cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
EFEKTIVITAS PERENDAMAN MADU DENGAN SUHU BERBEDA TERHADAP MASKULINISASI LARVA IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Tomasoa, Aprelia Martina; Azhari, Deidy; Manangsang, Christian Andelsen; Dansole, Ferly Feybe; Firmansyah, Rodhi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (361.811 KB) | DOI: 10.29406/jr.v9i2.2725

Abstract

Ikan nila merupakan salah satu komoditi perikanan air tawar yang dapat ditingkatkan kualitas produksinya melalui teknik budidaya monoseks jantan. Teknik monosex jantan dapat dilakukan dengan menggunakan hormon sintetik seperti 17α-metiltestosteron yang tidak disarankan dalam upaya peningkatan kualitas produksi pangan karena meninggalkan residu karsinogenik. Berdasarkan hal ini maka penggunaan bahan alami dalam meningkatkan kualitas hasil produksi sangatlah direkomendasikan. Madu merupakan bahan alami yang menggandung chrysin yang dapat digunakan untuk teknik maskulinisasi pada ikan nila. Keefektifan senyawa bahan alam dalam teknik maskulinisasi juga dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti suhu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh suhu terhadap jumlah kelamin jantan yang dihasilkan dan mengetahui suhu terbaik dalam teknik maskulinisasi menggunakan larutan madu. Penelitian ini dilakukan menggunakan 4 perlakuan suhu dengan menggunakan konsentrasi madu (15 mL/L). Larva yang digunakan adalah larva umur 7 hari setelah menetas yang diperoleh melalui pemijahan semi buatan dengan induksi hormon. Untuk mengetahui jumlah kelamin jantan, analisa histologis dengan pewarnaan asetokarin dilakukan untuk mengamati gonad benih yang dihasilkan. Hasil yang diperoleh menyatakan bahwa perendaman larva ikan nila dalam larutan madu pada suhu 32°C menghasilkan jumlah kelamin jantan sebesar 86,7%. Berdasarkan hasil ini dapat ditarik kesimpulan bahwa perlakuan suhu yang digunakan dalam teknik maskulinisasi dengan menggunakan madu berpengaruh terhadap rasio kelamin jantan yang dihasilkan dan kombinasi suhu 32°C pada teknik maskulinisasi dengan menggunakan madu memberikan nilai tertinggi terhadap kelamin jantan yang dihasilkan.
ANALISIS KUALITAS PERAIRAN SUNGAI AMBAWANG DI KECAMATAN SUNGAI AMBAWANG, KABUPATEN KUBU RAYA UNTUK BUDIDAYA PERIKANAN Hastiadi Hasan; eko prasetio; Siti Muthia
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (93.405 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.698

Abstract

ABSTRAK Air merupakan salah satu senyawa kimia yang terdapat di alam dengan jumlah besar akan tetapi ketersediaan air yang memenuhi syarat bagi kehidupan ikan relatif sedikit karena dibatasi oleh berbagai faktor.Usaha budidaya perikanan saat ini semakin berkembang, mulai dari keragaman jenis komoditas hingga teknologi budidayanya serta pemanfaatan tempat atau lahan budidaya. Salah satu wilayah perairan Kalimantan Barat yang belum termanfaatkan secara optimal dari segi perikanan yaitu sungai Ambawang yang merupakan anak dari sungai Landak yang bermuara di sungai Kapuas.Penelitian ini dilaksanakan di perairan Sungai Ambawang  Kecamatan Sungai Ambawang Kabupatan Kubu Raya Provinsi Kalimantan Barat, yang dilakukan dalam 4 titik lokasi pengambilan sampel. Sedangkan analisis sedimen dan plankton dilakukan dilingkungan Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura Pontianak. Berdasarkan hasil pengukuran secara langsung maupun hasil uji laboratorium didapat nilai suhu rata-rata berkisar antara 26-280 C, kecerahan 11-15, kecepatan arus 0,30-0,61 m/det, nilai TSS 60 – 70 mg/ L, nilai TDS 60-70 mg/L, DO 3 – 4,5 mg/L, nilai pH 3,3 – 4,6. Hasil analisis skoring masing-masing stasiun saat pasang yaitu di stasiun 1senilai 65 masih tergolong sesuai untuk dilakukan kegiatan budidaya sedangkan pada stasiun 2, stasiun 3 danstasiun 4 senilai 63 digolongkan tidak sesuai untuk dilakukan kegiatan budidaya. Skor saat surut yaitu padastasiun 1dan stasiun 2 senilai 59, pada stasiun 3 dan stasiun 4 senilai 54. Dan semua stasiun tersebut tidak sesuai digunakan untuk kegiatan budidaya perikanan. Rata-rata hasil analisis kesesuaian kualitas air di sungai Ambawang menunjukan bahwa perairan tersebut tidak sesuai atau tidak dapat digunakan sebagai media budidaya perikanan secara langsung di lapangan. Kata Kunci: Analisis, parameter air, kelayakan perairan
Pengaruh Manipulasi Fotoperiod dan Pakan yang diperkaya Kunyit terhadap Pertumbuhan Ikan Patin (Pangasius hypophthalmus) Rizky Janatul Magwa; Windarti .; Morina Riauwaty Siregar
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (725.825 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i2.1630

Abstract

Ikan patin (Pangasius hypophthalmus) yang dipelihara ditempat gelap dapat ditingkat efektifitasnya, salah satunya adalah dengan manipulasi fotoperiod dan pakan yang diperkaya dengan kunyit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh manipulasi fotoperiod dan pakan yang diperkaya kunyit terhadap aspek biologi ikan patin. Penelitian ini dilakukan pada bulan juli – september 2019 di Laboratorium Biologi Perairan Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok yaitu 3 kelompok fotoperiod (12 jam gelap dan 12 jam  terang (G12T12), 18 jam gelap dan  6 jam terang (G18T6), 24 Jam Gelap (G240T) dan 4 perlakuan kunyit (0g, 0,5g, 0,7g, 0,9 g/ kg pakan) dengan ulangan sebanyak 3 kali. Ikan patin berukuran 6-8 cm dan berat 4-5 g. Ikan patin dipelihara di kolam  terpal (75x50x60cm) sebanyak 36 kolam dengan masing masing kolam berisi 25 ekor ikan.  Penyamplingan dilakukan setiap 14 hari sekali dengan 3 ekor ikan/perlakuan. Parameter yang diamati adalah pertumbuhan bobot mutlak, pertumbuhan panjang, laju pertumbuhan harian, kelulushidupan, faktor kondisi, Efisiensi dan konversi pakan. Hasil penelitian menunjukkan perlakuan terbaik terdapat pada G24K0,7 (24 jam gelap dan kunyit 0,7 g) dengan rata-rata bobot tubuh 55,8 g, panjang mutlak  rata-rata 189,3 mm dengan laju pertumbuhan harian sebesar 5,17% dan Efisensi pakan dengan nilai 86%, nilai FCR 1,16, serta kelulushidupan mencapai 97%. Sehingga perlakuan dengan 24 gelap dan kunyit 0,7 g dapat mempengaruhi aspek biologi ikan patin.
PENGARUH DOSIS OVAPRIM TERHADAP LAMA WAKTU PEMIJAHAN, DAYA TETAS TELUR DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN BIAWAN (HELOSTOMA TEMMINCKI) Eka Indah Raharjo; Rachimi .; Holidan .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.008 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i1.691

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini telah dilaksanakan di Balai Budidaya Ikan Sentral (BBIS) Anjongan, Kabupaten Mempawah Provinsi Kalimantan Barat. Waktu pelaksanaannya 14 Hari, meliputi 3 hari persiapan alat dan bahan dan 11 hari pengamatan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dosis hormon Ovaprim yang dapat menghasilkan lama waktu pemijahan, daya tetas telur dan sintasan hidup pada larva ikan biawan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL)  dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Variabel pengamatan meliputi waktu ovulasi, daya tetas telur (hatcing rate), kelangsungan hidup larva. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian dosis ovaprim yang berbeda berpengaruh nyata terhadap waktu ovulasi dan daya tetas telur ikan dan kelangsungan hidup ikan biawan. Nilai waktu ovulasi tercepat terdapat pada perlakuan B (dosis ovaprim 0,6 ml/kg bobot tubuh) dengan waktu ovulasi (8,79) jam.  Nilai daya tetas (hatching rate) tertinggi terdapat pada perlakuan B (dosis ovaprim 0,6 ml/kg bobot tubuh) sebesar 86,53 %, Nilai kelangsungan hidup larva biawan tertinggi terdapat pada perlakuan B (dosis ovaprim 0,6 ml/kg bobot tubuh) sebesar 86.51 %. Kualitas air selama pemijahan dan penetasan telur selama penelitian diperoleh suhu 27-29°C  pH berkisar antara 6,5-7. Oksigen terlarut adalah 5-6 ppm. Kata Kunci: dosis Ovaprim, lama waktu pemijahan, hatching rate, kelangsungan hidup, Helostoma temmincki.  ABSTRACTThis study was conducted at the Fish Farming Center of Balai Budidaya Ikan Sentral Anjongan, Kabupaten Mempawah, West Kalimantan Province. It took 14 days for preparation (3 days) and observation (11 days). This study aimed at determining  the dose of Ovaprime hormones that produced spawning period, and egg hatchability and survival rate of Biawan larvae The method used is an experimental method. Using exprimental methodand completely randomized design (CRD), this study used  4 treatments and 3 repetitions. The variabels employed in observation phase were ovulation time, egg hatchability rate, and larval survival. The study revealed that different ovaprim  dosing significantly affectedthe ovulation time and the egg hatchability and  survival of Biawan. The fastest value of ovulation time was found in treatment B (ovaprim dose of 0.6 ml / kg body weight) at ovulation time (8.79) hours.  The highest hatching rate was found in treatment B (ovaprim dose of 0.6 ml / kg body weight) amounted to 86.53%. Also, the highest value of Biawan larval survival was found in treatment B (ovaprim dose of 0.6 ml / kg body weight) amounted to 86.51%. In addition,  the quality of water for spawning and hatching eggs was at  a temperature of 27-29 ° C pH range between 6.5-7, and  the dissolved oxygen was 5-6 ppm. Keywords: Ovaprim dose,  spawning period, hatching rate, survival rate, Helostoma temmincki.
PENGARUH KONSENTRASI MINYAK SEREH (Cymbopogon citratus) TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP IKAN SEMAH (Tor tambroides) DENGAN METODE TRANSPORTASI TERTUTUP Eka Indah Raharjo; T.M Tri Juniansyah; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (195.464 KB) | DOI: 10.29406/jr.v6i2.2235

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecenderungan dosis terbaik pada minyak sereh (Cymbopogon citratus) terhadap kelangsungan hidup ikan semah (Tor tambroides) dengan metode transportasi tertutup. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan metode 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan perlakuan A (kontrol), B (1m/L), C (2 ml/L), dan D (3ml/L). Hasil dari pengamatan menunjukan bahwa masa induksi yang tercepat adalah perlakuan D dengan dosis 3 ml/L sedangkan masa sedatif yang tercepat adalah perlakuan B(1m/L), serta untuk kelangsungan hidup ikan semah yang tertinggi didapat kecenderungan pada perlakuan C dengan dosis 2 ml/L dengan lama waktu perjalanan selama 13 jam.
DOMESTIKASI IKAN SEMAH TERHADAP PAKAN BUATAN DENGAN JENIS SUMBER PROTEIN YANG BERBEDA Hendry Yanto; Hastiadi Hasan
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (212.993 KB) | DOI: 10.29406/rya.v3i1.279

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis sumber protein pakan hewani yang dapat meningkatkan jumlah konsumsi pakan dan pertumbuhan ikan semah (Tor douronensis).  Ada 7 jenis pakan yang mengandung berbagai jenis sumber protein hewani yang berbeda yaitu: tepung ikan (A); tepung rebon (B); tepung cumi-cumi (C); tepung ikan dan tepung rebon (D); tepung ikan dan tepung cumi (E); tepung rebon dan tepung cumi (F) dan tepung ikan, tepung rebon dan tepung cumi (G). Seluruh pakan diformulasi dengan kadar potein dan energi tercerna yang sama (35% dan 3.000 kkal  kg-1 pakan) tersebut diberikan pada benih ikan semah hasil tangkapan nelayan dari alam yang berbobot awal rata-rata 0,56±0,02 g. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis sumber protein pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein dan lemak tubuh, retensi protein dan lemak tubuh, laju pertumbuhan harian, jumlah konsumsi pakan dan efisiensi pemberian pakan, tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap laju konsumsi pakan harian dan kelangsungan hidup ikan semah. Jumlah konsumsi pakan tertinggi (30,99±0,48 g) dan laju pertumbuhan harian tertinggi (2,06±0.23%) dihasilkan oleh pakan yang mengandung sumber protein yang berasal dari tepung ikan dan tepung rebon. Sumber protein hewani pakan ikan semah sebaiknya berasal dari mengandung tepung tepung ikan dan tepung rebon.Kata Kunci: domestikasi, pakan buatan, protein, dan Tor douronensis,
PENGARUH PENAMBAHAN EKSTRAK KULIT ARI KELAPA FERMENTASI DALAM PAKAN TERHADAP LAJU PERTUMBUHAN IKAN NILA (Oreochromis niloticus) Royani, Eka; Haetami, Kiki; Rizal, Achmad; Rostika, Rita
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (782.99 KB) | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4148

Abstract

Keseimbangan energy-protein memeiliki peran penting dalam memenuhi kebutuhan nutrisi ikan dan meningkatkan performa pertumbuhan ikan. Limbah kulit ari kelapa memiliki potensi sebagai sumber lemak yang dapat digunakan sebagai suplemen pakan ikan. Penelitian ini mengevaluasi pengaruh minyak kulit ari kelapa terhadap laju pertumbuhan spesifik (SGR) dan tingkat kelangsungan hidup (SR) ikan nila (Oreochromis niloticus). Empat pakan dengan tingkat sumber lemak yang berbeda yang diformulasikan dengan menambahkan minyak kulit ari kelapa pada pakan ikan komersial pada level 0%, 2%, 4%, dan 6% selama 35 hari. Laju pertumbuhan spesifik (SGR) tertinggi yang diamati pada ikan didapatkan pada ikan yang diberi minyak kelapa pada tingkat 2% dan 4% dibandingkan perlakuan yang lainnya (P 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa minyak kelapa sebanyak 2% merupakan level yang direkomendasikan sebagai suplemen pada pakan ikan nila yang ditunjukan dengan laju pertumbuhan spesifik yang baik.
PENGARUH PEMBERIAN PAKAN DENGAN KADAR DEDAK HALUS DAN JAGUNG KUNING FERMENTASI BERBEDATERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN IKAN JELAWAT (Leptobarbus hoevenii Bleeker) hendry yanto
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (321.295 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i1.1305

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  membandingkan dedak halus dan jagung kuning fermentasi sebagai bahan pakan, danmenentukan kadarnya yang optimaldalam pakan terhadap kinerja pertumbuhan ikan jelawat.Penelitan tiga ulangan ini menggunakan rancangan acak lengkap dengan 11 perlakuan yaitu: kadar dedak halus fermentasi 10 (A1), 20 (A2), 30 (A3), 40 (A4);kadar jagung kuning fermentasi 10 (A5), 20 (A6), 30 (A7), 40 (A8);kadar dedak halus tanpa fermentasi 10 (A9);kadar jagung kuning tanpa fermentasi 10 % (A10) dan pakan komersial (A11). Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas protease dan lipase tidak berbeda nyata (P>0,05), tetapi aktivitas α-amilase berbeda nyata antar perlakuan (P<0,05). Protein dan lemak tubuh, retensi protein dan lemak, laju pertumbuhan harian dan efisiensi pakan berbeda nyata antar perlakuan (P<0,05).Jagung kuning fermentasi menghasilkan kinerja pertumbuhan yang lebih tinggi dibandingkan dedak halus fermentasi pada ikan jelawat.Kadar jagung kuning fermentasi 30 % dalam pakan menghasilkan kinerja pertumbuhan paling tinggi pada ikan jelawat. Kata kunci: dedak halus, jagung kuning, fermentasi, andLeptobarbus hoeveni
PEMBERIAN PAKAN ALAMI ARTEMIA, CHLORELLA SP DAN TUBIFEX SP TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN KOMET (Carassius auratus) Hendra Septian; Hastiadi Hasan; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (111.161 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i2.717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan jenis pakan alami yang terbaik untuk mendukung pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva pada ikan komet. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan adalah Perlakuan A, pakan alami kuning telur (kontrol), Perlakuan B, pakan alami Artemia sp, Perlakuan C, pakan alami Chlorella sp, Perlakuan D, pakan alami Tubifex sp Hasil penelitian menunjukkan perlakuan. Hasil pertumbuhan berat mutlak, pertumbuhan panjang mutlak dan kelangsungan hidup terbaik terdapat pada perlakuan  (B) Pakan Alami Artemia sebesar 0,23 g   1,16 cm  dan  84,00 %. Kata Kunci : Pakan Alami, Larva Komet, Pertumbuhan, Kelangsungan Hidup.
GAMBARAN DARAH MERAH IKAN JAMBAL SIAM (Pangasianodon hypophthalmus) YANG DIBERI PAKAN MENGANDUNG JAMU FERMENTASI UNTUK MENCEGAH PENYAKIT Motile Aeromonas Septicemia Yunita Paramitha Hasibuan; Henni Syawal; Iesje Lukistyowati
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (392.127 KB) | DOI: 10.29406/jr.v9i1.2605

Abstract

Pengendalian penyakit dapat dilakukan dengan cara meningkatkan daya tahan tubuh ikan melalui penambahan jamu fermentasi (kencur, temulawak, dan kunyit) ke pakan, karena pakan dengan jamu fermentasi memiliki beberapa keunggulan, seperti dapat meningkatkan nafsu makan, daya cerna, pertumbuhan, dan tahan terhadap penyakit. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan dosis terbaik dari penambahan jamu fermentasi pada pakan guna meningkatkan status kesehatan ikan jambal siam. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor lima taraf perlakuan, dan tiga ulangan, sehingga didapatkan 15 unit percobaan. Adapun perlakuan yang digunakan adalah Kn: Kontrol negatif (pemberian pakan tanpa jamu fermentasi dan tanpa uji tantang A. hydrophila), Kp: Kontrol positif (pemberian pakan tanpa jamu fermentasi tetapi diuji tantang A. hydrophila), P1: Pemberian pakan mengandung jamu fermentasi dosis 200 ppm dan diuji tantang dengan A. hydrophila, P2: Pemberian pakan mengandung jamu fermentasi dosis 250 ppm dan diuji tantang dengan A. hydrophila. P3: Pemberian pakan mengandung jamu fermentasi dosis 300 ppm dan diuji tantang dengan A. hydrophila. Ikan dipelihara selama 46 hari dalam aquarium berukuran 40 x 30 x 30 cm dengan padat tebar 1 ekor/3 L air. Uji tantang dengan bakteri A. hydrophila kepadatan 108 CFU/mL sebanyak 0,1mL/ekor dilakukan pada hari ke-32. Setelah uji tantang ikan dipelihara kembali hingga hari ke-46. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis jamu fermentasi yang terbaik untuk ditambahkan ke pakan adalah 250 ppm, yang ditandai dengan total eritrosit 233 x 104 sel/mm3, nilai hematokrit 38,66%, kadar hemoglobin 9,73 g/dL, dan pertumbuhan bobot mutlak 20,19 g. Hasil pengukuran kualitas air selama penelitian suhu berkisar antara 27-29,2oC, pH 6-7, DO 4 - 4,34 mg/L, dan NH3 0,028-0,048 mg/L.

Page 7 of 28 | Total Record : 274


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue