cover
Contact Name
Cahyo Hasanudin
Contact Email
cha.sanu.88@gmail.com
Phone
+6285730936242
Journal Mail Official
cha.sanu.88@gmail.com
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, IKIP PGRI Bojonegoro Jl. Panglima Polim No.46, Pacul, Kec. Bojonegoro, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur 62114
Location
Kab. bojonegoro,
Jawa timur
INDONESIA
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran
Published by IKIP PGRI BOJONEGORO
ISSN : -     EISSN : 29645891     DOI : http://dx.doi.org/10.30734/
Jubah Raja adalah akronim dari Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran. Jurnal ini merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP PGRI Bojonegoro. Jurnal ini memuat hasil-hasil penelitan yang berkaitan dengan bahasa dan sastra Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran merupakan jurnal yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni, IKIP PGRI Bojonegoro. jurnal ini menerima artikel dalam bidang: 1. Kajian Bahasa Indonesia 2. Kajian Bahasan daerah 3. Kajian Bahasa asing 4. Kajian Sastra Indonesia 5. Kajian Sastra daerah 6. Kajian Sastra asing 7. Pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia dari jenjang PAUD hingga perguruan tinggi 8. Inovasi pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran bahasa 9. Bahasa Indonesia bagi Penutur asing (BIPA) 10. Evaluasi pembelajaran bahasa 11. Kajian bahasa asing
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025" : 9 Documents clear
Dampak Bahasa Jaksel Terhadap Gen Z di Banjarmasin Nurhaliza, Nurhaliza
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v4i2.4943

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi dengan maraknya fenomena penggunaan bahasa campuran dalam komunikasi sehari-hari karena terpengaruh oleh tren yang berkembang di pusat-pusat budaya seperti Jakarta, termasuk penggunaan bahasa JAKSEL. Bahasa anak JAKSEL merupakan bahasa yang sedang tren di kalangan anak muda. Penggunaan bahasa ini adalah pencampuran bahasa lokal dan bahasa JAKSEL, lalu adanya kata yang disingkat, dan penggunaan kata yang dibolak balik. Maraknya penggunaan bahasa JAKSEL merebak sampai luar daerah Jakarta. Selain itu, pengaruh bahasa JAKSEL dapat memberikan tantangan terhadap penggunaan bahasa lokal, dimana generasi muda mungkin lebih memilih menggunakan bahasa campuran. Hal ini dapat mengurangi penggunaan bahasa daerah yang merupakan bagian dari identitas lokal. Secara keseluruhan, pengaruh bahasa JAKSEL pada komunikasi Gen Z di Banjarmasin mencerminkan interaksi antara faktor-faktor global, budaya, dan lokal yang mempengaruhi cara berkomunikasi mereka.
Perbedaan antara dialek Banjar Hulu dan dialek Banjar Kuala Ulya, Izzatil
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini membahas tentang perbandingan dialek Banjar Hulu dan Banjar Kuala, dua dialek utama dalam bahasa Banjar. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan persamaan dan perbedaan aspek kebahasaan, khususnya kosakata, pelafalan fonem, dan struktur kalimat. Berdasarkan hasil analisis, dialek Banjar Hulu memiliki keragaman kosakata yang lebih luas dibandingkan dengan dialek Banjar Kuala, dengan logat yang lebih jelas dan khas. Sebaliknya, dialek Banjar Kuala cenderung memiliki logat yang lebih datar dengan pengaruh budaya asing yang lebih signifikan. Perbedaan kosakata, seperti diaku (aku) dalam bahasa Banjar Hulu dan unda (aku) dalam bahasa Banjar Kuala, mencerminkan perbedaan geografis dan sosial. Sementara itu, kesamaan struktur kalimat, seperti pola subjek-predikat-objek-kata keterangan, menunjukkan hubungan kebahasaan kedua dialek tersebut. Faktor historis, geografis, dan sosial, termasuk peran Banjarmasin sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan, turut memengaruhi perkembangan kedua dialek ini. Untuk melestarikan dialek Banjar Hulu dan Banjar Kuala, diperlukan dokumentasi kosakata, integrasi dalam pendidikan lokal, dan penggunaan teknologi melalui aplikasi digital. Dengan langkah-langkah ini, dialek Banjar dapat terus dilestarikan sebagai warisan budaya yang kaya dan sangat bernilai.
Peran Bahasa dalam Pembentukan Identitas Nasional sebagai Simbol Identitas bagi Masyarakat Mutiah, Siti
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v4i2.4959

Abstract

Bahasa Indonesia berperan penting dalam pembentukan jati diri bangsa sebagai alat pemersatu, simbol budaya, dan media komunikasi di tengah keberagaman budaya, suku, dan bahasa Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami bagaimana peran dan fungsi bahasa Indonesia. sebagai sarana membangun kohesi sosial, berperan sebagai simbol identitas nasional di masyarakat meningkatkan toleransi, dan memperkuat jati diri bangsa. Pendekatan kualitatif melibatkan pengumpulan data  dari literatur yang relevan seperti buku, artikel, dan laporan penelitian. Analisis menunjukkan bahasa Indonesia yang berakar dari bahasa Melayu,diresmikan melalui sumpah Pemuda pada tahun 1928, dan berhasil mempersatukan bahasa Indonesia, sebagai bahasa resmi negara, digunakan oleh masyarakat dari berbagai suku dan budaya dalam pendidikan, pemerintahan, dan media untuk menciptakan kesetaraan di seluruh wilayah. Selain itu, bahasa ini juga berperan sebagai simbol identitas nasional yang menjadikan Indonesia menonjol di kancah internasional. Namun, tantangan seperti globalisasi, pengaruh budaya asing, dan peran teknologi memerlukan pendekatan strategis dan kerja sama dari seluruh pemangku kepentingan untuk menjaga kelestarian identitas linguistik Indonesia. Kesimpulannya, bahasa Indonesia merupakan aset budaya yang penting untuk membangun bangsa yang bersatu, harmonis, dan individual. Bahasa Indonesia memperkuat jati diri bangsa tetapi juga menjadi simbol persatuan yang harus terus dijaga dan di kembangkan, terutama ditengah tantangan globalisasi dan pengaruh budaya asing.
Peran Sastra dalam menggambarkan Nilai Sosial dan Moral pada Novel 00.00 Karya Ameylia Falensia lestari, dhini kusuma; Jumadi, Jumadi; Dewi, Dwi Wahyu Candra
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jurnal ini menyajikan materi peranan sastra sebagai wadah penyampaian unsur nilai sosial dan moral. Penelitian ini bertujuan untuk menyampaikan bahwa sastra berperan penting dalam penyampaian pesan dan sebuah sarana bagi setiap orang untuk menyampaikan maksut dan pemikiranya baik lewat media sosial maupun media cetak. Jenis metode penelitian jurnal ini adalah kualitatif, menggunakan data deskriptif berupa bahasa tulis maupun lisan. Dalam proses pelaksanaan diterapkan metode inkurir yang mengintegrasikan nilai sosial dan pesan moral dalam setiap karakter tokoh. Data yang didapat berupa analisis karakter dan latar belakang setia tokoh, serta beberapa komentar yang dikumpulkan melalui media sosial dan aplikasi bacaan online yaitu Tiktok dan Wattpad.  Dilihat dari komentar para pembaca, dapat dilihat bahwa pesan dan pengajaran dari novel “00.00” ini dapat tersampaikan dan mampu diterima oleh pembaca. Pembaca dapat memahami setiap permasalahan konflik batin tokoh, dan menjadikanya sebuah pelajaran. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa sebuah karya sastra mampu mempengaruhi pola pikir pembaca, dan berdampak besar bagi seseorang dalam penyampaian dan penerimaan pesan. Sastra juga menjadi salah satu alternatif untuk memberikan pengajaran dengan cara menyenangkan.
Representasi Emosi Mati Rasa pada Lirik Lagu “Perayaan Mati Rasa” Karya Umay Shahab: Analisis Semiotika dan Pemanfaatannya sebagai Media Ajar Membaca Puisi kelas X Lestari, Endang; Azizah , Aida
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Emosi mati rasa atau emotional numbness semakin banyak dialami generasi muda di era digital, seiring meningkatnya tekanan akademik, sosial, maupun psikologis. Gejala ini tergambar dalam lagu Perayaan Mati Rasa karya Umay Shahab yang menghadirkan tema kehilangan, kehampaan, serta keterasingan emosional. Penelitian ini bertujuan mengkaji representasi emosi mati rasa dalam lirik lagu tersebut melalui pendekatan semiotika Ferdinand de Saussure, sekaligus menelaah pemanfaatannya sebagai media ajar membaca puisi kelas X. Metode penelitian yang digunakan deskriptif kualitatif dengan objek berupa teks lirik lagu. Data diperoleh melalui dokumentasi dan dianalisis dengan mengaitkan penanda (signifier) dan petanda (signified), kemudian dipetakan berdasarkan tiga pendekatan representasi menurut Stuart Hall, yaitu reflektif, intensional, dan konstruktivis. Hasil analisis menemukan 33 data representasi terdiri atas 9 reflektif, 11 intensional, dan 13 konstruktivis. Dari jumlah tersebut, 19 data merepresentasikan secara langsung kondisi emosi mati rasa, sedangkan 14 lainnya memperkuat suasana emosional yang dibangun. Temuan ini menunjukkan bahwa lagu Perayaan Mati Rasa tidak hanya merefleksikan pengalaman personal, tetapi juga mengonstruksi makna kolektif yang dekat dengan kondisi psikologis remaja. Hasil penelitian ini selanjutnya dimanfaatkan sebagai media ajar membaca puisi berbentuk PPT interaktif yang disertai dengan poster infografis dan buku panduannya. Penggunaan media tersebut terbukti meningkatkan pemahaman, apresiasi, serta ekspresi sastra siswa. Dengan demikian, karya musik populer berpotensi menjadi alternatif media ajar yang konstekstual, kreatif, dan relevan dengan kehidupan peserta didik.
Peranan Lingkungan terhadap Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Putri, Nabila Ramadhani; Putri , Nadia Halima; Ulfah
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lingkungan berperan sebagai wadah bagi anak untuk berinteraksi dengan dunia sekitarnya, menyerap informasi, dan mengekspresikan diri melalui bahasa, sehingga membentuk fondasi yang kuat untuk perkembangan kognitif dan sosial mereka. Tujuan penelitian ini ialah untuk menganalisis pengaruh berbagai aspek lingkungan, seperti keluarga, sekolah, dan masyarakat, terhadap perkembangan bahasa anak usia dini. Dengan menerapkan metode kualitatif melalui pendekatan kajian literatur, peneliti menyeleksi artikel yang diterbitkan antara tahun (2020-2024) yang relevan dengan topik judul. Penulis menemukan enam artikel yang sesuai dengan topik tersebut. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa lingkungan memiliki peran krusial dalam pembentukan kemampuan bahasa anak, di mana perkembangan linguistik sangat ditentukan oleh kualitas stimulus yang diberikan oleh berbagai lingkungan sosial di sekitarnya.
Pengaruh Jam Tidur Malam terhadap Kemampuan Membaca Pemahaman Siswa dengan Konsentrasi Belajar Kelas XI SMA Negeri 3 Bojonegoro Wati, Tutut Septia; Linda Rahma Dhani Saputri; Junarti
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v4i2.5234

Abstract

abstrak— Jam tidur malam merupakan periode istirahat yang dilakukan seseorang pada waktu malam hari sebagai bagian dari kebutuhan fisiologis tubuh. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh jam tidur siswa kelas XI terhadap kemampuan membaca pemahaman dengan mempertimbangkan aspek konsentrasi belajar. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode ex post facto, instrumen berupa angket skala Likert yang digunakan untuk mengukur kedua variabel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kebiasaan tidur malam yang baik berkaitan positif namun sangat lemah dengan kemampuan membaca pemahaman siswa, karena memberikan beberapa keuntungan seperti: 1) Membantu menjaga tingkat konsentrasi saat memahami bacaan, 2) Meningkatkan daya ingat sehingga informasi lebih mudah diproses, dan 3) Mengurangi kelelahan kognitif yang dapat menghambat pemahaman teks. Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat tiga keuntungan pola tidur malam yang baik bagi proses membaca pemahaman, meskipun pengaruhnya secara statistik tergolong lemah. Kata kunci— Jam Tidur, Membaca Pemahaman, Konsentrasi Belajar Abstract— A clause is a grammatical unit consisting of two or more words.The purpose of this studyis to determine the results of the analysis of clause usage in flood news reportson cnnindonesia.com. This study uses a qualitative descriptive research method. The data collection techniquesused in this study are data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of this studyshow that there are clauses, namely 1) verb clauses, 2) noun clauses,3) adjective clauses, 4) numeral clauses, 5) prepositional clauses, 6) dependent clauses,and 7) independent clauses. The conclusion of this study is that there are 7 clausesin flood news reports on cnnindonesia.com. Keywords— Sleeping Hours, Reading Comprehension, Concentration Learning
Efektivitas Model Discovery Learning berbantuan Media Website Interaktif terhadap Keterampilan Menulis Teks Sederhana Berisi Ungkapan Saran, Masukan, dan Penyelesaian Masalah Maula, Tri Inayah; Hasanudin, Cahyo
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v4i2.5235

Abstract

abstrak—Kecakapan menulis teks sederhana masih menjadi hambatan bagi siswa madrasah ibtidaiyah, khususnya ketika mereka harus merumuskan saran, masukan, serta solusi suatu persoalan. Kesulitan ini dipicu oleh kegiatan belajar yang kurang bervariasi dan terbatasnya media pendukung kemandirian belajar. Penelitian ini berfokus pada efektivitas model Discovery Learning berbasis website interaktif dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa kelas III. Menggunakan desain quasi-eksperimental one-group pretest–posttest, penelitian melibatkan 25 siswa. Data diperoleh melalui tes menulis yang menilai ketepatan isi, struktur, kebahasaan, ejaan, dan kreativitas. Hasilnya menunjukkan peningkatan nyata dari nilai rata-rata 66,72 menjadi 86,4. Nilai N-Gain 0,58 berada pada kategori sedang, sementara uji t menghasilkan thitung 19,093 > ttabel 2,063. Temuan ini menegaskan bahwa Discovery Learning berbantuan website interaktif efektif memperbaiki kemampuan menulis siswa. Kata kunci—discovery learning, teks sederhana, website interaktif Abstract—The ability to write simple texts remains a challenge for madrasah ibtidaiyah students, especially when they have to formulate suggestions, input, and solutions to a problem. This difficulty is triggered by learning activities that lack variety and limited media to support independent learning. This study focuses on the effectiveness of the Discovery Learning model based on interactive websites in improving the writing skills of third-grade students. Using a one-group quasi-experimental pretest–posttest design, the study involved 25 students. Data were obtained through writing tests that assessed content accuracy, structure, language, spelling, and creativity. The results showed a significant increase from an average score of 66.72 to 86.4. The N-Gain score of 0.58 was in the moderate category, while the t-test produced a t-count of 19.093 > t-table 2.063. These findings confirm that interactive website-assisted Discovery Learning is effective in improving students' writing skills. Keywords— discovery learning, simple texts, interactive websites
Media Aksaralia berbasis Articulate Storyline 3 untuk pembelajaran 8 jenis teks bahasa Indonesia: Bagaimana desain dan persepsi guru? hidayat, anwarul; Hasanudin, Cahyo
Jubah Raja : Jurnal Bahasa, Sastra, Dan Pengajaran Vol. 4 No. 2 (2025): November 2025
Publisher : IKIP PGRI Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30734/jr.v4i2.5251

Abstract

abstrak—Banyak siswa merasa cepat bosan saat pembelajaran bahasa Indonesia karena materi didominasi dengan teks panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengatasi dari permasalah siswa yang cepat bosan karena materi berbasis teks yang panjang dengan menggunakan media Aksaralia yang didesain sederhana serta untuk mengetahui persepsi guru terhadap media Aksaralia. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan eksploratif. Data pada penelitian ini diperoleh dengan menggunakan angket dengan skala likert dan guru sebagai partisipan. Data dianalisis menggunakan analisis tematik dan divalidasi menggunakan triangulasi sumber. Desain dari media Aksaralia dibuat dengan sederhana tetapi tetap mengedepankan unsur estetika. Hasilnya terdapat beberapa bagian halaman seperti halaman materi, halaman jenis-jenis materi, dan halaman penjelasan dari setiap jenis materi. Hasil persepsi guru terhadap media Aksaralia didominasi dengan jawaban sangat setuju, ini menandakan bahwa media Aksaralia sangat layak untuk diimplementasikan pada pembelajaran di sekolah terutama jenjang SMA. Kata kunci—Media pembelajaran, Teks bahasa Indonesia, Persepsi guru. Abstract— Many students quickly become bored when learning Indonesian because the material is dominated by long texts. This study aims to address the problem of students quickly becoming bored with text-based material by using simple Aksaralia media and to determine teachers' perceptions of Aksaralia media. This study uses a qualitative method with an exploratory approach. Data for this study were obtained using a questionnaire with a Likert scale and teachers as participants. The data were analyzed using thematic analysis and validated using source triangulation. The design of the Aksaralia media is simple but still emphasizes aesthetics. The results show that there are several parts to the pages, such as the material page, the types of material page, and the explanation page for each type of material. The results of teachers' perceptions of Aksaralia media were dominated by strongly agree responses, indicating that Aksaralia media is very suitable for implementation in school learning, especially at the high school level. Keywords—Learning media, Indonesian language texts, Teacher perceptions.

Page 1 of 1 | Total Record : 9