cover
Contact Name
Surya Akbar
Contact Email
jurnal.kedokteranstm@fk.uisu.ac.id
Phone
+6281370718283
Journal Mail Official
jurnal.kedokteranstm@fk.uisu.ac.id
Editorial Address
Jalan STM No. 77, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia 20146
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik)
ISSN : 2614610X     EISSN : 26148218     DOI : https://doi.org/10.30743/stm
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) merupakan jurnal yang memiliki lingkup keilmuan kedokteran, terutama kedokteran dasar, biologi molekular, dan pendidikan kedokteran.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol. 9 No. 2 (2026): Issue in Progress" : 9 Documents clear
HUBUNGAN PEMERIKSAAN PROFIL LIPID DALAM DARAH DENGAN DERAJAT HIPERTENSI DI RUMAH SAKIT UMUM HAJI MEDAN TAHUN 2023-2024: THE RELATIONSHIP BETWEEN BLOOD LIPID PROFILE EXAMINATION AND THE DEGREE OF HYPERTENSION AT THE HAJJ GENERAL HOSPITAL IN MEDAN IN 2023-2024 Daulay, Ilham Kurnia Saleh; Oktaria, Selly; Aktalina, Lucia; Yusria, Anna; Siregar, Nondang Purnama
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 2 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i2.1082

Abstract

Hypertension is a condition in which there is a chronic increase in blood pressure (over a long period of time) which can cause pain in a person and can even lead to death.). Lipid profile is a test of lipoproteins in blood serum consisting of total cholesterol, HDL, LDL, and TG. This study aims to determine the relationship of blood lipid profile test with the severity of hypertension at haji medan general hospital. This study uses an observational analytical approach with cross-sectional. The sample of this study is 27 samples that meet the inclusion and exclusion criteria. The data analysis used is chi-square. The results of this study showed that from 27 samples of hypertensive patients and complete lipid profiles, which were measured at normal hypertension HDL levels of 40.7% and 59.3% abnormal, LDL levels of 4% normal and 85.2% abnormal, triglyceride levels of 51.9% normal and 48.1% abnormal and total cholesterol levels of 40.7% normal and 59.3% abnormal. The results of the chi-square statistical test between HDL, LDL, triglycerides and cholesterol were obtained with a p-value of 0.189, 0.204, 0.098, 0.027, respectively. There is a difference in cholesterol levels with the degree of hypertension and there is no difference in HDL, LDL and Triglyceride levels with the degree of hypertension at haji medan general hospital 2023-2024. AbstrakHipertensi merupakan kondisi dimana terjadi peningkatan tekanan darah secara kronis yang dapat menyebabkan kesakitan pada seseorang dan bahkan dapat menyebabkan kematian. Profil lipid adalah Pemeriksaan lipoprotein dalam serum darah yang terdiri dari kolesterol total, HDL, LDL, dan trigliserida. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemeriksaan profil lipid dalam darah dengan derajat hipertensi di Rumah Sakit Umum Haji Medan. Penelitian ini menggunakan pendekatan observasional analitik dengan cross- secsional. Sampel penelitian ini sebanyak 27 sampel yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Analisa data yang digunakan adalah chi- square. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 27 sampel pasien hipertensi dan profil lipid lengkap, yang diukur pada kadar HDL derajat hipertensi sebanyak normal 40,7% dan 59,3% abnormal, Pada kadar LDL sebanyak 4% normal dan 85,2% abnormal, pada kadar trigliserida sebanyak 51,9% normal dan 48,1 % abnormal dan pada kadar kolesterol total 40,7 % normal dan 59,3% abnormal. Hasil uji statistic chi-square antara HDL, LDL, trigliserida dan kolesterol didapatkan masing-masing nilai p-value 0,189, 0,204, 0,098, 0,027. Terdapat hunungan kadar kolesterol dengan derajat hipertensi dan tidak terdapat Perbedaan kadar HDL, LDL dan trigliserida dengan derajat hiperteni di rumah sakit Haji Medan 2023-2024.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA PEMULUNG SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) DESA TERJUN KABUPATEN DELI SERDANG, 2025: ANALYSIS OF FACTORS INCLUDING IRRITATOR CONTACT DERMATITIS IN WASTE PICKERS AT THE FINAL DISPOSAL SITE (TPA) IN TERJUN VILLAGE, DELI SERDANG REGENCY, 2025 Faundra, Alvi; Susanto, Bambang; Harahap, Syarifah; Yusria, Anna
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 2 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i2.1101

Abstract

Irritant Contact Dermatitis (ICD) is a skin health problem often experienced by scavengers due to continuous exposure to irritant substances without adequate protection. This condition can disrupt work activities and have long-term health impacts. This study aims to determine the risk factors for irritant contact dermatitis in scavengers in Terjun Village. The study used a descriptive method with a cross-sectional approach and was conducted in Terjun Village, Hamparan Perak District, Deli Serdang Regency, North Sumatra, from November 2024–January 2025. The sampling technique used total sampling with a total of 58 respondents. Data analysis was performed univariately. The results showed that most respondents were aged <45 years (50%), male (58.6%), and had low education (51.7%). The majority of respondents did not comply with using personal protective equipment (PPE) (65.5%) and had poor personal hygiene (63.8%). The incidence of irritant contact dermatitis was found in 65.5% of respondents. The conclusion of this study shows that the high incidence of DKI in scavengers is related to low compliance with the use of PPE and poor personal hygiene. AbstrakDermatitis Kontak Iritan (DKI) merupakan masalah kesehatan kulit yang sering dialami pemulung akibat paparan zat iritan secara terus-menerus tanpa perlindungan yang memadai. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas kerja dan berdampak pada kesehatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko terjadinya dermatitis kontak iritan pada pemulung di Desa Terjun. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan dilaksanakan di Desa Terjun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada November 2024–Januari 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 58 orang. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia <45 tahun (50%), berjenis kelamin laki-laki (58,6%), dan berpendidikan rendah (51,7%). Mayoritas responden tidak patuh menggunakan alat pelindung diri (65,5%) dan memiliki personal hygiene yang buruk (63,8%). Kejadian dermatitis kontak iritan ditemukan pada 65,5% responden. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya kejadian DKI pada pemulung berkaitan dengan rendahnya kepatuhan penggunaan APD dan buruknya personal hygiene.
PENATALAKSANAAN PASIEN DENGAN STEMI DI RUMAH SAKIT DAERAH: LAPORAN KASUS: PATIENT TREATMENT WITH STEMI IN RURAL HOSPITAL: A CASE REPORT Salsa, Siti Tari; Taufiqurrahman; K, Putri
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 2 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i2.1113

Abstract

Coronary Arterial disease or Coronary heart disease (CHD) is a disease caused by partial or complete plaque buildup in the coronary artery lining, which causes blood flow blockage, thereby reducing oxygen supply to the heart muscle. Patient summary: A 74-year-old male patient came to Muda Sedia Regional General Hospital complaining of severe pain in the center of his chest for 8 hours prior to admission. The pain appeared suddenly when the patient woke up and was about to go to the bathroom. The pain was felt in the center of the chest, as if being pressed by a heavy object, radiating to the back and left arm for approximately 30 minutes. The pain did not subside or disappear with rest. The location of the pain could not be pinpointed with a single finger and was not affected by the patient's position. The patient did not complain of shortness of breath, nausea, or weakness. There was no coughing, vomiting, or fever. Physical examination of the heart and lungs was within normal limits. The ECG showed ST elevation in leads II, III, aVF, V4-V5, and laboratory results showed an increase in LDL cholesterol and a decrease in HDL. Cardiac enzyme tests showed an increase in troponin. Based on clinical findings, vital signs, physical examination, and laboratory results, the patient was diagnosed with inferolateral STEMI onset 8 hours prior. Given the patient's condition, the patient was immediately referred for urgent primary PCI. AbstrakPenyakit arteri Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau Coronary Heart Desease (CHD) adalah penyakit akibat penumpukan plak sebagian atau seluruhnya di dalam lapisan arteri koroner, yang menyebabkan penyumbatan aliran darah sehingga suplai oksigen ke otot jantung berkurang. Penyempitan dan penyumbatan lapisan arteri koroner tersebut dikenal dengan istilah aterosklerosis yang menyebabkan sirkulasi oksigen ke jantung dan keluar jantung tidak adekuat. Keadaan tersebut dapat menimbulkan gejala nyeri dada, rasa berat dan tertekan di dada, nyeri ulu hati, mual muntah, keringat dingin, rasa terbakar sekitar dada, dan mudah lelah sehingga sulit melakukan aktivitas sehari – hari. Resume pasien, Pasien laki-laki usia 74 tahun datang ke RSUD Muda Sedia dengan keluhan 8 jam SMRS pasien merasakan nyeri hebat pada bagian tengah dada. Nyeri muncul secara tiba-tiba saat pasien bangun tidur dan hendak ke kamar mandi. Nyeri dirasakan di bagian tengah dada seperti dihimpit benda berat, menjalar ke punggung dan lengan kiri dengan durasi lebih kurang 30 menit. Nyeri tidak berkurang dan tidak hilang dengan beristirahat. Lokasi nyeri tidak dapat ditunjuk dengan satu jari dan tidak dipengaruhi posisi. Selain itu os juga mengeluhkan nyeri ulu hati disertai rasa tidak nyaman di perut. Pasien tidak mengeluhkan sesak nafas, mual, lemah. Tidak ada batuk, muntah, demam tidak ada.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN IBU TERHADAP IMUNISASI DASAR LENGKAP DI DESA SUNGAI KUBU HULU KECAMATAN KUBU KABUPATEN ROKAN HILIR PROVINSI RIAU: THE RELATIONSHIP BETWEEN MOTHERS’ KNOWLEDGE LEVEL AND COMPLETE BASIC IMMUNIZATION COVERAGE IN SUNGAI KUBU HULU VILLAGE, KUBU DISTRICT, ROKAN HILIR REGENCY, RIAU PROVINCE Pratama, Monica Selly Adinda; Ayu, Mayang Sari; Kurniawan, Budi
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 2 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i2.1167

Abstract

Complete basic immunization is an important effort in preventing infectious diseases among infants and toddlers. The success of immunization programs is strongly influenced by the role of mothers, particularly their level of knowledge regarding the importance of immunization, immunization schedules, and the benefits of immunization for children’s health. A low level of maternal knowledge may result in incomplete basic immunization. This study aimed to determine the relationship between mothers’ level of knowledge and the completeness of basic immunization among infants in Sungai Kubu Hulu Village, Kubu District, Rokan Hilir Regency, Riau Province. This study employed an analytical design with a cross-sectional approach. The study population consisted of all mothers who had infants aged 0–18 months in Sungai Kubu Hulu Village, totaling 55 respondents, with total sampling used as the sampling technique. Data were collected using a questionnaire to assess mothers’ knowledge levels and an observation sheet to determine the infants’ basic immunization status. Data analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed that most mothers had a good level of knowledge (35 respondents; 63.6%), and most infants had complete basic immunization status (45 infants; 81.8%). The Chi-Square test yielded a p-value of 0.006 (p < 0.05), indicating a significant relationship between mothers’ level of knowledge and the completeness of basic immunization. In conclusion, there is a significant relationship between mothers’ level of knowledge and the completeness of basic immunization among infants in Sungai Kubu Hulu Village, Kubu District, Rokan Hilir Regency, Riau Province. AbstrakImunisasi dasar lengkap merupakan salah satu upaya penting dalam pencegahan penyakit menular pada bayi dan balita. Keberhasilan pelaksanaan imunisasi sangat dipengaruhi oleh peran ibu, terutama tingkat pengetahuan ibu mengenai pentingnya imunisasi, jadwal pemberian, serta manfaat imunisasi bagi kesehatan anak. Rendahnya tingkat pengetahuan ibu dapat berdampak pada ketidaklengkapan imunisasi dasar pada bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan ibu terhadap kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Desa Sungai Kubu Hulu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau. Penelitian ini menggunakan desain analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian adalah seluruh ibu yang memiliki bayi usia 0–18 bulan di Desa Sungai Kubu Hulu sebanyak 55 orang, dengan teknik pengambilan sampel total sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner untuk menilai tingkat pengetahuan ibu dan lembar observasi untuk mengetahui status imunisasi dasar bayi. Analisis data menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki tingkat pengetahuan baik sebanyak 35 orang (63,6%) dan bayi dengan status imunisasi dasar lengkap sebanyak 45 orang (81,8%). Hasil uji Chi-Square diperoleh nilai p value = 0,006 (p < 0,05), yang menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar. Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan ibu dengan kelengkapan imunisasi dasar pada bayi di Desa Sungai Kubu Hulu, Kecamatan Kubu, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau.
HUBUNGAN ANTARA KONSUMSI MINUMAN MANIS DENGAN KEJADIAN OVERWEIGHT PADA SISWA/I SMK NEGERI 2 MEDAN: THE RELATIONSHIPBETWEEN SWEET DRINKS CONSUMPTION AND OVERWEIGHT INCIDENTS IN STUDENTS OF STATE VOCATIONAL SCHOOL 2 MEDAN Sausan Syahira; Ira Cinta Lestari; Refi Sulistiasari; Farah Diba
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 2 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i2.1135

Abstract

Overweight is a growing health problem among adolescents and may lead to long-term adverse health outcomes. Sugar-sweetened beverages (SSBs) contain high amounts of added sugars and are suspected to contribute to excessive weight gain. This study aimed to analyze the association between sugar-sweetened beverage consumption and the occurrence of overweight among students of SMK Negeri 2 Medan. This study employed an analytical observational design with a cross-sectional approach involving 70 respondents selected using total sampling. Sugar-sweetened beverage consumption was assessed using a Food Frequency Questionnaire (FFQ), while nutritional status was determined based on the World Health Organization (WHO) Body Mass Index-for-Age Z-score (BAZ). Data were analyzed using Spearman’s rho correlation test. The results showed a statistically significant association between sugar-sweetened beverage consumption and overweight (p = 0.017), with a positive but weak correlation (r = 0.285). Students with higher frequency of sugar-sweetened beverage consumption tended to have a higher likelihood of being overweight. In conclusion, sugar-sweetened beverage consumption contributes to an increased risk of overweight among adolescents. AbstrakOverweight merupakan salah satu masalah kesehatan yang prevalensinya terus meningkat pada remaja dan berpotensi menimbulkan dampak kesehatan jangka panjang. Konsumsi minuman manis (sugar-sweetened beverages/SSB) yang mengandung gula tambahan tinggi diduga berperan dalam peningkatan risiko kelebihan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara konsumsi minuman manis dengan kejadian overweight pada siswa/i SMK Negeri 2 Medan. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional terhadap 70 responden yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Konsumsi minuman manis diukur menggunakan Food Frequency Questionnaire (FFQ), sedangkan status gizi ditentukan berdasarkan Indeks Massa Tubuh menurut Umur (BMI-for-Age Z-score/BAZ) standar WHO. Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi minuman manis dengan kejadian overweight (p = 0,017) dengan nilai koefisien korelasi r = 0,285, yang menunjukkan hubungan positif dengan kekuatan korelasi lemah. Responden dengan frekuensi konsumsi minuman manis yang lebih tinggi cenderung memiliki status gizi overweight. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa konsumsi minuman manis berkontribusi terhadap peningkatan risiko overweight pada remaja.
MODULASI NEUROENDOKRIN TERHADAP FREKUENSI EJAKULASI: TINJAUAN SISTEMATIS TENTANG KINETIKA ANDROGEN, SENSITIVITAS RESEPTOR ANDROGEN, DAN IMPLIKASI METABOLIK: NEUROENDOCRINE MODULATIONS OF EJACULATORY FREQUENCY: A SYSTEMATIC REVIEW OF ANDROGEN KINETICS, ANDROGEN RECEPTOR SENSITIVITY, AND METABOLIC IMPLICATIONS Muhammad Arief Pratama; Rosa Zorayatamin Damanik; Zanurul Rifhan
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 2 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i2.1201

Abstract

This systematic review aims to critically evaluate the physiological impacts of ejaculatory abstinence (semen retention) versus frequent ejaculation on the Hypothalamic-Pituitary-Gonadal (HPG) axis, serum testosterone levels, and androgen receptor (AR) density. A systematic review was conducted following PRISMA 2020 guidelines and registered in PROSPERO (CRD42024336252). Electronic searches were performed across seven databases: PubMed/MEDLINE, Scopus, EMBASE, Google Scholar, ScienceDirect, Cochrane Library, and Web of Science, from inception to December 2024. Grey literature was also searched via OpenGrey and ProQuest Dissertations. Two independent reviewers screened studies and extracted data. Risk of bias was assessed using RoB 2 for RCTs, Newcastle-Ottawa Scale for observational studies, and SYRCLE for animal studies. Fifteen studies met the inclusion criteria. Short-term abstinence (7 days) induces a transient supraphysiological testosterone spike (~145% of baseline), which returns to homeostasis thereafter. Sexual satiety reversibly downregulates androgen receptors in the hypothalamic medial preoptic area (MPOA), with recovery within 72 hours. Frequent ejaculation correlates with reduced testosterone synthesis only in dietary zinc deficiency. Frequent ejaculation (≥21/month) was associated with a 20% reduction in prostate cancer risk. The relationship between ejaculation and androgen status is biphasic and homeostatic. Periodic short-term abstinence may resensitize neuroendocrine pathways, whereas regular ejaculation supports prostate health. Clinicians should consider these findings when counseling patients regarding sexual and hormonal health. AbstrakTinjauan sistematis ini bertujuan untuk mengevaluasi secara kritis dampak fisiologis dari pantang ejakulasi (penahanan semen) dibandingkan dengan ejakulasi yang sering terhadap sumbu Hipotalamus-Hipofisis-Gonad (HPG), kadar testosteron serum, dan kepadatan reseptor androgen (AR). Tinjauan sistematis ini dilakukan sesuai dengan pedoman PRISMA 2020 dan terdaftar di PROSPERO (CRD42024336252). Pencarian elektronik dilakukan di tujuh basis data: PubMed/MEDLINE, Scopus, EMBASE, Google Scholar, ScienceDirect, Cochrane Library, dan Web of Science, sejak awal hingga Desember 2024. Literatur abu-abu juga dicari melalui OpenGrey dan ProQuest Dissertations. Dua peninjau independen menyaring studi dan mengekstrak data. Risiko bias dievaluasi menggunakan RoB 2 untuk uji klinis terkontrol acak (RCT), Skala Newcastle-Ottawa untuk studi observasional, dan SYRCLE untuk studi pada hewan. Lima belas studi memenuhi kriteria inklusi. Abstinensi jangka pendek (7 hari) memicu lonjakan testosteron di atas fisiologis yang sementara (~145% dari baseline), yang kembali ke homeostasis setelahnya. Kepuasan seksual secara reversibel menurunkan ekspresi reseptor androgen di area preoptik medial hipotalamus (MPOA), dengan pemulihan dalam 72 jam. Ejakulasi yang sering hanya berkorelasi dengan penurunan sintesis testosteron pada defisiensi seng diet. Ejakulasi yang sering (≥21 kali/bulan) dikaitkan dengan penurunan risiko kanker prostat sebesar 20%. Hubungan antara ejakulasi dan status androgen bersifat biphasik dan homeostasis. Pantang seksual jangka pendek secara berkala dapat meningkatkan sensitivitas jalur neuroendokrin, sementara ejakulasi secara teratur mendukung kesehatan prostat. Para tenaga medis sebaiknya mempertimbangkan temuan ini saat memberikan konseling kepada pasien mengenai kesehatan seksual dan hormonal.
ANALISIS PENERIMAAN KLAIM BPJS KESEHATAN DI RS HERMINA MEDAN TAHUN 2025: ANALYSIS OF BPJS HEALTH CLAIM ACCEPTANCE AT HERMINA MEDAN HOSPITAL IN 2025 Rafika Aulia Nisa; Arifah Devi Fitriani; Asriwati
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 2 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i2.1226

Abstract

The issue of pending BPJS Kesehatan claims is a crucial issue that directly impacts the financial stability and service efficiency of hospitals. Delayed claims not only hamper the institution's cash flow, but also disrupt operational continuity and medical staff satisfaction. This study aims to analyze the acceptance of BPJS Kesehatan claims at Hermina Hospital in Medan in 2025 and assess the effectiveness of policy implementation and standard operating procedures (SOPs) in the claims process. This study uses a descriptive qualitative approach with in-depth interviews and is supplemented by a documentation study of SOP documents and hospital claim reports. The data were analyzed using thematic coding techniques (open coding, axial coding, and selective coding). The results showed that the most frequently emerging themes were incomplete medical records due to delayed uploading of supporting examination results to the system; inaccurate diagnosis codes; and coders' limited understanding of diagnosis determination. The documentation study showed that the implementation of SOPs was not yet optimal because internal audits were still conducted retrospectively. The conclusion that can be drawn is that the problem of pending BPJS claims is multidimensional and systemic (administrative, technical, and managerial aspects). Efforts to improve claim effectiveness through ongoing training for coders and verifiers, optimization of internal audits, and strengthening the digitization of SIMRS-based claim processes need to be carried out. AbstrakPermasalahan pending klaim BPJS Kesehatan merupakan isu krusial yang berdampak langsung terhadap stabilitas keuangan dan efisiensi pelayanan rumah sakit. Proses klaim yang tertunda tidak hanya menghambat arus kas institusi, tetapi juga mengganggu kesinambungan operasional dan kepuasan tenaga medis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerimaan klaim BPJS Kesehatan di Rumah Sakit Hermina Medan tahun 2025 serta menilai efektivitas pelaksanaan kebijakan dan prosedur operasional standar (SPO) dalam proses klaim. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode wawancara mendalam serta dilengkapi dengan studi dokumentasi terhadap dokumen SOP dan laporan klaim rumah sakit. Data dianalisis menggunakan teknik tematik (open coding, axial coding, dan selective) coding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tema yang paling sering muncul adalah ketidaklengkapan dokumen rekam medis akibat hasil pemeriksaan penunjang yang terlambat diunggah ke sistem; ketidaktepatan kode diagnosis; dan keterbatasan pemahaman coder terhadap penentuan diagnosis. Studi dokumentasi menunjukkan bahwa implementasi SPO belum optimal karena audit internal masih dilakukan secara retrospektif. Kesimpulan yang dapat diambil adalah permasalahan pending klaim BPJS bersifat multidimensional dan sistemik (aspek administrasi, teknis, dan manajerial). Upaya peningkatan efektivitas klaim melalui pelatihan berkelanjutan bagi koder dan verifikator, optimalisasi audit internal, serta penguatan digitalisasi proses klaim berbasis SIMRS perlu dilakukan.
DIAGNOSTIK DAN ASPEK MEDIKOLEGAL TENTANG PROLAPSUS UTEROVAGINAL SEBAGAI DUGAAN KASUS PELECEHAN SEKSUAL TERHADAP ANAK: DIAGNOSTIC AND MEDICO LEGAL PERSPECTIVES ON UTEROVAGINAL PROLAPSE AS A SUSPECTED OF CHILD SEXUAL ABUSE Istiqomah, Syafira Nurfajri; Yudianto, Ahmad; Nurdibyanandaru, Duta; Putri, Rury Eryna; Parmasari, Wahyuni Dyah
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 2 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i2.1239

Abstract

Uterovaginal prolapse (UVP) in children is a rare condition that can pose diagnostic challenges, particularly in clinical and forensic contexts. This study aims to evaluate, through a literature review, whether Uterovaginal prolapse can be considered a potential indicator of child sexual abuse or is instead a pathological condition that requires careful differentiation. The method used was a literature review involving a search of 30 databases. From the search results, a number of relevant articles were identified. Through a selection process based on inclusion and exclusion criteria, seven scientific articles were selected for further analysis. Several reports in the literature emphasize the importance of a comprehensive evaluation because the similarity of these symptoms can lead to bias in both clinical and forensic interpretations. These findings indicate that Uterovaginal prolapse may be indicative of child sexual abuse, as it shares clinical similarities with certain conditions, underscoring the importance of differential diagnosis. Therefore, physicians, particularly those in the forensic field, must conduct a comprehensive evaluation to distinguish between pathological conditions and potential sexual abuse. The development of clear clinical guidelines and interdisciplinary collaboration between medical professionals and law enforcement are crucial for improving diagnostic accuracy and preventing inappropriate legal consequences. AbstrakProlaps uterovaginal (UVP) pada anak merupakan kondisi langka yang dapat menimbulkan tantangan diagnostik, terutama dalam konteks klinis dan forensik. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah UVP dapat menjadi dugaan dari child sexual abuse atau justru merupakan kondisi patologis yang perlu dibedakan secara hati-hati, melalui tinjauan literatur. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan penelusuran pada 30 basis data. Dari hasil penelusuran, diperoleh sejumlah artikel yang relevan, melalui proses seleksi berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi, sebanyak 7 artikel ilmiah dipilih untuk dianalisis lebih lanjut. Beberapa laporan dalam literatur menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh karena kesamaan gejala tersebut dapat menimbulkan bias dalam interpretasi klinis maupun forensik. Temuan ini menunjukkan bahwa Prolaps uterovaginal dapat menjadi dugaan child sexual abuse, karena di beberapa kondisi memiliki kemiripan klinis sehingga pentingnya diagnosis banding. Oleh karena itu, dokter, khususnya dalam bidang forensik, perlu melakukan evaluasi yang komprehensif untuk membedakan antara kondisi patologis dan kemungkinan kekerasan seksual. Pengembangan pedoman klinis yang jelas serta kerja sama interdisipliner antara tenaga medis dan penegak hukum sangat penting untuk meningkatkan akurasi diagnostik dan mencegah dampak hukum yang tidak tepat.
SPEKTRUM PLASENTA AKRETA DENGAN KOMPLIKASI APENDISITIS AKUT PADA KEHAMILAN ATERM DENGAN TIGA RIWAYAT SEKSIO SESAREA SEBELUMNYA: LAPORAN KASUS: PLACENTA ACCRETA SPECTRUM COMPLICATED BY ACUTE APPENDICITIS IN A TERM PREGNANCY WITH THREE PREVIOUS CESAREAN DELIVERIES: A CASE REPORT Sentoso, Andhika Budi; Tarigan, Ronny Ajartha; Rahma, Nazua Maulida
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 2 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i2.1266

Abstract

Placenta Accreta Spectrum (PAS) is characterized by abnormal placental adherence or invasion into the myometrium and is associated with significant maternal morbidity. It is one of the leading causes of life threatening postpartum hemorrhage, particularly among women with a history of repeated cesarean deliveries. A 32-year-old woman (G4P3A0) with a history of three previous cesarean deliveries was referred with suspected PAS based on ultrasonographic findings of abnormal placental implantation. The patient presented with severe lower abdominal pain accompanied by nausea and vomiting. Physical examination revealed stable hemodynamic status with a temperature of 38°C. Laboratory investigations demonstrated moderate anemia and leukocytosis with neutrophilia, suggestive of an inflammatory process. The patient underwent cesarean section with simultaneous appendectomy. Intraoperative findings demonstrated abnormal placental adherence suggestive of PAS and inflammatory changes of the appendix suggestive of acute appendicitis. Estimated blood loss was approximately 1200 mL, requiring transfusion of 3 units of packed red blood cells. A healthy male infant weighing 3100 g was delivered with Apgar scores of 8 and 10 at 1 and 5 minutes, respectively. The postoperative course was uneventful, and the patient was discharged in good condition on postoperative day five. PAS is strongly associated with repeated cesarean deliveries due to abnormal trophoblastic attachment and invasion at scarred uterine sites. Concurrent acute appendicitis during pregnancy is uncommon and may complicate diagnosis because of altered anatomical presentation. Early recognition of PAS risk factors and concurrent intra-abdominal pathologies, together with adequate perioperative preparation and multidisciplinary management, are essential to improve maternal and neonatal outcomes. AbstrakPlacenta Accreta Spectrum (PAS) ditandai dengan perlekatan atau invasi abnormal plasenta ke dalam miometrium dan berhubungan dengan morbiditas maternal yang signifikan. Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama perdarahan postpartum yang mengancam jiwa, terutama pada wanita dengan riwayat operasi sesar berulang. Seorang wanita berusia 32 tahun (G4P3A0) dengan riwayat tiga kali persalinan melalui operasi sesar dirujuk dengan dugaan PAS berdasarkan temuan ultrasonografi berupa implantasi plasenta abnormal. Pasien datang dengan keluhan nyeri hebat di perut bagian bawah disertai mual dan muntah. Pemeriksaan fisik menunjukkan kondisi hemodinamik stabil dengan suhu tubuh 38°C. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan anemia sedang dan leukositosis disertai neutrofilia yang mengarah pada proses inflamasi. Pasien menjalani operasi sesar disertai appendektomi simultan. Temuan intraoperatif menunjukkan perlekatan plasenta abnormal yang mengarah pada PAS serta perubahan inflamasi pada apendiks yang mengarah pada appendisitis akut. Estimasi perdarahan intraoperatif sekitar 1200 mL sehingga diperlukan transfusi 3 unit packed red blood cells (PRC). Seorang bayi laki-laki sehat dengan berat lahir 3100 gram dilahirkan dengan skor Apgar 8 dan 10 pada menit pertama dan kelima. Perjalanan pascaoperasi berlangsung tanpa komplikasi, dan pasien dipulangkan dalam kondisi baik pada hari kelima pascaoperasi. PAS berhubungan erat dengan riwayat operasi sesar berulang akibat perlekatan dan invasi trofoblas abnormal pada area jaringan parut uterus. Keberadaan appendisitis akut yang terjadi bersamaan selama kehamilan merupakan kondisi yang jarang dan dapat mempersulit diagnosis akibat perubahan anatomi selama kehamilan. Identifikasi dini faktor risiko PAS dan patologi intraabdomen yang menyertai, disertai persiapan perioperatif yang adekuat serta tata laksana multidisiplin, sangat penting untuk meningkatkan luaran maternal dan neonatal.

Page 1 of 1 | Total Record : 9