cover
Contact Name
Muhammad Amin Sunarhadi
Contact Email
mamin.sunarhadi@staff.uns.ac.id
Phone
+6281390716299
Journal Mail Official
jurnalekosains@gmail.com
Editorial Address
Ilmu Lingkungan FMIPA Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A, Kentingan, Jebres Surakarta 57126 INDONESIA
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Ekosains
ISSN : 19797826     EISSN : -     DOI : -
Jurnal Ekosains mempublikasikan hasil penelitian di bidang lingkungan maupun interdisipliner terkait yang belum pernah dipublikasikan atau sedang dipertimbangkan untuk dipublikasikan di jurnal lain. Jurnal Ekosains menerima artikel baik dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris yang mencakup beberapa topik kajian lingkungan antara lain: Manajemen lingkungan Ekologi Lingkungan Konservasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Pembangunan dan Lingkungan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan Perencanaan dan Administrasi Lingkungan Kesehatan lingkungan Teknik Lingkungan dan Pencemaran Lingkungan, dan Sistem Informasi Lingkungan Manajemen Bencana
Articles 6 Documents
Search results for , issue "vol 16, no 2 (2024)" : 6 Documents clear
UPAYA ADAPTASI DAN MITIGASI PERUBAHAN IKLIM DALAM PROGRAM HIBAH MBKM UNTUK MEWUJUDKAN PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KELURAHAN SUMBER Fadhil Achmad Zaky; Muhammad Adib Al-Dzahabi; Muhammad Hanif Ahsani Taqwim; Nida Ulhaq Fil'ardiani; Yonanda Surya Agustin
Ekosains Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan iklim yang terjadi di muka bumi mengancam kehidupan manusia dan kerusakan ekosistem. Dalam menghadapi perubahan iklim diperlukan upaya adaptasi dan mitigasi yang sejalan dengan komitmen pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) ke-13. Pelaksanaan program hibah MBKM membangun desa bertujuan untuk melakukan upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berbasis pembangunan berkelanjutan. Program ini dilaksanakan di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta dalam rentang Bulan Agustus hingga Desember 2023. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu metode kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis secara deskriptif untuk mengetahui atau menggambarkan kenyataan dari kejadian yang diteliti sehingga memudahkan peneliti untuk mendapatkan data yang objektif. Adapun hasil yang didapatkan dari pelaksanaan program ini adalah peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. Kegiatan yang dilakukan pada program ini adalah pemasangan instrumen pemantauan kualitas udara EENNOS, pemasangan perangkap sampah di sungai, pemberian bibit ikan nila, edukasi lingkungan kepada anak-anak, pemanfaatan limbah kulit buah menjadi eco enzym, pembuatan lilin dari minyak jelantah, pembuatan taman bumi hijau, dan vertical garden. Dukungan dan partisipasi dari masyarakat dan stakeholder Kelurahan Sumber dapat mendukung tercapainya pembangunan berkelanjutan di Kelurahan Sumber. Beberapa saran untuk keberjalanan kegiatan kedepannya adalah kerja sama yang lebih baik antara pemerintah dan masyarakat, peningkatan kualitas dan kuantitas kegiatan sosialisasi dan edukasi, serta keberlanjutan kelembagaan masyarakat. Program ini diharapkan dapat merawat partisipasi masyarakat dan meningkatkan kesadaran dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim serta mewujudkan pembangunan berkelanjutan di Kelurahan Sumber.
Perbandingan Kerapatan Vegetasi Taman Nasional Gunung Merbabu Tahun 2019 dan Tahun 2023 Martina Putri Maharani
Ekosains Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Taman Nasional Gunung Merbabu adalah kawasan konservasi yang berfungsi untuk melindungi keanekaragaman hayati dan sumber daya alam di dalamnya. Kelestarian keanekaragaman hayati dan sumberdaya alam di Taman Nasional Gunung Merbabu tidak lepas dari indikator-indikator lingkungan. Kerapatan vegetasi adalah salah satu indikator penting dalam ekosistem yang mencerminkan seberapa rapat komunitas tumbuhan yang ada pada suatu wilayah. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kerapatan vegetasi TNGMb pada tahun 2019 dan 2023 agar dapat mengetahui perubahan ekologis di wilayah tersebut selama empat periode untuk dapat memberikan petunjuk penting tentang stabilitas ekosistem  dan juga potensi ancaman yang mungkin dihadapi oleh vegetasi setempat. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah interpretasi citra. Data yang digunakan adalah 2 Citra Satelit Landsat 8 OLI/TIRS. Hasil yang didapat dari interpretasi citra satelit adalah perbedaan luas klasifikasi kerapatan vegetasi pada tahun 2019 dan 2023. Luas klasifikasi kerapatan vegetasi pada tahun 2019 lebih rendah, yaitu 3.521,29 Ha daripada luas klasifikasi kerapatan vegetasi tahun 2023, yaitu seluas 5.814,97 Ha. Hal ini dikarenakan citra satelit 2019 diambil pasca kebakaran hutan yang menyebabkan penurunan kerapatan vegetasi.
Identifikasi Pola Distribusi Bambu sebagai Vegetasi Riparian di Sekitar Tempuran Sungai Langsur-Sungai Samin Reisha Azzahra Putri Restanta
Ekosains Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Vegetasi riparian memiliki manfaat bagi lingkungan sekitar sungai, yakni dapat mencegah bencana banjir, mengatasi erosi tanah, serta dapat meningkatkan kualitas air dan tanah di sungai. Bambu merupakan salah satu jenis vegetasi riparian yang tumbuh di daerah sempadan sungai, penelitian ini melakukan pengamatan di sekitar tempuran Sungai Langsur-Sungai Samin karena terdapat vegetasi riparian, yakni tumbuhan bambu. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pola persebaran serta identifikasi jenis bambu di sekitar tempuran Sungai Langsur-Sungai Samin. Metode yang digunakan adalah pendekatan metode deskriptif kualitatif, serta pengamatan secara langsung di lokasi penelitian. Hasil penelitian ini, terdapat 5 jenis bambu yang tumbuh di daerah sempadan sungai dengan jumlah yang berbeda di setiap titik pengamatan, memiliki karakteristik yang berbeda-beda, serta manfaat yang beragam. Dapat disimpulkan berdasarkan karakteristik 5 jenis bambu yang ada di daerah tempuran sungai,  bambu tumbuh merumpun di Tempuran Sungai Samin Sungai Langsur dengan kondisi tanah yang terindikasi kekeringan.
ANALISIS KERAPATAN VEGETASI DENGAN CITRA SATELIT LANDSAT 8 MENGGUNAKAN METODE NDVI TAHUN 2013 DAN 2023 DI KECAMATAN KARANGANOM, KABUPATEN KLATEN Aisyah Aida Riadi; Muhammad Nur Fitriawan; Rida Ayu Surya Putri; Ririn Nur Fadhilah; Youhana Eli Santika
Ekosains Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perubahan vegetasi yang terus terjadi di suatu wilayah menjadi sebuah tantangan yang serius mengingat pertumbuhan populasi manusia yang terus meningkat dan adanya dorongan untuk terus melakukan pembangunan infrastruktur guna meningkatkan kualitas hidup. Pemantauan perubahan vegetasi di Kecamatan Karanganom memiliki kepentingan yang penting dalam konteks berbagai aspek, termasuk lingkungan, sosial, dan ekonomi. Salah satu kepentingannya adalah guna konservasi lingkungan demi membantu dalam menjaga keseimbangan ekosistem dan melindungi keanekaragaman hayati. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis perubahan kerapatan vegetasi Kecamatan Karanganom, Kabupaten Klaten pada tahun 2013 dan 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini melalui aplikasi penginderaan jauh yaitu menggunakan metode Normalized Difference Vegetation Index (NDVI). Berdasarkan penelitian didapatkan hasil Kelas lahan tidak bervegetasi mengalami peningkatan sebesar sebesar 1,18 ha (0,04%), Kerapatan vegetasi sangat rendah meningkat sebesar 213,93 ha ( 8,22%), Kerapatan Vegetasi Rendah terjadi peningkatan sebesar 386,52 ha (14,85%), Kerapatan vegetasi sedang mengalami penurunan luasan sebesar 226,24 ha (8,70%), dan kerapatan vegetasi tinggi mengalami penurunan luasan sebesar 374,85 ha (14,41%). Dapat disimpulkan bahwa faktor yang menyebabkan peningkatan dan penurunan luas pada setiap kelas antara lain, perubahan penggunaan lahan yang disebabkan oleh penambahan laju pertumbuhan, kepadatan penduduk, dan pertumbuhan sarana prasarana.
PENGEMBANGAN SMART GARDEN DI PERMUKIMAN PERKOTAAN KELURAHAN SUMBER, BANJARSARI, KOTA SURAKARTA Muhammad Amin Sunarhadi; Prabang Setyono; Hashfi Hawali Abdul Matin; Siti Rachmawati; Lia Kusumangrum
Ekosains Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menggambarkan kapasitas masyrakat Sumber Martani yang ada di  Kota Surakarta dalam melakukan upaya mitigasi perubahan iklim.  Dampak perubahan  iklim  semakin  meluas  yang memicu  pada kerusakan lingkungan  ekosistem  sehingga menambah intensitas  kejadian  bencana yang perlu   dipelajari   dan  diwaspadai.   Otomatisasi merupakan hal penting bagi masyarakat perkotaan dalam mengembangkan tanaman melalui smart garden  atau kebun cerdas. Kapasitas  masyarakat perkotaan menjadi penting dalam menghadapi dampak perubahan iklim dengan menggunakan otomatisasi yang terhubung sensor di media tanam untuk penyiraman dan dukungan informasi suhu dan kelembaban udara. Saat ini  msayarakat di Kelurahan Sumber, Banjarsari, Surakarta Martani mengelola secara manual dalam melihat indikasi pengelolaan langsung untuk mengambil keputusan. Hal ini memerlukan tindakan perbaikan dengan memberikan peningkatan fasilitas dalam mengelola penyiraman secara otomatis. Metode yang pengembangan sebagai solusi adaptasi pengelolaan berbasis ekosistem menggunakan  Quality  Function  Deployment  (QFD)   untuk   mendapatkan  informasi perbaikan dalam pengembangan platform yang berbasis pengguna. Komponen yang digunakan dalam smart garden antara lain sensor suhu, sensor cahaya, arduino  serta berbasis mikrokontroler. Hasil dari kegiatan ini adalah berupa Smart Garden yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. 
PERANCANGAN ALAT PERANGKAP SAMPAH (HOTRALITY) SEBAGAI UPAYA PENANGGULANGAN PENCEMARAN SAMPAH DI ANAK SUNGAI GAJAH PUTIH KELURAHAN SUMBER KOTA SURAKARTA Nida Ulhaq Fil'ardiani
Ekosains Vol 16, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Setiap harinya manusia memiliki beragam aktivitas yang menghasilkan sampah. Masyarakat yang kurang memiliki kesadaran terhadap lingkungan seringkali membuang sampah sembarangan atau menumpuk sampah di bantaran sungai dan berpikiran bahwa sampah yang terbuang di sungai akan terus mengalir sehingga tidak berdampak buruk bagi lingkungan. Salah satu sungai yang mengalami pencemaran akibat sampah adalah Anak Sungai Gajah Putih yang terletak di Kelurahan Sumber. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk merancang alat perangkap sampah Holding Trash for Sustainability (Hotrality) sebagai upaya penanganan pencemaran sampah di Anak Sungai Gajah Putih yang terletak di Kelurahan Sumber, Kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Metode penelitian ini adalah studi literatur, observasi, wawancara, dokumentasi, serta pembuatan peta lokasi penelitian yang dianalisis secara deskriptif dengan menjelaskan dan memberikan gambaran mengenai data penelitian atau fenomena yang terjadi di lapangan. Alat perangkap sampah dengan sebutan Holding Trash for Sustainability (Hotrality) dibuat menggunakan bahan dasar pipa PVC yang kemudian dipasangkan jaring kawat ram dan diikat dengan tali PE. Tolok ukur keberhasilan Hotrality adalah kemampuan alat untuk mengapung di air, kesesuaian panjang alat dengan lebar sungai, dan kemampuan untuk berbentuk melengkung sehingga mampu memerangkap sampah di sungai. Sampah organik yang diperoleh pada Hotrality meliputi buah, kulit buah, daun, serasah daun, ranting kayu, batang pohon, hingga bangkai binatang seperti ayam, tikus, dan ikan. Sedangkan sampah anorganik yang diperoleh adalah sampah kantong plastik, botol plastik, bungkus makanan, styrofoam, hingga popok bayi.  

Page 1 of 1 | Total Record : 6