cover
Contact Name
Ira Cinta Lestari
Contact Email
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Phone
+628196029417
Journal Mail Official
jurnal.ibnusina@fk.uisu.ac.id
Editorial Address
Jalan STM No. 77, Medan Johor, Medan, Sumatera Utara, Indonesia 20146
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara
ISSN : 14119986     EISSN : 26142996     DOI : https://doi.org/10.30743/ibnusina
Core Subject : Humanities, Health,
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan-Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara merupakan jurnal yang memiliki cakupan keilmuan dalam bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, dan ilmu perilaku dan terbit 2 kali dalam setahun yaitu pada bulan Januari dan Juli. Terbitan pertama adalah bulan Januari 2020. Naskah yang masuk akan diterima oleh editor untuk kemudian kan dilakukan pemeriksaan kemiripan naskah dengan aplikasi Plagiarism Checker. Proses review dilakukan dengan menggunakan peer review. Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan menerima naskah dengan topik bidang kedokteran, kesehatan masyarakat, ilmu perilaku, dan topik lainnya yang relevan.
Articles 194 Documents
PERBEDAAN KADAR ASPARTATE AMINOTRANSFERASE (AST) PADA SERUM YANG DISENTRIFUGASI DAN TIDAK DISENTRIFUGASI: DIFFERENCES IN ASPARTATE AMINOTRANSFERASE (AST) LEVELS IN CENTRIFUGED AND UNCENTRIFUGED SERUM Simamora, Nanda Engelina Afrilia; Haiti, Margareta; Hutabarat, Mustika Sari H
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.882

Abstract

Pada pemeriksaan kadar aspartate aminotransferase (AST) dalam darah, salah satu bahan pemeriksaan yang digunakan adalah serum. Untuk memperoleh serum dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dilakukan sentrifugasi dan tanpa sentrifugasi (diendapkan). Serum tanpa sentrifugasi dapat digunakan sebagai upaya lain ketika disuatu laboratorium terdapat kendala pada sarana dan prasarana agar pemeriksaan AST dapat tetap dilakukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui perbedaan kadar aspartate aminotransferase (AST) menggunakan serum yang disentrifugasi dan tidak disentrifugasi. Jenis penelitian ini adalah pre eksperiment dengan desain penelitian Static-Group Comparison. Penelitian dilakukan di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Palembang. Subjek penelitian yang digunakan berjumlah 38 mahasiswa/i. Pengambilan sampel yang dilakukan menggunakan metode total sampling. Analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil yang didapatkan pada penelitian ini adalah rata-rata kadar aspartate aminotrasferase (AST) pada serum disentrifugasi 26.76 U/L, rata-rata kadar aspartate aminotrasferase (AST) pada serum tidak disentrifugasi 27.14 U/L. Berdasarkan penelitian yang dilakukan, disimpulkan bahwa kadar AST pada serum yang disentrifugasi tidak ada perbedaan yang bermakna dengan kadar AST pada serum tidak disentrifugasi p = 0.292 (p>0.05). Untuk penelitian selanjutnya disarankan melakukan pemeriksaan terhadap analit lainnya.
KHASIAT KARDIOPROTEKTIF VIRGIN COCONUT OIL (VCO) PADA TIKUS YANG TERPAPAR ASAP ROKOK: CARDIOPROTECTIVE PROPERTIES OF VIRGIN COCONUT OIL IN RATS EXPOSED TO CIGARETTE SMOKE Simorangkir, Saharnauli J. Verawaty; Sitanggang, Ervina Julien; Simaremare, Ade Pryta
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.885

Abstract

Para peneliti telah menghubungkan antioksidan dalam minyak kelapa murni (VCO) dengan peningkatan kesehatan; meskipun demikian, kemampuan kardioprotektif dan antioksidan VCO terhadap stres oksidatif yang disebabkan oleh kebiasaan merokok masih belum banyak dieksplorasi. Penelitian ini meneliti mengenai efek kardioprotektif dan antioksidan VCO dalam kaitannya dengan kerusakan jaringan jantung. Tikus Wistar jantan yang berjumlah 24 ekor dibagi menjadi empat kelompok: Kelompok 1 (kelompok kontrol) menerima pelet tikus; Kelompok 2 (kelompok kontrol positif) diberi diet dasar dan dipapar asap rokok; Kelompok 3 diberi asap rokok bersama dengan 0,45 ml VCO; Kelompok 4 diberi asap rokok ditambah 0,9 ml VCO. Analisis histologis jaringan jantung dilakukan setelah 28 hari pengobatan. Kelompok 2 menunjukkan tingkat kariolisis yang paling menonjol. Secara bersamaan, hasil dari kelompok pengobatan 3, menunjukkan sedikit kerusakan pada miosit jantung. Studi ini menunjukkan bahwa menghirup asap rokok dapat membahayakan jantung dan menegaskan efek kardioprotektif VCO terhadap kerusakan miokardium akibat asap rokok melalui pengurangan stres oksidatif.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEJADIAN COMPUTER VISION SYNDROME PADA SISWA-SISWI SMP PLUS AL-ASHRI: FACTORS THAT INFLUENCE THE OCCURRENCE OF COMPUTER VISION SYNDROME IN AL-ASHRI PLUS MIDDLE SCHOOL STUDENTS Syauqad, Muhammad; Rimayanti, Ulfah; Tihardimanto, Andi; Azis, Asrul Abdul; Ahmad, Arifuddin
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.886

Abstract

Teknologi komunikasi dan informasi yang berkembang semakin pesat telah memasuki tiap aspek kehidupan. Hampir 75% dari aktivitas harian seseorang meliputi penggunaan komputer. Pandemi COVID-19 juga memberikan dampak yang cukup signifikan, terutama pada kegiatan pembelajaran sekolah yang beralih ke sistem pembelajaran daring dimana melibatkan penggunaan gadget. Hal ini menyebabkan intensitas penggunaan perangkat gadget meningkat sehingga memicu banyaknya keluhan mata akibat melihat layar gadget yang disebut Computer Vision Syndrome (CVS). Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kejadian CVS dengan menggunakan CVS-Q guna menilai gejala CVS dari pengguna gadget dan kuesioner perilaku penggunaan gadget guna mengetahui kebiasaan pengguna dalam memakai gadgetnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan analitik observasional dengan desain cross-sectional dilakukan di SMP Plus Al-Ashri. Penelitian ini melibatkan 133 siswa yang dikelompokkan sesuai strata kelasnya. Analisis statistik digunakan untuk menentukan faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian CVS, seperti umur, jenis kelamin, postur tubuh, pencahayaan lingkungan, kelembapan udara, durasi pemakaian, lama pemakaian, frekuensi pemakaian, dan jarak pandang. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan signifikan pada faktor durasi pemakaian dan kelembapan udara (p<0.05). Kesimpulannya, terdapat dua faktor yang mempengaruhi kejadian CVS pada siswa-siswi SMP Plus Al-Ashri yakni faktor frekuensi pemakaian dan kelembapan udara.
ANALISA KEJADIAN MUAL MUNTAH PASCAOPERASI DENGAN ANESTESI UMUM DI RS PROF CHAIRUDDIN P. LUBIS USU: ANALYZE POSTOPERATIVE NAUSEA AND VOMITING WITH GENERAL ANESTHESIA AT RS PROF. CHAIRUDDIN P. LUBIS Silaen, Ester Lantika Ronauli; Chandrasagaran, Kausalya; Husada, M. Surya; Ginting, Andi Raga
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.888

Abstract

Mual dan muntah pascaoperasi, yang dikenal sebagai Post Operative Nausea Vomiting (PONV), merupakan komplikasi umum yang sering dikeluhkan pasien setelah menjalani pembedahan dengan anestesi umum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis insidensi PONV pada pasien yang menerima anestesi umum di Rumah Sakit Prof. Chairuddin P. Lubis USU, Medan. Desain penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 97 pasien. Instrumen yang digunakan adalah lembar penilaian PONV. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 40,6% pasien mengalami PONV sebanyak 4–6 kali, 34,4% sebanyak 1–3 kali, dan 25,0% lebih dari 7 kali. Durasi operasi sebagian besar berkisar antara 60–90 menit, dengan anestesi umum intubasi endotrakeal (GA ETT) yang digunakan pada mayoritas kasus. Penggunaan GA ETT pada pembedahan berdurasi panjang berhubungan dengan risiko PONV yang lebih tinggi. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan strategi pencegahan PONV yang lebih efektif. Anestesi umum dengan GA ETT pada operasi berdurasi panjang berkorelasi dengan risiko PONV yang lebih tinggi, diduga akibat akumulasi efek anestesi dan stimulasi refleks vagal. Temuan ini menegaskan perlunya strategi pencegahan PONV yang terarah.
PENGENALAN BAHASA ASING PADA ANAK DENGAN GANGGUAN BICARA: INTRODUCTION TO FOREIGN LANGUAGES IN CHILDREN WITH SPEECH DISORDERS Hendriyani, Dwi; La Tabari, Muhammad Fadhlan; Nasir, Andi; Saragih, Novia Nurinta Jayanti; Agustiawan
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.896

Abstract

Perkembangan merupakan penambahan struktur serta fungsi tubuh menjadi lebih kompleks, misalnya: gerak kasar, gerak halus, bicara, serta bahasa dan sosialisasi maupun kemandirian. Perkembangan merupakan merupakan hasil dari interaksi kematangan susunan saraf pusat dengan organ yang dipengaruhinya. Bahasa merupakan bentuk komunikasi khas manusia yang mengikat kelompok sosial manusia. Bahasa menggunakan sinyal yang disetujui oleh suatu komunitas sosial (kata-kata dan kalimat) dalam sistem yang diatur oleh aturan untuk menyampaikan makna. Tujuan dari penulisan artikel ini adalah memberikan pengetahuan mengenai paparan bahasa asing pada anak dengan gangguan bicara dan bahasa.Sebagian besar penelitian telah menunjukkan bahwa anak dengan gangguan bahasa yang belajar bahasa kedua dapat mengejar ketertinggalan satu bahasa setelah paparan yang cukup untuk bahasa kedua. Anak ini mengikuti jalur perkembangan yang sama dan mencapai tingkat kemahiran bahasa yang sama dengan anak satu-bahasa dengan gangguan bahasa. Penelitian menunjukkan bahwa anak dengan gangguan bahasa yang berusia lebih tua memiliki keunggulan kecepatan belajar dalam pengaturan yang diinstruksikan dan juga sejalan dengan penelitian yang menunjukkan bahwa anak dengan gangguan bahasa yang lebih tua mendapat manfaat dengan memulai belajar bahasa asing lebih lambat. Keuntungan usia yang lebih tua mungkin karena keterampilan kognitif mereka yang lebih berkembang dan kosakata bahasa ibu yang lebih banyak, sehingga dapat menerima informasi dengan lebih baik. Beberapa penelitian yang kami kumpulkan dapat menyingkirkan kekhawatiran orangtua untuk mengajarkan bahasa asing kepada anak dengan gangguan bicara.
PERAN RASIO LACTATE DEHIDROGINASE DAN LIMFOSIT SEBAGAI PENANDA EFUSI PLEURA MALIGNANSI: THE ROLE OF LACTATE DEHYDROGENASE AND LYMPHOCYTE RATIO AS MARKERS OF MALIGNANT PLEURAL EFFUSION Pasaribu, Rouly Pola; Damayanti, Lia
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.913

Abstract

Pendahuluan: Efusi pleura merupakan salah satugejala dari patologi yang mendasarinya. Pemeriksaan biokimia yang umumnya dilakukan untuk membedakan patologi tersebut adalah kadar laktat dehydrogenase, adenosine deaminase, dan limfosit. Tujuan: mengevaluasi penggunaan rasio LDH cairan pleura/limfosit dalam cairan pleura sebagai parameter baru untuk membedakan antara efusi pleura maligna dan bukan. Metode: Penelitian cross sectional di RSUP Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang menggunakan rekam medis. Pasien dewasa dengan diagnosa efusi pleura eksudatif yang dilakukan pemeriksaan analisa cairan pleura libatkan dalam penelitian ini. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji T tidak berpasangan atau uji Mann Whitney U. Hasil: Penelitian ini melibatkan 206 pasien, dimana 43,21% didiagnosis dengan efusi pleura non-malignansi, sedangkan 56,79% dengan efusi pleura malignansi. Pemeriksaan LDH cairan pleuradan limfosit cairan pleura menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok pasien dengan dan tanpa malignansi (LDH cairan pleurakelompok malignansi: 593,5 U/L [32 – 1.940] vs kelompok non-malignansi: 198 U/L [104 – 811], p < 0,001; limfosit kelompok non-malignansi: 87% [21-95] vs kelompok malignansi: 38% [30-93], p < 0,001). Rasio LDH cairan pleura terhadap limfosit juga menunjukkan perbedaan yang signifikan (kelompok malignansi: 15,18 [0,81-60,03] vs non-malignansi: 2,84 [1,15-22,87], p < 0,001). Kesimpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan antara LDH cairan pleura, limfosit cairan pleura, dan rasio antara kedua antara pasien dengan efusi pleura maligna dan non-maligna.
HUBUNGAN BBLR DENGAN KEJADIAN STUNTING PADA ANAK BALITA DI PUSKESMAS GEBANG, KABUPATEN LANGKAT: RELATIONSHIP BETWEEN LOW BIRTH WEIGHT (LBW) AND STUNTING IN TODDLERS AT GEBANG HEALTH CENTER, LANGKAT REGENCY Theresya, Agnes Ribka
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.918

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka panjang, yang menyebabkan gangguan pertumbuhan pada anak, ditandai dengan tinggi badan yang lebih rendah dari standar usianya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Berat Badan Lahir Rendah (BBLR) dan kejadian stunting pada balita di Puskesmas Gebang, Kabupaten Langkat. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel 30 balita yang dipilih melalui total sampling. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan uji Fisher’s Exact Test. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar ibu memiliki pendidikan terakhir SMA (46,7%), sebanyak 53,3% balita mengalami BBLR, dan 66,7% mengalami stunting. Hasil uji Fisher menunjukkan nilai signifikansi 0,019 (p < 0,05), yang menandakan adanya hubungan signifikan antara BBLR dan kejadian stunting. Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 9,333 menunjukkan bahwa balita dengan BBLR memiliki risiko 9,3 kali lebih tinggi mengalami stunting dibandingkan balita dengan berat badan lahir normal. Kesimpulannya, BBLR merupakan faktor risiko signifikan terhadap kejadian stunting pada balita, sehingga perlu dilakukan upaya pencegahan sejak masa kehamilan.
KAJIAN EPIDEMIOLOGIS PERKEMBANGAN FISIK ANAK DAN REMAJA DI KECAMATAN ERIS, KABUPATEN MINAHASA, SULAWESI UTARA: SEBUAH ANALISIS DATA: EPIDEMIOLOGICAL STUDY OF PHYSICAL DEVELOPMENT OF CHILDREN AND ADOLESCENTS IN ERIS DISTRICT, MINAHASA REGENCY, NORTH SULAWESI: A DATA ANALYSIS Palandeng, Henry; Porajowa, Zwingly; Munajang, Herdy
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.922

Abstract

Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan indikator penting dalam pemantauan status gizi anak dan remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi distribusi IMT berdasarkan usia dalam populasi anak dan remaja di Pusat Pengembangan Anak (PPA) – 0204 Desa Watumea, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, Sulawesi Utara. Metode penelitian menggunakan desain observasional deskriptif, dengan pengukuran berat badan dan tinggi badan untuk menghitung IMT. Analisis deskriptif dilakukan untuk menentukan rata-rata, median, standar deviasi, serta sebaran minimum dan maksimum IMT dalam populasi. Hasil menunjukkan bahwa rata-rata IMT adalah 18.9 (SD = 2.4), dengan median 18.7, dan nilai minimum serta maksimum masing-masing 14.2 dan 24.8. Distribusi IMT menunjukkan tren peningkatan seiring bertambahnya usia, dengan variasi lebih besar pada kelompok usia remaja. Perempuan memiliki penyebaran IMT lebih luas dibandingkan laki-laki, yang mengindikasikan adanya perbedaan pola pertumbuhan. Temuan ini menekankan pentingnya intervensi berbasis komunitas dalam meningkatkan status gizi anak dan remaja, termasuk program edukasi gizi di sekolah, pemantauan IMT secara berkala, serta peningkatan aktivitas fisik untuk mencegah ketidakseimbangan status gizi dalam populasi.
FAKTOR-FAKTOR RISIKO PENYAKIT MALARIA: STUDI KARAKTERISTIK, LINGKUNGAN DAN PERILAKU: MULTIFACTORIAL RISKS FOR MALARIA INCIDENCE: CHARACTERISTIC, ENVIRONMENT AND BEHAVIORAL STUDY Sitepu, Rahmadani; Marsaulina, Irnawati; Nurmaini; Ashar, Taufik
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.923

Abstract

Malaria masih menjadi masalah kesehatan global yang utama, terutama di Indonesia. World Malaria Report 2020 melaporkan terdapat 229 juta kasus dan 409.000 kematian akibat malaria. Di Indonesia, Kecamatan Kutambaru, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, melaporkan 22 kasus (84%) pada tahun 2020. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor risiko malaria di Kecamatan Kutambaru. Penelitian ini menggunakan desain studi potong lintang dengan sampel sebanyak 283 orang yang dipilih secara accidental sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara dengan menggunakan kuesioner. Analisis data meliputi analisis univariat, bivariat, dan multivariat dengan menggunakan regresi logistik. Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa pendidikan, pengetahuan, penerangan rumah, semak belukar, rumah berdinding kayu tanpa plafon, genangan air, rumah dekat kebun atau sungai, dan sering keluar rumah pada malam hari berhubungan dengan kejadian malaria. Hasil multivariat menunjukkan bahwa pengetahuan merupakan faktor yang dominan dengan nilai OR sebesar 5,766 yang mengindikasikan bahwa pengetahuan yang kurang baik berpengaruh besar terhadap kejadian malaria di Kutambaru. Kearifan lokal dapat dimanfaatkan dalam memberdayakan masyarakat dengan tujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui pendidikan kesehatan dengan melibatkan peran pelayanan kesehatan dan instansi pemerintah terkait khususnya di Kecamatan Kutambaru Kabupaten Langkat.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN PERSENTASE LEMAK TUBUH PADA MAHASISWA PRODI KEDOKTERAN UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA: THE RELATIONSHIP BETWEEN STRESS LEVELS AND BODY FAT PERCENTAGE AMONG MEDICAL STUDENTS AT UNIVERSITAS SULTAN AGENG TIRTAYASA Nugroho, Muhammad Rachman; Prameswari, Yuda Nabella; Abdullah, Rukman
Ibnu Sina: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan - Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sumatera Utara Vol. 24 No. 2 (2025): Juli 2025
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Islam Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/ibnusina.v24i2.924

Abstract

Stres merupakan respon psikologis dan fisiologis yang dapat memengaruhi komposisi tubuh, termasuk persentase lemak tubuh sebagai indikator risiko penyakit metabolik. Mahasiswa kedokteran yang rentan terhadap stres tinggi berpotensi mengalami peningkatan persentase lemak tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat stres dengan persentase lemak tubuh pada mahasiswa kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah stratified random sampling, dengan total 98 responden dari mahasiswa aktif Program Studi Kedokteran, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Perceived Stress Scale yang disebarkan melalui Google Forms, sedangkan persentase lemak tubuh diukur dengan metode Bioelectrical Impedance Analysis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji statistik chi-square. Hasil penelitian diperoleh data bahwa mayoritas responden berada pada tingkat stres sedang (52%) dan memiliki persentase lemak tubuh dalam kategori tinggi (53,1%). Analisis statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat stres dan persentase lemak tubuh (p < 0,05). Penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat stres berhubungan dengan peningkatan persentase lemak tubuh pada mahasiswa Program Studi Kedokteran Universitas Sultan Ageng Tirtayasa. Oleh karena itu, pengelolaan stres yang efektif dapat meningkatkan kesehatan fisik mahasiswa, termasuk persentase lemak tubuh yang lebih optimal. Namun, hasil ini memiliki keterbatasan, karena hanya melibatkan satu institusi.