cover
Contact Name
Sita Meiningtyas Perdani Putri
Contact Email
phcjournal21@gmail.com
Phone
+6287899595523
Journal Mail Official
mail@iphorr.com
Editorial Address
Jl. Raden Imba Kusuma Ratu Gang Durian No.40, Sukadana Ham, Kota Bandar Lampung 52473
Location
Kota bandar lampung,
Lampung
INDONESIA
Journal of Public Health Concerns
ISSN : 27770826     EISSN : 2776592X     DOI : 10.56922
Core Subject : Health,
Jurnal pengabdian kepada masyarakat dibidang kesehatan meliputi kegiatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitatif pada semua tingkat usia baik secara individu, kelompok maupun lembaga pendidikan sekolah. Kegiatannya yang diawali dengan survei lapangan dan temuan masalah kesehatan yang dialami oleh masyarakat dan ditindaklanjuti dengan kegiatan berupa penyuluhan kesehatan; pelatihan menuju perilaku hidup bersih dan sehat; peningkatan pengetahuan pengobatan alternatif; dan pengetahuan tentang kebutuhan gizi. Terbit bulan April, Juli, Oktober dan Desember.
Articles 6 Documents
Search results for , issue "Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns" : 6 Documents clear
Penyuluhan kesehatan penyakit menular seksual (PMS) pada remaja Keswara, Umi Romayati; Mardani, Mardani; Nepiana, Nurul; Triyono, Taufiq Hidayat; Rita, Desi Risna; Palupi, Antika
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i2.400

Abstract

Background: Adolescence is a transition period from childhood to adulthood, where rapid growth occurs including reproductive function that affects changes in development, both physical, mental, and social roles. Today's youth association needs to be highlighted especially, because currently the association of adolescents is very worrying due to the development of the global modernization current and the depletion of one's morals and faith. The association of adolescents today is very worrying, namely the high rate of drug use among adolescents, and the existence of free sex among adolescents outside marriage. Purpose: To increase adolescents' knowledge and understanding of sexually transmitted disease behaviour. Method: The implementation of this activity goes through several stages, namely conducting field surveys, holding cadus meetings to explain about health extension activity technicians, providing media that will be used for counseling in the form of poster media. Results: Adolescents were asked to understand the importance of avoiding sexually transmitted diseases, and an assessment of the process in the form of questions and answers given by the speaker was carried out until all participants could understand the importance of avoiding sexually transmitted diseases. Conclusion: The participants in hamlet 06 sukajaya lempasing Bandar Lampung City knew about knowledge of sexually transmitted diseases. Keywords: Adolescence; Health Education; Sexually Transmitted Diseases. Pendahuluan: Masa remaja adalah masa transisi dari masa kanak-kanak ke dewasa, di mana terjadi pertumbuhan yang cepat termasuk fungsi reproduksi yang mempengaruhi perubahan perkembangan, baik peran fisik, mental, maupun sosial. Pergaulan remaja saat ini perlu disoroti terutama, karena saat ini pergaulan remaja sangat mengkhawatirkan akibat perkembangan arus modernisasi yang mendunia dan menipisnya akhlak dan iman seseorang. Pergaulan remaja saat ini sangat mengkhawatirkan, yaitu tingginya angka penggunaan narkoba di kalangan remaja, dan adanya seks bebas di kalangan remaja di luar nikah. Tujuan: Untuk menambah pengetahuan dan pemahaman remaja tentang perilaku penyakit menular seksual. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahapan yaitu melakukan survey lapangan, mengadakan pertemuan pihak kadus untuk menjelaskan tentang teknisi kegiatan penyuluhan kesehatan, menyediakan media yang akan digunakan untuk penyuluhan berupa media poster. Hasil: Remaja diminta untuk memahami pentingnya menghindari penyakit menular seksual, serta dilakukan penilaian proses berupa tanya jawab yang diberikan pemateri tersebut sampai semua peserta bisa memahami pentingnya menghindari penyakit menular seksual. Simpulan: Para peserta di Dusun 06 Sukajaya Lempasing Kota Bandar Lampung mengetahui tentang pengetahuan penyakit menular seksual.
Optimalisasi handover dengan teknik komunikasi SBAR di Puskesmas Rawat Inap Kemiling, Kota Bandar Lampung Pratiwi, Liza Ayu; Triyoso, Triyoso; Kusumaningsih, Dewi
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i2.420

