cover
Contact Name
Fitria Yuliani
Contact Email
fitria@umb.ac.id
Phone
+6281234245495
Journal Mail Official
madia@umb.ac.id
Editorial Address
Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jl.Adam Malik, KM.8 Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer)
ISSN : -     EISSN : 27754316     DOI : https://doi.org/10.36085/madia.v3i1
Jurnal Ilmiah Humas dan Media Kontemporer, merupakan jurnal ilmiah dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Jurnal Ilmiah ini diperuntukkan bagi akademisi, praktisi, mahasiswa ilmu komunikasi
Articles 64 Documents
REPRESENTASI IDENTITAS SOSIAL MELALUI GAYA BUSANA TOKOH UTAMA SERIAL EMILY IN PARIS MUSIM PERTAMA Indriani Safitri, Ersa; Yuliani, Fitria
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 6 No 1 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8539

Abstract

Penelitian ini mengkaji representasi identitas sosial melalui gaya busana tokoh utama dalam serial Emily in Paris musim pertama dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Gaya busana tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga sebagai sistem tanda yang menyampaikan makna pada tiga level: denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa busana Emily Cooper menjadi sarana komunikasi visual yang menggambarkan pergulatan antara identitas personal dan struktur sosial budaya yang baru ia masuki. Gaya busananya mencerminkan ketegangan antara nilai-nilai budaya Amerika yang ekspresif dan individualistis dengan budaya Prancis yang simbolik dan eksklusif. Sepanjang narasi, terjadi transformasi identitas sosial Emily melalui proses negosiasi, adaptasi, dan internalisasi norma-norma lokal. Gaya busana menjadi alat artikulasi identitas yang bersifat dinamis, reflektif, dan transformatif. Penelitian ini menegaskan bahwa busana merupakan medium penting dalam mengonstruksi, menyampaikan, dan mengafirmasi posisi sosial individu dalam jaringan relasi budaya yang kompleks. Kata Kunci: Representasi, Identitas Sosial, Gaya Busana
PENGEMBANGAN TOKOH CHO SANG-GU DALAM SERIAL MOVE TO HEAVEN Septiana, Berlian Aprilia; Fajarini, Sri Dwi
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8541

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan karakter Cho Sang-gu dalam serial Move to Heaven menggunakan pendekatansemiotika Roland Barthes yang mencakup tiga lapisan makna: denotasi, konotasi, dan mitos. Hasil penelitian menunjukkan bahwa transformasikarakter Sang-gu mencerminkan proses penyembuhan emosional dan redefinisi identitas maskulin yang kaku. Pada level denotatif, perubahantampak melalui tindakan nyata Sang-gu yang semula tertutup dan defensif menjadi lebih terbuka dan suportif. Pada level konotatif, simbol-simbol seperti rumah, dapur, meja makan, serta pencahayaandan warna pakaian menjadi penanda kehangatan, keterbukaan, dan keterhubungan emosional. Pada level mitos, serial ini menantang narasimaskulinitas patriarkal yang membatasi ekspresi emosional laki-laki, dan memperkenalkan model maskulinitas baru yang empatik dan inklusif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan karakterSang-gu tidak hanya didorong oleh alur cerita, tetapi juga oleh kekuatansimbolik visual dalam struktur naratif serial. Kehadirannya sebagaifigur ayah, penjaga, dan pendengar membuka ruang bagi pemaknaanulang atas peran laki-laki dalam ranah domestik dan relasi emosional. Dengan demikian, serial ini menjadi cermin dari nilai-nilaikemanusiaan, pentingnya relasi antarindividu, serta keberanian untukmengalami perubahan dan pertumbuhan emosional. Kata kunci : Pengembangan,Karakter tokoh,Serial
REPRESENTASI NILAI-NILAI PATRIOTISME DALAM FILM 13 BOM DI JAKARTA Oktariadi, Iqbal; Fajarini, Sri Dwi
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8542

