Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PENGGUNAAN MODEL PEMBELAJARAN SNOWBALL THROWING UNTUK MENINGKATKAN AKTIVITAS DAN HASIL BELAJAR PKn SISWA KELAS XII IPS SMA NEGERI 15 BANDAR LAMPUNG RATNA JUWITA
Jurnal Evaluasi dan Pembelajaran Vol 2 No 2 (2020)
Publisher : STKIP Al Islam Tunas Bangsa dan HEPI Korda Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52647/jep.v2i2.20

Abstract

Proses pembelajaran di sekolah bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik dan mempersiapkan menghadapi masa depan yang lebih baik. Sehubungan dengan hal tersebut diatas, salah satu ukuran berhasil atau tidaknya proses belajar mengajar dapat dilihat dari aktivitas dan hasil belajar yang diperoleh siswa setelah mengikuti metode yang digunakan guru dalam proses pembelajaran. Adapun tujuan yang diharapkan dari dilaksanakannya penelitian ini adalah: (1) Mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing untuk meningkatkan aktivitas belajar dalam pembelajaran PPKn siswa Kelas XII IPS SMA Negeri 15 Bandar Lampung. (2) Mendeskripsikan penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran PPKn siswa Kelas XII IPS SMA Negeri 15 Bandar Lampung. Hipotesis penelitian tindakan kelas ini adalah: (1) Penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan aktivitas belajar dalam pembelajaran PPKn siswa Kelas IPS XII SMA Negeri 15 Bandar Lampung. (2) Penggunaan model pembelajaran Snowball Throwing dapat meningkatkan hasil belajar dalam pembelajaran PPKn siswa Kelas XII IPS SMA Negeri 15 Bandar Lampung. Berdasarkan data hasil analisis diperoleh kesimpulan: (1) Model pembelajaran Snowball Throwingdapat meningkatkan aktivitas belajar siswa Kelas XII IPS SMA Negeri 15 Bandar Lampung. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan rata-rata persentase aktivitas siswa pada siklus I sebesar 78,16% dan pada siklus II meningkat menjadi 92,87%. (2) Model pembelajaran Snowball Throwingdapat meningkatkan ketuntasan hasil belajar PPKnsiswa Kelas XII IPS SMA Negeri 15 Bandar Lampung. Hal ini dapat dilihat dari peningkatan hasil belajar siswa pada siklus I sebesar 20,7% dan pada siklus II meningkat menjadi 86,21%. Kata Kunci: Aktivitas Belajar, Hasil Belajar, Model Pembelajaran Snowball Throwing
POTENSI PULAU SERANGAN SEBAGAI ATRAKSI WISATA DI KOTA DENPASAR ratna juwita
Jurnal Ilmiah Dinamika Sosial Vol 1 No 1 (2017)
Publisher : Universitas Pendidikan Nasional

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (167.324 KB) | DOI: 10.38043/jids.v1i1.193

Abstract

ABSTRACTSerangan Island is one of the tourist destinations in Denpasar City which has a heterogeneous history and traditions. The development of this island itself has its own uniqueness that causes tourists who are already bored with the urban atmosphere but do not go too far from the city is interested to come to this island. With natural potential , cultures and manmade attractions are diverse then it is necessary promotion that will introduce Serangan Island is not only famous for turtle conservation but also has Coast and Mangrove Forest as an alternative to conduct tourism activities. The economic impacts felt by the surrounding community will also be a motivation for them to develop the island of attack to become more famousKeywords: tourism potential, pull factors of tourism, economic impact of tourism
PEMBELAJARAN TARI MULI SIGER MENGGUNAKAN METODE DRILL PADA KEGIATAN EKSTRAKURIKULER Ratna Juwita; I Wayan Mustika; Nurlaksana Eko
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 3 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (217.71 KB)

Abstract

This study is aimed to describe the dance lessons Muli Siger using drill method in extracurricular activities of SMP N 8 Metro. This study used a qualitative descriptive method. Techniques that used to collect the data were observation, interviews, documentation, and testing practices. Drill method was applied in learning Muli Siger dance from the first meeting until the last meeting. Result of this study, Muli Siger dance using drill method shows that the student was able to demonstrate Muli Siger dance well according to that have been taught.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran tari Muli Siger menggunakan metode drill pada kegiatan ekstrakurikuler di SMP N 8 Metro. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah observasi partisipasi, wawancara, dokumentasi, serta tes praktik. Metode drill diterapkan pada pembelajaran tari Muli Siger dari pertemuan awal hingga pertemuan akhir. Hasil pembelajaran tari Muli Siger menggunakan metode drill menunjukkan bahwa siswi sudah mampu memeragakan tari Muli Siger dengan cukup baik sesuai dengan yang diajarkan.Kata kunci : drill, pembelajaran, tari muli siger
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP WHISTLEBLOWER DI INDONESIA: SINERGI ANTARA UNITED NATIONS CONVENTION AGAINST CORRUPTION DAN HUKUM NASIONAL TENTANG PERLINDUNGAN SAKSI DAN KORBAN Ratna Juwita
Justitia et Pax Vol. 32 No. 1 (2016): Justitia et Pax Volume 32 Nomor 1 Tahun 2016
Publisher : Penerbit Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jep.v32i1.763

Abstract

AbstractIndonesia ratified the United Nations Convention against Corruption (UNCAC) through the Law number 7 of 2006. Article 33 of the UNCAC legally obliges the State Parties to provide protection to whistleblowers. The existence of whistleblower is pivotal to uncover the hidden practices of corruption. Anti-corruption strategy encourages whistleblowers to unveil corrupt practices to the law enforcement agencies and public. Due to this task, therefore, whistleblowers must be protected from any kind of retaliation. Indonesia has the Law number 13 of 2006 juncto the Law number 31 of 2014 concerning witness and victim protection which regulates the protection of whistleblower in the Indonesian criminal legal system. This paper analyzes existence of legal protection for whistleblowers in the respective provisions which contained within the Law number 13 of 2006 and the Law number 31 of 2014, specifically on anti-retaliation protection by analyzing the synchronization of the law with Article 33 of the UNCAC. The provisions of national law vis-à-vis with the provisions of UNCAC concerning whistleblower protection, the national law has not provided best protection to whistleblower yet due to the possibility of retaliation be made against the whistleblowers that is not regulated by the national law.Keywords: Indonesia, corruption, whistleblower, United Nations Convention Against Corruption.IntisariIndonesia meratifikasi United Nations Convention Against Corruption (UNCAC) melalui Undang-undang Nomor 7 Tahun 2006. Pasal 33 UNCAC memberikan kewajiban hukum bagi Negara Pihak untuk menyediakan perlindungan terhadap para whistleblowers. Eksistensi whistleblower merupakan hal yang sangat penting untuk membuka praktek tersembunyi korupsi. Strategi anti-korupsi memberikan dorongan bagi para whistleblower untuk membuka praktek-praktek korupsi kepada penegak hukum dan masyarakat. Oleh karena tugasnya tersebut, para whistleblower harus dilindungi dari segala bentuk tindakan pembalasan. Indonesia memiliki Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban  yang di dalamnya mengatur perlindungan terhadap whistleblower dalam sistem hukum pidana Indonesia. Tulisan ini menganalisis eksistensi perlindungan hukum bagi whistleblower dalam pasal-pasal tentang perlindungan whistleblower dalam Undang-Undang Perlindungan Saksi dan Korban, secara spesifik pada perlindungan terhadap tindakan pembalasan dengan menganalisis sinkronisasi hukum terhadap Pasal 33 UNCAC. Pasal-pasal dalam hukum nasional vis-à-vis dengan Ppasal UNCAC tentang perlindungan terhadap whistleblower, hukum nasional belum mampu menyediakan perlindungan terbaik bagi whistleblower dikarenakan adanya kemungkinan untuk dilakukannya tindakan pembalasan terhadap whistleblower yang belum diatur dalam hukum nasional.Kata kunci: Indonesia, korupsi, whistleblower, United Nations Convention Against Corruption.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI STATUS IMUNISASI DASAR PADA BAYI DI DESA SUNGAI AIR PUTIH KECAMATAN SUNGAI LALA KABUPATEN INDRAGIRI HULU: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Status Immunisasi Dasar Pada Bayi Di Desa Sungai Air Putih Kecamatan Sungai Lala Kabupaten Indragiri Hilir Ratna Juwita
Al Tamimi Kesmas: Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sciences) Vol 7 No 2 (2018): Al-Tamimi Kesmas : Jurnal Ilmu Kesehatan Masyarakat (Journal of Public Health Sci
Publisher : STIKes Al-Insyirah Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (804.487 KB)

Abstract

The immunization program in Indonesia required every infant (0-11 months of age) to receive the complete basic immunization consisting of Hepatitis B, BCG, DPT, Polio and measles. The success of immunization was influenced by several factors such as knowledge, attitude, family support and support of health workers. The Sungai Air Putih Village was the village with the lowest immunization coverage had not reached national target of 91% in 2016 that was (11,1%) with complete basic immunization. This study aimed to determine the factors that affected the status of basic immunization at infants in Sungai Air Putih Village, Sungai Lala District. The type of this research was quantitative with cross sectional approach. The Sampling technique in total sampling, the population in this study was the whole mother who had a baby aged 9-12 months in the River Air Putih village Sungai Lala District. The sample of this study amounted to 34 respondents. The results of this study obtained did not get complete basic immunization as much as 64.7%, 47.1% less knowledgeable mother, 50% of mothers had positive attitudes, 55.9% of families did not support mothers, the low support of health workers as much as 52.9%. The result of chi-square test showed that there was a correlation between knowledge (p = 0,004), attitude (p = 0,012), family support (p = 0,002) and support of health worker (p = 0,006) with basic immunization status in infant. It was expected that the mother to add knowledge about complete basic immunization by following counseling, reading book and browsing on internet. To the health workers to further improve the promotion strategy, to socialize and counseling to mothers who had babies and families, especially about basic immunization to the baby.
Pengaruh kualitas jasa pelayanan ekspor dan kualitas pelayanan impor terhadap kepuasan pelanggan pada PT. Pelayaran Utama Karyamaju Amrin Soamole; Ratna Juwita
JMBA Jurnal Manajemen dan Bisnis Vol 3 No 2 (2017): SEPTEMBER 2017
Publisher : Institut Bisnis dan Multimedia asmi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kualitas pelayanan ekspor dan kualitas pelayanan impor terhadap kepuasan pelanggan pada PT. Pelayaran Utama Karyamaju. Indikator penelitian kualitas yaitu kecepatan, keramahan, ketepatan dan kenyamanan. Indikator kualitas pelayanan yaitu reability, responsive, assurance, emphaty dan tangible. Indicator kepuasan pelanggan yaitu service, price, image dan over all satisfaction. Metode penelitian ini merupakan penelitian primer dengan populasi dan sampel kecil yaitu 30 responden, menggunakan teknik sampling jenuh, yaitu semua anggota populasi dijadikan sampel, dan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan kuesioner untuk mendapatkan data primer dan sumber dokumentasi untuk mendapatkan data sekunder. Sedangkan untuk metode analisis data, menggunakan analisis regresi dan korelasi serta uji hipotesis dengan memanfaatkan fasilitas SPSS for windows. Metode analisis data yang digunakan yaitu koefisien korelasi, analisi koefisien determinasi, analisi persamaan regresi sederhana, dan analisi uji t-hitung, dan uji F. Hasil penelitian kualitas pelayanan jasa ekspor ditemukan positif dan berpengaruh signifikan terhadap kepuasan pelanggan jasa freight forwarding pada PT Pelayaran Utama Karyamaju, terdapat hubungan dan pengaruh yang signifikan antara kualitas pelayanan jasa ekspor dan kualitas pelayanan jasa impor dengan kepuasan pelanggan. Disarankan agar manajemen PT Pelayaran Utama Karyamaju terus memperhatikan kualitas pelayanan kepada pelanggan agar memenuhi kepuasan pelanggan.
PENGARUH RAGAM HIAS GEOMETRI TERHADAP KECERDASAN VISUAL ANAK DI PAUD PERMATA SEGILIK KECAMATAN SAYAN Ratna Juwita; Waridah Waridah; Nur Sulistyo Mutaqin
Masa Keemasan: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 2, No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini STKIP Melawi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.112 KB) | DOI: 10.46368/mkjpaud.v2i1.735

Abstract

Penelitian dilatarbelakangi karena ingin melihat: (1) Bagaimana perkembangan hasil kecerdasan visual sebelum menggunakan ragam hias geometri pada anak usia 5-6 tahun, (2) Bagaimana perkembangan hasil kecerdasan visual setelah menggunakan ragam hias geometri pada anak usia 5-6 tahun, (3) Apakah penggunaan ragam hias geometri berpengaruh signifikan terhadap perkembangan kecerdasan visual anak usia 5-6 tahun. Penelitian ini merupakan penelitian pre experimental menggunakan pendekatan one group pretest-posttest design, subjek penelitian adalah di PAUD Permata Segilik Kecamatan Sayan pada kelas B usia 5-6 tahun yang berjumlah 18 siswa, siswa laki-laki 8 orang dan siswa perempuan berjumlah 10 orang. Sedangkan objek dalam penelitian adalah pengaruh ragam hias geometri terhadap kecerdasan visual. Metode yang digunakan dalam pengumpulan data adalah obsevasi,wawancara, dokumentasi, teknik analisis data digunakan secara kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan ragam hias geometri berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan visual anak di PAUD Permata Segilik Kecamatan Sayan. Pengaruh kecerdasan visual dilihat dari hasil uji hipotesi yaitu uji-t pada Paired Samples Statistics, dari 18 responden nilai siswa pada pretest yaitu 54,17 sedangkan nilai posttest yaitu 89,17, dengan standar deviasi pada pretest 3,092 dan posttest 3,930. Diketahui Sig. (2-tailed) bernilai 0,000. Karena nilai 0,000 0,05, maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa ada pengaruh penggunaan metode ragam hias geometri terhadap kecerdasan visual anak.
Penilaian Kualitas Air Zona Tengah Sungai Batanghari Jambi Lailal Gusri; Siti Umi Kalsum; Ratna Juwita
Jurnal Daur Lingkungan Vol 5, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v5i2.142

Abstract

Good, clean, healthy and safe water quality is very important for the survival of humans and living creatures on earth. The application of the water quality index (WQI) method at a certain location and time can provide an assessment of water quality. This study took samples of water in the middle zone of Jambi Province which is at the Regencies: Tebo, Bungo, Sarolangun and Batanghari in order to test the water quality using Potential Hydrogen (pH), temperature, Dissolved oxygen (DO), Biological Oxygen Demand (BOD), turbidity, total phosphorus, nitrate nitrogen, E.coli and fecal coliforms as parameters. The purpose of the study was to identify river water pollutants level and to assess the ranking of the water quality index based on the application of the water quality index (WQI) method and the calculation of the CCME water quality index. The results of the test based on the water quality index method using the water quality index calculator for Tebo regency and Batanghari regency at rank 3 or moderate with the index is 53.72 and 53.28 respectively, while Bungo regency and Sarolangun regency are in rank 4 or bad with the index is 46.78 and 43.52, respectively. The overall water quality assessment for the middle zone is ranked 4 which is bad and the index is 49.77. While the calculation of the CCME water quality index shows the overall water quality of the middle zone is ranked 3, which is moderate and the index is 71.1. 
Kebijakan Dividen Perusahaan Subsektor Perbankan Yolanda Yolanda; Ratna Juwita
FORBISWIRA FORUM BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN - SINTA 4 Vol 12 No 1 (2022): Forum Bisnis dan Kewirausahaan
Publisher : LPPM Universitas Multi Data Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35957/forbiswira.v12i1.3272

Abstract

Kebijakan dividen perusahaan subsektor perbankan di dalam penelitian ini menggunakan metode kuantitatif. Besaran sampel sebanyak 11 perusahaan subsektor perbankan Hasil penelitian menggambarkan faktor yang mempengaruhi kebijakan deviden perusahaan perbankan yang ada di subsektor perbankan baik secara parsial maupun simultan. Faktor faktor yang mempengaruhi kebijakan deviden dilihat dari faktor Loan to Deposit Ratio, Return On Assset, Debt to Equity Ratio, Ukuran Perusahaan, dan Peluang Pertumbuhan.
PENGARUH SIKAP BERKOMUNIKASI DAN PROFESINALISME GURU SERTA DISIPLIN TERHADAP PRESTASI BELAJAR SISWA DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA NEGERI 1 KOTA LANGSA Tengku Muhammad Sahudra; Ratna Juwita
SEUNEUBOK LADA: Jurnal ilmu-ilmu Sejarah, Sosial, Budaya dan Kependidikan Vol 5 No 2 (2018): SEUNEUBOK LADA
Publisher : Program Studi Pendidikan Sejarah - Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (315.97 KB)

Abstract

Sekolah sebagai lembaga pendidikan bertugas menyelenggarakan proses pendidikan dan proses belajar mengajar dalam usaha untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Dalam hal ini kepala sekolah sebagai seseorang yang diberi tugas untuk memimpin sekolah, kepala sekolah bertanggung jawab Pertamatercapainya tujuan sekolah. Kepala sekolah diharapkan menjadi pemimpin dari inovator di sekolah. Oleh sebab itu, kualitas kepemimpinan kepala sekolah adalah signifikan bagi keberhasilan sekolah. Kepala sekolah perlu memiliki kemampuan untuk memberdayakan seluruh sumber daya manusia yang ada untuk mencapai tujuan sekolah. Khusus berkaitan dengan guru kepala sekolah harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan kinerja guru, melalui pemberdayaan sumber daya manusia (guru). Arifin (2005:88). Usman (2008: 50) mendefinisikan guru profesional adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal. Pendapat lain dikemukakan oleh Sholeh (2007: 45), mengungkapkan bahwa dalam proses pendidikan, guru tidak hanya menjalankan fungsi alih ilmu pengetahuan (transfer of knowledge), tapi juga berfungsi untuk menanamkan nilai (values) serta membangun karakter (character building) peserta didik secara berkelanjutan. Dalam terminologi Islam, guru diistilahkan dengan murabby, satu akar kata dengan rabb yang berarti Tuhan. Jadi, fungsi dan peran guru dalam sistem pendidikan merupakan salah satu manifestasi dari sifat ketuhanan. Demikian mulianya posisi guru, sampai-sampai Tuhan, dalam pengertian sebagai rabb mengidentifikasi diri-Nya sebagai rabbul.alamin Sang Maha Guru., Guru seluruh jagad raya. Untuk itu, kewajiban pertama yang dibebankan setiap hamba sebagai murid Sang Maha Guru adalah belajar dan mencari ilmu pengetahuan. Setelah itu, setiap orang yang telah mempunyai ilmu pengetahuan memiliki kewajiban untuk mengajarkannya kepada orang lain. Dengan demikian, profesi mengajar adalah sebuah kewajiban yang merupakan manifestasi dari ibadah. Sebagai konsekuensinya, barang siapa yang menyembunyikan sebuah pengetahuan maka ia telah melangkahkan kaki menuju jurang api neraka. Secara konseptual, unjuk kerja guru menurut Johson (2009: 48), mencakup tiga aspek, yaitu; (a) kemampuan profesional, (b) kemampuan sosial, dan (c) kemampuan personal (pribadi). Menyadari akan pentingnya profesionalisme dalam pendidikan, maka Tafsir (2010: 22) mendefinisikan profesionalisme adalah paham yang mengajarkan bahwa setiap pekerjaan harus dilakukan oleh orang yang profesional. Akan tetapi melihat realita yang ada, keberadaan guru profesional sangat jauh dari apa yang dicita-citakan. Melalui penelitian awal yang peneliti lakukan di Sekolah Menengah Pertama Negeri 1 Langsa, ada beberapa fenomena atau permasalahan yang dapat peneliti amati diantaranya guru yang ada pada dasarnya belum sepenuhnya bisa dikatakan kategori guru professional serta kontribusi untuk siswa menjadi kurang terperhatikan bahkan terabaikan. Masalah lain yang ditemukan penulis adalah, masih ada guru yang terlambat dan pulang terlalu cepat, kualifikasi jenjang pendidikan guru untuk mengajar yang tidak sesuai dengan keahliannya. Sehingga yang menjadi imbasnya adalah siswa sebagai anak didik tidak mendapatkan hasil pembelajaran yang maksimal. Padahal siswa ini adalah sasaran pendidikan yang dibentuk melalui bimbingan, keteladanan, bantuan, latihan, pengetahuan yang maksimal, kecakapan, keterampilan, nilai, sikap yang baik dari seorang guru. Maka hanya dengan seorang guru profesional hal tersebut dapat terwujud secara utuh, sehingga akan menciptakan kondisi yang menimbulkan kesadaran dan keseriusan dalam proses kegiatan belajar mengajar. Dengan demikian, apa yang disampaikan seorang guru akan berpengaruh terhadap hasil pembelajaran. Sebaliknya, jika hal di Pertamatidak terealisasi dengan baik, maka akan berakibat ketidak puasan siswa dalam proses kegiatan belajar mengajar