cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,308 Documents
Analisis Dan Perancangan Sistem Oltp Menggunakan Scrum (studi Kasus Rumah Sakit Puti Bungsu) Syauqi Bima Premapasha; Shinta Yulias P
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan survey penulis, rumah sakit kelas E mayoritas masih menerapkan sistem manual non-komputerisasi untuk melakukan kegiatan operational setiap harinya. Rumah Sakit Puti Bungsu merupakan rumah sakit kelas E yang setiap harinya melayani pasien sebanyak 40-70 orang dan selalu meningkat dalam siklus empat bulan. Hal tersebut menimbulkan masalah terutama bagi direktur rumah sakit, karena sebagai direktur memerlukan sistem yang dapat mengevaluasi kegiatan operasional rumah sakit. Masalah tersebut diawali akibat data-data kegiatan operasional yang tersedia saat ini tidak termanajemen dengan baik. Hal itu terjadi karena tidak ada nya sistem bagi para pegawai sehingga para pegawai kesulitan dalam memanajemen data-data dari setiap proses yang dilakukan. Dalam penelitian ini telah dilakukan analisis dan perancangan sistem Online Transaction Processing (OLTP) menggunakan Scrum. Scrum bersifat Agile, akan cocok digunakan pada kondisi rumah sakit Puti Bungsu yang memiliki keterbatasan dana, waktu dan sumber daya manusia. Hasil dari penelitian ini adalah menghasilkan sistem Online Transaction Processing (OLTP) yang berfungsi membantu direktur mengevaluasi kegiatan rumah sakit. Hasil pengujian dengan User Accepted Testing (UAT), Usability Tesing dan analisis Scrum berdasarkan hasil pengembangan project menunjukan sistem Online Transaction Processing (OLTP) dengan metode Scrum telah memenuhi kebutuhan aspek fungsionalitas dan pengembangan sistem rumah sakit Puti Bungsu. Kata kunci : rumah sakit kelas E, Online Transaction Processing (OLTP), Scrum, Evaluasi.
Perancangan Dan Implementasi Sistem Pengairan Otomatis Pada Tanaman Kacang Hijau Berdasarkan Kelembapan Tanah Humus R Rezza Rahadian; Ekki Kurniawan; Estananto Estananto
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Dalam bidang pertanian tanaman merupakan objek penting yang akan diuji datanya untuk menemukan kondisi optimal tanaman tersebut hidup. Kondisi tanah merupakan faktor penting bagi tanaman untuk berkembang, namun manusia masih kesulitan untuk mengumpulkan data dari tanaman sehingga pada saat penyiraman atau pengairan kondisi tanah diabaikan. Untuk mengatasi kendala tersebut maka dibuatlah sistem pengairan otomatis berbasis mikrokontroler. Pengairan dari pompa akan diatur oleh sistem berdasarkan interval atau durasi yang telah ditentukan dalam perangkat lunak. Sensor mendapatkan nilai kelembapan tanah dan diolah oleh sistem untuk ditampilkan datanya sehingga bisa terlihat kondisi kelembapan tanah yang diuji. Tanaman yang diuji dalam penelitian ini adalah kacang hijau. Ada 4 sistem yang dibuat berdasarkan waktu penyiraman. Sistem 2 terbukti dapat mendistribusikan air sebanyak 25 ml sesuai dengan kebutuhan tanaman kacang hijau perharinya sehingga dapat tumbuh secara optimal. Waktu penyiraman dilakukan pada saat pukul tujuh pagi sebanyak 13 ml dan 12 ml air pada pukul empat sore. Ketinggian tanaman kacang hijau mencapai 5,2 cm pada hari ketiga dan 8,5 cm pada hari keempat. Sistem ini dapat digunakan untuk semua tanaman selama kebutuhan air tanaman perharinya diketahui, sehingga kita dapat mengatur waktu dan jumlah air yang akan didistribusikan. Kata Kunci : Tanaman, Sensor, Kelembapan Tanah, Sistem, Pengairan Otomatis, Kacang Hijau Abstract In agriculture, plant is an important object for research. The data will be collected and analyzed to find the optimal conditions for the plant to live. Soil conditions are important factor for plants to grow, but humans still encounter difficulty to collect data from plants so when watering or irrigating plant, soil conditions are ignored. To overcome these problem, the automatic watering system based on microcontroller was built. Watering from the pump was set up by system based on interval or duration that specified in the software. Sensors get moisture value of the soil and processed by the system so it can display the data of soil. The plant in this study were mung beans. There are 4 systems that were created based on watering time. System 2 was proven to be able to distribute 25 ml of water according to the needs of mung beans plants per day so that it can grow optimally. Watering time begin at seven in the morning with 13 ml of water and 12 ml of water at four in the afternoon. The height of bean sprouts reached 5.2 cm on day three and 8.5 cm on day four. This system can be used for all plants as long as the water needs of the plant are known in one day, so we can adjust the time and amount of water in the system. Keyword : Plants, Soil Moisture, System, Automatic Irrigation, Mung Beans
Klasifikasi Sentimen Pada Ulasan Buku Berbahasa Inggris Menggunakan Information Gain Dan Naïve Bayes Laila Putri; Mohamad Mubarok; Adiwijaya Adiwijaya
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Semakin berkembangnya teknologi informasi, mengakibatkan pertumbuhan data mengenai ulasan buku semakin besar dan pesat. Dengan membaca review atau ulasan berdasarkan pengalaman pembaca lain, maka kita akan mengetahui kualitas dari buku tersebut. Begitu banyaknya ulasan akan mempersulit pengguna lain untuk menyimpulkan hasil dari ulasan tersebut mengandung opini positif atau negatif. Oleh karena itu, peneliti memberikan solusi dengan menggunakan klasifikasi sentimen ulasan buku. Metode yang digunakan adalah Information Gain dan Naïve Bayes. Information Gain digunakan sebagai metode pemilihan fitur yang dapat membuat akurasi penelitian menjadi meningkat dengan mengurangi fitur-fitur yang kurang. Naïve Bayes digunakan untuk mengatasi masalah ketidakpastian yang terdapat pada pengklasifikasian teks, dan Naïve Bayes mengklasifikasikan ulasan, cenderung beropini positif atau negatif berdasarkan nilai probabilitasnya. Berdasarkan skenario pengujian yang telah dilakukan, performa klasifikasi sentimen pada ulasan buku berbahasa inggris menggunakan Information Gain dan Naive Bayes dari rata-rata F1-score menggunakan 5-fold-cross validation adalah 88,28%. Kata kunci: ulasan buku, analisis sentimen, naïve bayes, information gain
Development Of Cycle Counting Monitoring Dashboard With Buffer Time Management For Cocoa Company Eriko Mahtamtama; Ari Yanuar Ridwan; Budi Santosa
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract— PT XYZ is a cocoa manufacturing company that produces 4 types of finished goods: Cocoa Butter, Cocoa Powder, Cocoa Mass, and Cocoa Cake. As one of the few company that produced this types of goods in a large scale in Indonesia, PT XYZ has to meet a high demand every day. Warehouse managers need a reliable inventory monitoring dashboard that could help them monitors the item inside their warehouse. This research presents a case study of inventory control in cocoa company. This research aims for Inventory monitoring dashboard that could perform cycle counting process which also implementing a specific concept of Theory of Constraints (TOC) which is Buffer Time Management. This concept applying buffers on a certain period of time for each of items inside the warehouse, the monitoring dashboard then could alarm the user the condition of each items in the warehouse with color indicators. The user then can schedule the ‘alarmed’ items into the Stock capture sheets where the item will be counted when the company is performing cycle counting. By using this application it is expected that the inventory accuracy in PT XYZ may improve. Keywords— Cycle Counting, Buffer Time Management, Cocoa, Monitoring, Dashboard.
Analisis Perancangan Jaringan Long Term Evolution Advanced Carrier Aggregation Dengan Menggunakan Antena Mimo 2x2 Dan 4x4 Kota Bandung Ganang Arifian; Achmad Ali Muayyadi; Uke Kurniawan Usman
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

LTE Advanced Feature adalah penggabungan antara wifi dan cellular data, maka output data ratenya akan menjadi double. LTE Advanced merupakan teknologi generasi ke 4 (4G) yang memberikan fitur-fitur terbaru demi mencapai data rate yang tinggi. Data rate untuk LTE Advanced diharapkan mencapai 1 Gbps untuk sisi downlink dan 300 Mbps untuk sisi uplink. Salah satu fitur yang menjadi faktor bertambahnya data rate adalah dengan teknik Carrier Aggregation. Fitur ini dapat menggabungkan dua atau lebih komponen carrier dengan bandwith maksimum sebesar 20 MHz per carrier baik dalam satu band frekuensi maupun berbeda. Antena MIMO (Multiple Input Multiple Output) merupakan sistem komunikasi yang menggunakan lebih dari satu antena dimana keduanya berfungsi sebagai transmiter dan receiver secara bersamaan. Dalam jurnal ini penggunaan carrier aggregation dapat mengoptimalkan frekuensi existing yang saat ini masih ditempati teknologi GSM.Parameter yang dianalisis pada jurnal kali ini adalah RSRP, CINR, Connected user dan Throughput. Kata Kunci : LTE Advanced, Carrier Aggregation, MIMO
Membangun E-commerce Paket Wisata “mau Kemana Si” Menggunakan Metode Iterative Incremental Surya Fransiska; Irfan Darmawan; Nia Ambarsari
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-- Paket wisata merupakan salah satu solusi bagi wisatawan agar dapat berlibur dengan mudah, murah, dan menyenangkan karena mendapatkan pengalaman yang lebih saat berliburan, atau berwisata. Tanpa perlu pusing-pusing menyusun atau merencanakan kegiatan saat berlibur, mempelajari rute perjalanan, mencari penginapan, serta menyusun anggaran selama berlibur, masalah ini semua dapat diselesaikan yaitu dengan pemesanan paket wisata kepada “MAU KEMANA SI”. “MAU KEMANA SI” adalah perusahaan startup yang menyediakan jasa pemesanan paket wisata yang menyediakan banyak pilihan destinasi wisata di Indonesia. Namun “MAU KEMANA SI” dalam menjalankan bisnisnya yaitu melayani pemesanan paket wisata open trip hanya menggunakan media telefon, sms dan chatting, serta pencatatan pemesanan dan pembukuan keuangan dengan manual, yang menyebabkan seringnya terjadi kesalahan data pesanan. Maka diperlukan sebuah aplikasi website yang dapat melayani pemesanan atau pendaftaran paket wisata bagi wisatawan dan juga dapat melakukan pendataan pesanan serta pembukuan keuangan yang otomatisasi pada perusahan “MAU KEMANA SI”. Pembuatan aplikasi website ini menggunakan metode pengembangan Iterative Incremental yang mana metode prototyping yang menghasilkan contoh dari aplikasi yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan incremental yang pengerjaan nya bertahap dan berulang untuk menghasilkan produk akhir yang sesuai dengan kebutuhan. Dimulai dari tahap initial planning dan berakhir dengan tahap deployment. Dengan menggunakan pemodelan UML sebagai perancangan sistem dan implementasi dan evaluasi menggunakan metode black box testing. Hasil dari penelitian ini adalah aplikasi website “MAU KEMANA SI” yang menyediakan fungsi yang dibutuhkan oleh pengguna untuk menjalankan fungsi - fungsi bisnis.Kata kunci: Website, paket wisata, iterative incremental Abstract-- Tour package is onesolution for travelers to be able to get vacation easily, cheaply, and agreeably because they are also able to get more experience while on the vacation or sightseeing. The travelers do not have to worry about arranging and planning the activities while on vacation, learn the travel routes, look for the lodging, and set the budget during vacation. All of those problems can be solved by booking “MAU KEMANA SI” tour package. “MAU KEMANA SI” is a ‘startup’ company that provides booking services of tour package, and offers many tourist destinations in Indonesia. Nonetheless, in running its business, this company, where serves the booking of tour packages, only uses three media: by phone, message, and chatting. Besides that, the booking list and financial bookkeeping are noted manually, which frequently causes the occurrence of data errors in booking. Therefore, “MAU KEMANA SI” needs an application, a kind of Website, that is able to serve the booking or registration of tour package, and also to undertake data collection of the orders and financial bookkeeping automatically. The production of this Website uses Iterative Incremental method, which is a prototyping method, produces examples of the application that is compatible with user’s need, and the Incremental, which has the gradually-repeatedly processing in order to produce the final product that fits in need. It starts with Initial Planning and ends with Deployment. This study utilizes UML modeling as the System Planning, and the implementation and evaluation utilize Black Box Testing. The result of this research is the application of “MAU KEMANA SI” website provides functionality needed by users to perform the business function.Keywords: Website, tour package, iterative incremental
Perancangan Dan Pengontrolan Sistem Kendali Mekanika Keranjang Bayi Pada Sistem Smart Baby Monitoring Dengan Raspberry Pi Maulana Andang Rosidi; R Rumani M; Randy Erfa Saputra
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengontrolan alat elektronik, pintu, dan jendela saat ini kebanyakan masih bersifat manual dan membutuhkan manusia untuk mengontrolnya, sehingga tercipta ide untuk membuat sebuah sistem kontrol yang bekerja secara otomatis tanpa perlu manusia repot dalam mengerjakannya. Bayi di awal kelahiran merupakan keadaan yang rentan sehingga wajib diawasi setiap saat. tapi hal tersebut bertentangan dengan kesibukan yang dihadapi orang tua, terutama ibu rumah tangga yang harus melakukan berbagai aktivitas dalam satu waktu termasuk mengawasi bayi. Oleh karena itu, adanya aplikasi monitoring dapat membantu para orang tua untuk dapat mengawasi bayinya sambil melakukan aktivitas lainnya. Berdasarkan survey yang disebar, diperoleh angka kepuasan sebesar 78.2% yang berarti dibuatnya sistem ini akan mempermudah orangtua dalam hal memonitor bayinya, yang mana dengan sistem ini orang tua hanya perlu menggunakan smartphone untuk mengawasi dan memberikan perintah yang nantinya akan diteruskan untuk menggerakkan keranjang bayi secara otomatis. Dari hasil pengujian sisi mekanika, motor servo yang digunakan mampu mengayun keranjang bayi dengan beban paling berat adalah 9 Kg dengan bukaan sudut ayun sebesar 5 derajat. Dan hasil pengujian response time Raspberry Pi untuk mengayunkan keranjang bayi adalah 473.9 ms. Kata Kunci: raspberry pi, sistem kontrol, baby monitoring, smartphone
Perbandingan Performansi Edfa – Roa Pada Sistem Twdm-pon Berbasis Next Generation Passive Optical Network Stage 2 Ahmad Hidayat; Akhmad Hambali; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Next Generation Passive Optical Network stage 2 (NG-PON2) menjadi perkembangan terbaru dari teknologi PON yang dapat mengirimkan informasi dengan kecepatan ≥ 40 Gbps untuk downstream dan 10 Gbps untuk upstream. Penelitian ini membandingkan penguat erbium doped fiber amplifier (EDFA) dan Raman Optical Amplifier (ROA) pada sistem NG-PON2 menggunakan perangkat lunak. Simulasi menggunakan empat kanal TWDM dengan total bit rate 40 Gbps pada sisi downstream dan 10 Gbps untuk upstream. Simulasi jaringan menggunakan splitting ratio 1:256 dengan jarak transmisi terjauh adalah 60 km. Simulasi skenario pertama dilakukan pada transmisi downstream dengan menambahkan optical amplifier sebagai booster amplifier. Skenario kedua dilakukan simulasi pada transmisi upstream dengan memanbahkan optical amplifier sebagai pre-amplifier. Berdasarkan dari hasil simulasi, didapatkan jenis optical amplifier terbaik pada transmisi downstream yaitu EDFA dengan nilai received power yaitu -23,99 dBm, SNR = 27,46 dB, Q Factor = 14,58, dan BER = 2,85 x 10- 47 . Pada transmisi upstream, EDFA juga menghasilkan performansi yang lebih baik dengan nilai received power yaitu -24,16 dBm, SNR = 23,90 dB, Q Factor = 10,75, dan BER = 2,76 x 10-27 . Berdasarkan nilai tersebut, penguat EDFA lebih unggul apabila diiplementasikan pada sistem NG-PON2 berbasis TWDM – PON.. Kata kunci : Optical amplifier, PON, NG-PON2, TWDM, EDFA, ROA Abstract Next Generation Passive Optical Network stage 2 (NG-PON2) is becoming the latest development of PON technology that can transmit information at speeds of ≥ 40 Gbps for downstream and 10 Gbps for upstream.This research compared the erbium doped fiber amplifier (EDFA) and Raman Optical Amplifier (ROA) on the NGPON2 system using the software. The simulation uses four TWDM channels with a total bit rate of 40 Gbps on the downstream and 10 Gbps for upstream. The network simulation uses 1:256 splitting ratio with the farthest transmission distance is 60 km. The first scenario simulation is performed on the downstream transmission by adding an optical amplifier as a booster amplifier. The second scenario is simulated on the upstream transmission by adding the optical amplifier as a pre-amplifier. Based on the simulation results, the best optical amplifiers in downstream transmission are EDFA with received power value is -23.99 dBm, SNR = 27,46 dB, Q Factor = 14,58, and BER = 2,85 x 10-47. In upstream transmission, EDFA also produces better performance with received power value is -24.16 dBm, SNR = 23.90 dB, Q Factor = 10.75, and BER = 2.76 x 10-27. Based on these values, EDFA amplifier is superior when implemented on NG-PON2 system based TWDM – PON. Keywords: Optical amplifier, PON, NG-PON2, TWDM, EDFA, ROA
Pengaruh Bahan Insulasi Terhadap Perpindahan Kalor Pada Tangki Penyimpanan Air Untuk Sistem Pemanas Air Berbasis Surya Adli Destiawan Wicaksono; Suwandi Suwandi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam penelitian ini, suatu sistem pemanas air tenaga surya dimana tangki penyimpanan yang berada di sistem ini dibungkus dengan bahan insulasi. Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bahan insulasi terhadap perpindahan kalor pada tangki penyimpanan untuk sistem pemanas air tenaga surya. Bahan insulasi yang digunakan pada pengujian ini antara lain Armaflex, Busa, Ceramic Fiber, Glasswool, Kapas, Kapuk, Plasticine, Polyfoam, Rockwool, dan Styrofoam. Fluida yang berada di sistem pemanas air tenaga surya ini dialirkan dengan bantuan pompa aquarium. Debit yang digunakan untuk mengalirkan fluida yaitu 150 ml/min, 300 ml/min, dan 450 ml/min. Dari hasil penelitian, tangki penyimpanan dengan bahan insulasi Armaflex dan Rockwool memiliki total heat loss paling sedikit daripada bahan insulasi yang lain. Pada debit 150 ml/min, total heat loss pada tangki penyimpanan dengan bahan insulasi Armaflex dan Rockwool masing-masing sebesar 807.429 J dan 705.579 J. Pada debit 300 ml/min, total heat loss pada tangki penyimpanan dengan bahan insulasi Armaflex dan Rockwool masing-masing sebesar 2.067.534 J dan 2.032.464 J. Pada debit 450 ml/min, total heat loss pada tangki penyimpanan dengan bahan insulasi Armaflex dan Rockwool masing-masing sebesar 2.942.121 J dan 3.153.024 J. 
Analisis Perbandingan Pola Sinyal Theta Dan Delta Eeg 4 Kanal Terhadap Efek Yang Ditimbulkan Pada Seseorang Saat Diberi Stimulus Berupa Potongan Film Horror Milan Adila Amalia; Inung Wijayanto; Sugondo Hadiyoso
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Ketika seseorang menonton film horor, maka efek yang ditimbulkan yaitu suatu ketakutan yang mengakibatkan naik atau turunnya aktivitas otak serta menghasilkan sinyal otak dengan karakteristik tertentu. Aktivitas yang terjadi di dalam otak dapat direkam oleh EEG atau Electroencephalograph. Manusia memiliki 5 jenis sinyal otak yaitu alpha, beta, theta, delta, dan gamma. Tujuan dari tugas akhir ini yaitu untuk mengetahui bentuk gelombang sinyal otak manusia dari sinyal theta yang memiliki rentang frekuensi (4-8)Hz dan sinyal delta yang memiliki rentang frekuensi (0,5-4)Hz. Serta, untuk melihat adanya sinkronisasi antara sinyal otak, detak jantung, dan ekspresi seseorang saat melihat adegan horor. Dalam tugas akhir ini, digunakan satu metode ektraksi ciri dan satu pengklasifikasian yaitu Principal Component Analysis (PCA) dan K-Nearest Neighbor (K-NN). PCA yaitu ekstraksi ciri yang digunakan untuk menyederhanakan suatu data, dengan cara mentranformasi linier. Dan K-NN digunakan sebagai metode untuk melakukan klasifikasi terhadap objek berdasarkan data pembelajaran data latih yang jaraknya paling dekat dengan objek tersebut. Hasil pengujian menunjukan perbandingan sinyal theta yang dominan muncul berada pada kanal AF7 dan AF8. Sedangkan untuk sinyal delta yang dominan muncul terdapat pada kanal TP9 dan TP10. Sedangkan nilai akurasi tertinggi yang didapat yaitu berada pada kanal AF7 dan AF8. Pada kanal AF7 nilai akurasi untuk sinyal delta sebesar 50% dan sinyal theta sebesar 55,56%, sedangkan pada kanal AF8 nilai akurasi untuk sinyal delta sebesar 55,56% dan sinyal theta sebesar 50%. Kata kunci : Film horror, EEG, PCA, K-NN, theta, delta, detak jantung Abstract When someone is watching a horror movie, then the effect brought about a fear that resulted in the rise or fall of brain activity and generate signals the brain with particular characteristics. Activities that occur in the brain can be recorded by EEG or an Electroencephalograph. Humans have 5 kinds of brain signals i.e. alpha, beta, theta, delta, and gamma. The purpose of this final task, namely to know human brain signal waveform of the signal has a frequency range that theta (4-8) Hz and signal delta which has a frequency range (0.5-4) Hz. And, to notice any synchronization between signals the brain, heart rate, and expression of someone when you see a scene of horror. In this final task, use one of the methods of classification and characteristics of ektraksi one that is Principal Component Analysis (PCA) and the K-Nearest Neighbor (K-NN). PCA namely extraction of characteristics that are used to simplify the data, by means of a linear transformation. And K-NN is used as a method to perform the classification based on learning object against data-which are closest to the object. The test result showed a comparison signal theta that is dominant to show up on the AF7 and AF8 channels. While for the delta signals dominant to appear on TP9 and TP10 channels. The highest accuracy that is obtained is located on AF7 and AF8 channels. On AF7 channel the accuracy value is obtained in the amount of 50% for delta signal and 55.56% in theta signal. While, on AF8 channel the accuracy value is obtained in the amount of 55.56% for delta signal and 50% in theta signals. Keywords: Horror movie, EEG, PCA, K-NN, theta, delta, heartbeat

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue