cover
Contact Name
Enny Rachmani
Contact Email
ijhims.aptirmik@gmail.com
Phone
+628112761627
Journal Mail Official
ijhims.aptirmik@gmail.com
Editorial Address
Universitas Dian Nuswantoro Fakultas Kesehatan Jl. Nakula I No. 5-11 Semarang
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
ISSN : 28090462     EISSN : 28090241     DOI : https://doi.org/10.33560/
- Medical Record Management - Health Information Clinical Audit - Coding Audit - Medical Record audit - Health Information Technology - Health Information System - Health Service Statistic
Articles 70 Documents
Socialization of Filling in Completeness of Medical Record Resume and Accuracy of Diagnostic Code of Surgical Treatment Unit for BPJS Patients on Submission of Inpatient Service Claims Yulia Fitriani; Deni Maisa Putra; Dian Novita; Anisah Amartia
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 2 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (255.709 KB) | DOI: 10.33560/ijhims.v2i2.48

Abstract

ABSTRACT. The completeness of the medical resume and the accuracy of the diagnosis code will affect the information generated due to the inaccuracy of the data presented so that it has an impact on the quality of information and the accuracy of the code in accordance with ICD-10. In RSI Ibnu Sina Padang, incomplete and inaccurate medical resumes are still found. This study aims to determine the review of the completeness of the medical resume and the accuracy of the diagnostic code of the surgical care unit for BPJS patients on filing BPJS claims for inpatient surgical care units. This type of research is descriptive, to see a description of the completeness of the medical resume and the accuracy of the diagnosis code of the surgical care unit for BPJS patients for submitting claims for inpatient services. The study was carried out in the case mix surgical treatment unit at Ibnu Sina Hospital. Data collection method using univariate analysis. The results showed that the completeness of the incomplete medical resume was (30.9%), the accuracy of the inaccurate diagnosis code was 14.8%, and there were no claims pending for BPJS claims. Based on the results of the study, it can be concluded that the incompleteness of the medical resume and inaccuracies are still not maximized, the researchers suggest paying attention to the medical record officer/coder starting from compliance with applicable regulations and policies, so that the completeness of the medical resume and the accuracy of the diagnosis code can be achieved as expected.
PENGENALAN TEKNOLOGI INFORMASI DALAM EDUKASI DAN PENCATATAN KESEHATAN SISWA DI SEKOLAH TK-SD-SMP Evina Widianawati
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 2 No. 2 (2022): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.755 KB) | DOI: 10.33560/ijhims.v2i2.49

Abstract

Di TK-SD Sekolah Islam Ustman Bin Affan (SIUBA) dan SMP PGRI Banyubiru belum ada sosialisasi penggunaan teknologi informasi dalam edukasi dan pencatatan kesehatan siswa. Dirancang aplikasi pencatatan siklus haid bagi siswa SMP sedangkan bagi guru TK-SD disosialisasikan penggunaan whatsauto dalam edukasi kesehatan secara otomatis. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk sosialisasi penggunaan aplikasi pencatatan siklus haid bagi siswa SMP dan sosialisasi penggunaan whatsauto bagi guru TK-SD. Metodologi pelaksanaan kegiatan yaitu tindakan atau action research yang dilakukan pada guru TK-SD SIUBA dan siswa SMP PGRI Banyubiru. Sosialisasi penggunaan aplikasi whatsauto dan sosialisasi aplikasi pencatatan siklus haid dilakukan selama 2x pertemuan. Hasil pengabdian menunjukkan pengetahuan guru TK_SD pada penggunaan aplikasi terjadi peningkatan sebesar 121%. Dari hasil FGD diketahui bahwa siswa SMP mengetahui cara pencatatan siklus haid dan pengkategorian normal haid. Berdasarkan peningkatan skor pengetahuan guru TK-SD serta hasil FGD siswa SMP maka dapat disimpulkan bahwa pengenalan teknologi informasi sangat bermanfaat bagi guru dalam edukasi kesehatan siswa serta bermanfaat bagi siswa dalam pencatatan kesehatan
Upaya Meningkatkan Pengetahuan Staf Tentang Kondisi Yang Dilaporkan Pada Pelaporan Insiden Keselamatan Pasien Melalui Kegiatan Sosialisasi Savitri Citra Budi; Marko Ferdian Salim; Dian Herawati; Nia Fararid Askar
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i1.52

Abstract

Isu keselamatan pasien tetap menjadi fokus perhatian pada kualitas pelayanan di rumah sakit, setelah dilaporkan adanya insiden yang mengakibatkan peningkatan biaya pengobatan dan kerugian bagi pasien yang sebenarnya dapat dicegah. Keberhasilan pelaporan insiden sangat tergantung pada peran semua staf. Upaya perlu ditingkatkan untuk membiasakan staf dengan pelaporan insiden. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi terkait peningkatan pengetahuan petugas tentang kondisi yang dilaporkan dalam laporan insiden keselamatan pasien. Metode pelaksanaan kegiatan berupa pre-test, penyampaian materi sosialisasi, diskusi, dan post-test yang dikemas dalam kegiatan seminar internal satu hari. Seminar ini diikuti oleh 85 staf (dari 97 undangan) perwakilan staf RSUD Nyi Ageng Serang Kulon Progo. Peserta seminar terdiri dari 5 tenaga medis, 37 tenaga keperawatan, 1 tenaga kebidanan, 2 apoteker, 3 tenaga kesehatan masyarakat, 4 tenaga kesehatan lingkungan, 2 ahli gizi, 4 tenaga medis, 5 tenaga biomedis, dan 22 tenaga non medis. Materi yang disampaikan dalam kegiatan ini berkaitan dengan pelapor, kondisi yang dilaporkan, dan alur pelaporan insiden di rumah sakit. Hasil seminar ini dapat meningkatkan pengetahuan petugas sebesar 3,2%. Kesimpulannya, diperlukan kegiatan sosialisasi untuk penyegaran materi yang efektif disela-sela kegiatan rutin yang harus dilakukan oleh staf di rumah sakit.
Pendampingan Pemanfaatan Inovasi Teknologi Layanan Puskesmas 7G (Gesit, Gak Antri, Gak Ribet, Gratis, Go Cashless, Gak Lemot, Gemati) Nina Dwi Astuti; Irmawati; Muh. Rifqy Aufa Daffa; Noor Taufik Hidayat
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i1.55

Abstract

Citra Puskesmas sampai saat ini masih dianggap kurang baik dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pemerintah Kota Semarang membuat program inovasi pemanfaatan teknologi yang diberi nama Layanan Puskesmas 7G (Gesit, Gak Antri, Gak Ribet, Gratis, Go Cashless, Gak Lemot, Gemati). Program ini telah mulai diluncurkan sejak September 2019 namun masih banyak masyarakat yang belum mengetahui layanan Puskesmas 7G. Kegiatan pengabdian masyarakat berupa pendampingan pemanfaatan layanan Puskesmas 7G ditujukan kepada 30 kader kesehatan di Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Hasil pre dan post test menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara pengetahuan sebelum dan sesudah kegiatan pendampingan. Setelah dilakukan kegiatan pendampingan, kader dibekali dengan berbagai media promosi yang akan disebarluaskan melalui media WhatsApp grup RT. Diharapkan, setelah masyarakat mengetahui berbagai layanan inovasi ini, mereka mau memanfaatkan layanan-layanan tersebut dan merasakan manfaatnya. Citra positif Puskesmas diharapkan dapat meningkat.
Pendampingan Pencatatan Dan Pelaporan Posbindu Sekar Wangi Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunung Pati Kota Semarang Asih Prasetyowati; Endah Widaningtyas; Maulina Latifah
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i1.51

Abstract

ABSTRAK.  Posbindu Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan bentuk peran serta masyarakat dalam upaya pengendalian faktor risiko secara mandiri dan berkesinambungan. Pengembangan Posbindu PTM dapat dipadukan dengan upaya yang telah terselenggara di masyarakat. Melalui Posbindu PTM, pencegahan faktor risiko PTM dapat ditingkatkan sehingga kejadian PTM di masyarakat dapat ditekan. Kelurahan Sukorejo memiliki Puskesmas Sekaran sebagai Pembina kegiatan kesehatan di masyarakat.  RW 12 Kelurahan Sukorejo baru saja membentuk Posbindu pada Bulan Maret 2021. Kader yang terkumpul sebanyak 14 orang dari tujuh RT. Posbindu ini masih membutuhkan banyak dukungan sumber daya dalam menggerakkan organisasi dan program kesehatan. Kader yang terbentuk belum dilatih dan belum bersertifikat. Sarana posbindu kit juga belum tersedia dan masih meminjam dari sarana posyandu remaja. Pembukuan data kegiatan juga belum terorganisir dengan baik. Pengabdian kepada masyarakat ini berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat khususnya pada program kesehatan usia produktif, sehingga penyakit-penyakit degeneratif dapat dicegah, pola hidup keluarga lebih sehat, dan derajat kesehatan masyarakat lebih meningkat. Luaran PkM ini adalah terbentuknya Pencatatan dan Pelaporan Posbindu Sekar Wangi RW 12 Kelurahan Sukorejo Semarang dengan sistem pencatatan yang memadai.   Kata kunci : Posbindu, Keluarga Sehat, Pencatatan dan Pelaporan   ABSTRACT. Posbindu Non-Communicable Diseases (PTM) is a form of community participation in efforts to control risk factors independently and continuously. PTM Posbindu development can be combined with efforts that have been held in the community. Through Posbindu PTM, prevention of PTM risk factors can be increased so that the incidence of PTM in the community can be reduced. Kelurahan Sukorejo has a Sekaran Health Center as the supervisor of health activities in the community. RW 12 Sukorejo Village has just formed Posbindu in March 2021. The cadres collected were 14 people from seven RTs. This Posbindu still needs a lot of resource support in driving health organizations and programs. The formed cadres have not been trained and have not been certified. Posbindu kit facilities are also not yet available and they are still borrowing from youth posyandu facilities. Bookkeeping of activity data is also not well organized. This community service contributes to community empowerment, especially in the productive age health program, so that degenerative diseases can be prevented, family life patterns are healthier, and the community's health status is improved. The output of this PkM is the establishment of Recording and Reporting for Posbindu Sekar Wangi RW 12, Kelurahan Sukorejo Semarang with an adequate recording system. Keywords: Posbindu, Healthy Families, Recording and reporting
Pengukuran Literasi Kesehatan Digital Kader Kesehatan Desa Penadaran Menggunakan SI-Cerdik: Digital Health Literacy Competencies of Community Health Workers in Penadaran Village, Grobogan Enny Rachmani; Fitria Dewi; Haikal Haikal; Oki Setiono
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i1.57

Abstract

Teknologi saat ini dapat membantu kita untuk mendapatkan informasi digital salah satunya terkait dengan literasi kesehatan. Literasi kesehatan sangat berdampak besar pada hal kesehatan, hal ini dibuktikan dari tingkat layanan kesehatan yang sekarang ini semakin berkembang pesat. Si-Cerdik menjadi salah satu platform literasi kesehatan yang dapat digunakan untuk mengukur literasi informasi kesehatan digital bagi tenaga kesehatan dan masyarakat umum. Pengabdian dilakukan pada salah satu pusat layanan kesehatan masyarakat pada kader. DHLC (Digital Health Literacy Competencies for Citizen) merupakan salah satu cara dalam mengukur literasi kesehatan yang telah teruji validiitas dan reliabiltasnya dengan menggunakan kuesioner. Hasil pengukuran berupa pre-test dan post-test diolah secara statistik menggunakan uji beda Wilcoxon Test. Hasil akhir dari pengukuran post-test menunjukkan secara statistik berbeda secara signifikan dengan pre-test.
Telemedicine Sebagai Media Konsultasi Dan Komunikasi Kesehatan Jarak Jauh Pada Kader Kesehatan Posyandu Kelurahan Sumampir Widya Ratna Wulan
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i1.59

Abstract

Upaya penanggulangan COVID-19 harus terus dilakukan secara masif dengan beberapa strategi mengingat pandemi COVID-19 yang berkepanjangan telah memberikan dampak besar bagi perekonomian dan kehidupan sosial. Tingkat kerentanan tenaga kesehatan dan masyarakat yang meningkat diperlukan intervensi tidak hanya dari sisi penerapan protokol kesehatan namun juga diperlukan intervensi lain yang efektif untuk memutuskan mata rantai penularan penyakit melalui upaya Telemedicineasi dosis ketiga dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi kesehatan yaitu telemedicine. Implementasi telemedicine menjadi salah satu terobosan teknologi informasi dan komunikasi di bidang kesehatan dan medis untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Luaran yang diharapkan untuk tercapai adalah kader kesehatan mampu mengetahui dan menggali potensi diri dalam berkomunikasi interpersonal yang berguna saat menjadi fasilitator/mediator dalam memberikan edukasi tentang informasi dan manfaat telemedicine/telehealth di era Pandemi COVID ini kepada masyarakat menggunakan media audio visual berstandart nasional. Pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan terkait telemedicine/telehealth dan pelayanan kesehatan khususnya telekonsultasi medis mengalami peningkatan sebesar 55,49 setelah pelatihan.
Sosialisasi Dan Implementasi Penggunan RKP (Rekam Kesehatan Personal) Untuk Deteksi Dini Cegah Stunting Syifa Sofia Wibowo
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan kondisi seorang anak yang terlalu pendek atau terlalu tinggi dan tidak sesuai dengan perkembangan usianya. Anak dengan stunting memiliki resiko tinggi untuk terinfeksi penyakit dan perkembangan kecerdasan yang tidak optimal. Survey telah dilakukan di 12 posyandu yang ada di wilayah kerja Kelurahan Pandean Lamper. Diketahui bahwa hasil pengukuran tinggi badan tidak menjadi indikator pengukuran status gizi anak di posyandu. Sedangkan menurut teori, status gizi dapat diukur tidak hanya berdasarkan berat badan anak tetapi juga berdasarkan tinggi badan anak. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, maka dibuatlah aplikasi Rekam Kesehatan Personal (RKP) untuk mempermudah pencatatan dan diagnosa kasus stunting. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan kader posyandu dan ibu yang memiliki anak balita untuk mengukur status gizi anaknya. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik dan lancar. Peserta kegiatan menyambut sosialisasi stunting dengan baik. Peserta ikut aktif bertanya, langsung mengunduh aplikasi RKP dari ponsel dan mencoba aplikasi saat kegiatan sedang berlangsung. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta kegiatan memahami tentang stunting, bahaya stunting serta deteksi dini stunting. Peserta kegiatan paham cara penggunaan dan cara membaca hasil aplikasi RKP.
IbM SOSIALISASI GIZI KESEHATAN REMAJA LAKI-LAKI DI SMP PGRI BANYUBIRU KABUPATEN SEMARANG Nugraheni Kusumawati
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK. Masa remaja rentan terhadap masalah gizi. Kebutuhan dan kecukupan gizi yang tidak seimbang akan berpengaruh pada permasalahan gizi, yaitu gizi lebih maupun gizi kurang. Remaja perempuan dan laki-laki di Indonesia kini tengah mengalami permasalahan gizi. Sekitar 1 dari 4 remaja laki-laki mengalami masalah stunting, 1 dari 7 mengalami obesitas, dan hampir seperempatnya mengalami kekurangan darah. Hal ini menunjukkan bahwa masalah gizi pada remaja laki-laki masih menjadi perkara yang belum teratasi, sehingga diperlukan sosialisasi untuk mengatasi masalah tersebut. Sosialisasi dilakukan dengan cara menyampaikan serta menjelaskan materi terkait dengan gizi pada remaja laki-laki. Hasil dari sosialisasi yang disampaikan adalah siswa remaja laki-laki sangat antusias untuk bertanya terkait dengan materi yang disampaikan karena merasa asupan nutrisi yang mereka makan belum memenuhi angka kecukupan gizi yang seharusnya. Kesimpulan akhir dari kegiatan sosialisasi adalah kegiatan berjalan lancar dan siswa remaja laki-laki memahami gizi apa saja yang harus mereka konsumsi agar tidak mengalami masalah gizi ke depannya. Kata kunci: Sosialisasi; Gizi Kesehatan; Remaja Laki-Laki ABSTRACT. Adolescence is vulnerable to nutritional problems. Unbalanced nutritional needs and adequacy will affect nutritional problems, namely excess nutrition and undernutrition. Teenage girls and boys in Indonesia are currently experiencing nutritional problems. About 1 in 4 teenage boys has a stunting problem, 1 in 7 is obese, and almost a quarter have a lack of blood. This shows that the problem of nutrition in adolescent boys is still a problem that has not been resolved, so socialization is needed to overcome this problem. Socialization is carried out by conveying and explaining material related to nutrition to male adolescents. The result of the socialization that was delivered was that young male students were very enthusiastic to ask questions related to the material presented because they felt that the nutritional intake they were eating did not meet the proper nutritional adequacy rate. The final conclusion from the socialization activity was that the activity ran smoothly and the teenage boys understood what nutrients they should consume so they would not experience nutritional problems in the future. Keywords: Socialization; Health Nutrition; Teenage Boys
Pemberdayaan Masyarakat Kelompok PKK/Kader Kesehatan : Pentingnya Kartu Identitas Berobat Dan Rekam Medis Di Desa Giriwono Sri Sugiarsi; Astri Sri Warianti; Febi Dyah Ayu Seruni; Nandani Kusuma Ningtyas
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 1 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i1.64

Abstract

Mayoritas masyarakat  Desa  Giriwondo, Kecamatan Jumapolo, Kabupaten Karanganyar berpendidikan SMP, jauh dari akses fasilitas kesehatan. Mayoritas mereka tidak mengetahui pentingnya kartu identitas berobat, kegunaan rekam medis dan mutu pelayananan. Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penyuluhan pentingnya karttu identitas berobat, kegunaan rekam medis dan mutu pelayanan. Sebagai metodenya adalah cerama, diskusi dan demonstrasi.Hasil kegiatan ini adalah ada peningkatan pengetahuan sebelum dan setelah diberi pelatihan (selisih mean: -3,2, SD:1,7). Kata Kunci: penyuluhan, identitas kartu berobat, rekam medis, kelompok pkk