pejalan kaki melalui penyediaan fasilitas pendukung yang memadai di kawasan sekolah. Kata kunci: keselamatan jalan, kapasitas jalan, audit keselamatan jalan, pejalan kaki, kawasan sekolah
ANALISIS FAKTOR YANG BERPENGARUH TERHADAP PRODUKTIFITAS BONGKAR MUAT PETI KEMAS DI PELABUHAN MALUNDUNG TARAKAN Amanda Dian Prasiska; Muhammad Djaya Bakri
Civil Engineering Scientific Journal Vol 4, No 3 (2025): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v4i3.7120

Abstract

ABSTRACT: Malundung Port in Tarakan is one of the key logistics hubs in North Kalimantan, serving container flows and cargo handling activities that directly influence the reliability of regional freight distribution. Improving container handling productivity at this port is essential to reducing logistics costs and strengthening the competitiveness of the regional supply chain, which requires a quantitative assessment of its determining factors. This study aims to analyse the influence of cargo handling equipment and the implementation of a Terminal Operating System (TOS) on container handling productivity and to identify the most dominant factor. Primary data were collected through a Likert-scale questionnaire distributed to 44 respondents, consisting of TOS operators and representatives of shipping and cargo companies selected using EMKL data. The data were processed using multiple linear regression with IBM SPSS 29. The results show that, simultaneously, handling equipment and TOS have a significant effect on container handling productivity (R = 0.776; R² = 0.602). However, in the initial model only equipment efficiency, equipment availability, and equipment condition and maintenance have a significant partial effect. The final regression model is Y = 2.708 + 0.202 Xa2 + 0.606 Xa3 + 0.049 Xa5, where Y denotes container handling productivity, Xa2 equipment efficiency, Xa3 equipment availability, and Xa5 equipment technology and innovation. This model indicates that equipment availability is the most dominant factor, while TOS-related dimensions have not yet shown a significant effect, so current productivity improvements are more dependent on the adequacy and operational readiness of reliable handling equipment, with TOS optimisation becoming a strategic next step. Keywords: Cargo handling equipment, Terminal Operating System, Container handling productivity, Malundung Port, Multiple linear regression. ABSTRAK: Pelabuhan Malundung Tarakan merupakan salah satu simpul logistik penting di Kalimantan Utara yang melayani arus peti kemas dan aktivitas bongkar muat yang berperan langsung terhadap kelancaran distribusi barang kawasan. Peningkatan produktivitas bongkar muat di pelabuhan ini menjadi penting untuk menekan biaya logistik dan memperkuat daya saing rantai pasok, sehingga diperlukan kajian yang mengukur secara kuantitatif faktor-faktor penentunya. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh peralatan bongkar muat dan penerapan Terminal Operating System (TOS) terhadap produktivitas bongkar muat peti kemas serta mengidentifikasi faktor yang paling dominan. Data primer diperoleh melalui kuesioner berskala Likert yang disebarkan kepada 44 responden, terdiri atas operator TOS dan perwakilan perusahaan pengguna jasa berdasarkan data EMKL. Data dianalisis melalui analisi regresi linier berganda menggunakan IBM SPSS 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan peralatan bongkar muat dan TOS berpengaruh signifikan terhadap produktivitas bongkar muat (R = 0,776; R² = 0,602), namun secara parsial hanya efisiensi peralatan, ketersediaan peralatan, serta kondisi dan perawatan peralatan yang terbukti signifikan pada model awal. Model akhir persamaan regresi yang diperoleh yaitu Y = 2.708 + 0.202 Xa2 + 0.606 Xa3 + 0.049 Xa5, dimana Y = produktivitas bongkar muat peti kemas, Xa2 = efisiensi peralatan bongkar muat, Xa3 = ketersediaan peralatan bongkar muat,  dan Xa5 = teknologi dan inovasi peralatan bongkar muat. Model ini menunjukkan bahwa ketersediaan peralatan merupakan faktor paling dominan, sedangkan dimensi TOS belum menunjukkan pengaruh signifikan, sehingga peningkatan produktivitas saat ini lebih ditentukan oleh pemenuhan jumlah dan kesiapan operasional peralatan yang andal, yang pada tahap berikutnya perlu didukung optimalisasi pemanfaatan TOS. Kata kunci: Peralatan bongkar muat, Terminal Operating System, Produktivitas bongkar muat peti kemas, Pelabuhan Malundung, Regresi linier berganda.
PENGARUH BAHAN TAMBAH TIPE D TERHADAP WAKTU IKAT PASTA SEMEN Muhammad Kasyiful Kurbi; Erwin Sutandar; Asep Supriyadi
Civil Engineering Scientific Journal Vol 5, No 1 (2026): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v5i1.7298

Abstract

Pekerjaan pengecoran dengan beton ready-mix sering terkendala oleh faktor-faktor seperti kemacetan transportasi dan lokasi proyek yang terpencil sehingga dapat menurunkan workability sebelum penempatan di cetakan, dengan itu dibutuhkan waktu ikat beton yang lebih lama. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh penambahan bahan tambah kimiawi tipe D, yaitu Sika Plastiment 83 AM, terhadap waktu pengikatan pada pasta semen. Metode penelitian menggunakan studi eksperimental di Laboratorium Bahan dan Konstruksi Universitas Tanjungpura, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penambahan Sika Plastiment 83 AM terhadap sifat beton yaitu peningkatan waktu ikat awal 70 menit pada V2 (0,2% bahan tambah) hingga 130 menit pada V3 (0,4% bahan tambah). Bahan tambah ini terbukti memperbaiki kinerja beton baik dari segi waktu pengikatan, sifat fisis, maupun sifat mekanisnya.
KAJIAN PEMANENAN AIR HUJAN SEBAGAI ALTERNATIF SUMBER AIR BERSIH DI PERKOTAAN Rachel Zandra Singal; Nur Sakkia
Civil Engineering Scientific Journal Vol 4, No 3 (2025): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v4i3.7173

Abstract

ABSTRACT: Rainwater Harvesting (RWH) is a method used to collect and store rainwater from rooftops, buildings, or the ground during rainy seasons, as a source of clean water. Rainwater utilization can be used to address clean water scarcity, reduce runoff volume, and replenish groundwater, especially in urban areas. Tanjung Selor, the capital of North Kalimantan Province, is experiencing rapid development, particularly in housing development, due to its rapid population growth. Conditions in urban areas, particularly Tanjung Selor, have resulted in high demand for clean water, which can lead to water shortages in residential areas and surrounding areas. Rainwater harvesting is an alternative to reduce clean water shortages. Rainwater harvesting can meet water needs while simultaneously saving on the use of PDAM (State Water Company) and groundwater. Rainwater that can be collected by the Rainwater Harvesting system in the Global KM 6 Housing with a roof area of 36 m2 type houses each month is a minimum of 2.37 m3 and a maximum of 31,26 m3. The needs of each housing unit with an estimated number of occupants of 3 people are 10,8 m3 each month. So the volume of rainwater harvested from the PAH system for minimum conditions compared to the water needs of each housing unit is still insufficient to meet the need for clean water. And the volume of rainwater harvested from the PAH system for maximum conditions compared to the water needs of each housing unit is sufficient to meet the need for clean water in the housing. If the RWH conditions are minimal, it is recommended that additional clean water from other sources, namely PDAM for housing.Keywords: Rainfall, Clean Water, Groundwater, Building Roofs, Tanjung SelorABSTRAK: Pemanenan Air Hujan (PAH) merupakan cara yang digunakan untuk mengumpulkan dan menyimpan air hujan dari atap rumah, atap gedung atau di permukaan tanah pada saat hujan, sebagai salah satu sumber air bersih.  Pemanfaatan air hujan dapat digunakan untuk mengatasi permasalahan kelangkaan air bersih, mengurangi volume air limpasan hujan dan mengisi kembali air tanah terutama di perkotaan. Tanjung Selor merupakan Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara yang sedang berkembang terutama pembangunan perumahan karena pesatnya pertumbuhan penduduk. Kondisi di perkotaan khususnya kota Tanjung Selor ini memicu konsekuensi bahwa kebutuhan air bersih yang tinggi dapat memicu pula kelangkaan air bersih di wilayah perumahan dan sekitarnya. Pemanenan Air Hujan  merupakan salah satu alternatif untuk mengurangi terjadinya kekurangan air bersih. Sehingga panen air hujan dapat memenuhi kebutuhan air sekaligus dapat menghemat pengunaan PDAM ataupun air tanah. Air hujan yang dapat ditampung dengan sistem Pemanenan Air Hujan di Perumahan Global KM 6 dengan luas atap rumah type 36 M2 tiap bulannya minimal adalah 2,37 m3 dan maksimal 31,26 m3. Kebutuhan tiap unit rumah dengan estimasi jumlah penghuni 3 orang yaitu 10,8 m3 tiap bulan. Sehingga jumlah volume air hujan yang di panen dari sistem PAH untuk kondisi minimal  dibandingkan kebutuhan air pada tiap unit rumah  masih kurang untuk memenuhi kebutuhan air bersih. Dan jumlah volume air hujan yang di panen dari sistem PAH untuk kondisi maksimal  dibandingkan kebutuhan air pada tiap unit rumah  cukup untuk memenuhi kebutuhan air bersih di perumahan.  Jika kondisi PAH minimal disarankan perlu penambahan air bersih dari sumber lain yaitu PDAM untuk perumahan.Kata kunci: Curah Hujan, Air Bersih, Air Tanah, Atap Bangunan, Tanjung Selor
PENGARUH PENGGUNAAN FLY ASH DAN BOTTOM ASH TERHADAP CAMPURAN BETON ASPAL LAPIS PONDASI (AC-BASE) Nur Fauziah Adhima; Iif Ahmad Syarif
Civil Engineering Scientific Journal Vol 3, No 3 (2024): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v3i3.6190

Abstract

-
STUDI PERENCANAAN POLA OPERASI EMBUNG BENGAWAN UNTUK KEBUTUHAN AIR BAKU KOTA TARAKAN Rosmalia Handayani; Risdayana Risdayana
Civil Engineering Scientific Journal Vol 5, No 1 (2026): Civil Engineering Scientific Journal
Publisher : Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik, Universitas Borneo Tarakan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35334/cesj.v5i1.7422

Abstract

ABSTRACT: The construction of the Bengawan Reservoir is a problem regarding the need for raw water in Tarakan City. Because of this problem, it is necessary to carry out a potential study to plan the operation pattern of the Bengawan Reservoir to meet the raw water needs of the Bengawan Reservoir so that it can resolve some of the raw water problems in Tarakan City. The methods used in this research are the F.J Mock method which is used to calculate water availability, the Modified Penman method to calculate potential evapotranspiration and the Wiebull equation to determine the probability of discharge reliability. From the simulation results of the operation pattern of the Bengawan Embung reservoir, it was found that the reliability of the reservoir reservoir in meeting raw water needs. for the West Tarakan Region with each condition the water discharge is sufficient to have 100% reliability to serve 88,937 people, normal water discharge with 100% reliability to serve 88,937 people, low water discharge with 75% reliability to serve 66,703 people, reliable water discharge with reliability 70% capable of serving 62,256 people and dry water discharge with 59% reliability capable of serving 52,473 people. For the North Tarakan Region, with each condition the water flow is sufficient to have 100% reliability to serve 43,471 people, normal water flow with 100% reliability to serve 43,471 people, low water flow with 99% reliability to serve 43,036 people, reliable water flow with reliability 100% to serve 43,471 people and dry water discharge with 90% reliability able to serve 39,124 people. Keywords : inflow, outflow, operating patterns, embung operation simulation ABSTRAK: Pembangunan Embung Bengawan adalah adanya permasalahan akan kebutuhan air baku di Kota Tarakan, karena adanya permasalahan tersebut, maka perlu dilakukan potensi suatu studi untuk merencanakan pola operasi Embung Bengawan untuk memenuhi kebutuhan air baku pada Embung Bengawan sehingga dapat meyelesaikan sebagian permasalahan air baku di Kota Tarakan. Adapun metode yang digunakan dalam Penelitian ini yaitu metode F.J Mock yang digunakan untuk menghitung ketersediaan air, metode Penman Modifikasi untuk menghitung evapotranspirasi potensial dan persamaan Wiebull untuk menentukan probabilitas keandalan debit. Dari hasil simulasi pola operasi tampungan Embung bengawan didapatkan keandalan tampungan embung dalam memenuhi kebutuhan air baku. untuk Wilayah Tarakan Barat dengan masing-masing kondisi debit air cukup memiliki keandalan 100% untuk melayani 88.937 jiwa, debit air normal dengan keandalan 100% untuk melayani 88.937 jiwa, debit air rendah dengan keandalan 75% mampu melayani 66.703 jiwa, debit air andalan dengan keandalan 70% mampu melayani 62.256 jiwa dan debit air kering dengan keandalan 59% mampu melayani 52.473 jiwa. Untuk Wilayah Tarakan Utara dengan masing-masing kondisi debit air cukup memiliki keandalan 100% untuk melayani 43.471 jiwa, debit air normal dengan keandalan 100% untuk melayani 43.471 jiwa, debit air rendah dengan keandalan 99% untuk melayani 43.036 jiwa, debit air andalan dengan keandalan 100% untuk melayani 43.471 jiwa dan debit air kering dengan keandalan 90% mampu melayani 39.124 jiwa.Kata kunci : inflow, outflow, pola operasi, simulasi operasi embung