cover
Contact Name
Davit Nugraha
Contact Email
pharmacogenius@gmail.com
Phone
+6285314834050
Journal Mail Official
pharmacogenius@gmail.com
Editorial Address
Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia.
Location
Kab. ciamis,
Jawa barat
INDONESIA
Pharmacy Genius
ISSN : -     EISSN : 29644771     DOI : https://doi.org/10.56359/pharmgen.v2i1
Core Subject : Health, Science,
A manuscripts submitted to Pharmacy Genius should be an original research article related to the field of the all scopes of Pharmaceutical Science such as: 1. Pharmaceutics, 2. Biopharmaceutics, 3. Drug Delivery System, 4. Physical Pharmacy, 5. Chemical Pharmacy, 6. Pharmaceutical Technology, 7. Pharmaceutical Microbiology and Biotechnology, 8. Pharmacology and Toxicology, 9. Pharmacokinetics, 10. Pharmaceutical Chemistry, 11. Pharmaceutical Biology, 12. Community and Clinical Pharmacy, 13. Regulatory Affairs and Management Pharmacy, 14. and Alternative Medicines.
Articles 14 Documents
Search results for , issue "Vol 3 No 1 (2024): Pharmacy Genius" : 14 Documents clear
Penetapan Kadar Antosianin Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea) dengan Metode Differensial pH Ramdan, Siti Rahmah Kurnia; Alviansyah, Aldi
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 1 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i01.306

Abstract

Pendahuluan: Antosianin merupakan keluarga besar polifenol yang menunjukkan pigmen  pada berbagai jenis  buah-buahan dan tanaman di alam. Pigmen yang ditunjukkan yaitu merah, merah jambu, biru dan ungu. Antosianin bertanggung jawab terhadap adanya warna biru dari bunga telang. Berbagai manfaat yang dimiliki antosianin bagi kesehatan diantaranya sebagai proteksi DNA, antiinflamasi, anti kanker, antioksidan, antidiabetes, mencegah penyakit kardiovaskular dan penyakit neurodegeneratif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar antosianin pada ekstrak etanol bunga telang. Metode: Penentuan kadar antosianin pada ekstrak etanol  bunga telang dilakukan dengan metode differensial pH dengan menggunakan spektrofotometri uv-vis pada panjang gelombang 510 nm dan 700 nm. Hasil: Kadar antosianin pada ekstrak etanol bunga telang yang dilakukan pada penelitian ini dengan metode differensial pH diperoleh sebesar 0,853%. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar antosianin bunga telang dari hasil ekstraksi maserasi dengan  pelarut etanol 70% cukup tinggi dan berpotensi sebagai salah satu sumber obat bahan alam dan sebagai pewarna alami.
Studi Literatur: Penetapan Kadar BKO Parasetamol Pada Jamu Menggunakan Metode KLT Dan Spektrofotometri UV-Vis Cintya Jaya, Lulu; Rusmalina, Siska
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 1 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i01.317

Abstract

Pendahuluan: Jamu merupakan obat tradisional yang banyak diminati oleh masyarakat karena tidak menimbulkan efek samping sehingga aman dikonsumsi. Namun banyak produsen tidak bertanggung jawab yang menambahkan BKO untuk meningkatkan penjualan. Salah satu BKO yang seringkali ditemukan pada jamu yaitu parasetamol. Berdasarkan hasil penelusuran peneliti selama 10 tahun terakhir, banyak dilakukan penelitian tentang BKO pada jamu namun belum ada penelitian yang melakukan review terkait hal tersebut. Tujuan: Mereview jurnal tentang analisis bahan kimia obat parasetamol pada jamu untuk mengetahui efektifitas metode KLT dan Spektrofotometri UV-Vis terhadap hasil penetapan kadar. Metode: Penelitian dilakukan menggunakan metode studi literatur dengan melakukan review pada jurnal yang didapatkan selama 10 tahun terakhir pada database google scholar menggunakan kata kunci seperti BKO, parasetamol, spektrofotometri UV-Vis, dan KLT. Hasil: Penelusuran dilakukan menggunakan kata kunci pada database google scholar berdasarkan kriteria inklusi dan sesuai PICO sehingga didapatkan 4 jurnal yang relevan. Berdasarkan hasil review, sebanyak 75% jurnal pada metode KLT menggunakan pelarut etanol dan sebanyak 25% menggunakan pelarut air dengan fase diam silika gel GF254. Untuk fase geraknya 75% menggunakan etil asetat : etanol : amonia (85:10:5) dan 25% menggunakan kloroform : etanol (90:10). Pada uji spektrofotometri UV-Vis 100% menggunakan pelarut etanol. Hasil dari metode preparasi sampel yang digunakan pada uji KLT 75% menggunakan metode filtrasi dan 25% menggunakan metode ekstraksi cair-cair, sedangkan pada uji spetrofotometri UV-Vis preparasi sampel 100% menggunakan metode filtrasi. Jenis detektor yang digunakan yaitu 100% menggunakan detektor UV-Vis. Kesimpulan: Berdasarkan hasil review jurnal, pelarut yang dapat digunakan untuk analisis  BKO parasetamol pada jamu dengan metode KLT maupun spektrofotometri UV-Vis yaitu pelarut air dan etanol menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak etil asetat, etanol, amonia (85:10:5) serta kloroform, etanol (90:10). Preparasi sampel dapat menggunakan metode filtrasi atau ekstraksi cair-cair dikarenakan prosesnya yang dilakukan tanpa pemanasan sehingga tidak mengurangi kadar parasetamol pada sampel.
Kadar Ureum Dan Kreatinin Tikus Pada Studi Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Amelia, Siti; Sunarti, Sunarti; Febrina, Dina
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 1 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i01.318

Abstract

Pendahuluan: Uji toksisitas akut adalah suatu metode untuk mengenali efek berbahaya yang muncul dalam waktu singkat setelah pemberian zat uji melalui mulut, baik dalam dosis tunggal maupun dosis ganda dalam jangka waktu 24 jam. Tanaman bunga telang (Clitoria ternatea L.) telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan menunjukkan potensi sebagai agen antioksidan, antikanker, antidiabetes, antimikroba, analgetik, antiinflamasi, serta memiliki peran dalam mengatur fungsi sistem saraf pusat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami manifestasi gejala toksisitas, menetapkan nilai LD50, dan mengenali efek pemberian ekstrak etanol bunga telang terhadap tingkat ureum dan kreatinin pada tikus putih galur Wistar. Metode: Dalam tahap uji pendahuluan, penelitian ini memanfaatkan pendekatan dosis tetap dengan variasi dosis 5, 50, 300, dan 2000 mg/kgBB. Selanjutnya, uji utama dilakukan dengan dosis 2000 mg/kgBB pada kelompok mencit uji, yang terdiri dari 5 ekor jantan dan 5 ekor betina. Mereka menjalani terapi selama 14 hari, dengan pengukuran kadar ureum dan kreatinin pada hari uji ke-0 dan ke-14. Data yang terkumpul dievaluasi secara statistik menggunakan uji varian t menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil: Hasil penelitian tidak menemukan indikator toksisitas atau kematian, sehingga nilai LD50 ekstrak bunga telang adalah 2000 mg/kgBB. Analisis statistik menunjukkan tidak ada perubahan signifikan (p-value > 0,05). Kesimpulan: Pada uji toksisitas akut ekstrak etanol bunga telang ini tidak terdapat gejala toksik pada hewan uji. Tidak terdapat kematian sampai dosis 2000 mg/kgBB, hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang termasuk kedalam kategori toksik ringan karena mempunyai nilai LD50 sebesar 2000 mg/kgBB.
Uji Aktivitas Antioksidan Teh Celup Kombinasi Daun Jamblang (Syzigium Cumini, L.), Daun Mint (Mentha Piperita, L.), Dan Daun Stevia (Stevia rebaudiana) Dengan Metode DPPH Nurohman, Ikra; Marah, Nisyatul
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 1 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i01.320

Abstract

Pendahuluan: teh celup herbal adalah minuman teh yang hadir dalam bentuk tunggal maupun campuran dan dikemas dalam bentuk celupan sehingga berkhasiat dan menarik. Teh celup herbal ini bisa digunakan untuk membuat minuman sehat yang rasanya enak dan menyegarkan Tujuan: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kapasitas antioksidan teh celup yang mengandung daun jamblang, mint, dan stevia. Metode: Metode penelitian ini adalah Eksperimen. Teh celup yang terbuat dari serbuk daun jamblang, daun mint, dan daun stevia dibagi menjadi tiga formula dengan variasi konsentrasi bahan yaitu F1 (0,5 gr; 1,5 gr; 0,5 gr), F2 (1,5 gr; 0,5 gr; 1 gr) dan F3 (satu gram; 1gr; 1gr). Teh celup kombinasi daun jamblang, mint, dan stevia kemudian dievaluasi menggunakan uji organoleptik, pH, kadar air, dan hedonik, serta dilakukan uji aktivitas antioksidan menggunakan spektrofotometer UV-Vis metode DPPH dan Vitamin C sebagai bahan baku. pada persiapan. atau solusi untuk mengontrol. Hasil: Hasil aktivitas antioksidan pada sediaan teh celup menunjukkan nilai IC50 F1 (184,436), F2 (154,652), dan f3 (162,958), yang termasuk dalam antioksidan dengan aktivitas lemah (IC50 150-200). Kesimpulan: Teh celup herbal selain bisa dinikmati sebagai minuman, tetapi juga bisa bermanfaat yang salah satunya adalah sebagai anti oksidan
Identifikasi Variasi Genetik pada Bipolar Disorder Menggunakan Data Genomik dan Pendekatan Bioinformatik Halid, Zulkifli; Nurfadilah, Nurfadilah; Usman, Fityatun; Rasyid, Andi Ulfah Magefirah; Wicaksono, Anggoro; Nugraha, Davit
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 1 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i01.322

Abstract

Pendahuluan: Gangguan bipolar (Bipolar Disorder/ BD) adalah kelainan genetik yang umum dan kompleks, tetapi cara penularannya masih belum ditemukan. Penyebab BD ini dapat disebabkan oleh genetik, lingkungan serta obat-obatan.  Banyak peneliti berasumsi bahwa varian genom yang umum membawa beberapa risiko untuk mewujudkan penyakit ini. Penelitian telah menemukan hubungan signifikan pertama di seluruh genom antara polimorfisme nukleotida tunggal (SNP) yang umum dan gangguan bipolar. Saat ini, berbagai upaya sedang dilakukan untuk menerjemahkan temuan-temuan ini ke dalam praktik klinis, konseling genetik, dan pengujian prediktif.  Begitu banyak varian genetik yang dapat diukur dengan akurasi tinggi dan identifikasi tersebut dapat membantu pengembangan atau indikasi baru untuk terapi. Tujuan: Untuk mengidentifikasi varian patogen yang terkait dengan bipolar disorder menggunakan data genomik dan pendekatan bioinformatik. Metode: Menggunakan database genomik antara lain Genomic Wide Association Study (GWAS), SNPnexus, GTEx dan Ensembl untuk mengidentifikasi variasi patogen dari BD. Data dikumpulkan dari GWAS kemudian diidentifikasi dan disaring berdasarkan kriteria yang telah dibuat dan di telusur masing-masing gen (SNP) yang telah ditemukan. Hasil: Diperoleh 1969 katalog (1560 SNP) dan dari katalog tersebut terdiri dari 77 studi yang menguraikannya. Hasil penyaringan yang termasuk dalam missense varians sebanyak 21 gen, namun ada tiga gen yang teridentifikasi dengan nilai p value diatas 10-8 dan memiliki nilai odds ratio yaitu gen WSCD2 (SNP rs3764002), FKBP2 (SNP rs4672) dan gen PLEC (SNP rs6992333). Untuk skor tertinggi yaitu WSCD2 (SNP rs3764002) dan gen PLEC (SNP rs6992333) dengan nilai hingga 0.999 atau termasuk dalam kriteria probably damaging. Kesimpulan: Ditemukan tiga gen yang diidentifikasi patogen pada Bipolar Disorder. Gen WSCD2 (SNP rs3764002) yang terbanyak di Benua Asia, FKBP2 (SNP rs4672) dan gen PLEC (SNP rs6992333). Dua gen WSCD2 dan PLEC diprediksi dapat merusak struktur protein dan diprediksi spesifik ke penyakit Bipolar Disorder.
Studi Farmakovigilans Obat Golongan Antipsikotik Pada Pasien Skizofrenia Di Rsud SMC Kabupaten Tasikmalaya Salsabila, Siti Salma; Alifiar, Ilham; Tuslinah, Lilis
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 1 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i01.325

Abstract

Pendahuluan: Skizofrenia adalah salah satu jenis penyakit gangguan jiwa disertai beberapa gejala diantaranya halusinasi, delusi, gangguan proses berpikir dan prilaku aneh. Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengetahui jenis obat golongan antipsikotik yang sering digunakan, evaluasi obat yang mencakup penilaian, pemahaman juga pencegahan efek samping obat juga gejala dan efek samping setelah mengkonsumsi obat golongan antipsiotik pada pasien skizofrenia di RSUD SMC Kabupaten Tasikmalaya Metode: Jenis penelitian ysng digunakan ialah observasional dengan desain penelitian cross sectional dan pengambilan data dilakukan secara prospektif. Hasil: Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan obat golongan antipsikotik yang paling banyak ialah kombinasi dengan obat jenis lain sebanyak 60 orang dan penggunaan obat golongan antipsikotik kedua (atipikal) tunggal sebanyak 20 orang clozapine 85% dan risperidone 15%. Gejala yang palng banyak pada pasien skizofrenia gejala positif 71% dan negatif 29%, efek samping yang sering muncul yakni sedasi 32%. Evaluasi obat berdasarkan ketepatan indikasi dan dosis 100% Kesimpulan: Hasil analisis menunjukan semua hasil data demografi tidak terdapat hubungan dengan efek samping obat yang muncul, efek samping obat mayoritas disebabkan oleh obat itu sendiri
Uji Aktivitas Antioksidan Seduhan Bunga Telang (Clitoria ternatea L) Dengan Metode DPPH Ramdan, Siti Rahmah Kurnia
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 1 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i01.328

Abstract

ABSTRAK   Pendahuluan: Bunga telang (Clitoria ternatea L.) merupakan tanaman yang memiliki pigmen ungu yang mencolok. Warna ungu dari tanaman ini disebabkan karena adanya kandungan antosianin yang dikenal aktivitas antioksidaanya yang sangat baik.  Minuman sari bunga telang dapat dibuat dengan cara penyeduhan pada suhu tertentu. Aktivitas antioksidan dari dekokta bunga telang dapat diketahui dengan berbagai metode diantaranya menggunakan  metode DPPH (2.2 diphenyl-1-picrylhydrazil). Tujuan: Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antioksidan seduhan bunga telang dengan aquades pada suhu 50oC dengan menggunakan metode DPPH. Metode: Penelitian ini dilakukan dengan membuat dekokta bunga telang pada suhu 50oC dengan mengukur daya hambatnya terhadap senyawa DPPH sebagai radikal bebas yang ditunjukkan oleh nilai absorbansi dari hasil rekasi dibandingkan dengan larutan kontrol dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis pada panjang gelombang 400-800 nm. Hasil: Hasil penelitian ini berupa nilai absorbansi dan persen penghambatan dekokta bunga telang terhadap senyawa DPPH, aktivitas antioksidan ditunjukkan oleh nilai IC50 yaitu konsentrasi yang yang mampu menghambat 50% radikal bebas.  Dari hasil penelitian diperoleh bahwa aktivitas antioksidan dekokta bunga telang pada suhu 50oC memiliki aktivitas sedang. Kesimpulan: Dari data penelitian dapat disimpulkan bahwa dekokta bunga telang memiliki aktivitas antioksidan sedang yang sangat baik untuk dimanfaatkan sebagai minuman kesehatan.
Penetapan Kadar Antosianin Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria ternatea) dengan Metode Differensial pH Ramdan, Siti Rahmah Kurnia; Alviansyah, Aldi
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 1 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i01.306

Abstract

Pendahuluan: Antosianin merupakan keluarga besar polifenol yang menunjukkan pigmen  pada berbagai jenis  buah-buahan dan tanaman di alam. Pigmen yang ditunjukkan yaitu merah, merah jambu, biru dan ungu. Antosianin bertanggung jawab terhadap adanya warna biru dari bunga telang. Berbagai manfaat yang dimiliki antosianin bagi kesehatan diantaranya sebagai proteksi DNA, antiinflamasi, anti kanker, antioksidan, antidiabetes, mencegah penyakit kardiovaskular dan penyakit neurodegeneratif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar antosianin pada ekstrak etanol bunga telang. Metode: Penentuan kadar antosianin pada ekstrak etanol  bunga telang dilakukan dengan metode differensial pH dengan menggunakan spektrofotometri uv-vis pada panjang gelombang 510 nm dan 700 nm. Hasil: Kadar antosianin pada ekstrak etanol bunga telang yang dilakukan pada penelitian ini dengan metode differensial pH diperoleh sebesar 0,853%. Kesimpulan: Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kadar antosianin bunga telang dari hasil ekstraksi maserasi dengan  pelarut etanol 70% cukup tinggi dan berpotensi sebagai salah satu sumber obat bahan alam dan sebagai pewarna alami.
Studi Literatur: Penetapan Kadar BKO Parasetamol Pada Jamu Menggunakan Metode KLT Dan Spektrofotometri UV-Vis Cintya Jaya, Lulu; Rusmalina, Siska
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 1 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i01.317

Abstract

Pendahuluan: Jamu merupakan obat tradisional yang banyak diminati oleh masyarakat karena tidak menimbulkan efek samping sehingga aman dikonsumsi. Namun banyak produsen tidak bertanggung jawab yang menambahkan BKO untuk meningkatkan penjualan. Salah satu BKO yang seringkali ditemukan pada jamu yaitu parasetamol. Berdasarkan hasil penelusuran peneliti selama 10 tahun terakhir, banyak dilakukan penelitian tentang BKO pada jamu namun belum ada penelitian yang melakukan review terkait hal tersebut. Tujuan: Mereview jurnal tentang analisis bahan kimia obat parasetamol pada jamu untuk mengetahui efektifitas metode KLT dan Spektrofotometri UV-Vis terhadap hasil penetapan kadar. Metode: Penelitian dilakukan menggunakan metode studi literatur dengan melakukan review pada jurnal yang didapatkan selama 10 tahun terakhir pada database google scholar menggunakan kata kunci seperti BKO, parasetamol, spektrofotometri UV-Vis, dan KLT. Hasil: Penelusuran dilakukan menggunakan kata kunci pada database google scholar berdasarkan kriteria inklusi dan sesuai PICO sehingga didapatkan 4 jurnal yang relevan. Berdasarkan hasil review, sebanyak 75% jurnal pada metode KLT menggunakan pelarut etanol dan sebanyak 25% menggunakan pelarut air dengan fase diam silika gel GF254. Untuk fase geraknya 75% menggunakan etil asetat : etanol : amonia (85:10:5) dan 25% menggunakan kloroform : etanol (90:10). Pada uji spektrofotometri UV-Vis 100% menggunakan pelarut etanol. Hasil dari metode preparasi sampel yang digunakan pada uji KLT 75% menggunakan metode filtrasi dan 25% menggunakan metode ekstraksi cair-cair, sedangkan pada uji spetrofotometri UV-Vis preparasi sampel 100% menggunakan metode filtrasi. Jenis detektor yang digunakan yaitu 100% menggunakan detektor UV-Vis. Kesimpulan: Berdasarkan hasil review jurnal, pelarut yang dapat digunakan untuk analisis  BKO parasetamol pada jamu dengan metode KLT maupun spektrofotometri UV-Vis yaitu pelarut air dan etanol menggunakan fase diam silika gel GF254 dan fase gerak etil asetat, etanol, amonia (85:10:5) serta kloroform, etanol (90:10). Preparasi sampel dapat menggunakan metode filtrasi atau ekstraksi cair-cair dikarenakan prosesnya yang dilakukan tanpa pemanasan sehingga tidak mengurangi kadar parasetamol pada sampel.
Kadar Ureum Dan Kreatinin Tikus Pada Studi Toksisitas Akut Ekstrak Etanol Bunga Telang (Clitoria Ternatea L.) Amelia, Siti; Sunarti, Sunarti; Febrina, Dina
Pharmacogenius Journal Vol 3 No 1 (2024): Pharmacy Genius
Publisher : Yayasan Inspirasi El Burhani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/pharmgen.v3i01.318

Abstract

Pendahuluan: Uji toksisitas akut adalah suatu metode untuk mengenali efek berbahaya yang muncul dalam waktu singkat setelah pemberian zat uji melalui mulut, baik dalam dosis tunggal maupun dosis ganda dalam jangka waktu 24 jam. Tanaman bunga telang (Clitoria ternatea L.) telah lama dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional dan menunjukkan potensi sebagai agen antioksidan, antikanker, antidiabetes, antimikroba, analgetik, antiinflamasi, serta memiliki peran dalam mengatur fungsi sistem saraf pusat. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk memahami manifestasi gejala toksisitas, menetapkan nilai LD50, dan mengenali efek pemberian ekstrak etanol bunga telang terhadap tingkat ureum dan kreatinin pada tikus putih galur Wistar. Metode: Dalam tahap uji pendahuluan, penelitian ini memanfaatkan pendekatan dosis tetap dengan variasi dosis 5, 50, 300, dan 2000 mg/kgBB. Selanjutnya, uji utama dilakukan dengan dosis 2000 mg/kgBB pada kelompok mencit uji, yang terdiri dari 5 ekor jantan dan 5 ekor betina. Mereka menjalani terapi selama 14 hari, dengan pengukuran kadar ureum dan kreatinin pada hari uji ke-0 dan ke-14. Data yang terkumpul dievaluasi secara statistik menggunakan uji varian t menggunakan perangkat lunak SPSS. Hasil: Hasil penelitian tidak menemukan indikator toksisitas atau kematian, sehingga nilai LD50 ekstrak bunga telang adalah 2000 mg/kgBB. Analisis statistik menunjukkan tidak ada perubahan signifikan (p-value > 0,05). Kesimpulan: Pada uji toksisitas akut ekstrak etanol bunga telang ini tidak terdapat gejala toksik pada hewan uji. Tidak terdapat kematian sampai dosis 2000 mg/kgBB, hasil ini menunjukkan bahwa ekstrak bunga telang termasuk kedalam kategori toksik ringan karena mempunyai nilai LD50 sebesar 2000 mg/kgBB.

Page 1 of 2 | Total Record : 14