cover
Contact Name
Anis Ervina
Contact Email
lp2makbidlatansa@gmail.com
Phone
+6287772706700
Journal Mail Official
lp2makbidlatansa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Soekarno-Hatta Pasir Jati By Pass Rangkasbitung Lebak Banten
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
Obstretika Scientia
ISSN : 23376120     EISSN : 27164330     DOI : http://dx.doi.org/10.55171
Jurnal Obstretika Scientia adalah Jurnal penelitian Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro, yang terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juli dan Desember. ISSN : 2337-6120, e-ISSN : 2716-4330. Ruang Lingkup Penelitian terkait dengan ilmu Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Reproduksi serta Kesehatan Ibu dan Anak.
Articles 114 Documents
Hubungan Antara Status Gizi dengan Kejadian Dismenore pada Remaja Putri Di MTS Ponpes Daarussaadah ERAH erah
Jurnal Obstretika Scientia Vol 7, No 2 (2019)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (333.361 KB) | DOI: 10.55171/obs.v7i2.474

Abstract

Dismenore merupakan permasalahan yang sangat sering dijumpai di kalangan remaja putri, Jenis dismenore yang sering dijumpai adalah dismenore primer. Dismenore adalah salah satu permasalahan di kalangan remaja putri karena setiap perempuan akan mengalami menstruasi. Remaja yang mempunyai status gizi tidak ideal selain akan mempengaruhi pertumbuhan dan fungsi organ tubuh, bisa juga menyebabkan terganggunya fungsi reproduksi. Dan ini berdampak pada gangguan menstruasi termasuk dismenore, akan membaik bila asupan nutrisinya baik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan status gizi remaja putri dengan kejadian dismenore di MTS PONPES Daarussaadah Cimarga tahun 2018. Metode penelitian menggunakan cross sectional, dan jumlah populasi sama dengan jumlah sampel yaitu sebanyak 166 responden. Penelitian ini menggunakan data primer dengan cara membagikan lembar koesioner. Hasil uji univariat menunjukan bahwa dari yang mengalami dismenore sebesar 126 kasus atau (76%), dan status gizi tidak ideal ≤18.5 atau 25.0 (51%). Hasil uji statistik dengan chi square menunjukan terdapat hubungan antara status gizi pada remaja putri dengan kejadian dismenore diperoleh (P value = 0.01). Maka dari itu bagi institusi pendidikan diharapkanuntuk memberikan menu makan seimbang yang menarik sehingga tidak membuat mereka memilih-milih menu yang disediakan.
Hubungan Umur, Paritas dan Status Gizi Ibu dengan Kejadian BBLR Erlyna Evasari
Jurnal Obstretika Scientia Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (412.793 KB) | DOI: 10.55171/obs.v4i2.168

Abstract

Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian case control study dengan mengunakan pendekatan retrospektif. Populasi dalam penelitian ini  yaitu  semua  bayi  yang  dilahirkan  berjumlah  632  bayi,  yang  akan diambil dengan perbandingan 1 : 1 populasi. Sampel kasus berjumlah 52 bayi dan sampel kontrol  berjumlah 52 bayi, yang diambil secara simple random sampling. Jadi keseluruhan sampel yang diambil adalah 104 bayi. Hasil penelitian menunjukan bahwa distribusi frekuensi kejadian BBLR sebanyak (50%), umur 20 dan 35 (38,5%), paritas 1 dan 3 (62,5%), status gizi  kurang (29,8%). Dari hasil uji chi square diperoleh hasil terdapat hubungan yang bermakna antara umur ibu dengan kejadian BBLR  (P  Value  =  0,002),  terdapat  hubungan  yang  bermakna  antara paritas ibu dengan kejadian BBLR (P  Value  = 0,000) dan terdapat hubungan yang bermakna antara status gizi ibu dengan kejadian BBLR (P Value = 0,000).
Pemberian MP-ASI Dini dengan Kejadian Stunting pada Balita di Desa “TJ” Wilayah PKM “M” Lebak – Banten Dini Rostianti Putri; Roslina Roslina
Jurnal Obstretika Scientia Vol 8, No 2 (2020)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.262 KB) | DOI: 10.55171/obs.v8i2.716

Abstract

Malnutrition at an early age increases infant and child mortality, causes suffering, is easy to get sick and has poor posture as adults (Millennium Challenge Account Indonesia, 2018). The incidence of short toddlers or commonly referred to as stunting is one of the nutritional problems experienced by toddlers in the world today. In 2017, 22.2% or around 150.8 million children under five in the world were stunted. The average prevalence of stunting under five in Indonesia in 2005-2017 was 36.4% (Kemenkes RI, 2018). The purpose of this study was to determine the relationship between early complementary feeding and the incidence of stunting in children under five in the "TJ" Village, the Working Area of the "M" Health Center Lebak - Banten. . This research was conducted with a case control design. Data collection was carried out directly using a questionnaire on the early MP-ASI variable and the Stunting variable was obtained from the register book owned by the cadres. From the results of this study, the value of P = 1,000, which means that there is no significant relationship between the provision of early complementary feeding and the incidence of stunting, and the value of OR = 1, which means that toddlers who are given early complementary feeding or not have the same risk of experiencing this event. stunting. Therefore, it is very important to increase public awareness about meeting the nutritional needs of 1000 HPK.
Hubungan Umur, Paritas, Dan Anemia Dengan Kejadian Retensio Plasenta Aminah Mu'min
Jurnal Obstretika Scientia Vol 5, No 2 (2017)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (330.359 KB) | DOI: 10.55171/obs.v5i2.350

Abstract

Retensio plasenta merupakan terlambatnya atau belum lahirnya plasenta hingga atau melebihi waktu 30 menit setelah bayi lahir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan  umur, paritas, dan Anemia dengan kejadian retensio plasenta di RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung Tahun 2017. Penelitian ini adalah penelitian analitik (kuantitatif) menggunakan metode case control. Populasi pada penelitian ini adalah ibu bersalin yang datang ke RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung yang berjumlah 1.908 orang, dengan sampel 126 ibu bersalin yang mengalami retensio plasenta dan yang tidak mengalami retensio plasenta, data yang digunakan adalah sekunder yang dikumpulkan oleh peneliti berasal dari buku register ruang bersalin RSUD dr. Adjidarmo Rangkasbitung 2017. Hasil analisi univariat masih ada ibu bersalin yang mengalami retensio plasenta (3,6%.), lebih dari sebagia  (55,6%) ibu bersalin umur 20/35 tahun,  hampir sebagian (49,2%) ibu bersalin grandemultipara, lebih dari sebagian (54,8%) ibu bersalin dengan anemia 11 gr %. Sedangkan analisis bivariat, ada hubungan umur p=0,001, ada hubungan paritas p=0,002, ada hubungan anemia p=0,001 dengan kejadian retensio plasenta. Oleh karena itu bagi tenaga kesehatan hendaknya meningkatkan mutu pelayanan mengenai penanganan retensio plasenta dan mengingkatkan kemampuan dalam menangani kasus retensio plasenta. 
HUBUNGAN KARAKTERISTIK IBU DENGAN STATUS GIZI BALITA DI DESA SUMUR BANDUNG KECAMATAN CIKULUR KABUPATEN LEBAK TAHUN 2013 Husnul Khotimah; Kadar Kuswandi
Jurnal Obstretika Scientia Vol 2, No 1 (2014)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.526 KB) | DOI: 10.55171/obs.v2i1.123

Abstract

Nationally there are many prevalence nutrition in infants weighing less that prevalence in 2010 in infants of 18.4% and 17.9%. Prevalence is still above the target of the National Medium-Term Development Plan for 2010-2014, which is 15% and the Millennium Development Goals by 2015, ie 15.5%. This study aims to determine the relationship of maternal characteristics with nutritional status of children in desa sumur bandung cikulur in 2013 This study used a cross-sectional design with primary data from the results of the questionnaire on the entire sample of 84 mothers with infants. The results showed that there was still a toddler with poor nutrition/lack of reach (36.9%). Expected for more health workers Toddler notice nutritional status in each work area, as the nutritional status can be affected by various factors that may affect the development of the child so as to effect the nation's competitiveness.
UJI DIAGNOSTIKRIEFAMETER SEBAGAI ALAT PENGUKUR KADAR HEMOGLOBIN NONINVASIF PADA IBU HAMIL DI PUSKESMAS IBRAHIM ADJIE TAHUN 2019 Rif'atul Mahmudah
Jurnal Obstretika Scientia Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (335.871 KB) | DOI: 10.55171/obs.v7i1.404

Abstract

Riefameter adalah alat ukur Hb noninvasif dengan menggunakan sistem oksimeter. Riefameter adalah solusi yang lebih aman karena dapat mengurangi penyebab infeksi, mudah digunakan dan tidak memerlukan keahlian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi riefameter sebagai alat pengukuran hemoglobin noninvasif. Metode penelitian yang digunakan adalah analitik observasional. Subjek penelitian adalah ibu hamil yang diperiksa di Puskesmas Ibrahim Adjie Bandung pada Mei-Juni 2019 sebanyak 114 orang. Penelitian ini menggunakan “post test only control group design”. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi riefameter sebagai pengukuran hemoglobin noninvasif adalah 85,9%; 90,2%; dan 88,6%. Kesimpulannya, Riefameter memiliki nilai sensitivitas, spesifisitas, dan akurasi yang baik, karena melebihi nilai yang diharapkan yaitu 85%. Sehingga pengukuran hemoglobin menggunakan riefameter dapat digunakan sebagai alternatif pengukuran hemoglobin noninvasif.
Efektivitas E-Book KIA Terhadap Pengetahuan Kesehatan Ibu dan Anak pada Ibu Hamil Daini Zulmi; Atin Suhartini; Sekar Dinda Dayana; Muffarohah muffarohah; Annisa'ul Awaliyah; Cica Refita
Jurnal Obstretika Scientia Vol 9, No 2 (2021)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (774.593 KB) | DOI: 10.55171/obs.v9i2.586

Abstract

This E-Book on Maternal and Child Health (MCH) contains information on the Maternal and Child Health book which was created to provide information on Maternal and Child Health digitally in a link format equipped with voice recordings. (Depkes RI, 2015). The purpose of this study was to determine the effectiveness of developing an E-Book on Maternal Child Health with knowledge of Maternal and Child Health in pregnant women at the Kalanganyar Health Center in 2021. The type of research used was case control, the population was pregnant women who were in the work area of the Kalanganyar Health Center, the number of samples was 48. person. The results of the study can be seen that pregnant women who understand the contents of Maternal and Child Health who use E-Books are more effective than printed books because the number who understands E-Books on Maternal Child Health (51.2%) while those who understand MCH handbooks (48.7 %). A small percentage (16.6%) of pregnant women in the community health center did not understand the MCH E-Book and who did not understand the MCH printed book (20.8%). Mother's understanding is higher with e-books than printed books, because at this time most pregnant women interact with gadgets so that mothers prefer to listen rather than read. In order to make it easier for health workers or pregnant women regarding maternal and child health information, it must be supported by technology that is connected to a system that has a good network.Based on the results of the chi square test, the P-Value value is 0.002 where p≤0.05, then the e-book can be effective in increasing the knowledge of pregnant women. The value of Odds Ratio (OR) = (1.894-142.501) which means that the use of printed MCH books is 16 times risky, pregnant women do not understand the contents of MCH books. Mother's understanding is higher with e-books than printed books, because at this time most pregnant women interact with gadgets so that mothers prefer to listen rather than read. In order to make it easier for health workers or pregnant women regarding maternal and child health information, it must be supported by technology that is connected to a system that has a good network.
Hubungan Pengetahuan dan Jumlah Anak dengan Sikap Pria Terhadap Keikutsertaan Terhadap KB Vasektomi Anis Ervina; Dian Raihanah
Jurnal Obstretika Scientia Vol 5, No 1 (2017)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (284.835 KB) | DOI: 10.55171/obs.v5i1.200

Abstract

The study aims at identifying the relationship among knowledge and the number of children with men’s behaviour towards their participation in vasectomy. The study uses quantitative description method. The sample taken is 90 married men who do not have any vasectomy. The data collection is gained through questionnaires. The sampling method is taken non-randomly by incorporating quota   sampling. The study is taken at Kalanganyar Village during April until August 2014. The result of the study shows that 30.0% of the respondents have little knowledge and 70.0% of them have good knowledge on vasectomy. Among 42.2% of the respondents do not support the use of vasectomy, while 57.8% show their support in using vasectomy. It can be concluded that almost a half of the respondents have good knowledge on vasectomy and a half of the respondents support the use of vasectomy. It is thus essential to provide men and their wives with communication, information, and education (KIE) so that the decision to choose the most suitable contraceptive can be made together.
HUBUNGAN ANTARA USIA, STATUS GIZI, DAN STATUS IMUNISASI DENGAN KEJADIAN CAMPAK BALITA Husnul Khotimah
Jurnal Obstretika Scientia Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.031 KB) | DOI: 10.55171/obs.v1i1.118

Abstract

The purpose of this study to determine the relationship between age, nutritional status, and status with the incidence of measles immunization in infants in the district of Lebak in 2007-2008. This research uses the analytical method with case-control approach. Population were all infants enrolled in the register book format C1 and toddlers. The sample used was 308, 154 and 154 samples as a case sample as kontrol.Data is secondary data collected retrospectively. Data obtained from C1 as format of the register book case and a toddler at a health center in 2007-2008 Lebak as controls. Data collection tool that checklist sheet. Univariate analysis by descriptive and bivariate analysis using Chi Square test. The results showed that there is a statistically significant relationship between nutritional status and immunization status with the incidence of measles in infants, whereas age was no statistically significant correlation with the incidence of measles in infants.
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Diare Siti Juhariyah
Jurnal Obstretika Scientia Vol 6, No 2 (2018)
Publisher : Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.844 KB) | DOI: 10.55171/obs.v6i2.373

Abstract

Menurut data World Health Organization (WHO) pada tahun 2013 di Indonesia, diare adalah pembunuh balita nomor dua setelah ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan setiap 100.000 balita meninggal karena diare. Faktor penyebab diare pada balita salah satunya yaitu status gizi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan kejadian diare dengan status gizi pada balita di Puskesmas Rangkasbitung Kabupaten Lebak. Jenis penelitian analitik dengan rancangan case control dengan pendekatan retrospektif. Populasi penelitian adalah seluruh balita yang melakukan kunjungan ke Puskesmas Rangkasbitung sebanyak 1.254 balita dan sampel sebanyak 38 responden dengan menggunakan teknik systematic random sampling. Cara ukur menggunakan lembar checklist yang dianalisa secara univariat dan bivariat dengan analisa chi square. Hasil pengolahan data proporsi kejadian diare pada balita sebesar 19 responden dengan gizi buruk dan kurang sebanyak 18 responden. Hasil uji statistik ada hubungan antara status gizi dengan kejadian diare pada balita dengan p value: 0,04 dan OR 5.93 berarti balita yang mengalami gizi buruk dan kurang berpeluang hampir 6 kali lebih beresiko untuk terjadinya diare dibandingkan dengan balita dengan gizi baik.. Kesimpulan penelitian bahwa terdapat hubungan antara kejadian diare dengan  status gizi pada balita. Perlu upaya meningkatkan penyuluhan mengenai dampak dari penyakit diare. Kegiatan proaktif tenaga kesehatan untuk melakukan penelusuran status gizi pada balita yang tidak dibawa ke Puskesmas atau Posyandu.

Page 2 of 12 | Total Record : 114