cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,308 Documents
Pengaruh Kadar Keasaman (ph) Terhadap Produksi Biogas Dengan Menggunakan Campuran Kotoran Hewan Dan Substrat Kentang Busuk Pada Reaktor Anaerob Satria Pambudi; M Ramdlan Kirom; Asep Suhendi
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Biogas merupakan produk akhir pencernaan atau degradasi anaerobik bahan – bahan organik yang dilakukan oleh mikroorganisme anaerob dalam lingkungan yang kedap udara atau bebas dari oksigen. Penggunaan limbah sebagai bahan baku untuk penelitian ini berupa limbah kotoran ternak yaitu kotoran sapi dan kentang yang dibusukkan. Biogas memiliki kondisi optimum sebagai patokan apakah produksi suatu biogas sesuai dengan kriteria atau tidak, salah satunya tentang pengkondisian derajat keasaman (pH). Dengan menggunakan larutan NaOH, variasi nilai pH yang dikondisikan yaitu 6.8, 7.0, 7.2 dan 7.4. Dari hasil pengukuran yang dilakukan diketahui bahwa lama waktu produksi gas (Hydraulic Retention Time) dari setiap nilai pH berbeda, dengan pH 6.8 memiliki nilai HRT 29 kali pengukuran. Untuk pH 7.2 memiliki nilai HRT 27 kali pengukuran, sedangkan pH 7.0 dan pH 7.4 sama-sama memiliki nilai HRT 26. Dengan total volume gas pH 6.8 sebesar 2040 mL, total volume gas pH 7.0 sebesar 1880 mL dan untuk total volume gas pH 7.2 dan pH 7.4 sama besar yaitu 1670 mL. Untuk hasil uji kandungan gas metana tidak terlalu bagus, dengan pH 6.8 tertinggi dari yang lainnya yaitu 0.002 %. Kata Kunci: Biogas, bahan baku, derajat keasaman (pH), HRT, volume gas, kandungan gas Abstract Biogas is the final product of digestion or anaerobic degradation of organic matter carried out by anaerobic microorganisms in an air-free or oxygen-free environment. The use of waste as a raw material for this research in the form of livestock manure is cow manure and decomposed potatoes. Biogas has an optimum condition as a benchmark whether the production of biogas in accordance with the criteria or not, one of them about conditioning the degree of acidity (pH). By using the NaOH solution, the variation of pH values conditioned were 6.8, 7.0, 7.2 and 7.4. From the measurement results, it is know that the duration of gas production (Hydraulic Retention Time) of each pH value is different, with pH 6.8 having HRT value 29 times the measurement. For pH 7.2 has an HRT value of 27 times the measurement, whereas pH 7.0 and pH 7.4 have an HRT value of 26. With a total gas volume of pH 6.8 is 2040 mL, the total gas volume of pH 7.0 is 1880 mL and for total gas volume pH 7.2 and pH 7.4 as large as 1670 mL. For the test results of methane gas content is not very good, with the highest pH 6.8 from the other is 0.002%. Keywords: Biogas, raw material, acidity degree (pH), HRT, gas volume, gas content
Perancangan Job Description Berdasarkan Kerangka Business Process Pada Cv. Gradient Bayu Satria Yudha; Imam Haryono; Litasari Widyastuti
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

CV. Gradient merupakan perusahaan manufaktur yang memproduksi suku cadang kendaraan bermotor. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1993 dan saat ini bekerja sama dengan PT Showa Mfg, PT Yamaha, Astra Group, dan lain-lain. Fokus dari kegiatan produksi CV. Gradient adalah moulds, press tool, jig & fixture, spare parts, repair, dan lain-lain. Perusahaan ini berjenis persekutuan komanditer (CV) yang tergolong masih dalam skala kecil, baik secara produksi maupun luas fisik (271.24𝐌𝟐 ). Karena jarak antar lantai produksi relatif dekat, maka perusahaan mempunyai kebijakan bahwa beberapa pekerjaan bisa dikerjakan oleh satu pegawai sekaligus. Pegawai ini kesulitan untuk mengontrol kualitas produk dengan teliti jika mengerjakan beberapa pekerjaan. Dampaknya produksi yang dilakukan kurang maksimal yang mengakibatkan terjadinya produk reject. Untuk menciptakan efektifitas kerja pada setiap aktivitas, maka perlu dilakukan analisis pada proses bisnis existing dan dilakukan analisis gap dengan PCF Process Classification Framework (PCF) APQC (American Productivity & Quality Center). Framework ini memberikan usulan aktivitas yang diperlukan oleh perusahaan. Hasil dari analisis gap digunakan untuk membuat proses bisnis usulan yang sesuai dengan kondisi perusahan. Aktivitas usulan dipetakan dengan RACI matrix untuk menentukan peran dan tanggung jawab setiap aktivitas pada masing-masing jabatan. Yang outputnya berupa job description untuk jabatan yang ada di perusahaan. Kata kunci : proses bisnis, APQC, RACI dan deskripsi kerja
Pemodelan Dan Simulasi Penyebaran Penyakit Demam Berdarah Dengue (dbd) Di Kota Bandung Menggunakan Cellular Automata Afifah Shalihah; Budhi Irawan; Purba Daru Kusuma
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Pemodelan dan Simulasi Penyebaran Penyakit DBD di Kota Bandung menggunakan Cellular Automata bertujuan untuk membuat pemodelan dan simulasi penyebaran penyakit, penerapan metode Cellular Automata didalam penyebaran penyakit DBD, menemukan nilai MRI yang dapat mendekati nilai RIA, dan menemukan threshold yang mendekati RIA pada setiap tahun kejadian. Penerapan Cellular Automata pada kasus penyebaran penyakit DBD akan maksimal ketika pembobotan dan model matematika ditentukan dengan pas, permasalahan ini muncul ketika hasil simulasi tidak ada yang memenuhi syarat validasi dari suatu program simulasi. Selain itu, keterbatasan resource yang diperoleh juga menjadi penghambat bagi pembuat model. Kemungkinan pada luas cell memiliki peran yang sama untuk mendapatkan hasil yang mendekati dengan keadaan aktual, seperti hasil simulasi yang sudah diperoleh dari luas cell yang berbeda tetap dapat menghasilkan program simulasi yang nilainya mendekati keadaan aktual, namun proses validasi tetap perlu dilakukan untuk memeriksa status program simulasi apakah program simulasi yang dibuat sudah valid. Tingkat kesalahan atau error rate yang dihasilkan pada kasus penyebaran penyakit DBD adalah 0.611609% dan memiliki status valid karena hasil masih dibawah 5%. Kata kunci: Cellular Automata, Pemodelan dan Simulasi, Model Matematika Abstract Modeling and Simulation Spreading Dengue Disease in Bandung City using Cellular Automata aims to make modeling and simulation of disease spread, application of Cellular Automata method in the spread of DHF disease, find MRI value that can approach RIA value, and find threshold approaching RIA on every year of occurrence. The application of Cellular Automata in cases of DHF spread will be maximized when weighting and mathematical models are determined appropriately, this problem arises when no simulation results meet the validation requirements of a simulation program. In addition, resource constraints are also an impediment to model makers. The possibility of cell area has the same role to get the result which is close to the actual state, as the simulation result which has been obtained from different cell area can still produce simulation program which is close to the actual condition, but validation process still need to be done to check the status of the simulation program whether the created simulation program is valid. The error rate or error rate generated in the case of DHF spread is 0.611609% and has a valid status because the result is still below 5%. Keywords: Cellular Automata, Modelling and Simulation, Math Model
Implementasi Dan Analisis Mobile Cloud Gaming Online Menggunakan Open-source Cloud Gaming Server Gaminganywhere Pada Perangkat Android Edoeardo Setiawan; Rendy Munadi; Sussi Sussi
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mobile cloud gaming merupakan pengembangan dari infrastruktur sebagai model layanan cloud computing. Dengan adanya layanan cloud gaming server menggunakan open-source GamingAnyWhere, perangkat mobile phone dengan operation sytem android yang bekerja sebagai client mampu mengakses server yang menjalankan suatu game melalui jaringan nirkabel secara online. Server melakukan capture terhadap frame audio dan frame video kemudian dikodekan dan dikirimkan kepada client. Setelah client mendapatkan frame A/V, client akan mengdekodekan frame-frame yang diterima sehingga user bisa bermain dan melakukan input control . Untuk mendapatkan hasil performa dari sistem cloud gaming yang diimplementasikan ini, dilakukan pengujian dengan tiga parameter yaitu kebutuhan resource, Quality of Service, dan Quality of Experience. Hasil kebutuhan resource client yang hanya memakai 6.2% cpu usage, 20.6 MB RAM untuk game Neverball dan 3.6% cpu usage, 11.9 MB RAM untuk game Deadpool. Nilai FPS client yaitu 29.1 untuk Neverball dan 14.5 untuk Deadpool, nilai ini terbilang kecil dikarenakan kemampuan rendering server yang kurang maksimal. Untuk delay total sistem cukup memuaskan yaitu bernilai 0.19 detik untuk Neverball pada jaringan lokal dan 0.35 detik pada jaringan online. Sedangkan 0.13 detik untuk Deadpool dengan jaringan lokal dan 0.19 detik untuk jaringan online pada bandwidth 5 Mbps.Kata Kunci: Cloud Gaming, Mobile Cloud Gaming, GamingAnyWhere, Cloud Computing.
