cover
Contact Name
Tuti Puji Lestari
Contact Email
tuti.puji.lestari@unmuhpnk.ac.id
Phone
+6282149964283
Journal Mail Official
ruaya@unmuhpnk.ac.id
Editorial Address
Jalan Ahmad Yani No.111 Pontianak 78124
Location
Kota pontianak,
Kalimantan barat
INDONESIA
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
ISSN : 23381833     EISSN : 25413155     DOI : 10.29406
Jurnal Ruaya adalah jurnal perikanan dan kelautan di Fakultas Perikanan Dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak, memuat informasi hasil penelitian dibidang perikanan dan kelautan di Indonesia. Ruaya dibentuk sebagai media informasi dan komunikasi ilmiah guna menyajikan kompilasi hasil penelitian orisinil, pemikiran dan pandangan dari peneliti, pakar dan pemerhati dalam bidang perikanan dan kelautan serta masyarakat perikanan. Jurnal ruaya diterbitkan secara berkala setiap 6 bulanan sekali pada bulan januari dan bulan juli dan dimuali sejak tahun 2013 Artikel yang kami sajikan memuat informasi tentang hasil penelitian dan kajian baik teori maupun aplikasi dibidang Perikanan dan Kelautan yang berasal dari para peneliti, akademisi, pelajar atau mahasiswa maupun masyarakat umum. Topik artikel yang ada meliputi: Akuakultur Manajemen Sumberdaya Perairan Penangkapan Ikan, Teknologi Hasil Perikanan Sosial ekonomi dan ilmu kelautan.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 274 Documents
UJI POTENSI SARI BUAH BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DALAM MENGHAMBAT PERTUMBUHAN BAKTERI Aeromonas hydrophila SECARA IN VITRO Ari Andika; Sunarto .; Rachimi .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (60.307 KB) | DOI: 10.29406/rya.v5i1.495

Abstract

Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui konsentrasi terbaik dari sari buah belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dalam menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila secara in vitro.Pelaksanaan penelitian ini dilakukan di Laboratorium Budidaya Perairan Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan dengan konsentrasi sari buah belimbing wuluhantara lain adalah perlakuan A (kontrol), B (0,125 g/ml), C (0,5 g/ml), dan D (1 g/ml). Parameter pengamatan yang dilakukan adalahmengukur daya hambat pada kertas cakram yang telah dicelupkan dengan sari buah belimbing wuluh pada masing-masing konsentrasi. Hasil dari pengamatan menunjukansari buah belimbing wuluh pada kosentrasi 1 g/mlmemiliki daya hambat yang maksimal untuk menghambat pertumbuhan bakteri Aeromonas hydrophila secara in vitro. Hal ini dikarenakan sari buah belimbing wuluh mengandung zat antibakteri yaitu flavonoid dan fenol yang dapat merusak sel-sel bakteri Aeromonas hydrophila. Kata kunci : Belimbing wuluh, Aeromonas hydrophila, in vitro
STOK KARBON LAMUN THALLASIA HEMPRICHII DAN SEDIMEN PULAU BINTAN KEPULAUAN RIAU Rizki Aulia Ansari; Tri Apriadi; Agung Dhamar Syakti
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.596 KB) | DOI: 10.29406/jr.v8i1.1478

Abstract

Penelitian ini mengenai stok karbon lamun T.hemprichii dan sedimen Pulau Bintan Kepulauan Riau. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui kandungan karbon pada lamun T.hemprichii dan sedimen pulau Bintan Kepulauan Riau. Pengambilan sampel dengan menggunakan metode transek kuadrat yang dilakukan pada 2 stasiun yaitu stasiun Teluk Bakau dan stasiun Busung. Hasil Penelitian menunjukan bahwa kerapatan lamun T.hemprichii memengaruhi nilai biomassa lamun T.hemprichii dan tinggi rendahnya nilai biomassa dan kerapatan lamun T.hemprichii  dapat memengaruhi stok karbon lamun T.hemprichii. Secara keseluruhan stok karbon lamun T.hemprichii pada stasiun Teluk bakau (2007,14 14gC/m2'> ) lebih tinggi dibandingkan stasiun Busung  (1979,98 14gC/m2'> ). Nilai stok  karbon pada sedimen di stasiun Busung (3269 Mg/ha) lebih tinggi dibandingkan dengan Teluk Bakau (2400,64 Mg/ha).
POTENSI ANTIBAKTERI MAHKOTA DEWA UNTUK PENCEGAHAN INFEKSI BAKTERI Aeromonas hidrophyla PADA IKAN LELE DUMBO (Clarias sp). Zapirudin .; Hendry Yanto; Sunarto .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (76.149 KB) | DOI: 10.29406/rya.v2i2.235

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk dapat menemukan konsentrasi larutan mahkota dewa yang sesuai untuk pencegahan infeksi bakteri Aeromonas hidrophyla pada ikan lele dumbo. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan empat perlakuan dan tiga kali ulangan dengan konsentrasi mahkota dewa 0 , 6 , 12  dan 18 gram/l. Variabel yang diamati yaitu daya hambat bakteri melalui uji in vitro. Pemeriksaan parameter hematologis, tingkat kelangsungan hidup ikan dan kualitas air. Hasil uji daya hambat bakteri dari hasil transformasi data menunjukkan konsentrasi mahkota dewa dosis 18 gram/l dengan nilai 3.52± 0.4 dan 12 gram/l dengan nilai 3.19± 0.2. Kadar haemaglobin tertinggi pada darah ikan yaitu konsentrasi 18 gram/l yaitu 2.52± 0.12 dan 12 gram/l 2.66± 0.14. Pengamatan kadar hematokrit tertinggi pada darah ikan yaitu konsentrasi mahkota dewa 18 gram/l yaitu 5.66 ± 0.16. Hasil pengamatan gambaran sel darah merah jumlah tertinggi yang didapat selama pengamatan konsentrasi 18 gram/l dengan nilai transformasi 7.08±0.17 dan 12 gram/l 6.38±0.42. Pengamatan jumlah sel darah putih pada ikan lele jumlah tertinggi yang diperoleh konsentrasi 18 gram/l yaitu 31.82 x 103 sel/mm3 dengan nilai transformasi 6.12± 0.32 . Konsentrasi terbaik mahkota dewa 18 gram/l untuk mencegah infeksi bakteri Aeromonah hidrophyla pada ikan lele dumboKata Kunci : Anti bakteri, Mahkota Dewa, Lele Dumbo
PENGARUH PENAMBAHAN BAKTERI NITRIFIKASI KE DALAM MEDIA BUDIDAYA TERHADAP KUALITAS AIR DAN PERFORMA HEMATOLOGI BENIH IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) Dewantoro, Eko; Alfian, Rudi; ., Rachimi; Septian, Rianta Prima
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (568.658 KB) | DOI: 10.29406/jr.v10i1.3560

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian bakteri nitrifikasi ke dalam media budidaya terhadap kualitas air dan peforma darah ikan tengadak. Rancangan yang digunakan adalah rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulanggan, Sebagai perlakuan adalah konsentrasi konsorsium bakteri nitrifikasi 0,5 mL, 1,0 mL, 1,5 mL, dan 2,0 mL/L air yang ditambahakan setiap tiga hari sekali. Hasil penelitian menunjukan bahwa penambahan bakteri nitrifikasi dapat mepertahankan sebagian besar kondisi kualitas air media pemeliharaan. Kualitas air selama penelitian seperti suhu, DO, pH berada pada kisaran optimal untuk kehidupan ikan. Nilai rata-rata total amonia nitrogen (TAN) juga berada pada kisaran yang dapat ditoleransi oleh ikan yaitu 2,50–3,67 mg/L, namun kadar nitrit sedikit lebih tinggi yaitu 0,70–0,80 mg/L berada di atas kisaran optimal bagi ikan. Penambahan bakteri nitrifikasi dengan konsentrasi yang berbeda tidak berpengaruh nyata terhadap kadar hemoglobin, leukosit, hematokrit dan glukosa darah, namun perlakuan tersebut berpengaruh terhadap jumlah eritrosit ikan tengadak. Perlakuan konsentrasi bakteri nitrifikasi 1,0–2,0 mL/L media menghasilkan jumlah eritrosit yang lebih tinggi dibandingkan konsentrasi 0,5 mL/L. Kadar hemoglobin, leukosit dan hematokrit darah ikan tengadak berada pada kisaran normal ikan, sedangkan untuk jumlah eritrosit berada di bawah kisaran normal ikan. Pemberian bakteri nitrifikasi dengan konsentrasi 1,0–2,0 mL/L media dapat mempertahankan glukosa darah tetap berada pada kisaran normal. Pemberian bakteri nitrifikasi dengan konsentrasi 1,0 mL/L media merupakan konsentrasi yang terbaik terhadap peforma hematologi ikan tengadak terutama sel darah merah dan sudah dapat meningkatkan glukosa darah pada kisaran normal. Kata Kunci: Bakteri Nitrifikasi, Ikan Tengadak, Hematologi Ikan, Kualitas Air.
PENGARUH KEJUTAN SUHU PANAS TERHADAP WAKTU PENETASAN, DAYA TETAS TELUR, ABNORMALITAS DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) . gufron; eka indah raharjo; eko prasetio
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (666.51 KB) | DOI: 10.29406/rya.v6i02.1021

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kejutan suhu panas yang terbaik terhadap waktu penetasan, daya tetas telur, abnormalitas dan kelangsungan hidup larva ikan tengadak.. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) menurut Hanafiah (2012), yang terdiri dari 4 perlakuan dan 3 ulangan. Susunan perlakuan adalah Perlakuan A : Kejutan Suhu 28oC selama 2,5 menit Perlakuan B : Kejutan Suhu 40oC selama 2,5 menit, Perlakuan C : Kejutan Suhu 41oC selama 2,5 menit dan Perlakuan D : Kejutan Suhu 42oC selama 2,5 menit. Hasil penelitian menunjukkan dengan kejutan suhu panas yang berbeda berpengaruh nyata pada  waktu penetasan  10,24 (jam) , daya tetas  4399 %,  sintasan larva  58,34 % dan abnormalitas larva 36,11 %. kualitas air sebagai pendukung yaitu suhu 26-290C,  pH 6,0 – 7,0 dan DO 5,0-6 ,0 mg/l.
PERTUMBUHAN DAN KELANGSUNGAN HIDUP LARVA IKAN TENGADAK (Barbonymus schwanenfeldii) YANG DIPELIHARA PADA WARNA WADAH YANG BERBEDA Rachimi .; Farida .; Hidayatullah .
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (96.029 KB) | DOI: 10.29406/rya.v4i2.485

Abstract

Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva ikan tengadak yang dipelihara pada warna wadah yang berbeda. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan 5 perlakuan dan tiga kali  ulangan dengan warna wadah perlakuan antara lain adalah perlakuan A  (transparan),  B (biru), C (hijau), D (kuning), E (orange). Parameter pengamatan yang dilakukan meliputi pertumbuhan, kelangsungan hidup, tingkah laku, respon pakan dan kualitas air. Berdasarkan hasil penelitian pertumbuhan dan kelangsungan hidup larva  ikan tengadak yang dipelihara pada warna wadah yang berbeda dapat disimpulkan bahwa perlakuan E (orange) memberikan hasil yang tertinggi. Hasil penelitian perlakuan E (orange) adalah pertumbuhan berat (0,554%), pertumbuhan panjang (6,208%), kelangsungan hidup (71,67%) dan tingkah laku larva yang terbaik. Kata kunci : Ikan  tengadak,  larva, pertumbuhan, kelangsungan hidup, tingkah laku, respon pakan, rotifer warnaWadah
PENGARUH OKSIGEN TERLARUT TERHADAP LAJU MINERALISASI AMMONIA, NITRIT, NITRAT DAN FOSFAT PADA BUDIDAYA UDANG VANAME (Litopenaus vannamei) Ashari, Herlina; Burhanuddin, Burhanuddin; Malik, Abdul; Murni, Murni; Saleh, Syaiful
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (254.613 KB) | DOI: 10.29406/jr.v11i1.4646

Abstract

Usaha budidaya vanname, tidak terlepas dari faktor parameter kualitas air. Faktor parameter kualitas air mempunyai peranan penting terhadap kelangsungan hidup udang vannamei. Salah satu parameter kualitas air yang berperan sangat penting dalam kelangsungan hidup udang vanname ialah oksigen, dengan sistem aerasi pada wadah budidaya untuk memperbaiki dan mempertahankan kualitas air dan juga mampu menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung perkembangan bakteria perombak bahan organik sehingga dapat mengurangi konsentrasi nutrien terlarut seperti ammonia (Fernandes et al., 2010). Untuk mengetahui oksigen terlarut mempengaruhi oksigen terlarut dan berdampak dengan laju mineralisasi ammonia, nitrit, nitrat, fosfat dan parameter kualitas air lainnya Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan 3 ulangan. Adapun yang di uji perlakuan A (2 batu aerasi), B (3 batu aerasi), C (4 batu aerasi), dengan padat penebaran 500ekor/bak. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata oksigen terlarut tertinggi pada perlakuan C (5,33 mg/L) lebih tinggi dan sementara terendah pada perlakuan A (4,62 mg/L) untuk laju mineralisasi ammonia, nitrit, nitrat dan fosfat pada perlakuan C lebih cepat dibanding perlakuan A dan B. kelimpahan dan keragaman plankton lebih tinggi pada perlakuan A dan terendah ada perlakuan C, Total bakteri pada perlakuan A lebih tinggi dibanding perlakaun C, suhu tertinggi pada perlakuan A (26,90 oC) dan terendah pada perlakuan C (26,80 oC), salinitas tertinggi pada perlakuan C (26,19 ppt) dan terendah pada perlakuan A (25,91 ppt), pH tertinggi pada perlakuan C (7,44) dan terendah pada perlakuan A (7,22), TSS tertinggi pada perlakuan A (45,22 mg/L) dan perlakuan terendah pada perlakuan C (36,33 mg/L).oksigen terlarut mempengaruhi laju mineralisasi ammonia, nitrit, nitrat, fosfat dan parameter kualitas air seperti suhu, salinitas, pH, TSS dan bakteri pada perlakuan C
PENGARUH TINGKAT KARBOHIDRAT BERBEDA DALAM PAKAN TERHADAP KINERJA PERTUMBUHAN IKAN TENGADAK (Barbonymus schawenfeldii) hendry yanto; Anandita Eka Setiadi; Dedeh Kurniasih
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (518.874 KB) | DOI: 10.29406/jr.v7i2.1468

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan tingkat karbohidrat optimal dalam pakan untuk mendukung kinerja pertumbuhanikan tengadak (Barbonymus achwanefeldii). Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan perlakuan yaitu tingkat karbohidrat dalam pakan yang terdiri dari 4 taraf yaitu; 10%; 20%; 30%; dan 40%, dengan 3 ulangan. Pakan percobaan yang mengandung protein sama (isoprotein) dan energi yang juga sama (isokalori) diberikan pada ikan tengadak berukuran rata-rata3,66±0,49 g yang dipelihara di akuarium selama 60 hari. Ikan tengadak diberi pakan percobaan sesuai perlakuan secara adsatiasi dengan frekwensi 3 kali sehari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pakan dengan tingkat karbohidrat dalam pakan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein dan lemak tubuh, retensi protein dan lemak tubuh, laju pertumbuhn harian, jumlah konsumsi pakan harian dan efisiensi pakan. Perlakuan terbaik adalah ikan tengadak yang diberi pakan dengan kadar karbohidrat 20%, dengan nilai  kandungan protein tubuh  50,94±0,45 %; lemak tubuh 23,49±0,13 %; retensi protein 22,13±0,04 %; retensi lemak 30,93±0,01 %; laju pertumbuhan harian 3,52 %; jumlah konsumsi pakan harian 0,53±0,02 g dan efisiensi pakan 55.68±1.35 %. Tingkat karbohidrat dalam pakan ikan tengadak yang optimal adalah 22,89 %. Kata Kunci: karbohidrat, kinerja pertumbuhan, kan tengadak dan Barbonymus schwanenfeldii
UJI TOKSISITAS EKSTRAK AKAR TUBA (Derris elliptica Benth) TERHADAP KELANGSUNGAN HIDUP BENIH IKAN PATIN (pangasius pangasius )
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (37.276 KB) | DOI: 10.29406/rya.v1i1.224

Abstract

Akar tanaman Tuba (Derris elliptica) mengandung 0,3 – 12 % rotenon sejenis racun kuat untuk ikan dan serangga (insektisida). Toksisitas ini lebih tinggi pada ikan dan serangga karena lipofilik rotenon mudah diambil melalui insang atau trakea. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan nilai ambang batas ekstrak akar tuba terhadap kelangsungan hidup ikan patin. Menentukan kosentrasi ekstrak akar tuba yang berpengaruh buruk terhadap kehidupan ikan dan kerusakan insang dan hati.Penelitian dilaksanakan pada bulan januari 2013 di Laboratorium Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Muhammadiyah Pontianak. Rancangan percobaan yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 7 perlakuan dan 3 kali ulangan. Sebagai perlakuan adalah konsentrasi ekstrak akar tuba yang berbeda pada tiap perlakuan, dengan konsentrasi sebagai berikut :  A 1,3 mg/L, B 1,4 mg/L, C 1,5 mg/L, D 1,6 mg/L, E 1,7 mg/L, F 1,8 mg/L,  G  0 mg/L sebagai kontrol. Benih ikan patin dengan ukuran 8-12, diujikan pada media air tawar sebanyak 40 liter dengan kepadatan 10 ekor, bahan uji berupa ekstrak akar tuba sesuai konsentrasi perlakuan. Tahap penelitian ini terdiri dari uji pendahuluan dan uji toksisitas sublethal. Metode penelitian adalah eksperimental laboratoris menggunakan rancangan acak lengkap. Data di analisis secara deskriptif dan analisis probit. Hasil penelitian menunjukan bahwa nilai LC50-96 jam sebesar   1,6 mg/l Kata kunci : Toksisitas, Ekstrak akar tuba, Ikan patin, Kelangsungan hidup
OOGENESIS PADA SIDAT (Anguilla bicolor bicolor Mc Clelland) HASIL FEMINISASI KOMBINASI HCG, MT DAN ANTI DOPAMIN Zahri, Abdul; Tjoanda, Moses; ., Farida
Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan
Publisher : UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.434 KB) | DOI: 10.29406/jr.v9i2.3051

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis oogenesis sidat hasil feminisasi kombinasi human chorionig gonadotropin (HCG), 17α- metil testosteron (MT) dan anti dopamin (AD). Ekperimen dilakukan selama 10 minggu dengan mererapkan empat perlakuan, yaitu: AD 10 µg.kg–1 (A); MT 3 mg.L–1 (M), kombinasi AD, MT dan HCG 20 IU.kg–1 (AMH) dengan larutan fisiologis NaCl 9 mg.L–1 sebagai kontrol (K). Sidat dipelihara dalam bak beton kapasitas 3.400 L di isi dengan air sebanyak 2000 L, setiap perlakuan diwakili 27 ekor sidat. Salinitas diatur dan dipertahankan pada kisaran 34–35 ppt. Perlakuan diinjeksikan secara intramuskular pada pangkal sirip punggung dengan dosis 1 mL.kg–1. Sidat dengan bobot 200±15 g diberi pakan pelet dengan kadar protein 46% dan lemak 8%. Pakan diberikan secara at satiasi sekali sehari pukul 18:00. Hasil histoanatomi gonad sidat menunjukkan bahwa semua perlakuan pada minggu pertama berkelamin jantan. Pada minggu ke-2 semua sidat yang disampling dari perlakuan AMH telah menjadi betina sedangkan perlakuan M, A dan K tetap sebagai jantan. Histoanatomi gonad jantan setiap perlakuan menunjukkan fase spermatogonia. Perkembangan ovarium dari perlakuan AMH memberikan gambaran lengkap fase oogenesis berkembang hingga fase vitelogenesis akhir. Analisis terhadap oogenesis menunjukkan adanya fase folliculogenesis dan vitelogenesis. Sinergisitas kombinasi hormon HCG, MT dan anti dopamin berpotensi digunakan untuk feminisasi dan merangsang oogenesis hingga fase vitelogenesis akhir, sedangkan MT berpotensi mengalami aromatisasi menjadi estrogen. Kualitas perkembangan ovarium tergambar dari indikator GSI.

Page 8 of 28 | Total Record : 274


Filter by Year

2013 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 2 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 13 No 1 (2025): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 2 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 12 No 1 (2024): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 2 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 2 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 10 No 1 (2022): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9 No 2 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 9, No 1 (2021): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 7, No 1 (2019): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 02 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 2 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 1 (2016): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 6, No 2 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 5, No 1 (2015): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 4, No 2 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 3, No 1 (2014): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 2, No 2 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Ruaya : Jurnal Penelitian dan Kajian Ilmu Perikanan dan Kelautan More Issue