cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
PENGGUNAAN SERBUK LIDAH BUAYA (Aloe vera) DALAM PAKAN SEBAGAI IMMUNOSTIMULAN TERHADAP HEMATOLOGI IKAN BIAWAN (Helostoma teminckii)YANG DI UJI TANTANG DENGAN BAKTERI Aeromonas hydrophila eko prasetio; . Rachimi; Muhammad Hermawansyah
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (596.683 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i1.934

Abstract

Aeromonas hydrophila merupakan penyebab Motile Aeromonad Sepricemia (MAS). Pada penelitian ini, pakan mengandung serbuk lidah buaya diaplikasikan sebagai imunostimulan untuk mengobati penyakit MAS pada ikan biawan (Helostoma teminchii). Metode penelitian ini adalah eksperimen dengan 5 perlakuan 3 ulangan yaitu perlakuan A (KN 0 g/kg pakan serbuk), B (KP 0 g/kg pakan serbuk), C (20 g/kg pakan serbuk), D (30 g/kg pakan serbuk) dan E (40 g/kg pakan serbuk). Pakan uji diberikan selama 7 hari sebelum uji tantang dan 14 hari setelah uji tantang. Uji tantang dilakukan dengan menyuntikan suspensi bakteri Aeromonas hydrophila dengan dosis 108 sel/cfu sebanyak 0,1 ml secara intramuscular. Variabel pengamatan meliputi respon makan, pertambahan bobot, eritrosit, leukosit, hematocrit, heamoglobin dan kelangsungan hidup. Hasil yang diperoleh menunjukkan perlakuan KP jumlah eritrosit, leukosit, hematocrit dan heamoglobin memiliki jumlah yang paling rendah dan perlakuan dosis serbuk lidah buaya 40 g hampir mendekati jumlah pada perlakuan KN yang merupakan sebagai pembanding  pada perlakuan lainya. Pemberian pakan yang mengandung serbuk lidah buaya sebanyak 20, 30, dan 40 g/kg dapat mengurangi tingkat mortalitas dibandingkan dengan kontrol negatif dan kontrol positif. Serbuk lidah buaya melalui pakan memeberikan pengaruh nyata terhadap kelangsungan hidup ikan biawan pasca infeksi. Dosis serbuk lidah buaya 40 g/kg menunjukkan hasil terbaik dibandingkan dengan dosis yang lain.Kata kunci:Lidah buaya, Ikan Biawan , Aeromonas hydrophila,Hematologi
PENGARUH SUHU YANG BERBEDA TERHADAP PERKEMBANGAN EMBRIO DAN DAYA TETAS TELUR IKAN KELABAU (Osteochilus melanopleura) Akhmad Rasyid Redha; Eka Indah Raharjo; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.872 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.481

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengetahui bagaimana perkembangan embrio dan daya tetas telur ikan kelabau ditetaskan dalam suhu air yang berbeda. Rancangan percobaan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan terdiri dari empat perlakuan suhu inkubasi telur yaitu A (Suhu inkubasi 26°C), B (Suhu inkubasi 28°C), C (Suhu inkubasi 30°C) dan D (Suhu inkubasi 32°C) dengan sebanyak tiga kali. Analisis statistik menggunakan ANAVA (Analysis of Varians) dan untuk mengetahui perbedaan antara perlakuan satu dengan perlakuan yang lainnya dilakukan Uji Lanjutan yaitu Uji Beda Nyata Terkecil (BNT) dan Uji Beda Nyata Jujur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan suhu inkubasi berbeda memberikan pengaruh terhadap kecepatan perkembangan embrio ikan kelabau dan juga memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap daya tetas telur ikan nila. Rata-rata daya tetas telur ikan nila tertinggi terdapat pada perlakuan C (88,33%). Kata Kunci : Suhu, Perkembangan Embrio, Daya Tetas Telur,Ikan Kelabau
PENGARUH PEMBERIAN KALSIUM HIDROKSIDA (CA(OH)2) DAN FOSFOR (P) TERHADAP PERTUMBUHAN UDANG VANAME (LITOPENAEUS VANNAMEI) PADA MEDIA AIR TAWAR Scabra, Andre Rachmat; Marzuki, Muhammad; Yarni, Baiq Maoni
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.425 KB) | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4855

Abstract

Udang merupakan salah satu komoditas unggulan di dalam bidang budidaya perikanan Indoneia.Salah satu jenis udang yang memiliki nilai ekonomis tinggi dibandingkan dengan jenis udang lainnya adalah Udang Vaname (Litopenaeus vannamei), jenis udang ini sangat banyak diminati untuk dibudidayakan oleh pembudidaya.Hal ini dikarenakan keunggulan yang dimiliki oleh udang vaname membuat para pembudidaya memproduksinya, salah satu keunggulan yang dimiliki adalah memiliki sifat euryhaline yaitu mampu toleransi dan bertahan hidup pada salinitas yang luas.Berdasarkan sifat euryhaline yang dimiliki, udang vaname berpotensi untuk dibudidayakan di media salinitas rendah atau air tawar. Namun jika dibudidayakan di media air tawar maka akan banyak sekali masalah yang akan dihadapi salah satunya adalah tidak terpenuhinya mineral yang dibutuhkan oleh udang tersebut, untuk itu harus menambahkan beberapa jenis mineral yang dibutuhkan seperti kalsium dan fosfor. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apa pengaruh pemberian kalsium hidroksida (Ca(OH)2) dan fosfor (P) terhadap pertumbuhan udang vaname yang dipelihara pada media air tawar, dengan dosis yang sesuai kebutuhan dapat memaksimalkan petumbuhan ada udang vaname yang dipelihara. Metode penelitian yang digunakan adalah metode Eksperimental dengan Racangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dati 5 perlakuan dan 3 kali ulangan, yaitu 80 ppm (Ca(OH)2), 80 ppm (Ca(OH)2) + 40 ppm P, 80 ppm (Ca(OH)2) + 80 ppm P, 80 ppm (Ca(OH)2) + 120 ppm P. penambahan mineral 80 ppm (Ca(OH)2) dan P memberikan pengaruh nyata pada pertumbuhan udang vaname, dengan nilai laju pertumbuhan bobot spesifik 2,70 %/hari, laju pertumbuhan panjang spesifik 6,62 %/hari, tingkat kelangsungan hidup 68,3 %, dan nilai rasio konversi pakan 1,06 terdapat pada P4 (Perlakuan 4).
Pemanfaatan Ekstrak Daun Kersen (Muntingia calabura L) untuk Menghambat Pertumbuhan Bakteri Edwardsiella tarda Ratna Dewi Zebua; Henni Syawal; Iesje Lukistyowati
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (374.671 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i2.1469

Abstract

Penelitian telah dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan Oktober 2018. Penelitian ini bertujuan mengetahui bahan bioaktif yang terkandung di dalam ekstrak daun kersen (Muntingia calabura L), sensitivitas ekstrak daun kersen menghambat pertumbuhan bakteri Edwardsiella tarda, dosis Minimum Inhibitory Concentration (MIC) ekstrak daun kersen yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri E. tarda dan  Lethal dosis50ekstrak daun kersen terhadap ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) berukuran 7-9 cm.Daun kersen diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut metanol.Dosis ekstrak daun kersen yang digunakan adalah 10000 ppm, 9000 ppm, 8000 ppm, 7000 ppm, 6000 ppm, 5000 ppm, 4000 ppm, 3000 ppm, 2000 ppm, 1000 ppm dan Novobiocin sebagai kontrol. Hasil uji fitokimia ekstrak daun kersen adalah terpenoid/steroid,flavonoid, fenolik, dan saponin. Hasil uji kromatografi lapis tipis dengan nilai Rf terpenoid/steroid 0,88 cm, flavonoid 0,6 cm, dan fenolik 0,6 cm. Ekstrak daun kersen mampu menghambat pertumbuhan E. tarda hingga dosis 700 ppm dengan rata-rata zona hambat 6,14 mm, Minimum Inhibitory Concentration (MIC) ekstrak daun kersen adalah 700 ppm dengan rerata jumlah koloni 261,66 CFU/mL. Hasil uji toksisitas LD50 ekstrak daun kersen terhadap ikan lele dumbo (Clarias gariepinus) dengan metode perendaman adalah pada dosis 720,06 ppm.Kata kunci : Ekstrak Daun Kersen, Edwardsiella tarda, antibakteri, LD50
PENGARUH KOMPOSISI FILTER TERHADAP KUALITAS AIR DAN PERTUMBUHAN IKAN BAWAL AIR TAWAR (Colossoma macropomum) DENGAN SISTEM RESIRKULASI ., Nurhariati; Junaidi, Muhammad; Diniarti, Nanda
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (387.706 KB) | DOI: 10.29406/jr.v9i2.2969

Abstract

Ikan bawal air tawar (Collosoma macropomum) merupakan salah satu komoditas perikanan yang bernilai ekonomis cukup tinggi. sistem resirkulasi merupakan sistem budidaya yang dapat menghemat air karena dapat memanfaatkan ulang air yang sudah digunakan melewati sebuah filter. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisa penggunaan komposisi filter terhadap kualitas air dan pertumbuhan benih ikan bawal air tawar (Colossoma macropomum) dengan sistem resirkulasi. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan rancangan Acak Lengkap (RAL). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengaruh komposisi filter memberikan hasil yang signifikan taraf 5% terhadap pertumbuhan benih ikan bawal air tawar (colossoma macropomum). Komposisi bahan filter pada sistem resirkulasi untuk budidaya ikan bawal air tawar memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan berat mutlak, panjang mutlak, berat spesifik, panjang spesifik, tingkat kelangsungan hidup dan kualitas air dan penggunaan bahan filter dari silika, arang aktif, dan zeolit memberikan pengaruh signifikan dibandingkan dengan perlakuan control (tanpa penambahan bahan filter). Kata Kunci: Ikan bawal air tawar, sistem resirkulasi, dan filter.
PENGARUH KOMBINASI MEDIA AMPAS KELAPA SAWIT DAN DEDAK PADI TERHADAP PRODUKSI MAGGOT (Hermetia illucens) Eka Indah Raharjo; Rachimi .; Abah Muhamad
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.679 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.702

Abstract

ABSTRAK Maggot  merupakan  larva  dari  serangga  Black  soldier  fly  (Hermetia  illucens),  memiliki kandungan protein kasar cukup tinggi berkisar antara 30-45%, mengandung asam lemak esensial (linoleat dan linolenat) dan 10 macam asam amino esensial, Kelebihan lain maggot black soldier fly  ini dibandingkan dengan serangga yang umumnya adalah dari segi kebersihan  lalat  ini  tidak seperti  lalat rumah dan pakan utama black soldier fly adalah sari bunga. Kelebihan dari maggot black  soldier  fly  adalah  memiliki  kandungan  anti  mikroba  dan  anti  jamur,  sehingga  tidak membawa  agen  penyakit. Maggot  dapat  digunakan  sebagai  bahan  substitusi  tepung  ikan  dan dapat  diberikan  dalam  bentuk  segar  pada  ikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kombinasi media ampas kelapa sawit dan dedak padi yang tepat terhadap produksi maggot. Sedangkan untuk manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase ampas kelapa sawit dan dedak padi terbaik terhadap jumlah produksi maggot. Serta sebagai sumber informasi untuk para petani ikan dalam melakukan usaha budidaya maggot.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang diterapkan adalah sebagai berikut : Perlakuan A : ampas sawit 50% dedak padi 50%, Perlakuan B: ampas kelapa sawit 25% dedak padi 75%, Perlakuan C : ampas kelapa sawit 75% dedak padi 25%, Perlakuan D : ampas kelapa sawit 85% dedak padi 15%. Hasil penelitian kombinasi media ampas kelapa sawit dan dedak padi berdasarakan hasil Analisis Varian (ANAVA) menunjukan bahwa kombinasi media pada perlakuan A 50 % amapas kelapa sawit dan 50 % dedak padi menghasilkan rata-rata produksi maggot terbaik yaitu 262,67 gram, sedangkan hasil uji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan multipel range test menunjukan adanya perbedaan yang nyata terhadap berat produksi maggot antar kombinasi yang digunakan dalam penelitian. Kandungan nutrisi maggot tebaik terdapat pada perlakuan B dengan protein kasar 50,03%, air 76,44%, abu 8,61 %, lemak kasar 20,57 % dan serat kasar 8,45 %. Kata Kunci : maggot, ampas kelapa sawit, dedak padi, produksi
HEMATOLOGI IKAN PATIN SIAM (Pangasius hypophthalmus) YANG DIBERI PAKAN DENGAN PENAMBAHAN LARUTAN BIJI MANGGA HARUMANIS (Mangifera indica L) Muhammad Ridwan; Iesje Lukistyowati; Henny Syawal
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (914.413 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i2.2120

Abstract

ABSTRAKDarah merah memiliki peran mengangkut oksigen, hormon, nutrien, dan hasil metabolisme tubuh, biji mangga harumanis merupakan limbah yang dapat dimanfaatkan sebagai antimikroba/antibakteri, antivirus, antijamur serta immune modulator karena mengandung senyawa sekunder seperti tannin, flavonoid, saponin serta asam ascorbat. Penelitian ini bertujuan untuk mencari dosis terbaik penambahan larutan biji mangga harumanis (Mangifera indica L) pada pakan dan pengaruhnya terhadap profil darah merah dan pertumbuhan ikan patin siam (Pangasius hypopthalmus). Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) terdiri dari Satu faktor dengan empat taraf perlakuan, P0 tanpa penambahan larutan biji mangga harumanis, P1 penambahan larutan biji mangga harumanis dengan dosis 1,6 mL/kg pakan, P2 penambahan larutan biji mangga harumanis dengan dosis 1,8 mL/kg pakan dan P3 penambahan larutan biji mangga harumanis dengan dosis 2 mL/kg pakan. Ikan dipelihara di kolam percobaan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, dengan padat tebar 50 ekor/m3 dan ukuran 8-12 cm. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan mengandung larutan biji mangga harumanis yang diberikan selama 60 hari pada ikan memberikan pengaruh terhadap profil darah merah. Dosis terbaik terdapat  pada perlakuan P3 (2 mL/kg pakan) dengan rata-rata total eritrosit 300,33 x 104 sel/mm3, kadar hemoglobin 11,13 g %, nilai hematokrit 29,33 %, pertumbuhan bobot mutlak sebesar 37.70 g, kelulusanhidup 95%.Kata kunci : Biji mangga harumanis, Hematologi, Pangasius hypopthalmus
PENGGUNAAN AMPAS TAHU dan KOTORAN AYAM UNTUK MENINGKATKAN PRODUKSI MAGGOT (Hermetia illucens) Eka Indah Raharjo; Rachimi .; Muhammad Arief
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.651 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.692

Abstract

ABSTRAKMaggot merupakan organisme yang berasal dari telur black soldier yang mengalami metamorfosis pada fase kedua setelah fase telur dan sebelum fase pupa yang kemudian berubah menjadi lalat dewasa. sebagai pakan ikan maggot memiliki dua fungsi yaitu sebagai salah satu sumber protein yang dapat mensubtitusi tepung ikan dan sebagai pellet altematif yaitu maggot dapat langsung diubah menjadi pellet. Istilah "maggot" mulai dikenal pada pertengahan tahun 2005. Maggot dapat tumbuh pada bahan organik yang membusuk di wilayah temperate dan tropis. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menentukan kombinasi media ampas tahu  dan kotoran ayam  yang  baik  terhadap produksi maggot. Sedangkan untuk manfaat dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentase ampas tahu dan  kotoran ayam  terbaik terhadap jumlah produksi maggot. Serta sebagai sumber informasi untuk para petani ikan dalam melakukan budidaya maggot sebagai pakan alternatif. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 ulangan. Adapun perlakuan yang diterapkan adalah sebagai berikut: Perlakuan A. ampas tahu 100%; B. ampas tahu 50% kotoran ayam 50%; Perlakuan C. ampas tahu 75% kotoran ayam 25%; Perlakuan D. ampas tahu 25% kotoran ayam 75%. Hasil penelitian kombinasi media ampas tahu dan kotoran ayam berdasarakan hasil Analisis Varian (ANAVA) menunjukan bahwa kombinasi media pada perlakuan B ampas tahu 50% kotoran ayam 50%,  menghasilkan rata-rata produksi maggot terbaik yaitu 76,60 gram, sedangkan hasil uji lanjut dengan uji jarak berganda Duncan multipel range test menunjukan adanya perbedaan yang sangat nyata terhadap berat produksi maggot antar kombinasi yang digunakan dalam penelitian. Kandungan nutrisi maggot tebaik terdapat pada perlakuan B dengan protein kasar 34,34%, air 4,51%, abu 25,65 %, dan lemak kasar 3,54 %. Kata Kunci : maggot, ampas tahu, kotoran ayam, produksi ABSTRACT Maggot is an organism derived from eggs black soldier who experienced a metamorphosis in the second phase after phase before the egg and pupa which then turns into adult flies. as fish feed maggot has two functions: as a source of protein that can be substituted for fish meal and as an alternative pellets that maggot can be directly converted into pellets. The term "maggot" became known in mid-2005 Maggot can grow on decaying organic matter in temperate and tropical regions. The purpose of this study was to determine the combination of media tofu and feses chicken was good against maggot production. As for the benefits of this research was to determine the percentage of tofu and feses chicken is the best of the amount of production maggot. As well as resources for fish farmers in doing maggot farming as an alternative feed.  This study uses a completely randomized design (RAL) with 4 treatments three replications. The treatment used is as follows: Treatment A: tofu 100%, B: tofu 50% feses chicken 50%, Treatment C: tofu 75% feses chicken 25%, Treatment D: tofu 25% feses chicken 75% ,. The results of the study media combinations tofu and feses chicken on the terms of the results of variant analysis (ANOVA) showed that the combination of media in treatment B tofu and feses chicken 50% to 50%, resulting in an average production of maggot best is 76.60 grams, while the results of a further test with Duncan's multiple range test multiple range test showed that there was a very real difference to the weight of maggot production between the combination used in the study. The content of nutrients contained in the best maggot treatment B with 34.34% crude protein, water 4.51%, ash 25.65% and 3.54% crude lipid. Keywords: maggot, tofu, feses chicken, production
ANALISIS KESESUAIAN KUALITAS AIRSUNGAI KECAMATAN SAMBAS KABUPATEN SAMBAS UNTUK BUDIDAYA KARAMBA JARING APUNG (KJA) hastiadi hasan; . Farida; Ardi Iman Siswadi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.303 KB) | DOI: 10.29406/jr.v6i2.2236

Abstract

Sungai sambas sangat berpotensi untuk dijadikan lahan budidaya KJA. Dalam usaha budidaya keramba jaring apung dibutuhkan pengamatan kualitas perairan sebagai media hidup ikan. Kualitas air mempunyai peran yang sangat penting pada keberhasilan budidaya karena berpengaruh langsung terhadap kesehatan dan pertumbuhan ikan.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kesesuaian parameter kualitas air sungai sambas untuk budidaya ikan dengan sistem keramba. Parameter yang diamati suhu, pH, Do, alkalinitas, BOD, COD, TSS, kecerahan, salinitas, kedalaman, ammonia dan plankton. hasil penelitian dengan metode scoring dan pengukuran baik secara langsung di lapangan dan di laboratorium, terdapat beberapa parameter yang tidak sesuai dengan literatur dan tidak cocok untuk dilakukan kegiatan usaha budidaya Karamba Jaring Apung.
PENGARUH VITAMIN C PADA PAKAN BUATAN TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN TENGADAK (Barbonymus Schwanenfeldii) Rachimi .; Hambali .; Sunarto .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (150.791 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.281

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengatahui persentase penambahan vitamin C yang optimal dalam formulasipakan buatan untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan tenga dak (Barbonymus schwanenfeldii). Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak serta Balai Riset Standarisasi Industri Kota Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan dengan persentase penambahan vitamin C antaralain adalah perlakuan A (kontrol), B (Penambahan vitamin C 50%), C (penambahan vitamin C 100%), D (penambahan vitamin C 150%), E (penambahan vitamin C 200%). Parameter yang diamati meliputi Laju pertumbuhan spesifik (SGR), laju konumsi pakan harian (LKPH), jumah konsumsi pakan harian (JKPH), Retensi protein (RP), efesiensi Pakan (EP) Kelangsungan Hidup (SR) dan Pengukuran parameter kualitas air sebagai data penunjang. Hasil penelitian menunjukkan penambahan vitamin C sebanyak 50% menghasilkan nilai tertinggi untuk laju pertumbuhan spesifik sebesar 1,95%, laju konsumsi pakan harian 79,58%, jumlah konsumsi pakan harian 2,35%, retensi protein sebesar 6,78%, efesiensi pakan 2,02%, dan kelangsungan hidup 100% yang tidak berpengaruh  nyata (P<0,05) dengan penambahan vitamin C 50%, 100%, 150%, 200%dan tanpa penambahan tepug maggot (kontrol). Kata kunci : Vitamin C, Pakan, Pertumbuhan, Kelangsungan, Tengadak.

Page 11 of 28 | Total Record : 274


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue