cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
EFEKTIVITAS PENAMBAHAN SUPLEMEN HERBAL PADA PELLET TERHADAP PERTUMBUHAN DAN KELULUSHIDUPAN IKAN PATIN (Pangasius hypophthalmus) Ronal Kurniawan; Henni Syawal; Irwan Effendi
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.14 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1613

Abstract

Penggunaan tumbuhan sebagai alternatif suplemen pakan memiliki kelebihan, salah satunya bersifat bio-degradable dan ramah lingkungan, serta mudah ditemukan di alam, seperti kunyit, temulawak, dan kencur. Tumbuhan ini bersifat antibakteri dan antimikroba, serta meningkatkan laju pertumbuhan dan sistem imun ikan. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui efektivitas dari penambahan suplemen herbal pada pakan buatan dalam meningkatkan laju pertumbuhan dan kelulushidupan ikan patin. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni s/d Agustus 2019, di Waduk Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau, Pekanbaru. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen dengan menerapkan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan, yaitu P0 (kontrol), P1 (dosis suplemen 100 mL/kg pakan), P2 (200 mL/kg), P3 (300 mL/kg). Ikan dipelihara dengan padat tebar 75 ekor/m3, panjang 7 cm dan bobot 6 g, serta dipelihara selama 60 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan buatan dengan penambahan suplemen herbal mampu meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan ikan patin. Dosis pemberian suplemen herbal sebesar 200 mL/kg pakan menghasilkan laju pertumbuhan dan tingkat kelulushidupan ikan patin terbaik, menghasilkan pertumbuhan bobot mutlak sebesar 119,08 g, laju pertumbuhan spesifik 4,86%/hari, panjang mutlak 15,45 cm, konversi pakan 1,21, efisiensi pakan 82,93% dan tingkat kelulushidupan 100%. Kualitas air selama penelitian berada dalam kisaran yang mendukung untuk pertumbuhan ikan patin, yaitu suhu berkisar antara 26,9-30,2oC, oksigen terlarut berkisar antara 4,3-6,1 mg/L, dan pH berkisar antara 6,1-6.8.
PENGARUH CACING SUTRA (Tubifex sp) DENGAN FREKUENSI YANG BERBEDA TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN TOMAN (Channa micropltes CV.) Eva Setiawati; Eko Dewantoro; Rachimi .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (63.737 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.269

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui frekuensi dan efesiensi yang terbaik dalam pemberian pakan sehingga diketahui pertumbuhan yang optimal terhadap benih toman. Frekuensi yang berbeda dalam pemberian pakan memiliki pengaruh yang nyata terhadap pertumbuhan harian dan efisensi pakan terhadap benih toman. Frekuensi yang berbeda dalam pemberian pakan pada perlakuan D merupakan perlakuan terbaik yang menghasilkan pertumbuhan harian (2,02%) dan efesiensi pakan (11,94%) paling tinggi dari perlakuan lainnya.Kata Kunci: Toman, Pertumbuhan, Cacing Sutra
PENGARUH PREBIOTIK BERBASIS LIMBAH UDANG DALAM PAKAN BUATAN UNTUK MEMACU PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus) Permatasari, Dewi Intan; Haetami, Kiki; Maulina, Ine; Grandiosa, Roffi; Abun, Abun
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (584.96 KB) | DOI: 10.29406/jr.v10i2.4228

Abstract

Produksi budidaya benih ikan nila merah dipengaruhi ketersediaan pakan yang disesuaikan dengan kebutuhan nutrisi benih ikan nila merah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dari prebiotik berbasis limbah udang dan menentukan dosis optimum sebagai bahan tambahan dalam formulasi pakan buatan untuk meningkatkan pertumbuhan dan kelangsungan hidup benih ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan 4 ulangan. Percobaan pemberian pakan dengan penambahan prebiotik berbasis limbah udang meliputi A (0%), B (1%), C (2%), dan D (3%). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis pemberian prebiotik berbasis limbah udang pada pakan buatan berpengaruh sangat nyata terhadap laju pertumbuhan harian namun tidak berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan hidup benih ikan nila merah. Perlakuan C dengan penambahan prebiotik berbasis limbah udang dosis (2%) 2g/100 gram pakan memberikan hasil tertinggi dengan peningkatan laju pertumbuhan harian dengan sebesar 1,23% dan nilai kelangsungan hidup benih ikan nila merah menjadi 92,5%
STATUS PERAIRAN SUNGAI KAPUAS KOTA PONTIANAK UNTUK BUDIDAYA IKAN BERDASARKAN BIOINDIKATOR PERIFITON Hendri Saputra; rachimi .; eko prasetio
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (480.86 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i02.1014

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk menentukan kondisi perairan sungai kapuas tempat budidaya karamba jaring apung berdasarkan parameter kelimpahan jenis jenis perifitondi sungai kapuas kota pontianak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode survey dengan pengambilan sampel di beberapa titik di perairan sungai kapuas. Jenis–jenis perifiton yang terdapat di perairan Sungai Kapuas selama penelitian adalah terdapat 20 jenis perifiton dari 7 kelas yaitu Bacillariophyceae, Cyanophyceae, Chlorophyceae, Choraphyeeae, Protozoa, Myxophyceae dan Rotifera. Kelas Chlorophceae paling banyak jenisnya di perairan sungai kapuas. Nilai Kelimpahan perifiton selama penelitian berkisar 2800 – 12413 sel/cm2. Kelimpahan perifiton yang paling tinggi terdapatdi stasiun I dengan rerata kelimpahan 12.413 sel/ cm2. Berdasarkan pengamatan nilai rata-rata indeks keanekaragaman untuk perifiton berfluktuatif pada setiap stasiun di sungai kapuas dengan kisaran rata-rata  1,869 - 3,322, hasil perhitungan diperoleh  rata-rata indeks keanekaragaman perifiton berada pada kisaran sedang. Nilai indeks dominansi jenis (C) yang diperoleh selama penelitian di perairan sungai kapuas berkisar antara 0,006 - 0,014. Berdasarkan perhitungan kelimpahan perifiton, indeks keanekaragaman jenis (H’) dan indeks dominasi jenis (C) dapat disimpulkan bahwa kelimpahan tergolong tinggi, keanekaragaman jenis pada kisaran sedang dan tidak ada spesies yang mendominasi perairan sungai kapuas. Hasil dari pengukuran kualitas air secara umum masih mendukung kehidupan organism termasuk perifiton.
LAMA WAKTU TRANSPORTASI IKAN JELAWAT(Leptobarbus hoevenii) MENGGUNAKAN SISTEM KERING DENGAN KETEBALAN MEDIA BUSA 6 cm TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP Muhammad Nurdian; Eka Indah Raharjo; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (123.613 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.712

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu pengangkutan terhadap kelangsungan hidup ikan pasca penyadaran dengan menggunakan ketebalan media busa 6 Cm untuk mempertahankan suhu rendah.Penelitian ini menggunakanRancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012), terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan susunannya yaitu perlakuan Alama waktu 2,5 jam, perlakuan Blama waktu  3,5 jam, perlakuan Clama waktu 4,5 jam dan perlakuan Dlama waktu 5,5 jam.  Hasil penelitian menunjukkan lama waktu transportasi ikan jelawat menggunakan sistem kering dengan ketebalan media busa 6 cm berpengaruh terhadap kelangsungan hidup ikan jelawat. Selama penyadaran ikan, waktu yang terbaik yaitu 15 menit 58 detik dengan suhu wadah dalam kemasan sebesar 130C serta perubahan bobot tubuh ikan sebesar 0,10 gram dan tingkat kelangsungan hidupnya sebesar 83,33% terdapat pada perlakuan A dengan lama waktu 2,5 jam. Sebaliknya pada perlakuan D tingkat kelangsungan hidup yaitu 0,00% dengan lama waktu sadar 29 menit 83 detik. Ikan tidak menunjukkan tanda-tanda kehidupan di sebabkan oleh kenaikan suhu dalam wadah kemasan sebesar 230C maka es dalam media kemasan seluruhnyamencair sehingga tidak mampu mempertahankan suhumedia busa,akibatnyaterjadipenurunan bobot tubuh ikan sebesar 1,81 gram selama waktu 5,5 jam. Penurunan berat tersebut disebabkan oleh terjadinya stres akibat kenaikan suhu lingkungan (thermal stress) maka diduga semakin lama waktu pengangkutan menyebabkan ikan jelawat semakin stres sehingga mengakibatkan kematian selama pengangkutan. Kata Kunci :Ikan Jelawat, Waktu Pemingsanan,Waktu Penyadaran, Perubahan Bobot , Kelangsungan Hidup
SPERMATOGENESIS PADA SIDAT (Anguilla bicolor bicolor Mc Clelland, 1844) HASIL INDUKSI KOMBINASI METILTESTOSTERON DAN ANTI DOPAMIN Abdul Zahri; Moses Djoando; Farida .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1585.594 KB) | DOI: 10.29406/jr.v9i1.2467

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis fase spermatogenesis sidat hasil induksi kombinasi hormon 17α-metil testosteron (MT) dan anti dopamin (AD). Tiga perlakuan diatur sebagai berikut: AD 10 µg.kg–1 (A); AM 3 mg.L–1 (AM) dan larutan fisiologis NaCl 9 mg.L–1 sebagai kontrol (F). Sidat (200±15 g) dikelompokkan menjadi tiga unit percobaan yang dipelihara dalam bak beton berkapasitas 3.400 liter berisi air sebanyak 2000 liter dengan salinitas 35 ppt. Dosis hormon yang digunakan 1 mL.kg–1, diinjeksikan secara intramuskular pada pangkal sirip punggung. Sidat diberi pakan pellet dengan kadar protein 46% secara at satiation sekali sehari selama 10 minggu. Gambaran histoanatomi gonad sidat perlakuan AM manifestasi dari tahapan spermatogenesis, spermiogenesis dan spermiasi hingga minggu ke-10. Ditemukan gonad matang yang mengandung spermatozoa, dengan nilai IGS 1,40% setelah sepuluh minggu perlakuan. Pemanfaatan kombinasi hormon metiltestosteron dan anti dopamin efektiv merangsang proses spermatogenesis hingga fase spermiasi.
PENGARUH PEMBERIAN KALSIT DENGAN KADAR YANG BERBEDA TERHADAP PERKEMBANGAN POPULASI Daphnia sp. Rosa Samhari; Hastiadi Hasan; Eka Indah Raharjo
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.526 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.490

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui konsentrasi kapur kalsit yang optimal untuk mempertahankan kestabilan pH air pada media pemeliharaan Daphnia sp. agar dapat menghambat peningkatan kadar amonia dalam air pengkulturan, sehingga populasi kutu air dapat terus belanjut secara parthenogenosis. Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Basah Universitas Muhammadiyah Pontianak, Jl. Ahmad Yani 111 Pontianak, Kalimantan Barat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. konsentrasi kapor kalsit (CaCO3) antara lain adalah, perlakuan A (control), B (200g/L), C (250g/L), dan D (300g/L). Parameter pengamatan yang dilakukan adalah pertumbuhan Populasi Daphnia sp. secara umum, Populasi Daphnia sp. Jantan, Populasi Daphnia sp. Matting, Populasi Daphnia sp. bertelur normal (parthenogenesis),  Persentase Jumlah Ephipia Daphnia sp dan Kualitas air. Hasil dari pengamatan menunjukan penambahan kapur kalsit pada kosentrasi 200 mg/L dapat memperkecil rentang pH serta menekan peningkatan NH3, sehingga populasi Daphnia sp. dapat ditingkatkan. Hal ini dikarenakan kecilnya jumlah populasi Daphnia sp jantan dan Daphnia sp matting serta besarnya jumlah populasi Daphnia sp. yang berproduksi secara prathenogenesis. Kata kunci : kalsit (CaCO3), perkembangan populasi, Daphnia Sp.
Tingkat Kematangan Gonad, Gonadosomatik Indeks dan Hepatosomatik Indeks Ikan Sembilang (Plotosus sp.) di Teluk Pulau Bintan wiwin kusuma atmaja putra; Tri . Yulianto; Shavika . Miranti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (538.108 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1553

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui tingkat kematangan gonad, nilai gonadosomatik dan hepatosomatik indeks ikan sembilang di Perairan Teluk Pulau Bintan, Propinsi Kepulauan Riau. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juli sampai dengan bulan Agustus tahun 2018. Penelitian ini menggunakan metode survei lapang di teluk pulau Bintan dengan jumlah sampel 30 ekor setiap stasiun (total jumlah ikan sebanyak 120 ekor). Parameter penelitian adalah bobot tubuh, panjang, gonadosomatik indeks, hepatosomatik indeks dan tingkat kematangan gonad. Hasil penelitian tingkat kematangan gonad, gonadosomatik, dan hepatosomatik indeks adalah teluk kampong bugis (TKG I-III, 0.21%, 1.45%), Madong (TKG 0-III, 0,75%, 1.33%), Tembeling (TKG I-III, 0,48%, 1,42%), Dompak (TKG 0-II, 0.18%, 1.08%) dan Pengujan (TKG 0-III, V, 0.38%, 1.35%)
LAJU KONSUMSI PAKAN DAN KINERJA PERTUMBUHAN BENIH IKAN GABUS (Ophiocephalus striatus) DENGAN PEMBERIAN ATRAKTAN CACING KOOT (Pheretima sp) William Evans; Hendry Yanto; Sunarto .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (249.005 KB) | DOI: 10.29406/rya.v1i1.229

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh penambahan atraktan tepung cacing koot (Pheretima sp) pada pakan pellet buatan terhadap laju konsumsi pakan dan kinerja pertumbuhan benih ikan gabus (Ohiocephalus striatus). Rancangan yang digunakan adalah Rancangan acak Lengkap dengan lima perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan yang diberikan adalah perbedaan konsentrasi penambahan atraktan cacing koot yang terdiri dari perlakuan tanpa penambahan atraktan cacing koot (kontrol), perlakuan dengan penambahan atraktan cacing koot 2,5%/kg pakan, penambahan 5%/kg pakan, penambahan 7,5%/kg pakan dan penambahan 10%/kg pakan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pemberian pakan pellet dengan kadar atraktan cacing koot yang berbeda berpengaruh sangat nyata (p<0,01) terhadap Jumlah Konsumsi Pakan Harian dan Peningkatan Retensi Protein dalam tubuh benih ikan gabus serta berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap  Laju Pertumbuhan Bobot Harian, namun tidak berpengaruh nyata (p>0,05) terhadap Laju Konsumsi Pakan Harian, Efisiensi Pakan dan Tingkat Kelangsungan Hidup benih ikan gabus, akan tetapi sudah ada kecenderungan. sedangkan kadar atraktan  cacing koot 8 % adalah kadar atraktan yang optimum dalam pakan pellet untuk dapat meningkatkan retensi protein dan lemak dalam tubuh benih ikan gabus tersebut. Kesimpulan bahwa penggunaan kadar tepung cacing koot dalam pakan pellet benar-benar berfungsi sebagai atraktan dan layak untuk dimanfaatkan karena dapat meningkatkan laju pertumbuhan bobot harian benih ikan gabus. Kata kunci : gabus, pakan, pertumbuhan, atraktan.
EVALUASI SUBTITUSI DEDAK PADI DENGAN TESTA KELAPA TERFERMENTASI TERHADAP KUALITAS FISIK PAKAN DAN KINERJA PERTUMBUHAN IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus) Haetami, Kiki; Abun, Abun
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (626.036 KB) | DOI: 10.29406/jr.v10i1.3509

Abstract

Bahan pakan konvensional semakin bersaing ketersediaannya, termasuk bahan protein basal sebagai pengisi dalam pembuatan pelet. Penelitian ini bertujuan untuk pemanfaatan testa kelapa fermentasi sebagai pensubtitusi dedak padi dan pengaruhnya terhadap kualitas fisik dan konversi pakan pada ikan nila merah (Oreochromis niloticus). Penelitian ini dilakukan secara eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap 5x4, dengan percobaan pemberian pakan perlakuan subtitusi filler dedak padi oleh testa kelapa hasil fermentasi oleh ragi Sacharomyces sereviceae (CTF), yaitu A (0%) B (25%), C (50%), dan D (75%). Parameter yang diukur meliputi pertumbuhan absolut, konversi pakan, durabilitas, dan kecepatan tenggelam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 75% CTF memiliki kualitas fisik yang menyamai pakan kontrol dengan konversi pakan berkisar 2,46-2,60. Penggunaan limbah testa kelapa hasil fermentasi oleh S sereviceae sebagai filler dalam formulasi (17,6-52,8%) menghasilkan pelet dengan nilai durabilitas (90,2-93,6%); kecepatan tenggelam (0,003-0,017 m/detik), dengan deskripsi tingkat penerimaan dan nilai konversi pakan (2,46-2,60) yang lebih baik. Subtitusi dedak oleh testa kelapa fermentasi dapat digunakan hingga 75% sebagai alternatif sumber protein basal dalam pelet. Kata kunci: filler, kualitas fisik, konversi pakan testa kelapa fermentasi, ikan nila merah

Page 10 of 28 | Total Record : 274


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue