Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) is a peer-reviewed and open-access academic journal with a focus on education. This journal is published bi-monthly by CV. Publikasi Indonesia. Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) provides a means for sustained discussion of relevant issues that fall within the focus and scopes of the journal which can be examined empirically. This journal publishes research and study on education management, curriculum, education assessment, education policy, education technology, learning and teaching, and culture.
Articles
1,640 Documents
Pengaruh Permasalahan Broken Home Terhadap Self-Esteem dan Motivasi Belajar Siswa di SMP Muhammadiyah Rongkop
Dwi Nuryani;
Syafi’i Syafi’i;
Bambang Susanto;
Awik Hidayati
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 12 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/japendi.v4i12.2547
Belajar merupakan kegiatan yang mutlak dilakukan oleh seorang pelajar. Proses belajar yang baik harus mempunyai dasar rasa kepercayaan dan motivasi yang tinggi dari dalam diri sendiri. Tujuan dari penelitian ini untuk meneliti tentang pengaruh broken home terhadap self-esteem dan motivasi belajar siswa. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dan kuantitatif. Dalam mengumpulkan data peneliti menggunakan kuisioner dan wawancara. Peneliti mengumpulkan data dari siswa SMP Muhammadiyah Rongkop khususnya di kelas IX. Peneliti mengumpulkan 30 respon dari kuisioner dengan cara mendistribusikan kuisioner melalui Google Form. Kemudian, peneliti melakukan wawancara terhadap lima siswa yang sudah dipilih dengan kategori hasil yang paling signifikan menunjukkan adanya pengaruh negative dari broken home. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa broken home memberi pengaruh negative terhadap peserta. Broken home membuat tingkat self-esteem siswa menjadi rendah sehingga menyebabkan hilangnya rasa kepercayaan diri. Broken home juga membuat tingkat motivasi belajar siswa menjadi rendah dan menyebabkan siswa menjadi malas untuk belajar tanpa adanya dukungan dari orangtua maupun anggota keluarga lainnya. Permasalahan tersebut timbul karena tidak adanya keharmonisan keluarga yang membantu menstimulasi rasa percaya diri dan motivasi belajar siswa. Dengan demikian, peneliti berharap siswa dapat belajar nyaman di sekolah dengan adanya bimbingan dan dukungan dari pihak orangtua dan juga guru. Maka dari itu, siswa diharapkan akan mendapat hasil belajar siswa memuaskan.
Analisis Dampak Strategi Guru Pada Penerapan Kurikulum Merdeka Belajar Kelas IX SMP IT Ibnu Khaldun Cirebon
Lutfiyatut Tamamiyah;
Mar’atus Solikhah;
Ginna Novarianti Dwi Putri Pramesti
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 11 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/japendi.v4i11.2572
Kurikulum merdeka merupakan kurikulum baru yang baru saja dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan di Indonesia pada tahun 2020. Tujuan terbentuknya kurikulum merdeka belajar diharapkan dapat menghasilkan lulusan berdasarkan Pancasila, yaitu bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, gotong royong, mandiri, selebrasi, dan penalaran kritis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi guru dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar bagi siswa kelas IX. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan subjek 2 orang guru mobilisasi. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan. Hasil dari penelitian ini adalah strategi yang digunakan guru dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar di kelas IX harus disesuaikan dengan materi yang akan diajarkan. Strategi pembelajaran yang digunakan guru dalam menerapkan kurikulum merdeka belajar di kelas IX adalah strategi pengorganisasian kegiatan pendahuluan, kegiatan penyampaian informasi, pengelolaan kelas, penggunaan media pembelajaran dan strategi pengorganisasian kegiatan penutup. Strategi ini dimaksudkan sebagai langkah untuk mencapai tujuan pembelajaran dalam kurikulum merdeka belajar.
Keefektivan Penggunaan Model Pembelajaran Problem Based Learning Menggunakan Audio Visual Pada SMK SBS Kuningan
Mar’atus Solikhah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 12 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/japendi.v4i12.2573
Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan model pembelajaraan problem-based learning dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas X SMK SBS Kuningan pada materi era disruption 4.0 dan untuk menguji perbedaan antara efektifitas penggunaan model pembelajaran problem-based learning dalam pembelajaran materi era disruption 4.0 pada kelompok eksperimen dengan metode konvensional. Penelitian ini termasuk jenis penelitian eksperimen semu (quasi experiment research). Sempel penelitian ada 30 siswa yaitu, 15 eksperimen dan 15 sebagai kelompok kontrol. Dari uji t yang telah dilakukan pada hasil belajar, dapat diketahui bahwa hasil kelas eksperimen lebih tinggi daripada kelas kontrol. T hitung 3,469 > T tabel 2,145 dapat disimpulkan bahwa HO ditolak dan Ha diterima, yang berarti ada perbedaan rata-rata hasil belajar antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol, dengan kata lain ada perbedaan efektivitas yang signifikan (nyata) antara penggunaan model pembelajaran PBL dengan model konvensional learning untuk meningkatkan hasil belajar dalam mata pelajaran Bisnis materi era disruption 4.0 Pada Siswa Kelas X SMK SBS Kuningan. Tahun Pelajaran 2022/2023.
Pengembangan Materi Ajar Berbasis Komunikasi Dalam Pendidikan Bahasa Arab
Burhanuddin Burhanuddin
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 12 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/japendi.v4i12.2583
Pendidikan Bahasa Arab mengalami pergeseran signifikan menuju pendekatan pembelajaran berbasis komunikasi dalam beberapa tahun terakhir. Penelitian ini menguraikan aspek-aspek penting dalam konteks pengembangan materi ajar berbasis komunikasi dalam Pendidikan Bahasa Arab. Melalui kajian literatur yang mendalam, penelitian ini membahas keterbatasan materi yang ada, kebutuhan siswa dalam berkomunikasi, pendekatan pembelajaran yang digunakan, keberagaman keterampilan komunikasi, integrasi teknologi dan media, pelatihan dan sumber daya, evaluasi, dan keterlibatan siswa. Transformasi pembelajaran bahasa Arab di era digital juga menjadi sorotan, dengan fokus pada tantangan dan peluang yang muncul. Dengan merangkul konsep-konsep tersebut, artikel ini mengusulkan suatu pendekatan pembelajaran yang responsif terhadap perubahan zaman dan kebutuhan peserta didik, khususnya dalam menghadapi dinamika pembelajaran bahasa Arab di era digital. Kesimpulan dari penelitian ini memberikan kontribusi pada pemahaman yang lebih baik tentang pengembangan materi ajar berbasis komunikasi dalam meningkatkan keterampilan berbahasa Arab peserta didik, sehingga dapat menjawab tuntutan globalisasi dan kebutuhan profesional di masa depan.
Implementasi Manajemen Kurikulum Merdeka Belajar Di TK Ananda 1 Kabupaten Semarang
Ita Istiqomah;
Syifa Fauziah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 12 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/japendi.v4i12.2584
Pendidikan merupakan faktor kunci dalam menentukan kualitas sumber daya manusia dan kemajuan sebuah bangsa. Manajemen kurikulum, sebagai bagian integral dari pendidikan, memainkan peran penting dalam mencapai tujuan pendidikan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi manajemen kurikulum merdeka belajar di TK Ananda 1 Kabupaten Semarang dan untuk menganalisis faktor pendukung dan penghambat dari keberhasilan pelaksanaan manajemen kurikulum merdeka di TK Ananda 1 Kabupaten Semarang. Metode penelitian yaitu menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan sumber data kepala sekolah dan guru kelas TK Ananda 1 Kabupaten Semarang. Pengumpulan data dilakukan dengan Teknik triagulasi. Hasil Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pemahaman implementasi manajemen kurikulum merdeka belajar di tingkat PAUD dan memberikan arahan bagi lembaga pendidikan lain yang ingin menerapkan kurikulum merdeka belajar. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu proses perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi telah mengikuti fungsi manajemen kurikulum secara komprehensif. Dengan melibatkan seluruh stackholder, seperti yayasan, komite sekolah, kepala sekolah, guru, dan perwakilan orang tua, fokus perencanaan terletak pada peningkatan kualitas lembaga pendidikan.
Improved Speaking Skills In English Language Learning In Elementary Schools
Vika Fransisca
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 12 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/japendi.v4i12.2585
English is an important international language used in various areas of life. Therefore, improving the ability to speak English at the elementary school level is a must to face increasingly complex global challenges. Learning English in elementary school is not just about understanding grammatical structures and vocabulary, but also developing effective speaking skills. This study aimed to determine the improvement of speaking skills in English language learning in elementary schools. This research uses a qualitative approach with data collection tools in the form of literature studies. The conclusion is that learners' rejection of the teaching and learning process should be viewed as a "neutral" attitude, which is not related to good and bad values. The positive affective strategy is represented by four behaviors: laughter to show pleasure or satisfaction, smiling to show satisfaction, and showing pleasure because funny things are fun.
Implementasi Pembelajaran Berorientasi HOTS Dalam Menghadapi Tantangan Dunia Kerja di SMK Ibnu Khaldun
Widya Widya
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 12 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/japendi.v4i12.2615
Pendidikan di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) bertujuan untuk mempersiapkan siswa menghadapi lingkungan kerja yang terus berubah, khususnya dalam era globalisasi dan kemajuan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kesenjangan pengetahuan tentang implementasi HOTS di SMK dan bagaimana hal ini dapat membantu siswa menghadapi lingkungan kerja yang semakin kompleks. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang berfokus pada observasi dan wawancara langsung dengan guru di SMK Ibnu Khaldun Cirebon. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi HOTS di SMK Ibnu Khaldun Cirebon melibatkan strategi pembelajaran yang mencakup penggunaan teknologi, proyek berbasis pembelajaran, diskusi kelompok, dan simulasi kerja. Temuan ini menggambarkan pentingnya pengembangan keterampilan berpikir tingkat tinggi dalam kurikulum SMK. Kesimpulannya, implementasi HOTS di SMK bukan hanya tentang transfer pengetahuan, tetapi juga mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan kreatif yang diperlukan untuk berhasil dalam dunia kerja yang dinamis. Meskipun tantangan ada, upaya bersama dari pemerintah, sekolah, guru, dan siswa diperlukan untuk menciptakan generasi siap pakai dalam menghadapi tantangan dunia kerja.
Analisis Dampak Perundungan Terhadap Moral Siswa Sekolah Menengah Pertama
Lutfiyatut Tamamiyah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 12 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/japendi.v4i12.2616
Perundungan pada lingkungan pendidikan tidak kunjung habis, perilaku merugikan orang lain ini masih sering terjadi contohnya di ranah sekolah menengah pertama. penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana dampak perundungan terhadap moral siswa sekolah menengah pertama dan bagaimana cara meminimalisir perundungan di dunia Pendidikan. Metode penelitian yang diagunakan dalam penelitian ini berupa metode kualitatif. Metode penlisan pada penelitian ini menggunakan jenis studi literatrur. Dengan teknik pengumpulan data menggunakan data sekunder berupa jurnal, artikel, buku, laporan penelitian yang terkait dengan masalah ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perundungan dapat memengaruhi moralitas siswa, terutama dalam bentuk penghinaan, adu domba, dan fitnah. Dampak psikologis perundungan juga mencakup rasa takut, murung, dan perubahan sifat individu korban. Selain itu, perundungan dapat merusak moralitas pelaku perundungan, membentuk pola perilaku negatif, seperti menggunjing dan adu domba. Kesimpulannya, perundungan dapat memiliki dampak yang signifikan pada moral siswa SMP, dan penanaman nilai-nilai moralitas sejak dini di sekolah dapat membantu meminimalisir perundungan
Penerapan Metode Role Playing Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
Ginna Novarianti Dwi Putri Pramesti
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 4 No. 12 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/japendi.v4i12.2617
Dalam konteks pembelajaran, guru juga perlu pandai memanfaatkan sarana dan prasarana yang dapat mendukung kegiatan proses pembelajaran sesuai harapan. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi dan hasil belajar Bahasa Indonesia siswa kelas IV SD Negeri Lemah Abang melalui penerapan Metode Pembelajaran Role Playing pada materi Bersikap Santun. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah siswa kelas IV SD Negeri Lemah Abang yang berjumlah 35 siswa. penelitian terdiri dari dua siklus masing-masing siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi dan refleksi. Pengumpulan data dilakukan bersama dengan pelaksanaan penelitian pada saat proses pembelajaran. Pelaku pengumpulan data adalah peneliti dan teman sejawat yang bertugas sebagai observerr. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa penerapan strategi pembelajaran Role Playing pada materi Bersikap Santun dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas IV SD Negeri Lemah Abang. Hal ini dapat dibuktikan dengan keaktifan dan semangat siswa serta hasil belajar yang meningkat. Dalam target Penelitian ini adalah mencapai 80% dari jumlah siswa. untuk memperjelas mengenai data ketuntasan belajar. Ketuntasan pada pra-siklus hanya mencapai 50%, kemudian pada siklus 1 ada sedikit peningkatan 65%. Sedangkan pada siklus 2 kembali meningkat mencapai Angka 100%. Artinya dalam penelitian ini sudah melebihi target yang telah ditetapkan, yakni 80%.
Pengembangan Kurikulum Berbasis Pendidikan Karakter
M. Imam Thonthowi
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/japendi.v5i1.2653
Pengembangan kurikulum pendidikan berbasis karakter memiliki sejumlah alasan penting yang berkaitan dengan pengembangan holistik siswa dan persiapan mereka untuk menghadapi tantangan kehidupan. Tujuan Penelitian ini untuk Menganalisa dan mendeskripsikan yang berkaitan dengan pengembangan kurikulum berbasis karakter di era modern. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan pendekatan library reseach. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter memiliki makna dan pengaruh lebih tinggi daripada pendidikan moral, oleh karenanya pendidikan karakter bukan hanya mengajarkan benar salah, tetapi sekaligus menanamkan kebiasaan (habituation) tentang yang baik sehingga siswa menjadi paham, mampu merasakan, dan mau melakukan apa yang baik. Pengembangan kurikulum berbasis karakter adalah sebuah proses yang bertujuan untuk Menyusun/ merancang kurikulum baru, mengubah dan menyempurnakan/ memperbaiki kurikulum, implementasi kurikulum, serta pengendalian kurikulum. Pengendalian ini meliputi monitoring dan evaluasi kurikulum, serta penyempurnaan kurikulum berdasarkan masukan dari monitoring dan evaluasi terhadap kurikulum pendidikan yang telah dipraktikkan pada Lembaga institusi pendidikan sekolah maupun luar sekolah dengan berbagai jenis dan ragamnya. Dari Hasil penelitian in menunjukkan bahwa pendidikan karakter memiliki makna lebih tinggi daripada pendidikan moral, oleh karenanya pendidikan karakter bukan hanya mengajarkan benar salah, tetapi sekaligus menanamkan kebiasaan (habituation) tentang yang baik sehingga siswa menjadi paham, mampu merasakan, dan mau melakukan apa yang baik.