cover
Contact Name
Arif Fadillah
Contact Email
pengabdianikestmp@gmail.com
Phone
+6282176546039
Journal Mail Official
afifah170114@gmail.com
Editorial Address
IKesT Muhammadiyah Palembang Jl. Jend. A. Yani, 13 Ulu, Palembang, Indonesia, 30262
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Khidmah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
ISSN : 2654864X     EISSN : 28286308     DOI : https://doi.org/10.52523/khidmah.v4i2
Core Subject : Health,
Khidmah (ISSN Online: 2828-6308) is a journal published by the Institute for Research, Community Service and Innovation (LP2MI) of IKesT Muhammadiyah Palembang which focuses on nursing studies (Medical Surgical Nursing, Child Nursing, Maternity Nursing, Mental Nursing, Critical Nursing, Nursing Community and Nursing Management) , Midwifery (Pregnancy, Childbirth, Postpartum, Neonates, Infants and Children, Reproductive Health), Environmental Health, Physiotherapy and Medical Laboratory Techniques. Khidmah is published 2 times a year, namely in April and October which is published in print and electronic publications
Articles 188 Documents
INTERVENSI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN UNTUK MENINGKATKAN AKURASI PENGUKURAN ANTROPOMETRI KADER POSYANDU esti, esti
Khidmah Vol 7 No 1 (2025): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v7i1.540

Abstract

Anthropometric measurement is one of the essential skills for Posyandu cadres in monitoring the growth and nutritional status of toddlers. A lack of skill in performing anthropometric measurements can lead to misinterpretation of nutritional status, which risks incorrect stunting diagnoses. This study aims to improve the skills of Posyandu cadres through training and mentoring in anthropometric measurement in the working area of Puskesmas Sako, Palembang City. The methods used include theoretical and practical training, field mentoring, and evaluations before and after the intervention. The results of the study show a significant improvement in the knowledge and skills of the cadres, with an average score increase of 4.66 points after the training. The conclusion of this study is that continuous training and mentoring of cadres can improve the accuracy of anthropometric measurements and support efforts in stunting prevention and early detection in the community
V-Uro Emergency Awareness sebagai Intervensi Edukatif untuk Meningkatkan Kesadaran Remaja terhadap Faktor Psikologis dan Klinis Urolithiasis Windy Astuti Cahya Ningrum
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.549

Abstract

Prevalensi batu ginjal pada anak dan remaja mengalami peningkatan sebesar 10–15% dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini berkaitan dengan berbagai tantangan yang umum dihadapi remaja, seperti perubahan hormonal, pola makan tidak teratur, kurangnya konsumsi cairan yang cukup, serta tekanan emosional atau stres. Studi menunjukkan bahwa stres dapat memicu perubahan hormonal dan metabolik yang meningkatkan risiko pembentukan batu ginjal. Namun, pengelolaan stres yang efektif dapat membantu mengurangi risiko tersebut.​ Pengelolaan stres bukan hanya aspek psikologis, tetapi bagian integral dari pendekatan holistik terhadap urolitiasis. Edukasi mengenai pengelolaan stress dan tanda bahaya urolithiasis dengan menggunakan media video animasi secara efektif menarik perhatian dalam menyampaikan informasi dan dapat meningkatkan kesadaran remaja dalam pengelolaan stress, perubahan gaya hidup sehat dan pengenalan tanda bahaya terjadinya urolthiasis. Edukasi dilakukan tanggal 12 Agustus 2025 dengan jumlah reposnden 35 orang di SMA Muhammadiyah 1 Palembang. Berdasarkan hasil kegiatan ini didapatkan adanya peningkatan pengetahuan remaja terhadap pengelolaan stress dan tanda bahaya urolithiasis.
PENINGKATAN KESADARAN MASYARAKAT TENTANG KB MELALUI EDUKASI DAN KONSELING Mardalena, Mardalena
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.550

Abstract

Salah satu masalah yang dihadapi negara berkembang seperti indonesia yaitu ledakan penduduk yang pesat, untuk mengatasi permasalahan tersebut perlu menerapkan program Keluarga Berencana. Keluarga Berencana (KB) adalah tindakan yang membantu individu atau pasangan suami istri untuk menghindari kelahiran yang tidak diinginkan, mendapatkan kelahiran yang memang diinginkan, mengatur interval diantara kelahiran. Metode yang digunakan yaitu ceramah dan tanya jawab tentang keluarga berencana (KB) . Tujuan pengabdian Masyarakat ini adalah meningkatkan kesejahteraan ibu dan anak serta mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera melalui pengendalian kelahiran dan pengendalian pertumbuhan penduduk. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan pada hari Kamis, tanggal 07 Agustus 2025 di Posyandu PKM Empat Ulu Palembang. Peserta Pengabmas ini yaitu ibu-ibu yang ada dilorong Hijriyah, 3-4 Ulu, Kec. Sebrang Ulu 1 Kota Palembang.. Hasil evaluasi setelah dilakukannya penyuluhan didapatkan bahwa ibu lebih paham dan bisa mengetahui lebih jelas mengenai keluarga berencana, menfaat keluarag berencana bagi pasangan usia subur. Kata kunci : Alat Kontasepsi, Edukasi, Keluarga Berencana
Edukasi tentang Stabilitas Ekstrak Buah Parijoto sebagai Counterstain pada Pewarnaan Gram Berdasarkan Variasi Suhu Sari, Indah
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.570

Abstract

Gram staining is a differential staining procedure that divides bacteria into Gram-positive and Gram-negative groups. Safranin is one of the dyes used in Gram staining. The toxicity and health hazards posed by the use of safranin dye have been widely reported, particularly the dangers of dye contamination originating from synthetic dye waste. The use of synthetic dyes is very dangerous because it can trigger cancer, kidney and liver damage. Anthocyanins are natural pigments that have the potential to be used as dyes, including in laboratory applications such as Gram staining. Gram staining is an important technique in bacterial classification, which usually uses synthetic dyes such as safranin to detect Gram-negative bacteria. However, the use of such synthetic dyes can have adverse environmental impacts, so alternative natural dyes that are more environmentally friendly are needed. Parijoto fruit (Medinilla speciosa) is red and contains anthocyanins. Anthocyanins have low stability to the effects of heat. The use of natural dyes can reduce synthetic dye waste in bacterial staining. However, natural dyes are susceptible to temperature. The method used is education using learning posters as well as pre- and post-tests. The main focus of the activity is to increase understanding and knowledge. The participants of the activity were 6 laboratory staff of Ar-Rasyid Islamic Hospital, Palembang, who had received the education. The evaluation results of the pre-test and post-test scores of the educational activity showed an increase, which means that the laboratory staff of Ar-Rasyid Islamic Hospital, Palembang, had a better understanding and increased knowledge regarding the education on the Stability of Parijoto Fruit Extract as a Counterstain in Gram Staining Based on Temperature Variations.
PENINGKATAN KUALITAS INTERPRETASI HASIL PEMERIKSAAN FERRITIN MELALUI EDUKASI INTERNAL QUALITY CONTROL (IQC) BAGI PETUGAS LABORATORIUM JURAIJIN, DENNY
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.572

Abstract

Pemeriksaan ferritin merupakan salah satu parameter penting dalam evaluasi status besi dan kondisi inflamasi, sehingga keakuratan hasil sangat bergantung pada penerapan Internal Quality Control (IQC) yang konsisten. Berdasarkan analisis situasi di RS Muhammadiyah Palembang, masih ditemukan permasalahan berupa kurangnya pemahaman petugas laboratorium mengenai prinsip dasar IQC, termasuk penggunaan bahan kontrol, interpretasi grafik Levey–Jennings, serta penerapan aturan Westgard dalam menentukan kelayakan run pemeriksaan. Selain itu, pelaksanaan IQC belum dilakukan secara konsisten dan masih terdapat ketidaksesuaian dalam pengelolaan reagen, kalibrasi alat, serta dokumentasi mutu sesuai Standar Operasional Prosedur (SOP), Good Laboratory Practice (GLP), dan Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petugas laboratorium melalui edukasi mengenai pentingnya IQC pada pemeriksaan ferritin berbasis immunoassay. Metode yang digunakan berupa penyuluhan luring, pre-test dan post-test, serta pembagian leaflet edukatif kepada 20 peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 78 menjadi 92 setelah penyuluhan. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Diharapkan peningkatan kompetensi ini dapat mendukung mutu hasil pemeriksaan ferritin yang lebih akurat, reliabel, dan menunjang pengambilan keputusan klinis secara tepat serta aman bagi pasien.
EDUKASI DAN DETEKSI DINI SKOLIOSIS PADA SISWA SMP PUTRA MAJU DESA SUNGAI PINANG KABUPATEN BANYUASIN Juliastuti, Juliastuti Juliastuti
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.574

Abstract

Scoliosis is a three-dimensional spinal deformity characterized by a lateral curvature greater than or equal to 10 degrees based on the Cobb angle measured on a standing X-ray. If left untreated, progressive scoliosis can lead to significant thoracic deformity, chronic back pain, neurological disorders due to nerve compression, and impaired cardiorespiratory function in severe curves (>40–50 degrees). Gender is an important risk factor in the development of AIS (Adolescent Idiopathic Scoliosis). Recent data shows that girls have an 8–10 times higher risk of developing AIS compared to boys, especially during puberty. The community service activity was conducted on February 12, 2026, at SMP Putra Maju with 20 participants. This activity uses educational methods and early detection of scoliosis in adolescents, as well as scoliosis measurement using a scoliometer. From this activity, it can provide knowledge to teenagers about the dangers, causes, and management of scoliosis
Edukasi Tentang ASI dan Menyusui pada Ibu Hamil Trimester III Sebagai Implementasi Langkah Menuju Keberhasilan Menyusui Rahmaninda, Dwiana Akbari Sinta; Devy Ana Persari; Meilicha Anggraini Pratiwi
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.582

Abstract

One of the barriers and challenges to the success of exclusive breastfeeding is the mother's knowledge. Efforts to improve mothers' knowledge about breast milk and breastfeeding are carried out from the pregnancy period, through counseling during the fourth prenatal visit (K4) and through Pregnant Mother Classes. However, data shows that the coverage of the K4 visit is only 75.8% of the 95% target. Meanwhile, the percentage of mothers who have attended Pregnant Mother Classes is only 36.6%. One of the global strategies by WHO-UNICEF to increase exclusive breastfeeding rates is by providing education on the importance of breast milk and breastfeeding during ANC (antenatal care). Breastfeeding preparation for pregnant mothers can increase their confidence in providing breast milk to their babies after delivery. Providing education about breast milk and breastfeeding to third-trimester pregnant mothers is an effort to prepare them for the breastfeeding phase to improve the success of exclusive breastfeeding. The purpose of this community service activity is to increase the knowledge of third-trimester pregnant mothers about breast milk and breastfeeding. The method used is a lecture method with educational media in the form of leaflets and discussions. This activity was carried out on February 1, 2026, at the LKC DD Sumsel Clinic. The evaluation results of the pre-test and post-test assessments showed an increase in the knowledge of third-trimester pregnant mothers after being given education about breast milk and breastfeeding. In the pre-test, the average score was 55.6, and in the post-test, the average score was 80. Providing education about breast milk and breastfeeding is important to be carried out from the pregnancy phase.
Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Pramusaji Makanan dalam Penerapan Higiene Sanitasi dan Pengelolaan Gizi Seimbang di Asrama Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang TRIWAHYUNI, DINI
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.586

Abstract

The dormitory of Universitas Muhammadiyah Ahmad Dahlan Palembang, as a residential setting, requires the provision of safe, hygienic, and nutritionally balanced meals for its residents. A situational assessment revealed the need to enhance the capacity of food handlers who play a vital role in the institutional food service system. Preliminary observations indicated that their understanding of hygiene and sanitation standards was inconsistent, as reflected in suboptimal personal hygiene practices, equipment management, and cross-contamination prevention. Furthermore, the menus and portion sizes provided were not clearly standardized and had not been fully developed based on balanced nutrition principles appropriate for adult residents. These conditions may compromise food safety and potentially affect the health of dormitory occupants. To address these issues, a community service program was conducted in February 2026 at the dormitory kitchen, focusing on health education and skills training for all kitchen staff. The intervention employed lectures and role-play methods. Training materials covered food hygiene and sanitation, safe food handling techniques, and balanced menu planning for adults. The expected outcomes were improved knowledge and practical skills among food handlers in applying hygiene and sanitation standards and in preparing meals aligned with balanced nutrition principles. This initiative is expected to strengthen food safety practices and support the health of dormitory residents.
EDUKASI POLA MAKAN DAN NUTRISI PADA IBU MENYUSUI UNTUK MENINGKATAN PRODUKSI ASI SEBAGAI PENCEGAHAN KEGAWATDARURATAN STUNTING Tamar, Miskiyah
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.593

Abstract

ASI (Air Susu Ibu) memiliki kandungan nutrisi, hormon, unsur kekebalan tubuh, pertumbuhan anti energi serta inflamasi. Nutrisi yang terkandung dalam ASI mencakup hingga 200 unsur zat makanan. Kekurangan gizi terjadi sejak bayi dalam kandungan dan pada masa awal setelah bayi lahir dapat menyebabkan gangguan tumbuh kembang seperti stunting, Stunting atau kurang gizi kronik adalah suatu bentuk lain dari kegagalan pertumbuhan, dan kurang gizi kronik. Keadaan yang sudah terjadi sejak lama, bukan seperti kurang gizi akut. Stunting dapat juga terjadi sebelum kelahiran dan disebabkan oleh asupan gizi yang sangat kurang saat masa kehamilan, pola asuh makan yang sangat kurang, rendahnya kualitas makanan sejalan dengan frekuensi infeksi sehingga dapat menghambat pertumbuhan. Untuk mencegah terjadinya kegawatan stunting maka perlunya diberikan kandungan nutrsi yang baik sejak bayi lahir seperti ASI. Cara yang dilakukan untuk meningkatkan produksi ASI adalah dengan cara memberikan pengetahuan akan pentingnya pola makan yang baik dan nutrisi yang harus di konsumsi oleh ibu menyusui agar produksi ASI meningkat dan bayi ke depannya terhindar dari stunting, Dari penjelasan di atas pengabdi tertarik melakukan pengabdian masyarakat, bertema “Edukasi Pola Makan dan Nutrisi Pada Ibu Menyusui untuk Meningkatan Produksi ASI sebagai Pencegahan Kegawatdaruratan Stunting”.
Persiapan Laktasi pada Ibu Hamil Trimester III untuk Mencegah Masalah dalam Pemberian ASI SSiT.,M.Keb, Inge Anggi Anggarini,
Khidmah Vol 8 No 1 (2026): Khidmah
Publisher : IKesT Muhammadiyah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52523/khidmah.v8i1.597

Abstract

Pemberian ASI sangat penting untuk kelangsungan hidup dan kesehatan anak, karena merupakan sumber gizi yang aman, alami, bergizi, dan berkelanjutan. Di Indonesia, angka pemberian ASI eksklusif selama enam bulan pertama telah meningkat dari 52% pada tahun 2017 menjadi 68% pada tahun 2023. Namun, masih banyak tantangan yang dihadapi, terutama pada saat bayi baru lahir. Menurut Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, hanya 27% bayi baru lahir yang mendapatkan ASI dalam satu jam pertama kehidupannya, satu dari lima bayi diberikan makanan atau cairan selain ASI dalam tiga hari pertama, dan hanya 14% yang mendapatkan kontak kulit ke kulit minimal satu jam setelah lahir. Tujuan dari edukasi kesehatan ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil trimester III tentang ASI dan persiapan laktasi sehingga permasalahan permasalahan pemberian ASI pada masa nifas dapat dicegah. Metode pengabdian masyarakat berupa konseling,edukasi atau penyuluhan dengan judul Persiapan Laktasi pada Ibu Hamil Trimester III untuk Mencegah Masalah dalam Pemberian ASI. Kegiatan ini akan dilaksanakan pada tanggal 12 Februari 2026 di PMB Ria Tisnawati Palembang. Selama periode tersebut akan dilakukan beberapa tahapan persiapan dan berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan edukasi kepada ibu hamil trimester III. Evaluasi hasil pengabdian masyarakat dilakukan dengan penilaian pre dan post test dengan mengisi kuesioner yang telah disediakan. Hasil penilaian pre test didapatkan skor rata-rata 55,25 dan skor rata-rata post test 80,20 dari hasil evaluasi tersebut dapat disimpulkan terjadi peningkatan skor rata-rata peserta sehingga ada peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang ASI dan Persiapan Laktasi.