cover
Contact Name
Fitria Yuliani
Contact Email
fitria@umb.ac.id
Phone
+6281234245495
Journal Mail Official
madia@umb.ac.id
Editorial Address
Kampus IV Universitas Muhammadiyah Bengkulu Jl.Adam Malik, KM.8 Kota Bengkulu
Location
Kota bengkulu,
Bengkulu
INDONESIA
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer)
ISSN : -     EISSN : 27754316     DOI : https://doi.org/10.36085/madia.v3i1
Jurnal Ilmiah Humas dan Media Kontemporer, merupakan jurnal ilmiah dari Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Bengkulu. Jurnal Ilmiah ini diperuntukkan bagi akademisi, praktisi, mahasiswa ilmu komunikasi
Articles 57 Documents
MEMBANGUN KOMUNIKASI EFEKTIF DENGAN LANSIA: STUDI DI PUSKESMAS MUARA BANGKAHULU Fitriani, Anisa; Yuliani, Fitria
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8399

Abstract

Abstrak Penelitian ini mengkaji komunikasi antara dokter dan pasien lansia diPuskesmas Muara Bangkahulu melalui pendekatan teori interaksisimbolik George Herbert Mead. Metode yang digunakan dalam penelitianini yaitu deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwaefektivitas komunikasi sangat dipengaruhi oleh pemaknaan simbolikyang terbentuk dalam proses interaksi sosial. Tiga konsep utama teoriMead mind, self, dan society memegang peran penting dalam membentukstrategi komunikasi yang adaptif terhadap kebutuhan lansia. Temuan inimenegaskan bahwa komunikasi yang efektif dengan pasien lansiamemerlukan pemahaman simbolik yang mendalam serta keterampilaninterpersonal yang sensitif terhadap konteks sosial dan budaya. Keywordskomunikasi efektif, dokter, pasien lansia
STRATEGI INFORMASI DAN LITERASI MAHASISWA BARU MELALUI INSTAGRAM @umbengkulu Anata, Erisa; Yuliani, Fitria
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8454

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran strategis akun Instagram @umbengkulu dalam mendukung literasi informasi dan proses adaptasi akademik mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB). Temuan menunjukkan bahwa @umbengkulu tidak hanya menjadi sumber informasi utama yang akurat dan konsisten, tetapi juga menyajikan konten edukatif secara menarik, komunikatif, dan mudah dipahami, sesuai dengan karakteristik generasi digital. Pemanfaatan berbagai fitur Instagram seperti feed, reels, story, dan IGTV mencerminkan strategi komunikasi multimodal yang efektif. Selain itu, interaksi dua arah melalui Direct Message (DM) dan kolom komentar menunjukkan responsivitas tinggi yang berkontribusi dalam mengurangi kebingungan dan memperkuat keterikatan emosional mahasiswa terhadap institusi. Akun ini juga berfungsi sebagai agen literasi digital, membantu mahasiswa memilah informasi kredibel di tengah banjir informasi digital. Kendati demikian, penelitian juga menemukan tantangan, terutama dalam penyampaian istilah akademik yang kompleks. Oleh karena itu, disarankan inovasi konten yang lebih interaktif seperti sesi tanya jawab, polling, kuis, dan live session bersama civitas akademika. Secara keseluruhan, @umbengkulu terbukti menjadi media sosial edukatif dan partisipatif yang efektif dalam menjembatani mahasiswa baru dengan dunia akademik yang dinamis dan kompleks.   Kata kunci : Instagram, Informasi, Literasi    
DINAMIKA KEKUASAAN PEREMPUAN DALAM SISTEM HIERARKI SOSIAL (Studi Kasus Film Pyramid Game) Renawati, Renawati
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8455

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika kekuasaan di kalangan perempuan dalam konteks hierarki sosial, dengan mengambil film Korea Selatan Pyramid Game (2024) sebagai objek studi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi bagaimana kekuasaan dibangun, dipertahankan, dan ditentang oleh karakter perempuan di dalam sistem hierarki yang kompeitif. Menggunakan kualitatif dengan analisis pendekatan kualitatif dengan pendekatan naratif, data dikumpulkan melalui penayangan berulang, pencatatan adegan kunci, dan transkripsi dialog yang relevan. Unit analisis mencakup interaksi antar karakter perempuan, ekspresi verbal dan non verbal, serta simbil- simbol visual dan audio yang mempresentasikan kekuasaan. Hasil penelitian menunjukanbahwa film Pyramid Game secara efektif menggambarkan kompleksitas relasi kekuasaan antar perempuan, menyoroti penggunaan kekuasaan koersif, simbolik, dan legimitasi. Dinamika ini memicu prilaku dominasi dan subordinasi, sekaligus memicu perlawanan karakter yang terpingkirkan. Film ini juga merefleksikan kritik terhadap sistem sosial yang menumbuhkan persaingan destruktif dan bullying dilingkungan remaja prempuan. Penelitian ini diharapkan dapat memperkaya pemahaman tentang isu kekuasaan gender dalam konteks media populer. Kata Kunci: RepresentasDinamikakekuasaan,perempuan, hierarkisosial, fim pyramidgame
REPRESENTASI DAN PENERIMAAN AUDIENS TERHADAP KONTEN @pitahrld DI TIKTOK Padilah, Nengsi Nur; Kurniawati , Juliana
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8460

Abstract

Penelitian ini menganalisis representasi diri dan penerimaan audiens terhadap konten TikTok yang diproduksi oleh kreator @pitahrld, dengan pendekatan teori resepsi Stuart Hall. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas audiens berada dalam posisi dominant-hegemonic, menerima pesan yang disampaikan kreator sebagai edukatif, menghibur, dan sarat nilai positif seperti kreativitas, kesederhanaan, serta semangat hidup. Sebagian audiens juga menunjukkan posisi negotiated, dengan tetap kritis terhadap aspek teknis dan keamanan konten. Secara teknis, kualitas visual, audio, dan narasi menunjukkan peningkatan signifikan, yang memperkuat efektivitas penyampaian pesan. Interaksi aktif audiens, baik melalui komentar maupun berbagi konten, menjadi indikator keberhasilan dalam membangun komunitas digital di TikTok. Kata kunci: Representasi, penerimaan audiens, TikTok.
OPTIMALISASI INSTAGRAM SEBAGAI STRATEGI BRANDING (STUDI KASUS PADA @minumin.bengkulu) Pitaloka, Nara; Yuliani, Fitria
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8461

Abstract

Abstrak  Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis optimalisasi penggunaan Instagram sebagai strategi branding melalui studi kasus pada akun @minumin.bengkulu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Instagram bukan sekadar media promosi satu arah, melainkan juga berfungsi sebagai alat komunikasi strategis dalam membangun brand awareness yang kuat melalui pendekatan sosial dan emosional. Akun @minumin.bengkulu secara efektif mengimplementasikan lima indikator utama social media marketing, yaitu hiburan (entertainment), interaksi (interaction), tren (trendiness), kustomisasi (customization), dan penerusan informasi (forward information). Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan strategi social media marketing yang menyeluruh pada platform Instagram dapat membangun komunitas konsumen yang loyal dan aktif, serta menjadi aset penting dalam mendukung keberlanjutan brand di era digital. Kata Kunci: Instagram, Optimalisasi, Strategi Branding
OPTIMALISASI MEDIA SOSIAL TIKTOK SEBAGAI ALAT PROMOSI THRIFT FASHION (ANALISIS KONTEN AKUN @thriftby.ara) Astina, Dhona; Kurniawati, Juliana
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8485

Abstract

Penelitian ini mengkaji bagaimana akun TikTok @thriftby.ara secara efektif memanfaatkan fitur dan karakteristik platform TikTok untuk promosi bisnis thrift fashion. Fokus penelitian meliputi strategi hiburan dalam konten, pemanfaatan tren TikTok, interaksi personal dengan audiens, optimalisasi fitur TikTok, serta dampaknya terhadap perilaku konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendekatan promosi dengan konten yang menghibur dan soft selling berhasil membangun keterlibatan emosional dan kedekatan brand dengan konsumen. Pemanfaatan tren dan hashtag viral meningkatkan visibilitas serta engagement akun. Interaksi personal yang responsif memperkuat loyalitas pelanggan dan membangun komunitas yang solid. Optimalisasi fitur seperti Story, polling, caption dengan call-to-action, dan video pendek efektif mempertahankan perhatian audiens dan mendorong tindakan pembelian. Dampak pada perilaku konsumen terlihat dari peningkatan kepercayaan melalui konten visual realistis dan pemicu urgensi pembelian melalui informasi stok terbatas dan promo. Penelitian ini menegaskan pentingnya kombinasi konten hiburan, interaksi personal, dan penggunaan fitur platform untuk keberhasilan pemasaran di TikTok. Kata Kunci: Optimalisasi Tiktok, Promosi, Fashion
ANALISIS KETIMPANGAN SOSIAL DALAM FILM ORANG KAYA BARU Amelia, Loureta; Kurniawati , Juliana
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8502

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ketimpangan sosial yang direpresentasikan dalam film Orang Kaya Baru dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes dan teori representasi dari Stuart Hall. Film ini menggambarkan transformasi sosial sebuah keluarga dari kelas ekonomi bawah menjadi kaya secara tiba-tiba karena warisan, yang memunculkan berbagai dinamika sosial dan budaya. Metode yang digunakan adalah analisis kualitatif terhadap narasi dan adegan-adegan dalam film untuk mengidentifikasi representasi ketimpangan sosial serta ideologi yang melatarbelakanginya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perubahan status ekonomi dalam film ini tidak hanya berdampak pada aspek material, tetapi juga memengaruhi cara berpikir, hubungan sosial, dan nilai-nilai dalam keluarga. Lima adegan kunci dianalisis untuk menunjukkan kondisi ekonomi sebelum kaya, keterbatasan akses terhadap pendidikan, perubahan gaya hidup, perlakuan sosial yang berbeda sebelum dan sesudah kaya, serta refleksi tentang makna kekayaan yang sejati. Analisis pada tingkat denotasi, konotasi, dan mitos mengungkap bagaimana film ini merepresentasikan kekayaan sebagai konstruksi sosial yang kompleks dan tidak selalu membawa kebahagiaan. Film ini secara kritis merefleksikan ketimpangan sosial sebagai persoalan multidimensi yang menyentuh aspek ekonomi, budaya, dan relasi antarmanusia. Kata kunci: Ketimpangan Sosial, representasi,Semiotika Film
KONSTRUKSI IDENTITAS AYAH TUNGGAL DALAM SINEMA INDONESIA: STUDI KASUS FILM SEJUTA SAYANG UNTUKNYA Ramadanti, Wita; Yuliani, Fitria
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8523

Abstract

Di Indonesia kehidupan rumah tangga lebih didominasi oleh peran ibu, terutama dalam urusan rumah dan mengurus anak. Sedangkan seorang Ayah hanya fokus bekerja mencari nafkah. Biasanya ibu yang bertugas mengurus anak karena budaya kita masih menganut sistem patriarki. Tapi sekarang, mulai ada fenomena ayah tunggal yang menjadi topik menarik dalam film Indonesia. Film "Sejuta Sayang Untuknya" karya Herwin Novianto adalah salah satu film yang mengangkat cerita ayah tunggal dengan sudut pandang yang berbeda dari film keluarga lainnya. Penelitian ini ingin melihat bagaimana sosok ayah tunggal digambarkan dalam film tersebut, terutama bagaimana perubahan pandangan tentang peran pria dan ayah di Indonesia. Penelitian menggunakan metode analisis semiotika Roland Barthes untuk mempelajari gambar dan cerita dalam film. Analisis dilakukan untuk memahami bagaimana makna tentang ayah tunggal dibentuk melalui cara pengambilan gambar, percakapan, dan jalan cerita. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif yang memberikan hasil penelitian berupa penggambaran dnegan kata-kata bukan angka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa film "Sejuta Sayang Untuknya" menggambarkan ayah tunggal sebagai sosok yang berbeda dari stereotip pria pada umumnya. Hal ini terlihat dari bagaimana tokoh ayah mampu melakukan pekerjaan rumah tangga, menunjukkan perasaan yang lembut, dan mengutamakan kepentingan anak daripada dirinya sendiri. Film ini menciptakan gambaran baru tentang "ayah yang ideal" yaitu ayah yang tidak hanya mencari nafkah, tetapi juga merawat anak dengan penuh perhatian.Gambaran ayah seperti ini menunjukkan bentuk kejantanan yang lebih terbuka dan manusiawi. Kata Kunci: Konstruksi Identitas, Ayah Tunggal, Film, Semiotika Roland Barthes
RUANG EKSPRESI DIRI DI ERA DIGITAL (ANALISIS PERAN TIKTOK DI KALANGAN MAHASISWA FISIP UMB) Wahyuni, Hajri; Fajarini, Sri Dwi
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8537

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran platform TikTok dalam membentuk pola perilaku, gaya hidup, dan ekspresi diri mahasiswa FISIP Universitas Muhammadiyah Bengkulu (UMB) angkatan 2021 di era digital. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TikTok telah menjadi bagian integral dari kehidupan mahasiswa, tidak hanya sebagai sarana hiburan, tetapi juga sebagai ruang ekspresi diri, penyampaian ide, dan interaksi sosial. Tingkat ketergantungan yang tinggi terhadap TikTok berdampak pada terganggunya waktu istirahat dan menurunnya fokus akademik akibat perilaku scrolling yang tidak terkendali. Fenomena FOMO (Fear of Missing Out) juga teridentifikasi sebagai pendorong utama penggunaan aplikasi ini, memengaruhi cara mahasiswa mempresentasikan diri dan membentuk identitas digital mereka. Selain itu, TikTok turut mendorong perubahan gaya hidup mahasiswa, baik dalam aspek positif seperti adopsi pola hidup sehat dan kreativitas, maupun negatif seperti distraksi dan penurunan produktivitas. Temuan ini menegaskan bahwa TikTok merupakan ruang ekspresi yang dinamis dan multidimensi, yang memerlukan kesadaran digital tinggi dari penggunanya. Oleh karena itu, penting bagi institusi pendidikan untuk mendorong pengembangan literasi digital yang bersifat kritis agar mahasiswa mampu menjadi pengguna media sosial yang bijak, kreatif, dan bertanggung jawab.   Kata Kunci : Ekspresi Diri,Era Digital,Tiktok            
REPRESENTASI KONSEP TOXIC FAMILY DALAM DRAMA KOREA QUEEN OF TEARS Betariya, Betariya; Kurniawati, Juliana
Jurnal MADIA (Jurnal Humas dan Media Kontemporer) Vol. 6 No. 1 (2025): Jurnal Humas dan Media Kontemporer (MADIA)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36085/madia.v6i1.8538

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji representasi konsep toxic family dalam drama Korea Queen of Tears dengan menggunakan pendekatan semiotika Roland Barthes. Melalui analisis terhadap lima adegan kunci, penelitian ini mengungkap bagaimana dinamika keluarga yang tampak harmonis ternyata menyimpan berbagai bentuk kekerasan emosional, kontrol berlebihan, dan komunikasi yang tidak sehat. Relasi suami istri, hubungan mertua dan menantu, serta interaksi ibu dan anak dalam drama ini menjadi cerminan dari struktur keluarga yang didominasi oleh nilai-nilai patriarkal dan hierarkis. Temuan menunjukkan bahwa Queen of Tears tidak hanya menyajikan kisah melodrama, tetapi juga menyampaikan kritik sosial terhadap mitos-mitos budaya yang menormalisasi represi emosi dan ketimpangan relasi dalam keluarga. Drama ini menjadi media reflektif yang menggugah kesadaran penonton akan pentingnya membangun komunikasi setara, empati, dan penghormatan terhadap otonomi emosional demi menciptakan keluarga yang lebih sehat secara psikologis dan sosial. Kata kunci: Representasi,Toxic Family,Drama Korea