cover
Contact Name
Anis Ervina
Contact Email
lp2makbidlatansa@gmail.com
Phone
+6287772706700
Journal Mail Official
lp2makbidlatansa@gmail.com
Editorial Address
Jalan Soekarno-Hatta Pasir Jati By Pass Rangkasbitung Lebak Banten
Location
Kab. lebak,
Banten
INDONESIA
Obstretika Scientia
ISSN : 23376120     EISSN : 27164330     DOI : http://dx.doi.org/10.55171
Jurnal Obstretika Scientia adalah Jurnal penelitian Akademi Kebidanan La Tansa Mashiro, yang terbit dua kali dalam satu tahun yaitu bulan Juli dan Desember. ISSN : 2337-6120, e-ISSN : 2716-4330. Ruang Lingkup Penelitian terkait dengan ilmu Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, Kesehatan Reproduksi serta Kesehatan Ibu dan Anak.
Articles 119 Documents
Asuhan Pada Ibu Hamil Bersalin Dengan Laserasi Derajat II, Nifas, Bayi Baru Lahir Pada NY. “S” G1P0A0 Di Puskesmas Pamandegan Kabupaten Lebak Tahun 2024 Aridawarni, Yulica; Hildah
Jurnal Obstretika Scientia Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/obs.v12i2.1337

Abstract

Every woman will go through the process of pregnancy, childbirth, postpartum and family planning, these are physiological processes. During the process, there is a possibility of health problems that can increase morbidity and even death in mothers and babies. In Lebak Regency in 2022, there were 42 cases of maternal mortality and 301 cases of maternal mortality. Therefore, a solution is needed to prevent or overcome these problems, one of which is continuous care (Continuity of Care). The purpose of this study is to provide comprehensive care from pregnancy to family planning, Writing a Comprehensive Case Study Report using Varney's 7-step midwifery management approach and documented in SOAP form. The results of this study obtained a diagnosis of Mrs. S, 21 years old, G1P0A0, 39 weeks of pregnancy, in the first stage the cervical dilation did not cross the alert line, lasted 15 hours and the second stage lasted 16 minutes. The baby was born spontaneously, cried immediately, moved actively, and had reddish skin color. The third stage lasted 10 minutes with active management of the third stage, the placenta was born spontaneously and completely, bleeding ±150 cc. In the fourth stage, there was grade II laceration. Furthermore, monitoring for 2 hours postpartum, bleeding ±65 cc and uterine contractions were good. The results of the study can be concluded that the implementation and provision of comprehensive midwifery care for pregnant women, mothers in labor, postpartum and newborns in Mrs. S is expected to be able to apply the IEC that has been given during the care so that the condition of the mother and baby does not experience complications.
Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ibu Hamil, Bersalin SC, Nifas, Bayi Baru Lahir, KB Pada NY. “W” G1P0A0 Di Puskesmas Maja Tahun 2024 Aminah; Hilwa Mail Haq
Jurnal Obstretika Scientia Vol 12 No 2 (2024)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55171/obs.v12i2.1338

Abstract

Pregnancy, childbirth, postpartum and BBL are physiological things. However, it is not uncommon for the process to have several obstacles in the form of complications. Lebak Regency Health data in 2023, the MMR is 24 people. For IMR, in 2023 there will be a total of 253 cases of infant deaths. Therefore, a solution is needed to reduce this problem, one of which is continuous care (Continuity of Care). The method for writing this Case Study report uses the Varney midwifery management and SOAP. An assessment was carried out at 36 weeks of gestation and a mild anemia problem was found with Hb of 9.9 gr/dL. After anemia management was carried out, at 37 weeks of gestation Hb 10.2 gr/dL. There was a decrease in Hb levels to 9.4 gr/dL at UK 40 weeks before delivery and increased to 10.4 gr/dL after delivery. The mother experienced Oligohydramnios UK 40 weeks need SC procedure. The postpartum period proceeded normally the abdominal scar tissue being dry and clean, and there was lochea rubra at KF 6 hours. Postpartum mothers are given on how to care for wounds, basic needs and oral therapy, namely Vit A 200,000 IU. Tthe introduction of contraceptives at KF 13 days and advised to use implants, but the mother preferred 3-month injectable. When the birth control is 34 days, the mother is advised to take birth control injections for 3 months 42 days after delivery according to the doctor's recommendation. Newborn with normal condition, no abnormalities, BW 2,570 grams, BL 47 cm. Babies are given Vitamin K, eye ointment, Hb 0.5, and exclusive breast milk.
Agent of Change, Health Education Related to Decision Making and Independence of Families In Health Prevention of COVID-19 lindawati; Ani Fadmawaty; Wasludin
Jurnal Obstretika Scientia Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Covid-19 has become endemic, and it is crucial for families to be able to maintain health throughout this time. This includes being able to recognize infection signs or a family member's risk of contracting the virus and making the best medical options when a family member contracts Covid-19. When information, especially anything new, comes from someone close to them, individuals typically react quickly to it because they can observe the behavior and effect of the person delivering it. Methods: : This study uses a quasi-experimental design. The study focused on 150 families that served as change agents and gave health education to the families that had received it. Pre- and post-questionnaires on knowledge, community decision-making ability, and family independence will be used to gauge the effectiveness of the change agent. The nonparametric Wilcoxon test or t-test will be used for this purpose. Results: p value of 0.000 is assigned to the knowledge variable, the family's decision-making capacity, and the family's independence. Conclusions: These findings suggest that the agent of change has an impact on raising awareness, decision-making skills, and family independence in the healthcare.
Hubungan Pengetahuan Dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) Box Dengan Kenaikan Berat Badan Pada Balita Gizi Kurang Di Kecamatan Leuwidamar Zulmi, Daini; Hana Maria Sudrajat; Anis Ervina
Jurnal Obstretika Scientia Vol 13 No 1 (2025)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masalah gizi kurang pada balita masih menjadi tantangan kesehatan di Kecamatan Leuwidamar, Kabupaten Lebak. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu dan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbasis pangan lokal dengan kenaikan berat badan balita gizi kurang. Desain penelitian menggunakan analitik dengan pendekatan cross sectional Sampel penelitian adalah 42 balita gizi kurang yang menerima PMT selama 4–8 minggu. Data dikumpulkan melalui kuesioner, buku register posyandu dan dianalisis dengan uji chi kuadrat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan ibu dengan kenaikan berat badan nilai (p = 0,02) dan pemberian PMT dengan kenaikan berat badan (p = 0,06). Kesimpulannya, pemberian makanan tambahan berbasis pangan lokal dengan sumber protein hewani ganda serta edukasi gizi efektif meningkatkan status gizi balita. Disarankan program PMT berbasis pangan lokal terus dikembangkan oleh tenaga kesehatan dan kader posyandu sebagai upaya perbaikan gizi balita.
Hubungan Waktu Penggunaan Gadget SebelumTidur Terhadap Durasi Tidur Malam Remaja Putri Di-Wilayah SMAN 1 Rangkasbitung Tahun 2025 Aminah; Daini Zulmi; Siti Khoirunnisa
Jurnal Obstretika Scientia Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penggunaan gadget sebelum tidur semakin meningkat di kalangan remaja putri dan berdampak pada gangguan durasi serta kualitas tidur. Paparan cahaya biru dari layar gadget dapat menekan hormon melatonin yang mengatur siklus tidur, sehingga menyebabkan sulit tidur dan kurangnya waktu istirahat. Jika berlangsung terus-menerus, hal ini dapat memengaruhi kesehatan fisik dan hormonal. remaja perempuan merupakan calon ibu di masa depan yang kesehatannya berperan penting dalam melahirkan generasi yang sehat dan bebas dari stunting dimasa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara waktu penggunaan gadget sebelum tidur dengan durasi tidur malam remaja putri di wilayah SMAN 1 Rangkasbitung tahun 2025. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif analitik dengan desain cross sectional. Populasi penelitian sebanyak 420 siswi, dan setelah dilakukan seleksi kriteria inklusi didapatkan 349 responden. Pengumpulan data menggunakan kuesioner daring melalui Google Form dan dianalisis secara univariat serta bivariat menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukan 54,2% responden menggunakan gadget dimalam hari dengan berlebihan dan 59,9% mengalami durasi tidur yang kurang. Hasil uji Chi-Square menunjukkan nilai p = 0,000 (p < 0,05), yang berarti terdapat hubungan signifikan antara penggunaan gadget sebelum tidur dengan durasi tidur malam remaja putri. Nilai Odds Ratio (OR) sebesar 33,634 menandakan bahwa remaja yang menggunakan gadget secara berlebihan sebelum tidur berisiko 33 kali lebih besar mengalami durasi tidur yang kurang. Kesimpulan penelitian ini adalah semakin lama durasi penggunaan gadget sebelum tidur, semakin pendek durasi tidur malam remaja putri. Diperlukan edukasi mengenai pentingnya penggunaan gadget yang bijak dan pentingnya tidur yang cukup sebagai upaya pencegahan stunting sejak usia remaja.
Pendidikan, Pendapatan Keluarga, Asupan Protein Hewani, Durasi Pemberian ASI Ekslusif dan MP-ASI Dengan Kejadian Stunting Pada Usia 12-24 Bulan di Kp. Pagadungan Tahun 2025 Roslina; Rita Ariesta; Daini Zulmi; Yayu
Jurnal Obstretika Scientia Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak pada pertumbuhan fisik dan perkembangan kognitif anak, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan faktor, karakteristik orang tua, tingkat pendidikan, pendapatan keluarga, pemberian asupan makanan, serta praktik pemberian MP-ASI. Metode penelitian ini menggunakan desain cross sectional. Sampel penelitian berjumlah 38 responden. Analisis univariat digunakan untuk mendeskripsikan distribusi,sedangkan analisis bivariat menggunakan uji Chi-square untuk melihat hubungan antar variabel. Hasil berdasarkan analisis univariat, sebagian besar responden berjenis kelamin laki-laki (52,6%), pendidikan terakhir SD (55,3%). Memiliki pendapatan Rp 1.000.000 (52,6%), sera memberikan asupan sesuai (65,8%). Mayoritas responden memberikan MP-ASI pada usia >6 bulan (57,9%) dan durasi pemberian sesuai (66,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan terdapat hubungan bermakna antara pendidikan dengan status gizi anak (p = 0,02), pendapatan dengan status gizi anak (p = 0,03), Asupan dengan status gizi anak (p = 0,01), MP-ASI dengan status gizi anak (p =0,04), Durasi pemberian makanan dengan status gizi anak (p =0,02). Dengan demikian, terdapat hubungan yang signifikan antara pendidikan, pendapatan,asupan,MP-ASI, dan durasi pemberian makanan dengan status gizi anak. Di harapkan dapat menjadi masukan bagi orang tua untuk meningkat pola asuh yang lebih baik dalam pencegahan stunting, serta bagi tenaga kesehatan dan pemerintah dalam menyusun program intervensi gizi dan edukasi keluarga guna menurunkan angka stunting pada balita usia 12-24 bulan.
Hubungan Skor Latch Dengan Kecukupan ASI dan Risiko Stunting Dini pada Bayi di Warunggunung Zulmi, Daini
Jurnal Obstretika Scientia Vol 8 No 1 (2020)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting dini merupakan masalah gizi kronis yang terjadi sejak awal kehidupan dan berdampak jangka panjang terhadap tumbuh kembang anak. Salah satu faktor penting dalam pencegahan stunting adalah kecukupan Air Susu Ibu (ASI). Keberhasilan menyusui dapat dinilai secara objektif menggunakan skor LATCH yang menggambarkan kualitas proses menyusui. Namun, pemanfaatan skor LATCH sebagai indikator dini kecukupan ASI dan risiko stunting masih terbatas, khususnya di wilayah Kabupaten Lebak. Menganalisis hubungan skor LATCH dengan kecukupan ASI dan risiko stunting dini pada bayi di Kecamatan Warunggunung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten tahun 2020. Penelitian ini menggunakan desain analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian adalah ibu menyusui yang memiliki bayi usia 0–24 bulan. Data dikumpulkan melalui observasi skor LATCH, penilaian kecukupan ASI, dan pengukuran antropometri bayi. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji statistik yang sesuai. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor LATCH yang rendah berhubungan dengan ketidakcukupan ASI. Selain itu, bayi dengan skor LATCH ibu yang rendah memiliki risiko stunting dini yang lebih tinggi dibandingkan bayi dengan skor LATCH baik. Hubungan tersebut menunjukkan signifikansi secara statistik.
ANALISIS FREKUENSI MAKAN DAN PENDAPATAN KELUARGA TERHADAP KEJADIAN STUNTING PADA BALITA USIA 12–59 BULAN DI DESA LEBAK PARAHIANG WILAYAH KERJA PUSKESMAS LEUWIDAMAR TAHUN 2025 Ivan Panji Teguh; Roslina; Rita Ariesta; Dwi Apriyanti; Adelia Ikka Rahilla
Jurnal Obstretika Scientia Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Stunting, defined as a height-age below -2 standard deviations of WHO standards, remains a major public health problem affecting children from the prenatal period up to two years of age. This study aimed to examine the association between nutritional intake and socioeconomic status with stunting among children aged 12-59 months in Lebak Parahiang Village, 2025. An observational analytic study with a case-control design was conducted invloving 67 respondents in the working area of ​​Leuwidamar public health center. Data on nutritional intake, socioeconomic characteristics, and child growth indicators were collected and analyzed. Most respondents were housewives (88.2%) with an average monthly household income of approximately IDR 2,000,000. Growth assessment revealed that 41% of children were undernourished. Based on weight-for-age, 43.8% had normal nutritional status, where as about one-third showed mild to severe undernutrition. Based on weight-for-height, 76% were in good condition, indicating adequate nutritional intake in most children. Findings emphasized the significant role of maternal involvement and economic support in preventing stunting. Strengthening maternal education, improving access to promote optimal feeding practices, and ensuring regular growth monitoring. References: 19 (2020-2025)
ANALISIS GAMBARAN PERILAKU REMAJA PUTRI DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING MELALUI KONSUMSI TABLET TAMBAH DARAH DI SMK MUHAMMADIYAH 1 RANGKASBITUNG Yulica Aridawarni; Neng Yara
Jurnal Obstretika Scientia Vol 13 No 2 (2025)
Publisher : Prodi DIII Kebidanan La Tansa Mashiro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this study was to determine the description of adolescent girls’ behavior in preventing stunting through the consumption of iron supplement tablets (TTD), to identify obstacles and motivations in consuming TTD, and to analyze the role of family, peers, school, and health workers in supporting TTD consumption at SMK Muhammadiyah 1 Rangkasbitung. This research used a descriptive method with a purposive sampling technique involving 13 adolescent girls aged 15–18 years. Data were collected through interviews and analyzed using univariate analysis.The results showed that most adolescent girls (76.9%) regularly consumed TTD, although some were still irregular. The main obstacles included the unpleasant taste of the tablets (61%) and lack of information (38%). The level of motivation was quite high, as participants wanted to prevent anemia and stunting, supported by families, teachers, peers, and health workers.In conclusion, the behavior of adolescent girls in consuming TTD was generally good but still needs improvement through education and continuous support from the surrounding environment so that it becomes a sustainable habit. Adolescent girls, iron supplement tablets, stunting prevention, health behavior.

Page 12 of 12 | Total Record : 119