cover
Contact Name
Lira Mufti Azzahri Isnaeni
Contact Email
liramuftiazzahri.isnaeni@gmail.com
Phone
+6285271651482
Journal Mail Official
sehat.jurnalkesehatanterpadu1@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai No.23 Bangkinang Kabupaten Kampar Provinsi Riau Telp. (0762) 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
ISSN : -     EISSN : 29854687     DOI : https://doi.org/10.31004
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles 117 Documents
Search results for , issue "vol. 5 no. 3 (2026)" : 117 Documents clear
KARAKTERISTIK KLINIS INFEKSI METHICILLIN-RESISTANT STAPHYLOCOCCUS AUREUS DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH GUNUNG JATI CIREBON Najwah Al Firdausie; Mohammad Erwin Indrakusuma; Widiyatmiko Arifin Putro
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.14982

Abstract

Methicillin-Resistant Staphylococcus aureus atau MRSA merupakan suatu penyebab infeksi yang berasal dari bakteri Staphylococcus aureus yang resistant terhadap antibiotik beta laktam yaitu methicillin. MRSA dapat dikatakan positif apabila resisten dengan cefoxitin dan oxacillin. Namun, perlu eksplorasi data penunjang mengenai karakteristik infeksi yang menyebabkan MRSA. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik klinis infeksi MRSA di Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati. Observasional deskriptif dengan data rekam medis dan WHO net dengan analisis data univariat. Teknik sampling yang digunakan total sampling. Dilaksanakan bulan Juli-Agustus 2024. Populasi pasien MRSA di Rumah Sakit Umum Daerah Gunung Jati berjumlah 60 pasien. Dari 60 pasien MRSA didapatkan perempuan (32 sampel, 53,3%), usia terbanyak yaitu 48 tahun (4 sampel, 6,7%), diagnosis klinis terbanyak pada sepsis (12 sampel, 23,3%), komorbiditas Diabetes melitus tipe 2 (21 sampel, 35%), riwayat tindakan operasi debridement (20 sampel, 33,3%), riwayat pengggunaan infus (59 sampel, 98,3%), lama rawat terbanyak yaitu satu hari, dan mortalitas MRSA (33,3%). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa MRSA terbanyak pada jenis kelamin perempuan, usia 48 tahun, diagnosis klinis terbanyak pada sepsis, komorbiditas terbanyak pada Diabetes melitus tipe 2, riwayat tindakan operasi terbanyak pada debridement, penggunaan alat medis terbanyak pada penggunaan infus, lama rawat terbanyak 1 hari, dan mortalitas MRSA (33,3%).
EVALUASI PELAKSANAAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER TERPADU DI POSYANDU KOTA SEMARANG : PENDEKATAN MODEL CIPP Firmansyah Kholiq Pradana P.H; Muhammad Iqbal; Winda Rahma Maulida; Hafisha Huwaida; Upik Dwi Lestari
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.25543

Abstract

Integrasi Layanan Primer (ILP) merupakan kebijakan nasional yang bertujuan mentransformasikan Posyandu menjadi layanan kesehatan komunitas berbasis siklus hidup yang komprehensif. Kota Semarang sebagai wilayah perkotaan dengan keragaman demografis, mobilitas penduduk yang tinggi, serta variasi capaian Posyandu antarwilayah menghadapi tantangan berupa fragmentasi layanan, ketidaksinkronan data, dan kebutuhan integrasi pencatatan digital. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan Posyandu ILP di Kota Semarang menggunakan model CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini menggunakan desain kualitatif deskriptif. Populasi penelitian meliputi Posyandu ILP di Kota Semarang dengan sampel enam kelurahan, yaitu Srondol Wetan, Karangayu, Tlogosari Kulon, Rowosari, Muktiharjo Kidul, dan Gemah. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Variabel penelitian meliputi komponen context, input, process, dan product. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan telaah dokumen. Analisis data dilakukan secara tematik dengan mengelompokkan temuan berdasarkan komponen model CIPP. Aspek context menunjukkan bahwa ILP relevan dalam mengatasi fragmentasi layanan dan memperkuat akses layanan primer. Aspek input mengindikasikan ketersediaan tenaga kesehatan dan kader yang memadai, namun masih terdapat keterbatasan pada kompetensi digital, sarana antropometri, dan pendanaan. Aspek process menunjukkan perencanaan dan monitoring telah berjalan, meskipun pelaksanaan bervariasi akibat keterampilan kader dan kendala aplikasi ASIK. Aspek product menunjukkan peningkatan cakupan layanan dan integrasi data, tetapi kehadiran sasaran dan ketepatan pelaporan digital belum optimal. Pelaksanaan Posyandu ILP di Kota Semarang memberikan kontribusi positif terhadap penguatan layanan kesehatan primer di tingkat komunitas, namun efektivitas program perlu ditingkatkan melalui penguatan sumber daya manusia, sarana digital, dan dukungan multisektoral.
EFEKTIVITAS DANCE MOVEMENT THERAPY TERHADAP TINGKAT KECEMASAN AKADEMIK DALAM MENGHADAPI TES KEMAMPUAN AKADEMIK (TKA) Martini Nur Sukmawaty; Tiara Lani
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59314

Abstract

Kecemasan akademik merupakan salah satu masalah psikologis yang sering dialami remaja dalam menghadapi tes kemampuan akademik. Kondisi ini dapat memengaruhi konsentrasi, motivasi belajar, dan hasil akademik siswa. Salah satu intervensi nonfarmakologis yang dapat digunakan untuk menurunkan kecemasan adalah Dance Movement Therapy(DMT). Penelitian ini bertujuan mengetahui efektivitas Dance Movement Therapy terhadap tingkat kecemasan akademik dalam menghadapi tes kemampuan akademik. Penelitian ini dilakukan di SMP Negeri 2 Martapura menggunakan desain pre and post test with control group. Sampel penelitian berjumlah 40 responden yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu 20 responden kelompok intervensi dan 20 responden kelompok kontrol. Kelompok intervensi diberikan Dance Movement Therapy, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Tingkat kecemasan diukur sebelum dan sesudah intervensi dengan kategori ringan, sedang, dan berat. Karakteristik responden pada kelompok intervensi mayoritas berusia 14–15 tahun sebanyak 16 responden (80%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 14 responden (70%). Pada kelompok kontrol mayoritas berusia 14–15 tahun sebanyak 18 responden (90%) dan berjenis kelamin perempuan sebanyak 12 responden (60%). Sebelum diberikan intervensi, mayoritas responden kelompok intervensi mengalami kecemasan berat sebanyak 11 responden (55%). Setelah diberikan Dance Movement Therapy, tingkat kecemasan responden mayoritas berubah menjadi kategori sedang sebanyak 10 responden (50%). Hasil uji bivariat menunjukkan nilai p-value = 0,001 (<0,05) Dance Movement Therapy efektif dalam menurunkan tingkat kecemasan akademik pada remaja dalam menghadapi tes kemampuan akademik.
CLINICAL PROFILE OF UVEITIS IN BEHÇET DISEASE: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW Syafa Nuril Abdillah; RA Hani Faradis; Wiwik Wirnaningsih; Lailatul Muqmiroh
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59318

Abstract

Tinjauan ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil klinis, epidemiologi, dan komplikasi uveitis pada penyakit Behçet di daerah endemik dan non-endemik. Pencarian literatur dilakukan di PubMed, ScienceDirect, Taylor & Francis, dan SpringerLink untuk artikel yang diterbitkan antara 2016 dan 2026. Studi yang disertakan dilakukan di 11 negara. Dari total 328 penelitian yang diidentifikasi, 41 dinilai untuk kelayakan teks lengkap, dan 13 akhirnya dimasukkan dalam tinjauan sistematis. Tiga belas studi dari 11 negara disertakan, mencakup wilayah endemik dan non-endemik, dengan ukuran sampel mulai dari 14 hingga 385 pasien per penelitian. Usia rata-rata pasien adalah 30,4 tahun, dengan dominasi pria dilaporkan dalam sebagian besar penelitian. Panuveitis non-granulomatosa bilateral adalah bentuk dominan di daerah endemik, dan vaskulitis retina secara konsisten hadir. Hipopion diidentifikasi bersamaan dengan tingkat uveitis anterior yang tinggi. Edema makula adalah komplikasi yang paling umum, diikuti oleh katarak dan atrofi optik. Variasi geografis adalah salah satu faktor paling signifikan yang mempengaruhi prevalensi uveitis Behçet. Namun, perbedaan dalam presentasi gejala dan profil klinis juga dapat disebabkan oleh faktor lain, termasuk kepositifan HLA-B51, bias rujukan pusat tersier, dan pengaruh lingkungan. Penelitian ini memiliki beberapa keterbatasan. Tidak ada penilaian perubahan hasil visual dari waktu ke waktu, dan tidak ada batasan usia yang diterapkan pada subjek penelitian. Tidak adanya batas usia dapat menimbulkan variabilitas dalam faktor risiko independen di antara subjek, serta perbedaan profil klinis di seluruh penelitian.
ASUHAN AKUPUNKTUR PENDERITA JIAN NIN ZHENG DI KLINIK MANDIRI CR JAKARTA UTARA Coroline Coroline; Leny Candra Kurniawan; Mayang Wulandari
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59384

Abstract

Jian nin zheng atau frozen shoulder merupakan salah satu gangguan muskuloskeletal ketiga di Dunia dengan prevalensi 2-5% dari seluruh populasi, sering terjadi pada usia >50 tahun, 10% wanita, 8% laki-laki. Data di Indonesia menunjukkan angka prevalensi sama yaitu 2-5% dan sekitar 60% jumlah penduduk dengan rentang usia 40-60 tahun, pada wanita 8,5% dan 6,1% laki-laki. Hasil studi pendahuluan pada 2 orang wanita di Klinik Mandiri CR Jakarta Utara yaitu keduanya mengalami frozen shoulder. Tujuan penelitian yaitu memberikan asuhan akupunktur pada penderita jian nin zheng di Klinik Mandiri CR Jakarta Utara. Desain studi kasus, sampel 1 partisipan, kriteria inklusi yaitu sesuai diagnostik klinik, menggunakan terapi akupunktur saja, teknik purposive sampling, Informed consent dilakukan sebelum pemberian terapi, pengumpulan data menggunakan lembar data klien dan skala nyeri NRS (Numerik Rating Scale), intervensi terapi akupunktur pada titik LI 15 (Jianyu), TE 14 (Jianliao), SI 9 (Jianzhen), SI 11 (Tianzong), EX-UE (Jianqian), LI 4 (Hegu), LR3 (Taichong), SP 10 (Xuehai), BL 17 (Geshu), HT7 (Shenmen), EX-HN22 (Anmian), Titik Ashi. Analisis content analysis. Terapi akupunktur diberikan 1 minggu 2 kali selama 12 kali sesi terapi pada titik meridian terpilih menunjukkan perbaikan status kesehatan klien setelah dibandingkan antara terapi sesi ke-1 dengan terapi ke- 6 sampai ke-12. Terdapat perbedaan signifikan sesi terapi ke-1 dengan skala NRS 7 dengan sesi terapi ke-6 dan 12 dengan skala NRS yaitu 2 dan 0. Terapi akupunktur titik ini dapat dianjurkan diberikan pada klien dengan sindrom lembab panas dan angin dingin serta adanya stagnasi Qi dan darah.
ACUPUNCTURE ELECTRO POINT STIMULATION PENDERITA YAO TONG KLINIK MANDIRI RA JAKARTA UTARA Rudy Gunawan; Mayang Wulandari; Chantika Mahadini
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59392

Abstract

Yao tong menjadi salah satu permasalahan kesehatan global >17 miliar orang di Dunia. Insiden Rate 70-80% penduduk di negara maju dan 60% orang dewasa di Indonesia. Hasil studi pendahuluan pada 2 Januari 2026 di Klinik Mandiri RA Jakarta Utara pada 2 orang klien berusia >40 tahun bahwa keduanya menderita yao tong, 1 orang bekerja sebagai sopir truk, 1 orang lagi bekerja di kantor swasta. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi penderita yao tong dengan acupuncture electro point stimulation (AEP) di Klinik Mandiri RA Jakarta Utara. Desain studi kasus, sampel 1 orang partisipan, kriteria inklusi yao tong > 1 bulan, menggunakan terapi akupunktur saja, purposive sampling, informed consent dilakukan sebelum penelitian. Pengumpulan data menggunakan lembar data klien dan skala nyeri NRS (Numerik Rating Scale), intervensi terapi akupunktur pada titik BL 23; BL 52; DU 3; BL 25; BL 40; BL 57; BL 17; SP 10 dengan acupuncture electro point stimulation (AEP), analisis data menggunakan content analysis. Terapi akupunktur diberikan 1 minggu 2 kali selama 12 kali sesi terapi pada titik meridian terpilih dengan AEP menunjukkan perbaikan status kesehatan klien antara terapi sesi ke-1 dengan terapi ke- 4. Ke-8 sampai ke-12. Terdapat perbedaan signifikan sesi terapi ke-1 dengan skala NRS 7 dengan sesi terapi ke-4 skala NRS 4 dan terapi ke-8 dan ke-12 dengan skala NRS masing-masing 0. Asuhan akupunktur pada titik meridian ini direkomendasikan untuk partisipan dengan sindrom Stagnasi Qi dan Stasis Darah (Qi Zhi Xue Yu).
TINEA CORPORIS ET CRURIS YANG BERULANG PADA PASIEN DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DAN OBESITAS: TANTANGAN PENATALAKSANAAN DI LAYANAN PRIMER Stefani Leonita; Maria Frisca Jeremi; Naufal Ikbar Rian Adnan; Ernawati Ernawati
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59462

Abstract

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang disebabkan oleh infestasi Sarcoptes scabiei dan masih menjadi masalah kesehatan masyarakat, terutama di lingkungan dengan kepadatan hunian tinggi, sanitasi kurang baik, serta perilaku kebersihan personal yang belum optimal. Berdasarkan data Puskesmas Sukawali, jumlah kasus skabies meningkat dari 10 kasus pada tahun 2024 menjadi 24 kasus pada tahun 2025, menunjukkan adanya tren peningkatan yang memerlukan perhatian khusus. Kegiatan Family Folder (FF) di wilayah kerja Puskesmas Sukawali dilakukan sebagai pendekatan kedokteran keluarga untuk mengidentifikasi faktor risiko, kondisi holistik pasien, serta merancang intervensi promotif, preventif, dan kuratif pada kasus skabies. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan kondisi klinis, faktor risiko individu dan lingkungan, serta efektivitas edukasi kesehatan dan tatalaksana komprehensif pada pasien dengan skabies. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif dengan pendekatan holistik melalui wawancara mendalam, pemeriksaan fisik, observasi lingkungan, dan analisis Mandala of Health. Intervensi meliputi pengobatan farmakologis dengan permethrin 5% dan antihistamin, serta edukasi mengenai pencegahan penularan, kebersihan diri, dan sanitasi lingkungan. Hasil menunjukkan bahwa faktor risiko utama meliputi kebiasaan berbagi barang pribadi, kebersihan lingkungan yang kurang optimal, ventilasi rumah yang tidak memadai, serta keterbatasan pengetahuan masyarakat mengenai penularan skabies. Pasien menunjukkan perbaikan gejala setelah pengobatan dan edukasi, meskipun masih diperlukan pendampingan untuk mencegah kekambuhan dan penularan pada kontak erat. Kesimpulannya, pendekatan Family Folder efektif dalam mengidentifikasi determinan kesehatan dan mendukung penatalaksanaan skabies secara holistik.
POTENSI ANTIPARASIT DAN PREDIKSI TOKSISITAS IN SILICO MINYAK ATSIRI CYMBOPOGON CITRATUS Gede Rio Ferdinand; Chelsea Cheryl Candra; Prastya Marga Trisnaning Panggaluh; Moh. Rafli Tri Kusmanjaya; Xandra Christensen Tjia; Hebert Adrianto
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59607

Abstract

Indonesia dikenal sebagai negara megadiversitas, yang mana memiliki kekayaan tumbuhan yang sangat tinggi dan bermanfaat bagi manusia. Serai dapur (Cymbopogon citratus) dari famili Poaceae telah populer dibudidayakan secara luas di dunia dan memiliki sifat farmakologis. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi senyawa aktif dalam minyak atsiri C. citratus, bioaktivitas antiparasit, dan prediksi toksisitasnya. Penelitian ini merupakan penelitian komputasi atau in silico, yang menggunakan data sekunder seperti data dokumen penelitian (original research) dari database indeks scopus dan webserver senyawa obat. Data yang dikumpulkan adalah senyawa bioaktif minyak atsiri C. citratus, bioaktivitas dari setiap senyawa dengan menggunakan webserver PASS, profil toksisitas senyawa bioaktif menggunakan webserver ProTox 3.0. Data yang diperoleh disajikan dalam tabel deskriptif. Senyawa bioaktif minyak atsiri serai dapur (C. citratus) yang ditemukan dengan jumlah dominan adalah geranial dan neral (citral), disertai myrcene, isogeranial, geraniol, limonene, kariofilena oksida, Propil amil keton (2-Nonanone), dan 6-Methyl-5-Hepten-2-one. Semua senyawa memiliki potensi bioaktivitas antiparasitik, antihemilmintik, insektisida, antiprotozoal (Plasmodium). Dua senyawa tidak bersifat antiprotozoal (Trypanosoma) dan empat senyawa tidak bersifat antiprotozoal (Toxoplasma). Semua senyawa memiliki kelas toksisitas 5, kecuali citral (4). Beberapa senyawa diprediksi aktif menimbulkan neurotoksisitas dan kardiotoksisitas (n=2), imunotoksisitas (n=1), dan ekotoksisitas (n=5). Semua delapan senyawa diprediksi tidak aktif menimbulkan hepatotoksisitas, respiratoritoksisitas, karsinogenitas, mutagenitas, dan sitotoksisitas. Senyawa bioaktif minyak atsiri serai dapur (C. citratus) memiliki potensi sebagai antiparasit.
KEPADATAN LALAT SEBAGAI INDIKATOR SANITASI LINGKUNGAN PASAR SEI SIKAMBING MEDAN Annisa Febriana Siregar; Solihin Solihin; Siska Tri D Lase; Annisatun Munawaroh
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59675

