cover
Contact Name
Ira Cinta Lestari
Contact Email
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Phone
+628196029417
Journal Mail Official
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Editorial Address
Jalan STM No. 77, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia 20146
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
ISSN : 14119986     EISSN : 26142996     DOI : https://doi.org/10.30743/ibnusina
Core Subject : Humanities, Health,
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara merupakan jurnal yang memiliki cakupan keilmuan dalam bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, dan ilmu perilaku dan terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Terbitan pertama adalah bulan Januari 2020. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan menerima naskah dengan topik bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, ilmu perilaku, dan topik lainnya yang relevan.
Articles 224 Documents
PREVALENCE AND CLINICAL CHARACTERISTICS OF ALLERGIC RHINITIS AMONG ASTHMATIC PATIENTS IN THE EMERGENCY DEPARTMENT OF A BHAYANGKARA BRIMOB HOSPITAL IN INDONESIA: PREVALENSI DAN KARAKTERISTIK KLINIS RINITIS ALERGI PADA PASIEN ASMA DI INSTALASI GAWAT DARURAT RUMAH SAKIT BHAYANGKARA BRIMOB DI INDONESIA Winugroho, Mohammad Lukmanul Hakim; Kemuning, Asri Ragil; Rusmajati, Jetty; Desdiani
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.930

Abstract

Introduction: Asthma and allergic rhinitis frequently coexist. Objective: This study aims to characterize adult asthma patients who visited the emergency department (ED) and had allergic rhinitis between June 2023 and December 2024 at Bhayangkara Hospital, Depok City, West Java. Methods: This retrospective study analyzed 144 asthma patients who visited the ED during the specified period. The cohort included 89 females and 55 males. Diagnoses of bronchial Asthma and allergic rhinitis were confirmed through clinical history and physical examination by the attending physician, and all data is obtained from the patient's medical records. Results: Among the study population, 66.66% had coexisting asthma and allergic rhinitis. The majority were female and aged between 18 and 44 years. Chest X-rays revealed no significant abnormalities. Asthma prevalence was higher in females (61.8%) than males (38.19%), with a mean age of 32.53 years. A history of atopy, encompassing conditions like eczema, food allergies, and eye inflammation, was prevalent among 46.52% of patients. Smoking habits varied, with 74.3% being ex-smokers or non-smokers, while 25.69% were current smokers. Passive smoke exposure was noted in 37.5%, and 7.63% had exposure to biomass fuel. About 88.19% of emergency patients visits were classified as moderate asthma attacks, with 66.93% of these patients also having allergic rhinitis. Severe asthma attacks occurred in 11.8% of cases, with 58.82% of these patients also suffering from allergic rhinitis. Conclusions: The high prevalence of allergic rhinitis among asthma patients emphasizes the necessity of early diagnosis and good management to optimize patient outcomes.
HUBUNGAN ANTARA GEJALA KLINIS DENGAN JENIS HISTOPATOLOGI KARSINOMA NASOFARING DI RSUD WALED PERIODE TAHUN 2019-2023: CORRELATION BETWEEN CLINICAL SYMPTOMS AND HISTOPATHOLOGICAL TYPES OF NASOPHARYNGEAL CARCINOMA AT RSUD WALED DURING 2019–2023 Syaekhu, Muhammad Akromusy; Cahyadi, Ismi; Permata, Yukke Nilla
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.728

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan salah satu jenis kanker yang umum terjadi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gejala klinis dan jenis histopatologi KNF di RSUD Waled dalam periode 2019–2023. Metode yang digunakan adalah studi cross-sectional dengan pengumpulan data dari 62 rekam medis pasien. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman untuk menilai hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala klinis paling umum adalah pembesaran kelenjar getah bening (51,6%), sementara 77,4% pasien didiagnosis dengan karsinoma sel nonkeratinisasi yang tidak berdiferensiasi. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara gejala klinis dan jenis histopatologi (p = 0,677). Kesimpulannya, gejala klinis tidak berhubungan secara signifikan dengan jenis histopatologi karsinoma nasofaring di RSUD Waled.
HUBUNGAN FAKTOR MATERNAL DAN SOSIAL EKONOMI DENGAN JUMLAH SERIAL CASTING PONSETI PADA PASIEN CLUBFOOT: RELATIONSHIP OF MATERNAL AND SOCIOECONOMIC FACTORS WITH SERIAL PONSETI CASTING NUMBER IN CLUBFOOT PATIENTS Sutanto, Nico; Siregar, Otman; Winanto, Iman Dwi
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.912

Abstract

Clubfoot adalah kelainan kongenital yang dapat menyebabkan disabilitas jika tidak ditangani. Metode Ponseti merupakan terapi utama yang efektif, tetapi jumlah serial casting yang dibutuhkan bervariasi, dipengaruhi oleh faktor maternal dan sosioekonomi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi jumlah serial casting Ponseti pada pasien clubfoot di RSUP H. Adam Malik Medan. Studi ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan 80 subjek yang didiagnosis clubfoot. Analisa menggunakan uji Fisher exact. Data dikumpulkan melalui wawancara dan rekam medis, kemudian dianalisis menggunakan uji chi-square dan regresi logistik. Rerata usia subjek penelitian adalah 29,05±35,11 bulan, dengan 57,5% laki-laki. Hasil analisis bivariat menunjukkan bahwa jenis transportasi yang digunakan pasien berhubungan signifikan dengan jumlah serial casting Ponseti (p=0,020). Analisis multivariat menunjukkan bahwa faktor transportasi (p=0,011, PR=3,662) dan keluarga perokok (p=0,047, PR=2,774) merupakan faktor dominan yang memengaruhi jumlah serial casting Ponseti. Sementara itu, faktor lain seperti jenis kelamin, pekerjaan orang tua, tingkat pendidikan, dan kondisi ekonomi tidak menunjukkan hubungan yang bermakna. Faktor lingkungan, terutama akses transportasi dan kebiasaan merokok dalam keluarga, berperan dalam menentukan jumlah serial casting Ponseti. Penelitian selanjutnya disarankan menggunakan desain prospektif multicenter dengan variasi demografi yang lebih luas serta analisis lebih mendalam terhadap faktor transportasi dan kebiasaan merokok.
HUBUNGAN DURASI KOMPLEKS QRS DENGAN KADAR NATRIUM DAN KALIUM PASIEN HEMODIALISIS: RELATIONSHIP BETWEEN QRS COMPLEX DURATION WITH SODIUM AND POTASSIUM LEVELS IN HEMODIALYSIS PATIENTS Nur'amin, Hendra Wana; Apriliana, Andhita; Mazaya, Farhanaqilah; Nisa, Hijratun
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.973

