cover
Contact Name
Enny Rachmani
Contact Email
ijhims.aptirmik@gmail.com
Phone
+628112761627
Journal Mail Official
ijhims.aptirmik@gmail.com
Editorial Address
Universitas Dian Nuswantoro Fakultas Kesehatan Jl. Nakula I No. 5-11 Semarang
Location
Kab. karanganyar,
Jawa tengah
INDONESIA
Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
ISSN : 28090462     EISSN : 28090241     DOI : https://doi.org/10.33560/
- Medical Record Management - Health Information Clinical Audit - Coding Audit - Medical Record audit - Health Information Technology - Health Information System - Health Service Statistic
Articles 70 Documents
SOSIALISASI SISTEM E-BOOKING RUANG KELAS OLEH PENANGGUNG JAWAB MATA KULIAH MENGGUNAKAN QR CODE BERBASIS WEB DI STIKES DHARMA LANDBOUW PADANG TAHUN 2022 Yulfa Yulia; Oktamianiza; Kalasta Ayunda Putri; Vitratul Ilahi; Afridon; Rahmadhani; Irfan Mahelfi
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i2.63

Abstract

Institusi pendidikan, tidak selamanya ruangan yang tersedia di sebuah institusi tersebut sesuai dengan jumlah mahasiswa yang ada, sehinggaperlu dilakukan penyusunan jadwal ruang kuliah dan jadwal perkuliahan. Untuk mempermudah hal tersebut peniliti membuat sebuah rancangan sistem booking ruang kelas menggunakan QR Code guna menghindari bentrok penggunaan ruang kelas. Mengidentifikasi alur proses pembokingan kelas oleh penanggung jawab.Mengidentifikasi data yang dibutuhkan dalam penelitian dan terciptanya sebuah rancangan system yang tentunya sangat membantu mengetahui jumlah ketersediaan ruang kelas untuk proses belajar mengajar secara tatap muka. Metode yang dipakai prototype untuk merancang sistem informasi. Prototy model perangkat lunak. Metode penelitian ini menggunakan pengembangan. R&D untuk menguji keefektifan produk tersebut. Berdasarkan kajian didapatkan bahwa pengujian menggunakan sistem ini, pemesanan ruang kelas tidak perlu dilakukan langsung ke ketua jurusan Adak, pemesanan lebih cepat, ruang kelas yang tersedia juga detail, sehingga lebih mudah bagi siswa untuk memesan ruang kelas. Sistem reservasi ruang kelas memberikan informasi tentang mata kuliah yang kosong dan dapat memudahkan siswa atau guru untuk melakukan reservasi ruang kelas untuk mata kuliah tatap muka.Sistem reservasi kelas memberikan informasi tentang kamar yang tersedia yang dapat dipesan siswa tanpa harus bertemu langsung dengan staf adak. Perlunya mengedukasi pengguna menggunakan sistem agar dapat bekerja secara maksimal
PENYULUHAN PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT DI SD N WONOSRI PURWOREJO kori puspita ningsih; praptana praptana; Heri Hernawan; Kuny Lutfiyatur Rohmah; Binta Huwaina Akhra; Nesya Lufi Giantini
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i2.66

Abstract

Upaya Pemerintah untuk mengubah perilaku masyarakat dilakukan melalui program pembinaan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). PHBS juga merupakan satu diantara sasaran strategis Kementrian Kesehatan dalam pemberdayaan masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia. Permasalahan yang terjadi di SD N Wonosri adalah belum optimalnya pemanfatan media edukasi dalam meningkatkan budaya PBHS bagi perangkat sekolah maupun siswa sekolah. Oleh karena itu, perlu dilakukan Tim PKM Prodi RMIK (D-3) dan Sistem Informasi (S1) Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta menginisiasi untuk memberikan pendidikan masayarakat terkait PHBS di SD N Wonosri Purworejo. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di SDN Wonosri berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan yang baik dari kepala Sekolah SDN Wonosri. Kegiatan penyuluhan, penyediaan sarana cucu tangan dan poster edukasi mampu mampu meningkatkan pengetahuan siswa. peningkatan pengetahuan baik sebesar 92% (dari 8% menjadi 100%). Adanya peningkatan pengetahuan ini diharapkan dapat meningkatkan peilaku PHBS di lingkuangn sekolah SDN Wonosri. Kegiatan PKM serupa dapat di lakukan di lingkungan sekolah yang lain guna meningkatkan pengetahun PHBS di sekolah.
SOSIALISASI SISTEM PENYIMPANAN BERKAS REKAM MEDIS PUSKESMAS ULAK KARANG BERDASARKAN STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS Deni Maisa Putra; Yulia Fitriani; Devid Leonard; Ade Wisandra; Alfauzain; Dian Novita; Washi Fadhila; Annisa Nada Shabrina; Muhammad Al Ashari
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i2.70

Abstract

 Sistem penyimpanan rekam medis menjadi salah satu penilaian dalam standar akreditasi puskesmas. Sistem penyimpanan rekam medis sangat peting untuk dilakukan dalam penilaian intitusi pelayanan kesehatan. Karena sistem penyimpanan dapat memudahkan berkas rekam medis yang akan disimpan di rak penyimpanan, mudah pengembaliannya, dan melindungi berkas rekam medis dari pencurian. Tujuan kegiatan ini untuk sosialisasi Sistem Penyimpanan Berkas Rekam Medis Puskesmas Ulak Karang berdasarkan Standar Akreditasi Puskesmas. Metode yang digunakan adalah pendekatan fenomenologi dengan teknik wawancara, pemaparan materi Standar Akrediatsi Puskesmas, Simulasi dan sosialisasi kepada kepala Puskesmas, petugas Rekam Medis, dan 1 taff Puskesmas. Hasil dalam pelaksanaan sosialisasi sistem penyimpanan berkas rekam medis masih ditemukan permasalahan seperti masih adanya missfile dalam penyimpanan, masa retensi yang tidak ada hal ini tidak sesuai dengan standar akreditasi kriteria 8.4.3 yaitu adanya kebijakan dan prosedur tentang masa retensi. Serta kurangnya sarana dan prasarana ruang penyimpanan rekam medis. Berdasarkan pembahasan dan sosialiasi pada sistem penyimpanan berkas rekam medis masih ada terjadi missfile dan belum dilakukan pemusnahan karena untuk masa retensi puskesmas menurut permenkes nomor 269 tahun 2008 pasal 9 ayat (1) rekam medis pada sarana pelayanan kesehatanan non rumah sakit wajib disimpan sekurang-kurangnya 2 tahun teritung saat pasien terakhir berobat. Dan disarankan untuk petugas melakukan pembinaan untuk menambah ketelitian petugas rekam medis serta membuat kebijakan tentang masa retensi.
OPTIMALISASI TELEMEDICINE OLEH TENAGA KESEHATAN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN PRIMER Widya Ratna Wulan; Evina Widianawati; Ika Pantiawati
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i2.71

Abstract

The lack of health communication technology literacy in the elderly group affects the high mortality rate due to non-communicable diseases. Health communication and information technology media can be a medium for health workers and elderly participants such as telemedicine but there are still limitations in device use. This activity aimed to educate and socialize the concept of telemedicine applications to health workers and participants able to be independent in facilitating the community regarding health issues, especially the risk of Hypertension and Diabetes Mellitus. The implementation focused on empowering participants in the Elderly Chronic Disease Management Program and health workers in Primary Health Care Facilities in Semarang Regency with sub-activities of Communication Techniques Training and Socialization of Prolanis Telemedicine Applications to Health Workers and Elderly Participants. The results of the service show that health workers who are responsible for Prolanis activities understand the importance of communication with participants through health digitization and data recording for participants through health technology media. Participants found this application useful for communication systems and data collection, and hope it will be further developed and re-socialized.
OPTIMASI PENGGUNAAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA PETUGAS KESEHATAN DALAM MENGOLAH DATA KESEHATAN DI FASILITAS PELAYANAN KESEHATAN KABUPATEN SEMARANG Evina Widianawati; Nugraheni Kusumawati; Widya Ratna Wulan; Ika Pantiawati
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i2.72

Abstract

 Di Puskesmas Lerep petugas masih kurang mengetahui beberapa rumus dan tools dalam Ms. Office untuk mempermudah pekerjaannya dalam mengolah data kesehatan. Dirancang modul penggunaan teknologi informasi untuk mempermudah petugas dalam menjalankan tugasnya yang berisi General Komputer dan Basic Office, Ms. Excel Intermediate dan QGIS. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk sosialisasi penggunaan teknologi informasi pada petugas kesehatan dalam pengolahan data kesehatan di Puskesmas Lerep. Metodologi pelaksanaan kegiatan yaitu tindakan atau action research yang dilakukan pada petugas kesehatan. Materi penggunaan teknologi informasi berisi langkah mengatasi eror, membuat mail merge di Ms.Word, langkah praktek rumus & tools di Ms.Excel, dan dasar aplikasi QGIS. Petugas diberi kuesioner sebelum dan setelah pelatihan untuk mengetahui peningkatan pengetahuan peserta kemudian data dianalisis secara deskriptif. Hasil pengabdian menunjukkan pengetahuan petugas keseahtan pada penggunaan teknologi informasi terjadi peningkatan sebesar 72%. Faktor peningkatan terbesar terjadi pada peningkatan penggunaan mail merge, dasar operasi QGIS dan pivot table. Berdasarkan peningkatan skor pengetahuan petugas kesehatan maka dapat disimpulkan bahwa pengenalan teknologi informasi sangat bermanfaat bagi petugas kesehatan dalam mengolah data kesehatan.
PELATIHAN KLASIFIKASI KODEFIKASI PENYAKIT SERTA MASALAH TERKAIT BERDASARKAN ICD-10 PADA PETUGAS DI PUSKESMAS URUG Ari Sukawan; Andi Suhenda; Fikri Muhammad
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i2.75

Abstract

Salah satu kegiatan yang dilakukan dipuskesmas pada bagian rekam medis yaitu sistem pengolahan di bagian koding. Penerapan pengodean harus sesuai ICD-10 guna mendapatkan kode yang tepat sehingga mencerminkan kondisi kesehatan yang sebenarnya. Salah satu kegunaan pengodean diagnosis dipuskesmas yaitu klaim kapitasi primary-care dan pelaporan bulanan morbiditas. Klasifikasi dan kodefikasi penyakit serta masalah terkait dipuskesmas urug tidak hanya dilakukan oleh perekam medis tetapi dilakukan oleh tenaga kesehatan lainnya dan masih terdapat beberapa kesalahan dalam penetapan koding diagnosis sehingga perlu dilakukan pelatihan klasifikasi kodefikasi penyakit serta masalah terkait. Metode yang digunakan adalah metode pendidikan masyarakat dilakukan penyuluhan yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman petugas berkaitan dengan klasifikasi dan kodefikasi penyakit serta masalah terkait menggunakan ICD-10 dan pemberian pre-test, post-test serta pendampingan simulasi pengodean diagnosis. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini bertambahnya pegetahuan petugas dalam melakukan klasifikasi dan kodefikasi penyakit terlihat dari hasil evaluasi kegiatan. Sehingga dengan adanya kegiatan pelatihan ini petugas puskesmas urug yang telah mendapatkan pendampingan pelatihan ini sangat berterima kasih kepada tim pengabdian masyarakat tentunya bisa di implementasikan nantinya. Mereka juga berharap kegiatan yang mereka lakukan dapat diselenggarakan secara rutin.
PENYUSUNAN STANDAR OPERASIONAL PROSEDURE (SOP) SEBAGAI UPAYA STANDARISASI PENERAPAN KODE WARNA Harjanti; Tunjung Bayu Sinta; Yuyun Manggandhi; Sri Sayekti Prihatin
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i2.76

Abstract

Standar Operasional Prosedur (SOP) digunakan sebagai standarisasi untuk menciptakan ukuran standar kinerja pegawai dalam memperbaiki kinerja. Masalah yang dihadapi Mitra yang itu menerapkan sistem kerja baru yaitu penggunaan kode warna pada Dokumen Rekam Medis namun SOP yang ada belum terdapat prosedur tentang penerapan Kode Warna. Metode yang dilakukan dengan metode Konsultasi dengan tahapan identifikasi permasalahan mitra, wawancara, studi Dokumentasi, merevisi SOP dan mengesahkan SOP. Kegiatan yang terlaksana pada tanggal 9-10 Agustus 2023 . Hasil konsultasi dilakukan revisi pada bagian Judul  dari Penyimpanan diganti Pengambilan dan Penyimpanan. Referensi ditambah aturan tentang Rekam Medis tahun 2022, Pedoman Penyelenggaraan RM tahun 2006, Sistem Informasi Puskesmas tahun 2016. Langkah-langkah kegiatan dilengkapi dengan sistem penjajaran dan penyimpanan yang diterapkan, proses penempatan kode warna pada Map Rekam Medis.
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN UPAYA PENANGGULANGAN BANJIR PROGRAM DESA MARITIM DI KELURAHAN TAMBAKREJO Azziya Rahmatina Zumarnis; Widya Ratna Wulan; Fany Kusuma Dewi; Bagas Nadianto; Siti Nur Azizah; Elvan Fadilah Hidayanti; Naila Fadla Hasanah; Rachel Indira Dwi Cahya; Tri Aisah Nani; Luk Luil Kafita; Winda Rahma Maulida; Khofifatun Nisa; Septya Kumala Dewi; Najma Nabila; Duta Candra Julian Priyanov; Rini Wulansari Hariono
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 3 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v3i2.81

Abstract

Kelurahan Tambakrejo merupakan kelurahan paling utara di wilayah Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang. Tambakrejo berlokasi dekat dengan laut dan tambak, menjadikan kelurahan di Gayamsari ini terkenal akan perekonomian yang berbasis pada penangkapan dan pemrosesan ikan, khususnya ikan bandeng. Mayoritas 50% warga Tambakrejo berprofesi sebagai nelayan dan buruh industri pengolahan ikan. Belum ada program pengolahan sampah atau limbah yang sangat diperlukan ketika terdapat industri pengolahan ikan agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sekitar. Tambakrejo menjadi langganan banjir saat musim penghujan, genangan air setelah banjir membutuhkan waktu cukup lama untuk surut sehingga mengganggu mata pencaharian mereka. Lokasi daerah yang memiliki jarak cukup dekat dengan laut, tempat pembuangan sampah yang kurang layak, serta saluran pembuangan air yang sangat kotor dan berbau. Berangkat dari permasalahan tersebut Program kegiatan pengabdian kepada masyarakt di Kelurahan Tambakrejo telah dilaksanakan oleh Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Tobacco Free Community (TFC) Fakultas Kesehatan Universitas Dian Nuswantoro bekerjasama dengan beberapa mitra dan instansi. Program-program tersebut diantaranya adalah edukasi tentang stunting dan PMT serta pembagian PMT pada sektor kesehatan, Penanaman pohon dan pembentukan Tim Kelurahan Siaga Bencana (KSB) pada sektor lingkungan, demo memasak dan digital marketing pada sektor pendidikan, serta kelas wirausaha pada sektor ekonomi dan pendidikan.
PEMBERDAYAAN URGENSI PENERAPAN REKAM MEDIS ELEKTRONIK BAGI TENAGA KESEHATAN Hernawan, Heri; Sugeng Santoso, Sugeng; Puspita Ningsih, Kori; K. Purbobinuko, Zakharias; Petra
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 4 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v4i1.69

Abstract

SMK KESDAM IV/DIPONEGORO merupakan SMK Kesehatan dengan jurusan assiten perawatdan teknologi laboratorium medik. Lulusan SMK Kesdam merupakan calon tenaga Kesehatan. Sebagai calon tenagaKesehatan tentu perlu mengetahui perkembangan dunia Kesehatan saat ini. Perkembang kemajuan teknologiinformasi turut serta mempengaruhi perkembangan pelayanan Kesehatan. Perubahan pelayanan Kesehatan akibatadanya teknologi perlu ikuti oleh calon tenaga Kesehatan. Siswa SMK Kesdam IV/Diponegoro sebagai calon tenagaKesehatan saat ini belum familiar dengan rekam medis elektronik, padahal kelak Ketika lulus akan mengunakanrekam medis elektronik. Hal ini yang menyebabkan dipilihnya Lokasi PKM di SMK Kesdam IV/Diponegoro.Metode yang digunakan dalam menyelesaikan permasahan mitra melalui pelatihan dan substitusi ipteks. Sementaraitu Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2022 Tentang rekam mediselektronik menerangkan bahwa tahun 2023 semua fasilitas pelayanan Kesehatan wajib menerapkan rekam mediselektronik. Hasil: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Telah dilaksanakan pada hari rabu, tanggal 14 Juni2023, peserta antusias mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat mampu memberikangambaran kepada peserta bahwa kedepan akan dilaksanakan rekam medis elektronik. Melalui simulasi pesertamampu memahami peran peserta dalam penerapan rekam medis elektronik. Pemahaman peserta terkait hak aksesrme merupakan hal baru, dan peserta berharap kegiatan dapat dilanjutkan untuk lebih miningkatkan pemahamanpeserta.
OPTIMALISASI APLIKASI SEHAT INDONESIAKU PTM MELALUI PENGUMPULAN DATA CERDIK PADA MASYARAKAT DI KELURAHAN DESA POPODU KECAMATAN BULANGO TIMUR PROVINSI GORONTALO HANDAYANI, LILIS; Daud, Ayudhita Cahyani; Bilondatu, Maimun
Indonesian Journal of Health Information Management Services Vol. 4 No. 1 (2024): Indonesian Journal of Health Information Management Services (IJHIMS)
Publisher : APTIRMIKI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33560/ijhims.v4i1.83

Abstract

Non-communicable diseases are a major health problem in Indonesia. So that the management of the implementation of the Integrated Non-Communicable Disease Coaching post-activity is a very important part of the early detection of each NCD. The Indonesian Ministry of Health has launched the ASIK application as a strategy for early detection of NCD cases. CERDIK behavior is also effective in improving non-communicable disease prevention and control behavior in terms of cognition, attitudes, and skills. Based on interviews with the head of the health center in Bulango Timur sub-district, it is known that data collection on non-communicable diseases has not been carried out. And the use of the ASIK application has not been fully utilized. The methods used are community education through the CERDIK instrument and the substitution of science and technology with the ASIK Application. Based on data entry in the ASIK application, it is known that lack of physical activity is 16 people, lack of consumption of vegetables and fruit is 32 people, excessive oil and fat consumption is 103 people, excessive salt consumption is 90 people, consuming alcohol is 13 people, exposed to cigarette smoke is 50 people, smoking is 39 people, hyperglycemic is 2 people, pre-diabetes is 13 people, and hypercholesterol is 7 people. The results of this data are easier to use for early detection of NCD cases, even though the examination can be done through self-assessment. And also, the ASIK application can be used for reporting from community health centers and monitoring by the Health Office.