cover
Contact Name
Adhe Anniza
Contact Email
lppm.stikesicsada@gmail.com
Phone
+628979004327
Journal Mail Official
lppm.stikesicsada@gmail.com
Editorial Address
Jln. Dr Wahidin No. 68 A Kepatihan Bojonegoro
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
ISSN : 24076309     EISSN : 25499327     DOI : https://doi.org/10.37413/jmakia.v12i1
Core Subject : Health, Education,
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA adalah jurnal yang diterbitkan oleh LPPM ISTeK Insan Cendekia Husada Bojonegoro. Jurnal ini Fokus pada Ilmu Kesehatan yang meliputi: Ilmu keperawatan, Kebidanan. Jurnal ini terbit dua kali dalam satu tahun yaitu pada bulan Februari dan Agustus.
Articles 319 Documents
PENERAPAN TEKNIK GUIDED IMAGERY UNTUK MENGATASI NYERI PADA PASIEN POST INSISI DRAINASE ABSES MANDIBULA Putri Utami, Mega; Sekar Siwi, Adiratna
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i2.349

Abstract

ABSTRAK Abses leher dalam merupakan akumulasi pus antara fasia superfisial dan profunda leher dalam yang terjadi akibat penjalaran infeksi seperti infeksi pada gigi. Akumulasi pus yang semakin banyak menyebabkan penekanan pada ruang submandibula sehingga menimbulkan nyeri Penanganan nyeri non-farmakologis lebih praktis, sederhana, dan dapat dilakukan oleh perawat. Perawatan nyeri nonfarmakologis antara lain akupresur, akupunktur, messaging, relaksasi Benson, dan terapi guided imagery. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas penerapan teknik guided imagery kombinasi aromatherapy untuk menurunkan skala nyeri pada pasien post insisi drainase abses mandibula dengan masalah nyeri akut di RSUD Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerti di Ruang Intensive Care Unit (ICU). Metode penelitian ini menggunakan case study dengan pendekatan proses asuhan keperawatan dan lembar Critical Care Pain Observation Toll (CPOT). Hasil penelitian menunjukkan sebelum diberikan implementasi guided imagery berada pada skala 4 (nyeri sedang), setelah diberikan teknik guided imagery selama 3x24 jam menunjukkan adanya perubahan skala nyeri menjadi 2 (nyeri ringan). Teknik guided imagery efektif untuk menurunkan skala nyeri pada pasien post insisi drainase abses mandibula dan diharapkan bisa diaplikasikan oleh perawat dalam manajemen nyeri.
ANALISIS RISIKO KESELAMATAN DAN KESEHATAN KERJA DI LAUNDRY DENGAN METODE HIRARC Sofiatun; Saikhunuddin; Devianti Putri, Berlianan; Hamsidi, Rini
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Rumah Sakit merupakan salah satu tempat kerja yang memiliki risiko tinggi terhadap keselamatan dan kesehatan, salah satunya berasal dari kegiatan pengelolaan linen di bagian laundry. Untuk mengetahui dan mengambarkan faktor bahaya dan risiko keselamatan dan kesehatan kerja pada pengelolaan linen di laundry RSUD Ibnu Sina Gresik serta melakukan analisa dengan metode HIRARC. Jenis penelitian deskriptif, dengan pendekatan observasional. Data bersumber dari data primer yang diperoleh melalui observasi meliputi kondisi lingkungan kerja, mesin atau alat kerja dan proses bekerja petugas pengelolaan linen di laundry RSUD Ibnu Sina Gresik, pengukuran lingkungan kerja dan wawancara. Data sekunder diperoleh dari data di Instalasi laundry dan Unit K3RS. Pengolahan data melalui analisis manajemen risiko dengan metode HIRARC dan analisa risiko mengacu pada pedoman manajemen risiko RSUD Ibnu Sina Gresik. Ditemukan beberapa potensi bahaya yang bersumber dari faktor, fisik, kimia, biologi, ergonomi, elektrika dan mekanikal, psikososial dan faktor perilaku pekrja yang tidak aman. Hasil penilaian risiko didaptakan sejumlah 21 risiko, terbagi menjadi risiko tinggi (high) sebanyak 2 risiko, risiko sedang (moderat) sebanyak 10 risiko dan risiko rendah (low) sebanyak 9 risiko. Masih ditemukannya cukup banyak risiko dalam kategori sedang dan tinggi, sehingga perlu dilakukan pengendalian/penanganan agar terjadi penurunan tingkat risiko dari tinggi menjadi sedang dan dari sedang menjadi rendah.
HUBUNGAN LAMA HEMODIALISA DENGAN NILAI IDWG PASIEN YANG HEMODIALISA RUTIN DI RUMAH SAKIT SWASTA YOGYAKARTA A. Kristanti, Yosi; Tatik Pujiastuti, Theresia; A. Wibowo, Tendean
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 2 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i2.351

Abstract

ABSTRACT Interdialytic Weight Gain (IDWG) merupakan penambahan berat badan selama periode interdialisis yang di hitung dari selisih berat badan sebelum dialisis dengan berat badan setelah dialisis sesi sebelumnya. IDWG merupakan indikator penting keberhasilan pasien hemodialisa dalam beradaptasi dengan penyakitnya. Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa lama menjalani hemodialisa berkaitan erat dengan kemampuan pasien mempertahankan nilai IDWG. Namun, hal tersebut bukan generalisasi karena ada beberapa penelitian yang mengatakan tidak ada hubungannya. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan lama menjalani hemodialisa dengan nilai IDWG pasien hemodialisa rutin di Rumah Sakit Tipe B Yogyakarta. Desain penelitian adalah deskriptif kuantitatif korelasi dengan pendekatan cross sectional. Sampel berjumlah 150 responden yang diambil dengan consecutive sampling. Pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Hasil penelitian menunjukan -sebanyak 45.3% responden berusia >60 tahun, 54.7% berjenis kelamin laki-laki, 49.3% berpendidikan menengah keatas dan 27.3% bekerja di bidang swasta. Sebanyak 47,3% pasien menjalani HD > 3 tahun, 42,7 % dalam rentang 1-3 tahun dan hanya 10% yang menjalani hemodialisa < 1 tahun. Pasien yang memiliki nilai IDWG ringan (75,3%), IDWG sedang 23,3% dan IDWG berat hanya 1,3%. Hasil uji spearman menunjukan nilai P value 0,536 > dari ? 0,05. Tidak ada hubungan yang signifikan antara lama HD dengan Nilai IDWG. Mengingat IDWG merupakan indikator penting keberhasilan hemodialisia maka bagi pasien disarankan untuk konseling diet agar dapat mengontrol asupan sehingga nilai IDWG stabil, lalu perlu juga diteliti lebih lanjut mengenai faktor faktor yang berhubungan dengan nilai IDWG pasien yang menjalani hemodialisa rutin.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TENTANG HIPERTENSI DENGAN PENCEGAHAN KEKAMBUHAN HIPERTENSI PADA LANSIA Ferawati, Ferawati; Ferawati; Alfaqih, Mohamad Roni; Kumala, Diah Ayu
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i1.303

Abstract

Hipertensi menjadi salah satu penyebab utama kematian hampir di seluruh negara, hipertensi sering dijumpai pada usia lanjut dan juga bisa terjadi pada usia muda. Salah satu penyebab terjadinya hipertensi tidak terkontrol adalah kurangnya tingkat pengetahuan pada lansia. Hipertensi dapat dicegah dengan cara rutin memeriksakan tekanan darah secara berkala, menjaga pola makan, melakukan aktivitas fisik dengan baik, menghilangkan kebiasaan merokok dan mengkonsumsi alkohol, dan mengelola stress dengan baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis hubungan tingkat pengetahuan tentang hipertensi dengan pencegahan kekambuhan hipertensi pada lansia di Desa Sumengko Kecamatan Kalitidu. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan korelasi cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sebanyak 35 responden yaitu lansia penderita hipertensi di Desa Sumengko. Hasil penelitian menunjukkan sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tentang hipertensi kurang berjumlah 26 responden (74,3%). Dengan pencegahan kekambuhan hipertensi lebih dari sebagian yaitu berjumlah 22 responden (62,9%). Berdasarkan hasil uji Spearman Rho didapatkan hasil p value 0,034 yang berarti nilai signifikannya <0,05 dan dengan nilai r 0,359 yang berarti terdapat hubungan positif atau searah. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan tentang hipertensi dengan pencegahan kekambuhan hipertensi pada lansia di Desa Sumengko Kecamatan Kalitidu.
PENGETAHUAN MASYARAKAT TERHADAP PENGGUNAAN MASKER SELAMA COVID-19 DI RT. 22 RW. 02 DESA DANDER, KECAMATAN DANDER KABUPATEN BOJONEGORO Rahmawati, Andin Ajeng
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i1.305

Abstract

Covid-19 adalah penyakit yang disebabkan oleh corona virus yang menjadikan pandemik di seluruh Negara terutama Indonesia. Penyakit covid 19 dapat dicegah diantaranya yaitu dengan pengetahuan dan kepatuhan masyarakat dalam penggunaan masker sebagai upaya pencegahan penyakit Covid-19. Penelitian ini bertujuan Untuk mengetahui Pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan masker selama covid-19 di RT. 22 RW. 02 desa Dander, kecamatan Dander kabupaten Bojonegoro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif. Dari hasil penelitian didapatkan bahwa dari 30 responden sebagian besar responden memiliki pengetahuan dalam kategori cukup, yakni sebanyak 12 orang (53,9%), pengetahuan dalam kategori baik sebanyak 10 orang (30,3%) dan pengetahuan dalam kategori kurang sebanyak  8 orang (15,7%). Hal ini dapat disimpulkan bahwa pada umumnya Pengetahuan masyarakat terhadap penggunaan masker selama covid-19 di RT. 22 RW. 02 desa Dander, kecamatan Dander kabupaten Bojonegoro dalam kategori cukup.
ANALISIS FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA PERNIKAHAN DINI Saraswati, Devi Endah; Hariastuti, Fela Putri
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/tmdw7h90

Abstract

Fenomena pernikahan usia dini pada dasarnya merupakan satu siklus fenomena yang terulang dan tidak hanya terjadi di daerah pedesaan, tetapi terjadi juga di wilayah perkotaan. Ketidaksiapan mental dari pasangan pernikahan dini dapat berdampak perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta masalah kesehatan reproduksi hingga putus sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis faktor penyebab terjadinya pernikahan dini. Metode penelitian yang digunakan adalah survei analitik dengan case control. Penelitian dilaksanakan di Desa Bulu, Kecamatan Balen, Kabupaten Bojonegoro pada bulan Mei sampai Juli 2023. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja usia 16 – 20 tahun dengan perbandingan kasus : kontrol = 1 : 1. Metode Sampel dalam consecutive sampling. Besarnya Sampel yang digunakan 22 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Hasil Penelitian sebagian besar responden dengan pengetahuan kurang 18 orang (81,8%), pendapatan orang tua terbanyak dibawah UMK sebanyak 14 orang (63,6%), pendidikan terbanyak dengan pendidikan baik sebanyak 16 orang (72,7%) dan sebagian besar responden yang tidak percaya terhadap pernikahan dini yakni 14 orang (63,3%). Ada hubungan antara pengetahuan responden dengan pernikahan dini dengan nilai p-value = 0,03, ada hubungan antara pendapatan orang tua dengan pernikahan dini pada remaja putri dengan nilai p-value = 0,025, ada hubungan antara pendidikan responden dengan pernikahan dini pada remaja putri dengan nilai p-value = 0,05, dan tidak ada hubungan antara kepercayaan orang tua dengan nilai p-value = 0,07.  
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DENGAN PERILAKU NON SUISIDAL SELF INJURY (NSSI) PADA REMAJA DI DESA SUMBERREJO TRUCUK BOJONEGORO Julianto, Errix Kristian; Ardianti, Ikha; Abidin, Ahmad Zainal
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i1.309

Abstract

Fenomena saat ini, masalah kesehatan jiwa yang banyak jumpai pada remaja adalah ansietas, depresi, dan risiko bunuh diri.  Remaja yang mengalami masalah psikososial seperti depresi, cemas, stres, gangguan tidur, traumatic dan sedih berkepanjangan akan tetapi tidak tau apa yang harus mereka lakukan sehingga cenderung melampiaskan kearah perilaku negatif dan destruktif seperti penyalahgunaan napza, kekerasan, kriminalitas, putus sekolah, hingga kondisi paling jauh yaitu memiliki pemikiran terhadap bunuh diri. Kurangnya upaya deteksi dini melalui screening dan minimnya informasi kesehatan khususnya kesehatan jiwa, baik pencegahan maupun penatalaksanaanya akan meningkatkan resiko remaja mengalami putus asa bahkan berpikiran bunuh diri atau yang sering disebut dengan istilah Nonsuicidal Self-Injury (NSSI) (Ramadia,A et.al (2023).Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa sumberrejo trucuk bojonegoro. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah remaja usia 12-17 tahun sebanyak 45. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dukungan keluarga lebih dari sebagian adalah kategori cukup yaitu 26 responden (57,8%) dan perilaku NSSI mayoritas kategori tidak pernah yaitu 38 responden (84,4%). Serta nilai hasil uji analisis kendall’s tau yaitu dengan nilai koefisien korelasi (r) sebesar 0,358 dan nilai signifikansi (p) sebesar 0,015. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan hubungan dukungan keluarga dengan perilaku Non Suicidal Self-Injury (NSSI) pada remaja di desa Sumberrejo Trucuk Bojonegoro.
HUBUNGAN FUNGSI KELUARGA: HEALTH CARE FUNCTION DENGAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG HIV/AIDS DI KELURAHAN KEPATIHAN KECAMATAN BOJONEGORO KABUPATEN BOJONEGORO Suryani, Renita Dwi; Efendi, Yusuf; Abidin, Ahmad Zainal
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/gzdcbz58

Abstract

HIV/AIDS di Kabupaten Bojonegoro sebagian besar menyerang kelompok usia produktif yang menjadi tumpuan perekonomian keluarga. Kontribusi fungsi perawatan kesehatan (Health Care Function) sangat penting untuk di optimalkan melalui tugas anggota keluarga dan untuk menekan angka kejadian penyakit HIV/AIDS, contohnya melalui pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS yang diberikan keluarga sesuai tugas  fungsi keluarga, mengingat remaja termasuk dalam usia produktif. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan fungsi keluarga: health care function terhadap  pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Kelurahan Kepatihan Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro. Desain penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah keluarga yang memiliki anak remaja usia 17-21 tahun sebanyak 66 keluarga dan sampel sebanyak 66 responden. Hasil penelitian menunjukkan keluarga kurang dari sebagian melaksanakan fungsi keluarga: health care function kategori cukup dengan pengetahuan remaja cukup sebanyak 18 responden (27%), fungsi keluarga: health care function kategori kurang dengan pengetahuan remaja kurang sebanyak 16 responden (24%), fungsi keluarga: health care function kategori baik dengan pengetahuan remaja baik sebanyak 16 responden (24%). Berdasarkan uji kendall Tau didapatkan hasil p value sebesar 0,000 yang bearti nilai signifikansinya adalah < 0,005 dan nilai r sebesar 0,524 yang berarti terdapat arah positif dengan kekuatan hubungan yang kuat. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan fungsi keluarga: health care function terhadap pengetahuan remaja tentang HIV/AIDS di Kelurahan Kepatihan Kecamatan Bojonegoro Kabupaten Bojonegoro.
PENGARUH EDUKASI KESEHATAN BERBASIS AUDIOVISUAL TERHADAP MOTIVASI SISWA DALAM MELAKUKAN PERTOLONGAN PERTAMA PADA CEDERA LUKA KULIT, LUKA BAKAR, TERSEDAK, DAN PERDARAHAN DI SMP NEGERI 1 KALISAT Ainul, Rizka; Munawaroh, Rizka Ainul; Ekaprasetya, Feri; Jamhariyah, Jamhariyah
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 14 No 1 (2024): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/jmakia.v14i1.328

Abstract

Latar Belakang: Motivasi dalam melakukan pertolongan pertama merupakan suatu dorongan dari dalam maupun luar diri individu untuk melakukan pertolongan pertama pada korban. Sangat penting adanya pertolongan pertama pada korban cedera luka kulit, luka bakar, tersedak, dan perdarahan agar membantu harapan hidup korban dan mencegah kecacatan jika korban mendapatkan pertolongan pertama dengan baik dan benar. Kejadian tertinggi cedera terjadi pada kelompok usia 5-14 tahun sebanyak 182.338 jiwa (12,1%). Namun, motivasi siswa dalam melakukan pertolongan pertama saat ini masih membutuhkan perhatian karena masih adanya siswa SMP yang masih kurang memiliki motivasi melakukan pertolongan pertama. Tujuan: Untuk mengetahui pengaruh edukasi kesehatan berbasis audio visual terhadap motivasi siswa dalam melakukan pertolongan pertama di SMP Negeri 1 Kalisat. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif Pre-eksperimental dengan one group prepost test design. Populasi penelitian ini adalah siswa SMP Negeri 1 Kalisat kelas VII. Sampel penelitian ini sebanyak 34 siswa dengan teknik probability sampling menggunakan proportionate stratified random sampling. Analisa data menggunakan uji Wilcoxon. Hasil: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 1 siswa memiliki motivasi yang kurang (2,9%), dan mayoritas responden memiliki motivasi dalam kategori sedang sebanyak  3 siswa (88,2%), 3 siswa dalam kategori motivasi tinggi (8,9%). Sesudah diberikan edukasi kesehatan motivasi siswa berada pada kategori tinggi sebanyak 34 siswa (100%). Hasil uji menggunakan Wilcoxon diperoleh nilai p value <0,000 (p<0,05), yang artinya ada pengaruh edukasi audio visual terhadap motivasi siswa dalam melakukan pertolongan pertama pada cedera. Kesimpulan: Adanya perubahan yang positif dari motivasi siswa dalam melakukan pertolongan pertama karena adanya pemberian edukasi kesehatan menggunakan audio visual. Diharapkan pemberian edukasi menggunakan audio visual dapat terus dilakukan agar motivasi siswa mengalami peningkatan.
INDIKATOR KINERJA UTAMA SEBAGAI UPAYA PENCAPAIAN SASARAN PENGAKUAN INTEGRITAS DAN DAYA SAING LULUSAN PADA PRODI KEBIDANAN DAN ILMU KEPERAWATAN PROFESI NERS FAKULTAS KESEHATAN ISTEK ICSADA BOJONEGORO Jariyatin, Nurul; Bisri, Hasan; Ardianti, Ikha
Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA Vol 15 No 1 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan MAKIA
Publisher : LPPM ISTeK ICsada Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37413/fbs2yp10

Abstract

Indikator Kinerja Utama (IKU) merupakan instrumen strategis untuk mengukur keberhasilan perguruan tinggi dalam mencapai sasaran pengakuan integritas dan daya saing lulusan. Penelitian ini berfokus pada penerapan IKU di Program Studi Kebidanan dan Ilmu Keperawatan Profesi Ners, Fakultas Kesehatan, sebagai upaya meningkatkan kualitas pendidikan, pengakuan profesional, dan daya saing global lulusan. Metode penelitian diskriptif kuantitatif. dengan megukur penilian kinerja ini menggunkan tahapan dari Renstra yang dijabarkan kedalam rencana kerja dan anggaran tahunan pada masing-masing kegiatan Tri Darma yang sesuai dengan visi dan misi yang diukur dengan base line dan capaian pada setiap tahun akademik. Dalam tahapan pengukuran tersebut menggunakan quisener atau alat ukur yang akunatabel pada tiap tahapan pengukurannya. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi IKU mendorong peningkatan kualitas kurikulum, penyelenggaraan program magang di institusi kesehatan terkemuka, dan pengembangan riset terapan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu, penguatan kolaborasi dengan mitra menjadi salah satu faktor pendukung daya saing lulusan di tingkat global. Pendekatan integratif antara pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat juga berperan dalam membentuk lulusan yang kompeten, berintegritas, dan siap berkontribusi dalam dunia kerja.