cover
Contact Name
Surya Akbar
Contact Email
jurnal.kedokteranstm@fk.uisu.ac.id
Phone
+6281370718283
Journal Mail Official
jurnal.kedokteranstm@fk.uisu.ac.id
Editorial Address
Jalan STM No. 77, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia 20146
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik)
ISSN : 2614610X     EISSN : 26148218     DOI : https://doi.org/10.30743/stm
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) merupakan jurnal yang memiliki lingkup keilmuan kedokteran, terutama kedokteran dasar, biologi molekular, dan pendidikan kedokteran.
Articles 123 Documents
ANALISIS PERBEDAAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN STROKE ISKEMIK DAN STROKE HEMORAGIK DI RSU BINA KASIH MEDAN: ANALYSIS OF DIFFERENCES IN BLOOD PRESSURE ON THE PATIENTS OF ISCHEMIC AND HEMORRHAGIC STROKE AT BINA KASIH GENERAL HOSPITAL, MEDAN Safithri, Ridha; Siregar, Julahir Hodmatua; Makmur, Tri; Veronica, Sinta
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 8 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v8i2.881

Abstract

Background: Stroke is an acute neurological disorder that can be caused by ischemia or hemorrhage and lasts more than 24 hours or can cause death. Stroke has many risk factors, one of which is hypertension. hypertension is defined when systolic blood pressure is more than 140 mmHg or diastolic blood pressure is more than 90 mmHg. Objective: To determine the difference in blood pressure in ischemic and hemorrhagic stroke. Methods: Analytical observational study cross sectional approach with purposive sampling technique. The sample size was 66 medical record data calculated using the sample size formula for analysis using Kolmogorov-Smirnov Z analysis. Data collection techniques using secondary data. Resultls : The results of the Kolmogorov-Smirnov Z test showed that there was a difference in blood pressure between ischemic stroke and hemorrhagic stroke (p = 0.039). Conclution: There is a difference between blood pressure in ischemic stroke and hemorrhagic stroke. AbstrakLatar belakang: Stroke merupakan gangguan neurologis akut yang dapat disebabkan oleh iskemia atau perdarahan dan berlangsung lebih dari 24 jam atau dapat menyebabkan kematian. Stroke memiliki banyak faktor risiko, salah satunya adalah hipertensi. Hipertensi diartikan ketika tekanan darah sistolik lebih dari 140 mmHg atau tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg. Tujuan: Untuk mengetahui perbedaan tekanan darah pada stroke iskemik dan hemoragik. Metode: Studi observasional analitik pendekatan cross sectional dengan Teknik pengambilan sampel purposive sampling. Besar sampel sebanyak 66 data rekam medik yang dihitung dengan menggunakan rumus besar sampel untuk analisis mengunakan analisis Kolmogorov-Smirnov Z. Teknik pengambilan data menggunakan data sekunder. Hasil: Dari hasil uji Kolmogorov-Smirnov Z menunjukkan ada perbedaan tekanan darah antara stroke iskemik dan stroke hemoragik (p = 0,039). Kesimpulan: Terdapat perbedaan antara tekanan darah pada stroke iskemik dengan stroke hemoragik.
KAJIAN KELUARGA DALAM UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT THALASSEMIA MAYOR DI INDONESIA : FAMILY STUDY IN THE EFFORT TO PREVENT THALASSEMIA MAJOR IN INDONESIA Ain, Nurul
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 8 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v8i2.908

Abstract

Thalassemia and hemoglobinopathies are genetic disorders inherited in an autosomal recessive manner, with the risk of thalassemia major increasing if both parents are carriers. In Indonesia, the prevalence of thalassemia gene carriers reaches 3–10%, while hemoglobin E is a fairly common variant in Southeast Asia. This study aims to evaluate the genetic status of the parents of children with thalassemia major as a preventive measure through family screening and genetic counseling. This descriptive cross-sectional study was conducted on 35 parents at the Department of Clinical Pathology, Faculty of Medicine, University of North Sumatra / Adam Malik Hospital, Medan. Laboratory examinations included complete blood count, peripheral blood morphology, and hemoglobin electrophoresis. The results showed that 33 of 35 couples (94.1%) were carriers of β-thalassemia and/or heterozygous Hb E. This finding confirms that marriages between carriers have a high risk of giving birth to children with thalassemia major. Therefore, family screening and genetic counseling need to be the main strategies in preventing thalassemia major in Indonesia, especially in areas with high prevalence. This effort is expected to significantly reduce the incidence of thalassemia major through early detection and public education. AbstrakThalassemia dan hemoglobinopati adalah kelainan genetik yang diturunkan secara autosomal resesif, dengan risiko thalassemia mayor meningkat bila kedua orang tua merupakan pembawa sifat. Di Indonesia, prevalensi pembawa gen thalassemia mencapai 3–10%, sedangkan hemoglobin E merupakan varian yang cukup umum di Asia Tenggara. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi status genetik pasangan orang tua dari anak penderita thalassemia mayor sebagai upaya pencegahan melalui skrining keluarga dan konseling genetik. Penelitian deskriptif cross-sectional ini dilakukan pada 35 pasangan orang tua di Departemen Patologi Klinik Fakultas Kedoktran Universitas Sumatera Utara / Rumah Sakit Adam Malik Medan. Pemeriksaan laboratorium meliputi hitung darah lengkap, morfologi darah tepi, dan elektroforesis hemoglobin. Hasil menunjukkan bahwa 33 dari 35 pasangan (94,1%) merupakan pembawa sifat thalassemia β dan/atau Hb E heterozigot. Temuan ini menegaskan bahwa perkawinan antar pembawa sifat memiliki risiko tinggi melahirkan anak dengan thalassemia mayor. Oleh karena itu, skrining keluarga dan konseling genetik perlu menjadi strategi utama dalam pencegahan thalassemia mayor di Indonesia, khususnya pada wilayah dengan prevalensi tinggi. Upaya ini diharapkan dapat menurunkan kejadian thalassemia mayor secara signifikan melalui deteksi dini dan edukasi masyarakat.
HUBUNGAN EKSPRESI PD-L1 DAN DENSITAS TILS PADA SUBTIPE KARSINOMA OVARIUM: CORRELATION OF PD-L1 EXPRESSION AND TILS DENSITY IN OVARIAN CARCINOMA SUBTYPES Kadri, Sayed Muhammad; Mariedina, Causa Trisna; Betty; Laksmi, Lidya Imelda; Lubis, Nadjib Dahlan
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 8 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v8i2.926

Abstract

Background: PD-L1 and tumor-infiltrating lymphocytes (TILs) are essential components of the tumor microenvironment, playing key roles in modulating immune responses against ovarian carcinoma. However, the relationship between these two markers remains underexplored, especially across different histopathological subtypesMethods: A cross-sectional analytical study was conducted on 40 ovarian carcinoma cases using immunohistochemistry. PD-L1 expression and TIL density were evaluated in both intratumoral and stromal compartments. The Somers’ D test was used to analyze the correlation between variables.Results: Most patients were aged 40–50 years and presented with stage I disease. The predominant histopathological subtype was serous carcinoma. Intratumoral and stromal TIL densities were mostly low (77.5% and 72.5%, respectively). Positive intratumoral PD-L1 expression was observed in only 5% of cases, while no stromal PD-L1 expression was detected. No statistically significant correlation was found between PD-L1 expression and TIL density, either overall or by subtype.Conclusion: No significant correlation was observed between PD-L1 expression and TIL density in ovarian carcinoma subtypes. The variability in their expression suggests immune microenvironment heterogeneity, supporting the need for separate evaluation of these biomarkers and individualized approaches to immunotherapy. AbstrakLatar Belakang: PD-L1 dan TILs merupakan komponen utama dalam mikrolingkungan tumor yang berperan penting dalam regulasi respons imun terhadap karsinoma ovarium. Hubungan antara keduanya masih jarang dikaji, khususnya pada berbagai subtipe histopatologi.Tujuan: Menilai hubungan antara ekspresi PD-L1 dan densitas TILs pada beberapa subtipe karsinoma ovarium.Metode: Penelitian cross-sectional analitik pada 40 kasus karsinoma ovarium menggunakan pewarnaan imunohistokimia. Ekspresi PD-L1 dan densitas TILs dianalisis pada area intratumoral dan stromal. Uji korelasi Somers’ D digunakan untuk menilai hubungan antar variabel.Hasil: Mayoritas pasien berusia 40–50 tahun dan berada pada stadium klinis I, dengan subtipe terbanyak adalah serous carcinoma. Densitas TILs intratumoral dan stromal sebagian besar tergolong rendah (77,5% dan 72,5%). Ekspresi PD-L1 intratumoral positif ditemukan pada 5% kasus, sedangkan ekspresi PD-L1 stromal tidak ditemukan. Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara ekspresi PD-L1 dan densitas TILs, baik secara keseluruhan maupun berdasarkan subtipe.Kesimpulan:Tidak ditemukan korelasi signifikan antara ekspresi PD-L1 dan densitas TILs pada subtipe karsinoma ovarium. Variasi pola ekspresi antar subtipe mencerminkan heterogenitas imun tumor, sehingga diperlukan evaluasi terpisah PD-L1 dan TILs sebagai biomarker serta pendekatan individualisasi dalam terapi imun.
HUBUNGAN INDEKS BRINKMAN DENGAN KADAR KOLESTEROL TOTAL PADA PASIEN HIPERTENSI YANG MEROKOK DI PUSKESMAS AMPLAS: THE RELATIONSHIP BETWEEN BRINKMAN INDEX AND TOTAL CHOLESTROL LEVELS OF HYPERTENSION PATIENS WHO SMOKE AT PUSKESMAS AMPLAS Adelia, Salwa; Aktalina, Lucia; Hotmatua, Julahir Hodmatua; Sari, Siti Kemala
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 1 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i1.927

Abstract

Hypertension in Indonesia contributes as the third cause of death reaching 6.8% of the entire death population in all age groups. The prevalence of hypertension is influenced by smoking habits. The chemical content of cigarettes such as nicotine can cause an increase in triglyceride levels, cholesterol, VLDL, and a decrease in HDL levels. Objective of this study is to analyze the relationship between the Brinkman index and total cholesterol levels in hypertensive patients who smoke at Puskesmas Amplas. Quantitative method with cross sectional approach with purposive sampling technique. The results of the analysis on 36 respondents using the somers'd test showed that there was a relationship between the Brinkman Index and Total Cholesterol Levels in Hypertensive Patients Who Smoke at Puskesmas Amplas (p value = 0.047). There is a relationship between the Brinkman Index and Total Cholesterol Levels in Hypertensive Patients who Smoke at the Amplas Health Center. AbstrakHipertensi di Indonesia berkontribusi sebagai penyebab kematian ketiga mencapai 6,8% dari seluruh populasi kematian di semua kelompok umur. Prevalensi kejadian hipertensi dipengaruhi kebiasaan merokok. Kandungan kimia rokok seperti nikotin dapat menyebabkan peningkatan kadar trigliserida, kolesterol, VLDL, serta penurunan kadar HDL. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan antara indeks brinkman dengan kadar kolesterol total pada pasien hipertensi yang merokok di Puskesmas Amplas. Metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dengan teknik pengambilan sampel purposive sampling. Hasil analisis pada 36 responden menggunakan uji somers’d menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara Indeks Brinkman dengan Kadar Kolesterol Total pada Pasien Hipertensi yang Merokok di Puskesmas Amplas (nilai p = 0,047). Terdapat hubungan antara Indeks Brinkman dengan Kadar Kolesterol Total pada Pasien Hipertensi yang Merokok di Puskesmas Amplas.
GAMBARAN ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) PADA PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DENGAN ULKUS DIABETIKUM DI RSU HAJI MEDAN: DESCRIPTION OF THE ANKLE BRACHIAL INDEX (ABI) ON THE PATIENTS OF TYPE 2 DIABETES MELLITUS WITH DIABETIC ULCERS AT HAJI GENERAL HOSPITAL Harahap, Efrilia; Hasibuan, Hardy
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 1 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i1.939

Abstract

Diabetes Mellitus is a disease characterized by increased blood glucose levels and failure of insulin secretion or inadequate use of insulin in metabolism. Type 2 diabetes mellitus causes various complications, one of which is peripheral neuropathy, this complication is what causes many ulceration incidents that are difficult to control, for that it takes early examination to detect complications using the Ankle Brachial Index (ABI), ABI is a non-invasive examination to determine vascularization towards the feet is done by measuring the ratio of systolic blood pressure in the legs (ankle) to systolic blood pressure in the arms (brachial). The purpose of this study was to determine the picture of the Ankle Brachial Index (ABI) in patients with type 2 diabetes mellitus with diabetic ulcers at RSU Haji Medan. An ABI value of <0.4 will increase the risk of ulceration in the feet. Descriptive research method with observational studies. A population of 80 people using the Slovin formula and getting a sample of 44 people with type 2 diabetes mellitus with diabetic ulcers. This study uses univariate tests. Based on the results of the study, it was found that patients with type 2 diabetes mellitus with diabetic ulcers had ABI values ​​with a mild to moderate percentage. The results of this study are expected to be used as reference material and for further researchers it is hoped that they can find a more sophisticated method to determine the risk of diabetic ulcers in patients with type 2 diabetes mellitus. AbstrakDiabetes Melitus merupakan penyakit yang ditandai dengan peningkatan kadar glukosa darah dan kegagalan sekresi insulin atau penggunaan insulin dalam metabolisme yang tidak adekuat. Diabetes melitus tipe 2 menyebabkan berbagai macam komplikasi salah satunya ialah neuropati perifer, komplikasi inilah yang banyak menyebabkan kejadian ulserasi yang susah di kontrol, untuk itu butuh pemeriksaan lebih awal untuk mendeteksi adanya komplikasi dengan menggunakan Ankle Brachial Index (ABI), ABI merupakan suatu pemeriksaan non invasive untuk mengetahui vaskularisasi ke arah kaki dilakukan dengan cara mengukur rasio tekanan darah sistolik kaki (ankle) dengan tekanan darah sistolik lengan (brachial). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran Ankle Brachial Index (ABI) pada penderita diabetes melitus tipe 2 dengan ulkus diabetikum di RSU Haji Medan. Nilai ABI yang <0,4 akan meningkatkan risiko terjadinya ulserasi pada kaki. Metode penelitian deskriptif dengan studi observasional. Populasi sebanyak 80 orang menggunakan rumus slovin dan mendapatkan sampel sebanyak 44 orang penderita diabetes melitus tipe 2 dengan ulkus diabetikum. Penelitian ini menggunakan uji univariat. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwasannya penderita diabetes melitus tipe 2 dengan ulkus diabetikum memiliki nilai ABI dengan persentase ringan sedang. Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan referensi dan untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menemukan metode yang lebih canggih untuk menentukan risiko terjadinya ulkus diabetikum pada penderita diabetes melitus tipe 2.
POTENSI STIMULASI SENSORIK GAMMA NONINVASIF PADA PASIEN GERIATRI DENGAN PENYAKIT ALZHEIMER: TINJAUAN LITERATUR: NON-INVASIVE GAMMA SENSORY STIMULATION POTENTIAL IN GERIATRIC ALZHEIMER’S PATIENTS: A LITERATURE REVIEW Amanda, Samira; Ihsan, M.; Nurdiansyah, M.; Perawati
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 1 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i1.937

Abstract

Alzheimer's disease (AD) is one of the common health problems faced by the elderly, which can affect cognitive abilities and brain function. Currently available therapies are not very effective in managing AD in some people, so there is still a need for other treatment innovations in improving the QoL of patients. So this innovation presented with the aim to exploring the effectiveness of gamma sensory stimulation in preventing white matter atrophy and myelin loss, and its impact on cognitive decline. This research is a literature review sourced from several internet search engines. The review conducted through several stages, including identification, screening, and fulfillment inclusion and exclusion criteria, and finally resulting in 7 articles. The use of this device as therapy in geriatric patients with AD has been clinically tested and shown positive results in overcoming white matter atrophy and myelin loss in geriatric patients with AD. By improving these conditions, the device has the potential to slow the progression or even reduce symptoms experienced by patients, such as cognitive decline. Thus, based on the findings of this study, gamma stimulation could be a potential complementary therapy for Alzheimer's patients, thereby improving their quality of life. AbstrakPenyakit alzheimer (AD) merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat sering dihadapi oleh lansia (usia 60 tahun keatas), yang dapat mempengaruhi kemampuan kognitif serta fungsi otak. Terapi yang tersedia saat ini belum begitu efektif dalam mengelola AD pada beberapa orang, sehingga masih diperlukan inovasi pengobatan lainnya dalam meningkatkan kualitas hidup pasien. Sehingga inovasi ini dihadirkan dengan tujuan untuk mengeksplorasi efektivitas stimulasi sensorik gamma dalam mencegah atrofi materi putih dan kehilangan mielin, serta dampaknya terhadap penurunan kognitif. Penelitian ini merupakan kajian pustaka yang bersumber dari beberapa mesin pencari internet. Kajian dilakukan melalui beberapa tahap, meliputi identifikasi, penyaringan, dan pemenuhan kriteria inklusi dan eksklusi, sehingga menghasilkan 7 artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Penggunaan alat ini sebagai terapi pada pasien geriatri dengan AD telah teruji secara klinis dan menunjukkan hasil yang positif dalam mengatasi atrofi materi putih dan kehilangan mielin pada pasien geriatri dengan AD. Dengan memperbaiki kondisi ini, alat ini berpotensi memperlambat progresi atau bahkan mengurangi gejala yang dialami pasien, seperti penurunan kognitif. Sehingga, berdasarkan temuan kajian ini, stimulasi gamma bisa menjadi terapi pelengkap yang potensial untuk pasien Alzheimer, sehingga meningkatkan kualitas hidup pasien.
PERBEDAAN KADAR TRIGLISERIDA DARAH PADA PEROKOK DAN NON-PEROKOK MAHASISWA FAKULTAS TEKNIK UISU: DIFFERENCES IN BLOOD TRIGLYCERIDE LEVELS IN SMOKERS AND NON-SMOKERS OF ENGINEERING FACULTY UISU Handayani, Maya Putri; Aktalina, Lucia; Oktaria, Selly; Lubis, Ichwan Alamsyah
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 1 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i1.1008

Abstract

Tobacco smoking is one of the largest public health burdens in the world. Cigarettes contain various toxic chemicals, including tar, carbon monoxide (CO), and nicotine, which are the main components with detrimental effects on health. Nicotine increases the secretion of catecholamines, which trigger lipolysis or the breakdown of fat in the body. This process lowers the levels of HDL which are beneficial for the body, while increasing triglycerides, bad cholesterol such as LDL, VLDL, and total cholesterol. This study aims to determine the differences in blood triglyceride levels between smoking and non-smoking students at the Faculty of Engineering, UISU. This study used an analytical survey method with a cross-sectional design. Sampling used a purposive sampling technique with a total of 47 people. The results of this study data were conducted through univariate and bivariate tests with an independent sample t test. The results of the univariate test included 35 smoker respondents and 12 non-smokers. The average triglyceride results of smoker respondents were 176.14 (± 29.76) and non-smokers 146.17 (± 20.36). The results of the bivariate test on the difference in blood triglyceride levels between smokers and non-smokers found a p-value of 0.002. There was a significant difference between blood triglyceride levels in smokers and non-smokers in students at the Faculty of Engineering, UISU. AbstrakMerokok tembakau merupakan salah satu beban kesehatan masyarakat terbesar di dunia. Rokok mengandung berbagai bahan kimia beracun, termasuk tar, karbon monoksida (CO), dan nikotin, yang merupakan komponen utama dengan efek merugikan pada kesehatan. Nikotin meningkatkan sekresi katekolamin, yang memicu lipolisis atau pemecahan lemak dalam tubuh. Proses ini menurunkan kadar HDL yang bermanfaat bagi tubuh, sekaligus meningkatkan trigliserida, kolesterol jahat seperti LDL, VLDL, serta kolesterol total. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan kadar trigliserida darah antara mahasiswa perokok dan non- perokok di Fakultas Teknik UISU. Penelitian ini menggunakan Metode survey analitik dengan rancangan cross-sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling dengan jumlah 47 orang. Hasil data penelitian ini dilakukan melalui uji univariat dan bivariat dengan uji independent sample t test. Hasil uji univariat terdapat responden perokok 35 orang dan non perokok 12 orang. Hasil rata-rata trigliserida responden perokok 176,14 (± 29.76) dan non perokok 146,17 (± 20.36). Hasil uji bivariat tentang perbedaan kadar trigliserida darah pada perokok dan non perokok didapati nilai p=0,002. Terdapat perbedaan signifikan antara kadar trigliserida darah pada perokok dan non perokok pada mahasiswa di Fakultas Teknik UISU.
LITERASI DIGITAL DAN PENCARIAN LITERATUR PADA MAHASISWA KEDOKTERAN: DIGITAL LITERACY AND LITERATURE SEARCHING IN MEDICAL STUDENTS Lestari, Ira Cinta; Diba, Farah; Darungan, Tezar Samekto; Nasution, Halimah Thania; Akbar, Surya; Azizah, Nur; Pulungan, Rizky Luly Ya Fatwa; Damanik, Rosa Zorayatamin
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 1 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i1.994

Abstract

Medical students need digital literacy and literature searching skills to support evidence-based learning. These competencies are essential for navigating scientific information and making accurate clinical decisions. The objective of this study is to review recent studies on the level of digital literacy and literature searching abilities among medical students and evaluate relevant educational interventions. A literature review was conducted using publications from 2016 to 2025, retrieved from PubMed, Scopus, and Google Scholar. Included studies were relevant to medical education and available in full text. Although students are accustomed to using digital technologies, many still lack adequate skills to search and evaluate scientific literature. Effective interventions include information literacy training, curriculum integration, and simulation-based learning. Digital literacy also influences students’ self-efficacy and mental well-being. Digital literacy and literature searching skills should be systematically integrated into medical education. Strengthening the curriculum in these areas prepares students to face challenges in the digital and technological landscape of modern medicine. AbstrakMahasiswa kedokteran perlu memiliki literasi digital dan keterampilan penelusuran literatur untuk mendukung pembelajaran berbasis bukti. Kemampuan ini penting dalam menavigasi informasi ilmiah dan mengambil keputusan klinis secara tepat. Penelitian memiliki tujuan untuk menelaah studi terbaru mengenai tingkat literasi digital dan kemampuan pencarian literatur pada mahasiswa kedokteran, serta mengevaluasi intervensi pendidikan yang relevan. Telaah pustaka dilakukan terhadap publikasi 2016–2025 dari database PubMed, Scopus, dan Google Scholar. Studi yang dipilih relevan dengan konteks pendidikan kedokteran dan tersedia dalam teks lengkap. Meskipun mahasiswa terbiasa menggunakan teknologi digital, banyak yang belum memiliki keterampilan penelusuran ilmiah yang memadai. Intervensi yang efektif meliputi pelatihan literasi informasi, integrasi dalam kurikulum, dan pembelajaran berbasis simulasi. Literasi digital juga berpengaruh terhadap efikasi diri dan kesehatan mental mahasiswa. Literasi digital dan keterampilan penelusuran literatur perlu diintegrasikan secara sistematis dalam pendidikan kedokteran. Penguatan kurikulum di bidang ini mendukung kesiapan mahasiswa dalam menghadapi tantangan informasi dan teknologi medis.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) DENGAN KADAR GULA DARAH PENDERITA DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RUMAH SAKIT FATHMA MEDIKA: RELATIONSHIP BETWEEN BODY MASS INDEX (BMI) AND BLOOD SUGAR LEVELS IN TYPE 2 DIABETES MELLITUS PATIENTS AT FATHMA MEDIKA HOSPITAL Kurniawan, Juli Adhy Sony
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 1 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i1.1030

Abstract

Diabetes mellitus (DM) is a chronic metabolic disorder that can be caused by impaired insulin secretion, resistance to peripheral insulin action, or both. Chronic hyperglycemia can cause damage to various organ systems, leading to the development of disabling and life-threatening health complications. The most prominent complications are microvascular complications (retinopathy, nephropathy, and neuropathy) and macrovascular complications that cause a 2- to 4-fold increase in the risk of cardiovascular disease. This research method is a quantitative study with a cross-sectional design conducted at Fathma Medika Hospital, Gresik Regency in September 2025. The sample numbered 30 people. Data collected included measurements of body weight and height of patients and data on patient blood sugar results using a GDA stick. The results of this study showed that 12 respondents with a normal BMI had abnormal fasting blood glucose levels, then 6 respondents with overweight BMI and 5 respondents with obesity. After conducting the Spearman Rank test, the p value was 0.956 (p > 0.05) so it can be seen that there is no significant relationship between body mass index and fasting blood sugar levels in Type 2 Diabetes Mellitus sufferers at Fathma Medika Hospital. AbstrakDiabetes melitus (DM) adalah gangguan metabolik kronis yang dapat disebabkan oleh gangguan sekresi insulin, resistensi terhadap kerja insulin perifer, atau keduanya. Hiperglikemia kronis dapat menyebabkan kerusakan pada berbagai sistem organ, yang berujung pada perkembangan komplikasi kesehatan yang melumpuhkan dan mengancam jiwa. Komplikasi yang paling menonjol adalah komplikasi mikrovaskular (retinopati, nefropati, dan neuropati) dan makrovaskular yang menyebabkan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular hingga 2 hingga 4 kali lipat. Metode penelitian ini yaitu penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional yang dilakukan di Rumah Sakit Fathma Medika kabupaten Gresik pada bulan September 2025. Sampel berjumlah 30 Orang. Data yang dikumpulkan meliputi pengukuran berat badan beserta tinggi badan pasien dan data hasil gula darah pasien dengan menggunakan alat stick GDA. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa responden dengan IMT normal memiliki kadar glukosa darah puasa yang tidak normal sebanyak 12 responden, selanjutnya IMT berat badan berlebih sebanyak 6 responden dan obesitas sebanyak 5 responden. Setelah dilakukan uji dengan Rank Spearman menunjukkan bahwa hasil r = -.019 dengan p value 0.956 (p > 0.05) sehingga dapat diketahui bahwa tidak hubungan yang signifikan antara indeks massa tubuh dengan kadar gula darah puasa penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Rumah Sakit Fathma
KARDIOMIOPATI PERIPARTUM ATAU SEPSIS: SIAPA PEMICU UTAMA GAGAL JANTUNG AKUT PASCAPERSALINAN? PERIPARTUM CARDIOMYOPATHY OR SEPSIS: WHICH IS THE PRIMARY TRIGGER OF ACUTE POSTPARTUM HEART FAILURE? Alparisi, Bima Diokta; Putra, Hery Diansyah; Ihsan, Muhammad
Jurnal Kedokteran STM (Sains dan Teknologi Medik) Vol. 9 No. 1 (2026): Issue in Progress
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/stm.v9i1.1033

Abstract

Peripartum cardiomyopathy (PPCM) is a rare but potentially fatal form of dilated cardiomyopathy occurring in late pregnancy or within five months postpartum. Acute decompensated heart failure (ADHF) is a severe complication often worsened by sepsis. Case Illustration: A 28-year-old woman, two months postpartum, presented with progressive dyspnea, peripheral edema, and ascites. Laboratory findings showed microcytic hypochromic anemia, metabolic acidosis, electrolyte imbalance, and sepsis. The infection source was suspected to be multiple dental caries or lower urinary tract infection. ECG revealed sinus tachycardia and diffuse T-wave inversion. The diagnosis of ADHF due to PPCM complicated by sepsis was established. She was treated with oxygen, intravenous diuretics, inotropes, vasodilators, broad-spectrum antibiotics, and metabolic correction with marked improvement. The coexistence of PPCM and sepsis creates a synergistic effect through systemic inflammation, reduced left ventricular contractility, and multi-organ dysfunction. Management requires balancing guideline-directed heart failure therapy with aggressive infection control to improve outcomes. PPCM should be considered in postpartum women presenting with acute heart failure. Odontogenic or urinary sepsis may trigger severe decompensation; thus, early detection and multidisciplinary management are crucial to reduce morbidity and mortality. AbstrakKardiomiopati peripartum (PPCM) merupakan bentuk kardiomiopati dilatasi langka namun berpotensi fatal, terjadi pada akhir kehamilan hingga lima bulan pascapersalinan. Gagal jantung akut tidak terkompensasi (ADHF) merupakan komplikasi berat yang dapat diperburuk oleh sepsis. Ilustrasi Kasus: Seorang wanita 28 tahun, dua bulan pascapersalinan, datang dengan sesak progresif, edema perifer, dan asites. Pemeriksaan menunjukkan anemia mikrositik hipokrom, asidosis metabolik, gangguan elektrolit, dan tanda sepsis. Sumber infeksi diduga berasal dari karies gigi multipel atau infeksi saluran kemih bawah. EKG menunjukkan sinus takikardia dan inversi gelombang T difus. Diagnosis ADHF akibat PPCM yang diperberat sepsis ditegakkan, dan pasien mendapat oksigen, diuretik intravena, inotropik, vasodilator, antibiotik spektrum luas, serta koreksi metabolik dengan perbaikan klinis signifikan. Kombinasi PPCM dan sepsis menyebabkan efek sinergis berupa peningkatan inflamasi sistemik, penurunan kontraktilitas ventrikel kiri, dan risiko gagal organ multipel. Penatalaksanaan harus menyeimbangkan terapi gagal jantung sesuai pedoman dengan kontrol infeksi agresif untuk memperbaiki luaran pasien. PPCM perlu dipertimbangkan pada wanita pascapersalinan dengan gagal jantung akut. Sepsis odontogenik atau urogenik dapat memicu dekompensasi berat; oleh karena itu, deteksi dini dan tata laksana multidisiplin sangat krusial untuk menurunkan morbiditas dan mortalitas.

Page 12 of 13 | Total Record : 123