SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles
167 Documents
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA PEKERJA BENGKEL SEPEDA MOTOR DI KECAMATAN KUOK
Efendi, Dwi;
Agre, Wanda;
Nurman, M.;
Erlinawati, Erlinawati
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sjkt.v2i2.15186
Menurut data dari World Health Organization (WHO) di Amerika Serikat, 90% klaim kesehatan akibat kelainan kulit yang diakibatkan oleh dermatitis ditandai dengan gejala eritema (kemerahan), edema (bengkak) ringan, dan pecah-pecah setelah terjadi pajanan bahan kontaktan dari luar. Tujuan penelitian untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian dermatitis kontak iritan pada pekerja bengkel sepeda motor dikecamatan kuok. Desain penelitian Cross Sectional, penelitian ini dilaksanakan pada 01-05 Desember 2022 di bengkel kecamatan kuok yang berjumlah 35 orang. Teknik sampel yang digunakan Total Sampling. Data yang diperoleh dianalisa dengan di uji chi square. Hasil penelitian menunjukan tidak ada hubungan lama bekerja dengan kejadian dermatitis kontak iritan diperoleh p value = 0,324, menunjukan tidak ada hubungan masa kerja dengan kejadian dermatitis kontak iritan di peroleh p value = 0,511, menunjukan adanya hubungan personal hygiene dengan kejadian dermatitis kontak iritan diperoleh p value = 0,013. Bagi peneliti diharapkan penelitian ini dapat menjadi sumber referensi bagi mahasiswa yang ingin meneliti gangguan penyakit kulit (dermatitis kontak iritan) dan hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi acuan terutama bagi pengusaha bengkel sepeda motor yang ada di kecamatan kuok dan dapat mencegah terjadinya gangguan penyakit kulit (dermatitis kontak iritan) dan tercapai lingkungan kerja yang sehat bagi para pekerjanya.
FAKTOR- FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN SISA MAKANAN PASIEN JANTUNG DI RUANG RAWATINAP PENYAKIT DALAM RSUD KECAMATAN MANDAU
Dahri, Isfarita;
Hendarini, Any Tri;
Rizqi, Eka Roshifita;
Lasepa, Wanda
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sjkt.v2i2.15187
Penyelenggara gizi makanan di Rumah Sakit bertugas untuk menyediakan makanan yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan gizi pasien. Kebutuhan gizi pasien tidak akan terpenuhi jika masih banyak terdapat sisa makanan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan sisa makanan pasien jantung di ruang rawat inap penyakit dalam RSUD Kecamatan Mandau. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan pendekatan desain cross sectional. Waktu penelitian adalah 28 Juli- 3 Agustus 2022 dengan jumlah sampel 25 pasien Jantung di RSUD Mandau yang diambil dengan teknik Accidental Sampling. Alat pengumpulan data menggunakan observassi dan kuesioner. Analisis hubungan antar variabel dependen dengan variabel independen menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tampilan makanan dengan sisa makanan (p-value 0,567 dan POR 2,25); ada hubungan antara rasa makanan dengan sisa makanan (p-value 0,028 dan POR 10,00); serta tidak ada hubungan antara makanan dari luar Rumah Sakit dengan sisa makana (p-value 1 dan POR 1,2). Kesimpulan ada hubungan antara rasa makanan dengan sisa makanan pasien, namun tidak ada hubungan antara tampilan dan makanan dari luar rumah sakit dengan sisa makan pasien. Diharapkan dalam penyelenggaraan makan pasien untuk dapat meningkatkan tampilan dan rasa makanan agar pasien dapat menghabiskan makannannya.