Analisis Performansi Qos Inter Autonomous System Mpls-vpn Back-to-back Vrf Pada Layanan Ims Sabrina Chairunnisa; Rendy Munadi; Danu Dwi Sanjoyo
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di era kemajuan teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat, kebutuhan akan layanan multimedia berbasis IP pun semakin tinggi. Lebih dari setengah penduduk Indonesia kini telah terhubung ke internet. Perkembangan teknologi internet juga telah membuktikan bahwa jaringan internet yang terpisah harus dapat dibangun dan dihubungkan satu sama lainnya sehingga user atau pelanggan dapat mengirim dan menerima traffic tanpa harus memikirkan bahwa beberapa provider terlibat dalam transportasi pengiriman paket data. Salah satu teknologi yang mendukung hal tersebut adalah teknologi Inter AS Multi Protocol Label Switching (MPLS) dengan fitur VPN (Virtual Private Network). Pada Tugas AKhir ini, telah dilakukan pengujian performansi kualitas layanan IMS yang dijalankan pada jaringan backbone berbasis Inter AS MPLS VPN background traffic 0, 1, 5, 10, 20 Mbps. Hasil pengujian menunjukan nilai throughput berbanding terbalik dengan besarnya nilai background traffic. Nilai throughput pada layanan VoIP menurur dari nilai sebesar s.d 0,08576 Mbps s.d. 0,06265 Mbps dan menurun sebesar 0,6802 Mbps s.d 0,5806 Mbps pada layanan video call. Pada kedua layanan didapatkan nilai jitter rata- rata << 1 ms dan delay < 150 ms. Dan didapatkan nilai packet loss dari kedua layanan pada kedua metode masuk kedalam kategori layak untuk background traffic 0 Mbps , 1 Mbps , dan 5 Mbps. Kata kunci : Kamailio, SIP, NGN, IMS, VoIP, Video Call, QoS Abstract Nowadays, the advancement of information and communication technology is increasing rapidly, where the need for IP-based multimedia services is even higher. More than half the population of Indonesia has now connected to the internet. The development of internet technology has also proven that separate internet networks must be built and connected to each other so that users or customers can send and receive traffic without having to think that some providers are involved in transporting packet data delivery. One of the technologies that support it is Inter AS Multi Protocol Label Switching (MPLS) technology with VPN (Virtual Private Network) feature. At the end of this task, performance testing of IMS service quality has been performed on InterAS MPLS VPN backbone with the variable of background traffic 0, 1, 5, 10, 20 Mbps. The test results show the throughput value is inversely proportional to the value of the background traffic. The throughput value of VoIP services decreases from a value of s. 0.08576 Mbps s.d. 0.06265 Mbps and decreased by 0.6802 Mbps s.d 0.5806 Mbps in video call services. In both services, the average jitter value is << 1 ms and the delay is <150 ms. And obtained packet loss value from both services in both methods entered into a feasible category for 0 Mbps, 1 Mbps and 5 Mbps background traffic.Keywords : Kamailio, SIP, NGN, IMS, VoIP, Video Call, QoS
Perancangan Dan Implementasi Penggunaan Teknologi Bluetooth Dan Altimeter Untuk Pencarian Lokasi Mobil Dalam Area Gedung Parkir I Made Surya Andika; Junartho Halomoan; Agung Surya Wibowo
eProceedings of Engineering Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Seringkali kita lupa dimana kita memarkir mobil terutama pada gedung parkir yang luas dan bertingkat yang sudah banyak terdapat di kota-kota besar. Tak jarang kita harus berkeliling dan menghabiskan banyak waktu untuk mencari lokasi mobil kita. Oleh karena itu diperlukanlah alat untu k memudahkan mencari lokasi/tempat dimana kita memarkir mobil terutama di dalam gedung parkir yang luas dan bertingkat. Alat penentuan lokasi ini menggunakan sensor ketinggian yaitu sensor Altimeter MS5607 dan modul Bluetooth 4.0 BLE sebagai sarana transmisi data. Dalam prosesnya pengguna (pemilik mobil) dapat mengetahui keberadaan mobil dalam jarak tertentu dengan akurat dan ini juga sangat membantu dalam keadaan darurat. Untuk mengetahui posisi mobil, di mobil telah dipasang sistem pelacak yang sudah dilengkapi dengan sensor Altimeter MS5607 dan modul Bluetooth 4.0 BLE. Sensor Altimeter MS5607 ini akan memberi informasi lantai tempat mobil di parkir, sedangkan Bluetooth 4.0 BLE memberikan sinyal yang kemudian sinyalnya akan di ukur untuk mengetahui posisi mobil di dalam gedung parkir dan seterusnya Bluetooth pada Andorid akan memindai sinyal yang di keluarkan oleh modul Bluetooth 4.0 BLE tersebut dan di tampilkan pada aplikasi di perangkat keras Android v4.3 yang di buat menggunakan Android Studio. Dari sistem ini maka telah tercipta alat yang mampu mengetahui lokasi mobil di dalam gedung parkir. Perhitungan ketinggian sensor Altimeter MS5607 sudah sesuai dengan posisi lantai tempat mobil pengguna berada. Pengiriman data ke perangkat keras Android V4.3 sudah sesuai dengan data yang di hitung oleh sensor Altimeter MS5607. Kekuatan sinyal yang di keluarkan oleh Bluetooth 4.0 BLE sudah bisa di tampilkan pada aplikasi. Kata kunci: lokasi, Bluetooth 4.0 BLE, Altimeter MS5607, Android Studio
Analisis Kelayakan Pengembangan Budidaya Puyuh Peternakan Eka Di Bogor Theresia Estining; Rosad Ma’ali El Hadi; Maria Dellarosawati
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peternakan Eka merupakan salah satu bidang usaha dalam komoditas peternakan unggas khususnya budidaya puyuh. Peternakan Eka menjual produk telur puyuh mentah kepada konsumen. Seiring dengan berjalannya waktu, jumlah penjualan telur di Peternakan Eka mengalami peningkatan. Oleh karena itu, pemilik ingin mengembangkan usahanya. Lokasi usaha terletak di Ciomas, Bogor, Jawa Barat. Aspek yang digunakan dalam analisis kelayakan meliputi aspek pasar, aspek hukum, aspek teknis, aspek lingkungan dan aspek finansial. Aspek pasar didapatkan dengan meyebar kuesioner kepada 210 reponden yang ada di Ciomas untuk mengetahui pasar potensial, pasar tersedia, dan pasar sasaran. Hasil penyebaran kuesioner didapatkan presentase pasar potensial, pasar tersedia dan pasar sasaran masing-masing sebesar 97%, 84%, dan 2%. Aspek hukum, aspek teknis, aspek lingkungan, dan aspek keuangan didapatkan dari data sekunder berbagai sumber. Hasil perhitungan keuangan menunjukkan bahwa nilai NPV untuk periode 2018-2022 bernilai positif sebesar Rp. 111.166.491,00, presentase IRR sebesar 30.14%, dan PBP 3.71 tahun. Nilai IRR yang didapatkan lebih besar dari nilai MARR yaitu 12.07% dan nilai NPV bernilai positif. Dari parameter tersebut, maka pengembangan usaha budidaya puyuh di Kota Bogor dapat dikatakan layak. Kata Kunci: Pengembangan, Peternakan Puyuh, Peternakan Eka, NPV, IRR, PBP.
