cover
Contact Name
Surya Akbar
Contact Email
jurnal.kedokteranstm@fk.uisu.ac.id
Phone
+6281370718283
Journal Mail Official
jurnal.kedokteranstm@fk.uisu.ac.id
Editorial Address
Jalan STM No. 77, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia 20146
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik)
ISSN : 2614610X     EISSN : 26148218     DOI : https://doi.org/10.30743/stm
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) merupakan jurnal yang memiliki lingkup keilmuan kedokteran, terutama kedokteran dasar, biologi molekular, dan pendidikan kedokteran.
Articles 133 Documents
PENGARUH EDUKASI MULTIMEDIA TERHADAP PENINGKATAN PENGETAHUAN, SIKAP, DAN PERILAKU KELUARGA DALAM PENCEGAHAN TERJADINYA STROKE DI WILAYAH CIPAYUNG, JAKARTA TIMUR : EFFECT OF MULTIMEDIA EDUCATION ON IMPROVING FAMILY KNOWLEDGE, ATTITUDES, AND PREVENTIVE BEHAVIORS FOR STROKE PREVENTION IN CIPAYUNG, EAST JAKARTA Rosidawati; Suryati, Eros Siti; Sudiyat , Rahmat; Bestari, Ramadhan
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i1.1093

Abstract

Stroke is a leading cause of death and disability; thus, family-based prevention is essential, especially for families with members with hypertension. This study assessed the association between an animated-video multimedia education intervention and changes in family knowledge, attitudes, and preventive behaviors regarding stroke. A quasi-experimental one-group pretest–posttest design without a control group was implemented in Lubang Buaya Subdistrict, Cipayung District, East Jakarta, Indonesia, from June to November 2025. Thirty families were recruited using purposive sampling. Data were collected using validated questionnaires on stroke-prevention knowledge, attitudes, and behaviors administered before and after the intervention, and analyzed with paired t-tests. Knowledge scores increased from 8.73±1.34 to 11.57±1.19 (mean difference 2.84; 95% CI 2.28–3.39; p<0.001), attitude scores from 19.30±3.55 to 23.57±2.50 (mean difference 4.27; 95% CI 3.51–5.03; p<0.001), and behavior scores from 6.10±1.00 to 7.90±0.80 (mean difference 1.80; 95% CI 1.38–2.22; p<0.001). The findings suggest that animated-video multimedia education is associated with improved family-level stroke prevention outcomes and may be integrated into promotive–preventive strategies in primary care. Because knowledge was assessed immediately after education, changes primarily reflect very short-term (working memory) retention; follow-up assessments are needed to evaluate long-term retention. AbstrakStroke merupakan penyebab utama kematian dan disabilitas, sehingga pencegahan berbasis keluarga menjadi penting, terutama pada keluarga dengan anggota yang memiliki riwayat hipertensi. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan intervensi edukasi multimedia (video animasi) dengan peningkatan pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga dalam pencegahan stroke. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental one-group pretest–posttest tanpa kelompok kontrol, dilaksanakan di Kelurahan Lubang Buaya, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur pada Juni–November 2025. Sebanyak 30 keluarga direkrut melalui purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner pengetahuan, sikap, dan perilaku pencegahan stroke yang telah divalidasi, diberikan sebelum dan sesudah intervensi. Analisis dilakukan menggunakan uji t berpasangan. Hasil menunjukkan peningkatan bermakna pada seluruh variabel. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 8,73±1,34 menjadi 11,57±1,19 (selisih 2,84; 95%CI 2,28–3,39; p<0,001), sikap meningkat dari 19,30±3,55 menjadi 23,57±2,50 (selisih 4,27; 95%CI 3,51–5,03; p<0,001), dan perilaku meningkat dari 6,10±1,00 menjadi 7,90±0,80 (selisih 1,80; 95%CI 1,38–2,22; p<0,001). Temuan ini menunjukkan edukasi multimedia berbasis video animasi berhubungan dengan perbaikan pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga dalam pencegahan stroke dan berpotensi diintegrasikan sebagai strategi promotif–preventif di layanan kesehatan primer. Karena pengetahuan diukur melalui post-test segera setelah edukasi, perubahan skor terutama merefleksikan ingatan jangka sangat pendek (working memory level). Evaluasi lanjutan diperlukan untuk menilai retensi jangka panjang.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR TERJADINYA DERMATITIS KONTAK IRITAN PADA PEMULUNG SAMPAH DI TEMPAT PEMBUANGAN AKHIR (TPA) DESA TERJUN KABUPATEN DELI SERDANG, 2025: ANALYSIS OF FACTORS INCLUDING IRRITATOR CONTACT DERMATITIS IN WASTE PICKERS AT THE FINAL DISPOSAL SITE (TPA) IN TERJUN VILLAGE, DELI SERDANG REGENCY, 2025 Faundra, Alvi; Susanto, Bambang; Harahap, Syarifah; Yusria, Anna
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 2 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i2.1101

Abstract

Irritant Contact Dermatitis (ICD) is a skin health problem often experienced by scavengers due to continuous exposure to irritant substances without adequate protection. This condition can disrupt work activities and have long-term health impacts. This study aims to determine the risk factors for irritant contact dermatitis in scavengers in Terjun Village. The study used a descriptive method with a cross-sectional approach and was conducted in Terjun Village, Hamparan Perak District, Deli Serdang Regency, North Sumatra, from November 2024–January 2025. The sampling technique used total sampling with a total of 58 respondents. Data analysis was performed univariately. The results showed that most respondents were aged <45 years (50%), male (58.6%), and had low education (51.7%). The majority of respondents did not comply with using personal protective equipment (PPE) (65.5%) and had poor personal hygiene (63.8%). The incidence of irritant contact dermatitis was found in 65.5% of respondents. The conclusion of this study shows that the high incidence of DKI in scavengers is related to low compliance with the use of PPE and poor personal hygiene. AbstrakDermatitis Kontak Iritan (DKI) merupakan masalah kesehatan kulit yang sering dialami pemulung akibat paparan zat iritan secara terus-menerus tanpa perlindungan yang memadai. Kondisi ini dapat mengganggu aktivitas kerja dan berdampak pada kesehatan jangka panjang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor risiko terjadinya dermatitis kontak iritan pada pemulung di Desa Terjun. Penelitian menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan cross sectional dan dilaksanakan di Desa Terjun, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, pada November 2024–Januari 2025. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah responden 58 orang. Analisis data dilakukan secara univariat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berusia <45 tahun (50%), berjenis kelamin laki-laki (58,6%), dan berpendidikan rendah (51,7%). Mayoritas responden tidak patuh menggunakan alat pelindung diri (65,5%) dan memiliki personal hygiene yang buruk (63,8%). Kejadian dermatitis kontak iritan ditemukan pada 65,5% responden. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tingginya kejadian DKI pada pemulung berkaitan dengan rendahnya kepatuhan penggunaan APD dan buruknya personal hygiene.
PENATALAKSANAAN PASIEN DENGAN STEMI DI RUMAH SAKIT DAERAH: LAPORAN KASUS: PATIENT TREATMENT WITH STEMI IN RURAL HOSPITAL: A CASE REPORT Salsa, Siti Tari; Taufiqurrahman; K, Putri
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 2 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i2.1113

Abstract

Coronary Arterial disease or Coronary heart disease (CHD) is a disease caused by partial or complete plaque buildup in the coronary artery lining, which causes blood flow blockage, thereby reducing oxygen supply to the heart muscle. Patient summary: A 74-year-old male patient came to Muda Sedia Regional General Hospital complaining of severe pain in the center of his chest for 8 hours prior to admission. The pain appeared suddenly when the patient woke up and was about to go to the bathroom. The pain was felt in the center of the chest, as if being pressed by a heavy object, radiating to the back and left arm for approximately 30 minutes. The pain did not subside or disappear with rest. The location of the pain could not be pinpointed with a single finger and was not affected by the patient's position. The patient did not complain of shortness of breath, nausea, or weakness. There was no coughing, vomiting, or fever. Physical examination of the heart and lungs was within normal limits. The ECG showed ST elevation in leads II, III, aVF, V4-V5, and laboratory results showed an increase in LDL cholesterol and a decrease in HDL. Cardiac enzyme tests showed an increase in troponin. Based on clinical findings, vital signs, physical examination, and laboratory results, the patient was diagnosed with inferolateral STEMI onset 8 hours prior. Given the patient's condition, the patient was immediately referred for urgent primary PCI. AbstrakPenyakit arteri Penyakit Jantung Koroner (PJK) atau Coronary Heart Desease (CHD) adalah penyakit akibat penumpukan plak sebagian atau seluruhnya di dalam lapisan arteri koroner, yang menyebabkan penyumbatan aliran darah sehingga suplai oksigen ke otot jantung berkurang. Penyempitan dan penyumbatan lapisan arteri koroner tersebut dikenal dengan istilah aterosklerosis yang menyebabkan sirkulasi oksigen ke jantung dan keluar jantung tidak adekuat. Keadaan tersebut dapat menimbulkan gejala nyeri dada, rasa berat dan tertekan di dada, nyeri ulu hati, mual muntah, keringat dingin, rasa terbakar sekitar dada, dan mudah lelah sehingga sulit melakukan aktivitas sehari – hari. Resume pasien, Pasien laki-laki usia 74 tahun datang ke RSUD Muda Sedia dengan keluhan 8 jam SMRS pasien merasakan nyeri hebat pada bagian tengah dada. Nyeri muncul secara tiba-tiba saat pasien bangun tidur dan hendak ke kamar mandi. Nyeri dirasakan di bagian tengah dada seperti dihimpit benda berat, menjalar ke punggung dan lengan kiri dengan durasi lebih kurang 30 menit. Nyeri tidak berkurang dan tidak hilang dengan beristirahat. Lokasi nyeri tidak dapat ditunjuk dengan satu jari dan tidak dipengaruhi posisi. Selain itu os juga mengeluhkan nyeri ulu hati disertai rasa tidak nyaman di perut. Pasien tidak mengeluhkan sesak nafas, mual, lemah. Tidak ada batuk, muntah, demam tidak ada.