Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

CORRELATION BETWEEN S100 PROTEIN EXPRESSION WITH CLINICAL STAGING NASOPHARYNGEAL CARCINOMA TYPE III Cahyadi, Ismi; Dewi, Yussy Afriani; Aroeman, Nur Akbar
INTERNATIONAL JOURNAL OF NASOPHARYNGEAL CARCINOMA Vol. 2 No. 02 (2020): International Journal of Nasopharyngeal Carcinoma
Publisher : TALENTA PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/ijnpc.v2i02.3898

Abstract

Abstract Introduction: Nasopharyngeal carcinoma is the most found head and neck cancer, which originated from a nasopharyngeal epithelial cell, and predilection site commonly at rosen muller fossa. S100 protein inflammatory mediators are involved in the regulation of cellular processes including inflammation and malignancy. S100 protein plays a central role in the proliferation, regulation of cell apoptosis and metastasis causing continuing growth of cancer cells through activation of STAT3 by IL-6, NF-κB, ROS. Objective: This study aimed to determine the correlation between S100 protein expression levels to the clinical stage of NPC WHO type III. Method: This research is a cross-sectional analytic study. This study was held in the Anatomical Pathology Department of Hasan Sadikin Hospital from August until October 2015. The study was conducted using 29 pieces of secondary data, medical records and paraffin blocks anatomical pathology of NPC patients were examined S100 protein immunohistochemistry. Result: This study was performed from 29 subjects (18 males and 9 females). There was a strong positive correlation between histoscore S100 protein expression with clinical staging p<0.05. There is a significant correlation between S100 protein expression with the clinical stage of NPC WHO type III using double regression analysis (F=15.676, p=0.000). Conclusion: There were significant correlation S100 protein expression levels to clinical stage nasopharyngeal carcinoma WHO type III.
EFEKTIFITAS PENYULUHAN TERHADAP PENGETAHUAN SISWA TEKNIK OTOMOTIF SMK MEKANIKA BUNTET PESANTREN CIREBON TERKAIT GANGGUAN DENGAR AKIBAT BISING SEBELUM DAN SESUDAH PENYULUHAN Alfian, Lalu Indra; Cahyadi, Ismi; Nurhendriyana, Herry; Sutara; Affandi, Thysa Thysmelia; Khairunnisa, Afifah
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 11 No 1 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v11i1.10046

Abstract

ABSTRAK Latar belakang: Bising didefinisikan sebagai bunyi yang tidak diinginkan, tidak disukai dan mengganggu, sedangkan secara obyektif, bising merupakan getaran bunyi yang kompleks terdiri dari berbagai frekuensi dan 1 amplitudo yang bersifat periodik atau non periodik. Kebisingan umumnya berasal dari mesin di tempat kerja dan dapat menimbulkan dampak negatif seperti kesehatan tergantung pada frekuensi, lama paparan danintensitasnya. Bising dapat menimbulkan dampak negatif pada sistem auditori berupa gangguan pendengaran akibat bising (GPAB) atau Noise Induced Hearing Loss (NIHL). Tujuan: Mengetahui gambaran pengetahuan dan menganalisis efektifitas penyuluhan terhadap pengetahuan siswa Teknik Otomotif SMK Mekanika Buntet Pondok Pesantren Cirebon terkait gangguan dengar akibat bising sebelum dan sesudah penyuluhan. Metode: Metode penelitian ini menggunakan desain penelitian one group pretest posttest dan menggunakan total sampling seluruh siswa kelas 12 jurusan Teknik Otomotif SMK Mekanika Buntet Pondok Pesantren Cirebon yaitu sebanyak 50 siswa. Hasil: Penyuluhan dilakukan dengan media presentasi. Analisis data menggunakan uji Paired Sample T-test. Hasil pada penelitian ini aspek pengetahuan responden memiliki nilai rata-rata pada saat pretest sebesar 41.80 dan pada saat posttest dengan nilai 78.20 yang mana terjadi perubahan atau perbedaan. Uji statistik Paired Sample T-test pada pengetahuan didapatkan p value= 0,002 (< 0,05) menunjukan terdapat perbedaan yang signifikan pada aspek pengetahuan setelah penyuluhan. Kesimpulan: Terdapat peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan mengenai gangguan dengar akibat bising. ABSTRACT Introduction: Noise is unwanted, unwelcome and annoying sound, while objectively, noise is a complex sound vibration consisting of various frequencies and 1 amplitude that is periodic or non-periodic. Noise generally comes from machines in the workplace and can have negative impacts such as health depending on the frequency, length of exposure and intensity. Noise can have a negative impact on the auditory system in the form of Noise Induced Hearing Loss (NIHL). Aim: To find out how the description of knowledge and analyzing the effectiveness of counseling on the knowledge of students of Automotive Engineering SMK Mekanika Buntet Boarding School Cirebon related to Noise Induced Hearing Loss (NIHL) before and after counseling. Methods: This study used an analytic observational method with a pre-exsprerimtal design use a one group pretest posttest. This study use a total sampling of all 12th grade students majoring in Automotive Engineering SMK Mekanika Buntet Boarding School Cirebon, involving 50 students. Results: Counseling is done with presentations. Data analysis used the Paired Sample T-test. The results in this study regarding the knowledge aspect of the respondents had an average value at the time of the pretest of 41.80 and at the time of the posttest with a value of 78.20 where there was a change or difference. The Paired Sample T-test statistical test on knowledge obtained p value = 0.002 (<0.05) indicates that there is a significant difference in aspects of knowledge after counseling. Conclusion: There was a significant increase in the aspect of knowledge after counseling about hearing loss due to noise was carried out.
HUBUNGAN ANTARA GEJALA KLINIS DENGAN JENIS HISTOPATOLOGI KARSINOMA NASOFARING DI RSUD WALED PERIODE TAHUN 2019-2023: CORRELATION BETWEEN CLINICAL SYMPTOMS AND HISTOPATHOLOGICAL TYPES OF NASOPHARYNGEAL CARCINOMA AT RSUD WALED DURING 2019–2023 Syaekhu, Muhammad Akromusy; Cahyadi, Ismi; Permata, Yukke Nilla
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.728

Abstract

Karsinoma nasofaring (KNF) merupakan salah satu jenis kanker yang umum terjadi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara gejala klinis dan jenis histopatologi KNF di RSUD Waled dalam periode 2019–2023. Metode yang digunakan adalah studi cross-sectional dengan pengumpulan data dari 62 rekam medis pasien. Analisis dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman untuk menilai hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gejala klinis paling umum adalah pembesaran kelenjar getah bening (51,6%), sementara 77,4% pasien didiagnosis dengan karsinoma sel nonkeratinisasi yang tidak berdiferensiasi. Tidak ditemukan korelasi signifikan antara gejala klinis dan jenis histopatologi (p = 0,677). Kesimpulannya, gejala klinis tidak berhubungan secara signifikan dengan jenis histopatologi karsinoma nasofaring di RSUD Waled.
The ANGIOFIBROMA NASOFARING: ANGIOFIBROMA NASOFARING Nurwiyan, Nafila; Cahyadi, Ismi; Purnamasari, Febriyanti; Budiman Saputra Basyir, Pahmi
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 11 No 2 (2025): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v11i2.9694

Abstract

ABSTRAK ANGIOFIBROMA NASOFARING Nafila Nurwiyan*, dr. Ismi Cahyadi, Sp.THT-BKL Subsp Onk (K), FICS ** , *Dokter Muda FK UGJ **Konsultan Pembimbing SMF THT-KL RSUD Waled Latar Belakang : Angiofibroma nasofaring atau juvenile nasofaringeal angiofibrama (JNA) merupakan tumor jinak pembuluh darah nasofaring yang secara histopatologi jinak tetapi secara klinis ganas karena sifatnya yang agresif dan merusak tulang serta meluas ke jaringan sekitar, seperti sinus paranasal, pipi, mata, dan tengkorak, serta mudah berdarah dan sulit dihentikan. Ketidakseimbangan hormon diketahui dapat menyebabkan defisiensi androgen atau kelebihan estrogen. Tujuan : Untuk meningkatkan kajian dan pengetahuan mengenai angiofibroma nasofaring. Hasil : Pasien mengeluh hidung sebelah kanan tersumbat, mimisan, dan mengorok saat tidur. Pada pemeriksaan fisik konka inferior di regio cavum nasii dextra tampak hipertrofi, mudah berdarah, tidak ada saluran udara. Kesimpulan : Hasil anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang mendiagnosis angiofibroma dan diberikan penatalaksanaan bedah yaitu ekstirpasi massa dan ligasi arteri karotis. Kata kunci : Angiofibroma nasofaring, hidung tersumbat, hormonal.
Hubungan Tingkat Gangguan Pendengaran dengan Interaksi Sosial pada Pasien Dewasa di RS Gunung Jati Cirebon Mauladani, Muhammad Firqin; Budiman Saputra Basyir, Pahmi; Cahyadi, Ismi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i9.61600

Abstract

Gangguan pendengaran merupakan salah satu masalah kesehatan yang semakin meningkat di seluruh dunia, dengan lebih dari 466 juta orang di dunia, termasuk 15 juta orang di Indonesia, yang mengalami kondisi ini. Pada individu dewasa, gangguan pendengaran dapat berdampak signifikan terhadap kemampuan komunikasi, yang merupakan bagian penting dari interaksi sosial. Faktor penyebab gangguan pendengaran sangat bervariasi, termasuk infeksi telinga, penumpukan kotoran telinga, trauma, paparan suara bising dalam jangka panjang, serta penuaan. Gangguan pendengaran ini tidak hanya mempengaruhi individu lanjut usia, tetapi juga kelompok usia produktif yang terpapar lingkungan bising, seperti pada pekerja di luar ruangan. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti hubungan antara tingkat gangguan pendengaran dan interaksi sosial pada pasien dewasa di RSD Gunung Jati Cirebon. Penelitian ini menggunakan metode observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian sebanyak 48 pasien dewasa di poli THT-KL RSD Gunung Jati Cirebon dan diambil menggunakan teknik consecutive sampling. Kuesioner yang digunakan adalah kuesioner Social Interaction Anxiety Scale (SIAS) dan tes audiometri untuk menilai tingkat penurunan pendengaran pada pasien dewasa. Hasil uji Spearman menunjukkan adanya hubungan positif yang sangat signifikan dan kuat antara tingkat gangguan pendengaran dengan interaksi sosial pada orang dewasa (p=<0,001; r=0,606). Temuan ini mengindikasikan bahwa peningkatan tingkat gangguan pendengaran berkorelasi dengan semakin tingginya gangguan interaksi sosial. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat gangguan pendengaran dengan interaksi sosial pada pasien dewasa di RSD Gunung Jati Cirebon.
KARAKTERISTIK PENDERITA DERMATITIS ATOPIK USIA DEWASA DI POLIKLINIK KULIT dan KELAMIN RSUD WALED KABUPATEN CIREBON PERIODE NOVEMBER 2019- DESEMBER 2021 Wahnadian, Salma Ghaisani Aqmar; Rahayu, Frista Martha; Cahyadi, Ismi; Wahdini, Maya; Bakrie, Edy Riyanto
Tunas Medika Jurnal Kedokteran & Kesehatan Vol 10 No 3 (2024): TUNAS MEDIKA JURNAL KEDOKTERAN & KESEHATAN
Publisher : Fakultas Kedokteran UGJ Cirebon

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33603/tumed.v10i3.9616

Abstract

Latar Belakang : Dermatitis atopik (DA) pada dewasa adalah peradangan kulit bersifat kronis residif disertai gatal. MenurutInternational Classification Disease (ICD) di rumah sakit Indonesia menunjukan bahwa DA merupakan penyakit kulit menjadiperingkat ketiga dari 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat jalan se Indonesia.Tujuan : Untuk mengetahui bagaimanaKarakteristik Penderita DA Pada Usia Dewasa di Poliklinik Kulit & Kelamin RSUD Waled Kabupaten Cirebon PeriodeNovember 2019 – Desember 2021. Metode : Penelitian menggunakan metode retrospektif deskriptif, menggunakan datasekunder rekam medis pasien di poliklinik kulit dan kelamin. Data yang dikumpulkan merupakan data kunjungan pasien daribulan November 2019 – Desember 2021 di RSUD Waled Kabupaten Cirebon. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jeniskelamin, diagnosis penyakit kulit, riwayat atopi, lokasi lesi dan penatalaksanaan.Hasil : Jumlah pasien pada penderita DAberdasarkan usia pasien didapatkan pasien DA usia dewasa terbanyak pada kelompok usia tua sekitar usia 46-55 tahun. Dengankarakteristik perempuan lebih banyak daripada laki-laki. Pada penelitian ini didapatkan pasien yang tidak memiliki riwayatatopi lebih banyak daripada pasien yang memiliki riwayat atopi. Penatalaksanaan pada pasien DA dewasa menujukan bahwapemakaian pemakaian obat terbanyak menggunakan antihistamin, kortikosteroid sistemik, dan kortikosteroid topikal. Pasienyang menderita DA di lokasi lesi kejadian terbanyak terjadi pada lokasi lesi fleksor sebanyak 5 orang dengan persentase25%.Kesimpulan : Pada penelitian ini terbanyak dijumpai pada pasien usia tua 46-55 tahun dengan penderita perempuan lebihbanyak daripada laki-laki dan tidak memiliki riwayat atopi, dengan lokasi lesi pada penderita terbanyak di fleksor.Kortikosteroid sistemik, antihistamin juga kortikosteroid topikal sering digunakan untuk penatalaksanaan pasien DA.Kata kunci : dermatitis atopik, karakteristik