Articles
289 Documents
Hubungan Efikasi Diri Dengan Hasil Evaluasi Osce Pada Mahasiswa D3 Keperawatan Di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung Semarang
Retno Issroviatiningrum;
Dyah Wiji Puspita Sari;
Ranti Kusumaningtiyas
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 10 No 2 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (332.538 KB)
|
DOI: 10.37413/jmakia.v10i2.15
ABSTRAK Latar Belakang: Efikasi diri ialah keyakinan diri seorang individu akan kemampuan yang dipunyainya serta merupakan kesempatan untuk berhasil menyelesaikan tugas tertentu. OSCE diyakini memiliki kekuatan dalam upaya menumbuhkan keyakinan diri pada setiap individu mahasiswa, kemampuan klinis, wawasan dalam teori, serta motivasi sebagai perawat ahli Tujuan penelitian ini untuk mengetahui adakah hubungan antara efikasi diri dengan hasil evaluasi OSCE pada mahasiswa. Metode: Penelitian ini adalah penelitian dengan menggunakan metode deskriptif korelasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden sebanyak 102 responden. Hasil: Hasil penelitian diperoleh dari 102 responden, sebagian besar memiliki karakteristik jenis kelamin perempuan dengan persentase 88,5%, responden dengan umur 19 tahun 94,1%, responden dengan efikasi diri sedang 75,5%, responden dengan hasil evaluasi OSCE kompeten 71,6%. Kesimpulan dan Saran: Penelitian ini didapatkan bahwa hubungan efikasi diri dengan hasil evaluasi OSCE pada mahasiswa D3 Keperawatan di Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Islam Sultan Agung Semarang terbanyak yaitu dengan kategori sedang. Kata Kunci : Efikasi Diri, Hasil Evaluasi OSCE
Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pengobatan Klien Tuberkulosis Di Kabupaten Bondowoso
Arif Eko Trilianto;
Hartini;
Pasidi Shidiq;
Handono F. R
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (267.592 KB)
|
DOI: 10.37413/jmakia.v10i1.16
ABSTRAK Waktu pengobatan Tuberculosis yang lama, minum obat secara teratur tiap hari dan efek samping dari obat anti tuberkulosis merupakan salah satu faktor ketidakpatuhan. Salah satu cara untuk mengatasi hal tersebut adalah dengan dukungan dari keluarga dan tenaga kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisa Hubungan Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pengobatan Klien Tuberkulosis Di Kabupaten Bondowoso. Jenis rancangan penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross-Sectional. Jumlah responden dalam penelitian ini sebanyak 157 dengan tehnik pengambilan sampling secara Total Sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner dukungan keluarga dan Morinsky Medication Adherence Scale (MMAS) untuk mengukur Tingkat Kepatuhan. Dukungan keluarga Klien sebagian besar sebanyak 139 responden (88,5%). Kepatuhan pengobatan Klien tuberkulosis, sebagian besar patuh sebanyak 132 responden (84,1%), p value (0,000) < α (0,05), terdapat hubungan antara Dukungan Keluarga Dengan Kepatuhan Pengobatan Klien Tuberkulosis Di Kabupaten Bondowoso. Peran keluarga yang mendukung Klien untuk patuh berobat. terdapat lima determinan yang dapat mempengaruhi perilaku seseorang untuk patuh pengobatan. Kepatuhan minum obat Klien tuberkulosis sangat membutuhkan pengawasan agar Klien tidak lupa minum obat setiap harinya dan tidak putus obat.
Hubungan Seks Edukasi Dengan Perilaku Seksual Pada Remaja
Ikha Ardianti
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (100.197 KB)
|
DOI: 10.37413/jmakia.v10i1.17
ABSTRAK Remaja lebih suka menyimpan dan memilih solusinya sendiri. Menurut Nurjannah (2014) hal ini dikarenakan orangtua yang dari awal sudah sangat tertutup dan tidak pernah memberikan seks edukasi kepada anaknya sejak kecil, karena orangtua merasa bahwa berbicara tentang seks kepada anak adalah hal yang tabu. Pendidikan seks usia dini merupakan salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk membentengi anak dari perilaku seks pranikah. Dari sudut pandang kesehatan reproduksi, menghindari seks pranikah adalah cara terbaik untuk mencegah penularan penyakit infeksi menular seksual, dan kehamilan pada remaja yang tidak diinginkan (Sarwono, 2011). Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survey analitik dengan pendekatan waktu dengan metode cross sectional. Penelitian ini menelaah hubungan antara dua variabel pada suatu situasi atau kelompok subjek. Untuk mengetahui korelasi antara suatu variabel dengan variabel lain tersebut diusahaakan dengan mengidentifikasi variabel yang ada pada suatu objek, kemudian diidentifikasi variabel lain yang ada pada objek yang sama dan dilihat apakah ada hubungan antara keduanya (Notoatmodjo, 2012). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lebih dari sebagian besar responden mendapat seks edukasi yang baik yaitu sebanyak 52%, responden yang mendapat seks edukasi cukup sebanyak 36%, dan sisanya sebanyak 12% respondeng dengan seks edukasi yang kurang. Responden yang mendapatkan pendidikan dengan kategori baik dapat disebabkan karena responden banyak mendapatkan seks edukasi baik dari orangtua, guru, dan media baik media cetak maupun media elektronik. Responden yang mendapatkan seks edukasi dengan kategori baik diharapkan lebih mampu menjaga dirinya dari perilaku seks menyimpang. Kata Kunci : Remaja, Seks edukasi, Perilaku Seksual
Pengaruh Strategi Pembelajaran Kooperatif Model STAD Terhadap Peningkatan Prestasi Belajar
Ratna Kusuma Astuti;
Ganik Sakitri
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (176.112 KB)
|
DOI: 10.37413/jmakia.v10i1.18
ABSTRAK Pengaruh Strategi Pembelajaran Kooperatif Model STAD terhadap Peningkatan Prestasi Belajar, Ratna Kusuma Astuti, Akper Insan Husada Surakarta. Strategi pembelajaran kooperatif model STAD merupakan strategi pembelajaran yang relatif baru, yang perlu diterapkan untuk diketahui efektifitasnya. Selain itu juga merupakan pendekatan pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered). Strategi pembelajaran kooperatif pada prinsipnya adalah dengan pembentukan kelompok-kelompok kecil, yang dalam kelompok itu terdapat kerjasama antar anggota kelompok, saling berinteraksi dan diskusi dalam kelompok. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh strategi pembelajaran kooperatif model STAD terhadap peningkatan prestasi belajar mahasiswa Akper Insan Hudasa Surakarta. Penelitian ini bersifat komparatif dengan dua sampel independent dan menggunakan pendekatan kuantitatif. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pretest-posttest control group design. Berdasarkan hasil perhitungan uji-t, didapat harga thitung = 2,29 dengan ttabel = 1,66. Harga thitung > ttabel maka dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan prestasi belajar yang signifikan antara strategi pembelajaran kooperatif model STAD dengan strategi pembelajaran individual. Kata Kunci : Pembelajaran Kooperatif, Model STAD, Prestasi Belajar
Analisis Faktor Individu Terhadap Tugas Kesehatan Keluarga Penderita Diabetes Melitus Di Wilayah Kerja Puskesmas Driyorejo Kabupaten Gresik
Dwi Ernawati;
Nuh Huda;
Amelia Kristina Merry Pitaloka
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (149.919 KB)
|
DOI: 10.37413/jmakia.v10i1.19
ABSTRACT The family function as a support system for members suffering from Diabetes Melitus demands greater economic, social, and psychological sacrifice from the family. The inability of the family to carry out five family health tasks for people with DM can be caused by several factors, including family knowledge and family social economy. This is can be related to family health duties. The aim of this study is determine the relationship of individual factors to family health tasks that have been carried out on families of people with Diabetes Mellitus at Primary Health Center of Driyorejo Gresik . The design of this study used observational analytic methods. The sampling was done by cluster sampling method and obtained a sample of 67 respondents. Independent variables is individual factors while the dependent variable is family health tasks. Research instruments for individual factors were age, sex, education, occupation, duration of suffering from diabetes mellitus and family’s health tasks measuring by questionnaire. Analysis data with Spearman Rank test. The results of this study indicate that there is a relationship between individual factors consisting of age and education with the health assignments of families with diabetes mellitus patients. Spearman rank test results obtained p-value of 0.003 <0.05 at age, and 0.013 <0.05 in education. Health workers can improve health promotion to the community regarding ideal body weight monitoring, healthy living, routine blood sugar and family checkups to support diabetics to participate in health programs to prevent further complications of diabetes mellitus Keywords : Individual factors, family’s health tasks, Diabetes Mellitus
Perbedaan Konsep Diri Lansia Antara Tipe Single Parent Family Dan Aging Couple Family
Mei Fitria Kurniati;
Yusuf Efendi
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (173.816 KB)
|
DOI: 10.37413/jmakia.v10i1.20
ABSTRAK Seiring dengan bertambahnya jumlah lansia, terdapat banyak persoalan yang dialami lansia diantaranya tidak memperoleh akses kesehatan, tidak memiliki jaminan hari tua, tidak mendapat dukungan sosial dari keluarga atau teman. Pada akhirnya lansia mengalami masalah psikis maupun fisik. Salah satu bentuk dari masalah psikologis pada lansia adalah gangguan konsep diri. Pembentukan konsep diri seseorang dipengaruhi oleh beberapa faktor yaitu keluarga. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui perbandingan konsep diri lansia antara tipe single parent family dan aging couple family. Desain penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional. Metode sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling. Sampel sejumlah 30 keluarga yaitu single parent family dan aging couple family. Variabel independen yaitu single parent family dan aging couple family dan variabel dependen yaitu konsep diri lansia. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner kemudian dianalisis dengan menggunakan uji Mann-Whitney dengan tingkat kemaknaan 0,05. Hasil penelitian menunjukan konsep diri lansia sebagian besar baik yaitu sejumlah 10 responden (33.3%) pada couple aging family sedangkan pada single parent family sejumlah 11 responden (36.7%). Hasil uji Mann Whitney menunjukkan nilai sig. = 0,201 berarti > 0,05 sehingga ditolak sehingga tidak ada Perbedaan konsep diri lansia antara tipe single parent family dan tipe aging couple family. Hendaknya perawat aktif dalam meningkatkan perhatian dan kepedulian untuk membantu lansia mencapai konsep diri yang positif sebagai tanggung jawab untuk memberikan pelayanan profesional pada klien. Kata Kunci : Konsep Diri, Lansia, Single Parent Family, Aging Couple Family
Analisis Pengetahuan Ibu Hamil Dengan Kebutuhan Doula Dalam Proses Persalinan Di BPS Kabupaten Bojonegoro
Fitria Rizky Kurniawati
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 10 No 1 (2020): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (132.426 KB)
|
DOI: 10.37413/jmakia.v10i1.21
ABSTRAK Proses yang fisiologis dan merupakan kejadian yang menakjubkan bagi seorang ibu dan keluarga. Penatalaksanaan yang terampil dan handal dari bidan serta dukungan yang terus-menerus dengan menghasilkan persalinan yang sehat dan memuaskan dapat memberikan pengalaman yang menyenangkan.Persalinan merupakan masa yang cukup berat bagi ibu, dimana proses melahirkan layaknya sebuah pertaruhan hidup dan mati seorang ibu, terutama pada ibu primipara, dimana mereka belum memiliki pengalaman melahirkan. Dukungan sosial sangatlah penting diberikan kepada ibu dalam proses persalinan. Dukungan yang diberikan dapat dilakukan oleh suami, keluarga, teman dekat, atau tenaga profesional kesehatan. Salah satu prinsip asuhan sayang ibu yaitu mengikutsertakan suami dan keluarga selama proses persalinan dan kelahiran bayi. Berdasarkan pendekatannya termasuk penelitian analitik. Berdasarkan tempat penelitian termsuk jenis rancangan penelitian lapangan. Berdasarkan sumber data termasuk rancangan penelitian primer. Berdasarkan hasil penelitian sebagian besar responden 27 Responden menjawab mereka membutuhkan seorang pendamping selama masa kehamilan dan persalinan. Doula membuat persalinan normal naik 50 persen, memperpendek durasi persalinan 25 persen, mengurangi epidural 60 persen, mengurangi induksi persalinan 40 persen, mengurangi penggunaan alat forceps untuk mengeluarkan bayi 40 persen ( Mita, Doula Indonesia). Kata Kunci : Doula, Pendamping kehamilan dan persalinan
Suami Pasangan Usia Subur Dengan Minat Suami Mengikuti Metode Operatif Pria (MOP) Di Wilayah Kerja Puskesmas Kertosono Kabupaten Nganjuk Tahun 2018
Joeliatin
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (158.695 KB)
