cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,308 Documents
Analisis Produksi Energi Listrik Dari Microbial Fuel Cell Dengan Pengolahan Limbah Air Fajri Amenda Putra; M Ramdlan Kirom; Reza Fauzi Iskandar
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Microbial fuel cell (MFC) dapat dijadikan sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. MFC dapat mengubah energi kimia menjadi energi listrik melalui reaksi katalitik dengan bantuan mikroorganisme. Selain permasalahan energi, Indonesia juga dihadapkan dengan permasalahan pengolahan limbah. Zat organik yang terdapat pada limbah dapat dimanfaatkan sebagai sumber karbon untuk pertumbuhan mikroba pada sistem MFC. Limbah yang digunakan dalam penelitian ini adalah pengolahan limbah air inlet dan outlet. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk mengetahui pengaruh lama waktu operasi, diameter elektroda dan volume reaktor terhadap kinerja MFC. Reaktor dirancang berdasarkan pada prinsip kerja reaktor sel elektrokimia dimana terdapat dua kompartemen yaitu kompartemen anoda dan katoda. Kedua kompartemen tersebut dipisahkan oleh jembatan garam dan pada masing-masing kompartemen diberikan elektroda. Kemudian dilakukan preparasi berupa substrat, dan alat elektrolisis. Kompartemen anoda akan diisi dengan substrat air limbah inlet dan outlet dari Instalasi Pengolahan Limbah Air di Cikoneng. Pemilihan air limbah ini sebagai substrat karena banyak terdapat biokatalisator yang merupakan elemen penting dalam sistem ini. Pada hasil penelitian, kuat arus maksimum yang mampu dihasilkan oleh sistem MFC ini sebesar 0,9201 mA dengan substrat air limbah inlet dengan elektroda Zn/Cu pada pengukuran pertama, dan sebesar 0,91824 mA pada pengukuran kedua dengan elektroda Zn/Cu dan substrat air limbah inlet. Tembaga dan seng sebagai elektroda, mampu mengkonversi substrat tersebut menjadi energi listrik dengan nilai antara 1,508733646 mJ sampai 155,3877914 mJ. Nilai daya maksimum yang dapat dihasilkan dari sistem MFC untuk dua kali pengukuran mencapai 1,255529949 mW dengan menggunakan pelat elektroda Cu dan Zn. Kata Kunci: Microbial Fuel Cell, limbah air, elektroda, kuat arus, tegangan, energi listrik, daya maksimum. Abstract Microbial fuel cell (MFC) can be used as an alternative energy source that is environmentally friendly and sustainable. MFC can convert chemical energy into electrical energy through catalytic reactions with the help of microorganisms. In addition to energy problems, Indonesia is also faced with waste processing problems. Organic substances present in waste can be used as carbon sources for microbial growth in MFC systems. Waste used in this research is inlet waste water treatment and outlet. This research has purpose to know the influence of operation time, electrode diameter and reactor volume to MFC performance. The reactor is designed based on the working principle of an electrochemical cell reactor in which there are two compartments ie anode and cathode compartments. Both compartments are separated by salt bridges and in each compartment are given electrodes. Then do the preparation of substrate, and electrolysis tool. The anode compartment will be filled with inlet and outlet wastewater substrates from the Wastewater Treatment Plant in Cikoneng. The selection of this waste water as a substrate because there are many biocatalisator which is an important element in this system. In the experiments, the maximum current strength produced by this MFC system is 0.9201 mA with an inlet wastewater substrate with Zn / Cu electrodes at first measurement, and 0.91824 mA in the second measurement with Zn / Cu electrode and water substrate waste inlet. Copper and zinc as electrodes, capable of converting the substrate into electrical energy with a value between 1.508733646 mJ to 155.3877914 mJ. The maximum power value that can be generated from the MFC system for two measurements reaches 1.255529949 mW by using Cu and Zn electrode plates. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 5610 Keywords: Microbial Fuel Cell, waste water, electrode, strong current, voltage, electrical energy, maximum power.
