cover
Contact Name
Arif Fadillah
Contact Email
pengabdianikestmp@gmail.com
Phone
+6282176546039
Journal Mail Official
afifah170114@gmail.com
Editorial Address
IKesT Muhammadiyah Palembang Jl. Jend. A. Yani, 13 Ulu, Palembang, Indonesia, 30262
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Khidmah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 2654864X     EISSN : 28286308     DOI : https://doi.org/10.52523/khidmah.v4i2
Core Subject : Health,
Khidmah (ISSN Online: 2828-6308) is a journal published by the Institute for Research, Community Service and Innovation (LP2MI) of IKesT Muhammadiyah Palembang which focuses on nursing studies (Medical Surgical Nursing, Child Nursing, Maternity Nursing, Mental Nursing, Critical Nursing, Nursing Community and Nursing Management) , Midwifery (Pregnancy, Childbirth, Postpartum, Neonates, Infants and Children, Reproductive Health), Environmental Health, Physiotherapy and Medical Laboratory Techniques. Khidmah is published 2 times a year, namely in April and October which is published in print and electronic publications
Articles 188 Documents
Edukasi pencegahan dan penghentian bullying terhadap kegawatdaruratan psikologis korban bullying : Edukasi pencegahan dan penghentian bullying terhadap kegawatdaruratan psikologis korban bullying Yellisni, Inne
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.545

Abstract

Kesehatan mental pada remaja menjadi hal yang perlu mendapatkan perhatian serius saat ini. Hasil survei dari Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) pada tahun 2022 menunjukan sebanyak 15,5 juta atau 1 dari 3 remaja di Indonesia mengalami masalah kesehatan mental (Wahdi et al., 2023). Sementara menurut WHO terkait Adolescent Mental Health menunjukan 1 dari 7 anak usia 10 sampai 19 tahun diketahui memiliki masalah psikologis, seperti kecemasan, depresi dan gangguan perilaku yang menjadi penyebab utama gangguan kesehatan mental di kalangan remaja (WHO, 2021). Tujuan: dari penelitian ini untuk mengedukasi pencegahan bullying terhadap dampak psikologis remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah dengan cara edukasi menggunakan leaflet. Hasil: hasil evaluasi diketahui bahwa terdapat peningkatan pengetahuan siswa tentang pencegahan bullying terhadap dampak psikologis remaja. Kesimpulan: Dari kegiatan yang sudah dilakukanpada siswa SMK 3 Muhammadiyah Palembang didapatkan kesimpulan bahwa kegiatan “edukasi pencegahan bullying terhadap dampak psikologis remaja” dapat meningkatkan pengetahuan remaja yang ada di SMK 3 Muhammadiyah Kota Palembang
Pemberdayaan Keluarga Dalam Menurunkan Frekuensi Batuk pada Anak ISPA Melalui Pendidikan Kesehatan Terapi Rebusan Jahe dan Madu Ulaa, Mar'atun
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.563

Abstract

Latar belakang: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyakit utama penyebab kematian balita di Indonesia. Salah satu gejalanya yang umum adalah batuk berdahak yang dapat mengganggu bersihan jalan napas anak. Terapi nonfarmakologis seperti penggunaan rebusan jahe dan madu telah terbukti secara empiris membantu mengurangi gejala tersebut. Tujuan: Mengetahui pengetahuan masyarakat mengenai terapi rebusan jahe dan madu dalam menurunkan frekuensi batuk pada anak ISPA. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan kepada orang tua dan anak penderita ISPA di di Lorong Beringin Jaya RT 19, RW 05, No.488, Kelurahan 13 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu II Kegiatan meliputi edukasi kesehatan, pembuatan rebusan jahe dan madu, serta observasi hasil intervensi selama 1 hari. Hasil: rata-rata pengetahuan responden sebelum edukasi sebesar 58,56, sedangkan rata-rata pengetahuan setelah edukasi sebesar 89,75, dengan perbedaan rerata sebelum dan setelah edukasi sebesar 31,19. Kesimpulan: Pendidikan kesehatan tentang terapi rebusan jahe dan madu dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menurunkan frekuensi batuk pada anak ISPA. Saran: Bagi penulis selanjutnya dapat menggunakan terapi alternatif lainnya untuk mengatasi batuk pada anak.
School Emergency & Mental Health Response Team (SEMART): Kesiapsiagaan Gawat Darurat Fisik dan Kesehatan Mental Remaja di Sekolah TRIWIJAYANTI, RENNY
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.576

Abstract

Abstract Adolescents are a population vulnerable to physical emergencies and mental health crises in the school environment. However, school preparedness to respond to these conditions remains limited and poorly integrated. This community service program aimed to improve high school students’ understanding and preparedness for physical emergencies and mental health crises through the School Emergency & Mental Health Response Team (SEMART) approach. The methods included education sessions, first aid training, emergency response simulations, and mental health literacy strengthening for students, teachers, and educational staff organized as a SEMART team. Evaluation was conducted using pre-test and post-test. The results showed an increase in participants’ knowledge and skills in recognizing emergency conditions and providing appropriate initial responses, both physically and psychologically. The SEMART program also enhanced participants’ awareness that mental health is an integral part of adolescent well-being. With school support and sustainable implementation, SEMART has the potential to become an innovative model for improving school preparedness and creating a safe, responsive, and supportive school environment.
Smart Awareness: Edukasi Nafza dan Pencegahan Gawat Darurat Jantung Maya, Maya Fadlilah
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.578

Abstract

Latar Belakang: Penyalahgunaan Narkotika, Psikotropika, dan Zat Adiktif (NAFZA) merupakan masalah kesehatan masyarakat yang serius, terutama pada kelompok remaja yang masih berada dalam tahap perkembangan fisik dan psikososial. Remaja sering kali terpengaruh oleh lingkungan sosial dan rasa ingin tahu, sehingga rentan mencoba zat-zat adiktif tanpa memahami konsekuensi jangka panjangnya. Salah satu dampak serius yang kerap diabaikan adalah risiko gangguan kardiovaskuler, termasuk aritmia, hipertensi akut, hingga henti jantung mendadak Tujuan: Tujuan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan remaja mengenai bahaya NAFZA dan dampaknya terhadap kegawatdaruratan jantung, sehingga tercipta perilaku sehat di lingkungan sekolah atau komunitas Metode: Metode pelaksanaan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan cara edukasi dengan menggunakan leaflet kepada Siswa/siswi SMA Muhammadiyah 01 Palembang. Hasil: Hasil yang diharapkan dari pengabdian masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan remaja terhadap bahaya konsumsi NAFZA dan dampaknya terhadap kegawatdaruratan jantung, sehingga berdampak dari sikap dan perilaku positip remaja untuk menghindari konsumsi NAFZA Kesimpulan: Dari kegiatan yang sudah dilakukan pada remaja yang ada di SMA Muhammadiyah 01 Palembang didapatkan kesimpulkan bahwa kegiatan Edukasi Smart Awareness: Edukasi Nafza dan Pencegahan Gawat Darurat Jantung, dapat meningkatkan pengetahuan siswa siswi SMA Muhammadiyah 01 Palembang. Kata Kunci: Narkotika, remaja, Nafza
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG METODE AMENOREA LAKTASI SEBAGAI ALTERNATIF KONTRASEPSI ALAMI PADA IBU MENYUSUI: PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG METODE AMENOREA LAKTASI SEBAGAI ALTERNATIF KONTRASEPSI ALAMI PADA IBU MENYUSUI gustirini, ria
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.584

Abstract

Program Keluarga Berencana (KB) merupakan salah satu strategi penting dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi melalui pengaturan jarak kelahiran. Meskipun cakupan KB secara nasional cukup tinggi, fenomena yang sering dijumpai adalah banyak ibu yang tidak langsung ber-KB setelah melahirkan. Program pengabdian masyarakat dilaksanakan dari bulan Februari 2026 dengan responden sebanyak 20 ibu menyusui di PMB Soraya Kota Palembang. Implementasi pengabdian masyarakat dilaksanakan sebagai salah satu upaya menambah pengetahuan dan pemahaman ibu menyusui tentang kontrasepsi Matode Amenorea Laktasi (MAL) sehingga dapat meningkatkan kualitas kesehatan dan kelangsungan generasi penerus bangsa dengan memperkuat memperkuat layanan KB pascapersalinan khususnya untuk ibu yang menyusui bayinya. Pengabdian masyarakat ini menggunakan metode ceramah, tanya jawab dan diskusi. Hasil pelaksanaan pengabdian masyarakat didapatkan peningkatan pengetahuan yang signifikan pada ibu menyusui setelah dilakukan edukasi berdasarkan hasil pre dan post test yaitu rerata peningkatan sebesar 30 poin. Diharapkan pendidikan kesehatan tentang Metode Amenorea Laktasi (MAL) dapat membantu ibu menyusui dalam mendapatkan informasi mengenai salah satu metode kontrasepsi yang dapat digunakan tanpa menghambat pemberian ASI Ekslusif dengan cara yang lebih alami sehingga diharapkan dapat mendukung program keluarga berencana dan meningkatkan cakupan ASI Ekslusif.
KELAS NENEK ASI: STRATEGI DUKUNGAN LINTAS GENERASI UNTUK PENINGKATAN EFIKASI DIRI IBU MENYUSUI Persari, Devy Ana
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.590

Abstract

Orang tua terutama “Nenek” memiliki pengaruh 90% terhadap keberhasilan program ASI Eksklusif. Nenek Adalah bagian dari ibu balita yang paling dekat yang secara tidak langsung akan memberikan penguatan terhadap apa yang menjadi keyakinan ibu menyusui. Banyak ibu baru yang pertama kali menyusui mendapat nasihat dari ibunya untuk membuang kolostrum karena dianggap kotor dan bahkan memberikan susu formula sejak dini karena mengaggap ASI dari ibu encer dan kurang bergizi. Pengenalan awal susu formula pada bayi tanpa indikasi medis menciptakan lingkaran setan. Setelah bayi diberi susu formula, niat menghisap payudara akan berkurang sehingga rangsangan produksi ASI pun berkurang; dan akhirnya menyebabkan penyapihan menyusui dini(1). Keluarga yang harusnya memberikan dukungan terkadang tidak tersentuh informasi dalam hal menyusui ASI ekklusif sehingga posisi keluarga dapat menjadi tantangan dalam memberikan ASI eksklusif(2). Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan hasil pemahaman yang lebih baik kepada neneknenek tentang pentingnya peran mereka dalam mendukung pemberian ASI eksklusif kepada cucu mereka. Metode kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 1 Februari 2026 di TPMB Deyeri Palembang. Hasil evaluasi penilaian pre test didapatkan skor rata-rata 52,67 dan skor rata-rata post test 78,0 terjadi peningkatan skor rata-rata peserta, sehingga ada peningkatan pengetahuan tentang ASI eksklusif, manajemen laktasi, dan dukungan nenek terhadap peningkatan efikasi diri ibu menyusui.
ART THERAPY: MELUKIS BEBAS SEBAGAI UPAYA MENGURANGI TANDA GEJALA PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN PERSEPSI SENSORI (HALUSINASI PENDENGARAN) Dekawaty, Ayu
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.592

Abstract

Halusinasi pendengaran merupakan jenis halusinasi yang paling banyak dialami, sekitar 70% dari total kasus halusinasi. Kondisi ini ditandai dengan mendengar suara atau kebisingan yang tidak nyata, yang dapat muncul secara tiba-tiba dan menyebabkan berbagai perilaku aneh, seperti tertawa atau berbicara sendiri, marah-marah tanpa alasan, hingga menutup telinga rapat-rapat karena merasa ada suara yang berbicara kepada mereka. Salah satu cara untuk mengontrol dan menurunkan tanda gejala dari halusinasi pendengaran adalah dengan memberikan penanganan non-farmakologis, yaitu melalui art Therapy: melukis bebas. Terapi ini memanfaatkan seni melukis sebagai media untuk mengekspresikan emosi dan pikiran yang sulit diungkapkan dengan kata-kata. Terapi ini dapat membantu mengalihkan perhatian dari halusinasi yang dialami. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengontrol halusinasi, mengurangi tanda dan gejala, serta mencegah timbulnya kegawatan perilaku akibat halusinasi. Pengabdian Masyarakat dilakukan dengan mengobservasi tanda dan gejala serta wawancara dan memberikan art therapy: melukis bebas pada 13 klien dengan halusinasi pendengaran. Hasil dari pengabdian ini didapatkan terdapat penurunan jumlah tanda dan gejala halusinasi pendengaran pada klien sebelum dan setelah diberikan intervensi. Luaran dari hasil pengabdian masyarakat ini dapat menjadi referensi dalam pengembangan bahan ajar Mata Kuliah Keperawatan serta dipublikasikan ke Jurnal Pengabdian masyarakat tingkat nasional dengan harapan dapat menjadi sumber rujukan dalam pengembangan ilmu Keperawatan.
Peningkatan Kompetensi Fisioterapis dalam Pemeriksaan Flat Foot Menggunakan Foot Posture Index (FPI-6) di RS Muhammadiyah Palembang Yudiansyah, Yudiansyah
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.603

Abstract

Flat foot (pes planus) is a foot postural deformity characterized by the reduction or collapse of the medial longitudinal arch, which may lead to biomechanical disturbances, pain in the lower extremities, and decreased ability to perform daily activities. Accurate and standardized assessment is essential in physiotherapy practice to support proper diagnosis and appropriate intervention planning. However, preliminary observations at the Physiotherapy Unit of Muhammadiyah Hospital Palembang revealed that flat foot assessments had not yet been conducted optimally, with variations in the examination methods used. This activity aimed to enhance the competence of physiotherapists in performing systematic and evidence-based flat foot assessments using the Foot Posture Index (FPI-6). The program was conducted in February 2026 at Muhammadiyah Hospital Palembang and involved physiotherapists as participants. The activity employed several methods, including educational sessions, scientific discussions, demonstrations, and hands-on practice in performing flat foot examinations using the Foot Posture Index (FPI-6) and the Navicular Drop Test. Evaluation was carried out through pre-test and post-test assessments to measure participants’ improvement in knowledge. The evaluation results demonstrated an increase in participants’ knowledge from an average score of 62% in the pre-test to 87% in the post-test, representing a 25% improvement following the training. In addition, participants showed improved skills in assessing foot structure, determining Foot Posture Index scores, and interpreting examination results in a more systematic manner. The activity also produced educational materials in the form of a flat foot examination poster that can serve as a practical clinical guide within the hospital setting. In conclusion, this training activity proved effective in improving physiotherapists’ competence in conducting standardized flat foot examinations. The enhancement of these competencies is expected to support improved quality of physiotherapy assessment and contribute positively to the quality of physiotherapy services for outpatient care