Abstract

Background: Handover during shift changes is a very important part of nursing services in transferring information and ensuring continuity of patient care plans. Based on a study conducted in November 2023 at the Kemiling Health Center, it was found that the handover problem was not optimal, which was indicated by the handover being carried out but not in front of the patient and the absence of documentation. Purpose: To apply the handover process using the SBAR communication technique in the KIA Room of the Kemiling Inpatient Health Center UPT, Bandar Lampung City. Method: This type of descriptive research uses a case study approach method. The subjects in the report of the head of the room, and the implementing nurse in the KIA Room of the Kemiling Inpatient Health Center UPT, Bandar Lampung City were 4 people. A meeting was first held on November 21, 2023 to determine the time of intervention as an alternative to solving the problem of nursing overran, namely dissemination of knowledge and role play. The implementation of the dissemination of nursing knowledge using the SBAR technique was carried out on November 22, 2023. Results: The dissemination of knowledge that has been carried out was attended by nurses in the KIA Room and nursing professional students. From the results of the observation, it can be seen that the nurses were enthusiastic in participating in the dissemination of knowledge, all nurses attended the event from start to finish. The implementation of role play has also been carried out by students, and from the results of the observation, nursing overran with the SBAR technique has been carried out optimally and will be even better if carried out in accordance with the theory that has been described in the previous discussion. In its implementation, it has also gone through a process starting from the preparation stage to the implementation stage. Conclusion: The application of the SBAR technique (Situation, Background, Assessment, Recommendation) can be an alternative problem solving in creating a structured communication framework that can be used during patient handove Keywords: Handover; Patient handling; SBAR technique Pendahuluan: Handover selama pergantian shift merupakan bagian yang sangat penting dalam pelayanan keperawatan dalam mentransfer informasi dan menjamin kesinambungan rencana perawatan pasien. Berdasarkan pengkajian yang dilakukan pada Bulan November 2023 di Puskesmas Kemiling, diperoleh masalah bahwa belum optimalnya permasalahan handover yang ditandai dengan handover dilakukan tetapi tidak dilakukan didepan pasien dan tidak adanya pendokumentasian. Tujuan: Untuk mengaplikasikan proses handover menggunakan teknik komunikasi SBAR di Ruang KIA UPT Puskesmas Rawat Inap Kemiling Kota Bandar Lampung. Metode: Jenis penelitian deskriptif dengan menggunakan metode pendekatan studi kasus. Subjek pada laporan kepala ruangan, dan perawat pelaksana di Ruang KIA UPT Puskesmas Rawat Inap Kemiling Kota Bandar Lampung sebanyak 4 orang. Terlebih dahulu dilakukan pertemuan pada tanggal 21 November 2023 untuk menentukan waktu intervensi sebagai alternatif pemecahan masalah tentang overran keperawatan yaitu desiminasi ilmu dan role play. Pelaksanaan kegiatan desiminasi ilmu overran keperawatan dengan teknik SBAR dilaksanakan pada tanggal 22 November 2023.   Hasil: Desiminasi ilmu yang telah dilakukan dihadiri oleh perawat-perawat di Ruangan KIA dan mahasiswa profesi ners. Dari hasil observasi terlihat perawat-perawat antusias dalam mengikuti desiminasi ilmu, semua perawat mengikuti acara dari awal sampai akhir. Pelaksanaan role play juga sudah dilakukan oleh mahasiswa, dan dari hasil observasi overran keperawatan dengan teknik SBAR sudah dilakukan secara optimal dan akan semakin baik lagi jika dilakukan sesuai dengan teori yang telah dijabarkan pada pembahasan sebelumnya. Dalam pelaksanaannya pun sudah melalui proses yang dimulai dari tahap persiapan hingga tahap pelaksanaan.   Simpulan: Penerapan teknik SBAR (Situation, Background, Assessment, Recommendation) dapat menjadi alternatif pemecahan masalah dalam membuat kerangka komunikasi terstruktur yang dapat digunakan saat serah terima pasien atau handover.
Pendidikan kesehatan kegawatdaruratan stroke pada ibu rumah tangga Sasmito, Priyo; Susilawati , Susi; Royani, Royani; Madani, Ultra; Sumartini, Sri; Purwanti, Nunuk Sri; Wirawan, Nandar
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i2.446

Abstract

Background: The incidence, paralysis, and death due to stroke in Indonesia are increasing. Generally, people do not understand the signs of stroke and the importance of immediate assistance for stroke sufferers. Housewives are the component of the family who are most often at home, where strokes often begin. Purpose: To increase the knowledge of housewives in recognizing the signs of acute stroke, emergencies that can occur, and efforts that can be made to prevent stroke. Method: This counseling uses a lecture method with leaflet media for housewives in Sudimara Barat Village. Results: A total of 13 participants attended this counseling. Education was carried out by providing material on the understanding of stroke, causes of stroke, signs and symptoms of stroke, risk factors for stroke, stroke complications, foods to avoid in stroke patients, how to prevent recurrent stroke and how to modify the home environment. The average knowledge of participants increased from 40% to 80%. Conclusion: Health education on stroke emergencies can increase housewives' knowledge of stroke emergencies and preventive measures that can be taken. With increased knowledge, it is hoped that it can increase public awareness of the importance of immediate assistance for acute stroke. Keywords: Acute stroke; Emergencies; Health education; Housewives Pendahuluan: Angka kejadian, kelumpuhan, dan kematian akibat stroke di Indonesia kian meningkat. Umumnya masyarakat kurang memahami tanda-tanda stroke serta pentingnya pertolongan segera pada penderita stroke. Ibu rumah tangga adalah komponen dalam keluarga yang paling sering berada di rumah, dimana stroke seringkali berawal. Tujuan: Untuk meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga dalam mengenali tanda-tanda terjadinya stroke akut, kegawatdaruratan yang dapat terjadi, serta upaya yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya stroke. Metode: Penyuluhan ini menggunakan metode ceramah dengan media leaflet pada ibu rumah tangga di Kelurahan Sudimara Barat. Hasil: Sebanyak 13 partisipan menghadiri penyuluhan ini. Edukasi dilakukan dengan pemberian materi mengenai pengertian tentang stroke, penyebab terjadinya stroke, tanda dan gejala stroke, factor resiko terjadinya stroke, komplikasi stroke, makanan yang dihindari pada pasien stroke, cara mencegah stroke berulang dan cara memodifikasi lingkungan rumah. Rata-rata pengetahuan partisipan meningkat dari 40% menjadi 80%. Simpulan: Penyuluhan kesehatan tentang kegawatdaruratan stroke dapat meningkatkan pengetahuan ibu rumah tangga tentang kegawatdaruratan stroke serta upaya pencegahan yang dapat dilakukan. Dengan meningkatnya pengetahuan diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pertolongan segera pada stroke akut.
Edukasi perawatan kaki sebagai upaya pencegahan luka pada penderita diabetes melitus Marliyana, Marliyana; Filsabila, Azahra; Nurhayati, Nurhayati; Yunitasari, Eva; Fitri, Feni Elda; Aliun, Fatimah Wahab
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i2.453

Abstract

Background: Management of diabetes mellitus requires not only pharmacological treatment, but also family assistance. To prevent wounds and improve the quality of life of people with diabetes mellitus, the role of the family is very important in diabetic foot care. Purpose: To provide education about foot care as an effort to prevent diabetic wounds. Method: Using a one-group pre-post-test quasi-experimental design with foot care education intervention. The NAFF (Nottingham Assessment of Functional Footcare) questionnaire was used as an instrument to measure foot care behavior. Results: Showing that after being given foot care education, all 20 respondents behaved positively with the majority of respondents aged 50-60 years as many as 10 (50.0%) and the Wilcoxon bivariate test to see the difference in foot care behavior of respondents before and after the intervention was given a pValue = 0.000. Conclusion: Foot care education has a very good impact on the foot care behavior of diabetic patients as an effort to prevent wounds.   Keywords: Diabetic Wound Prevention Behavior; Foot Care; Wound Care Education   Pendahuluan: Penanganan diabetes melitus tidak hanya memerlukan pengobatan farmakologi, tetapi juga bantuan keluarga. Untuk mencegah luka dan meningkatkan kualitas hidup penderita diabetes melitus, peran keluarga sangat penting dalam perawatan kaki diabetik. Tujuan: Memberikan edukasi tentang perawatan kaki sebagai upaya mencegah luka diabetik. Metode: Menggunakan disain quasi eksperimen pre-post-test satu kelompok dengan intervensi pendidikan perawatan kaki. Kuesioner NAFF (Nottingham Assessment of Functional Footcare) digunakan sebagai instrumen untuk mengukur perilaku perawatan kaki. Hasil: Menunjukkan bahwa setelah diberikan edukasi perawatan kaki seluruh responden 20 orang berperilaku positif dengan mayoritas responden berusia 50-60 tahun sebanyak 10 (50.0%) dan uji bivariat wilcoxon test untuk melihat perbedaan perilaku perawatan kaki responden sebelum dan setelah diberikan intervensi mendapatkan nilai pValue = 0.000. Simpulan: Edukasi perawatan kaki memberikan dampak yang sangat baik terhadap perilaku perawatan kaki penderita diabetik sebagai upaya pencegahan luka.
Edukasi kesehatan reproduksi remaja di MA YPI Katibung Yunitasari, Eva; Raminda , Santri; Wahyuni , Devita
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i2.454

Abstract

Background: Adolescents are people aged between 10 and 19 years. Adolescence is a transition period between childhood and adulthood. Some adolescents say they do not know about the importance of maintaining reproductive health. Purpose: To provide health education as an effort to increase knowledge of reproductive health problems in adolescents. Method: The implementation of this activity goes through several stages, namely asking for permission from the school to conduct counseling to adolescents (students) of MA YPI Katibung and explaining the importance of knowledge/understanding of sexual health and adolescent reproductive health issues. In the implementation stage, all participants were given material presentations using lecture and presentation methods. Furthermore, it was carried out with discussion and question and answer sessions. Results: From the results of the questions and answers conducted by the moderator, most participants already understood the reproductive health material and they could provide examples of the application of maintaining reproductive health in adolescents. Conclusion: Health education can increase knowledge of reproductive health problems in adolescents and make adolescents behave positively. Keywords: Adolescents; Health Education; Reproductive Health Pendahuluan: Remaja adalah orang yang berusia antara 10 dan 19 tahun.  Masa remaja adalah masa transisi antara masa kanak-kanak dan dewasa. Beberapa remaja mengatakan mereka tidak tahu tentang pentingnya menjaga kesehatan reproduksi. Tujuan: Memberikan penyuluhan kesehatan sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masalah kesehatan reproduksi pada remaja. Metode: Pelaksanaan kegiatan ini melalui beberapa tahapan yaitu meminta ijin kepada pihak sekolah untuk melakukan penyuluhan kepada remaja (siswa) MA YPI Katibung dan menjelaskan pentingnya pengetahuan/pemahaman masalah kesehatan seksualitas dan kesehatan reproduksi remaja. Tahap pelaksanaan seluruh peserta diberikan pemaparan materi dengan metode ceramah dan presentasi. Selanjutnya dilakukan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.   Hasil: Dari hasil tanya jawab yang dilakukan moderator sebagian besar peserta sudah memahami materi kesehatan reproduksi dan mereka bisa memberikan contoh penerapan menjaga kesehatan reproduksi pada remaja. Simpulan: Penyuluhan tentang kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan masalah kesehatan reproduksi pada remaja dan menjadikan remaja berperilaku positif.
Pendidikan kesehatan perawatan tali pusat di posyandu wilayah kerja Puskesmas Gedong Air Bandar Lampung Nurhayati, Nurhayati; Suharti, Sri; Wulan, Sarinah Sri; Ikhwanudin, Ikhwanudin
JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v4i2.455