Analisis Sentimen Menggunakan Metode Learning Vector Quantization M. Indra Halim Arsya Dwi Akbari; Astri Novianty; Casi Setianingsih
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Media sosial sebagai media komunikasi untuk menghubungkan semua orang menjadi mudah diterima oleh masyarakat seiring dengan perkembangan teknologi informasi. Data dari media sosial yang berisi opini dari masyarakat tersebut dapat diolah menjadi sebuah informasi yang lebih penting nilainya, salah satunya dengan menggunakan analisis sentimen. Dalam perkembangannya analisis sentimen digunakan dalam banyak kepentingan misal perusahaan, lembaga survei, dan pemerintah. Di dalam penelitian Tuagas Akhir ini, dilakukan analisis sentimen menggunakan algoritma Learning Vector Quantization (LVQ). Langkah pertama yang dilakukan adalah pengambilan data Tweet dari Twitter menggunakan Twitter API. Setelah itu melakukan preprocessing untuk mengolah data dan mengekstraksi fitur yang terkandung di dalamnya. Setelah itu list fitur diubah menjadi bentuk vector dengan menggunakan pembobotan TF-IDF. Performansi akurasi dari metode didapatkan dengan menguji learning rate, epoch dan jumlah data yang digunakan. Dari hasil pengujian performansi algoritma Learning Vector Quantization (LVQ) diketahui bahwa semakin tinggi learning rate maka akurasi yang didapatkan semakin kecil, kemudian semakin tinggi jumlah epoch maka akurasi semakin besar. Akurasi rata-rata yang berhasil dicapai pada penelitian ini adalah sebesar 73.15%, 66.42%, dan 69.58% untuk setiap data. Kata kunci :Learning Vector Quantization, LVQ, Analisis Sentimen, Machine Learning
Perancangan Sistem Deteksi Denyut Nadi Menggunakan Metode Phase-based Motion Magnification Pandu Jati Utomo; Inung Wijayanto; R Yunendah Nur Fuadah
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di dalam tubuh manusia terdapat jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh dan menghasilkan denyut nadi. Telah dibuat teknologi Elektrokardiogram (EKG) dan alat pulse oxymetry untuk mengukur denyut nadi. Teknologi terus dikembangkan agar memungkinkan untuk mengukur denyut nadi tanpa menyentuh tubuh pasien. Lalu berkembanglah sebuah metode yang bernama phasebased motion magnification. Pada penelitian sebelumnya telah diterapkan sebuah metode bernama Eularian Motion Magnification untuk mengukur denyut nadi dengan cara mengambil video dari pergelangan tangan pasien, kemudian pergerakan mikro dalam video diperbesar sehingga denyut nadi dapat terlihat, lalu dilakukan proses deteksi untuk menghitung jumlah denyut nadi per menit dalam satuan BPM. Akan tetapi metode tersebut memiliki kelemahan yaitu hasil yang rentan terhadap noise setelah proses magnifikasi dan akurasi menurun pada kondisi rendah cahaya. Dalam tugas akhir ini digunakan metode phase-based motion magnification untuk menjawab kekurangan dari metode Eulerian, dengan hasil yang rendah noise dan akurasi lebih baik di kondisi rendah cahaya. Hasil pengujian sistem menunjukkan bahwa hasil akurasi terbaik sistem sebesar 86,94% dengan menggunakan variable sampling rate 250 Hz, menggunakan low cut off 30 Hz, high cut off 100 Hz, alpha 50 pixel dan menggunakan sigma 4 pixel. Kata Kunci : EKG, Pulse Oximetry, Phase-Based Motion Magnification, Lagrangian, Eulerian. Abstract In the human body there is a heart that pumps blood throughout the body and produces a pulse. Electrocardiogram (EKG) and pulse oxymetry devices have been made to measure pulse. Technology continues to be developed to make it possible to measure pulse without touching the patient's body. Then developed a method called phase-based motion magnification. In a previous study a method called Eularian Motion Magnification was used to measure pulse by taking video from the patient's wrist, then micro-movement in the video was enlarged so that the pulse could be seen, then the detection process was done to calculate the number of pulses per minute in BPM . However, this method has the disadvantage that the results are susceptible to noise after the magnification process and the accuracy decreases in low light conditions. In this final project, phase-based motion magnification method is used to answer the shortcomings of the Eulerian method, with low noise results and better accuracy in low light conditions. The result of simulation has the best accuracy up to 86.94%, using variable sampling rate 250 Hz, low cut off 30 Hz, high cut off 100 Hz, Alpha 50 Pixel, and sigma 4 pixel. Keywords : EKG, Pulse Oximetry, Phase-Based Motion Magnification, Lagrangian, Eulerian
Rancang Bangun Penyerap Gelombang Mikro Berbentuk Square Patch Array Berbasis Struktur Amc Menggunakan Teknik Multiple Slot Untuk Peningkatan Bandwidth Zuchra Latifah; Levy Olivia Nur; Trasma Yunita
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Beberapa tahun terakhir, penerapan berbagai apalikasi patch array untuk microwave absorber atau penyerap gelombang mikro berkembang luas. Aplikasi tersebut menggunakan printed circuit board (PCB) sebagai material penyebarannya. Akan tetapi respon bandwidth dari struktur AMC berbasis penyerap gelombang mikro relatif sempit dikarenakan dari struktur AMC itu sendiri yang tersusun dari dielectrik substrat, dimana respon bandwidth dari perangkat lain seperti antena tersebar pada dielektrik substrat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan single patch atau unit sel dari patch persegi karena efek dari boundary sehingga hasil untuk single patch sama dengan susunan patch tak hingga. Jumlah slot dari 1 hingga 21 dengan jumlah ganjil berpusat pada tengah patch. Slot gradual memiliki nilai bandwidth yang lebih lebar dibandingkan dengan slot seragam. Penyerap gelombang mikro square patch array atau susunan patch persegi ini dirancang untuk bekerja pada frekuensi tengah 2,75 GHz meggunakan bahan FR-4 Epoxy dengan nilai permitifitas relatif sebesar 4.4f/m sebagai dielektrik substrat dengan ketebalan 1,6 mm, dengan perhitungan panjang sisi substrat single patch 24,5mm dan panjang sisi patch 22,5mm. Bangun model dari penyerap gelombang mikro susunan patch persegi dengan 17 slot gradual dan tanpa slot dibuat dan diukur menggunakan simulator PPW (parallel plate waveguide) dan selanjutnya hasil pengukuran dilakukan proses de-embeding untuk mendapatkan hasil sesungguhnya dari pengukuran.Kata kunci:AMC (artificial magnetic conductor), Bandwidth, De-embeding, Microwave Absorber, square patch array, PPW(parallel plate waveguide ).
Analisis Pemetaan Biometrik Menggunakan Eeg Brainwave Dan Stimuli Berupa Gambar Ahmad Muammar Agusti; Inung Wijayanto; Sugondo Hadiyoso
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK Setiap manusia memiliki ciri dan karakteristik yang melekat pada fisik atau perilakunya yang dapat diidentifikasi atau dikenali menggunakan biometrik. Biometrik bersifat universal dan unik yang dimiliki oleh setiap manusia dan tidak memiliki kesamaan satu dengan yang lainnnya. Seiring perkembangannya, biometrik telah digunakan dalam bidang keamanan yang bersifat personal seperti pemindai sidik jari, pemindai retina mata, dan pemindai wajah mengingat sifatnya yang tidak bisa dihilangkan dan sulit dipalsukan. Dalam tugas akhir ini dilakukan análisis mengenai penerapan biometrik dengan memanfaatkan brainwave. Perekaman brainwave menggunakan Electroencephalogram (EEG) dengan stimuli visual berupa gambar untuk memunculkan brainwave yang unik. Dalam mengolah brainwave tersebut dilakukan dengan tahapan preprocessing, ekstraksi ciri menggunakan metode Discrete Wavelet Transform (DWT) dan klasifikasi menggunakan metode Jaringan Syaraf Tiruan (JST). Frekuensi yang digunakan adalah frekuensi alpha dan beta pada channel AF7. Dari hasil pengujian menunjukkan performa terbaik pada sinyal alpha dengan nilai akurasi pelatihan 99% dan akurasi pengujian 74%. Rata-rata yang dibutuhkan sistem secara keseluruhan untuk proses komputasi selama 240,27 detik. Dengan kata lain penerapan sistem biometrik menggunakkan EEG brainwave memperoleh hasil yang optimal. Kata kunci: Alpha, Beta, Biometrik, Brainwave, DWT, EEG, JST. ABSTRACT Every human being has characteristics and the characteristics inherent in physical or behaviour that can be identified by using biometrics. Biometrics is universal in every human being, biometrics has unique characteristics, because every human being has different characteristics of biometric and it’s permanent. Along with the development, biometrics have been used in the field of personal security such as fingerprint recognition, optical recognition, facial recognition, because the biometric character cannot be erased and also difficult to be falsified. In this final project, an analysis has been held about the application of biometrics by using brainwave. Brainwave recording uses Electroencephalogram (EEG) with visual stimulation in the form of images to bring up unique brainwaves. In processing the brainwave, it is carried out by preprocessing, feature extraction using the Discrete Wavelet Transform (DWT) method and classification using the Artificial Neural Network (ANN) method. The frequencies to be observed are alpha and beta frequencies on the AF7 channel. ISSN : 2355-9365 e-Proceeding of Engineering : Vol.5, No.3 Desember 2018 | Page 4414 2 Based on the test results the best performance showed in alpha signals with 99% of training accuracy and 74% of testing accuracy. The average required by the system as a whole for the computing process about 240.27 seconds. The performance of the system showed the application of a biometric system using EEG brainwave obtained optimal results. Keywords: Alpha, Beta, Biometrik, Brainwave, DWT, EEG, JST.
Value-at-risk Pada Portofolio Berbasis Model Generalized Autoregressive Conditional Heteroskedasticity Heavy Tail Dan Copula Alfian Yudha Iswara; Astiya Putri; Dinda Murni
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengukuran risiko berkaitan dengan investasi yang besar karena risiko mempengaruhi kerugian yang akan dialami investor. GARCH dan GJR merupakan salah satu metode dalam analisis time series yang digunakan untuk memodelkan data yang bergerak terhadap waktu (volatilitas) dan memiliki efek asimetis untuk model GJR. Value-at-Risk dapat digunakan untuk mengestimasi risiko pada data satu aset saham dan portofolio. Penentuan VaR dengan distribusi Normal menjadi tidak relevan ketika data keuangan memiliki ekor distibusi yang tebal (heavy tail) yang diimplementasikan dengan distribusi student-t. Copula digunakan sebagai indikator dependensi antar variabel sehingga digunakan sebagai alat memodelkan distribusi bersama. Kata kunci: GARCH, GJR, Value-at-Risk, Portofolio, Copula
Perancangan Sistem Kontrol Katup Inlet Turbin Pada Pembangkit Tenaga Sampah Faza Ra’is Agustian Putra; Porman Pangaribuan; Agus Ganda Permana
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Incinerator menggunakan metode pembakaran untuk melakukan pengolahan sampah untuk mengurangi pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah. Incinerator merupakan alat pembakar sampah yang dapat mengurangi permasalahan sampah menumpuk di suatu kawasan. Incinerator bisa menjadi solusi untuk membangkitkan listrik. Dengan suhu ruang bakar antara 800 - 1200°C, energi panas yang dihasilkan oleh incinerator berpotensi membangkitkan listrik untuk suatu kawasan. Panas yang dihasilkan oleh incinerator bisa digunakan untuk membangkitkan listrik dengan proses konversi energi panas menjadi energi listrik. Energi panas di ruang bakar pada proses pembakaran sampah digunakan untuk memanaskan boiler yang sehingga menghasilkan uap air. Uap air yang dihasilkan dari proses pembakaran dengan suhu tinggi memiliki tekanan uap yang diharapkan mampu untuk memutar turbin uap. Untuk mengatur tekanan uap masuk turbin, diperlukan penelitian pada perancangan sistem kontrol katup. Digunakan metode fuzzy logic untuk merancang sistem kontrol katup. Pada sistem kontrol katup akan ditentukan setpoint tekanan uap yang dibutuhkan, kemudian saat tekanan uap mencapai setpoint tersebut, katup akan terbuka sesuai program dan mengalirkan uap ke turbin. Selanjutnya turbin uap akan dihubungkan ke generator untuk menghasilkan listrik. Berdasarkan hasil tugas akhir perancangan dan implementasi fuzzy logic controller pada sistem kontrol katup inlet turbin didapat bahwa putaran turbin mencapai 2741 RPM pada tekanan 2,54 Bar dengan setpoint 1 Bar dan membutuhkan waktu 19 menit 30 detik. Kata Kunci : Listrik, Incinerator, Konversi Energi Abstract Incinerators use combustion methods to treat waste processing to reduce environmental pollution caused by waste. Incinerator is a waste burner that can reduce the problem of waste accumulating in an area. Incinerators can be a solution to generate electricity. With a combustion chamber temperature between 800 - 1200 °C, the heat energy generated by the incinerator has the potential to generate electricity for an area. The heat produced by the incinerator can be used to generate electricity by the process of converting heat energy into electrical energy. The heat energy in the combustion chamber in the waste burning process is used to heat the boiler which produces vapors. The water vapor produced from the high-temperature combustion process has a vapor pressure which is expected to be able to rotate the steam turbine. To control the vapor pressure to enter the turbine, research is needed on the design of the valve control system. Fuzzy logic method is used to design valve control systems. The valve control system will determine the required steam pressure setpoint, then when the steam pressure reaches the setpoint, the valve will open according to the program and drain the steam into the turbine. Furthermore, the steam turbine will be connected to a generator to produce electricity. Based on the results of the final project of designing and implementing Fuzzy Logic Controller on the turbine inlet valve control system, it was found that the turbine rotation reached 2741 RPM at a pressure of 2.54 Bar with a setpoint of 1 Bar and needed 19 minutes 30 seconds. Keyword : Electricity, Incinerator, Energy Convertion
Analisis Kelayakan Pembukaan Rumah Makan Padang Dengan Konsep Mini Cafe Di Kota Serang Muhammad Tamrin; Endang Chumaidiyah; Boby Sagita
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Malewa Café yang bergerak dibidang restoran sebagai produk bisnis. Toko ini akan berdiri di Kota Serang dengan kawasan Komplek Taman Lopang Indah Serang, Banten. Namun walaupun di serang banyak sekali Rumah makan padang tapi disini menawarkan rumah makan dengan konsep yang berbeda, yaitu dengan konsep mini café. Dalam penelitian ini aspek pasar didapatkan dengan menyebar kuesioner kepada 100 responden penduduk kota serang. Hasil pengolahan kuesioner digunakan untuk mengetahui seberapa banyak pasar potensial, pasar tersedia, dan pasar sasaran Malewa Cafe. Hasil penyebaran kuesioner menunjukkan pasar potensial sebesar 74%. sedangkan pasar tersedia sebesar 34%. Dari kedua hasil tersebut, perusahaan membidik 1% dari pasar tersedia untuk dijadikan pasar sasaran. Setelah dilakukan penelitian kepada analisis kelayakan Malewa Café diperoleh hasil bisnis ini layak untuk dijalankan. Hal ini berdasarkan nilai NPV, PBP, dan IRR yang didapat. Berdasarkan NPV, bisnis dinyatakan layak karena nilai NPV yang didapat sebesar Rp55,589,633 lebih dari 0. Lalu berdasarkan PBP investasi akan kembali pada periode tahun ke 4 bulan ke 3. Terakhir berdasarkan IRR bisnis ini layak dijalankan karena nilai IRR didapat 26% melebihi MARR yang ditentukan sebesar 9.95%. Karena hasil ketiga kriteria investasi tersebut menyatakan hasil tersebut, maka bisnis Malewa Café dinyatakan layak dijalankan. Kata kunci: Analisis Kelayakan, IRR, NPV, PBP, Malewa Cafe
Alat Ukur Kecepatan Angin, Arah Angin, Dan Ketinggian Trisna Nur Robby; Mohamad Ramdhani; Cahyantari Ekaputri
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Energi merupakan satu dari sekian banyak masalah yang dialami oleh setiap negara. Energi listrik dari generator berbahan bakar fosil yang selama ini menjadi sumber energi utama dikebanyakan negara di dunia sudah semakin langka. Maka perlu adanya pemanfaatan sumber energi dalam bentuk lain untuk menghasilkan energi listrik, karena suatu saat nanti energi fosil pasti akan habis. Energi angin adalah salah satu alternatif energi yang bisa digunakan dibeberapa wilayah di Indonesia karena energi angin merupakan energi alam yang tidak memiliki dampak kimia yang berbahaya. Namun tidak semua orang tahu dimana tempat yang layak untuk dibangun turbin angin. Maka dari itu pembaca diharapkan mampu memahami dimana tempat yang layak untuk dimanfaatkan tenaga anginnya untuk dibangun turbin angin. Alat pengukur kecepatan angin, arah angin, dan ketinggian adalah salah satu cara untuk mendeteksi tempat-tempat yang layak untuk dimanfaatkan tenaga anginnya. Alat ukur telah dirancang yang terdiri dari catu daya, kendali mikro dan LCD, rangkaian rotary encoder berupa modul TCRT5000, potensiometer untuk penunjuk arah angin, dan modul pengukur tekanan berupa sensor BME 280. Standarisasi alat dilakukan dengan pengujian terhadap anemometer Benetech GM-816. Ketepatan pengujian pengukuran kecepatan angin sebesar 96,18%. Penentu arah angin menggunakan sebuah bilah untuk menentukan 8 arah angin dengan ketepatan pengujian sebesar 96,625%. Meskipun begitu penunjukan yang terbaca tetap menampilkan arah yang tepat. Pengujian pengukuran ketinggian dilakukan dengan pengujian perbandingan terhadap meteran Soligen. Ketepatan pengujian adalah sebesar 84,20%. Kata Kunci: Energi alternatif, pemanfaatan energi angin di Indonesia, alat ukur, kecepatan angin, arah angin, ketinggian.
Penerapan 5s Pada Zona Perakitan Produk Excava 200 Di Divisi Alat Berat Pt. Pindad (persero) Menggunakan Pendekatan Lean Manufacturing Nadella Yusfarani; Marina Yustiana Lubis; Meldi Rendra
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Pindad (Persero) merupakan BUMN yang bergerak dibidang manufaktur Alutsista dan produk-produk komersial. Salah satu produk dari PT. Pindad (Persero) adalah alat berat excavator “Pindad Excava 200”. Dari data historis periode Maret 2017 sampai Juni 2018, produksi aktual oleh perusahaan cenderung tidak dapat memenuhi target produksi Excava 200 yang telah ditentukan. Berdasarkan permasalahan, maka dilakukan observasi pada lantai produksi produk excava 200, lalu dilakukan pemetaan alur produksi menggunakan Tools Lean Manufacturing yaitu VSM (Value Stream Mapping). Dari hasil pemetaan VSM, diketahui terdapat lead time sebesar 3991,7 menit. Untuk mengetahui lebih rinci aktivitas-aktivitas dalam proses produksi, maka dilakukan pemetaan PAM (Process Activity Mapping). Berdasarkan pemetaan PAM, diketahui terdapat aktivitas value added sebesar 3589,91 menit, aktivitas non value added sebesar 37,56 menit dan aktivitas necessary non value added sebesar 619,85 menit. Berdasarkan aktivitas non value added dan necessary non value added, ditemukan adanya waste motion pada zona perakitan dengan persentase yaitu 22,7%. Identifikasi akar permasalahan waste motion pada zona perakitan dilakukan menggunakan fishbone diagram, dan 5 why’s. Untuk meminimasi waste motion pada zona perakitan, maka diberikan rancangan usulan penerapan 5S. Setelah dilakukan perancangan usulan, didapatkan pengurangan waktu waste sebesar 25,20 menit yang dapat dilihat pada Value Stream Mapping Future State. Kata kunci: Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, Waste Motion, Fishbone diagram, 5 Why’s, 5S. Abstract PT. Pindad (Persero) is an Indonesian state-owned enterprise specializing in military and commercial products such as “Pindad Excava 200”. Based on historical data from March 2017 to June 2018, the production of this product is reportedly can’t achieve the number of predetermined production targets. Based on the problem, an observation was conducted on its floor production, and then mapping the production flow using the Lean Manufacturing Tools is Value Stream Mapping. The results of VSM mapping, it is known there’s a lead time of 3991.7 minutes. To find out more details of activities in the production process, a PAM (Process Activity Mapping) mapping is carried out. Based on the PAM mapping, it is known there’s value added activities of 3589.91 minutes, non value added activities of 37.56 minutes and necessary non value added activities of 619.85 minutes. Based on non value added and necessary non value added activities, there was found waste motion in the assembly zone with a percentage of 22.7%. Identify the root causes of waste motion is using the fishbone diagram, and 5 why's. To minimize waste motion, 5S is applied. After applying the 5S, it is known there’s a reduction time of 25.20 minutes which can be seen in the VSM Future State. Keywords: Lean Manufacturing, Value Stream Mapping, Waste Motion, Fishbone Diagram, 5 Why’s, 5S

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue