Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia adalah jurnal yang diterbitkan sebulan sekali oleh CV. Publikasi Indonesia. Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia akan menerbitkan artikel ilmiah dalam lingkup ilmu sosial, sains dan ilmu kesehatan. Artikel yang dipublikasikan adalah artikel hasil penelitian, kajian atau kajian ilmiah kritis dan komprehensif tentang isu-isu penting dan terkini atau ulasan buku ilmiah.
Articles
1,921 Documents
Faktor-Faktor Penyebab Kerusakan Fisik Rekam Medis Rawat Jalan di Puskesmas Paseh
Hadiyanti, Rahma Suci;
Hafizan, Muhammad Ihsan;
Setiatin, Sali
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 10 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i10.220
Latar Belakang : Dokumen Rekam Medis merupakan alat untuk merekam mencatat terjadinya transaksi pelayanan. Sehingga berkas rekam medis dapat memberikan informasi yang akurat dan berkesinambungan, mutu pelayanan dapat ditingkatkan bila didukung oleh keamanan dan kerahasiaan berkas rekam medis pasien di ruang penyimpanan, dokumen rekam medis harus dikelola dengan baik karena mempunyai nilai manfaat yang besar bagi puskesmas. Pengelolaan dokumen rekam medis memerlukan penyimpanan, pengamanan dan pemeliharaan supaya tidak rusak. Tujuan : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja faktor-faktor benyebab kerusakan fisik rekam medis rawat jalan di Puskesmas Paseh. Metode : Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif dan pengumpulan data dengan praktik kerja lapangan atau observasi, studi pustaka dan wawancara yang mendalam kepada perekam medis dengan menggunakan analisis unsur manajemen 5M (Man, machine, method, material, dan Money). Hasil : 100 rekam medis yang mengalami kerusakan dengan kualitas map putih berbahan tipis sehingga formulir didalamnya bisa ikut rusak atau robek. Di Puskesmas Paseh terdapat 1 dari 3 perekam medis yang memiliki latar belakang pendidikan bukan D3 rekam medis, tidak adanya SOP terkait pemeliharaan rekam medis, kurangnya rak penyimpanan serta kapasitas ruangan yang kurang luas, dan bahan data pasien masih ada yang menggunakan map dokumen yang kurang tebal. Kesimpulan : Pemeliharaan rekam medis di Puskesmas Paseh tergolong cukup namun ada beberapa yang perlu di lakukan seperti meningkatkan pelatihan perekam medis terkait pemeliharaan rekam medis, menambah rak penyimpanan, memperluas ruangan, serta membuat standar prosedur operasional (SPO) terkait perlindungan dan pemeliharanan dokumen rekam medis.
Tinjauan Aspek Keamanan dan Kerahasian Rekam Medis di Ruang Filing RS BSA Bandung
Tarigan, Aloysius F;
Herfiyanti, Leni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.222
Latar Belakang: Keamanan dan kerahasiaan merupakan faktor yang sangat penting dalam pengelolaan dokumen rekam medis. Keamanan dan kerahasian rekam medis di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih Bandung masih belum terjaga. Masih ada selain petugas rekam medis yang bisa keluar masuk ke ruang Filing. Tujuan: Guna mengetahui keamanan dari beberapa segi aspek berkas rekam medis di ruang filing RSBSA Bandung. Metode: Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan metode observasi. Objek penelitian yaitu 50 dokumen rekam medis dan ruangan rekam medis. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan dari segi aspek fisik tinta yang digunakan berwarna hitam dan kertas yang digunakan berukuran A4. Tidak adanya Out guide, bon peminjaman dan kamper. Selain itu masih ada petugas diluar rekam medis yang bisa keluar masuk dan meminjam dokumen rekam medis tanpa sepengetahuan petugas Filing, sehingga banyak dokumen rekam medis yang hilang atau terbawa oleh petugas. Aspek biologis adanya jamur, serangga seperti rayap, kecoa dan tikus. Aspek kimiawi adanya petugas rekam medis yang makan atau minum di ruang Filing. Aspek kerahasiaanya masih ada dokumen rekam medis yang terbawa atau hilang oleh petugas di luar rekam medis. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan di atas, penulis menyimpulkan diantaranya untuk menjaga kerahasiaan rekam medis diperlukan ruang Filing yang memenuhi ketentuan dalam menjaga keamanan dan kerahasiaan dokumen rekam medis pasien. Ruang filing dapat dikatakan baik jika telah memenuhi prosedur yang ditentukan dan dapat menjamin keamanan serta terhindar dari kehilangan atau kerusakan yang dapat membahayakan dokumen rekam medis.
Pengaruh Penerapan K3 Terhadap Produktivitas Sistem Penyimpanan Rekam Medis di RS X
Nuraeni, Weni;
Hidayati, Meira
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.223
Latar Belakang: Kegiatan kerja tentunya menbutuhkan suasana yang aman serta nyaman dengan prosedur yang untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kerja guna menunjang produktivitas kerja khususnya di unit penyimpanan rekam medis. Jadi sudah sepatutnya kita sebagai manusia untuk selalu memperhatikan keselamatan dan kesehatan diri serta lingkungan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh penerapan keselamatan dan kesehatan (K3) terhadap produktivitas kerja sistem penyimpanan rekam medis di RS X. Metode: Metode yang digunakan yaitu metode penelitian kuantitatif yang di jelaskan dengan pendekatan deskriptif, metode pengumpulan data yang digunakan yaitu Observasi, wawancara, kuesioner dan studi pustaka dengan subjek penelitian seluruh petugas penyimpanan rekam medis yang berjumlah tujuh orang dan objek penelitian yaitu ruang penyimpanan rekam medis. Teknik analisis data uji validitas, uji korelasi, uji regresi linear sederhana menggunakan SPSS versi 23. Hasil: Berdasarkan hasil dari penelitian yang diperoleh terdapat 16 pernyataan yang dinyatakan valid dan reliabel, hasil dari pearson correlation sebesar 0,926 sehingga sangat kuat dan berpengaruh positif, yang berarti pengaruh Penerapan K3 Terhadap Produktivitas Kerja sebesar 82,8% sedangkan sisanya 17,2% dipengaruhi oleh variabel lain atau error. Kesimpulan: Penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa yaitu ruang penyimpanan rekam medis yang belum sesuai dengan standar terutama luas ruangan dan fasilitas yang ada di ruang penyimpanan rekam medis.
Kelengkapan Pengisian Formulir Persetujuan Tindakan Operasi (Informed Consent) Pada Pasien Bedah Rawat Inap Di Rumah Sakit X Bandung
Amelia, Diah Indah;
Herfiyanti, Leni
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.224
Latar Belakang: Informed consent adalah penyampaian informasi dari dokter atau perawat kepada pasien sebelum suatu tindakan medis dilakukan. Hal ini penting dilakukan karena setiap pasien berhak mengetahui risiko dan manfaat dari tindakan medis yang akan dijalankan. Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kelengkapan pengisian formulir persetujuan tindakan operasi (informed consent) pada pasien bedah rawat inap di Rumah Sakit X Bandung. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Adapun metode pengumpulan data yaitu dengan observasi dan wawancara. Sampel diambil dengan menggunakan teknik sampel random sederhana dengan total 80 berkas rekam medis. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa kelengkapan pengisian formulir persetujuan tindakan operasi (informed consent) berjumlah 11 berkas dan yang tidak lengkap berjumlah 69 berkas. Ketidaklengkapan pengisian formulir persetujuan tindakan operasi (informed consent) disebabkan oleh kurangnya pemahaman dari dokter, perawat maupun pasien mengenai informed consent dan kurangnya implementasi dari dokter, perawat maupun pasien mengenai informed consent. Kesimpulan: Dari hasil penelitian yang telah dilakukan berdasarkan data yang telah diperoleh selama peneliti menemukan beberapa ketidaklengkapan pengisian informed consent dari bulan Oktober, November dan Desember tahun 2020 dari operasi 409 populasi dan 80 sampel berkas informed consent tindakan operasi yang digunakan. Terdapat informed consent dengan pengisian data yang terisi lengkap sebesar 17% dan pengisian informed consent tidak terisi lengkap sebanyak 83%.
Analisis Pengunjung Pasien Rawat Jalan Di Rumah Sakit Dustira Pre And Post Sebagai Rumah Sakit Rujukan Covid-19
Haliza, Dina Nur;
Sonia, Dina
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.225
Latar Belakang: Pada Desember 2019 lalu, di kota Wuhan, Tiongkok, telah terjadi peristiwa luar biasa atas kasus radang paru-paru atau dalam istilah medis disebut Pneumonia yang di sebabkan oleh virus yang belum pernah dikenal sebelumnya,, yang kini virus itu dikenal Novelcorona Virus. Sementara itu, Rumah Sakit Dustira yang menjadi salah satu Rumah Sakit rujukan COVID-19. Berdasarkan penelitian banyaknya pasien COVID-19 yang dirujuk ke Rumah Sakit Dustira sehingga jumlah pengunjung pasien rawat jalan di Rumah Sakit Dustira setelah menjadi Rumah Sakit rujukan COVID-19 sangat menurun. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan atau mendeskripsikan apakah ada hubungannya jumlah pengunjung pasien rawat jalan di Rumah Sakit Dustira setelah Rumah Sakit Dustira menjadi Rumah Sakit rujukan COVID-19. Metode: Penulis menggunakan metode penelitian kuntitatif dalam proses penelitian dan dengan pendekatan deskriptif. Penulis menggunakan teknik pengumpulan data dengan sumber data primer dan data sekunder. Hasil: Hasil penelitian grafik menunjukan adanya penurunan pada pengunjung pasien rawat jalan sudah terjadi dari tahun 2018 dimana jumlah pengunjung ada 349.117, tahun 2019 295.680, dan tahun 2020 118.307 pasien, bukan karena Rumah Sakit Dustira sebagai Rumah Sakit rujukan COVID-19. Dari hasil wawancara penulis menemukan jawaban bahwa kebijakan sistem regional yang ditetapkan oleh BPJS lah yang menjadi alasan Rumah Sakit Dustira mengalami penurunan jumlah Pengunjung pasien rawat jalan. Kesimpulan: Kesimpulan penelitian ini adalah sebagai Rumah Sakit rujukan COVID-19 tidak menjadikan Rumah Sakit Dustira mengalami penurunan jumlah pengunjung pasien rawat jalan, dalam sesi wawancara penulis menemukan jawaban bahwa kebijakan sistem regional yang ditetapkan oleh BPJS lah yang menjadi alasan Rumah Sakit Dustira mengalami penurunan jumlah pengunjung pasien rawat jalan, Rumas Sakit Dustira sebagai Rumah Sakit rujukan COVID-19 tidak memberi pengaruh terhadap jumlah pengunjung pasien rawat jalan berarti untu H0 diterima dan H1 ditolak
Analisis Pelaksanaan Retensi Rekam Medis Guna Menghindari Penumpukan Rekam Medis Inaktif di RS X
Lesmana, Indra;
Rinaldo, Mas;
Gunawan, Erix
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.226
Latar Belakang: Pelaksanaan retensi berkas rekam medis berpedoman pada standar operasional prosedur tentang penyimpanan berkas rekam medis di ruang penyimpanan. Ruang penyimpanan (Filing) merupakan tempat berkas rekam medis rawat jalan, rawat inap dan gawat darurat disimpan dengan metode tertentu dan pelaksanaan retensi rekam medis. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi pelaksanaan retensi berkas rekam medis di RS X. Metode: Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini ialah Penelitian Kualitatif. Penelitian kualitatif digunakan untuk menganalisis pelaksanaan retensi berkas rekam medis. Metode pengambilan data yang digunakan dalam penelitian ini dengan cara observasi, wawancara dan dengan meminta data dibagian rekam medis. Hasil: Hasil penelitian yang didapatkan bahwa pada pelaksanaan retensi, petugas melaksanakan retensi sebanyak 50-100 berkas rekam medis dalam waktu 1 (satu) hari dan dalam satu (1) bulan petugas melaksanakan retensi sebanyak 1500 berkas rekam medis yang telah diretensi. Petugas bertanggung jawab atas pelaksanaan retensi dan petugas juga memiliki tugas pokok selain melaksanakan retensi berkas rekam medis. Alat yang gunakan untuk melakukan retensi di RS X hanya menggunakan buku dan alat tulis, staples, yang dilakukan setiap hari oleh petugas retensi. Sampel data pada penelitian ini adalah 6 petugas filing di RS X. Kesimpulan: Pelaksanaan retensi di RS X ada 6 petugas yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan retensi setiap hari dan petugas berhasil menyelesaikan 50-100 berkas yang telah diretensi dengan jumlah per bulannya 1500 berkas rekam medis yang telah diretensi, petugas bertanggung jawab atas pelaksanaan retensi dan petugas juga memiliki tugas pokok selain melaksanakan retensi berkas rekam medis.
Tinjauan Peminjaman dan Penyimpanan Rekam Medis Rawat Jalan Guna Menunjang Efektifitas Kerja
Raihanny Ali, Nabila Nur;
Sari, Irda
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.227
Latar Belakang: Pengelolaan rekam medis merupakan salah satu bentuk dari pelayanan penunjang medis, ketepatan waktu dalam penyediaan rekam medis merupakan suatu hal yang sangat penting untuk menunjang pelayanan yang baik untuk pasien, namun beberapa hal membuat penyediaan rekam medis menjadi terlambat Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor keterlambatan penyediaan rekam medis di Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung. Metode: Penulis menggunakan metode observasi dan wawancara, populasi dalam penelitian ini adalah 3 petugas rekam medis dan sampel berupa 20 dokumen rekam medis dari data yang didapatkan bahwa faktor penyebab keterlambatan dalam penyediaan rekam medis adalah rekam medis yang hilang, rusak, dan masih dalam peminjaman. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa Standar Operasional Prosedur (SOP) belum sesuai. banyak ditemukan adanya dokumen rekam medis yang salah letak dan rak yang tidak dapat menyimpan rekam medis karena terlalu penuh dan map rekam medis yang mudah rusak. Hal ini dikarenakan kelalaian petugas dan kurangnya pengetahuan dan tidak adanya evaluasi yang dilakukan dalam melakukan penyimpanan dokumen rekam medis Kesimpulan: Rumah Sakit Muhammadiyah Bandung telah memiliki kebijakan tentang penyimpanan rekam medis yang diatur secara lengkap. Sehingga petugas dalam melaksanakan penyimpanan rekam medis memiliki pedoman yang sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan yaitu penyimpanan rekam medis menggunakan sistem sentralisasi dan penjajarannya secara terminal digit filing. Dari segi pelaksanaannya petugas sudah melakukan penyimpanan rekam medis sesuai dengan kebijakan yang telah dibuat.
Evaluasi Standar Pelayanan Minimal Lama Waktu Tunggu Pelayanan Pendaftaran Pasien Rawat Jalan di Klinik Bintang Meditama
Wardani, Putri
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.229
Latar Belakang: Sudah timbul bermacam kasus tentang standar pelayanan minimun, salah satunya merupakan lama waktu tunggu pelayanan rawat jalan pada bagian registrasi. Waktu tunggu yang lama ialah salah satu perihal yang dapat menimbulkan ketidakpuasan pasien. Apabila waktu tunggu lama dapat mengurangi kenyamanan pasien. Tujuan: Mengenali lama rata-rata waktu tunggun pelayanan registrasi pasien rawat jalan untuk dijadikan bahan penilaian agar kedepannya pelayanan di Klink Bintang Meditama khususnya pada registrasi pasien rawat jalan mampu ditingkatkan lagi serta sesuai dengan Standar Pelayanan Minimun Metode: Tipe riset deskriptif (riset survey) di tempat registrasi penderita rawat jalan, serta memakai Metode purposive sampling ialah pengambilan ilustrasi bersumber pada kriteria yang diresmikan oleh periset ialah penderita rawat jalur baru serta lama. Hasil: Registrasi penderita rawat jalan pada penderita baru ialah 12 menit serta pada penderita lama ialah 06 menit. Dengan demikian pelayanan di tempat registrasi penderita rawat jalan masih belum sesuai dengan Standar Pelayanan Minimun yang diresmikan di Klinik tersebut dianjurkan untuk petugas hendaknya lebih mencermati lamanya waktu tunggu di bagian registrasi rawat jalan dengan bekerja lebih kilat serta cermat sesuai dengan SOP supaya tercapainya pelayanan waktu tunggu registrasi rawat jalan yang sesuai dengan SPM yang telah didetetapkan oleh Klinik tersebut. Kesimpulan: Berdasarkan survey kategori waktu tunggu pelayanan pendaftaran rawat jalan Klinik Bintang Meditama diketahui saat ini belum berjalan dengan baik dan belum optimal, Penulis berpendapat penelitian di klinik tersebut belum dilakukan.
Analisis Pelaksanaan Keselamatann Dan Kesehatan Kerja (K3) di Bagian Pendaftaran Klinik Pratama Green Care Kota Bandung di Masa Pandemi COVID-19
Ramadhan, Reno;
Hidayat, M Taofik;
Sari, Irda
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.230
Latar Belakang: Petugas pendaftaran tidak bisa lepas dari potensi-potensi berbahaya yang bisa menyebabkan kecelakaan kerja. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kepatuhan pegawai rekam medis bagian pendaftaran di klinik Pratama green care terhadap penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) Keselamatann dan Kesehatan Kerja (K3). Metode: Penelitian ini menggunakan jenis penelitian metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Subjek yang digunakan penelitian ini adalah petugas rekam medis di bagian pendaftaran Klinik Pratama Green care. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian berupa angket terbuka atau kuesioner dan wawancara semi struktur. Hasil: Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan didapatkan pengetahuan petugas pendaftaran akan SOP K3 di masa pandemi COVID-19 sudah mengetahui semua dan dalam pelaksanaan nya salah satu petugas masih kurang disiplin. Kurang nya pengawasan dari pihak manajemen klinik. Kesimpulan: Belum ada nya pelatihan dan pendidikan kepada petugas untuk pelaksanaan yang baik dan benar. Untuk penanganannya sudah berjalan dengan baik.
Pengaruh Kelengkapan Resume Medis Rawat Inap Terhadap Mutu Rekam Medis di Rumah Sakit X Kabupaten Bandung
Fadhilah, Saeful;
Nur, Ropina Hardian;
Setiatin, Sali
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 11 (2021): Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59141/cerdika.v1i11.231
Latar Belakang: Resume medis atau ringkasan riwayat pulang (discharge summary) merupakan ringkasan dari seluruh masa perawatan dan pengobatan pasien sebagaimana yang telah diupayakan oleh para tenaga kesehatan dan pihak terkait. Lembar ini harus ditandatangani oleh dokter yang merawat pasien. Lazimnya informasi yang terdapat di dalamanya adalah jenis pengobatan, kondisi saat pulang, serta tindak lanjut. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kelengkapan resume medis rawat inap terhadap mutu rekam medis di Rumah Sakit X Kabupaten Bandung. Metode: Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dengan cara observasi, kuisioner, dan study pustaka. Teknik pengumpulan sampel dengan teknik sampling jenuh dengan sampel sebanyak 17 petugas. Hasil: Hasil dalam penelitian ini berdasarkan uji statistik dengan signifikasi ? = 5% (0,05) atau tingkat kepercayaan 95% diperoleh pengaruh kelengkapan resume medis rawat inap terhadap mutu rekam medis sebesar 71,9%, dengan permasalah yang timbul diantaranya : (1) Masih ada komponen resume medis rawat inap yang belum lengkap/tidak di isi. (2) Ketidaktepatan waktu pengambilan, menghambat proses pengkodingan, pengklaiman dan informasi yang disampaikan kepada pimpinan rumah sakit. (3) belum optimalnya pengawasan dan kesadaran petugas medis. Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan, penulis dapat menarik kesimpulan bahwa kelengkapan resume medis di Rumah Sakit X Kabupaten Bandung belum dapat dikatakan optimal, karena masih ada keterangan-keterangan dalam resume medis yang tidak terisi atau tidak di lengkapi oleh dokter maupun petugas yang berwenang mengisi berkas resume medis.