cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,308 Documents
Antena Mimo 2x2 Mikrostrip Dual Band Patch Rektangular Bercelah Untuk Lte 1.8 Ghz Dan 2.1 Ghz Aisyah Chindrakasih Ainur Rofiq; Heroe Wijanto; Bambang Setia Nugroho
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Long Term Evolution (LTE) merupakan evolusi lanjutan dalam standar jaringan bergerak yang ditentukan oleh 3 rd Generation Partnership Project (3GPP). Teknologi LTE menawarkan performansi data rate yang lebih tinggi dari teknologi sebelumnya. Teknologi ini juga menggunakan konsep Multiple Input Multiple Output (MIMO) yang memungkinkan antena mempunyai kapasitas dan kehandalan yang lebih baik. Antena multi band sekarang ini sudah banyak digunakan karena lebih praktis, sehingga dapat meminimalisasi space yang digunakan pada sebuah sistem. Pada Tugas Akhir ini dirancang dan direalisasikan antena mikrostrip MIMO 2x2 dengan rectangular patch yang dapat bekerja pada frekuensi 1,8 GHz dan 2,1 GHz Long Term Evolution (LTE). Dalam pencantuannya digunakan pencatuan microstrip line feed dan untuk memperoleh dua frekuensi resonansi yang berbeda akan diberikan beban berupa slot pada patch antena. Hasil antena MIMO 2x2 dual band setelah difabrikasi dan dilakukan pengukuran memiliki nilai VSWR ≤ 2 dengan bandwidth ≥ 60 MHz, gain ≥ 2,82 DBi dengan pola radiasi bidireksional dan polarisasi elips, serta memiliki nilai mutual coupling ≤ -26,33 dB. Kata Kunci : Antena Mikrostrip, Dual Band, LTE, MIMO, Rectangular Patch. Abstract Long Term Evolution (LTE) is an advanced evolution in mobile network standards determined by the 3rd Generation Partnership Project (3GPP). The LTE technology offers a higher data rate performance than the previous technologies. This technology also uses the concept of Multiple Input Multiple Output (MIMO) which allows the antenna to have a better capacity and reliability. The Multi-band antennas are widely used now because of their more practical function, therefore the space used in the system is minimized. This Final Project is designed and realized the 2x2 MIMO microstrip antenna with a rectangular patch which is able towork on 1.8 GHz and 2.1 GHz Long Term Evolution (LTE) frequencies. In the inclusion, a microstrip line feed is used and in order to obtain two different resonant frequencies, a slot is applied to the antenna patch. The results of the 2x2 MIMO antenna after being fabricated and measured have a VSWR value ≤ 2 in the bandwidth of ≥ 60 MHz, gain ≥ 2.82 DBi with a bidirectional radiation pattern along with the elliptical polarization, and a mutual coupling values of ≤ -26.33 dB. Keywords : Microstrip Antenna, Dual Band, LTE, MIMO, Rectangular Patch.
Implementasi Kontrol Pid Dan Fuzzy Logic Untuk Sistem Kontrol Kecepatan Motor Dc Sebagai Aplikasi Praktikum Kontrol Digital Andriana Febiyanti; Basuki Rahmat; Agung Surya Wibawa
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses di Industri yang semakin rumit menjadi alasan dibutuhkannya peningkatan dan perbaikan kinerja sistem untuk mendukung proses tersebut berjalan dengan baik. Oleh karena itu, dibutuhkan sistem kontrol saling terintegrasi dan dikontrol oleh komputer dengan tujuan keluaran (output) sistem sesuai dengan rencana dan keinginan. Untuk mempelajari sistem kontrol yang handal dalam skala kecil, maka diimplementasikanlah kontrol PID dan fuzzy logic untuk sistem kontrol kecepatan motor DC. Komunikasi modul motor DC dengan arduino mega adalah komunikasi serial, sedangkan komunikasi arduino mega dengan PC dengan jaringan ethernet (LAN). Arduino mega dijadikan sebagai pengumpul data yang dikirimkan dari modul motor DC untuk dikirimkan ke PC. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini adalah dengan memasukkan nilai setpoint, nilai Kp, Ki, Kd yang berubah-ubah dan dapat diatur melalui PC. Kata kunci : PID, fuzzy logic, modul motor DC, arduino mega.
Pengenalan Wajah Menggunakan Convolutional Neural Network Halprin Abhirawa; Jondri Jondri; Anditya Arifianto
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wajah merupakan salah satu dari ciri atau identitas unik yang dimiliki oleh manusia. Dalam mengenali wajah terdapat banyak metode yang bisa diimplementasikan. Salah satu dari implementasinya adalah dengan menggunakan Convolutional Neural Network (CNN). Convolutional Neural Network atau yang biasa disebut CNN merupakan bagian dari Deep Learning yang melakukan proses pembelajaran untuk mencari representasi terbaik. Dataset yang digunakan adalah The Extended Yale Face Database B, yang berupa dataset foto wajah. Dengan menggunakan proses dropout diperoleh hasil terbaik dengan tingkat akurasi pengenalan setinggi 89.73%. Sedangkan apabila dilakukan pengujian terhadap data testing akan diperoleh hasil akurasi pengenalan setinggi 75.79%. Kata kunci : Face Recognition, Deep Learning, Convolutional Neural Network, dropout
Simulasi Dan Analisis Pengaruh Edfa Pada Sistem 80 G Twdm-pon Berbasis Next Generation Passive Optical Network Stage 2 Muhammad Yasyir; Akhmad Hambali; Afief Dias Pambudi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan standar yang ditetapkan oleh ITU-T (G.989.1 hingga G.989.3), generasi terbaru dari PON yaitu NG-PON2 dapat mengirimkan data dengan bitrate downstream lebih dari sama dengan 40 Gbit/s dan 10 Gbit/s untuk upstream. NG-PON2 dapat menjadi salah satu solusi teknologi dalam mengatasi permasalahan terbatasan bandwidth pada teknologi PON saat ini. Dikarenakan penggunaan Teknik TWDM dengan metode aggregasi atau stacking OLT yang menjanjikan jaringan broadband masa depan dengan bandwidth sangat besar. Pada penelitian ini dilakukan perancangan dan evaluasi sistem dan jaringan bi-directional NG-PON2 dengan teknik TWDM. Dilakukan simulasi perancangan sistem delapan kanal TWDM dengan total bitrate 80 Gbit/s pada sisi downstream (WDM) dari OLT yang masing-masing bitrate tiap kanalnya adalah 10 Gbit/s dan 10 Gbit/s untuk upstream (TDM). Kemudian, untuk simulasi perancangan jaringan memiliki tiga titik splitting dengan splitting ratio 1:256 dan jarak terjauh transmisi adalah 40 km. Serta menambahkan EDFA yang memiliki panjang 1 hingga 5 meter sebagai pre-amplifer dan booster amplifier dengan Pump Laser Power 100 mW hingga 1000 mW serta Pump Laser Wavelength 980 dan 1480 nm. Dari hasil simulasi, dilakukan analisis sistem dengan parameter pengukuran Power Received, Q factor dan BER. Serta, dilakukan analisis amplifier terhadap perubahan daya dan panjang gelombang dengan parameter pengukuran Gain dan OSNR. Berdasarkan dari hasil simulasi, didapatkan EDFA dengan panjang 2 meter, daya 400 mW, dan panjang gelombang 1480 nm dapat memberikan peningkatan performansi yang terbaik untuk transmisi downstream dengan nilai parameter Q factor sebesar 9,99 hingga 15,75; BER sebesar 3,33x10-56 hingga 7,06x10-26; Power Received sebesar -20,12 hingga -19,11 dBm; Gain sebesar 14,18 hingga 15,60 dB; dan OSNR sebesar 54,01 hingga 54,37 dB. Sedangkan untuk performansi transmisi upstream ditunjukkan EDFA dengan panjang 2 meter, daya 600 mW, dan panjang gelombang 1480 nm dengan nilai parameter Q factor sebesar 10,09 hingga 15,40; BER sebesar 7,68x10-54 hingga 2,75x10-24; Power Received sebesar -14,11 hingga -11,62 dBm, Gain sebesar 17,97 hingga 20,44 dB dan OSNR sebesar 54,01 hingga 54,37 dB. Kata Kunci: TWDM, NG-PON2, EDFA, WDM, TDM
Analisis Efek Penggunaan Kontroler Floodlight Dan Opendaylight Pada Performansi Jaringan Sdn Krisandi Agusto; Agus Virgono; Rumani M
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pada jaringan tradisional, penggunaan antara control plane dan forwarding plane menjadi satu. Desain jaringan seperti ini dianggap kurang fleksibel dalam mengkontrol dan mengatur jaringan tersebut. Ada suatu sistem jaringan yang dianggap lebih efektif dari pada jaringan konvensional yang sudah ada yang disebut dengan Software Defined Network (SDN). SDN berfungsi untuk memisahkan secara eksplisit antara control plane dengan data plane supaya terjadi pemanajemenan jaringan yang lebih bagus. Dengan adanya sistematika ini pengelolaan jaringan akan lebih baik dan lebih fleksibel melalui kontroler yang bersifat programmable. Ada banyak jenis kontroler dengan menggunakan bahasa pemrograman berbeda. Beberapa kontroler ada yang menggunakan bahasa pemrograman java dan sebagian menggunakan bahasa pemrograman python. Pada pengujian ini, kontroler yang digunakan adalah kontroler dengan bahasa pemrograman java. Adapun kontroler yang digunakan yaitu kontroler Floodlight tanpa algoritma Johnson, Foodlight dengan algoritma Johnson dan OpenDaylight. Ketiga model kontroler ini akan diuji performanya menggunakan parameter QoS dengan standarisasi ITU-T G.1010. Hasil penelitian yang didapat kontroler Floodlight tanpa algoritma Johnson lebih unggul dibandingkan kedua kontroler lainnya dari untuk layanan data dan VoIP. Namun untuk pengiriman layanan video, kontroler OpenDaylight lebih baik dari yang lainnya. Karena hanya kontroler OpenDaylight yang bisa mengirimkan paket video. Untuk pengujian resource utilization, konsumsi memori tertinggi dimiliki oleh kontroler OpenDaylight. Berdasarkan standarisasi ITU-T G.1010 kontroler Floodlight tanpa algoritma Johnson, Floodlight menggunakan algoritma Johnson dan OpenDaylight hanya memenuhi standarisasi delay untuk layanan data saja. Kata Kunci: Kontroller, Kinerja, Floodlight, OpenDaylight, QoS, Resource Utilization Abstract In traditional networks, the use between control plane and forwarding plane becomes one. Network design like this is considered to be less flexible in controlling and managing the network. There is a network system that is considered more effective than existing conventional networks called Software Defined Network (SDN). SDN serves to separate explicitly between the control plane and the data plane so that there is better network management. With this systematics network management will be better and more flexible through programmable controllers. There are many types of controllers using different programming languages. Some controllers use the Java programming language and some use the Python programming language. In this test, the controller used is a controller with a java programming language. The controllers used are Floodlight controllers without Johnson algorithm, Foodlight with Johnson algorithm and OpenDaylight. These three controller models will be tested for their performance using QoS parameters with ITU-T G.1010 standardization. The results obtained by the Floodlight controller without the Johnson algorithm are superior to the other two controllers for data and VoIP services. But for sending video services, OpenDaylight controllers are better than others. Because only OpenDaylight controllers can send video packages. For testing resource utilization, the highest memory consumption is owned by the OpenDaylight controller. Based on the ITU-T G.1010 standardization of Floodlight controllers without the Johnson algorithm, Floodlight using Johnson and OpenDaylight algorithms only meets the delay standard for data services only. Keywords: Controller, Performance, Floodlight, OpenDaylight, QoS, Resource Utilization
Perancangan Dan Implementasi Pengaktifan Water Heater Dan Pemantauan Suhu Dan Ketinggian Air Pada Bak Mandi Dengan Sensor Ultrasonik Dan Sensor Suhu Menggunakan Arduino Berbasis Android Muhammad Dio Khairunnas; Endro Ariyanto; Sidik Prabowo
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan penggunaan air panas yang digunakan untuk mandi merupakan salah satu jenis pemanfaatan teknologi yang sudah berkembang. Dengan menggunakan alat Water Heater, seseorang bisa mendapatkan air dengan suhu yang lebih tinggi. Akan tetapi, untuk mencapai suhu yang diinginkan dan melakukan pengisian pada bak mandi agar siap digunakan, water heater membutuhkan waktu yang lama. Pada sistem ini telah dirancang sebuah keran otomatis yang dapat aktif sesuai dengan suhu air yang berada di dalam bak utama dengan bantuan sensor suhu, sensor ultrasonik dan pompa air. Kedua sensor memanfaatkan sistem machine-to-machine dengan protokol MQTT yang dikontrol oleh sebuah mikrokontroler Arduino Mega2560 berbasis Android. Berdasarkan pengujian, tingkat akurasi suhu yang didapatkan memiliki nilai sebesar 97,60% dengan performansi waktu rata-rata yang didapatkan untuk mencapai suhu yang diinginkan pada bak utama adalah selama 18 menit 30 detik. Pengujian yang telah dilakukan menggunakan bak utama dengan volume air yang akan diisi adalah ±12.320 cm3, dengan volume air panas yang disediakan adalah ±9.240 cm3. Selain itu, beberapa faktor yang mempengaruhi lama waktu untuk mencapai suhu yang diinginkan antara lain adalah jenis pompa yang digunakan, besar daya yang digunakan oleh water heater, serta besarnya wadah bak utama yang digunakan sebagai penampung tempat pencampuran suhu air panas dan suhu air normal. Kata kunci : keran otomatis, purwarupa, machine-to-machine, water heater, jarak jauh
Desain Dan Implementasi Sistem Operasi Waktu Nyata Sederhana Untuk Sistem Tertanam Biomedis Berbasis Penjadwalan Jafar Hifdzullisan; Sony Sumaryo; Achmad Rizal
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Real time operating system adalah sebuah sistem operasi yang dapat digunakan untuk embedded system agar dapat mengolah task yang diberikan kepada sistem dengan teratur sesuai dengan urutan task serta waktu yang dibutuhkan untuk melaksanakan task tersebut. Embedded system itu sendiri adalah sebuah sistem yang dirancang khusus untuk melaksanakan tujuan tertentu untuk meningkatkan fungsi sistem tersebut. Pada tugas akhir ini akan dirancang sebuah real time operating system berbasis penjadwalan dengan tipe soft real-time system untuk mengoperasikan sebuah embedded system biomedis berupa elektrokardiogram. Real time operating system berfungsi untuk menerima task yang diberikan kepada sistem dan memperurutkan task tersebut sesuai dengan prioritas yang diberikan kepada task tersebut. Task yang diberikan kepada real time operating system adalah melakukan pengecekan terhadap elektroda yang digunakan sebagai sensor untuk pembacaan tegangan listrik pada jantung, membaca tegangan listrik pada jantung, dan menampilkan tegangan listrik tersebut melalui Graphical LCD 128x64. Kata Kunci : Real Time Operating System, embedded system, elektrokardiogram (EKG) Abstract The real time operating system is an operating system that can be used for embedded systems to be able to process tasks that are given to the system regularly and the tasks need to be executed in real time. The embedded system is a system specifically designed to carry out certain objectives to improve the function of the system. In this final project, a scheduling-based real time operating system with a soft real-time system will be designed to operate an embedded biomedical system in the form of an electrocardiogram. The real time operating system functions to receive the task given to the system and sort the task according to the priority given to the task. The task given to the real time operating system is to check the electrodes used as sensors for reading the voltage on the heart, reading the voltage on the heart, and displaying the voltage through Graphical LCD 128x64. Keywords: Real Time Operating System, embedded system, electrocardiogram (ECG)
Perancangan Dan Analisis Kinerja Antena Mikrostrip Dengan Patch Segiempat Pada Frekuensi 2,3 Ghz Untuk Aplikasi Nano Satelit Dengan Teknik Miniaturisasi Antena Febri Zenti Ramadhani; Bambang Setia Nugroho; Nachwan Mufti Adriansyah
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teknologi komunikasi global sedang berkembang pesat seiring dengan banyaknya layanan telekomunikasi yang diselenggarakan, khususnya teknologi antariksa pada komunikasi satelit. Hal tersebut dituangkan dalam sebuah riset nano satelit untuk pengolahan citra digital (DIP). Dibutuhkan sebuah antena sebagai komponen transmisi yang dapat memenuhi kebutuhan tersebut. Jenis yang akan digunakan yakni antena mikrostrip. Dengan frekuensi kerja 2,325 GHz s.d. 2,375 GHz, antena yang bekerja pada frekuensi tersebut relatif memiliki ukuran yang besar, oleh sebab itu diperlukan suatu teknik optimasi untuk hal tersebut, yaitu miniaturisasi antena. Teknik miniaturisasi antena yang digunakan berupa penambahan celah pada bagian patch, serta menggunakan substrat berbahan FR-04 Epoxy Fiberglass. Dalam penelitian ini, penguatan antena 11,23 dB, dengan VSWR 1,383, return loss -15,875 dB, mempunyai pola radiasi unidireksional dan polarisasi eliptikal dengan penerapan untuk nano satelit. Hasil penelitian tersebut digunakan untuk melakukan pengolahan citra digital pada satelit dengan fungsi menerima data hasil transmisi berupa gambar ruang angkasa dan bumi dari satelit yang membutuhkan lebar kanal lebih dari 50 MHz.Kata Kunci: Antena Mikrostrip, Miniaturisasi Antena, Nano Satelit
Sistem Rekomendasi Buku dengan Metode Berbasis Clustering Hilmi Eko Arianto; Dade Nurjanah; Rita Rismala
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Metode collaborative filtering adalah metode populer yang digunakan untuk sistem rekomendasi dengan berbagai macam domain. Pada domain buku, metode tersebut menggunakan rating yang diberikan user terhadap buku. Tetapi ada kekurangan terhadap metode tersebut dikarenakan harus mempertimbangkan semua buku yang ada untuk proses rekomendasi. Karena harus mempertimbangkan keseluruhan buku, maka membutuhkan waktu yang lebih lama untuk melakukan rekomendasi. Clustering adalah salah satu cara untuk mengatasi kekurangan metode collaborative filtering. Metode ini akan mengelompokkan buku berdasarkan kemiripan user, sehingga proses rekomendasi tidak perlu mempertimbangkan keseluruhan buku. Kebanyakan metode berbasis clustering harus mengetahui berapa jumlah kelompok buku yang akan digunakan. Karena tidak memiliki jumlah kelompok buku sebelumnya, self-constructing clustering dapat digunakan jika data yang digunakan tidak memiliki jumlah kelompok. Pada tugas akhir ini, dilakukan studi tentang implementasi metode berbasis clustering dengan algoritma self-constructing clustering. Algoritma ini akan mengelompokkan buku berdasarkan kemiripan user tanpa mengetahui jumlah kelompok buku yang ada. Hasil pengujian menunjukkan bahwa metode dengan algoritma tersebut dapat digunakan hingga merekomendasikan buku kepada user pada data yang hanya berupa data user, buku, dan rating. Pengujian dilakukan dengan menggunakan 2 data. Hasil pengujian menghasilkan DOA dan MAE sebesar 50% dan 1.10283, serta pada data kedua didapatkan 56% dan 1.137. Abstract Collaborative filtering method is a popular method used for recommendation systems with various domains. In the book domain, the method uses the rating that the user gives to the book. But there are disadvantages to the method because they have to consider all the books available for the recommendation process. Having to consider the whole book, it will take longer to make a recommendation. Clustering based is one way to overcome the lack of collaborative filtering methods. This method will group books according to user resemblance, so the recommendation process does not need to consider the entire book. Most clustering based methods must know how many groups of books will be used. Because it does not have the number of previous book groups, self-constructing clustering can be used if the data used has no number of groups. In this final project, a study about clustering based method implementation with self-constructing clustering algorithm. This algorithm will group the book based on the user's similarity without knowing the number of existing book groups. The test results show that the method with the algorithm can be used up to recommend the book to the user on the data only in the form of user data, books, and rating. Testing is using 2 data. The test results produced DOA and MAE of 50% and 1.10283, and the second data obtained 56% and 1,137.
Sistem Deteksi Glaukoma Dengan Pengukuran Area Optik Disk Pada Citra Fundus Octavian Putera Kesuma Sugeng; Rita Magdalena; Hilman Fauzi
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Glaukoma adalah suatu penyakit yang umumnya disebabkan karena tekanan dalam bola mata meningkat, sehingga terjadi kerusakan pada saraf optikus dan menyebabkan penurunan fungsi penglihatan. Mengamati dan menganalisa citra fundus mata secara manual kadang menghasilkan diagnosa yang kurang obyektif dan akurat. Pada tugas akhir ini dirancang sistem deteksi penyakit glaukoma dengan pengukuran área optik disk. Ada dua tahapan proses dalam pembangunan sistem yaitu tahap pertama pemodelan dan tahap kedua pengujian. Dalam tiap tahapan proses awal adalah preprocessing, proses ini dilakukan dengan masukan citra fundus retina mata untuk mendapatkan hasil gambar citra biner yang selanjutnya dilakukan perhitungan jumlah piksel pada área optik disk. Hasil dari proses ini sangat bergantung pada proses preprocessing. Selanjutnya proses identifikasi ciri dilakukan dengan klasifikasi menjadi 2 kelas, yaitu mata normal dan mata glaukoma. Berdasarkan hasil dari simulasi, dari 100 citra yang diujikan terdiri dari 50 mata glaukoma dan 50 mata normal didapatkan akurasi terbaik 96% yang dapat dilihat dari hasil klasifikasi jumlah piksel mata normal kurang dari 250125 piksel, mata glaukoma lebih dari atau sama dengan 250125 piksel dengan menggunakan nilai intensitas threshold citra kanal merah dan hijau. Kata kunci : Glaukoma, Optic nerve head, Optik disk.

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue