cover
Contact Name
Aulia Rahman
Contact Email
auliarahman1985@unsam.ac.id
Phone
+6285226355407
Journal Mail Official
auliarahman1985@unsam.ac.id
Editorial Address
https://ejurnalunsam.id/index.php/jsnbl/about/editorialTeam
Location
Kota langsa,
Aceh
INDONESIA
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan
Published by Universitas Samudra
ISSN : 23560770     EISSN : 26852705     DOI : 10.33059/jsnbl.v10i2
The Seuneubok Lada journal only publishes scientific works resulting from empirical and theoretical research to develop science. The focus of the Seuneubok Lada Journal is the field of historical education, social history and culture. History education includes the study of history education in schools which include; 1. History Teaching Methods, 2. History Education Curriculum, 3. History Education Management and Technology while social and cultural history includes; 1. Archaeological Studies 2. Ethnographic Studies 3. Social and Cultural Anthropological Studies 4. Social and Political History Studies 5. Hysterography
Articles 10 Documents
Search results for , issue "Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA" : 10 Documents clear
PENGARUH SIKAP BERKOMUNIKASI DAN PROFESINALISME GURU SERTA DISIPLIN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 KOTA LANGSA Tengku Muhammad Sahudra; Ratna Juwita
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.97 KB)

Abstract

Sekolah sebagai lembaga pendidikan bertugas menyelenggarakan proses pendidikan dan proses belajar mengajar dalam usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tugas untuk memimpin sekolah, kepala sekolah bertanggung jawab Pertamatercapainya tujuan sekolah. Kepala sekolah diharapkan menjadi pemimpin dari inovator di sekolah. Oleh sebab itu, kualitas kepemimpinan kepala sekolah adalah signifikan bagi keberhasilan sekolah. Kepala sekolah perlu memiliki kemampuan untuk memberdayakan seluruh sumber daya manusia yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. Khusus berkaitan dengan guru kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja guru, melalui pemberdayaan sumber daya manusia (guru). Arifin (2005:88). Usman (2008: 50) mendefinisikan guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Pendapat lain dikemukakan oleh Sholeh (2007: 45), mengungkapkan bahwa dalam proses pendidikan, guru tidak hanya menjalankan fungsi alih ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tapi juga berfungsi untuk menanamkan nilai (values) serta membangun karakter (character building) peserta didik secara berkelanjutan. Dalam terminologi Islam, guru diistilahkan dengan murabby, satu akar kata dengan rabb yang berarti Tuhan. Jadi, fungsi dan peran guru dalam sistem pendidikan merupakan salah satu manifestasi dari sifat ketuhanan. Demikian mulianya posisi guru, sampai-sampai Tuhan, dalam pengertian sebagai rabb mengidentifikasi diri-Nya sebagai rabbul.alamin Sang Maha Guru., Guru seluruh jagad raya. Untuk itu, kewajiban pertama yang dibebankan setiap hamba sebagai murid Sang Maha Guru adalah belajar dan mencari ilmu pengetahuan. Setelah itu, setiap orang yang telah mempunyai ilmu pengetahuan memiliki kewajiban untuk mengajarkannya kepada orang lain. Dengan demikian, profesi mengajar adalah sebuah kewajiban yang merupakan manifestasi dari ibadah. Sebagai konsekuensinya, barang siapa yang menyembunyikan sebuah pengetahuan maka ia telah melangkahkan kaki menuju jurang api neraka. Secara konseptual, unjuk kerja guru menurut Johson (2009: 48), mencakup tiga aspek, yaitu; (a) kemampuan profesional, (b) kemampuan sosial, dan (c) kemampuan personal (pribadi). Menyadari akan pentingnya profesionalisme dalam pendidikan, maka Tafsir (2010: 22) mendefinisikan profesionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan oleh orang yang profesional. Akan tetapi melihat realita yang ada, keberadaan guru profesional sangat jauh dari apa yang dicita-citakan. Melalui penelitian awal yang peneliti lakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Langsa, ada beberapa fenomena atau permasalahan yang dapat peneliti amati diantaranya guru yang ada pada dasarnya belum sepenuhnya bisa dikatakan kategori guru professional serta kontribusi untuk siswa menjadi kurang terperhatikan bahkan terabaikan. Masalah lain yang ditemukan penulis adalah, masih ada guru yang terlambat dan pulang terlalu cepat, kualifikasi jenjang pendidikan guru untuk mengajar yang tidak sesuai dengan keahliannya. Sehingga yang menjadi imbasnya adalah siswa sebagai anak didik tidak mendapatkan hasil pembelajaran yang maksimal. Padahal siswa ini adalah sasaran pendidikan yang dibentuk melalui bimbingan, keteladanan, bantuan, latihan, pengetahuan yang maksimal, kecakapan, keterampilan, nilai, sikap yang baik dari seorang guru. Maka hanya dengan seorang guru profesional hal tersebut dapat terwujud secara utuh, sehingga akan menciptakan kondisi yang menimbulkan kesadaran dan keseriusan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, apa yang disampaikan seorang guru akan berpengaruh terhadap hasil pembelajaran. Sebaliknya, jika hal di Pertamatidak terealisasi dengan baik, maka akan berakibat ketidak puasan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar
NILAI-NILAI KARAKTER DALAM OLAHRAGA TRADISIONAL ACEH DI GAMPONG PAYA BUJOK SEULEUMAK KOTA LANGSA Basyarudin Acha; Johaidah Mistar
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (406.381 KB)

Abstract

Olahraga tradisional merupakan bagian dari permainan tradisional dan telah lahir sejak ribuan tahun lalu yang merupakan hasil dari proses kebudayaan manusia zaman dahulu yang masih kental dengan nilai-nilai kearifan lokal. Meskipun sudah sangat tua, ternyata permainan tradisional memiliki peran edukasi bagi proses belajar seorang individu, terutama anak-anak.. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi mengenai Jenis olahraga tradisional Aceh yang yang dimainkan anak-anak di Gampong Paya Bujok Seuleumak dan nilai-nilai karakter apa saja yang terdapat dalam olahraga tradisional Aceh yang dimainkan anak-anak di Gampong Paya Bujok Seuleumak Kota Langsa guna melihat langsung nilai-nilai yang terkandung dalam permainan olahraga tradisional Aceh. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif, karakteristik utama berasal dari latar belakang alami atau kenyataan di masyarakat. Adapun langkah-langkahnya adalah dengan melakukan penga­matan, wawancara, dan do­kumentasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa anak-anak menyukai permainan tradisional karena sangat menghibur dan menyenangkan. Anak-anak bermain permainan tradisional sebagai sarana rekreasi, hiburan dan olahraga. Sehingga permainan tradisional juga bisa dikatakan sebagai olahraga tradisional. Adapun permainan tradisional yang menjadi olahraga tradisional Aceh yang masih ada dan dimainkan di gampong paya bujok seulemak kota Langsa diantaranya Pet-Pet Pong, Tekong, Patok Lele, Geude-Geude, dan Serompah. Selain mendapatkan rasa senang, sebenarnya anak-anak mendapat nilai-nilai yang bermanfaat dari kegiatan bermain sekaligus berolahraga tersebut. Adapun nilai-nilai karakter dalam olahraga tradisional Aceh di Gampong Paya Bujok Seulemak Kota Langsa yaitu nilai cinta tanah air, demokratis, kepemimpinan, tanggung jawab, jujur atau sportif.
LITERASI SEKOLAH SEBAGAI UPAYA PENCIPTAAN MASYARAKAT PEBELAJAR YANG BERDAMPAK PADA PENINGKATAN KUALITAS PENDIDIKAN Budiharto Budiharto; Triyono Triyono; Suparman Suparman
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.422 KB)

Abstract

Pendidikan di Indonesia dari waktu ke-waktu terus ditingkatkan, agar sumber daya manusia (SDM) Indonesia dapat mengikuti perkembangan iptek yang semakin cepat di era globalisasi ini. Sekolah sebagai salah satu institusi komponen dalam bidang pendidikan merupakan tempat yang sangat strategis dalam rangka menyiapkan SDM yang berkualitas. Hal ini dapat tercapai apabila segenap unsur yang ada di sekolah secara sinergi berupaya meningkatkan mutu pendidikan tersebut. Ada berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk meningkatkan mutu pendidikan diantaranya adalah melalui gerakan literasi sekolah. Literasi sekolah dapat memperkuat gerakan penumbuhan budi pekerti. Hal ini sebagaimana dituangkan dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan No 23 Tahun 2015 , dimana salah satu kegiatan dalam gerakan literasi sekolah adalah kegiatan 15 menit membaca buku non pelajaran sebelum waktu belajar dimulai. Materi bacaan berisi nilai-nilai budi pekerti, berupa kearifan lokal, nasional dan global yang disampaikan sesuai dengan tahap perkembangan peserta didik. Tujuan dari gerakan ini adalah menumbuh kembangkan budi pekerti siswa melalui pembudayaan ekosistem literasi sekolah agar mereka menjadi pebelajar sepanjang hayat. Kegiatan literasi sekolah melibatkan semua warga sekolah ( guru, peserta didik, orang tua/ wali murid ) dan masyarakat sebagai bagian dari ekosistem pendidikan.
KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN PBL TERHADAP PENINGKATAN PRESTASI BELAJAR DIMENSI TIGA PADA SISWA KELAS XII IPA Suparman Suparman; Badjuri Badjuri; Khoirul Anwar
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (394.478 KB)

Abstract

Pembelajaran memerlukan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi yang baik. Melalui pengembangan perangkat pembelajaran dengan model PBL(Problem Based Learning) diharapkan proses pembelajaran dapat lebih efektif. Penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan menggunakan modifikasi 4-D dari model Thiagarajan, Semmel dan Semmel yang meliputi empat tahap yaitu pendifinisian, perancangan, pengembangan dan penyebaran. Subyek uji coba adalah siswa SMA Negeri 1 Dempet tahun 2017/2018dengan dua kelas eksperimen dan satu kelas kontrol. Perangkat yang dikembangkan meliputi RPP, LAPD, BPD, BPG, dan tes prestasi belajar. Perangkat tersebut divalidasi oleh para ahli.Pengambilan data melalui pemberian tes dan observasi. Data tes yang diolah dengan uji ketuntasan belajar. Pengembangan perangkat pembelajaran PBLmenghasilkan perangkat pembelajaran yang praktis dengan analisis keterlaksanaan RPP, respon guru, dan respon siswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk:1)Mendeskripsikan proses pengembangan perangkat pembelajaran model PBL materi Dimensi Tiga Kelas XII. 2) Memperoleh perangkat pembelajaran model PBL materi Dimensi Tiga Kelas XII yang valid. 3) Menentukan efektifitas implementasi perangkat pembelajaran model PBL materi Dimensi Tiga Kelas XII. 4) Menentukan kepraktisan model PBL materi Dimensi dua Kelas XII. Hasil penelitian dapat disimpulkan 1) Proses pengembangan perangkat pembelajaran model PBL materi Dimensi Tiga Kelas XII berjalan sesuai model 4D. 2) Perangkat pembelajaran model PBL materi Dimensi Tiga Kelas XII yang dihasilkan validdengan rata-rata validitas 3,56 (sangat baik). 3) Implementasi perangkat pembelajaran model PBL materi Dimensi Tiga Kelas XII berjalan efektif, dengan rata-rata prestasi belajar siswa sebesar 78,42 dan tingkat ketuntasan sebesar 78,94%. Melalui uji – t diperoleh t hitung = 2,120 > ttabel = 2,021, artinya hasil belajar lebih dari 75,00 atau telah mencapai ketuntasan belajar 4) Perangkat pembelajaran model PBL materi Dimensi Tiga Kelas XII yang dihasilkan praktis, dengan keterlaksanaan RPP sebesar 3,91 (sangat baik), respon guru sebesar 3,67 (sangat baik) dan respon siswa sebesar 79,73% (respon positif).
PERUBAHAN KEBUDAYAAN DI JAWA (SURAKARTA DAN YOGYAKARTA) Aulia Rahman; Reni Nuryanti
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (202.474 KB)

Abstract

Dimana saja manusia melangsungkan kehidupannya, maka disitu pula terbentuk sebuah kebudayaan. Karena kebudayaan merupakan hasil cipta manusia. Kebudayaan bersifat dinamis, artinya akan selalu senantiasa berubah, mengikuti perkembangan manusia. Termasuk dalam hal ini kebudayaan kebudayaan Jawa (Surakarta dan Yogyakarta). Berkaitan dengan perubahan kebudayaan tersebut, maka tulisan ini akan melakukan analisa kritis menggunakan paradigm evolusi kebudayaan. Paradigma evolusi kebudayaan mencoba untuk menelusuri perkembangan dan perubahan kebudayaan yang terjadi di Jawa. Paradigma Evolusi kebudayaan dipilih sebagai pisau analisis untuk menunjukkan tahapan-tahapan perubahan kebudayaan dari masa ke masa. Dari tulisan ini, kami menyimpulkan bahwa kebudayaan memang senantiasa berubah mengikuti perkembangan manusia. Perubahan-perubahan dari kebudayaan tersebut lebih didasari karena adanya tuntutan dari lingkungan sosial maupun karena adanya perubahan sosial itu sendiri. Evolusi tersebut dapat juga disebut sebagai mekanisme pertahanan kebudayaan atau strategi kebudayaan agar keberadaannya tetap eksis dan mampu memberikan manfaat bagai para pendukung kebudayaan tersebut
THE PARENTS’ ROLE IN MAINTAINING GAYONESE LANGUAGE BY INTERMARRIAGE FAMILIES IN LANGSA Merina Devira Devira; Chairuddin Chairuddin; Zulkifli Zulkifli
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (488.695 KB)

Abstract

The research problem of this research is divided into two: (1) how Gayonese language is maintained in intermarriage families in Langsa and (2) how the parents' roles are in maintaining Gayonese language in intermarriage families in Langsa. This study uses a qualitative descriptive method and the instrument of this research is observation and interview. Steps of collecting data include observing the location of the research, getting participants and then doing interviews with participants, which are four families. The family is intermarriage family that is marriage from one tribe to another tribe. In this research, Gayonese intermarriage families are as the subject of research. The results of the analysis show that there are four Gayonese intermarriage families in Gampong Serambi Indah that can inherit their Gayonese language to their children. Furthermore, based on factor and domain analysis affecting their language to be maintained is the role of parents to teach them Gayonese language. Then there are three domains also that influence gayonese language to be maintained to the second generation: environment, home, and school.
Nilai Pendidikan Budi Pekerti Dalam Seni Tari Saman Guntur Arie Wibowo
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (457.824 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai pendidikan budi pekerti yang terdapat dalam kesenian tari saman Aceh. Kesenian tari saman termasuk salah satu jenis kesenian rakyat yang bernafaskan agama Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode dokumentasi (library research). Menganalisis data dengan teknik analisis data yaitu menggunakan analisis deskriptif, tahapannya adalah: a) reduksi data, b) displai data, dan c) pengambilan kesimpulan. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa, kesenian tari saman merupakan salah satu kesenian yang berfungsi sebagai sarana dakwah penyebaran agama Islam. Kesenian tari saman terdapat nilai-nilai pendidikan budi pekerti untuk kehidupan manusia. Unsur nilai budi pekerti tersebut antara lain: a) keimanan b) kedisiplinan dan ketekunan c) sopan santun dan d) estetika.
Kajian Etnohistoris Mufti Riyani; Sukirno Sukirno; Elsy Sukria Fathin
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (350.54 KB)

Abstract

The Atjeh Religious Tourism Program is basically a program embodied by the Ministry of Tourism and Creative Economy program that wants Aceh to be projected as the World Islamic Tourism Indonesia. Aceh with unique local culture and wisdom is a potential area to run the Sharia tourism trend as a new tourist destination in the world today. However, this program experienced stagnation caused by concerns about the impacts that arose with the opening of tourism access in Aceh. Concerns and impacts that may arise basically can be anticipated by providing a comprehensive tourism concept and can work effectively to encourage government programs as well as to rebuild the Acehan culture which is actually beginning to erode. This paper aims to convey ideas that can be offered as a unique concept of gampong (village) based religious tourism with historical and cultural approaches to Acehan. This concept can lift Aceh from a religious, cultural, social and economic perspective in a comprehensive manner. This concept at the same time avoids the anxiety of the emergence of activities categorized as mushrik (associating partners with God) which occurs if religious tourism takes the object of a tomb or similar place while projecting a cosmopolitan Islam in front of the international world. The Integrated Tourism Village in question is gampong structuring by considering religious, cultural, social and economic aspects. Gampong Wisata contains historical tours, tourist attractions, arts, objects, customs, eating-drinking traditions, and Acehnese souvenirs. The idea of developing Integrated Tourism Village can be realized if there is good cooperation between the local government, the private sector (investors), and the community in the province of Aceh.
Pengaruh Penggunaan Metode SQ3R dalam Meningkatkan Kemampuan Siswa Memahami Bacaaan pada Siswa kelas VIII SMP Negeri I Simpang Keuramat Kecamatan Dewantara Kabupaten Aceh Utara Sitti Aminah
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (616.787 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman siswa dengan menerapkan metode SQ3R sebagai metode pembelajaran membaca pemahaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan secara kuantitatif. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII SMPN I Simpang Keuramat sebanyak 40 siswa terbagi menjadi dua kelas yaitu satu kelas sebagai kelas eksperimen yang mendapat perlakuan pembelajaran dengan metode SQ3R dan satu kelas sebagai kelas kontrol yang pembelajaran secara konvensional. Teknik analisis data meliputi: (1) uji normalitas data yaitu untuk mengetahui apakah data yang diperoleh berdistribusi normal atau tidak (2) uji homogenitas data yaitu untuk mengetahui homogen tidaknya kedua data, data penelitian dianalisis dengan menggunakan Uji Levene pada taraf signifikansi 0,005, dan (3) uji perbedaan rata-rata dengan menggunakan SPSS for window Versi Standar 17.0. Pengaruh penggunaan metode SQ3R dalam pembelajaran memahaman bacaan pada siswa yang memperoleh pembelajaran dengan metode SQ3R sangat meningkat dibandingkan dengan siswa yang memperoleh pembelajaran secara konvensional. Hasil yang diperoleh setelah pembelajaran memahami bacaan dengan metode SQ3R, berdasarkan analisis uji perbedaan rata-rata N-gain dengan taraf signifikasi yaitu: sig. 0,001 < 0,005. Hal ini menunjukkan bahwa tercapainya tujuan pembelajaran bila dalam pembelajaran tersebut menggunakan metode yang tepat.
KESENIAN BARONGSAI SEBAGAI SARANA PEMBAURAN MASYARAKAT TIONGHOA DI ACEH TAMIANG madhan anis; Yunita Sari
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (288.392 KB)

Abstract

In contrast to ancient times, now not only the Chinese people who play the Lion Dance, but also many indigenous Indonesian people who participated. This can be seen in one form of social interaction between the ethnic Chinese community and the indigenous population, namely the participation of the indigenous ethnic community in the art of lion dance both as a performer and also a spectator who also enlivened the performance of the dance of the lion dance. After the end of the new order period and entering a period of reform, Chinese culture began to develop. One of them is lion dance. Barongsai art began to be known to all regions in Indonesia. This participation is also a cultural assimilation between indigenous ethnic communities and ethnic Chinese communities, as is the case now in Aceh Tamiang District.

Page 1 of 1 | Total Record : 10