cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Perencanaan Penggunaan Perangkat Pembagi Untuk Komunikasi Kabel Laut Di Jalur Indonesia Global Gateway (igg) Muhammad Rayhan Hasibuan; Akhmad Hambali; Mochammad Hasan Jauhari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 1 (2018): April 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sistem komunikasi bawah laut (SKKL) merupakan salah satu sistem komunikasi yang digunakan untuk menghubungkan jaringan telekomunikasi antar negara dan pulau. Mengetahui banyaknya pulau yang harus terhubung jaringan telekomunikasi, maka diperlukan perangkat penunjang seperti Branching Unit (BU) agar dapat memenuhi kebutuhan kapasitas pelanggan di setiap landing point.Penelitian ini akan menganalisa konfigurasi perencanaan pada SKKL yang terdapat di Indonesia Global Gateway (IGG) yang memiliki jumlah panjang gelombang sebanyak 80 wavelength. Skema pembagian jaringan kabel laut pada penelitian ini menggunakan 2 konfigurasi, yaitu konfigurasi branching dengan OADM BU, booster, in-line amplifier, dan per-amplifier, serta konfigurasi festoon tanpa menggunakan BU dan hanya menggunakan booster dan pre-amplifier. Dari hasil simulasi akan dilakukan análisis terhadap power receive, bit error rate (BER), dan Q-Factor.Berdasarkan hasil simulasi, didapatkan hasil dari konfigurasi branching memiliki performansi yang lebih baik dibanding konfigurasi festoon. Hal tersebut berdasarkan hasil BER terendah pada konfigurasi branching dan nilai Q-Factor tertinggi.. Selain itu jika dilihat dari power receive, konfigurasi branching juga memiliki nilai yang tertinggi.
Analisis Kualitas E-Learning Dengan Menggunakan ISO/IEC 19796- 1 (Studi Kasus: I-Caring) Ernest Samuel Sitorus; Hetti Hidayati
eProceedings of Engineering Vol 2, No 1 (2015): April, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi saat ini semakin memacu peningkatan mutu pelayanan di berbagai bidang, khususnya di bidang pendidikan. Pesatnya perkembangan e-Learning, membuat kebutuhan akan adanya pengukuran kualitas e-Learning menjadi sangat penting. Pengukuran kualitas e-Learning sangat mempengaruhi tingkat keberhasilan penerapan e- Learning bagi proses pembelajaran, pendidikan dan pelatihan. ISO/IEC 19796-1 adalah model standar kualitas yang secara khusus digunakan sebagai standarisasi penilaian kualitas dari LTE (Learning, Training, Education). Model ISO/IEC 19796-1 itu sendiri dapat diterapkan untuk penilaian kualitas e-Learning. Penilaian kualitas ISO 19796-1 tersebut terdiri tujuh kategori, yaitu: Need Analysis, Framework Analysis, Conception/Design, Development/Production, Implementation, Learning Process, dan Evaluation/Optimization. Dalam penelitian ini penulis menganalisis kualitas e- Learning yang dimiliki Universitas Telkom, yaitu i-Caring, berdasarkan model standar deskripsi kualitas ISO/IEC 19796-1 menggunakan metode kualitatif Sugiyono. Dengan dilakukannya penelitian ini akan diketahui nilai kualitas rata- rata dan nilai kualitas terendah i-Caring. Dari hasil penelitian ini akan didapatkan evaluasi sistem dan saran perbaikannya agar sistem dapat berjalan dengan lebih baik lagi kedepannya. Kata Kunci: E-Learning, ISO/IEC 19796-1, metode kualitatif Sugiyono
Rancangan Implementasi Sistem Enterprise Resource Planning (erp) Dengan Application Implementation Method (aim) Pada Restoran Solaria Dika Maranti; Eko Darwiyanto; R. Wahjoe Witjaksono
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak ERP adalah suatu sistem yang digunakan untuk membantu mengintegrasikan semua proses bisnis pada perusahaan. ERP mempunyai banyak jenis dari open source maupun berbayar. Akan tetapi, pemilihan sistem ERP yang sesuai dengan strategi dan tujuan perusahaan adalah sebuah masalah tersendiri. Hal pertama yang dilakukan adalah dengan menganalisa proses binis pada perusahaan menggunakan AIM (Application Implementation Method). AIM mempunyai 6 langkah atau proses dasar untuk analisa kebutuhan dalam implementasi ERP. AIM adalah metodologi yang mampu menjawab solusi proses bisnis untuk mendapatkan efisiensi waktu, menekan biaya, dan integrasi data. Karena perusahaan yang dianalisis merupakan perusahaan yang sedang dalam tahap berkembang dengan membuka cabang – cabang usaha diberbagai tempat, maka digunakanlah ERP Open source Openbravo. ERP Open source Openbravo yang berbasis web sangat cocok untuk pengimplementasian proses – proses bisnis ini. Semua proses bisnis yang diperlukan untuk perusahaan sangat cocok dengan modul – modul yang diberikan oleh Openbravo. Kata kunci : ERP, Openbravo, AIM
Usulan Tindakan Perbaikan Untuk Mengurangi Jumlah Cacat Pada Bagian Pre Assy Produk Inner Liner Cabinet Single Door Di Pt. Abc Dengan Metode Six Sigma Riduan Simanjuntak; Muhammad Iqbal; Wiyono Wiyono
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK PT. ABC merupakan perusahaan manufaktur yang bergerak dalam pembuatan barang elektronik khusus kulkas atau pendingin, freezer, dan showcase yang dikelola oleh tenaga kerja yang terlatih dari luar negeri dan orang lokal. PT. ABC selalu berusaha untuk menjaga kualitas produk mereka, namun kenyataannya PT. ABC masih mendapat klaim produk cacat. Berdasarkan data perusahaan bagian Pre Assy selama tahun 2013 sampai bulan Juli 2014, jumlah produk Inner Liner Cabinet Single Door mengalami fluktuasi dan melebihi batas standar cacat bulanan perusahaan yaitu 0,5%. Untuk mengatasi masalah tersebut, penelitian ini menggunakan metode Six Sigma karena dapat membantu perusahaan mengembangkan tindakan perbaikan secara sistematis. Metode Six Sigma terdiri dari 5 tahap yaitu Define, Measure, Analyze, Improve, dan Control. Dari tahap Define ditemukan empat belas jenis cacat dan cacat keriput 24,38%, cacat Sobek 14,25%, cacat Scratch/ gores 13,47, cacat Penyok 12,74% menjadi cacat yang sering ditemukan pada produk. Dari tahap Measure didapatkan kapabilitas proses dengan level Sigma proses adalah 4, 75656 dengan nilai DPMO 584,809 dan terdapat 6 bulan produksi yang ada di luar batas kendali. Pada tahap Analyze, ditemukan tujuh prioritas perbaikan yang dipilih berdasarkan nilai RPN tertinggi pada pada analisis FMEA. Selanjutnya pada tahap Improve diusulkan beberapa perbaikan yang terpilih yaitu memberikan alat pengatur panas (Photo-electric cell preheating safety dan T930004 heating card) pada mesin Forming, menambah alat penerang seperti Lampu Balk atau Atap Fiberglass Transparan, memberikan Cyclone Turbine Ventilator atau kewajiban pemakaian earplug, mengadakan Training kepada operator produksimdan Quality Control tentang standar kualitas dan keamanan produk, memberlakukan sistem Reward and Punishment dan membuat alat panduan seperti Display, dan membuat Work Instruction yang lebih besar dan jelas. Kata kunci: Pre Assy, Inner Liner Cabinet Single Door, Kualitas, Six Sigma
Klasifikasi Jenis Kelamin Manusia Melalui Pengolahan Citra Digital Sidik Rugae Palatina Dengan Menggunakan Metode Wavelet Transform Dan K-nearest Neighbor (k-nn) I Putu Aditya Widiatama; Bambang Hidayat; Yuti Malinda
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Indonesia merupakan salah satu Negara di Asia Tenggara yang memiliki 17.508 pulau. Secara geografis, Indonesia terletak di antara Samudra Hindia dan Samudra Pasifik, diantara benua Asia dan Australia. Secara astronomis, Indonesia terletak pada 6o LU-11o LS dan  95o BT-141o BT. Berdasarkan letak tersebut, Indonesia dapat dikatakan Negara yang memiliki potensi bencana alam yang cukup besar. Tingginya potensi tersebut, mengacam resiko kehilangan nyawa yang besar pula bagi Indonesia. Maka dari itu diperlukan teknik untuk identifikasi individu yang menjadi korban dalam bencana alam tersebut. Teknik  identifikasi yang lazim digunakan adalah sidik jari, namun pada perkembangan ilmu forensik Rugae Palatina dapat digunakan sebagai identifikasi individu. Rugae Palatina bersifat unik dan individual serta terlindung dari trauma, karena berada di dalam kepala. Identifikasi jenis kelamin individu berdasarkan Rugae Palatina dengan menggunakan pengolahan citra digital. Metode yang digunakan adalah Wavelet Transform dan K-Nearest Neighbor (K-NN). Hasil penelitian ini didapatkan nilai akurasi sebesar 85% dengan waktu komputasi sebesar 3.63 detik. Kata kunci : Rugae Palatina, Wavelet Transform, K-Nearest Neighbor(K-NN).
Inventory Policy Planning For Starter Pack Of Pt Xyz In Jabotabek Region Using Probabilistic Method : P Model With Variant Demand Shaula Tiominar Rebecca; Budi Sulistyo; Efrata Denny Saputra Yunus
eProceedings of Engineering Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract PT XYZ is the largest cellular telecommunications company in Indonesia. One of their products are starter pack. Starter pack is a package that designed to serve the start of a service, it contains many items that have been predetermined to be used according to the rules. Starter pack can be considered as the initial identity before performing communication. Starter pack contains a SIM card that will be used by the mobile phone user with bonus of phone credit, some basic rules such as how to reload your phone credit and checking the credit. In fulfilling the needs of its customers, PT XYZ divides the distribution of starter packs into 10 regions, namely Sumbagut, Sumbagsel, Sumbagteg, Jabotabek, West Java, Central Java, East Java, Balinusra, Borneo and Sulmarija. In order to fulfill the demand of starter pack, PT XYZ has a problem in inventory at Jabotabek region, there are inventory stock that not approach the sales, which causes too much inventory in the warehouse. The amounts of starter packs are available in the warehouse always exceeds the number of sales, resulted in a buildup of inventory in the warehouse. Excess inventory occurs because the determination of the amount of inventory is not good because in determining the amount of inventory, PT XYZ just do a prediction by looking at the amount of current inventory, demand planning and seeing the demand pattern of earlier periods. In order a starter pack to the central warehouse, PT XYZ, Jabotabek region order the starter pack on Monday in every week. PT XYZ have a policy that the service level must be 99.9983% without back order.This excess inventory can caused companies must spend a considerable cost. Based on these problems, a starter pack inventory management becomes one of the things, that is important for companies to be able to minimize inventory costs that must be spent by the company. In order to improve inventory policy of Starter pack, PT XYZ needs to be optimized in several ways, including amount of the maximum and minimum stock in inventory in order to minimize the total cost of inventory. Inventory policy planning in this research is using the P model (periodic review) with variant demand to make a good policy in PT XYZ when determine an inventory. Using P model (periodic review) with variant demand method this research can make an inventory policy with safety stock, maximum inventory, optimum quantity order and time for ordering while in the existing condition the company did not have and can minimize total inventory cost of stater pack as 32% or Rp.158.375.229 from existing condition. Carrying cost have saving Rp 158.497.769 or 24% from existing condition without shortage cost because in proposed condition does not experience a shortage inventory. In proposed condition order cost more expensive than the existing condition as Rp. 122.537. Key word: P model ( periodic review), Inventory Policy, Telecommunication Company in Indonesia
Perancangan Tata Kelola Manajemen Layanan Teknologi Informasi Berdasarkan Itil V3 Domain Service Design Di Pemerintah Kota Bandung Fikrotun Nadiyya; Murahartawaty Murahartawaty; Luthfi Ramadani
eProceedings of Engineering Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dinas Komunikasi dan Informatika bertanggung jawab mengelola layanan TI yang disediakan Pemerintah Kota Bandung. Namun penyelenggaran layanan TI tersebut belum diimbangin oleh penerapan tata kelola manejemen layanan TI. Sehingga, belum dapat dipastikan pemanfaatan TI tersebut benar -benar memberi nilai tambah dan selaras dengan tujuan strategis dari pemerintahan. Selain itu, keputusan Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia melalui Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika No.41/PER/MEN.KOMINFO/11/2007 tentang Panduan Umum Teknologi Informasi dan Komunikasi Nasional semakin mendorong Pemerintah Kota Bandung untuk mulai menerapkan tata kelola layanan TI. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk memberikan rancangan rekomendasi manajemen layanan TI di Pemerintah Kota Bandung. Perancangan ini menggunakan framework ITIL Versi 3 pada domain service design dengan sub- domain service catalogue management, service level management, information security management dan supplier management. Hasil perancangan service design ini menghasilkan dokumen kebijakan, standar prosedur dan dokumen pendukung proses. Diharapkan hasil dari perancangan service design ini dapat dijadikan sebagai rekomendasi dan diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas manajemen layanan TI Pemerintah Kota Bandung. Kata kunci : Tata Kelola, ITIL, Service Design, Manajemen Layanan TI
Analisis Algoritma Prediksi Curah Hujan Menggunakan Hybrid Partially Connected Feedforward Neural Network (pcfnn) Dan Nested Genetic Algorithm (GA) Yana Meinitra Wati; Fhira Nhita; Adiwijaya Adiwijaya
eProceedings of Engineering Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pola curah hujan yang selalu berubah-ubah di setiap tempat dan jam, menyebabkan data curah hujan termasuk ke dalam data time series. Informasi mengenai cuaca khususnya tentang curah hujan sangat berguna sekali terhadap beberapa aktifitas kehidupan. Untuk itu dibutuhkan metode prediksi curah hujan yang cukup akurat, khususnya pada wilayah Soreang Kabupaten Bandung. Sistem prediksi curah hujan yang digunakan dalam penelitian tugas akhir ini adalah algoritma Partially Connected Feedforward Neural Network (PCFNN) untuk memprediksi curah hujan satu bulan ke depan berdasarkan data curah hujan bulanan yang diperoleh dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) Bandung untuk wilayah Soreang. Selain itu juga digunakan algoritma Genetic Algorithm (GA) untuk mengoptimasi struktur dan bobot pada PCFNN, sehingga dapat diperoleh arsitektur dan bobot yang optimal. Hasil struktur dan bobot PCFNN yang optimal menggunakan pengolahan data centered moving average dan dibangkitkan 20.000 solusi individu dengan kombinasi parameter ukuran populasi dan maksimum generasi 100 dan 200 sehingga didapatkan MAPE rata – rata pelatihan dan pengujian sebesar 17.583% dengan performansi diatas 75%. Kata kunci : prediksi, curah hujan, PCFNN, Genetic Algorithm, feedforward, centered moving average.
Value-at-risk (var) Berbasis Model Exponential Autoregressive Conditional Amount (eaca) Rizky Retno Utami; Rian Febrian Umbara; Aniq Atiqi Rohmawati
eProceedings of Engineering Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Kerugian pada perusahaan asuransi terjadi akibat besar klaim asuransi yang diajukan melebihi batas yang ditentukan. Apabila perusahaan tidak dapat menangani hal tersebut dengan baik maka perusahaan tersebut akan mengalami kebangkrutan. Untuk menangani masalah tersebut, dibutuhkan cara yang tepat untuk memprediksi besar klaim agar tidak melebihi batas yang ditentukan oleh suatu perusahaan. Salah satu cara untuk memprediksi besar klaim adalah dengan menggunakan model Exponential Autoregressive Conditional Amount (EACA). Model EACA adalah model deret waktu yang diaplikasikan pada data asuransi berupa besar klaim yang ditanggung oleh perusahaan asuransi. Dalam penelitian Tugas Akhir ini juga digunakan perhitungan dengan Value-at-Risk (VaR) untuk mengukur kerugian akibat besar klaim yang melebihi batas. Akurasi VaR yang terbaik diperoleh menggunakan VaR Violation. Berdasarkan hasil analisis, tingkat signifikansi pada VaR 10% dapat mengantisipasi besar klaim lebih baik dari percobaan tingkat signifikansi yang lain. Hal ini karena tingkat signifikansi 1% menghasilkan VaR Violation sebanyak 3. Sehingga pelanggaran yang diharapkan dengan VaR Violation menghasilkan selisih sebesar 0.34, hasil ini merupakan hasil selisih yang terendah dari tingkat signifikansi 5% dan 10%. Kata Kunci : klaim asuransi, model EACA, VaR, VaR Violation Abstract Losses on insurance companies occur due to large insurance claims filed exceeds the specified limits. If the company cannot handle it properly then the company will go bankrupt. To handle the problem, it takes the right way to predict the size of the claim so as not to exceed the limit specified by a company. One way to predict the size of a claim is to use the Exponential Autoregressive Conditional Amount (EACA) model. EACA model is a time series model applied to insurance data in the form of a large claim borne by the insurance company. In this Final Project study also used the calculation with Value-at-Risk (VaR) to measure the losses due to large claims beyond the limit. The best VaR accuracy is obtained using VaR Violation. Based on the results of the analysis, a 10% confidence level at VaR can anticipate the higher claims than other confidence experiments. This is because the 1% confidence level produces VaR Violation of 3. That the expected violation with VaR Violation yields a difference of 0.34, this result is the lowest difference of 5% and 10% confidence level. Keywords: insurance claims, EACA model, VaR, VaR Violation
Perancangan Dan Implementasi Alat Pengendali Suhu Air Berbasis Mikrokontroler Muhamad Iqbal; Porman Pangaribuan; Agung Surya Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 4, No 1 (2017): April, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seiring berkembangnya dunia teknologi dan kontrol, tingkat kestabilan sebuah sistem menjadi salah satu faktor yang sangat penting baik dalam dunia industri maupun rumah tangga. Alat pengontrol suhu air adalah alat yang sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam dunia industri. Untuk itu dalam penelitian tugas akhir ini, penulis membuat sebuah alat pengontrol suhu air yang dikendalikan menggunakan sebuah mikrokontroler sehingga dapat menghasilkan suhu air sesuai dengan apa yang diinginkan pengguna. Untuk membuat sistem pengendali suhu air, sistem ini harus mampu mendeteksi suhu air di dalam tangki yang pada penelitian ini digunakan sebuah sensor. Nilai suhu yang diinginkan pengguna diinputkan melalui sebuah interface melalui komputer. Pada alat juga dipasang sebuah LCD dan lima buah push button yang bisa digunakan untuk memberikan input nilai parameter Kp, Ki, Kd serta menampilkan nilai PWM dan set point. Selain itu, pada sistem ini juga diimplementasikan metode kontrol PI untuk mengoptimalkan kinerja alat. Berdasarkan hasil pengujian dan analisis pada alat, nilai parameter Kp dan Ki yang menghasilkan respon yang baik adalah Kp = 17.91 dan Ki = 0.02333 denga n rise time = 287 detik, settling time = 921 detik, dan overshoot = 3,789%. Kata kunci : Arduino Uno , Elemen Pemanas, Kontrol PI , Interface

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue