cover
Contact Name
Fitria Yuliani
Contact Email
fitria@umb.ac.id
Phone
+6281234245495
Journal Mail Official
madia@umb.ac.id
Editorial Address
Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jl.Adam Malik, KM.8 Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer)
ISSN : -     EISSN : 27754316     DOI : https://doi.org/10.36085/madia.v3i1
Jurnal Ilmiah Humas dan Media Kontemporer, merupakan jurnal ilmiah dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Jurnal Ilmiah ini diperuntukkan bagi akademisi, praktisi, mahasiswa ilmu komunikasi
Articles 57 Documents
Komunikasi Pemasaran Dalam Meningkatkan Engagement Melalui Instagram Mbaknya.janjiuntung Lestari, Dika Ayu; Fajarini, Sri Dwi
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v5i1.7807

Abstract

Komunikasi pemasaran adalah proses pengiriman informasi yang relevan dan persuasif kepada target pasar dengan tujuan untuk membangun kesadaran merek, dan meningkatkan penjualan produk. Mbaknya.janjiuntung menggunakan media Instagram sebagai media pemasaran karena pengguna Instagram sangat pesat sehingga memudahkan untuk mencari target pasar yang ditujukan pada remaja dan aktif menggunakan Instagram. Tujuan pada penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana komunikasi pemasaran pada toko Mbaknya.janjiuntungdalam meningkatkan engagement lewat Instagram.Penelitian ini menggunakan model sirkular SoMe Regina Luttrel, ada 4 elemen yang digunakan dalam pemasaran yaitu, pertama share dilakukan dalam memberikan informasi pemasaran produk, kemudian optimize dengan mengoptimalkan dalam melakukan pemasaran guna mencapai target, selanjutnya manage yaitu mengelola manajemen pemasaran untuk mencapai tujuan, terakhir engage keterlibatan dalam interaksi kepada konsumen. Metode penelitian yang dilakukan yaitu menggunakan metode kualitatif dengan melakukan teknik pengumpulan data dengan melakukan observasi, wawancara, dan dokumentasi yang dilakukan pada informan yang memiliki kriteria tertentu. Penelitian ini dilakukan pada lima orang diantaranya, Manager, pemegang akun instagram, content creator, dan pengguna instagram. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa Mbaknya.janjiuntung dalam meningkatkan engagement melakukan beberapa hal yaitu, pembuatan konten yang relevan dan informatif, mengunggah foto atau video dengan kualitas dan konsisten, menggunakan hastag, stories Instagram dan siaran live, mengadakan event, memberikan informasi yang relate di mention pada postingan, berkolaborasi dengan influencer yang relevan dapat membantu menjangkau audience yang lebih besar dan meningkatkan engagement Kata Kunci: Komunikasi Pemasaran,Engagement, instagram, @mbaknya.janjiuntung.
REPRESENTASI PRAKTEK PERGAULAN BEBAS DALAM FILM JAKARTA VS EVERYBODY Valentin, Rizki Kelvin; Kurniawati, Juliana
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v5i1.7847

Abstract

Penelitian ini menyelidiki penggambaran pergaulan bebas dalam karya sinematik “Jakarta vs. Everybody” menggunakan kerangka analisis semiotik yang ditetapkan oleh Roland Barthes. Tujuan dari penyelidikan ini adalah untuk menggambarkan faktor-faktor yang berkontribusi pada keterlibatan remaja dalam perilaku bebas, untuk menganalisis konteks sosiokultural dan emosional yang mendukung perilaku tersebut, dan untuk memastikan konsekuensi dari representasi ini pada persepsi yang dipegang oleh audiens. Investigasi ini mengadopsi metodologi deskriptif kualitatif menggunakan teknik analisis semiotik Roland Barthes, yang meneliti makna yang dikemas dalam denotasi, konotasi, dan mitos dalam urutan film yang menggambarkan pergaulan bebas.Temuan menunjukkan bahwa film “Jakarta vs. Everybody” mengartikulasikan pergaulan bebas melalui tiga dimensi utama: hubungan seksual kasual, konsumsi minuman beralkohol, dan penyalahgunaan narkotika. Analisis semiotik menjelaskan bahwa perilaku seperti itu tidak hanya menandakan krisis moral di kalangan remaja tetapi juga melambangkan tekanan sosial ekonomi dan perasaan keterasingan yang meresap di lingkungan perkotaan. Narasi ini menggambarkan protagonis, Dom, yang aspirasi awalnya mengejar karir akting membawanya ke ranah pergaulan bebas, dipengaruhi oleh berbagai faktor termasuk keteganganekonomi, tekanan lingkungan, dan regulasi sosial yang tidak memadai.Studi ini menyimpulkan bahwa penggambaran pergaulan bebas dalam film berfungsi sebagai kritik sosial terhadap pengalaman hidup remaja di Jakarta, sekaligus berfungsi sebagai kisah peringatan mengenai bahaya yang terkait dengan pergaulan bebas. Karya sinematik melampaui hiburan belaka, mendorong kontemplasi mendalam tentang pentingnya pendidikan moral dan dukungan sosial dalam menavigasi tantangan yang dihadapi oleh remaja dalam konteks metropolitan. Keywords :Pergaulan Bebas, Analisis Semiotika, Remaja
ANALISIS WACANA KRITIS NORMAN FAIRCLOUGH TERHADAP KONFLIK AGRARIA DALAM FILM DOKUMENTER 'BARANG PANAS Putra, David Ade; Kurniawati, Juliana
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v5i1.7860

Abstract

Penelitian ini secara menyeluruh meneliti sengketa agraria yang digambarkan dalam film dokumenter “Barang Panas” yang diproduksi oleh Ekspedisi Indonesia Baru melalui lensa metodologi analisis wacana kritis Norman Fairclough. Tujuan utama dari penyelidikan ini adalah untuk membedakan dan mengevaluasi penggambaran konflik agraria yang muncul antara masyarakat lokal dan entitas pemerintah dalam kaitannya dengan inisiatif Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTPB). Metodologi penelitian yang digunakan mengadopsi kerangka kualitatif menggunakan teknik analisis wacana kritis seperti yang diuraikan dalam model Norman Fairclough, yang terdiri dari tiga dimensi yang saling berhubungan: analisis tekstual, praktik wacana, dan praktik sosiokultural. Data empiris bersumber dari film dokumenter “Barang Panas,” yang disiarkan di saluran YouTube Expeditions Indonesia Baru. Temuan menunjukkan bahwa konflik agraria yang diilustrasikan dalam film dokumenter mencakup empat dimensi mendasar: (1) perselisihan kepemilikan tanah dan relokasi masyarakat, (2) dampak kesehatan yang berasal dari polusi udara yang terkait dengan proyek PLTPB, (3) degradasi ekologi berdampak buruk pada produktivitas pertanian, dan (4) marginalisasi penduduk asli dalam perumusan kebijakan. Analisis menunjukkan bahwa film “Hot Goods” dengan mahir membangun wacana kritis mengenai ketidakseimbangan kekuasaan antara otoritas pemerintah dan masyarakat adat dalam kerangka pengembangan proyek energi terbarukan. Keywords: Konflik agraria, analisis wacana kritis, film dokumenter, masyarakat adat
PENGARUH ELECTRONIC WORD OF MOUTH (E-WOM) DAN INFLUENCER MARKETING TERHADAP PERILAKU PEMBELIAN KONSUMEN BERKAITAN DENGAN PRODUK MENANTEA (ANALISIS KONTEN AKUN INSTAGRAM @MENANTEA TOKO) Orlando, Figo Salius Hadi; Fajarini, Sri Dwi
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v5i1.7876

Abstract

Penelitian ini meneliti dampak dari Electronic Word of Mouth (E-WOM) dan Influencer Marketing pada perilaku pembelian konsumen yang terkait dengan produk Menantee. Menggunakan metodologi penelitian kuantitatif,, penelitian ini mengumpulkan data terstruktur melalui survei dari demografis yang representatif. Populasi yang diminati terdiri dari pengikut profil Instagram resmi Menantee, @menantea shop, yang membanggakan pengikut 535.000 orang. Untuk mengamankan ukuran sampel yang memadai, 100 responden dipilih menggunakan rumus Slovin, pendekatan yang diakui secara luas untuk memastikan ukuran sampel yang tepat. Akuisisi data dilakukan melalui kuesioner menggunakan skala Likert, yang memungkinkan peserta untuk mengevaluasi berbagai pernyataan yang terkait dengan E-WOM dan Pemasaran Influencer. Variabel independen yang diidentifikasi dalam analisis ini adalah E-WOM (X1) dan Pemasaran Influencer (X2), Sebaliknya, variabel yang dipengaruhi adalah keputusan untuk membeli (Y). Data yang dikumpulkan menjadi sasaran analisis melalui metode regresi linier ganda yang difasilitasi oleh perangkat lunak IBM SPSS Statistic 27, sehingga memungkinkan peneliti untuk secara komprehensif mengeksplorasi interaksi antara variabel independen dan dependen. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini menunjukkan bahwa pemasaran dari mulut ke mulut elektronik (E-WOM) dan pemasaran influencer memberikan dampak besar pada perilaku pembelian konsumen yang terkait dengan produk Menantee. . Persamaan regresi yang diturunkan adalah Y = a + B1x1 + B2x2 + e, yang mengartikulasikan hubungan kuantitatif di antara variabel-variabel ini. Selain itu, koefisien determinasi (R Square) sebesar 98,7% menandakan bahwa E-WOM dan Influencer Marketing memperhitungkan variasi dalam keputusan pembelian hingga tingkat yang sangat tinggi. Hasil ini menggarisbawahi relevansi penting dari strategi pemasaran digital, terutama yang memanfaatkan E-WOM dan Pemasaran Influencer, dalam membentuk perilaku konsumen dan memfasilitasi keputusan pembelian. Keywords Electronic Word of Mouth (E-WOM), Influencer Marketing, Keputusan Pembelian, Perilaku Konsumen
ANALISIS FOTO JURNALISTIK SELEBRASI SEPAK BOLA PADA AKUN INSTAGRAM @TIMNASINDONESIA Amri, Abdillah Rahma; Fajarini, Sri Dwi
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v5i1.7877

Abstract

Sepak bola memiliki peran penting dalam membangun nasionalisme, tidak hanya sebagai olahraga, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan identitas bangsa. Penelitian ini menganalisis foto jurnalistik selebrasi sepak bola dalam foto-foto yang diunggah di akun Instagram @TimnasIndonesia menggunakan metode semiotika Roland Barthes. Melalui analisis denotatif, konotatif, dan mitos, penelitian ini mengungkap bagaimana elemen visual seperti warna, gestur, simbol, dan narasi dalam foto dapat membentuk pemaknaan foto. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes. Metode ini dipilih karena mampu mengungkap makna tersembunyi dalam foto-foto yang diunggah oleh akun Instagram @TimnasIndonesia, baik dari segi makna denotatif maupun konotatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa foto-foto yang diunggah tidak hanya merekam momen pertandingan, tetapi juga menjadi alat propaganda visual yang membangkitkan semangat kebangsaan. Foto-foto tersebut memperlihatkan makna kebersamaan, perjuangan, serta kemenangan sebagai cerminan dari identitas nasional. Studi ini berkontribusi dalam memahami bagaimana media sosial berperan dalam membentuk nasionalisme digital di era modern. Keywords Semiotika, Sepak Bola,Instagram, Fotografi
ANALISIS SEMIOTIKA MAKNA CINTA DALAM LIRIK LAGU ‘AKAD’ KARYA PAYUNG TEDUH Ferdyan, Ahmad; Fajarini, Sri Dwi
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v5i1.7878

Abstract

Musik adalah ekspresi seni universal yang tidak terpaku sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media untuk menyatakan gagasan, emosi, dan nilai sosial. Lirik lagu berperan penting dalam merefleksikan aspek budaya dan emosional kehidupan. Lagu “Akad” menarik perhatian karena mengangkat tema cinta dan komitmen dalam pernikahan. Studi ini menerapkan pendekatan kualitatif deskriptif dengan memanfaatkan analisis semiotika sebagai teknik penelitiannya. Dengan menggunakan kerangka semiotika yang dikembangkan Ferdinand De Saussure, peneliti berupaya mengungkap dan mengidentifikasi berbagai makna yang lain di balik lirik lagu yang menjadi objek kajian. Hasil penelitian memperlihatkan bahwasannya lirik lagu “Akad” membentuk makna melalui hubungan antara penanda dan petanda dalam sistem bahasa. Lagu ini mengekspresikan cinta yang tulus, kesiapan untuk berkomitmen, serta sikap terbuka dalam menghadapi berbagai kemungkinan dalam hubungan. Struktur tanda dalam lirik ini juga menunjukkan bagaimana makna diciptakan melalui sistem bahasa yang saling berkaitan, baik secara paradigmatik maupun sintagmatik. Keywords Representasi Cinta, Lirik Lagu, Akad, Semiotika
KOMUNIKASI TRANSENDENTAL DAN IDENTITAS SPIRITUAL PADA THARIQAH NAQSYABANDIYAH KHALIQIYAH DI PROVISINI BENGKULU Saputra, Agung Wahyu; Riswanto, Riswanto
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v5i1.7933

Abstract

Komunikasi transendental memiliki fungsi penting dalam pembentukan identitas spiritual individu, khususnya di kalangan praktisi Thariqah Naqsyabandiyah Khaliqiyah di Provinsi Bengkulu. Penelitian ini berusaha untuk menyelidiki dan memahami cara di mana praktik komunikasi transendental, yang mencakup kegiatan ritualistik, doa, dan memori kolektif, mempengaruhi kohesi sosial dan kesejahteraan psikologis anggota masyarakat. Dalam kerangka ini, komunikasi transendental beroperasi tidak hanya sebagai saluran untuk interaksi dengan entitas ilahi tetapi juga sebagai mekanisme yang meningkatkan solidaritas di antara para praktisi. Metodologi penelitian yang digunakan adalah kualitatif, menggabungkan wawancara mendalam dengan anggota Thariqah Naqsyabandiyah Khaliqiyah bersama pengamatan partisipatif untuk pengambilan data. Proses analisis data dilaksanakan melalui teknik analisis tematik, yang memfasilitasi identifikasi pola dan tema yang muncul yang berakar pada pengalaman peserta. Temuan penelitian menunjukkan bahwa komunikasi transendental menghasilkan lingkungan di mana individu dapat berbagi pengalaman spiritual mereka, sehingga memperkuat ikatan sosial dan menumbuhkan identitas kolektif. Hasilnya menjelaskan bahwa praktik yang terkait dengan komunikasi transendental meningkatkan kesehatan mental anggota dengan membangun jaringan dukungan sosial yang kuat. Responden mengartikulasikan bahwa melalui keterlibatan dalam doa kolektif, mereka tidak hanya mengalami hubungan yang mendalam dengan Yang Ilahi tetapi juga dengan sesama praktisi mereka, yang berpuncak pada sentimen saling pengertian dan empati. Fenomena ini menumbuhkan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan spiritual dan emosional, serta meningkatkan ketahanan individu dalam menghadapi kesulitan hidup. Selain itu, penelitian ini menekankan pentingnya komunikasi transendental dalam evolusi identitas spiritual. Proses berbagi pengalaman selama ritual memperkuat rasa keterkaitan dan solidaritas di antara anggota, sehingga memperkuat identitas sosial mereka sebagai konstituen komunitas yang lebih luas. Akibatnya, komunikasi transendental melampaui praktik spiritual belaka; itu muncul sebagai mekanisme penting dalam menumbuhkan hubungan sosial yang positif dan mendukung kesejahteraan mental. Singkatnya, penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi transendental memberikan pengaruh yang cukup besar pada kesehatan mental, identitas spiritual, dan hubungan sosial di antara penganut Thariqah Naqsyabandiyah Khaliqiyah. KeywordsKomunikasi transcendental, analisis, Thariqah Naqsyabandiyah Khaliqiyah, Komunikasi interpersonal, Analisis wacana
MEME KOMUNIKASI POLITIK ATAS GIBRAN RAKABUMING RAKA DI MEDIA SOSIAL X : (Studi pada akun X @nepo_baby) Baharudin, Usuf; Fajarini, Sri Dwi
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 5 No. 1 (2024): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v5i1.7934

Abstract

Investigasi ilmiah ini berpusat pada pemeriksaan semiotik meme Gibran Rakabuming Raka yang lazim di platform media sosial X. Dengan menggunakan metodologi kualitatif, penelitian ini berusaha untuk menjelaskan cara meme-meme ini beroperasi sebagai instrumen kritik sosial dan politik. Temuan penyelidikan menunjukkan bahwa meme ini berfungsi tidak hanya sebagai sumber hiburan tetapi juga sebagai kendaraan untuk mengartikulasikan ketidakpuasan publik mengenai kandidat wakil presiden 2024. Analisis dilakukan melalui identifikasi komponen visual dan tekstual dalam meme, di samping konteks sosiokultural yang menyelimuti mereka. Hasilnya mengungkapkan bahwa meme Gibran merangkum spektrum perspektif masyarakat, mulai dari dukungan hingga celaan tajam. Tiga kategori sarkasme yang digambarkan — kepahitan, celaan pahit, dan luka menggambarkan cara-cara di mana penduduk menyampaikan ketidakpuasannya dengan lanskap politik yang berlaku. Wahyu ini menegaskan kembali pentingnya meme sebagai mekanisme komunikasi politik, yang mampu memupuk wacana publik. Selain itu, penelitian ini menekankan fungsi media sosial dalam mempercepat transmisi informasi dan mempengaruhi sentimen publik, yang semakin relevan mengingat pemilihan yang akan datang. Akibatnya, penelitian ini diantisipasi untuk berfungsi sebagai referensi dasar untuk penyelidikan selanjutnya ke dalam fenomena meme dalam bidang komunikasi politik
REPRESENTASI SOLIDARITAS DALAM RELASI SOSIAL DI LINGKUNGAN PENJARA DALAM FILM MIRACLE IN CELL NO.7 VERSI INDONESIA Kirana, Desinta Sasi; Yuliani, Fitria
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8372

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana film Miracle in Cell No.7 versi Indonesia menggambarkan solidaritas sebagai inti dari hubungan sosial di lingkungan penjara yang kerap diasosiasikan dengan kekerasan dan dehumanisasi. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif terhadap narasi dan karakter dalam film untuk mengidentifikasi bentuk solidaritas yang muncul serta nilai-nilai kemanusiaan yang terkandung di dalamnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa solidaritas dalam film tersebut bukan sekadar interaksi sosial biasa, melainkan ikatan emosional dan moral yang menjadi sumber kekuatan dan harapan bagi para narapidana. Kedermawanan dalam situasi kekurangan, keberadaan anak kecil yang menghadirkan kehangatan, serta kasih sayang keluarga antara Dodo dan anaknya menggambarkan bahwa cinta dan kepedulian sosial mampu mengatasi batasan fisik dan status sosial. Solidaritas juga diwujudkan melalui saling tolong-menolong yang penuh keberanian dan empati dalam menghadapi situasi paling sulit, termasuk eksekusi Dodo. Film ini memperkuat nilai budaya Indonesia seperti gotong royong dan kepedulian sosial sebagai penangkal dehumanisasi bahkan dalam kondisi yang paling mengekang sekalipun. Kata kunci: Representasi Solidaritas Relasi Sosial
KOMUNIKASI NONVERBAL SEBAGAI STRATEGI PENYELESAIAN KONFLIK KELUARGA DALAM FILM NANTI KITA CERITA TENTANG HARI INI Putri, Safvira Yoan Eka; Yuliani, Fitria
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8373

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap komunikasi nonverbal antara Aurora dan ayahnya sebagai cerminan konflik dalam hubungan orang tua-anak. Fokus utama penelitian adalah memahami bagaimana perbedaan nilai dan pandangan hidup antar generasi memengaruhi interaksi emosional dalam keluarga. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif terhadap film sebagai studi kasus,dengan pendekatan fokus pada komunikasi nonverbal sebagai media utama penyampaian emosi yang sulit diungkapkan secara verbal. Pengamatan mendalam terhadap simbol-simbol nonverbal sepertiekspresi wajah, gestur, dan tindakan fisik seperti pelukan dianalisisuntuk menggali makna emosional yang tersembunyi di balik dialog yang terbatas. Hasil penelitian menunjukkan adanya jarak emosional yang signifikan antara Aurora dan ayahnya, yang disebabkan oleh dominasi nilai pragmatis dan kontrol dari pihak ayah serta kebutuhan pengakuan emosional dari Aurora. Ketimpangan ini menciptakan ketegangan dan keterasingan yang diperparah oleh kurangnya komunikasi terbuka dan empati antar generasi. Meskipun terdapat momen rekonsiliasi melalui komunikasi nonverbal, penelitian menegaskan bahwa penyembuhan hubungan keluarga memerlukan komitmen berkelanjutan untuk membangun dialog yang terbuka, setara, dan penuh empati. Temuan ini menyoroti pentingnya pola komunikasi yang menghargai perasaan anak dan menciptakan ruang bagi dialog emosional guna menghadapi dinamika perubahan nilai dalam keluarga. Kata Kunci: Komunikasi Nonverbal, Konflik Keluarga, Film NKCHT