Abstract

Pasar tradisional merupakan salah satu fasilitas umum yang berperan penting dalam aktivitas ekonomi masyarakat, namun sering kali menjadi lokasi dengan permasalahan sanitasi lingkungan yang buruk. Kondisi ini dapat mendukung perkembangbiakan lalat yang berperan sebagai vektor mekanik berbagai penyakit, sehingga kepadatan lalat dapat dijadikan indikator kualitas sanitasi lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepadatan lalat sebagai indikator sanitasi lingkungan di Pasar Sei Sikambing Kota Medan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif yang dilaksanakan pada April–Mei 2026. Populasi penelitian adalah seluruh titik yang berpotensi menjadi habitat lalat di pasar, yaitu kios ayam, kios ikan, kios daging, tempat sampah, dan selokan, dengan total 5 titik yang diambil menggunakan teknik total sampling. Pengukuran kepadatan lalat dilakukan menggunakan alat fly grill dengan waktu pengamatan 30 detik pada masing-masing titik, kemudian dianalisis secara deskriptif berdasarkan standar Kementerian Kesehatan RI. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kepadatan lalat sebesar 12 ekor/fly grill yang termasuk dalam kategori tinggi. Titik dengan kepadatan tertinggi ditemukan pada area tempat sampah (32 ekor), sedangkan terendah pada selokan/parit (3 ekor). Kondisi ini menunjukkan bahwa sanitasi lingkungan Pasar Sei Sikambing masih tergolong buruk, terutama dalam pengelolaan sampah, ventilasi, dan kebersihan fisik pasar. Tingginya kepadatan lalat di Pasar Sei Sikambing mengindikasikan perlunya upaya pengendalian vektor dan perbaikan sanitasi lingkungan secara terpadu untuk mencegah risiko penularan penyakit berbasis lingkungan.
HUBUNGAN LITERASI DIGITAL KESEHATAN DENGAN PENGETAHUAN KESEHATAN PRAKONSEPSI PADA MAHASISWI KEBIDANAN Tifani Hadi Tri Wahyuni; Nadia Gusva; Yurizka Putri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 5 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/s-jkt.v5i3.59786

Abstract

Kesehatan prakonsepsi merupakan aspek fundamental dalam upaya menurunkan angka kematian ibu dan bayi, sehingga pengetahuan yang memadai mengenai kondisi ini sangat diperlukan, khususnya bagi mahasiswi kebidanan yang memiliki peran ganda sebagai calon tenaga kesehatan sekaligus calon ibu. Pada era digital, literasi digital kesehatan menjadi faktor penting yang memengaruhi kemampuan individu dalam memperoleh, memahami, dan mengaplikasikan informasi kesehatan yang bersumber dari media digital. Namun demikian, hubungan antara literasi digital kesehatan dan pengetahuan kesehatan prakonsepsi pada mahasiswi kebidanan di Indonesia belum banyak dikaji secara empiris. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara literasi digital kesehatan dengan pengetahuan kesehatan prakonsepsi pada mahasiswi kebidanan. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional yang melibatkan populasi sebanyak 187 mahasiswi aktif tahun akademik 2025/2026, dengan sampel sebanyak 127 responden yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner eHealth Literacy Scale (eHEALS) versi adaptasi Bahasa Indonesia serta kuesioner pengetahuan kesehatan prakonsepsi yang telah tervalidasi, dan data dianalisis menggunakan uji korelasi Rank Spearman dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki literasi digital kesehatan pada kategori sedang (53,5%) dan pengetahuan kesehatan prakonsepsi pada kategori cukup (48,8%). Uji Rank Spearman menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara kedua variabel tersebut (r = 0,624; p = 0,000), dengan kekuatan hubungan sedang dan arah positif. Dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan positif yang bermakna antara literasi digital kesehatan dan pengetahuan kesehatan prakonsepsi pada mahasiswi kebidanan.

Page 1 of 12 | Total Record : 117