Abstract

Film sebagai media komunikasi massa memiliki peran penting dalam menyampaikan pesan dan nilai-nilai kepada masyarakat, termasuk nilai-nilai kebangsaan dan patriotisme. Film “13 Bom di Jakarta” merupakan salah satu karya sinema Indonesia yang mengangkat tema terorisme dan perjuangan aparat keamanan dalam melindungi negara. Melalui berbagai simbol dan tanda visual, film ini berpotensi mengkomunikasikan nilai-nilai patriotisme kepada penonton. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi nilai-nilai patriotisme yang terkandung dalam film “13 Bom di Jakarta” melalui pendekatan semiotika, dengan fokus pada bagaimana simbol-simbol, tanda, dan makna dalam film tersebut merepresentasikan semangat patriotisme dan cinta tanah air. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis semiotika model Roland Barthes dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi mendalam terhadap adegan-adegan film, dialog, visual, dan audio yang mengandung unsur patriotisme. Data kemudian dianalisis melalui tiga tahapan semiotika Barthes yaitu denotasi, konotasi, dan mitos. Objek penelitian difokuskan pada scene-scene yang menampilkan simbol kebangsaan, pengorbanan, dan perjuangan melawan terorisme. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film “13 Bom di Jakarta” berhasil mengkomunikasikan nilai-nilai patriotisme melalui berbagai tanda dan simbol. Nilai-nilai tersebut meliputi pengorbanan untuk negara, persatuan dalam menghadapi ancaman, keberanian aparat keamanan, dan semangat gotong royong masyarakat. Film ini secara efektif menggunakan representasi visual dan naratif untuk membangun kesadaran patriotisme dan nasionalisme di kalangan penonton, sekaligus memberikan edukasi tentang bahaya terorisme bagi kehidupan berbangsa Kata Kunci:  Representasi Film, Patriotisme, 13 Bom di Jakarta, Semiotika Roland Barthes
STRATEGI PROMOSI BISNIS ONLINE MELALUI FACEBOOK OLEH IBU RUMAH TANGGA DI DESA TANAH REKAH, KABUPATEN MUKOMUKO Tri Sumarti, Devina; Riswanto, Riswanto
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8543

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi promosi bisnis online yang dilakukan oleh ibu rumah tangga di Desa Tanah Rekah melalui pemanfaatan media sosial Facebook. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Facebook menjadi media promosi yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan serta kebiasaan digital masyarakat desa, terutama bagi pelaku usaha rumahan yang memiliki keterbatasan modal dan akses terhadap toko fisik. Strategi promosi yang diterapkan secara intuitif mengikuti model AIDA (Attention, Interest, Desire, Action),melalui unggahan foto produk, deskripsi yang jelas, komunikasi aktif dengan konsumen, serta pemanfaatan promosi seperti diskon dan ajakan langsung. Dukungan sistem seperti COD dan gratis ongkir turut mendorong peningkatan kepercayaan dan minat beli konsumen. Selain berdampak pada peningkatan pendapatan, penggunaan Facebook juga memperkuat pemberdayaan ekonomi ibu rumah tangga tanpa mengganggu peran domestik mereka. Temuan ini menegaskan bahwa media sosial dapat menjadi sarana kewirausahaan digital yang efektif di wilayah pedesaan, membuka akses pasar lebih luas, dan mendorong partisipasi perempuan dalam ekonomi digital lokal.  kata kunci: Promosi Bisnis,Facebook,Ibu rumah Tangga.
KOMUNIKASI ANTARBUDAYA SEBAGAI STRATEGI PELESTARIAN ADAT BEKAGOK’AN SUKU BASEMAH DI PADANG BINDU Razika, Lucky; Fajarini, Sri Dwi
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8550

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran komunikasiantarbudaya dalam pelestarian adat Bekagok’an Suku Basemah di Desa Padang Bindu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelestarian adattidak hanya bergantung pada pelaksanaan seremonial, tetapi juga pada proses komunikasi lintas generasi dan lintas etnis yang berlangsungsecara dialogis dan partisipatif. Melalui pendekatan interaksionismesimbolik, ditemukan bahwa makna budaya dalam prosesi adat sepertitarian, masakan tradisional, dan simbol-simbol lainnya dibentuk dan diwariskan melalui interaksi sosial yang hidup dan bermakna. Tigadimensi utama dalam interaksionisme simbolik, yakni mind, self, dan society, menjadi dasar dalam pewarisan budaya: simbol adatmembentuk pemahaman generasi muda, membangun identitas dirisebagai bagian dari komunitas adat, serta memperkuat struktur sosialmasyarakat. Di sisi lain, media sosial muncul sebagai medium barudalam mendukung dokumentasi dan diseminasi nilai-nilai adat, meskipun memerlukan pendekatan yang kontekstual agar tidak terjadipenyederhanaan makna. Oleh karena itu, komunikasi antarbudayaterbukti menjadi strategi kunci dalam menjaga keberlanjutan adatBekagok’an, dengan menekankan kolaborasi antar generasi, pemaknaansimbolik yang reflektif, serta adaptasi terhadap perkembangan teknologikomunikasi. kata kunci : komunikasi antar budaya,pelestarian,adat bekagok'an
Komunikasi Interpersonal Pelaku Judi Online (Game Slot) untuk Mengatasi Kecanduan Judi Online di Kelurahan Ibul Kota Manna Bengkulu Selatan Puri, M. Zahril; Kurniawati, Juliana
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8586

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan guna mengetahui peran komunikasi interpersonal dalam membantu pelaku judi online (game slot) mengatasi kecanduan di Kelurahan Ibul, Kota Manna, Bengkulu Selatan. Penelitian memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi, dengan melibatkan 4 informan yang dipilih secara purposive berdasarkan kriteria yang relevan. Analisis data dilakukan memakai model interaktif Miles dan Huberman dengan validasi melalui triangulasi sumber dan member checking. Hasil penelitian menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal antar pelaku berlangsung intens dalam komunitas pertemanan seperti tongkrongan dan grup digital. Komunikasi yang terjalin bersifat terbuka, egaliter, dan emosional, yang di satu sisi memperkuat kebiasaan berjudi, namun di sisi lain mulai menjadi media saling mengingatkan tentang bahaya kecanduan. kata kunci : game slot,judi online,komunikasi interpersonal
RESEPSI MAHASISWA FISIP UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH BENGKULU TERHADAP KEKERASAN PSIKOLOGIS DALAM DRAMA WEAK HERO CLASS 1 Al Fayed, Ivan; Kurniawati, Juliana
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8592

Abstract

Fenomena Korean Wave atau Hallyu telah menyebar luas ke seluruh dunia dan memengaruhi berbagai aspek kehidupan, termasuk konsumsi media oleh generasi muda. Salah satu produk budaya Korea yang banyak digemari adalah drama Korea, yang tidak hanya menyajikan hiburan tetapi juga mengangkat isu-isu sosial seperti kekerasan psikologis. Drama Weak Hero Class 1 merupakan salah satu contoh tayangan yang menggambarkan kekerasan psikologis di lingkungan sekolah secara intens. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa FISIP Universitas Muhammadiyah Bengkulu angkatan 2021 menerima dan memaknai representasi kekerasan psikologis dalam drama tersebut. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan teori resepsi Stuart Hall, penelitian ini mengkaji cara mahasiswa menginterpretasikan pesan-pesan kekerasan non-fisik yang ditampilkan dalam drama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa audiens tidak secara pasif menerima pesan, melainkan memberikan makna yang beragam tergantung pada latar belakang pengalaman dan pemahaman mereka. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang bagaimana media populer membentuk kesadaran sosial remaja terhadap isu kekerasan psikologis.   Kata Kunci : Korean Wave, kekerasan psikologis, drama Korea, resepsi penonton, Stuart Hall
KOMUNIKASI INTERPERSONAL KONSELOR DENGAN PECANDU NARKOBA MENGGUNAKAN PENDEKATAN HUMANISTIK (STUDI KASUS DI RUMAH REHABILITASI YAYASAN KARUNIA INSANI) Laina, Zakiyyah Wardatul; Ayuh, Eceh Trisna
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8584

Abstract

Penelitian ini membahasa mengenai bagaimana Komunikasi interpersonal sangat berperan penting yang terbangun antara konselor dengan pecandu narkoba di Rehabilitasi Yayasan Karunia Insani Rumah Female Rejang Lebong. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif menggunakan teknik pengambilan Purposive sampling. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui proses komunikasi interpersonal konselor dengan pecandu narkoba di Rehabilitasi Yayasan Karunia Insani Rumah Female Rejang Lebong. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi interpersonal yang terbangun antara konselor dengan pasien pecandu narkoba adalah menggunakan pendekatan humanistic diantaranya (1) Melakukan Pendekatan terhadap Pasien Pecaandu Narkoba untuk menumbuhkan sikap Keterbukaan, sangat berpengaruh dalam menumbuhkan komunikasi interpersonal konselor dengan pecandu yang efektif. (2) Menumbuhkan Sikap Empati, Konselor terhadap pasien ataupun sebaliknya, sebagai suatu kesediaan untuk memahami orang lain secara paripurna baik yang nampak maupun yang terkandung, baik dalam aspek perasaan, pikiran dan keinginan, ketika empati tersebut tumbuh dalam proses komunikasi interpersonal, maka suasana hubungan komunikasi akan dapat berkembang dan tumbuh sikap saling pengertian dan penerimaan, (3)Menumbuhkan Rasa Positif dalam diri pasien/klien, kesuksesan komunikasi interpersonal banyak tergantung pada kualitas pandangan dan perasaan diri; positif atau negatif. Pandangan dan perasaan tentang diri yang positif, terhadap konselor kepada pecandu atau sebaliknya akan lahir pola perilaku komunikasi interpersonal yang positif pula. (4)Memberikan Semangat dan Dukungan, pemberian dorongan atau pengobaran semangat dari konselor kepada pecandu, sehingga dengan adanya dukungan dalam situasi tersebut, komunikasi interpersonal akan bertahan lama karena tercipta suasana yang mendukung. (5)Implementasi Rasa Kesetaraan yang diberikan oleh Konselor terhadap Pasien/Klien (Equality), perasaan sama yang ditumbuhkan oleh konselor kepada klien, merasa sebagai manusia tidak tinggi atau rendah, dan rasa hormat pada perbedaan pendapat menghasilkan rasa nyaman, yang akhirnya proses komunikasi interpersonal konselor dan klien menjadi berjalan dengan baik dan lancar. Efektifitas komunikasi interpersonal menjadi penting untuk membantu individu yang terlibat dalam mencapai tujuannya. Kata Kunci : Komunikasi Interpersonal, Konselor, Pecandu Narkoba, Rehabilitasi
ANALISIS SEMIOTIKA REPRESENTASI TENTANG PERJUANGAN RASIAL DALAM FILM SELMA Dinitia, Avin Alfarezi; Kurniawati, Juliana
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i2.8836

Abstract

Film Selma merupakan salah satu karya yang menyoroti isu rasial dan perjuangan hak sipil di Amerika Serikat pada tahun 1960-an. Penelitian ini menganalisis representasi perjuangan rasial dalam film “Selma” menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan analisis deskriptif, penelitian ini menunjukkan bahwa film “Selma” merepresentasikan perjuangan rasial melalui karakterisasi Martin Luther King Jr. sebagai pemimpin yang kuat dan berani. Analisis semiotika juga mengungkapkan bahwa film ini menggunakan tanda-tanda visual dan tekstual yang kuat untuk menggambarkan ketidakadilan dan ketidakadilan yang dialami masyarakat kulit hitam. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa film “Selma” dapat menjadi sarana efektif untuk membangun kesadaran dan mendorong perubahan sosial. Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi penelitian lain yang ingin menganalisis representasi perjuangan rasial dalam film atau media lainnya. Dengan demikian, penelitian ini dapat memberikan kontribusi pada pemahaman tentang peran film dalam membangun kesadaran dan mendorong perubahan sosial. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa film “Selma” dapat menjadi contoh bagi film-film lain yang ingin menggambarkan perjuangan rasial dan perubahan sosial. Dengan menggunakan analisis semiotika, penelitian ini dapat memberikan wawasan lebih dalam tentang bagaimana film dapat digunakan sebagai sarana untuk mempromosikan perubahan sosial dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang isu-isu sosial. Selain itu, penelitian ini juga dapat memberikan kontribusi pada pengembangan teori semiotika dalam analisis film dan media. Dengan demikian, penelitian ini dapat menjadi referensi bagi peneliti lain yang ingin melakukan penelitian serupa.   Kata Kunci: Semiotika, Representasi Perjuangan, Film Selma  
SEMIOTIKA MAKNA CINTA DALAM LIRIK LAGU BILA MEMANG KAMU KARYA TINTIN DAN CLARA RIVA anggara, Rio; Kurniawati, Juliana
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol 6 No 2 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i2.8844

Abstract

Absrak Lirik lagu merupakan susunan kata-kata dalam sebuah lagu. Lirik lagu merupakan salah satu bentuk karya seni yang dimana pada gagasan lirik tersebut membentuk frasa-frasa yang mengandung makna. Lirik lagu “Bila Memang Kamu” Karya Tintin dan Clara Riva, merupakan salah satu lirik yang menarik untuk diteliti yang membahas mengenai percintaan. Penelitian ini menerapkan metode pendekatan kualitatif deskriptif dengan menggunakan teori semiotika teori Ferdinand De Saussure untuk mengungkapkan makna cinta dalam lirik lagu tersebut. Dengan menggunakan metode dokumentasi, dengan cara mencari informasi pada buku-buku maupun media sosial. Hasil penelitian yang di dapatkan adalah bahwa lirik lagu “Bila Memang Kamu”membentuk makna penanda dan petanda dalam sistem bahasa atau linguistik, dengan menggunakan sintagmatik dan paragmatik. Makna dalam lirik lagu ini menceritakan tentang perjuangan cinta yang penuh dengan rintangan. Dalam lirik lagu tersebut bersikan emosional dan perasaaan yang ingin disampaikan penulisnya. Hal yang dianalisis dalam lirik lagu “Bila Memang Kamu” Karya Tintin dan Clara Riva, berfokus dalam urutan kata-kata dalam frasa atau kalimat untuk memahami makna cinta yang terdapat pada liriknya. Dalam lirik tersebut menggambarkan seseorang yang menghadapi berbagai rintangan dalam hubungannya, namun tetap berusaha dan selalu berdoa berharap kepada Tuhannya, supaya mendapatkan restu dan jalan untuk orang yang dicintainya. Adapun struktur tanda pada lirik yang memperlihatkan bagaimana hasil dari makna dari sistem bahasa atau linguistik yang saling berhubungan dari penanda dan petanda melalui jalur sintagmatik dan paradigmatik yang telah terstruktur. Kata kunci: Semiotika, makna cinta, lirik lagu bila memang kamu, makna cinta