Abstract

Durasi kompleks QRS pada elektrokardiogram (EKG) mencerminkan kecepatan depolarisasi ventrikel dan dapat memanjang pada kondisi patologis seperti gangguan konduksi intraventrikular. Pasien penyakit ginjal kronik stadium akhir (PGK5D) yang menjalani hemodialisis memiliki risiko tinggi terhadap kelainan elektrolit dan komplikasi kardiovaskular. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan antara durasi kompleks QRS dengan kadar natrium dan kalium pada pasien hemodialisis di RSUD Ulin Banjarmasin. Studi observasional ini melibatkan 304 pasien dengan data EKG dan elektrolit lengkap. Hasil menunjukkan 25 pasien (8,2%) memiliki durasi QRS ≥120 ms. Pasien dengan QRS memanjang memiliki usia lebih tua (p = 0,013) dan kadar kalium lebih tinggi (median 5,5 mEq/L, p < 0,001). Uji regresi logistik menunjukkan peningkatan risiko hiperkalemia lebih dari 5 kali (Prevalence odds ratio (POR) 5,63; IK 95%: 2,42–13,14) pada pasien dengan QRS ≥120 ms. Tidak ditemukan perbedaan bermakna kadar natrium (p = 0,29), meskipun cenderung lebih rendah pada kelompok dengan QRS memanjang. Temuan ini menegaskan pentingnya pemantauan EKG dan kadar elektrolit secara berkala sebagai skrining awal gangguan konduksi jantung pada pasien hemodialisis.
HUBUNGAN POSISI DUDUK DAN DURASI DUDUK SAAT BELAJAR DENGAN KELUHAN NYERI PUNGGUNG BAWAH PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS PALANGKA RAYA : THE RELATIONSHIP BETWEEN SITTING POSITION AND SITTING DURATION WHILE STUDYING WITH COMPLAINTS OF LOW BACK PAIN AMONG MEDICAL STUDENTS AT PALANGKA RAYA UNIVERSITY Kasandra; Satriyo, Paulus Aji; Nugrahini, Shinta
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.762

Abstract

Nyeri punggung bawah adalah nyeri yang bersumber dari tulang belakang bagian bawah yaitu pada daerah spinal, otot, saraf dan struktur lainnya di sekitar daerah tersebut. Mahasiswa kedokteran seringkali duduk dalam durasi yang lama dan posisi menetap sehingga menyebabkan otot bekerja terus-menerus dan otot mengalami ketegangan atau pemendekan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan posisi duduk dan durasi duduk saat belajar dengan keluhan nyeri punggung bawah pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya. Penelitian ini menggunakan metode analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square serta multivariat menggunakan uji regresi logistik. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik consecutive sampling terhadap 191 mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Palangka Raya. Hasil penelitian ini menemukan bahwa terdapat hubungan antara posisi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah dengan p value 0,015 dan ditemukan hubungan antara durasi duduk dengan keluhan nyeri punggung bawah dengan p value 0,001 serta dilakukan secara simultan analisis hubungan posisi dan durasi duduk terhadap keluhan nyeri punggung bawah memiliki hubungan yang signifikan p value 0,001.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI JUMLAH LIMFOSIT CD4 SEBELUM TERAPI PADA PASIEN HIV DI KLINIK VCT MEKAR SARI PMI PROVINSI RIAU: FACTORS AFFECTING CD4 LYMPHOCYTE COUNTS BEFORE THERAPY IN HIV PATIENTS AT VCT MEKAR SARI CLINIC PMI RIAU PROVINCE Ananta, Nadya Fitri; Suyanto, Suyanto
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.806

Abstract

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus Ribonucleic Acid (RNA) yang secara spesifik menyerang sistem kekebalan tubuh manusia, ditandai dengan penurunan jumlah limfosit Cluster of Differentiation 4 (CD4), sehingga tubuh menjadi rentan terhadap infeksi. Jumlah limfosit CD4 digunakan sebagai indikator utama tahap perkembangan infeksi HIV. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah limfosit CD4 sebelum terapi antiretroviral (ARV) pada pasien HIV di Klinik Voluntary Counseling and Testing (VCT) Mekar Sari Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Riau dengan desain cross-sectional dan analitik kuantitatif. Analisis data menggunakan program SPSS dengan uji Mann Whitney dan uji one-way ANOVA. Data dari 90 pasien HIV menunjukkan bahwa 87,8% adalah laki-laki, 54,4% berusia 25-49 tahun, 67,8% berada pada stadium klinis I, dan 60% terinfeksi melalui hubungan seksual tidak aman. Analisis bivariat menunjukkan bahwa usia, stadium klinis, dan jalur transmisi memiliki hubungan signifikan dengan jumlah limfosit CD4 (p<0,05), sementara jenis kelamin tidak menunjukkan hubungan signifikan (p>0,05). Simpulan, usia lanjut, stadium klinis yang tinggi, dan jalur transmisi melalui Intravenous Drug User (IDU) berkaitan dengan rendahnya jumlah limfosit CD4 pada pasien HIV.
HUBUNGAN KETAJAMAN PENGLIHATAN DENGAN PRESTASI BELAJAR PADA ANAK SEKOLAH DASAR DI SD NEGERI UNGGULAN PACCINONGAN: THE RELATIONSHIP BETWEEN VISUAL ACUITY AND ACADEMIC ACHIEVEMENT IN ELEMENTARY SCHOOL AT SD NEGERI UNGGULAN PACCINONGAN Hasan, Nurfitriyani A W; Rimayanti, Ulfah; Rahma, Andi Sitti; Rahman, Abd.; Syamsuddin, Darussalam
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.887

Abstract

Mata merupakan salah satu pancaindra yang berperan penting dalam proses pembelajaran. Gangguan ketajaman penglihatan dapat memengaruhi prestasi akademik siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara ketajaman penglihatan dengan prestasi belajar pada siswa Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross sectional melibatkan 188 siswa kelas 4 hingga 6 di SD Negeri Unggulan Paccinongan, Kabupaten Gowa. Ketajaman penglihatan diukur menggunakan snellen chart, sedangkan prestasi belajar dilihat dari rata-rata nilai rapor semester. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar siswa dengan ketajaman penglihatan normal memiliki nilai diatas kriteria ketuntasan minimal (KKM), sementara siswa dengan visus menurun cenderung memiliki nilai dibawah kriteria ketuntasan minimal (KKM). Uji Chi-Square menunjukkan hubungan yang signifikan antara ketajaman penglihatan dan prestasi belajar (p=0,001), dengan rasio prevalensi sebesar 27,6. Dapat disimpulkan bahwa penurunan ketajaman penglihatan berhubungan dengan rendahnya prestasi belajar siswa. Pemeriksaan mata rutin di sekolah dasar penting dilakukan untuk mendeteksi dan mencegah dampak negatif terhadap proses belajar anak.
IDENTIFIKASI PERILAKU HYGIENE PRIORITAS PADA KEJADIAN DIARE PADA SISWA SMP AL AZHAR 3 BINTARO: IDENTIFICATION OF PRIORITY HYGIENE BEHAVIORS RELATED TO DIARRHEA INCIDENCE AMONG STUDENTS OF SMP AL AZHAR 3 BINTARO Herliani, Adellia Sheny; Sidarta, Erick
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.955

Abstract

Diare merupakan penyakit infeksi saluran pencernaan yang masih menjadi tantangan kesehatan utama di negara berkembang seperti Indonesia. Gejalanya meliputi frekuensi buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan tinja cair, kadang disertai lendir atau darah. Tanpa penanganan yang tepat, diare dapat menyebabkan dehidrasi berat bahkan kematian, khususnya pada anak usia sekolah. Meskipun banyak faktor penyebab diare telah diteliti, kebersihan kuku dan penggunaan alat makan yang bersih kurang mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi hubungan antara perilaku higiene dan sanitasi dasar dengan kejadian diare pada siswa SMP Al-Azhar 3 Bintaro, dengan fokus pada kebersihan kuku dan alat makan. Metode penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan sampel purposif sebanyak 98 siswa. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan observasi, lalu dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil menunjukkan hubungan signifikan antara kejadian diare dengan perilaku BAB (p=0,014), perilaku jajan (p=0,032), perilaku cuci tangan (p=0,027), perilaku menjaga kebersihan kuku (p=0,034), penggunaan alat makan (p=0,019), serta sanitasi dasar (p=0,017). Analisis multivariat menunjukkan variabel sanitasi dasar (p=0,0075; OR=2,67) dan cuci tangan (p=0,0358; OR=2,10) merupakan variabel paling dominan yang berhubungan dengan kejadian diare. Temuan ini menegaskan pentingnya sanitasi dasar dan perilaku cuci tangan dalam pencegahan diare di lingkungan sekolah.
ANALISIS KORELASI OBESITAS DENGAN HIPERTRIGLISERIDEMIA PADA PEKERJA PERTAMBANGAN BUMN: CORRELATION ANALYSIS BETWEEN OBESITY AND HYPERTRIGLYCERIDEMIA AMONG MINING WORKERS Shafanissa, Aalia; Lestari, Dewi Indah
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.960

Abstract

Obesitas merupakan masalah kesehatan global dengan prevalensi yang terus meningkat dan berkontribusi terhadap berbagai gangguan metabolik, termasuk hipertrigliseridemia. Kondisi hipertrigliseridemia dapat memicu berbagai komplikasi seperti pankreatitis, penyakit kardiovaskular, xantoma, serta meningkatkan risiko perkembangan sindrom metabolik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara obesitas dan hipertrigliseridemia dengan mempertimbangkan faktor demografi dan perilaku gaya hidup, serta mengetahui prevalensi obesitas dan hipertrigliseridemia pada pekerja pertambangan BUMN. Studi ini menggunakan desain penelitian cross-sectional dengan pendekatan analitik observasional. Sampel penelitian diambil dari rekam medis pekerja usia 25-50 tahun tanpa kriteria eksklusi, menggunakan metode consecutive non-random sampling. Analisis dilakukan dengan uji chi-square pada aplikasi SPSS. Hasil menunjukkan bahwa 63,7% sampel mengalami obesitas, 51,6% mengalami hipertrigliseridemia. Dalam penelitian ini, 96% dari total sampel merupakan laki-laki, dengan usia rata-rata 42,6 tahun. Hasil analisis statistik menunjukkan hubungan yang bermakna antara obesitas dengan kejadian hipertrigliseridemia (p <0,05). Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan secara statistik dalam penelitian ini antara obesitas dengan kejadian hipertrigliseridemia.
KARAKTERISTIK KADAR HIDRASI DAN SEBUM KULIT WAJAH SERTA PERAWATAN PADA PELAJAR XI SMA 36 JAKARTA TIMUR: CHARACTERISTICS OF FACIAL SKIN HYDRATION AND SEBUM LEVELS AND THEIR CARE AMONG 11TH GRADE STUDENTS OF SMAN 36 EAST JAKARTA Hidayat, Aufa Aidina; Wijayadi, Linda Julianti
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 25 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v25i1.962

Abstract

Kulit wajah merupakan area kulit yang paling sensitif dan rentan mengalami berbagai perubahan fisiologis akibat faktor eksternal dan internal. Keseimbangan kadar hidrasi dan produksi sebum kulit wajah penting dalam mempertahankan fungsi sawar kulit, sehingga pemakaian produk perawatan kulit wajah yang sesuai diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik mengenai perawatan kulit wajah serta kadar hidrasi dan sebum kulit wajah pada pelajar kelas XI SMAN 36 Jakarta Timur. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif potong lintang dengan kuisioner dan pengukuran kadar hidrasi kulit dan sebum menggunakan alat skin detector pada empat area wajah yaitu dahi, dagu, pipi kanan dan pipi kiri. Hasil didapatkan sebanyak (50,4%) subjek penelitian memiliki kulit sangat kering, serta kulit berminyak yakni (22,1%). Perawatan terbanyak menggunakan sabun cuci wajah berbentuk jel (35,9%). Mayoritas siswa memiliki hidrasi kulit yang rendah, terutama laki-laki dengan kulit sangat kering di area dahi dan pipi, pada siswi perempuan cenderung memiliki kadar sebum lebih banyak pada dagu dan pipi kiri. Kondisi ini kemungkinan dipengaruhi hormon masa pubertas, serta kebiasaan pemakaian produk perawatan kulit wajah yang belum sesuai.