SEHAT : JURNAL KESEHATAN TERPADU
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Journal of Health is a broad field of health such as health, Occupational Safety and Health, Epidemiology, nursing, public health, midwifery, medicine, Health Economics, Health Policy, Environmental health .pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, health law, hospital management, and so on
Articles
180 Documents
HUBUNGAN KUALITAS PELAYANAN KESEHATAN DENGAN TINGKAT KEPUASAN PASIEN DI POLI UMUM UPT PUSKESMAS BENGKALIS KECAMATAN BENGKALIS
Hotna, Siti;
Aprilla, Nia
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/s-jkt.v1i1.14834
Kualitas pelayanan kesehatan berhubungan erat dengan tingkat kepuasan pasien, kepuasan pasien merupakan salah satu keuntungan yang spesifik dalam upaya untuk melakukan perbaikan dalam menjaga kualitas pelayanan kesehatan. Tiap orang berbeda dalam menilai kualitas pelayanan kesehatan tergantung dari latar belakang yang berbeda pula. Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana hubungan kualitas pelayanan kesehatan dengan tingkat kepuasan di poli umum UPT Puskesmas Bengkalis Kec. Bengkalis tahun 2016. Desain yang digunakan pada penelitian ini adalah Survey Analitik dengan rancangan Cross Sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh pasien yang berobat ke poli umum UPT Puskesmas Begkalis Kec. Bengkalis. Adapun sampel dalam penelitian ini berjumlah 110 orang. Meggunakan acidental sampling dengan menggunakan kuesioner. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 16-23 November 2016. Analisa data yang digunakan adalah univariat dan bivariat. Hasil analisa univariat dan bivariat diketahui ada hubungan yang bermakna antara kualitas kehandalan petugas dengan tingkat kepuasan pasien di poli umum (p value 0,001), ada hubungan yang bermakna antara kualitas daya tanggap petugas dengan tingkat kepuasan pasien di poli umum (p value0,001), ada hubungan yang bermakna antara bukti fisik dengan tingkat kepuasan pasien di poli umum (p value 0,005). Dapat disimpulkan bahwa semakin baik kualitas pelayanan kesehatan maka semakin baik pula tingkat kepuasan pasien . Untuk dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan maka petugas diharapkan agar dapat memberikan pelayanan kesehatan lebih baik lagi dan bersedia menanggapi berbagai keluhan sesuai denga kebutuhan pasien
HUBUNGAN BEBAN KERJA DENGAN PELAKSANAAN PENDOKUMENTASIAN ASUHAN KEPERAWATAN DI RUANG RAWAT INAP RSUD BANGKINANG
Hotna, Siti;
Aprilla, Nia
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 2 (2022): MEI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/s-jkt.v1i2.14835
Salah satu unsur yang sangat menentukan mutu pelayanan kesehatan rumah sakit adalah tenaga kesehatan dan yang memiliki peran paling besar yaitu perawat. Fungsi perawat adalah mendukung pelayanan medis berupa pelayanan keperawatan yang dikenal dengan asuhan keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui hubungan beban kerja dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Bangkinang tahun 2017. Jenis penelitian ini adalah analitik dengan rancangan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat yang ada di Ruang Rawat Inap RSUD Bangkinang tahun 2017 dengan jumlah 79 orang, menggunakan teknik pengambilan sampel dengan cara total sampling, alat pengumpulan data menggunakan kuesioner dan lembar observasi. Analisa yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisa univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapakan bahwa sebagian besar responden memiliki beban kerja tinggi yaitu 41 orang (51,9%), pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan tidak lengkap yaitu 47 pendokumentasian (59,0%). Berdasarkan uji statistik didapatkan ada hubungan antara beban kerja dengan pelaksanaan pendokumentasian asuhan keperawatan di Ruang Rawat Inap RSUD Bangkinang dengan p-value 0,001. Diharapkan bagi pihak manajemen Rumah Sakit agar dapat meningkatkan jumlah perawat dan meningkatkan pengawasan khususnya terkait dengan pendokumentasian asuhan keperawatan
PERBEDAAN EFEKTIFITAS JUS TOMAT DAN JUS AVOKAD TERHADAP PENURUNAN TEKANAN DARAH PADA PUS YANG MENDERITA HIPERTENSI DI DESA LERENG WILAYAH KERJA PUSKESMAS KUOK TAHUN 2015
Apriza, Apriza;
Haryati, Rela
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/s-jkt.v1i1.14838
Penderita hipertensi di Indonesia ini cenderung mengalami peningkatan yaitu diperkirakan 15 juta orang per tahun. Hipertensi adalah suatu keadaan dimana tekanan sistole dan diastole mengalami kenaikan yang melebihi batas normal (tekanan sistole diatas 140 mmHg, diastole di atas 90 mmHg). Gaya hidup merupakan faktor risiko penting timbulnya hipertensi pada seseorang termasuk usia dewasa muda (21-40 tahun). Penelitian dikembangkan untuk memberikan terapi hipertensi yang lebih baik. Salah satu sumber obat yang potensial adalah tumbuhan obat. Banyak tanaman di sekitar kita dipercaya masyarakat dapat digunakan untuk menurunkan tekanan darah, misalnya buah tomat dan avocad. Penelitian ini merupakan penelitian Quasi eksperiment dengan desain penelitian two group pretest post test sampel penelitian ini adalah Pus yang berada di Desa Lereng dengan responden sebanyak 30 orang yang diambil dengan cara purposive sampling . Hasil uji statistik yang digunakan adalah uji T dua mean independen. Berdasarkan hail uji T dua mean independen di dapatkan bahwa nilai rata – rata penurunan tekanan darah setelah diberikan jus tomat sebesar 6,00 dan nilai rata – rata penurunan tekanan darah setelah diberikan jus avocad sebesar 11,33 dengan nilai p = 0,039< ? = 0,05 , artinya ada perbedaan efektifitas jus tomat dan jus avocado terhadap penurunan tekanan darah pada Pus yang menderita hipertensi di Desa Lereng. Disarankan jus avocad sebagai salah satu alternatif bagi Pus penderita hipertensi dalam menurukan hipertensi.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA TN. J DENGAN HARGA DIRI RENDAH MENGGUNAKAN TERAPI GENERALIS DIRUANG KUANTAN RSJ TAMPAN PROVINSI RIAU
Rinancy, Hariet
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/s-jkt.v1i1.14900
Program pengobatan pada pasien dengan gangguan harga diri rendah, harga diri rendah ini dapat mempengaruhi kurangnya kepercayaan diri, tidak berani melakukan kegiatan yang positif dianggap semua yang dilakukan tidak berguna, terlihat murung, menyendiri dan berpakaian tidak rapi. Salah satu penelataksanaan kepada pasien ini dengan memberikan terapi generalis dari sp1 – 4. Karya ilmiah akhir ners ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri pasien dengan hal-hal positif yang bisa dilakukan oleh pasien. Penelitian ini menggunakan studi kasus dengan diagnosa gangguan konsep diri : harga diri rendah kronis. Implementasi ini dilakukan pada Tn. J (39 th) selama 6 hari diruang kuantan RSJ Tampan provinsi riau. Saat melakukan Sp1 – 4 mulai dari identifikasi kegiatan positif, memilih kegiatan yang sudah dibuat, dan melakukan kegiatan positif itu secara mandiri. Evaluasi tindakan terhadapt terapi generalis menunjukkan bahwa terjadi peningkatan harga diri dari awal skor 30 menjadi 72 skor. Alat untuk mengukur harga diri rendah dalam penelitian ini menggunakan SLKI.
PENGARUH PEMBERIAN KOPI TERHADAP PENURUNAN KADAR GULA DARAH PADA PENDERITA DM DI DESA SUNGAI PINANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMBANG TAHUN 2021/2022
Fahmi , Muzakir
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 1 (2022): FEBRUARI
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/s-jkt.v1i1.14901
Menurut World Health Organization (WHO, 2018) menunjukkan bahwa angka kejadian penyakit tidak menular pada tahun 2018 yang mencapai 48,30% sedikit lebih besar dari angka kejadian penyakit menular, yaitu sebesar 47,50%. Bahkan penyakit tidak menular menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia (63,50%). Negara anggota telah menetapkan target untuk mengurangi angka kematian akibat penyakit tidak menular (termasuk diabetes), menjadi sepertiganya, agar dapat mencapai Universal Health Coverage (UHC) dan menyediakan akses terhadap obat-obatan esensial yang terjangkau pada tahun 2030.DM di Indonesia menempati urutan keempat tertinggi di dunia setelah Cina dan Amerika Serikat.Tujuan penelitian ini adalah Untuk menganalisispengaruh pemberian kopirobusta (coffea canephora pierre) terhadap kadar gula darah pada penderita diabetes mellitus di desa Sungai Pinang wilayah kerja puskesmas Tambang tahun 2021. Desain penelitian ini menggunakan quasi-eksperimental dengan rancangan penelitian pra-pascates dalam satu kelompok (one group pretest-posttest design).Dimana sampel dalam penelitian ini harus diobservasi terlebih dahulu sebanyak dua kali yaitu sebelum dan setelah diberikan perlakuan.Adapun populasi pada penelitian ini adalah 94 orang.Analisa data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisa univariat dan analisa bivariat.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 48 responden, diperolehbahwa rata-rata kadar gula darah sebelum diberikan pemberian kopi sebesar 254.88 mg/dl. Rata-rata kadar gula darah setelah diberikan pemberian kopi234.58 mg/dl.Hasil uji statistik didapat Untuk nilai p=0,000 (< 0,005) artinya ada perbedaan yang signifikan rata-rata Kadar Gula Darah pada penderita DM sebelum dan sesudah diberikan pemberian kopi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat informasi terutama pada masyarakat Sungai Pinang tentang manfaat kopi sebagai alternatif penurunan kadar gula darah.
HUBUNGAN CARING PERAWAT DENGAN KEPUASAN PASIEN DI RSUD PURI HUSADA TEMBILAHAN TAHUN 2021
Juwita, Dewi Sulastri
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/s-jkt.v1i3.14902
Perawat dalam meningkatkan asuhan keperawatan untuk kebutuhan rasa kepuasan pasien hendaknya menerapkan penggunaan caring. Caring merupakan inti atau fokus dalam keperawatan sebagai bentuk praktik keperawatan profesional. Salah satu indikator mutu pelayanan keperawatan adalah kepuasan pasien dan caring perawat menjadi jaminan apakah layanan perawat tersebut bermutu atau tidak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan caring perawat dengan kepuasan pasien di RSUD Puri Husada Tembilahan Tahun 2021. Penelitian ini dilaksanakan pada 04 s/d 25 April 2021, bersifat analitik dengan desain cross sectional dengan menggunakan data primer. Tehnik Sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 127 responden yaitu pasien yang dirawat di RSUD Puri Husada Tembilahan. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariatdengan uji chi square. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner. Hasil univariat menunjukkan bahwa 88 (69%) responden mengatakan caring perawat baik dan 84 (66,1%) responden mengatakan puas. Hasil analisa bivariat diketahui ada hubungan yang bermakna antara caring perawat dengan kepuasan pasien, dibuktikan dengan nilai p value = 0,020 atau p < 0,05. Oleh karena itu diharapkan bagi tenaga kesehatan untuk dapat memasukkan peningkatan perilaku caring perawat dalam pemberian rasa kepuasan ke dalam perencanaan dan tujuan pelayanan keperawatan sekaligus dibuat kebijakan terkait caring dan rasa kepuasan pasien.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN CA OVARIUM DENGAN MASALAH NYERI MENGGUNAKAN PENERAPAN TEKNIK RELAKSASI GUIDED MAGERY DI RUANG INSTALASI GAWAT DARURAT VK RSUD ARIFIN ACHMAD PROVINSI RIAU
Fahmi, M. .Muzakir
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/s-jkt.v1i3.14903
Pendahuluan: Masalah kesehatan yang akhir-akhir ini sering dialami banyak wanita didunia adalah penyakit pada organ reproduksi yang salah satunya adalah Ca ovarium. Dimana Ca ovariummerupakan keganasan organ reproduksi perempuan yang menyerang indung telur dan merupakan jenis kanker tersering kedua dari selulur penyakit kanker kandungan. Adapun faktor-faktor tertentu yang meningkatkan resiko seorang wanita terkena Ca ovarium, antara lain faktor usia, genetik, tempat tinggal, faktor hormonal dan reproduksi. Umumnya gejala yang sangat ditakuti oleh pasien kanker adalah rasa nyeri yang tak tertahankan. Nyeri yang dirasakan oleh pasien biasa disebabkan oleh tumor kanker dan pengobatan yang dijalani, dan biasanya nyeri dapat menyebabkan kelelahan dan selanjutnya insomnia. Beberapa peneliti telah menjelaskan terapi komplementer yang dapat mengurangi ketidak nyamanan fisik dan psikologis salah satunya adalah relaksasi guided imagery, yang merupakan jenis intervensi mind-body yang digunakan untuk mengelola gejala yang berhubungan dengan kanker dan pengobatan. Metode: Pengkajian ini dilakukan pada bulan Januari 2022, selanjutnya melakukan analisa data dan melakukan intervensi dari diagnosa yang didapatkan. Diagnosa keperawatan yang muncul yaitu nyeri akut berhubungan dengan agen pencedera fisiologis (neoplasma). Pemberian guided imageri dilakukan selama 1 hari selama 15-30 menit. Hasil: masalah keperawatan belum teratasi secara signifikan dikarenakan waktu pemberian asuhan keperawatan yang terlalu singkat, namun keluhan nyeri sudah mulai dapat berkurang dari skala nyeri 8 menjadi skala nyeri 7. Kesimpulan: pemberian teknik relaksasi guided imagery memberikan dampak positif pada pasien hingga dapat mengurangi nyeri pada Ny. E dengan Ca ovariu
ASUHAN KEPERAWATAN JIWA PADA NY L DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI HALUSINASI PENDENGARAN MENGGUNAKAN TERAPI GENERALIS RUANGAN MPKP INDRAGIRI RUMAH SAKIT JIWA TAMPAN PROVINSI RIAU TAHUN 2022
Rinancy, Hariet
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 3 (2022): AGUSTUS
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/s-jkt.v1i3.14904
Halusinasi adalah gangguan persepsi sensori yang mana klien mengpersepsikan suatu hal yang tidak terjadi. Apabila halusinasi tersebut tidak cepat ditangani akan membahayakan dirinya sendiri seperti melukai diri sendiri maupun orang lain. Maka penanganan untuk gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran ini dilakukan dengan cara farmakoterapi dan psikoterapi. Salah satu penanganan yang bisa dilakukan yaitu terapi generalis. Terapi generalis adalah salah satu bentuk terapi yang dilakukan secara individu antara perawat dengan klien secara tatap muka dengan waktu dan tempat yang terstruktur sesuai tujuan yang ingin dicapai seperti klien bisa mengenali halusinasi tersebut dan tau cara mengontrolnya. Karya tulis ilmiah ini menggunaka desain studi kasus dengan State of art, subyek yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah satu klien dengan masalah utama gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Dengan diberikan strategi pelaksanaan 1-4 halusinasi pendengaran dengan terapi generalis klien masih mendengar suara yang menyuruhnya untuk berbicara kotor, klien bingung, kontak mata kurang, setelah dilakukan terapi generalis dengan strategi pelaksanaan 1-4 klien lebih bisa mengontrol halusinasi nya, kontak mata sudah ada, klien tenang.
INOVASI PEMBERIAN AROMATERAPI LAVENDER PADA Tn. M UNTUK MENURUNKAN TINGKAT NYERI, KECEMASAN DAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI DESA NAUMBAI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS AIRTIRIS
Emil, Febri Syukri;
Safitri, Yenny;
Hamid, Afriadi
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 4 (2022): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/s-jkt.v1i4.14950
Lansia yang mengalami akibat buruk dari penyakit hipertensi ditunjukkan oleh perasaan cemas, kesedihan, dan kekhawatiran. Ada dua cara yang untuk mengawasi kecemasan, khususnya farmakologis dan non-farmakologis. Cara nonfarmakologis salah satunya dengan aromaterapi lavender yang mengandung linalool asetat bersifat relaksasi dan dapat menurunkan kecemasan, nyeri dan tekanan darah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui pemberian aromaterapi lavender pada asuhan keperawatan Tn. M terhadap masalah tingkat nyeri, kecemasan, dan tekanan darah pada lansia dengan masalah utama hipertensi. Penelitian dilakukan pada tanggal 08 - 09 Agustus 2022. Hasil penelitian diperoleh setelah dilakukan pemberian aromaterapi lavender pada Tn. M selama 3 hari, tingkat nyeri berhasil turun dari skala 4 menjadi skala nyeri 1, tingkat kecemasan Tn. M berhasil turun menjadi skor HRS-A 12 (kecemasan normal) dan tekanan darah berhasil turun dari 170/96 mmHg menjadi 148/84 mmHg. Kesimpulan terdapat pengaruh pemberian aromaterapi lavender untuk menurunkan tingkat nyeri, kecemasan dan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi. Diharapkan klien untuk selalu dapat memperhatikan kesehatannya, selalu melakukan relaksasi aromaterapi lavender dengan rutin, minum obat resep dari dokter dengan rutin dan memperhatikan waktu serta pola tidurnya.
ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY. L TENTANG PEMBERIAN REBUSAN DAUN SIRSAK TERHADAP PENURUNAN SKALA NYERI DAN TEKANAN DARAH PADA LANSIA YANG MENGALAMI HIPERTENSI DI DESA NAUMBAI WILAYAH KERJA UPT PUSKESMAS AIR TIRIS TAHUN 2022
Putri, Elvida;
Safitri, Yenny;
Apriza, Apriza
SEHAT : Jurnal Kesehatan Terpadu Vol. 1 No. 4 (2022): NOVEMBER
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31004/s-jkt.v1i4.14951
Lanjut usia biasanya mempunyai masalah kesehatan pada dirinya yaitu beberapa penyakit degenerative yang menyerang lansia seperti diabetes, jantung dan Hipertensi. Banyak tanaman obat atau herbal yang berpotensi dimanfaatkan sebagai obat hipertensi yaitu rebusan daun sirsak. Daun sirsak memiliki antioksidan yang dapat menangkal radikal bebas, antioksidan ini dapat melenturkan dan melebarkan pembuluh darah serta menurunkan tekanan darah. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui asuhan keperawatan dengan memberikan rebusan daun sirsak untuk menurunkan skala nyeri dan tekanan darah pada lansia yang mengalami hipertensi. Penelitian dilakukan pada tanggal tanggal 23 – 27 Agustus 2022, implementasi dilakukan selama 3 hari berturut-turut. Hasil penelitian didapatkan terjadi penurunan skala nyeri pada klien yaitu dari skala nyeri 5 (nyeri sedang) menurun menjadi skala nyeri 2 (nyeri ringan) dan tekanan darah pada klien dengan perbandingan TD: 170/96 mmHg mengalami penurunan hingga hari ketiga didapatkan TD: 162/94 mmHg. Diharapkan klien untuk melakukan pengecekan tekanan darah secara rutin, memerhatikan diit hipertensi yang telah diajarkan serta mengonsumsi rebusan daun sirsak dengan rutin dengan harapan tekanan darah klien selalu terkontrol.