cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN DOSIS TEPUNG RIMPANG JAHE (Zingiber officinale rosc) PADA PAKAN UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN BENIH IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) robiansyah robiansyah; Eka Indah Raharjo; farida farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (440.208 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i1.927

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas penembahan dosis tepung rimpang jahe pada pakan komersil untuk memacu pertumbuhan benih ikan tengadak. Benih ikan tengadak  yang digunakan berjumlah 150 ekor yang diperoleh di balai budidaya ikan sentral anjongan. Kemudian ikan di masukan kedalam 15 akuarium dengan jumlah 10 ekor per akuarium, setiap akuarium dilengkapi aerator untuk proses sirkulasi oksigen. Setelah adaptasi tiga hari, ikan diberi makan pelet ditambah dengan tepung  jahe sebagai perlakuan dengan lima dosis berbeda A = 0, B = 2,5, C = 5, D = 7,5, dan E = 10 g / kg, masing-masing perlakuan dilakukan dengan tiga kali  pengulangan. Dosis pemberian pakan ikan 3% dari boimassa perhari, dengan ferekuensi pemberian pakan 3 kali sehari pada pukul 08.00, 12.00 dan 17.00 WIB. Data yang dikumpulkan dalam penelitian adalah proksimat pakan, pertumbuhan mutlak, panjang mutlak, konversi pakan dan kelangsungan hidup serta kualitas air.Hasil penelitian menunjukkan penembahan dosis tepung rimpang jahe berbeda sangat nyata  (p>0,05) terhadap pertumbuhan berat mutlak,  sedangkan  panjang mutlak,  konversi pakan, dan kelangsungan hidup menunjukan hasil yang berbeda nyata (p>0,05). Laju pertumbuhan berat mutlak, panjang mutlak dan kelangsungan hidup   tertinggi adalah pada perlakuan E (10 gram) dan terendah pada perlakuan A (kontrol) serta  konversi  pakan terendah pada Perlakuan E (10 gram) dan tertinggi pada perlakuan A (kontrol). Dapat disimpulkan bahwa penembahan dosis tepung rimpang jahe pada pakan berpotensi meningkatkan pertumbuhan ikan.
PENGARUH PADAT TEBAR TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN GURAME (Osphronemus gouramy) Adi Pranata; Eka Indah Raharjo; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (86.943 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.707

Abstract

Ikan gurame Osphronemus gouramy Lac. adalah salah satu komoditas budidaya air tawar yang tergolong dalam famili ikan labirin (Anabantidae). Ikan ini tersebar di kawasan tropis mulai dari India sampai Semenanjung Malaya dan Indonesia. Ikan gurame bernilai ekonomi penting dan harganya di pasar cukup tinggi. Menurut Anonimous (2006). Penelitian ini bertujuan mengetahui padat tebar yang terbaik dalam pemeliharaan larva ikan gurame, Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari lima perlakuan padat tebar yaitu A (4 ekor/liter), B (6 ekor/liter), C (8 ekor/liter), D (10 ekor/liter) dan E (12 ekor/liter) dengan tiga kali ulangan. Analisis statistik menggunakan ANAVA (Analysis of Varians) dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya dilakukan Uji Lanjutan yaitu Uji Beda Nyata jujur (BNJ) dan Uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan Padat tebar  yang berbeda memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan berat spesifik  dan panjang spesifik serta kelangsungan hidup larva ikan gurame. Dari hasil penelitian diperoleh data padat tebar  untuk pertumbuhan berat spesifik, pertumbuhan panjang spesifik dan kelangsungan hidup yang terbaik pada perlakuan A (4 ekor/liter) yaitu pertumbuhan berat spesifik sebesar 3,66 %, panjang spesifik sebesar 3,12 % dan kelangsungan hidup sebesar 85,83% .Padat penebaran yang rendah akan memberikan pertumbuhan bobot yang baik, karena tingkat persaingan rendah dalam hal makanan dan oksigen, dan juga berhubungan dengan kualitas air, bahwa rendahnya pertumbuhan pada larva ikan gurame pada padat penebaran yang relatif tinggi disebabkan oleh kualitas air yang menurun akibat dari pengaruh akumulasi sisa-sisa makanan. Ikan yang dipelihara dengan kepadatan rendah cenderung memiliki pertumbuhan panjang relatif tinggi, ini disebabkan oleh minimnya kompetisi dalam mencari pakan ataupun dalam memperebutkan ruang gerak.Kata kunci: larvaikangurami, padatpenebaran, pertumbuhan
PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN TEH (Camellia Sinensis) TERHADAP DAYA REKAT (Adhesiveness) DAN PENETASAN TELUR IKAN BAUNG (Mystus Nemurus) Arie Badarullah; Eka Indah Raharjo; Rachimi .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (505.777 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i2.2264

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi larutan teh untuk menghilangkan daya rekat pada telur ikan baung dan penetasan telur. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Sekolah Usaha Perikanan Menengah (SUPM) Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan konsentrasi larutan teh antara lain adalah perlakuan A (kontrol), B (4 gr/L), C (6 gr/L), dan D (8 gr/L). Parameter pengamatan yang dilakukan adalah derajat pembuahan telur (FR), sifat menghilangkan daya rekat telur, daya tetas telur (HR), kelangsungan hidup larva (SR), dan kualitas air. Hasil dari pengamatan menunjukan serbuk teh pada kosentrasi 6 gr/L dapat meningkatkan derajat pembuahan dan penetasan telur serta kelangsungan hidup larva. Hal ini dikarenakan hilangnya lapisan lendir (daya rekat) yang terdapat pada permukaan telur oleh tanin sehingga telur tidak menempel antara telur satu dengan telur lainnya serta tidak menutupi lubang mikrofil sebagai jalannya masuknya oksigen pada telur.
RESPON PEMBERIAN DOSIS MINYAK SEREH (Cymbopogon citratus) UNTUK ANESTESI IKAN BOTIA (Chromobotia Macracanthus Bleeker) DENGAN METODE TRANSPORTASI TERTUTUP Hastiadi Hasan; Eka Indah Raharjo; Saplidan Zamri
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (94.534 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.696

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuanuntuk mengetahui dosis yang optimal selama pembiusan dengan minyak sereh pada ikan botia dengan transportasi sistem tertutup.Pelaksanaan Penelitian ini diawali dari laboratorium basah Universitas Muhammadiyah Pontianak kabupaten Kubu Raya menggunakan transportasi darat pada pukul 07.00 WIB kemudian menuju kabupaten Pemangkat setelah itu menuju ke kabupaten Sambas dan kembali lagi ke laboratorium basah Universitas Muhammadiyah Pontianak di Pontianak, kabupaten Kubu raya pada pukul 20.00 WIB  dan penelitian ini dilaksanakan pada hari minggu tanggal 8 febuari 2015. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan dosis minyak sereh yang dipergunakanantara lain adalah perlakuan A (kontrol), B (1ml/L), C (2ml/L), dan D (3ml/L). Parameter pengamatan yang dilakukan adalahtingkah laku ikan selama penelitian, masa induksi dan sedatif, kelangsungan hidup dan kualitas air.Hasil penelitian ini menunjukkan respon dan tingkah laku ikan botia setelah menggunakan pembiusan minyak sereh menunjukan gejala ikan mulai panik, operculum agak cepat, aktifitas mulai melamban, serta respon ikan melemah pada saat minyak sereh mulai bereaksi. Kecenderungan konsentrasi pembiusan yang paling efektif untuk pengangkutan ikan botia dengan ukuran 3-5 cm adalah perlakuan B dengan dosis 1 ml/L dengan kelangsungan hidup rata-rata 76%.Kata kunci :minyak sereh, anestesi, ikan botia
PENGARUH SERBUK LIDAH BUAYA (Aloe vera) SEBAGAI IMONOSTIMULAN TERHADAP TINGKAT KESEMBUHAN DAN HISTOPATOLOGI IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) YANG DI INFEKSI DENGAN BAKTERI Aeromonas hidropylla eko prasetio; Muammar Kadafi; Eka Indah Raharjo; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.371 KB) | DOI: 10.29406/jr.v6i2.2241

Abstract

ABSTRAK Infeksi bakteri Aeromonas hydrophila merupakan salah satu penyebab Motile Aeromonad Septicemia (MAS). Pada penelitian ini, serbuk lidah buaya diaplikasikan dengan pakan sebagai imunostimulan untuk mengobati penyakit MAS pada ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Dosis serbuk lidah buaya yang ditambahkan ke dalam pakan adalah 0 gram, 10 gram, 20 gram, dan 40 gram/kg bobot kering. Ikan uji diberikan pakan perlakuan selama 7 hari setelah uji tantang. Gejala klinis diamati setiap hari pasca uji tantang. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa pakan yang mengandung serbuk lidah buaya sebanyak 10, 20, dan 40 g/kg dapat mengurangi tingkat mortalitas dan gejala klinis jika dibandingkan dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Dosis 40 g/kg menunjukkan hasil terbaik dan berbeda nyata dengan dosis yang lain.
PENGARUH PENAMBAHAN MAGGOT (Hermetia illucens) DALAM RANSUM PAKAN BUATAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) Eka Indah Raharjo; Rachimi .; Paulinus Paul
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (121.147 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.476

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui persentase penambahan maggot yang optimal dalam formulasi pakan buatan untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan tengadak (Barbonymus schwanenfeldii). Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak serta Balai Riset Standarisasi Industri Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan persentase penambahan tepung maggot antaralain adalah perlakuan A (kontrol), B (Penambahan tepung maggot 10%), C (penambahan tepung maggot 20%), D (penambahan tepung maggot 30%), E (penambahan tepung maggot 40%). Parameter yang diamati meliputi Retensi protein (RP), Laju pertumbuhan spesifik (SGR), Rasio konversi Pakan (FCR)  Kelangsungan Hidup (SR) dan Pengukuran  parameter kualitas air sebagai data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan penambahan tepung maggot sebanyak 20% menghasilkan nilai tertinggi untuk laju pertumbuhan spesifik sebesar 3,36%, retensi protein sebesar 16,94%, rasio konversi pakan sebesar 1,05%, dan kelangsungan hidup 100% yang berbeda sangat nyata (P<0,05) dengan penambahan tepung maggot 10%, 30%, 40% dan tanpa penambahan tepug maggot (kontrol). Kata kunci : tengadak, jumlah penambahan, pakan, tepung maggot.
LAMA WAKTU TRANSPORTASI MENGGUNAKAN SISTEM TERTUTUP TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) Wibowo, Agung Adi; Hasan, Hastiadi; Farida, Farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (607.241 KB) | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4519

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pengaruh lama waktu transportasi yang terbaik menggunakan sistem tertutup terhadap kelangsungan hidup benih ikan tengadak. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Basah (Wet lab) Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak yang terletak di Kecamatan Sungai Ambawang Kabupaten Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan suatu rancangan percobaan berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan yaitu perlakuan A (Transportasi 10 jam), B (Transportasi 12 jam), C (Transportasi 14 jam), dan D (Transportasi 16 jam). Hasil dari pengamatan menunjukan Pesentase Kelangsungan Hidup terendah terdapat pada perlakuan transportasi 16 Jam (D) dengan nilai 94,67% sedangkan persentase Kelangsungan Hidup yang tertinggi terdapat pada perlakuan transportasi 10 Jam (A) dengan nilai 99,33%. Penggunaan lama waktu transportasi benih ikan tengadak (Barbonymus Schwanenfeldii) masih dimungkinkan untuk digunakan transportasi selama 14 jam dengan tingkat kelangsungan hidup sebesar 96 % selama transportasi serta 97,19 % pasca transportasi. Kematian ikan terjadi karena adanya faktor ruang gerak ikan yang sempit sehingga dapat memberikan pengaruh tekanan pada ikan yang dapat mengakibatkan daya tahan tubuh menjadi menurun sehingga menimbulkan stres dan bahkan dapat menimbulkan kematian.
EFEKTIVITAS SERBUK LIDAH BUAYA (Aloe vera) TERHADAP PATOGENITAS DAN HISTOLOGI IKAN BIAWAN (Helostoma teminchii) YANG DIUJI TANTANG BAKTERI Aeromonas hydrophila eko prasetio; rachimi .; yuda suhardi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (380.692 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i1.1308

Abstract

Motile Aeromonad Septicemia (MAS) dilaporkan sebagai salah satu penyakit oportunis pada ikan air tawar yang disebabkan oleh bakteri Aeromonas hydrophilla. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas serbuk lidah buaya sebagai immonostimulan pada pada ikan biawanyang diinfeksi penyakit MAS. Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu perlakuan kontrol positif dengan dosis 0 g/kg pakan, Kontrol negatif dengan 0 g/kg pakan, 20 g/kg pakan, 30 g/kg pakan dan 40 g/kg pakan.Ikan uji diberikan pakan perlakuan selama 7 hari sebelum uji tantang dan 14 hari setelah uji tantang. Uji tantang dilakukan dengan menyuntikan suspensi bakteri dengan dosis 108 sel/cfu sebanyak 0,1 ml secara intramuscular.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa lidah buaya memberikan patogenitas bakteri Aeromonas hydrophilla yang berbeda pada ikan biawan. Gejala klinis ikan pasca infeksi diantaranya radang, radang dan hemoragi, tukak, dan sembuh. Uji histologi hati juga menggambarkan tingkat kerusakan hati yang berfariasi berupa degenerasi sel, nekrosis, melanomakroflag, hipatopangkreas dan kongesti.Dengan  pakan yang mengandung serbuk lidah buaya memberikan tingkat kesembuhan yang signifikan serta mengurangi tingkat mortalitas. Dosis serbuk lidah buaya 40 g/kg menunjukkan hasil terbaik dibandingkan dengan dosis yang lain. Kata kunci:Lidah buaya, Ikan Biawan , Aeromonas hydrophila,Patogenitas, Histologi
PENGARUH PADAT TEBAR TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoeveni) Eko Prasetio; Eka Indah Raharjo; Ispandi .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (102.028 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.722

Abstract

Ikan jelawat adalah ikan asli indonesia yang terdapat di Kalimantan dan Sumatra. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui jumlah padat tebar yang tepat yang menghasilkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup terbaik. Penelitian ini dilaksanakaan di laboratorium basah Universitas Muhammadiyah Pontianak pada bulan Maret sampai April 2016. Penelitian ini menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap dengan tiga perlakuan dan empat ulangan. Variabel pengamatan selama penelitian meliputi Laju pertumbuhan panjang dan berat harian, rasio kenversi pakan, kelangsungan hidup dan kualitas air. Rata-rata laju pertumbuhan panjang harian yang terbaik pada perlakuan A (1.28% ± 0.10), B (0.85% ± 0.06) and C (0.72 % ± 0.06). Rata-rata laju pertumbuhan berat harian yang terbaik (3.35% ± 0.16), B (2.29% ± 0.08) and C  (1.79% ± 0,09). Rasio konversi pakan yang terbaik adalah pada perlakuan A (1.43 ± 0.10), B (1.99 ± 0.15) and C (2.63 ± 0.20). Kelangsungan hidup yang terbaik yaitu perlakuan A (82.50% ± 2.89), B (70.00% ± 2.04) and C (58.33% ± 3.04). Kata kunci: padat tebar,jelawat, panjang harian, berat harian, rasio konversi pakan kelangsungan hidup
SUBSTITUSI FERMENTASI BUNGKIL KELAPA SAWIT DALAM PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN GURAMI (OSPHRONEMUS GOURAMY) Farida .; Eka Indah Raharjo; Arnis Maylinda Sari
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (97.19 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.686

Abstract

ABSTRAKPenelitian bertujuan untuk mengetahui penggunaan fermentasi bungkil kelapa sawit dalam pakan buatan.Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 3 ulangan.Susunan perlakuan adalah Perlakuan A : bungkil kelapa sawit 12%, Perlakuan B : fermentasi bungkil kelapa sawit 15%, Perlakuan C : fermentasi bungkil kelapa sawit 18%, Perlakuan D : fermentasi bungkil kelapa sawit 21%. Penelitian ini dilakukan selama 60 hari untuk mengetahui laju pertumbuhan spesifikberat, laju pertumbuhan harianpanjang, konversi pakan, kelangsungan hidup dan kualitas air sebagai penunjang.Hasil penelitian menunjukkan pemberian pakan buatan dengan fermentasi bungkil kelapa sawit menghasilkan respon yang baik terhadap pertumbuhan ikan gurami. Pemberian pakan buatan dengan fermentasi bungkil kelapa sawit 18% (perlakuan C), memberikan hasil terbaik dengan laju pertumbuhan dengan rata – rata laju pertumbuhan spesifik berat 1.502%, laju pertumbuhan harian panjang 4.06%, nilai konversi pakan rata – rata 3.48 dan kelangsungan hidup rata – rata 90%.Kata Kunci : Fermentasi Bungkil Kelapa Sawit, Ikan Gurami, Laju PertumbuhanThe study aims to determine the use of fermentation residue oil palm in artificial feed .Research using a completely randomized design ( CRD ), which consists of 4 treatment three replications.The composition of the treatment is the treatment  A : 12 % of palm oil cake , Treatment B : fermented palm oil cake 15 % , Treatment C : fermented palm oil cake 18 % , Treatment D : fermentation residue palm oil 21 %.This research was conducted for 60 days to determine the specific growth rate of heavy , long daily growth rate , feed conversion , survival and quality of water as a supporter.The results showed the artificial feeding with fermented palm cake to produce a good response to the growth of carp.Feeding artificially by fermentation cake palm oil 18 % ( treatment C ) , gives the best results with a growth rate with the average - average growth rate of the specific weight of 1.502 % daily growth rate long- 4:06 % , the value of feed conversion average - average 3:48 and median survival - average of 90 % .Keywords : Fermentation Palm Kernel Oil, Fish carp, Growth Rate

Page 9 of 28 | Total Record : 274


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue