Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam provides an international scholarly forum for research on Sufism, Tariqa, Islamic Philosophy, Islamic Theology, and Islamic Thought. Taking an expansive view of the subject, the journal brings together all disciplinary perspectives. It publishes peer-reviewed articles on the historical, cultural, social, philosophical, political, anthropological, literary, artistic, and other aspects of Sufism, Tariqa, Islamic Philosophy, Islamic Theology, Islamic Thought in all times and places. By promoting an understanding of the richly variegated Sufism, Tariqa, Islamic Philosophy, Islamic Theology, and Islamic Thought in both thought and practice and in its cultural and social contexts, the journal aims to become one of the leading platforms in the world for new findings and discussions of all fields of Islamic studies.
Articles
10 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 3 No. 1 (2023): Hikamia"
:
10 Documents
clear
Rekonstruksi Teologi Islam: Studi Analisis Pemikiran Hassan Hanafi
Muhammad Adress Prawira Negara
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Hikamia
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58572/hkm.v3i1.18
One of the Islamic goals taught by Prophet Muhammad SAW was liberation. However, after the death of Prophet SAW and his companions, this mission was no longer felt by Muslims. Hasan Hanafi explained that classical Islamic theology is unable to encourage Muslims to be aware of the suffering they are experiencing. In fact, the discourses contained in theology are only used to reinforce theocentric teachings rather than talk about human problems. Hassan Hanafi said that Islamic theology is not only concerned with theocentric issues and other metaphysical matters, but Islamic theology also deals with issues of belief, action, and social systems. This study aims to examine in depth the concept of liberation theology initiated by Hassan Hanafi. This research uses qualitative methods with the type of literature. This research uses qualitative methods with the type of literature. This research is a descriptive analysis that explains and describes the object of study and is analyzed in depth. The results of this study The renewal in this theology did not result in the loss of classical cultures, but this renewal was very instrumental in countering all threats that came to Muslims. This kind of renewal aims to eliminate all forms of oppression and give birth to an independent, progressive, egalitarian, and unitary Islamic society.
Penerapan Metode Tahsin dalam Meningkatkan Keaktifan dan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Madrasah Ibtidaiyah
Ulfi Wisa Belinda
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Hikamia
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58572/hkm.v3i1.22
This research was motivated bythe lack of activity and ability to read theAl-Qur’anin class 1 students of Madrasah Ibtidaiyah Al-Islam Bengkulu City. Most students have not been able to read hijaiyah letters properly and correctly in accordance with the rules for the accuracy of the makharijul letters and the accuracy of their tajwid as targets set in basic competencies and competency standards. This study aims, firstly to determine the activity of students in learning the Qur'an by applying the Tahsin learning method in Class I Madrasah Ibtidaiyah Al-Islam Bengkulu City. The second is to find out the students' ability to read the Koran by applying the Tahsin learning method in class I Madrasah Ibtidaiyah Al-Islam Bengkulu City. This type of research is classroom action research or classroom action research. The results of this study indicate an increase in the activity and ability to read the Qur'an for grade 1 Madrasah Ibtidaiyah students after applying the Tahsin method so that students experience an increase in their abilities because it is accompanied by an increase in activity, this can be seen from the data on student test results in cycle I there is an average increase -the student average was from 60.25 in cycle I increased to 65.12 in cycle II and increased again in cycle III with an average student score of 79.87%. Meanwhile, the percentage of classical learning completeness also increased, from 25% in cycle I to 65% in cycle II and even more to 100% in cycle III. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keaktifan dan kemampuan membaca Al-Qur’an Siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Al-Islam Kota Bengkulu. Sebagian besar siswa belum mampu membaca huruf hijaiyah secara baik dan benar sesuai dengan kaidah ketepatan makharijul huruf dan ketepatan tajwidnya sebagaimana target yang telah ditetapkan dalam kompetensi dasar dan standar kompetensi. Penelitian ini bertujuan, pertama untuk mengetahui keaktifan siswa dalam pembelajaran al-Qur’an dengan menerapkan metode pembelajaran Tahsin di Kelas I Madrasah Ibtidaiyah Al-Islam Kota Bengkulu. Kedua untuk mengetahui kemampuan membaca al-Qur’an siswa denganmenerapkan metode pembelajaran Tahsin di kelas I Madrasah Ibtidaiyah Al-Islam Kota Bengkulu.Jenis penelitian iniadalah classroom action researchatau penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan kemampuan membaca Al-Qur’an Siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah setelah diterapkan metode Tahsin sehingga siswa mengalami peningkatan dibidang kemampuannya karena disertai dengan peningkatan keaktifan, hal ini terlihat dari data hasil tes siswa pada siklus I terjadi peningkatan rata-rata siswa yaitu dari 60,25 pada siklus I meningkat menjadi 65,12 pada siklus II dan meningkat lagi pada siklus III dengan nilai rata-rata siswa 79,87%. Sedangkan pada persentase ketuntasan belajar secara klasikal juga terjadi peningkatan yaitu dari 25% pada siklus I meningkat menjadi 65% pada siklus II dan lebih meningkat lagi menjadi 100% pada siklus III.
Implementasi Peran Sedekah Untuk Membangun Ketenangan Hati Terhadap Orang Yang Bersedekah Di Nucare-Lazisnu Mejobo
Mohammad Agustian Andi Nugroho
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Hikamia
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58572/hkm.v3i1.24
Abstract This is a research about the role of Shadaqah for peace of mind at Lazisnu Mejobo. The purpose of this study is to know the Shadaqah (the alms) process and to find out why people are interested in giving Shadaqah (alms) at Lazisnu Mejobo. This research also to determine the peace of mind that can be obtained after giving Shadaqah (alms. To reach the purpose of this study, the researcher used the type of field research with a descriptive qualitative approach. The data collection techniques used in this study are observation, interview, and documentation. The data analysis used the theory of Achmad Sunarto and Gus Arifin with the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusion. While the subjects in this study were the chief of Lazisnu Mejobo and The Musaddiq who was distributed through Lazisnu Mejobo. The results showed that Shadaqah (alms) giving process at Lazisnu was carried out online through the website and sincerity is obtained by the musaddiq when giving Shadaqah. Musaddiq’s sincerity is what will bring a sense of peace of mind after giving Shadaqah (alms) at Nu-care Lazisnu Mejobo. Keywords: Role, Alms, Peace of Mind Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian mengenai peran sedekah untuk ketenangan hati penyedekah di Lazisnu Mejobo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses sedekah di Nu-care Lazisnu Mejobo dan untuk mengetahui mengapa orang-orang bisa tertarik bersedekah di Lazisnu Mejobo. Dan untuk mengetahui ketenangan hati yang di dapat setelah melakukan sedekah di Nu-care Lazisnu Mejobo. Untuk mencapai tujuan penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research atau penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitain ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan menggunakan teori Achmad Sunarto dan Gus Afirin dengan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan subyek dalam penelitian ini adalah ketua umum Lazisnu Mejobo dan seorang penyedekah yang di salurkan melalui lazisnu Mejobo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses bersedekah di Lazisnu sendiri yaitu dengan cara Online yaitu melalui website dan dengan cara Lazisnu membagikan celengan Koin NU. Setelah bersedekah ketenangan hati didapatkan setelah bersedekah. Kemudian orang yang bersedekah ikhlas akan apa yang di berikan kepada orang lain, lalu muncul rasa ketenangan hati setelah melakukan sedekah di Nu-care Lazisnu Mejobo Kata Kunci : Peran , Sedekah , Ketenangan Hati
Kenikmatan Ibadah dibawah Bimbingan Seorang Ulama
Siti Nurjamilah
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Hikamia
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58572/hkm.v3i1.31
Ulama adalah pemuka agama atau pemimpin agama yang hadir untuk membimbing dan mengurus permasalahan agama didalam ruang lingkup masyarakat, baik masalah muamalat, kepercayaan maupun ibadah. Ulama merupakan sosok yang sangat berpengaruh besar, karena kebutuhan manusia bukan hanya pada jasmaninya saja, akan tetapi ada yang lebih penting yaitu urusan ruhani. Selain jasmani dan ruhani Allah SWT pun ciptakan tiga potensi lainnya berupa akal, hati dan nafsu, kelimanya membutuhkan seorang pembimbing supaya potensi tersebut berfungsi dengan sebaik- baiknya, pembimbing tersebut adalah seorang ulama. Kualifikasi ulama yang haq-lah yang akan memberikan bimbingan paripurna kepada setiap umat manusia, banyaknya aliran agama adalah bentuk dari banyaknya perbedaan pemikiran ulama dalam mengijtihadkan sebuah syari'at. Umat yang awam akan mengikuti ulama mana saja tanpa mengetahui syarat dan kualifikasi ulama yang haq itu seperti apa. Syarat dan kualitatifikasi seorang ulama perlu diperhatikan keberadaannya, sebab ulama adalah tokoh utama yang berperan penting dalam agama sekaligus pengganti para nabi dan Rosul dizamannya. Seorang ulama yang haq adalah ulama yang dapat mengajak atau merubah dari lima hal kepada lima hal lainnya: dari ragu kepada yakin; dari permusuhan kepada nasihat; dari takabur kepada tawadhu’; dari riya’ kepada ikhlas dan dari cinta dunia yang berlebihan kepada zuhud†Tanda-tanda tersebut hanya dapat dirasakan oleh hati setiap manusia, kenikmatan dalam menjalankan ibadah akan dirasakannya. Setelah menemukan ulama yang memenuhi kriteria tersebut, istiqomah didalam bimbingannya adalah jalan yang akan menghantarkan kepada kehidupan yang selamat baik dunia maupun akhirat.
Bentuk-bentuk Ma’rifatullÄh dalam Interpretasi Al-Hizb Al-RÄbi’ Syaikh Ahmad bin Idris al-Fasi
Rizal Fauzi
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Hikamia
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58572/hkm.v3i1.32
Syaikh Ahmad bin Idris al-Fasi seorang Mursyid yang masyhur dengan wirid al-istighfÄr al-kabá¿‘r, tahlá¿‘l al-makhṣūṣ, ash-shalawat al-‘aẓimiyah, dan ahzÄbnya. Selain sebagai pembaharu ajaran tasawuf (at-tasawuf at-tajdá¿‘diy), dan ahli tafsir dengan corak tafsir ‘irfaniy yang terpadu dengan kaidah-kaidah ilmu tafsir. Syaikh Ahmad bin Idris termasuk tokoh tasawuf yang detil mendeskripsikan bentuk-bentuk pengenalan yang mendalam kepada Allah SWT, yang mencapai ma’rifat Dzat Ilahi, sebagaimana Mursyid kamil mukammil sebelumnya seperti Syaikh ‘Abdul Qadir dalam kitab Sirr al-asrÄr wa maẓharul anwÄr. Ia menjelaskan bahwa ruh qudsi manusia pada dimensi Lahut, dapat menyaksi kepada Tajalli (penampakan) Dzat Tuhan. Syaikh Abul Hasan as-Syadziliy dalam Risalah al-amin-nya, mendeskripsikan secara detil penyaksian nafs (diri) Tuhan baik dalam dimensi az- ẓÄhir maupun al-BÄá¹in, Demikian Syaikh Muhyiddin Ibn ‘Arabiy, dan Shufi besar generasi awal seperti Syaikh Abu Yazid al-Busthami, Al-HallÄj dan lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis terhadap salah satu hizib Syaikh Ahmad bin Idris al-Fasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan bentuk-bentuk ma’rifatullah, dalam konsep ma’rifatullah Syaikh Ahmad bin Idris al-Fasi dalam al-Hizb al-Rabi’nya yaitu dzauq bagi tajalli sifat-sifat dan nama-nama Allah SWT, dan musyahadah bagi tajlli Dzat Allah SWT, pada dimensi kedekatan dan kesucian Allah SWT, yang tertinggi. Keunggulan konsep makrifat Zat Ilahi, Syaikh Ahmad bin Idris adalah dapat terjaganya syariat-syariat Islam meskipun dalam kondisi fana` totalitas dari kesadaran dan perasaan dirinya.
Rekonstruksi Teologi Islam: Studi Analisis Pemikiran Hassan Hanafi
Negara, Muhammad Adress Prawira
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58572/hkm.v3i1.18
One of the Islamic goals taught by Prophet Muhammad SAW was liberation. However, after the death of Prophet SAW and his companions, this mission was no longer felt by Muslims. Hasan Hanafi explained that classical Islamic theology is unable to encourage Muslims to be aware of the suffering they are experiencing. In fact, the discourses contained in theology are only used to reinforce theocentric teachings rather than talk about human problems. Hassan Hanafi said that Islamic theology is not only concerned with theocentric issues and other metaphysical matters, but Islamic theology also deals with issues of belief, action, and social systems. This study aims to examine in depth the concept of liberation theology initiated by Hassan Hanafi. This research uses qualitative methods with the type of literature. This research uses qualitative methods with the type of literature. This research is a descriptive analysis that explains and describes the object of study and is analyzed in depth. The results of this study The renewal in this theology did not result in the loss of classical cultures, but this renewal was very instrumental in countering all threats that came to Muslims. This kind of renewal aims to eliminate all forms of oppression and give birth to an independent, progressive, egalitarian, and unitary Islamic society.
Penerapan Metode Tahsin dalam Meningkatkan Keaktifan dan Kemampuan Membaca Al-Qur’an Siswa Madrasah Ibtidaiyah
Belinda, Ulfi Wisa
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58572/hkm.v3i1.22
This research was motivated bythe lack of activity and ability to read theAl-Qur’anin class 1 students of Madrasah Ibtidaiyah Al-Islam Bengkulu City. Most students have not been able to read hijaiyah letters properly and correctly in accordance with the rules for the accuracy of the makharijul letters and the accuracy of their tajwid as targets set in basic competencies and competency standards. This study aims, firstly to determine the activity of students in learning the Qur'an by applying the Tahsin learning method in Class I Madrasah Ibtidaiyah Al-Islam Bengkulu City. The second is to find out the students' ability to read the Koran by applying the Tahsin learning method in class I Madrasah Ibtidaiyah Al-Islam Bengkulu City. This type of research is classroom action research or classroom action research. The results of this study indicate an increase in the activity and ability to read the Qur'an for grade 1 Madrasah Ibtidaiyah students after applying the Tahsin method so that students experience an increase in their abilities because it is accompanied by an increase in activity, this can be seen from the data on student test results in cycle I there is an average increase -the student average was from 60.25 in cycle I increased to 65.12 in cycle II and increased again in cycle III with an average student score of 79.87%. Meanwhile, the percentage of classical learning completeness also increased, from 25% in cycle I to 65% in cycle II and even more to 100% in cycle III. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keaktifan dan kemampuan membaca Al-Qur’an Siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Al-Islam Kota Bengkulu. Sebagian besar siswa belum mampu membaca huruf hijaiyah secara baik dan benar sesuai dengan kaidah ketepatan makharijul huruf dan ketepatan tajwidnya sebagaimana target yang telah ditetapkan dalam kompetensi dasar dan standar kompetensi. Penelitian ini bertujuan, pertama untuk mengetahui keaktifan siswa dalam pembelajaran al-Qur’an dengan menerapkan metode pembelajaran Tahsin di Kelas I Madrasah Ibtidaiyah Al-Islam Kota Bengkulu. Kedua untuk mengetahui kemampuan membaca al-Qur’an siswa denganmenerapkan metode pembelajaran Tahsin di kelas I Madrasah Ibtidaiyah Al-Islam Kota Bengkulu.Jenis penelitian iniadalah classroom action researchatau penelitian tindakan kelas. Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan keaktifan dan kemampuan membaca Al-Qur’an Siswa kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah setelah diterapkan metode Tahsin sehingga siswa mengalami peningkatan dibidang kemampuannya karena disertai dengan peningkatan keaktifan, hal ini terlihat dari data hasil tes siswa pada siklus I terjadi peningkatan rata-rata siswa yaitu dari 60,25 pada siklus I meningkat menjadi 65,12 pada siklus II dan meningkat lagi pada siklus III dengan nilai rata-rata siswa 79,87%. Sedangkan pada persentase ketuntasan belajar secara klasikal juga terjadi peningkatan yaitu dari 25% pada siklus I meningkat menjadi 65% pada siklus II dan lebih meningkat lagi menjadi 100% pada siklus III.
Implementasi Peran Sedekah Untuk Membangun Ketenangan Hati Terhadap Orang Yang Bersedekah Di Nucare-Lazisnu Mejobo
Nugroho, Mohammad Agustian Andi
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58572/hkm.v3i1.24
Abstract This is a research about the role of Shadaqah for peace of mind at Lazisnu Mejobo. The purpose of this study is to know the Shadaqah (the alms) process and to find out why people are interested in giving Shadaqah (alms) at Lazisnu Mejobo. This research also to determine the peace of mind that can be obtained after giving Shadaqah (alms. To reach the purpose of this study, the researcher used the type of field research with a descriptive qualitative approach. The data collection techniques used in this study are observation, interview, and documentation. The data analysis used the theory of Achmad Sunarto and Gus Arifin with the stages of data reduction, data presentation and drawing conclusion. While the subjects in this study were the chief of Lazisnu Mejobo and The Musaddiq who was distributed through Lazisnu Mejobo. The results showed that Shadaqah (alms) giving process at Lazisnu was carried out online through the website and sincerity is obtained by the musaddiq when giving Shadaqah. Musaddiq’s sincerity is what will bring a sense of peace of mind after giving Shadaqah (alms) at Nu-care Lazisnu Mejobo. Keywords: Role, Alms, Peace of Mind Abstrak Penelitian ini merupakan penelitian mengenai peran sedekah untuk ketenangan hati penyedekah di Lazisnu Mejobo. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui proses sedekah di Nu-care Lazisnu Mejobo dan untuk mengetahui mengapa orang-orang bisa tertarik bersedekah di Lazisnu Mejobo. Dan untuk mengetahui ketenangan hati yang di dapat setelah melakukan sedekah di Nu-care Lazisnu Mejobo. Untuk mencapai tujuan penelitian ini menggunakan jenis penelitian field research atau penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitain ini yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan menggunakan teori Achmad Sunarto dan Gus Afirin dengan tahap reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Sedangkan subyek dalam penelitian ini adalah ketua umum Lazisnu Mejobo dan seorang penyedekah yang di salurkan melalui lazisnu Mejobo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses bersedekah di Lazisnu sendiri yaitu dengan cara Online yaitu melalui website dan dengan cara Lazisnu membagikan celengan Koin NU. Setelah bersedekah ketenangan hati didapatkan setelah bersedekah. Kemudian orang yang bersedekah ikhlas akan apa yang di berikan kepada orang lain, lalu muncul rasa ketenangan hati setelah melakukan sedekah di Nu-care Lazisnu Mejobo Kata Kunci : Peran , Sedekah , Ketenangan Hati
Kenikmatan Ibadah dibawah Bimbingan Seorang Ulama
Nurjamilah, Siti
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58572/hkm.v3i1.31
Ulama adalah pemuka agama atau pemimpin agama yang hadir untuk membimbing dan mengurus permasalahan agama didalam ruang lingkup masyarakat, baik masalah muamalat, kepercayaan maupun ibadah. Ulama merupakan sosok yang sangat berpengaruh besar, karena kebutuhan manusia bukan hanya pada jasmaninya saja, akan tetapi ada yang lebih penting yaitu urusan ruhani. Selain jasmani dan ruhani Allah SWT pun ciptakan tiga potensi lainnya berupa akal, hati dan nafsu, kelimanya membutuhkan seorang pembimbing supaya potensi tersebut berfungsi dengan sebaik- baiknya, pembimbing tersebut adalah seorang ulama. Kualifikasi ulama yang haq-lah yang akan memberikan bimbingan paripurna kepada setiap umat manusia, banyaknya aliran agama adalah bentuk dari banyaknya perbedaan pemikiran ulama dalam mengijtihadkan sebuah syari'at. Umat yang awam akan mengikuti ulama mana saja tanpa mengetahui syarat dan kualifikasi ulama yang haq itu seperti apa. Syarat dan kualitatifikasi seorang ulama perlu diperhatikan keberadaannya, sebab ulama adalah tokoh utama yang berperan penting dalam agama sekaligus pengganti para nabi dan Rosul dizamannya. Seorang ulama yang haq adalah ulama yang dapat mengajak atau merubah dari lima hal kepada lima hal lainnya: dari ragu kepada yakin; dari permusuhan kepada nasihat; dari takabur kepada tawadhu’; dari riya’ kepada ikhlas dan dari cinta dunia yang berlebihan kepada zuhud” Tanda-tanda tersebut hanya dapat dirasakan oleh hati setiap manusia, kenikmatan dalam menjalankan ibadah akan dirasakannya. Setelah menemukan ulama yang memenuhi kriteria tersebut, istiqomah didalam bimbingannya adalah jalan yang akan menghantarkan kepada kehidupan yang selamat baik dunia maupun akhirat.
Bentuk-bentuk Ma’rifatullāh dalam Interpretasi Al-Hizb Al-Rābi’ Syaikh Ahmad bin Idris al-Fasi
Fauzi, Rizal
Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam Vol. 3 No. 1 (2023): Hikamia: Jurnal Pemikiran Tasawuf dan Peradaban Islam
Publisher : Ma'had Aly Idrisiyyah
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58572/hkm.v3i1.32
Syaikh Ahmad bin Idris al-Fasi seorang Mursyid yang masyhur dengan wirid al-istighfār al-kabῑr, tahlῑl al-makhṣūṣ, ash-shalawat al-‘aẓimiyah, dan ahzābnya. Selain sebagai pembaharu ajaran tasawuf (at-tasawuf at-tajdῑdiy), dan ahli tafsir dengan corak tafsir ‘irfaniy yang terpadu dengan kaidah-kaidah ilmu tafsir. Syaikh Ahmad bin Idris termasuk tokoh tasawuf yang detil mendeskripsikan bentuk-bentuk pengenalan yang mendalam kepada Allah SWT, yang mencapai ma’rifat Dzat Ilahi, sebagaimana Mursyid kamil mukammil sebelumnya seperti Syaikh ‘Abdul Qadir dalam kitab Sirr al-asrār wa maẓharul anwār. Ia menjelaskan bahwa ruh qudsi manusia pada dimensi Lahut, dapat menyaksi kepada Tajalli (penampakan) Dzat Tuhan. Syaikh Abul Hasan as-Syadziliy dalam Risalah al-amin-nya, mendeskripsikan secara detil penyaksian nafs (diri) Tuhan baik dalam dimensi az- ẓāhir maupun al-Bāṭin, Demikian Syaikh Muhyiddin Ibn ‘Arabiy, dan Shufi besar generasi awal seperti Syaikh Abu Yazid al-Busthami, Al-Hallāj dan lainnya. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis terhadap salah satu hizib Syaikh Ahmad bin Idris al-Fasi. Tujuan dari penelitian ini adalah menjelaskan bentuk-bentuk ma’rifatullah, dalam konsep ma’rifatullah Syaikh Ahmad bin Idris al-Fasi dalam al-Hizb al-Rabi’nya yaitu dzauq bagi tajalli sifat-sifat dan nama-nama Allah SWT, dan musyahadah bagi tajlli Dzat Allah SWT, pada dimensi kedekatan dan kesucian Allah SWT, yang tertinggi. Keunggulan konsep makrifat Zat Ilahi, Syaikh Ahmad bin Idris adalah dapat terjaganya syariat-syariat Islam meskipun dalam kondisi fana` totalitas dari kesadaran dan perasaan dirinya.