cover
Contact Name
Muhammad Amin Sunarhadi
Contact Email
mamin.sunarhadi@staff.uns.ac.id
Phone
+6281390716299
Journal Mail Official
jurnalekosains@gmail.com
Editorial Address
Ilmu Lingkungan FMIPA Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A, Kentingan, Jebres Surakarta 57126 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ekosains
ISSN : 19797826     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ekosains mempublikasikan hasil penelitian di bidang lingkungan maupun interdisipliner terkait yang belum pernah dipublikasikan atau sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Jurnal Ekosains menerima artikel baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris yang mencakup beberapa topik kajian lingkungan antara lain: Manajemen lingkungan Ekologi Lingkungan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Pembangunan dan Lingkungan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Perencanaan dan Administrasi Lingkungan Kesehatan lingkungan Teknik Lingkungan dan Pencemaran Lingkungan, dan Sistem Informasi Lingkungan Manajemen Bencana
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 3 (2018)" : 5 Documents clear
Efisiensi Penggunaan Air Irigasi Sumur Pompa Artesis di Lahan Kering Kabupaten Lombok Timur Aeko Fria Utama Fr; Broto Handoko; Halimatus Sa'Diah
Ekosains Vol 10, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (386.398 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efisiensi penggunaan air artesis tersebut pada tanaman jagung dan bawang merah. Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi lapangan dan wawancara. Petani yang menjadi responden pada penelitian ini adalah petani yang menggunakan air irigasi pompa sumur artesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah keuntungan yang dapat diperoleh oleh petani jagung mencapai Rp. 12.326.173/ha (Rp. 8.566.461/ LLG). Sementara untuk petani bawang merah, mampu mencapai keuntungan sebesar 87.376.326/ha (Rp. 49.140.736/LLG). Penggunaan air pada petani jagung rata-rata sebesar 2.521 m3/ ha (1.645 m3/ LLG), dengan efisiensi ekonomi rata-rata 0,71; sementara penggunaan air pada petani bawang merah rata-rata sebesar 4.122 m3/ ha (2.144 m3/ LLG), dengan efisiensi ekonomi rata-rata sebesar 0,16. Artinya Artinya penggunaan air pada tanaman jagung lebih efisien dibandingkan bawang merah.
Aspek Hukum dan Lingkungan Program Inventarisasi Emisi dalam Penyusunan Air Quality Management Kota Surakarta Widhi Himawan; Cynthia Permata Sari
Ekosains Vol 10, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.434 KB)

Abstract

Emisi udara tumbuh dan berkembang menjadi permasalahan global lingkungan perkotaan, khususnya negara berkembang. Sayangnya, hingga kini, dokumen dan aplikasi “Air Quality Management” (AQM) belum dimiliki oleh mayoritas kota menengah dan besar di Indonesia. Inventarisasi emisi (IE) menjadi bagian dari landasan penyusunan AQM perkotaan. Ironi bahwa kegiatan IE baru dimulai di Indonesia pada 5 tahun terakhir dengan dipelopori Kota Palembang dan Surakarta, meskipun kegiatan ini telah menjadi amanah dalam Peraturan Pemerintah No 41 Tahun 1999. Tujuan kajian ini adalah menentukan nilai penting inventarisasi emisi di Kota Surakarta dari aspek hukum dan lingkungan. Metode penelitian adalah studi literatur dan koleksi data sekunder yang dilanjutkan dengan analisis secara deskriptif. Hasil pengkajian menunjukkan bahwa kegiatan inventarisasi emisi memiliki nilai penting sebagai metode ilmiah dalam mengestimasi beban emisi perkotaan secara mendetail, sekaligus menunjukkan resiko emisi dari setiap aktivitas spesifik di masa depan. Secara hukum, inventarisasi emisi menjadi tindakan nyata pemangku kebijakan dan stakeholders lingkungan untuk mematuhi regulasi terkait pengendalian pencemaran udara. Inventarisasi emisi menjadi landasan penting secara ilmiah pada aspek lingkungan maupun aspek hukum untuk penyusunan sebuah dokumen AQM yang berkualitas, valid dan reliabel.
Penggunaan Zeolit Alam yang Diaktivasi Secara Fisis dan Variasi Ukuran Diameter untuk Desalinasi Air Payau Frans Pither Kafiar; Jukwati Jukwati; Ilham Salim; Alex Agustinus Lepa
Ekosains Vol 10, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Daerah pesisir sering dihadapkan pada masalah keterbatasan sumber daya air yang berkaitan dengan kelangkaan air tawar yang dapat dimanfaatkan sebagai air bersih. Oleh karena itu diperlukan upaya alternatif untuk merancang sebuah teknologi sederhana pengolah air payau misalnya dengan memanfaatkan zeolit alam. Zeolit mempunyai struktur pori terbuka dengan internal surface area besar. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar nilai optimum penurunan salinitas air payau dengan media adsorben dari zeolit alam yang diaktivasi secara fisis (pemanasan). Zeolit alam diaktifkan dengan cara fisis berupa pemanasan, selanjutnya zeolit alam aktif divariasi ukuran partikelnya mulai dari 1,5; 3; dan 5 mm. Dengan kecepatan laju air yang tetap sebesar 120 mL/menit serta menggunakan tabung (buiret) dengan diameter 2 cm. Sampel air payau diperoleh dari pesisir pantai Argapura, Kota Jayapura. Zeolit yang digunakan berasal dari Klaten Jawa Tengah dengan mineral dominan adalah Mordenit. Selanjutnya penentuan tingkat salinitasnya dengan menggunakan metode titrasi Argentometri. Selisih sebelum dan sesudah perlakuan dengan zeolit merupakan ukuran tingkat keberhasilan penurunan salinitas air payau. Hasil penelitian berupa interaksi zeolit alam yang diaktivasi secara fisis dengan air payau yang kandungan (kadar) garamnya atau salinitasnya mula-mula sebesar 1,70 mg/L diperoleh kadar garamnya (salinitasnya) 1,21; 1,28; dan 1,36 mg/Liter. Untuk zeolit dengan ukuran partikel berturut-turut 1,5; 3; dan 5 mm. Nilai optimum penurunan salinitas air menggunakan zeolit alam asal Klaten yang diaktivasi secara fisis berupa pemanasan diperoleh hasil sebesar 28,82% dengan kecepatan alir 120 mL/menit, serta ukuran partikel yang digunakan sebesar 1,5 mm. Namun penurunan ini belum berhasil untuk menghasilkan air yang layak atau air yang bersih yaitu maksimal memiliki kandungan Cl-nya 0,6 g/L atau kandungan garamnya (salinitasnya) maksimal 1 mg/L.
Analisis Kondisi Sanitasi Permukiman di Kota Yogyakarta Tahun 2015 Naris Dyah Prasetyawati; Evi Gravitiani; Sunarto Sunarto; Sigid Sudaryanto
Ekosains Vol 10, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.207 KB)

Abstract

Sanitasi adalah usaha kesehatan masyarakat yang menitikberatkan pada pengawasan terhadap berbagai faktor lingkungan yang mempengaruhi derajat kesehatan manusia. Parameter dalam penilaian rumah sehat meliputi: komponen rumah, sarana sanitasi dan perilaku. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi sanitasi permukiman di Kota Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah observasional. Sampel diambil dengan menggunakan tehnik multi-stage random sampling dengan jumlah sampel sebanyak 597 kepala keluarga di Kota Yogyakarta. Data kondisi sanitasi rumah yang terdiri dari komponen rumah, sarana sanitasi, perilaku dan keberadaan vektor, diperoleh dengan menggunakan kuesioner. Sementara, data lingkungan fisik rumah dikumpulkan dengan cara pengukuran, yaitu suhu dan kelembaban menggunakan thermohygrometer, pencahayaan menggunakan lux meter dan kebisingan menggunakan sound level meter). Hasil penelitian pada penilaian sanitasi rumah, prosentase rumah sehat sebesar 30,49% dan rumah kurang sehat 69,51%. Kesimpulan penelitian, yaitu kondisi sanitasi permukiman di Kota Yogyakarta termasuk kategori rendah.
Rendemen Tar Pirolisis Sampah Kota dengan Komposisi Organik/Anorganik (70/30% w/w) Anggreini Beta Citra Dewi; Dwi Aries Himawanto; Mohammad Masykuri
Ekosains Vol 10, No 3 (2018)
Publisher : Program Studi ilmu Lingkungan, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (396.73 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui rendemen tar yang dihasilkan dalam pirolisis sampah kota terseleksi 70 %/30 % organik/anorganik. Penelitian diawali dengan pengumpulan dan penyiapan bahan baku. Bahan baku yang digunakan dalam penelitian ini adalah sampah kota terseleksi yang terdiri dari styrofoam, komponen berbahan dasar biomass (daun pisang), komponen berbahan dasar biomass (bambu), dan pembungkus makanan ringan, dimana jenis sampah yang digunakan adalah sampah yang belum terolah secara maksimal di TPA Putri Cempo Surakarta. Bahan baku tersebut kemudian dikeringkan sehingga memiliki kadar air maksimal 10 % dan dihaluskan hingga lolos ukuran 20 mesh. Pencampuran bahan baku dengan variasi persentase berat sampah organik dan sampah anorganik, 70 % sampah organik : 30 % sampah anorganik seberat 200 gram. Tahap selanjutnya adalah proses pirolisis yang dilakukan dalam sebuah fixed bed pyrolyser dengan temperatur akhir yang digunakan adalah 550 0C, 650 0C dan 750 0C . Untuk swept gas digunakan nitrogen dengan laju aliran sebesar 100 ml/menit. Adapun variasi heating yang digunakan 15 0C/menit, 25 0C/menit, 35 0C/menit, dan 45 0C/menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa pada perlakuan heating rate 25 0C/menit perlakuan suhu mempengaruhi jumlah rendemen tar. Akan tetapi, hasil analisis pada heating rate 15 0C/menit, 35 0C/menit, dan 45 0C/menit menunjukkan bahwa interaksi perlakuan suhu dan heating rate tidak berpengaruh nyata terhadap rendemen tar yang dihasilkan, dikarenakan terjadinya secondary cracking. Pembentukan fraksi cair maksimum pada sekitar 500 °C dan menunjukkan bahwa pembentukan gas lebih menonjol dari titik ini karena fraksi cair akan retak pada suhu di atas 500 ° C. Pirolisis pada suhu yang terlalu tinggi dan waktu yang terlalu lama akan menyebabkan pembentukan asap cair berkurang karena suhu dalam air pendingin semakin meningkat sehingga asap yang dihasilkan tidak terkondensasi secara sempurna.

Page 1 of 1 | Total Record : 5