cover
Contact Name
Siti Ainul Kholifah
Contact Email
japendipublikasiindonesia@gmail.com
Phone
+6285795165886
Journal Mail Official
japendi.publikasiindonesia@gmail.com
Editorial Address
Green land sendang blok H1, Sendang-Cirebon
Location
Kab. cirebon,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
ISSN : 27457141     EISSN : 27461920     DOI : 10.36418
Core Subject : Education, Social,
Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) is a peer-reviewed and open-access academic journal with a focus on education. This journal is published bi-monthly by CV. Publikasi Indonesia. Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) provides a means for sustained discussion of relevant issues that fall within the focus and scopes of the journal which can be examined empirically. This journal publishes research and study on education management, curriculum, education assessment, education policy, education technology, learning and teaching, and culture.
Articles 1,671 Documents
Pendekatan Kontekstual untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Luas dan Keliling Bangun Datar Devi Widiya; Safrida Napitupulu; Khairiah Khairiah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i2.9678

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi berbagai kendala, khususnya dalam pemahaman konsep luas dan keliling bangun datar yang cenderung diajarkan secara abstrak dan kurang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Kondisi ini menyebabkan rendahnya pemahaman konsep siswa serta minimnya keterlibatan aktif dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman konsep luas dan keliling pada peserta didik melalui penerapan pendekatan kontektual. Permasalahan yang sering terjadi dalam pembelajaran matematika disekolah dasar adalah peserta didik masih kesulitan memahami konsep luas dan keliling karena pembelajaran cenderung bersifat abstrak dan kurang diakitkan dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, pendekatan kontektual diterapkan agar peserta didik dapat menghubungkan materi pelajaran dengan situasi nyata di lingkungan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pendekatan kontektual dapat meningkatkan peahaman konsep siswa tentang luas den keliling. Hal ini ditunjukkan dengan adanya peningkatan hasil belajar serta partisipasi aktif siswa dalam proses pembelajaran. Dengan demikian, pendekatan kontekstual dapat menjadi salah satu lternatif strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep matematika peserta didik. Implikasi penelitian ini menunjukkan bahwa pendekatan kontekstual dapat dijadikan sebagai alternatif strategi pembelajaran yang inovatif bagi guru dalam meningkatkan kualitas pembelajaran matematika, khususnya pada materi luas dan keliling bangun datar di sekolah dasar.
Restrukturisasi Legal Standing Institusi Gereja: Analisis Manajemen Risiko dan Akuntabilitas Aset Pasca-Pemberlakuan PMA No. 13 Tahun 2025 Suhartoyo Suhartoyo
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i4.9699

Abstract

This study is motivated by the need for legal certainty and accountability in managing Catholic Church institutions in Indonesia, particularly following the enactment of Minister of Religious Affairs Regulation No. 13 of 2025 concerning Catholic Religious Legal Entities (BHKK). The previous regulation based on Staatsblad 1927 is considered outdated and no longer compatible with modern administrative systems that emphasize transparency and digitalization. This research aims to analyze the restructuring of the Church’s legal standing and its implications for risk management and asset accountability. The study employs a normative juridical legal research method using statutory, conceptual, and case approaches, supported by primary, secondary, and tertiary legal materials analyzed descriptively and analytically. The findings reveal that PMA No. 13 of 2025 strengthens legal certainty by formally recognizing BHKK as a legal subject, thereby enhancing legitimacy in asset management, contractual relations, and institutional activities. Furthermore, the regulation functions as a legal risk mitigation instrument that prevents personal liability of administrators due to administrative failures. In conclusion, the implementation of this regulation reinforces the legal standing of Catholic Church institutions and promotes transparent, accountable, and legally compliant organizational governance within the national legal system
Efektivitas Penerapan Asas Equality dan Asas Keadilan dalam Pemungutan Pajak Penghasilan Orang Pribadi di Indonesia Jedyzha Azzariel Priliska; Gunardi Lie
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i4.9716

Abstract

This study examines the effectiveness of applying the principles of equality and equity in Indonesia's income tax collection system through the self-assessment system supported by DJP's Coretax digital platform. This study aims to investigate the relationship between these two principles in achieving a fair and effective tax system. Using normative methods through a statute approach and a conceptual approach, the study involves data collection and a review of applicable regulations to gain a deep understanding of the effectiveness of applying tax principles. The research stages began with the identification of the main issues, followed by the collection of relevant information, then in-depth analysis, interpretation of results, and the formulation of conclusions. The results of the discussion indicate that the principles of equality and equity are interrelated in ensuring that the tax burden is imposed in accordance with the taxpayer's ability to pay, thereby creating a proportional tax burden. Coretax DJP plays a crucial role in enhancing the system's effectiveness through administrative digitalization, transparency, and more structured oversight. However, there remains potential for discrepancies in data reporting that requires further monitoring.
Kepastian Hukum dalam Pengenaan Sanksi Administratif terhadap Wajib Pajak Gunardie Lie; Glorya Heavennina Blessyah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i5.9695

Abstract

Dalam dinamika sistem perpajakan modern, kebutuhan akan kepastian hukum menjadi elemen krusial yang tidak hanya menentukan legitimasi kewenangan negara, tetapi juga mempengaruhi tingkat kepercayaan dan kepatuhan wajib pajak terhadap regulasi yang berlaku. Meskipun regulasi terkait sanksi administratif telah diatur secara komprehensif dalam peraturan perundang-undangan perpajakan, realitas implementasi menunjukkan adanya inkonsistensi interpretasi norma yang berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan prinsip kepastian hukum dalam pengenaan sanksi administratif terhadap wajib pajak serta mengidentifikasi faktor yang mempengaruhi efektivitas implementasinya. Penelitian menggunakan metode yuridis normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Analisis dilakukan terhadap peraturan perpajakan serta literatur hukum yang relevan dengan teori kepastian hukum dan kepatuhan pajak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara normatif ketentuanadministratif telah memenuhi unsur kejelasan norma, namun dalam praktik masih ditemukan perbedaan penafsiran, ketidakkonsistenan penerapan, serta keterbatasan pemahaman wajib pajak terhadap ketentuan perpajakan. Oleh karena itu, diperlukan harmonisasi regulasi, peningkatan literasi perpajakan, serta optimalisasi pengawasan administratif guna memastikan penerapan sanksi yang proporsional, akuntabel, dan memberikan kepastian hukum.
Entrepreneurial Leadership and Innovation: A Systematic Literature Review and Future Research Agenda Benni Aziz; Yunia Wardi; Susi Evanita; Hendrik Heri Sandi
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i5.9736

Abstract

This research aims to systematically review the relationship between entrepreneurial leadership and innovation, focusing on key mechanisms and emerging research trends. A Systematic Literature Review (SLR) approach was applied following PRISMA 2020 guidelines. Relevant articles published between 2019 and 2025 were collected from major databases, including Scopus, Web of Science, and ScienceDirect. After a rigorous screening process, 32 studies were selected for analysis. The findings reveal that entrepreneurial leadership significantly enhances innovation outcomes, including innovation performance, innovative behavior, and organizational innovation capability. The relationship is often mediated by psychological factors such as creativity, work engagement, and psychological empowerment, as well as knowledge-based mechanisms including knowledge sharing and organizational learning. In addition, organizational context and digital factors, such as digital capability and artificial intelligence readiness, play an important role in strengthening innovation. This study contributes by synthesizing current literature, identifying research gaps, and proposing directions for future research on entrepreneurial leadership and innovation.
Kontrak Tertulis dalam Perdagangan Internasional: Analisis Berdasarkan Prinsip Pacta Sunt Servanda dan Itikad Baik Jedyzha Azzariel Priliska; Gunardi Lie
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i5.9796

Abstract

Perdagangan internasional merupakan aktivitas ekonomi lintas negara yang melibatkan hubungan hukum antara para pihak dari sistem hukum yang berbeda. Dalam praktiknya, kontrak tertulis menjadi instrumen utama yang mengatur hak dan kewajiban para pihak guna menciptakan kepastian hukum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kekuatan mengikat kontrak tertulis dalam perdagangan internasional berdasarkan prinsip pacta sunt servanda, serta mengkaji peran prinsip itikad baik dalam menjaga keadilan pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan metode penelitian hukum normatif dengan pendekatan perundang-undangan dan pendekatan konseptual. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa prinsip pacta sunt servanda memberikan dasar kekuatan mengikat terhadap kontrak yang dibuat secara sah, sehingga para pihak wajib melaksanakan isi perjanjian yang telah disepakati. Namun, penerapan prinsip tersebut perlu diimbangi dengan prinsip itikad baik agar pelaksanaan kontrak tidak dilakukan secara kaku. Prinsip itikad baik berperan untuk menjaga keseimbangan kepentingan para pihak serta mencegah penyalahgunaan hak dalam hubungan kontraktual. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa kedua prinsip tersebut saling melengkapi dalam mewujudkan kepastian hukum sekaligus keadilan dalam pelaksanaan kontrak tertulis perdagangan internasional. Keberhasilan pelaksanaan kontrak tidak hanya bergantung pada kekuatan mengikatnya secara hukum, tetapi juga pada sikap jujur dan proporsional para pihak dalam menjalankan hak dan kewajibannya.
The Role of Cyber Counseling in Enhancing Emotional Regulation Among Generation Z College Students Alifa S Rahmadhina
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i3.9801

Abstract

The rapid integration of digital communication technologies into higher education has transformed the delivery of psychological support services, positioning cyber counseling as an increasingly relevant intervention for Generation Z college students. As digital natives, Gen Z demonstrates strong engagement with technology-mediated communication, making online counseling platforms particularly compatible with their help-seeking preferences. At the same time, emotional regulation remains a critical psychological competency for navigating academic stress, interpersonal challenges, and digital-era psychosocial pressures. This study employed a quantitative cross-sectional survey design involving 327 undergraduate students aged 18–24 who had previously participated in cyber counseling services. Participants were selected using purposive sampling. Data were collected through validated self-report instruments measuring cyber counseling utilization and emotional regulation. Statistical analyses included descriptive statistics, reliability and validity testing, Pearson correlation analysis, and Structural Equation Modeling (SEM). The findings revealed that cyber counseling utilization was positively associated with emotional regulation (r = 0.61, p < .001). Structural model analysis indicated that cyber counseling significantly predicted emotional regulation (β = 0.58, p < .001), explaining 33.6% of the variance. Among cyber counseling dimensions, counselor responsiveness emerged as the strongest perceived factor, while privacy and security perception recorded comparatively lower evaluations. The results suggest that cyber counseling serves as an effective digitally mediated platform for enhancing emotional regulation among Generation Z college students. The study highlights the importance of relational quality, technological trust, and responsive counseling practices in optimizing digital mental health interventions within higher education contexts.
Konstruksi Pemahaman Gender dan Keadilan dalam Buku Ajar Akidah Akhlak Kelas IX: Analisis Wacana Kritis Shobichah Shobichah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i3.9840

Abstract

Buku ajar Pendidikan Agama Islam, khususnya Akidah Akhlak, diduga masih mereproduksi bias patriarkal yang menghambat internalisasi nilai kesetaraan pada peserta didik madrasah. Penelitian ini bertujuan mengungkap konstruksi wacana gender dan keadilan dalam buku ajar Akidah Akhlak Kelas IX terbitan Kementerian Agama RI jenjang yang belum pernah dikaji secara kritis menggunakan perspektif gender. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan analisis wacana kritis (CDA) model Fairclough tiga dimensi: analisis teks (mikro), praktik diskursif (meso), dan praktik sosiokultural (makro). Pengumpulan data meliputi analisis dokumen sistematis terhadap 128 unit analisis dalam delapan bab buku teks, wawancara semi-terstruktur dengan dua penulis buku dan tiga guru, serta observasi non-partisipan di tiga madrasah di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara Barat. Hasil menunjukkan ketimpangan representasi gender yang sistematis: dari 124 figur, laki-laki mendominasi sebesar 70,2% dalam peran kepemimpinan publik dan otoritas keagamaan, sementara perempuan hanya 29,8% dan terkurung pada ranah domestik. Ditemukan pula aporia—kontradiksi internal antara ayat-ayat kesetaraan dan interpretasi qiwamah yang tidak didialogkan secara kritis dalam buku teks. Penelitian menyimpulkan bahwa buku ajar Akidah Akhlak mereproduksi ideologi patriarkal melalui mekanisme teks, diskursif, dan sosiokultural. Implikasi praktis mencakup revisi buku teks berbasis prinsip mubadalah, pelatihan pedagogi kritis bagi guru, serta kebijakan afirmatif pelibatan perempuan dalam penyusunan kurikulum.
Penerapan Model Pembelajaran Berbasis Syawir dalam Meningkatkan Kemampuan Berpikir Kritis Siswa di Pesantren Al-Berr Pandaan M Khusni Mubarok
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i3.9898

Abstract

Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pengembangan kemampuan berpikir kritis dalam pendidikan modern, khususnya dalam pendidikan berbasis pesantren Islam yang menekankan tradisi diskusi dan musyawarah. Berpikir kritis memungkinkan siswa untuk menganalisis informasi, mengevaluasi argumen, menanggapi pendapat, dan merumuskan kesimpulan logis. Dalam tradisi pendidikan Islam, syawir telah lama dipraktikkan sebagai metode pembelajaran yang mendorong dialog, diskusi, dan pemecahan masalah kolaboratif di antara siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model pembelajaran berbasis syawir dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa di SMP Pesantren Al-Berr Pandaan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan rancangan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi yang melibatkan guru dan siswa yang berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran berbasis syawir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis syawir menciptakan suasana belajar yang aktif, komunikatif, dan partisipatif, di mana siswa secara nyata menunjukkan peningkatan keberanian menyampaikan pendapat, kemampuan menanggapi argumen teman, serta keterampilan menganalisis materi secara kritis dalam sesi diskusi. Guru memainkan peran penting sebagai fasilitator, motivator, dan evaluator selama proses diskusi. Namun, ditemukan beberapa kendala, di antaranya kurangnya kepercayaan diri pada sebagian siswa, keterbatasan persiapan materi sebelum diskusi, serta partisipasi yang tidak merata. Temuan ini menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis syawir terbukti efektif sebagai strategi alternatif untuk menumbuhkan kemampuan berpikir kritis siswa dalam konteks pendidikan pesantren, dengan catatan perlunya dukungan fasilitasi guru yang konsisten dan terstruktur.
Integrasi Kecerdasan Buatan (AI) Dalam Pembelajaran PAI: Sebuah Tinjauan Sistematis Terhadap Peluang Dan Tantangan Etis-Pedagogis Shobichah Shobichah
Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi)
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/japendi.v7i4.9920

Abstract

Perkembangan Artificial Intelligence (AI) yang pesat telah memasuki ranah pendidikan agama Islam, namun literatur yang secara sistematis mengkaji implikasi etis-pedagogisnya masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peluang sekaligus menganalisis tantangan etis-pedagogis dari integrasi AI dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) serta merumuskan sintesis konseptual untuk memandu integrasi yang berimbang. Menggunakan pendekatan systematic literature review dengan protokol PRISMA, penelitian ini menganalisis 24 artikel dari basis data Scopus, SINTA, DOAJ, dan Google Scholar periode 2020–2026. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga peluang utama: personalisasi pembelajaran adaptif, peningkatan aksesibilitas materi agama, serta umpan balik instan. Namun, ditemukan empat tantangan dominan yang mengancam fondasi pendidikan agama, yaitu erosi otoritas guru dan relasi pedagogis spiritual, reduksi nilai akhlak menjadi keterampilan tek semata, kerentanan privasi data dan bias algoritmik yang berpotensi menyebarkan pemahaman keagamaan sempit, serta kesenjangan akses digital yang memperlebar jurang pendidikan. Novelty penelitian ini terletak pada identifikasi bahwa tantangan integrasi AI dalam PAI bersifat paradigmatik bukan teknis semata serta pengungkapan bahwa personalisasi teknis AI belum diikuti oleh personalisasi spiritual, sehingga berisiko melahirkan religiusitas pragmatis yang dangkal. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi AI dalam PAI memerlukan kerangka techno-ethics berbasis Islam (Wasathiyyah) yang menyeimbangkan efisiensi teknologi dengan pelestarian interaksi manusiawi. Implikasi praktisnya mencakup perlunya regulasi perlindungan data siswa, pelatihan literasi AI kritis bagi guru PAI, serta subsidi akses bagi madrasah di daerah tertinggal. Penelitian selanjutnya direkomendasikan untuk melakukan studi longitudinal tentang perubahan orientasi religius siswa akibat paparan AI jangka panjang.

Filter by Year

2020 2026


Filter By Issues
All Issue Vol. 7 No. 8 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 7 No. 7 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 7 No. 6 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 7 No. 5 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 7 No. 4 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 7 No. 3 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 7 No. 2 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 6 No. 12 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 6 No. 11 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 6 No. 10 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 6 No. 9 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 6 No. 8 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 6 No. 8 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 7 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 6 No. 7 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 6 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 6 No. 5 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 4 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 3 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 6 No. 2 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 12 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 5 No. 11 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 5 No. 10 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 9 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 5 No. 9 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 8 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 8 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 5 No. 7 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 7 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 5 No. 6 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 5 No. 5 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 5 No. 4 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 5 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 5 No. 2 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 4 No. 12 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 4 No. 11 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 4 No. 10 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 4 No. 05 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 4 No. 04 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 4 No. 03 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 4 No. 02 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 4 No. 01 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 4 No. 9 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 4 No. 8 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 4 No. 7 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 4 No. 6 (2023): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 3 No. 12 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 3 No. 11 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 3 No. 10 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 3 No. 09 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 3 No. 08 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 3 No. 07 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 3 No. 06 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 3 No. 05 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 3 No. 04 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 3 No. 03 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 3 No. 02 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 3 No. 01 (2022): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 2 No. 12 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 2 No. 11 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 2 No. 10 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 2 No. 09 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 2 No. 08 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia ( Japendi ) Vol. 2 No. 07 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 2 No. 06 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 2 No. 05 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 2 No. 04 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 2 No. 03 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 2 No. 02 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 2 No. 01 (2021): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 1 No. 04 (2020): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 1 No. 03 (2020): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 1 No. 02 (2020): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) Vol. 1 No. 01 (2020): Jurnal Pendidikan Indonesia (Japendi) More Issue