Abstract

Background: The highest cause of neonatal death is neonatal tetanus infection, one of which is caused by improper umbilical cord care. By conducting health education on umbilical cord wound care, it will reduce the risk of umbilical cord infection cases in newborns. The incidence of umbilical cord infection is around 23% to 91% of umbilical cords that are not properly cared for will be infected by staphylococcus Aureus bacteria in the first 72 hours after birth. Purpose: To determine the knowledge of mothers about the implementation of umbilical cord care at the Integrated Health Service Post (Posyandu) in the working area of ​​the Gedong Air Health Center, Bandar Lampung. The target of this health education is mothers who have newborns in the working area of ​​the Gedong Air Health Center, Bandar Lampung City. Method: Health education is carried out using the lecture method and demonstration of how to care for umbilical cord wounds to prevent infection. A total of 40 participants took part in this activity. Apart from the participants, it was also attended by students, supervising lecturers, and the Gedong Air Health Center. Results: From the questionnaire data, it was found that the mothers' knowledge about umbilical cord care was mostly good, namely 26 (65.0%) and less good, namely 14 (35.0%). Conclusion: Community service in the form of health education can increase mothers' knowledge about umbilical cord care to prevent infection and is more effective for mothers who are about to/are facing childbirth. Keywords: Health Education; Health Knowledge; Umbilical Cord Care Pendahuluan: Penyebab kematian neonatal yang tertinggi adalah infeksi tetanus neonaturum, yang salah satunya disebabkan karena perawatan tali pusat yang tidak benar. Dengan dilakuakn pendidikan kesehatan tentang perawatan luka tali pusat akan mengurangi resiko terjadinya kasus infeksi tali pusat pada bayi baru lahir. Kejadian infeksi tali pusat yaitu sekitar 23% sampai 91% tali pusat yang tidak dirawat dengan baik akan terinfeksi oleh kuman staphylococcus Aureus pada 72 jam pertama setelah kelahiran.    Tujuan: Untuk mengetahui pengetahuan ibu tentang pelaksanaan perawatan tali pusat di Posyandu wilayah kerja puskesmas Gedong Air Bandar Lampung. Sasaran pendidikan kesehatan ini adalah ibu yang memiliki bayi baru lahir di wilayah kerja puskesmas Gedong air, Kota Bandar Lampung. Metode: Pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan metode ceramah dan demonstrasi cara perawatan luka tali pusat agar tidak terjadi infeksi. Sebanyak 40 peserta mengikuti kegiatan ini. Selain dari peserta juga dihadiri oleh mahasiswa, dosen pembimbing, dan pihak Puskesmas Gedong Air.  Hasil: Dari data kuesioner mendapatkan gambaran pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat sebagian besar pengetahuan ibu adalah baik yakni sebesar 26 (65.0%) dan kurang baik yakni sebesar 14(35.0%). Simpulan: Pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan kesehatan dapat meningkatkan pengetahuan ibu tentang perawatan tali pusat agar tidak terjadi infeksi dan lebih efektif kepada ibu-ibu yang akan/sedang menghadapi persalinan.

Page 1 of 1 | Total Record : 6


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol. 5 No. 12 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 10 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 9 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 8 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 7 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 6 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 5 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 4 (2025): JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 2 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 5 No. 1 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 6 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 5 (2025): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 4 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 3 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 4 No. 1 (2024): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 4 (2024): PHC Vol. 3 No. 4 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 3 (2023): PHC Vol. 3 No. 2 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 3 No. 1 (2023): JOURNAL OF Public Health Concerns Vol. 2 No. 3 (2022): Penatalaksanaan Diabetes Melitus Tipe 2 Vol. 2 No. 4 (2022): Promosi Dan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) Vol. 2 No. 2 (2022): Penatalaksanaan Hipertensi Pada Lansia Vol. 2 No. 1 (2022): Promosi Kesehatan Pada Remaja Vol. 1 No. 4 (2021): Perawatan Lansia Secara Umum Dan Pertolongan Pertama Pada Keadaan Darurat Vol. 1 No. 3 (2021): Terapi Komplementer Dalam Keperawatan Vol. 1 No. 2 (2021): Penanganan dan Perawatan Penyakit Asma Vol. 1 No. 1 (2021): Promosi Kesehatan dalam penanganan penyakit Rematik, Gastritis, Hipertensi dan More Issue