HUBUNGAN POLA ASUH ORANG TUA DENGAN KEMAMPUAN KOSA KATA PADA ANAK AUTIS USIA SEKOLAH DASAR DI SLBN BANGKINANG KOTA TAHUN 2022
Sari, Yosi Arpika
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sjkt.v2i2.15188
Prevalensi autis menurut World Health Organization (WHO) (2019) terjadi pada 10 anak dari 10.000 kelahiran. Kemungkinan terjadinya empat kali lebih sering pada bayi laki laki dibanding bayi perempuan. Data Statistik di Amerika menunjukkan, satu di antara 150 anak sekitar 300.000 anak-anak memiliki gejala autis. Dengan perkiraan pertumbuhan sebesar 10-17 persen per tahun, para ahli meramalkan bahwa pada dekade yang akan datang di Amerika akan terdapat 4 juta penyandang autis..Tujuan dalam penelitian ini adalah hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan kosa kata pada anak autis usia sekolah di SDLBN Bangkinang Kota Tahun 2022. Populasi penelitian ini adalah adalah seluruh ibu yang memiliki anak penyandang Autis di Sekolah Dasar Luar Biasa Bangkinang tahun 2022 berjumlah 35 orang. Sedangkan sampel dalam penelitian ini adalah bagian ibu yang memiliki anak penyandang Autis yang dianggap mewakili seluruh populasi. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian dari 35 ibu yang memiliki anak autis sebagian besar pola asuh tidak baik sebanyak 19 orang (54,3%) dan kemampuan kosakata anak autis tidak baik sebanyak 22 orang (62,9%). Berdasarkan uji statistik dengan uji chi-square diperoleh nilai p value = 0,001 ? (0,05) dengan tingkat kepercayaan 95%, maka Ho ditolak yang artinya signifikan. Berarti ada hubungan pola asuh orang tua dengan kemampuan kosa kata pada anak autis usia sekolah di SDLBN Bangkinang Kota Tahun 2022. Diharapkan hasil penelitian ini dapat dipergunakan sebagai informasi untuk melaksanakan penelitian lebih lanjut yang berkaitan dengan penelitian ini.
HUBUNGAN STATUS GIZI IBU SAAT HAMIL DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 24-59 BULAN di WILAYAH KERJA PUSKESMAS REJOSARI KOTA PEKANBARU
Diana, Reni
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sjkt.v2i2.15189
Status gizi ibu hamil dapat diketahui dengan melakukan pengukuran Lingkar Lengan Atas (LILA). Gangguan pertumbuhan dalam kandungan dapat menyebabkan berat badan lahir rendah yang berisiko mengalami stunting. Stunting merupakan salah satu wujud gizi kurang yang ditandai dengan indikator TB/U kurang dari -2 SD berisiko mengalami kematian empat kali lebih besar pada usia kurang dari lima tahun dibandingkan dengan anak berstatus gizi baik. Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan status gizi ibu saat hamil dengan kejadian stunting di Wilayah Kerja Puskesmas Rejosari Kota Pekanbaru. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan case control. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 25 Juli s/d 24 Agustus 2022 di Kota Pekanbaru. Sampel kasus diambil semua balita yang stunting yaitu 30 orang dan kelompok kontrol balita tidak stunting sebanyak 30 orang. Alat pengumpulan data yaitu berupa kuesioner data diri, rekam medik dan microtoice. Analisa data dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Berdasarkan hasil penelitian, sebagian besar dari responden memiliki status gizi tidak KEK. Dilihat bahwa dari 30 responden kelompok kasus terdapat 12 responden (40 %) balita stunting dengan status gizi ibu tidak KEK, untuk kelompok control dari 30 responden terdapat 25 responden (83,3%) status gizi ibu tidak KEK. Terdapat hubungan status gizi ibu saat hamil dengan kejadian stunting dengan p value 0,010. Diharapkan kerjasama puskesmas dan kelurahan dalam memberikan penyuluhan gizi untuk ibu hamil dan wanita usia subur.
FORMULASI IKAN PATIN DAN TEPUNG DAUN KELOR TINGGI PROTEIN DAN ZAT BESI PADA SIOMAY SEBAGAI PANGAN JAJANAN UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR (6-12 TAHUN)
Ramadhani, Wulan Puspita
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sjkt.v2i2.15190
Ikan Patin dapat digunakan sebagai bahan tambahan pembuatan siomay dan semua sumber gizi yang terkandung dalam tubuhnya dapat dimanfaatkan oleh manusia. Siomay dapat dikonsumsi oleh semua kalangan baik anak-anak maupun orang dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan formulasi ikan patin dan tepung daun kelor pada pembuatan siomay sebagai pangan jajanan sumber protein dan zat besi untuk anak sekolah dasar (6-12 tahun). Rancangan penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 1 kontrol dan 3 perlakuan yaitu P1 (3%), P2 (5%), dan P3 (10%). Analisis yang dilakukan yaitu analisis deskriptif siomay pilihan terbaik yaitu siomay perlakukan P2 (5%). Analisis proksimat siomay pilihan terbaik yaitu setiap 100 gram siomay mengandung air 45,3% kadar abu 2,17%, protein, 8,82% lemak 1,52% dan karbohidrat 17,3%. Pada uji statistik One Way ANOVA adanya perbedaan antara siomay yang diformulasikan ikan patin dan tepung daun kelor dengan siomay kontrol. Dua cup siomay pilihan terbaik dapat menyediakan 10% protein dan zat besi dari AKG anak usia sekolah. Siomay pilihan terbaik (P2) dapat diklaim sebagai salah satu Pangan Jajanan Untuk Anak Sekolah Dasar (PJAS) sumber protein dan zat besi.
PERAN LINGKUNGAN KELUARGA PADA GANGGUAN KESEHATAN MENTAL REMAJA DI INDONESIA: STUDI LITERATUR
Base, Dinda Mariella La;
Saputra, Narendra Wirahadi;
Junus Pritanto, Bryan;
Wikamto, Rajiv Fadillah;
Herbawani, Chahya Kharin
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sjkt.v2i2.15249
Masa remaja adalah masa perkembangan yang akan dilewati oleh setiap individu. Pada masa ini remaja mengalami periode perkembangan masa peralihan dari masa anak-anak menuju ke masa dewasa. Hal ini berakibat pada perbedaan karakter baik secara fisik maupun psikis hingga menimbulkan persoalan dan tantangan hingga remaja mengalami gangguan mental. Upaya dari lingkungan keluarga dibutuhkan oleh remaja dalam menghadapi tantangan tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi terkini terkait faktor yang mempengaruhi kesehatan mental remaja dan bagaimana lingkungan keluarga berperan di dalamnya. Digunakan metode penelitian berupa Literature Review dengan pengumpulan data artikel ilmiah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Didapatkan hasil melalui 9 artikel yang telah disaring. didapatkan hasil bahwa peran lingkungan keluarga berdampak pada gangguan kesehatan mental remaja di Indonesia. Faktor risiko gangguan kesehatan mental berupa pola asuh berisiko besar terhadap gangguan kesehatan mental remaja. Lingkungan keluarga yang mendukung lebih berdampak baik bagi kesehatan mental seorang remaja terutama dari segi pola asuh dan pola komunikasi.
PERILAKU EATING DISORDER DENGAN TINGKAT KEMAMPUAN KOGNITIF PADA REMAJA
Utami , Elisa Tri;
Nashrullah , Muhamad Fatha Mubien Nashrullah;
Tampubolon, Yoshua Rivaldo;
Sitompul, Jonathan Andreas;
Herbawani , Chahya Kharin
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sjkt.v2i2.15414
Masa remaja adalah masa ketika citra dan bentuk tubuh lebih penting dan lebih diperhatikan daripada sebelumnya. Pada masa remaja ini, para remaja akan lebih memperhatikan bentuk dan gambaran tubuhnya. Masa remaja atau masa pubertas merupakan masa peralihan atau perubahan dari masa kanak-kanak mengarah kedewasaan. Artikel penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah eating disorder berpengaruh terhadap kemampuan kognitif pada remaja. Adapun metode yang digunakan adalah Literature Review dengan pengumpulan data artikel ilmiah dalam kurun waktu 5 tahun terakhir. Diet yang tidak tepat akan mempengaruhi gizi yang seharusnya dibutuhkan oleh tubuh akan berkurang. Status gizi yang tergolong dalam underweight (kurus) akan mempunyai risiko gangguan makan yang serius. Perilaku makan seperti pembatasan makanan atau makan berlebihan, gejala depresi, dan pikiran obsesif tentang penampilan dan berat badan merupakan faktor lain yang dapat memicu terjadinya risiko gangguan makan atau eating disorder.
PATIENT-CENTERED CARE IN IMPROVING THE QUALITY OF HEALTH SERVICES : A SYSTEMATIC REVIEW
Miolda, Putri Regita;
Pratama, Endah Pravita Putri Aldia;
Pramudyawardani, Fazza Duta;
Fawwaz, Muhammad;
Rahmayanti, Tania
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 2 (2023): MEI 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sjkt.v2i2.16528
Strategi yang digunakan rumah sakit dalam meningkatkan kepuasan pasien terhadap mutu pelayanan kesehatan dapat dilakukan melalui penerapan Patient Centered Care (PCC). Adanya keluhan pasien mengenai komunikasi yang kurang baik antara dokter dengan pasien atau keluarganya. kurang ramah, dan kurang waspada mencerminkan bahwa penerapan PCC belum sepenuhnya dirasakan oleh pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memperkuat pemahaman tentang pendekatan PCC, serta memberikan arahan untuk mengembangkan strategi penerapan PCC yang efektif dalam praktik pelayanan kesehatan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka (systematic review) dengan mesin pencari yang digunakan dalam pencarian literatur antara lain Google Scholar dan PubMed dengan kata kunci Kepuasan Pasien, Kualitas Pelayanan Kesehatan, Patient Centered Care, Rumah Sakit. Artikel yang dihasilkan dipilih berdasarkan publikasi yang diterbitkan antara tahun 2019 hingga 2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berbagai rumah sakit di beberapa negara menunjukkan layanan PCC (Patient Centered Care) yang disetujui yang dapat memberikan dan mempengaruhi kenyamanan pasien dalam memperoleh kesehatan yang efektif dan optimal karena pasien juga terlibat. dalam mengetahui kesehatannya. Oleh karena itu, patient centered care (PCC) perlu diterapkan di rumah sakit karena pengaruhnya dapat berdampak positif bagi kesehatan pasien. Selain itu, pasien juga merasa senang karena memiliki hak yang sepadan untuk mengetahui sakit apa yang dialami dan kesehatannya. Upaya dan strategi peningkatan PCC dapat terus ditingkatkan di berbagai rumah sakit yang ada karena juga dapat mempengaruhi kepuasan pasien terhadap pelayanan rumah sakit.
HUBUNGAN KESADARAN LINGKUNGAN DENGAN PENGGUNAAN PLASTIK SEKALI PAKAI PADA MASYARAKAT DI KECAMATAN BANGKINANG KOTA
Oktariandy, Ilham;
Isnanei, Lira Mufti Azzahri;
Gustiana, Etry
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 3 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sjkt.v2i3.8120
Kesadaran lingkungan adalah hal yang yang penting untuk dikembangkan untuk membentuk sikap positif manusia terhadap lingkungan. Seseorang dengan kesadaran lingkungan yang tinggi akan bertindak untuk menciptakan serta mengelola lingkungan yang bersih. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan antara kesadaran lingkungan masyarakat dengan penggunaan plastik sekali pakai di Kecamatan Bangkinang Kota Tahun 2022. Jenis penelitian adalah analitik dengan pendekatan kuantitatif yang menggunakan rancangan cross sectional. Penelitian dilakukan pada tanggal 29 juni – 06 juli Tahun 2022 dengan jumlah sampel 100 orang masyarakat menggunakan teknik porposive random sampling. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisa data yang digunakan adalah analisa univariat dan bivariat dengan uji chi square. Hasil analisa univariat diperoleh 51 responden (51 %) memiliki kesadaran lingkungan kurang, 57 responden (57%) menggunakan plastik sekali pakai. Hasil Uji Chi square terdapat tidak ada hubungan antara kesadaran lingkungan dengan penggunaan plastik sekali pakai di Kecamatan Bangkinang Kota Tahun 2022 (p value = 0,563) dan POR = 1,371. Kepada masyarakat yang ada di Kecamatan Bangkinang Kota untuk selalu meningkatkan kesadaran lingkungannya dalam menggunakan plastik sekali pakai agar nantinya tidak menimbulkan dampak bagi seluruh masyarakat yang ada di Kecamatan Bangkinang kota.
HUBUNGAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERAN KELUARGA, SERTA LINGKUNGAN SOSIAL TERHADAP UPAYA PENCEGAHAN PENGGUNAAN NARKOBA PADA SISWA/I DI SMP N 1 BANGKINANG
Rusdi, Muhammad;
Puteri, Ade Dita
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 2 No. 3 (2023): AGUSTUS 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/sjkt.v2i3.11285
Drug abuse is mostly common in adolescents, because adolescence is a period of transition and adolescents begin to look for identity. Drugs are chemical substances that are inserted into the human body either swallowed through the mouth, inhaled through the nose, or injected through the blood vessels. Continuous use will result in physical and or psychological dependence. The most common risk is damage to the nervous system and important organs. This study aims to determine the relationship of knowledge, attitudes, family roles and social environment to efforts to prevent drug use at SMP N 1 Bangkinang in 2022. This type of research is a quantitative research, analytic survey with a cross sectional approach. The population in this study were students of class VIII SMPN 1 Bangkinang totaling 85 people. This study uses a total sampling technique with a total sample of 85 people. The variables in this study were knowledge, attitudes, family roles and social environment. Data analysis used was univariate and bivariate analysis using chi-square test. The results of the study using statistical tests showed that there was a significant relationship between family role factors and efforts to prevent drug use in students of SMP N 1 Bangkinang, namely with (p value = 0.000), students' social environment factors (p value = 0.005), student attitude factors (p value = 0.008), student knowledge factor (p value = 0.028). Efforts to prevent drug use can be prevented from the role of the family towards students that occur in the home. A good home education is a good action to determine the future of a student. And a good social environment is something that can be done to prevent drug use.