cover
Contact Name
Muhammad Arif Syihabuddin
Contact Email
arifmuhammad599@gmail.com
Phone
+6287752724043
Journal Mail Official
miyah.inkafa@gmail.com
Editorial Address
LPPM Institut Keislaman Abdullah Faqih (INKAFA) Jl. KH. Syafi'i No. 07 Suci Manyar Gresik
Location
Kab. gresik,
Jawa timur
INDONESIA
MIYAH: Jurnal Studi Islam
ISSN : 25497804     EISSN : 25498622     DOI : https://doi.org/10.33754/miyah
Islamic Studies that including Islamic education, language education, Islamic law, interpretation of the Quran and Islamic communication
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol. 14 No. 01 (2018)" : 8 Documents clear
Paradigma Ilmu Agama, Sosial dan Humaniora Muhammad Majduddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 01 (2018)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.03 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v14i01.194

Abstract

Abstract: This article discusses the paradigm of science by focusing on the paradigm of the religion, social and humanities. The discussion in this article is very importantbecause the development of science will continue to occur evolutionarily. The study carried out in this article is expected to contribute to the development of science in the life of mankind. The method used in this article is to conduct a study through the study of literature. Among the results of the study in this article are Religion and Science together designing and preparing for the future of humanity. Religious design is further and abstract and provides peace of life after death, while science and technology are shorter and concrete designs to deal with life in this world.Keyword: Paradigm, religion, social and humanities.
Studi Komparatif Antara Tafsir Al Misbah Dan Tafsir Al Azhar Misbahul Munir
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 01 (2018)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (779.559 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v14i01.195

Abstract

Abstract: Artikel ini membahas tentang komparasi antara Tafsir Al Azhar dan Tafsir Al Misbah. Tafsir al Azhar adalah karya seorang ulama yang dikenal sebagai aktifis  pergerakan social, ahli sastra dan oaring pertama yang mendapatkan gelar Honouris Causa (H.C) dari Universitas Al Azharc Mesir. Beliau bernama Haji Abdul Karim Amrullah atau yang lebih dikenal dengan HAMKA. Sedangkan Tafsir Al Misbah di susun oleh ahli tafsir modern kebanggaan Indonesia yang menjadi orang pertama di Asia Tenggara yang meraih gelar doktor dalam Ilmu-Ilmu al-Qur’an dengan Yudisium summa cum laude disertai penghargaan tingkat I (mumtaz ma’a martabat al-shara>f al-ula) di Universitas al-Azhar Mesir. Beliau bernama M. Quraish Shihab. Studi ini akan membahas dua kitab tafsir tersebut  dari segi sistematika penulisan, corak penafsiran hingga metode penafsiran. Metode penafsiran akan dilihat dari tiga perspektif, yakni perspektif sumber penafsiran, perspektif cara menguraikan penafsiran dan parspektif sasaran obyek yang ditafsirkan.Keyword: Al Azhar, Al Misbah, sistematika, corak dan metode.
TASAWUF KONTEKSTUAL DAN GERAKAN DAKWAH BERBASIS HOLISTIK TERAPI OPERASI BEDAH H. NURUL KAWAKIB Ahmad Zainuddin
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 01 (2018)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.556 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v14i01.198

Abstract

Trasnformasi spiritualias dalam kegiatan medis telah banyak dilakukan oleh berbagai ahli medis, selain sebagai sebuah kolaborasi keseimbangan antara kesehatan jasmani dan ruhani dalam proses penyembuhan suatu penyakit, juga menjadi media dakwah bagi seorang dokter terhadap pasiennya. Pendekatan holistic sebagai bentuk-bentuk transformasi nilai-nilai spiritualias dalam dunia medis adalah bentuk-bentuk kontekstualisasi pendekatan tasawuf dalam berdakwah yang dintegrasikan dengan dunia medis. Riset ini dilakukan untuk mendapatkan gambaran lebih mendalam terhadap praktek medis berbasis holistic terapi pada operasi bedah yang dilakukan oleh H. Nurul Kawakib, dr, Sp.B, berikut gerakan dakwah yang dilakukan. Dalam prakteknya, pasien diajak untuk berdialog secara substansi tentang fitrah kemanusiaan dan keimanan, penggunaan ayat-ayat suci Al-Qur’an tertentu dan anjuran untuk bersedekah serta memperkuat silaturrakhim antar sesama makhluk merupakan bentuk pendekatan holistic dan kontekstualisasi tasawuf yang dilakukan Nurul Kawakib. Faktanya, banyak pasien termotivasi secara spiritual setelah mengikuti serangkaian proses penyebuhan, sehingga sebagai sebuah gerakan dakwah, Nurul kawakib mampu membuktikan bahwa nilai-nilai agama mampu menjadi pendekatan terbaik dalam proses penyembuhan seorang pasien.Keyword: Tasawuf Kontekstual, dan Holistik Terapi Operasi Bedah Nurul Kawakib, dan Gerakan Dakwah
AKAD-AKAD DALAM KARTU KREDIT SYARIAH PRESPEKTIF HUKUM ISLAM Habib Masyhudi
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 01 (2018)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.965 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v14i01.199

Abstract

Abstrak: Seiring dengan kemajuan teknologi digital dalam perbankan syari’ah yang mana uang menjadi obyek utama perbankan mengalami perubahan yang cukup signifikan dan bahkan lebih modern. Credit Card atau bithaqah i’timan adalah kartu yang diterbitkan oleh Bank atau lembaga lain yang mengizinkan bagi pemilik (pemegang) kartu untuk mendapatkan kebutuhannya dengan cara pinjaman. Dalam kartu kredit syariah terdapat beberapa macam akad, meliputi Akad kafalah; Akad qardh; dan Akad ijarah yang semuanya memiliki landasan syar’i Al-Qur’an dan As-Sunnah. Secara umum, batasan kartu kredit syariah diperbolehkan selama tidak menimbulkan riba; tidak digunakan untuk transaksi yang tidak sesuai dengan syariah; tidak mendorong pengeluaran yang berlebihan (israf), dengan cara antara lain menetapkan pagu maksimal pembelanjaan dan tidak memberikan fasilitas yang bertentangan dengan syariah. Meskipun menjadi perdebatan para ulama ahli fiqh, namun adanya percampuran akad dalam kartu kredit syari’ah tidak sampai menjadikannya haram, hal ini didukung oleh pendapat ulama Hanabilah, Malikiyah, dan Syafi’iyah.Kata kunci: Akad, Kartu Kredit Syariah
TINJAUAN PADA KAIDAH FIQHIYYAH “AL’IBROH FIL IBADAH BIMA FI DZONNIL MUKALLAF WA MA FI NAFSIL AMRI, WA FIL MU’AMALAH BIMA FI NAFSIL AMRI” DALAM PERSEPEKTIF 4 MADZHAB Ahmad Muhammad Sa’dul Kholqi
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 01 (2018)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (291.919 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v14i01.200

Abstract

Abstrak: Pentingnya akan kedudukan kaidah fiqhiyyah adalah sesuatu yang tidak bias dipungkiri oleh para ulama apalagi selain mereka, sebab nash- nash Quran dan hadist terbatas sementara kejadian dan peristiwa yang dialami manusia terus bertambah banyak dan bermacam-macam yang bentuknya yang mana tiap dari kejadian itu menuntut untuk diketahui hukumnya dalam syariat islam, maka dari sini para ulama pengambil dari nash- nash tersebut beberapa kaidah baik itu kaidah fiqhiyyah atau kaidah ushuliyyah yang bisa diterapkan diwaktu kapanpun dan dimananapun supaya membantu para fuqoha dan ulama untuk mengetahui hukum dari peristiwa yang baru. Diantara kaidah fiqhiyyah yang menempati posisi terpenting dalam hal ini adalah kaidah: ”Al’ibroh Fil Ibadah bima fi dzonnil mukallaf wa ma fi nafsil amr, wa fil mu’amalah bima fi nafsil amr” karena kaidah ini berhubungan dengan hal yang tidak terlepaskan dari kehidupan seorang hamba yaitu hubungan mereka dengan penciptanya (ibadah) dan hubungan mereka dengan sesama (mu’amalah).Kata Kunci: kaidah fiqhiyyah
URGENSI IKHTILAT MENURUT ABDUL KARIM ZAIDAN Miftakur Rohman
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 01 (2018)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (336.068 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v14i01.362

Abstract

Abstract: Sebuah perkara yang sulit untuk kita hindari di zaman yang penuh dengan kemajuan dalam berbagai hal. Allah dan Rasulnya telah memperingatkan kita semua terhadap perkara tersebut, yaitu perkumpulan laki-laki dan wanita baik itu menyendiri atau pun terjadi di tempat umum. Seluruh aktifitas keseharian juga tak mudah untuk tidak terjadi akan hal tersebut. Demikian perlu adanya pengkajian hukum perkara ini, agar tidak di rasa samar dan bersifat menjadi sebuah hal yang biasa di kalangan masyarakat. Abdul karim zaidan dalam salah satu kitabnya “Al-Mufassol Fi< Ahka<m Al-Mar’ati Wa Al-Bait Al-Muslim memandang ikhtilat dengan paduan pendekatan tekstual dan kontekstual yang sangat jeli dan relevan dalam menghadapi era kemajuan di zaman ini. Lebih lanjut beliau memberikan pandangn tafsil dalam persoalan ini.Key word: Urgensi, Ikhtilat, abdul karim zaidan
ISLAM MODERAT DAN RADIKALISME (KAJIAN TEORITIS TENTANG AYAT-AYAT RADIKALISME DALAM PRESPEKTIF ISLAM MODERAT) Arif Budiono; Muhammad Ariful Hakim
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 01 (2018)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.378 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v14i01.504

Abstract

Abstrak: The discourse of radicalism in every religion always presents the name of God. This is understandable because religion has a strong authority over other forces, including Islam which from the very beginning declared itself a religion full of peaceful values, its teachings by some people are often used as a justification for various acts of violence. One of the causes is a misunderstanding of the verses of the Qur'an and also the hadith of the Prophet about jihad and qital. This paper intends to examine these verses by paying attention to their meaning and historical context so as to produce a correct and comprehensive understanding. The results of the study conclude that jihad and qital (war) in the Qur'an are different from acts of radicalism. The main goal of jihad is human welfare and not warfare. Thus, jihad is the duty of every Muslim throughout his life, while qital is conditional, temporal, and as a last resort after there is no other way but physical resistance. In addition, the implementation of war must meet various very strict requirements. Keyword: Radicalism, Jihad, Qital, Islamic Moderate
MAKNA DAN PROBLEM KEBEBASAN DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT, TEOLOGI, FIQIH DAN TASAWUF Ah. Haris Fahrudi
MIYAH : Jurnal Studi Islam Vol. 14 No. 01 (2018)
Publisher : Institut Keislaman Abdullah Faqih Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (376.573 KB) | DOI: 10.33754/miyah.v14i01.516

Abstract

Abstrak: Persoalan kebebasan merupakan persoalan klasik umat manusia. persoalan ini sangat penting dijawab karena ia merupakan problem eksistensial manusia dan menjadi kunci pembuka semluruh problem filosofis yang menjadi dasar bagi tindakan etis. Tulisan ini membahas berbagai perspektif yang yang ada dalam mengurai persoalan kebebasan manusia, mulai dari perspektif filsafat, teologi, hukum islam dan tasawuf. Pendekatan yang digunakan dalam pemabahasan ini adalah pendekatan filsafat yang terutama untuk mengungkap struktur fundamental pemikiran. Kesimpulan dari pembahasan ini adalah: Pertama, adanya berbagai perspektif yang yang mengangkat probelem kebebasan menunjukkan arti penting dan fundamental problem kebebasan pembahasan bagi pemecahan berebagai persoalan dalam berbagai disiplin keilmuan. Kedua, setiap jawaban yang diberikan sangat menentukan pandangan dunia (world view) dan paradigma keilmuan. Ketiga persoalan kebebasan tidak hanya persoalan teoritis tapi juga merupakan persoalan etis-praktis.Kata Kunci: kebebasan, metafisika, perbuatan manusia, filsafat, teologi, hukum, tasawuf

Page 1 of 1 | Total Record : 8