ABSTRAK Metode operasi metode sterilisasi pria adalah dengan cara mengikat saluran sperma (vas deferens) pria. Yang memakai MOP adalah 0,25%, ini menunjukkan bahwa partisipasi suami dalam mengikuti MOP masih sangat kecil. Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pendidikan Hubungan suami Pasangan Usia subur dengan minat suami mengikuti MOP. Penelitian ini merupakan penelitian analitik yang bersifat Cross Sectional. Sampel diambil dengan teknik Simple Random Sampling dari Pasangan Suami Istri Subur 524 diperoleh sampel sebanyak 84 responden. Cara menggunakan pengumpulan data formulir pertanyaan dengan cara melakukan penelitian di pintu ke pintu. Analisis data dalam penelitian ini yaitu menggunakan uji Chi Square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat pendidikan pasangan Suami Usia subur maka semakin tinggi minat untuk menggunakan MOP. Hasil tes SPSS menunjukkan bahwa nilai p <α (0,05) yang merupakan persyaratan penolakan H0 dan H1 diterima. Jadi ada pendidikan tingkat tertinggi suami Pasangan Usia subur dengan minat suami mengikuti MOP. Maka dapat disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat pendidikan suami dengan Pasangan Usia Subur dengan minat suami mengikuti Metode Operatif untuk pria. Saran komunitas diharapkan semakin menambah pengetahuan tentang kontrasepsi pel terutama pasangan usia subur kepada suami. Kata Kunci : Tingkat Pendidikan, MOP, Minat
Hubungan Massage Pada Bayi Dengan Perkembangan Motorik Kasar Pada Bayi Usia 3-6 Bulan Di BPS Hj Nurfatimah, S.ST Bojonegoro
Fitria Rizky
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (118.515 KB)
ABSTRAK Setiap anak akan melewati tahap tumbuh kembang secara fleksibel dan berkesinambungan. Tumbuh kembang pada masa anak sudah dimulai sejak dalam kandungan sampai usia 18 tahun. Hal ini sesuai dengan pengertian anak, menurut WHO, yaitu sejak terjadinya konsepsi sampai usia 18 tahun. Hampir sepertiga dari masa kehidupan manusia dipakai untuk mempersiapkan diri guna menghadapi dua per tiga masa kehidupan berikutnya. Oleh karena itu, upaya untuk mengoptimalkan tumbuh kembang pada awal–awal kehidupan bayi dan anak adalah sangat penting. Pencapaian suatu kemampuan pada setiap anak berbeda – beda, tetapi ada patokan umur tertentu untuk mencapai kemampuan tersebut yang sering disebut dengan istilah mileston. Berdasarkan pendekatannya termasuk penelitian analitik. Berdasarkan tempat penelitian termsuk jenis rancangan penelitian lapangan. Berdasarkan sumber data termasuk rancangan penelitian primer, Pada penelitian ini sampel yang diambil adalah sebagian bayi usia 3 – 6 bulan yang melakukan massage di bulan juli – Desember 2018 Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai p 0,045 < 0,05 yang berarti ada hubungan antara pijat bayi dengan perkembangan motorik kasar di My Mom baby spa. Penelitian sebagian besar responden 18 ( bayi ) dilakukan oijat bayi secara teratur mengalami perkembangan motorik kasar yng sesuai dengan usia perkembangan bayinya. Kemampuan kontrol motorik bayi akan berkembang lebih pesat daripada jika ia hanya bermain di lantai, karena pada saat berenang didalam air, efek gravitasi sangat rendah sehingga memungkinkan untuk bayi bergerak lebih banyak dan semua otot pun dapat bekerja dengan optimal. Kata Kunci : Tumbuh Kembang, Motorik Kasar, Bayi dan Anak
Penyebab Keberhasilan Dan Kegagalan Pemberian Asi Eksklusif Di Puskesmas Jagir Surabaya
Astrida Budiarti
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 9 No 2 (2019): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
Full PDF (92.974 KB)
ABSTRAK Pemberian makanan terbaik bagi bayi adalah dengan menyusui bayi secara eksklusif sejak lahir sampai umur 6 bulan. Namun kenyataannya, pemberian ASI belum sesuai dengan target. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penyebab keberhasilan dan kegagalan ASI ekslusif di Puskesmas Jagir Surabaya. Metode penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan Cross Sectional. Populasi ibu yang mempunyai anak usia 6-12 bulan di Puskesmas Jagir sebanyak 50 orang. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling dengan sampel sebanyak 42 responden. Instrument penelitian dengan kuesioner untuk mengumpulkan data pemberian ASI eksklusif. Data analisa dengan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan antara edukasi ASI selama ANC terhadap keberhasilan dan kegagalan pemberian ASI eksklusif dengan nilai r=0.030,. Terdapat hubungan antara pengalaman Ibu terhadap keberhasilan dan kegagalan pemberian ASI eksklusif dengan nilai r=0.001 dimana. Terdapat hubungan antara IMD terhadap keberhasilan dan kegagalan pemberian ASI eksklusif dengan nilai r=0.001. Edukasi, pengalaman ibu, dan IMD sangat berpengaruh terhadap pemberian ASI ekslusif, oleh karena itu penting bagi tenaga medis untuk memberikan edukasi berupa penyuluhan dan sosialisasi untuk meningkatkan kesadaran ibu tentang pentingnya pemberian ASI ekslusif. Kata Kunci: Edukasi, Pengalaman ibu, IMD, ASI Ekslusif