cover
Contact Name
Nohan
Contact Email
retii@itny.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
retii@itny.ac.id
Editorial Address
https://journal.itny.ac.id/index.php/ReTII/about/editorialTeam
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Prosiding Seminar Nasional Rekayasa Teknologi Industri dan Informasi ReTII
ISSN : 19075995     EISSN : -     DOI : -
Sub – Tema : Manajemen EBT (Energi Baru Terbarukan) & Energy Harvesting IOT Robotika Era Industry 4.0 Green Manufacturing Sains Terapan Berbasis Kecerdasan Teknologi Transportasi Cerdas & Ramah Lingkungan Rekayasa Material Maju & Teknologi Nano Teknologi Eksplorasi Mineral, Limbah & Lingkungan Sistem Peringatan Dini & Mitigasi Bencana Alam Teknologi Penanganan Pandemi Covid-19 Teknologi Informasi & Komunikasi Berkesinambungan Berbasis Layanan Technology in Teaching Technology of Online Business Perguruan Tinggi Dalam Pemberdayaan Masyarakat Pengembangan Ekonomi Kreatif di Indonesia Pembangunan Masyarakat Madani Siap Era Industri 4.0 & Society 5.0 Perencanaan Wilayah Kota Berkelanjutan Peran Teknologi Digital Pasca Pandemi & Perubahan Budaya Kerja Rekayasa Infrastruktur Berbasis Manajemen Resiko Bencana Proses Peer Review Editor akan menyerahkan tulisan yang telah diterima kepada tim redaksi untuk menentukan review bagi tulisan yang telah diterima. Pada dasarnya setiap tulisan akan direview oleh seorang ahli (mitra bestari) yang berkompeten di bidang yang menjadi fokus tulisan. Berdasar hasil review pertama, Editor akan menentukan prosedur lanjutan dari sebuah tulisan, diterima dengan perbaikan minor; diterima dengan perbaikan mayor, atau ditolak. Tulisan yang telah direview dan memerlukan perbaikan, akan segera dikirim kepada penulis melalui kontak yang tertera dalam tulisan. Selain substansi tulisan yang diatur dalam proses review, Redaksi juga berhak meminta perbaikan teknis, sebelum tulisan benar-benar diterbitkan. Waktu perbaikan harus memenuhi ketentuan seperti yang diberikan. Setelah proses perbaikan selesai, dan tulisan dinyatakan siap terbit, maka penulis juga harus menyerahkan pernyataan pengalihan hak cipta bagi distribusi tulisan kepada Redaksi Jurnal ReTII atau Penerbit. Semua tulisan yang masih dalam proses review, menjadi tanggung jawab redaksi dan redaksi akan bertanggung jawab terhadap kerahasiaan isi tulisan. Semua tulisan dan dokumen lain yang telah diserahkan kepada redaksi tidak akan dikembalikan
Articles 905 Documents
Indikasi Keberadaan Mineralisasi di Sekitar Gunung Mujil Kecamatan Girimulyo Kabupaten Kulon Progo Yogyakarta Rangga Aditya Warman Darman; Hill Gendoet Hartono; Winar ti
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-11 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pegunungan Kulonprogo merupakan sebuah kubah atau dome (Oblong Dome) yang bentuknya agak teratur membujur dengan arah NNE-SSW dengah garis tengah kurang lebih 32 km dan WNW-ESE dengan garis tengah sekitar 15 – 20 km. Inti dari kubah tersebut terdiri dari tiga vulkanik Andesit Tua. Vulkan Gajah terdapat dibagian pusat merupakan vulkan yang paling tua, kemudian disusul dengan vulkan Ijo yang terdapat di sebelah selatan, sedangkan dibagian utara dijumpai vulkan Menoreh. Dijumpainya mineral logam di sebelah barat Gunung Mujil memberikan perhatian baru terkait indikasi keberadaan mineralisasi di sekitar Gunung Mujil. Mineral logam seperti magnetit dan pirit yang tersebar di dalam batuan serta keterdapatan vein b dengan sulfida arsenopirit-markasit-pirit mengindikasikan suhu pembentukan yang tinggi dan berada pada kondisi tekanan yang tinggi. Di sekitar mineral logam terdapat 2 batuan beku yaitu andesit dan basal, pada pengamatan mikroskopik tampak adanya mineral primer seperti klinopiroksen dan olivin. Selain itu kenampakan sisa batuan asal andesit juga masih tampak pada sayatan tipis yang disertai mineral ubahan seperti serisit, sehingga keberadaan mineral logam lebih dikontrol oleh munculnya intrusi basal dengan larutan magmatik yang telah jenuh sulfida. Kata Kunci: Endapan Magmatik Hidrotermal, G.Mujil, Kulonprogo, Mineral Logam
Dinamika Sedimentasi Formasi Prupuh dan Paciran daerah Solokuro dan Paciran, Lamongan, Jawa Timur Farida Alkatiri; Harman syah
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-11 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah Solokuro dan Paciran, Lamongan merupakan lokasi yang baik untuk penelitian geologi karena di lokasi ini tersingkap batugamping Formasi Prupuh yang berumur Miosen Awal dan Formasi Paciran yang berumur Pliosen. Topik yang menarik untuk dikaji adalah bagaimana sejarah geologi di wilayah ini kaitanya dengan dijumpainya kontak antara dua formasi dengan umur yang jauh berbeda. Analisa perkembangan fasies dan lingkungan pengendapann akan menunjukkan dinamika sedimentasi yang terjadi.Penelitian dilakukan dengan pengambilan data stratigrafi terukur beserta dengan sampel paleontologi dan petrografi pada beberapa interval yang mewakili. Analisa dilakukan dengan cara membagi fasies berdasarkan ciri litologi yang diitegrasikan dengan data umur dan lingkungan pengendapan. Berdasarkan litofasiesnya, stratigrafi daerah penelitian dapat dibagi menjadi 4 fasies, fasies 1 : wackestone, fasies 2: packestone, facies 3: coraline foatstone, fasies 4: ongkoid floatstone. Dibagian bawah jalur pengukuran pada interval 0- 17 m berkembang perselingan fasies wackstone-packstone. Pada interval 17- 18.7 m dijumpai adanya paleosoil. Diatas dari paleosoil pada interval 18.7-42 m dijumpai coraline floatstone yang berubah kearah atas dari interval 42-54.6 menjadi ongkoid floatstone.Sedimentasi dimulai dari pengendapan perselingan fasies wackstone dan packstone Formasi Paciran yang berumur N3-4 pada lingkungan yang semakin mendangkal ke arah atas. Lingkungan berubah dari batimetri neritik luar menuju neritik tepi ditunjukkan oleh kandungan fosil bentonik. Keberadaan paleosoil menunjukkan bahwa setelah pengendapan perselingan wackstone- packstone, batuan tersingkap di permukaan dan mengalami pelapukan. Perubahan lingkungan dari laut menjadi darat yang dicirikan oleh paleosoil mengindikasikan turunnya muka air laut.   Proses sedimentasi selanjutnya berlangsung saat muka air laut naik yang ditunjukkan oleh pengendapan coraline floatstone yang berubah kearah atas menjadi ongkoid floatstone Formasi Paciran.Cekungan pengendapan di daerah penelitian saat pengendapan Formasi Prupuh dimodelkan berada pada daerah open sea shelf yang kemudian berubah menjadi lingkungan darat yang terjadi akibat terjadinya penurunan muka air laut sepanjang Miosen Tengah hingga Akhir.  Penurunan muka air laut ini berkaitan dengan adanya tektonik kompresional yang menyebabkan inversi di Cekungan Jawa Timur. Pada Pliosen awal terjadi kenaikan muka air laut yang ditandai dengan pengendapan Formasi Paciran pada lingkungan laut dangkal (fore slope reef – shelf lagoon open circulation). Kata Kunci: Dinamika sedimentasi, Formasi Prupuh, Formasi Paciran
Karakterisasi Reservoir Batuan Vulkanik Rekah Alami Berdasarkan Integrasi Data Sumur dan Atribut Seismik Pada Lapangan Java, Cekungan Jawa Barat Utara, Indonesia Ongki Ari Prayoga; Hill Gendoet Hartono
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-11 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lapangan Java berada di Cekungan Jawa Barat Utara yang merupakan salah satu cekungan prolifik penghasil hidrokarbon di Indonesia. Sebagian besar minyak dan gas bumi di lapangan ini dihasilkan dari reservoir vulkanik Formasi Jatibarang yang tersusun oleh jenis batuan vulkanik seperti tuf, breksi piroklastika dan lava andesit. Rekahan ditemukan pada Formasi Jatibarang sebagai faktor pengontrol porositas dan permeabilitas sehingga hidrokarbon dapat diproduksikan. Untuk mengeksploitasi jenis reservoir vulkanik, penelitian komprehensif harus dilakukan meliputi determinasi distribusi dan orientasi rekahan, migrasi, dan jenis perangkap hidrokarbon pada daerah penelitian. Tujuan adalah identifikasi karakteristik rekahan dan parameter sifat reservoir vulkanik, sedangkan metode  dilakukan berdasarkan kajian terintegrasi dari data log sumur, inti batuan, log citra dan atribut seismik.Hasil analisis pada beberapa sumur produksi di Lapangan Java, sebagian besar reservoir produktif merupakan fasies tuf dengan kisaran nilai porositas total 6-18%, indeks porositas sekunder 2-12%, dan permeabilitas rekahan 0,006-236 mD. Berdasarkan data tersebut dapat disimpulkan bahwa distribusi zona produksi sangat terkait dengan penyebaran rekahan disamping efektifitas perkembangan fasies batuan vulkanik. Analisis pada log citra menunjukan rekahan pada daerah penelitian terbagi menjadi tiga bagian yang berbeda berdasarkan orietasi rekahan dan karakternya serta orientasinya terhadap patahan. Hal ini merupakan sebuah indikasi bahwa rekahan terbentuk oleh beberapa fase tektonik dimulai pada rezim tektonik regangan pada Eosen yang kemudian terreaktivasi pada Pliosen. Identifikasi rekahan produktif  menunjukkan bahwa rekahan konduktif dengan orientasi utara-selatan merupakan rekahan potensial sebagai media penyimpanan serta sirkulasi hidrokarbon. Berdasarkan data tersebut, sehingga diusulkan untuk melakukan pengeboran sumur horizontal dengan arah barat-timur agar dapat memaksimalkan produksi dari rekahan produktif pada daerah penelitian. Kata kunci: hidrokarbon, vulkanik, reservoir, rekahan, jatibarang
Akurasi Konturing Trianggulasi Dan Kriging Pada Surfer Untuk Batubara Agung Dwi Sutrisno; Agustinus Isjudarto
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-11 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu fokus dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) adalah pengembangan energi batubara. Sebelum batubara dieksploitasi dilakukan eksolorasi terlebih dahulu. Kegiatan eksplorasi meliputi kegiatan pemboran. Dalam pemboran detil penghematan dapat dilakukan apabila prediksi kedalaman batubara dapat diperkirakan dengan baik.Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keakuratan antara metode trianggulasi dengan metode kriging dalam memprediksi kedalaman lapisan batubara pada suatu lokasi menggunakan software surfer. Pendekatan penelitian ini menggunakan metode komparatif. Data lapisan batubara meliputi koordinat dan elevasi serta elevasi dan ketebalan batubara diplot bersamaan dengan peta topografi. Peta kontur batubara dibuat menggunakan metode trianggulasi dan kriging. Keduanya dikomparasikan. Analisis dilakukan dengan cara crosscheck dari kedua metode di atas dengan record data aktual. Nilai dengan selisih tekecil berarti tingkat akurasinya lebih baik. Hasilnya, metode kriging mempunyai selisih prediksi rata-rata 22,2 m, sedangkan metode trianggulasi mempunyai selisih prediksi 2,4 m. Dengan demikian, metode trianggulasi prediksinya lebih baik dibandingkan dengan metode kriging. Kata Kunci: batubara, konturing, kriging, trianggulasi
Kajian Teknis Sistem Penyaliran pada Tambang Batubara PIT 1 Utara Banko Barat PT. Bukit Asam (Persero) Tbk. Tanjung Enim Sumatera Selatan Subi akto; Peter Eka Rosadi; Har tono
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-11 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Operasi Penambangan pada Pit 1 Utara PT. Bukit Asam (Persero) Tbk dilakukan dengan sistem tambang terbuka dengan metode Strip Mine. Salah satu kegiatan pendukung dalam kegiatan penambangan adalah penyaliran untuk mencegah masuknya air (Mine Drainage) atau mengeluarkan air yang telah menggenangi daerah penambangan (Mine Dewatering). Air tambang yang tidak ditanggulangi dengan baik dapat mengganggu operasi penambangan. Kemajuan tambang menyebabkan sistem penyaliran tambang ikut berubah, sehingga perlu adanya kajian terhadap sistem penyaliran tambang. Analisis data curah hujan di lokasi penelitian pada tahun 2011 – 2015 dengan menggunakan distribusi Gumbell, diperoleh curah hujan rencana adalah 149,11 mm/hari, intensitas curah hujan sebesar 27,09 mm/jam dengan periode ulang hujan 5 tahun dan resiko hidrologi sebesar 89,3%. Daerah tangkapan hujan pada lokasi penelitian dibagi menjadi 2 daerah tangkapan hujan, yaitu DTH I = 101 Ha, dan DTH II = 12 Ha. Debit air yang masuk ke tambang adalah 7,39 m3/detik. Dimensi saluran terbuka yang digunakan berbentuk trapesium dengan dimensi lebar permukaan 6,05 m, lebar dasar 3,41 m, kedalaman saluran 2,36 m, dan panjang dinding saluran 2,38 m. Air yang terakumulasi pada sump dipompakan keluar menuju saluran terbuka dengan menggunakan 3 unit pompa Sulzer WPP53-200 dengan total debit sebesar 1050 m3/jam. Pipa yang digunakan yaitu pipa polyethylene dengan diameter 8 dan 10 inchi. Kolam Pengendapan yang dibuat berbentuk persegi panjang dengan panjang 119 m, lebar 27 m, dan kedalaman 4 m. Kata Kunci: curah hujan, daerah tangkapan hujan, saluran terbuka, kolam pengendapan.
Analisis Kemantapan Lereng Kuari Batugamping di Tuban II PT. United Tractors Semen Gresik Tuban Jawa Timur Riza Novrinda; Irfan Saputra
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-11 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

PT. United Tractors Semen Gresik (UTSG) didalam melakukan kegiatan penambangan menggunakan sistem tambang terbuka dengan pola penambangan berjenjang. Penelitian dialkukan pada lereng Blok Z14-BB14 yang terdiri dari 7 jenjang dengan ketinggian lereng masing-masing 6 meter dan kemiringan sudut antara 600- 800. Penelitian dilakukan mencakup analisis kemantapan lereng terhadap lereng di Blok Z14-BB14 dan parameter kekuatan batuan melalui uji laboratorium. Parameter kekuatan batuan antara lain : bobot isi jenuh (γs), bobot isi kering (γo), bobot isi asli (γn), kuat tekan uniaksial (σc), kohesi (C), sudut geser dalam (φ), modulus elastisitas (E) dan poisson’s ratio (υ). Sedangkan tujuan analisis kemantapan lereng adalah untuk memperkirakan longsoran yang potensial. Analisis dilakukan dengan program DIPS ver.5.0 dan program Phase2 dengan Metode Elemen Hingga (FEM). Analisis kemantapan lereng terlebih dahulu dilakukan analisis kinematika sebagai analisis pendahuluan, data yang diperlukan untuk analisis adalah kedududukan umum lereng (dip/dipdirection), bidang diskontinu (dip/dipdirection) dan sudut geser dalam. Dari analisis kinematika diperoleh lereng berpotensial mengalami longsoran bidang dan analisis selanjutnya digunakan Metode Elemen Hingga dengan program Phase2 untuk menghitung faktor keamanannya (FK). Kriteria keruntuhan yang digunakan untuk menentukan FK pada analisis ini adalah kriteria Mohr-Coloumb. Tolak ukur kemantapan lereng adalah faktor keamanan (FK) dimana FK > 1,35 dianggap mantap elemennya, 1 < FK < 1,35 elemen kritis dan FK < 1,0 elemen dalam keadaan hancur. Dari program Phase2 didapatkan nilai FK dari keseluruhan elemen baik kondisi jenuh, kering dan asli maupun dengan distribusi kekar adalah > 1,35. Sehingga kondisi lereng masih aman dengan FK terkecil 1,5046 pada koordinat x = 62,829;y = 17,731. Dari analisis juga diperoleh bahwa semakin banyak kandungan air dalam massa batuan maka akan mengurangi kekuatan geser batuan (tegangan normal) sehingga FK yang diperoleh semakin kecil pula. Meskipun dalam analisis besarnya FK yang diperoleh memberikan harga yang aman, tetapi lereng-lereng tersebut dapat juga mengalami longsoran bidang sesuai dengan hasil analisis kinematika. Oleh karena itu perlu dilakukan pemantauan lebih lanjut pergerakan massa batuan.Kata Kunci: Stabilitas Lereng, Finite Element Method.
Analisa Overbreak di Common Infrastructure Project AB Tunnel PT. Freeport Indonesia Lhila Rosita Sari; Octavia nie
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-11 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan yang berlangsung di AB tunnel di PT. Freeport Indonesia dikatakan berhasil dengan baik apabila pada kegiatan tersebut mengasilkan dimensi heading yang sesuai dengan yang direncanakan ( tidak terjadi overbreak ), baik dari segi jumlah pemakaian bahan peledak yang efisien. Mengetahui penyebab overbreak seperti jumlah pemakaian explosive (mengkorelasikan jumlah bahan peledak yang dipakai dengan ukuran heading setelah peledakan). Ukuran plan heading adalah 7 x 6,3 m dengan kemajuan tanbang 5,2 m. Rata-rata luas heading akibat overbreak sebesar 14%. Lubang ledak perimeter yang memakai bahan peledak anfo mengalami overbreak lebih besar daripada lubang ledak perimeter yang menggunakan bahan peledak magnapex dan trimex, karena bahan peledak anfo mempunyai nilai radial crack sebesar 1,51 m, sedangkan magnapex mempunyai radial crack sebesar 0,72 m dan trimex mempunyai nilai radial crack 0,15 m. Mengurangi terjadinya overbreak adalah dengan pemakaian bahan peledak (1 magnapex dan 4 trimex) pada lubang ledak perimeter. Kata Kunci : Peledakan, Overbreak, bahan peledak
Neraca Sumberdaya dan Cadangan Mineral di Provinsi Jawa Tengah Dalam Rangka Peningkatan Penerimaan Pajak dan Investasi Alieftiyani Paramita Gobel; Marcia Violetha Rikumahu
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-11 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Provinsi Jawa Tengah mempunyai potensi sumberdaya mineral yang cukup melimpah. Terdapat komoditas unggul dipertambangan batuan yang masih kurang mendapat perhatian dari masyarakat di daerah sekitar, sehingga pemanfaatan dari potensi tersebut belum optimal. Optimalisasi pemanfaatan potensi sumberdaya dan cadangan mineral di Jawa Tengah perlu dilakukan dengan inventarisasi, evaluasi dan perhitungan statistik terhadap potensi tersebut sehingga tercipta pengelolaan bahan galian secara baik, benar, bijaksana, efektif dan efisien. Langkah optimalisasi didasarkan pada prinsip pengelolaan sumberdaya mineral yang meliputi, aspek sosial, budaya dan lingkungan hidup mikro maupun makro selaras dengan konsep pembangunan berkelanjutan untuk memperoleh manfaat yang optimal dan berkesinambungan bagi kepentingan masyarakat secara luas. Dampak positif dari adanya neraca sumberdaya dan cadangan berfungsi sebagai alat memantau dan mengontrol sumberdaya dan cadangan secara berkesinambungan,. Selain itu, dengan adanya neraca sumberdaya dan cadangan mineral dapat meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) serta iklim investasi di bidang pertambangan umum. Penelitian ini terdiri dari 35 Kabupaten yang ada di seluruh Provinsi Jawa Tengah.   Kata Kunci : potensi sumberdaya alam dan cadangan, optimalisasi pemanfaatan, PAD dan Investasi
Analisis Stabilitas Lereng Terhadap Permukiman di Dusun Pengkol, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul, D.I Yogyakarta Marcia Violetha Rikumahu; Alieftiyani Paramitha Gobel
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-11 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lereng permukiman Di Dusun Pengkol, Desa Sriharjo, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Batul D.I. Yogykarta yang tidak stabil sangatlah berbahaya terhadap lingkungan sekitarnya, oleh sebab itu memerlukan analisis stabilitas lereng. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui arah jatuhan pada lereng yang tidak stabil, faktor-faktor yang mempengaruhi ketidakstabilan dan menentukan teknik pengelolaan lahan atau lereng yang tidak stabil dan berpotensi terjadi gerakan massa tanah. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey, pemetaan, wawancara, analisis laboratorium, analisis studio. Kestabilan lereng pada terhadap permukiman di daerah penelitian merupakan lereng yang tidak stabil dan sangat berpotensi terjadinya gerakan massa tanah, yang disebabkan oleh beberapa faktor pengontrol seperti geomorfologi, geologi, tanah, geohidrologi, dan tata guna lahan, serta faktor pemicu diantranya adalah Infiltrasi air kedalam lereng, getaran, Aktivitas manusia. Sehingga menganggu kestabilan lereng pada daerah penellitian, maka dari itu sangat penting dalam melakukan suatu konsep arahan pengelolaan untuk untuk menjaga lereng pada permukiman agar tetap stabil terhadap permukiman disekitarnya.Arahan pengelolaan yang diterapkan sesuai dengan kondisi lereng terhadap permukiman adalah metode vegetatif dan arahan pengelolaan lahan dengan pendekatan teknologi adalah teknik konservasi tanah secara mekanis dengan melipatkan unsur teknologi dengan  pembuatan bangunan atau merekayasa lahan secara teknologi yang ditujukan untuk mengurangi aliran permukaan dan erosi serta meningkatkan kemampuan tanah atau lereng. Pengelolaan terhadap lereng yang tidak stabil, yang berpotensi terjadinya gerakan massa tanah, terhadap lereng yang tersusun oleh massa tanah dilakukan dengan pendekatan teknologi menggunakan bronjong. Kata Kunci: Lereng , Gerakan Masa Tanah , Bronjong
Pemanfaatan Lempung Untuk Pembuatan Keramik Halus Keras (Studi Kasus Di Gunung Siwareng, Kecamatan Seyegan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta) Octaviani e; Lhila Rosita Sari
Retii Prosiding Seminar Nasional ReTII ke-11 2016
Publisher : Institut Teknologi Nasional Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Lempung adalah salah satu dari bahan galian yang memiliki cukup banyak manfaat yang mencukupi kebutuhan masyarakat. Lempung digunakan untuk pembuatan berbagai produk keramik seperti keramik hias, genteng, batubata, wastafel, kapur, gips, peralatan dapur dan sebagainya. Keramik adalah produk yang dibuat dari campuran bahan galian an-organik non-logam (lempung dan bahan pencampurnya) yang dalam prosesnya diperlakukan dengan panas yang tinggi, mempunyai struktur kristalin, non kristalin atau campuran dari keduanya (Nuryanto, 2002).  Pada umumnya lempung di lokasi dan daerah Yogyakarta terbatas pada pemanfaatan keramik jenis gerabah kasar (terra cotta) yang tentu harganya kecil. Tujuan penelitian adalah untuk meningkatkan mutu keramik Daerah Siwareng atau daerah-daerah lain yang memiliki sumber bahan galian sama. Metode peneltian dilakukan dua tahap yaitu penelitian lapangan (geologi, geomorfologi, dan pengambilan conto) dan penelitian laboratorium (uji karakteristik fundamental dan uji teknis). Pada Analisis Besar Butir, prosentase butir lempung adalah 92.35% yang berarti bahwa conto kaya bahan lempung dan berpeluang untuk pembuatan keramik. Pada analisis kimia Metode Basah didapat prosentase senyawa SiO2 (58.25%), Al2O3 (20.38%), Fe2O3 (5.10%), TiO2 (0.25%), CaO (1.49%), MgO (0.40%), Na2O (1.02%), K2O (1.07%). Pada analisis X-RD didapatkan hasil jenis lempung adalah Halloysite (Al2O2SiO2(2-4)H2O). Pada sayatan petrografi conto mentah dan usai dibakar (9000C & 10000C) menunjukkan perubahan rekristalisasi. Dalam uji teknis dilakukan uji cara plastis dan cara cor. Hasil uji coba cara plastis menunjukkan bahwa conto EW3 dan EW4 telah memenuhi syarat menjadi keramik halus keras (SNI 15-1147-89) pada suhu 9000C. Sedangkan pada cara cor menunjukkan bahwa conto EWCP II-2 berhasil secara teknis.  Kata Kunci: keramik halus, gerabah halus keras, Halloysite, Kaolin

Page 9 of 91 | Total Record : 905