Klasifikasi Anjuran, Larangan, Dan Informasi Pada Hadits Shahih Bukhari Menggunakan Naive Bayes Classifier Syair Sacra; Said Faraby; Danang Triantoro
eProceedings of Engineering Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hadits adalah segala sesuatu yang dinisbatkan kepada Nabi Muhammad S.A.W baik berupa perkataan, perbuatan, taqrir (sikap diam setuju) dsb. Umumnya hadits di koleksi oleh beberapa imam besar, salah satunya koleksi hadits yang disusun oleh Imam Bukhari. Namun, saat ini belum ada penelitian maupun inovasi pengklasifikasian data berupa hadits berdasarkan anjuran, larangan dan yang hanya sekedar informasi. Dalam penelitian klasifikasi metode probablistik yang paling sering digunakan adalah Naïve Bayes Classifier karena memiliki keunggulan paling cepat dan sederhana. Naïve Bayes Classifier merupakan klasifikasi yang mengasumsikan keberadaan atribut suatu kelas tidak terkait atau tidak akan mempengaruhi atribut di kelas lain, atau dikenal dengan class conditional independence Namun permasalahan yang sering muncul pada penelitian terkait adalah tingginya dimensi data (banyaknya fitur / kata dalam satu opini). Hal ini tentu akan sangat mempengaruhi proses dari klasifikasi itu sendiri. Oleh karena itu, untuk mengurangi banyaknya fitur/kata pada sebuh data harus dilakukan beberapa tahapan seperti feature selection salah satu metodenya yaitu Chi-square. Penelitian ini menggunakan metode Naïve Bayes dengan menambahkan seleksi fitur pada penelitian ini menggunakan Chi-square.. Kata kunci : Classification, Feature Selection, Naïve Bayes, Chi-Square, Hadits.
Identifikasi Jenis Batuan Beku Melihat Tekstur Batuan Menggunakan Metode Discrete Wavelet Transform (dwt) Dan K-nearest Neighbor (knn) Setyo Nugroho Wibowo; Bambang Hidayat; Johan Arif
eProceedings of Engineering Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batuan – batuan hasil proses alamiah sangat banyak jenisnya, umumnya terbagi menjadi tiga proses utama yaitu proses kristalisasi yang menghasilkan jenis batuan beku, proses metamorfisme yang menghasilkan jenis batuan metamorf, proses pengendapan yang menghasilkan jenis batuan sedimen. Dari tiap jenis batuan tadi juga menghasilkan batuan yang berbeda seperti batuan sedimen meliputi konglomerat, batu pasir, batuan gamping dan sebagainya, batuan beku juga terbagi lagi seperti batuan granit, batuan andesit dan batuan basalt. Dan jenis batuan metamorf juga terbagi lagi meliputi batuan marmer dan batusabak. Melihat banyaknya jenis batuan diatas, sebagai ahli geologi dalam menentukan jenis batuan menggunakan panca indra penglihatan masih memiliki kelemahan. Pada Tugas Akhir ini, penulis akan mendesain sebuah perangkat lunak menggunakan MATLAB diharapkan sistem mampu mengklasifikasikan jenis batuan. Sistem ini akan diberi masukan berupa citra digital dari batuan yang akan dideteksi, yang kemudian akan dilakukan proses standardisasi citra. Sistem akan bekerja dengan pertama melakukan ekstraksi ciri untuk mendapatkan informasi di dalam citra melalui salah satu jenis dari Transformasi Wavelet yaitu Discrete Wavelet Transform(DWT). Setelah didapatkan ciri citra, selanjutnya adalah klasifikasi citra melalui metode jarak terdekat atau K-Nearest Neighbor (KNN) yang kemudian akan dikelompokkan dalam rentang citra tersebut. Dari hasil pengujian, sistem yang telah dibangun mampu mendeteksi batuan dengan level DWT yang digunakan adalah level 1, dengan akurasi terbaik adalah 98.33%. Dalam sistem ini, perubahan jenis mother wavelet tidak terlalu berpengaruh besar. Dan untuk komponen terbaik dalam sistem ini adalah komponen LL pada proses DWT dengan akurasi 98.33%. Sedangkan pada proses klasifikasi KNN jenis distance terbaik yang bisa digunakan adalah jenis Euclidean dan Cityblock dengan akurasi terbaik 98.33% dengan parameter yang terbaik ada pada k=1 dan k=3. Kata Kunci : Jenis Batuan, Deteksi Citra, Discrete Wavelet Transform, K-Nearest Neighbor
Implementasi Visible Light Communication Untuk Streaming Video Ip Tv Andri Eryawan Ahmad Rifki; Akhmad Hambali; Denny Darlis
eProceedings of Engineering Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Visible Light Communication (VLC) adalah sistem komunikasi yang menggunakan cahaya sebagai media transmisinya. Komunikasi wireless pada umumnya menggunakan sinyal elektromagnetik yang memiliki kekurangan seperti interferensi gelombang, kapasitas pengiriman data masih rendah, dan penggunaan energi kurang efisien seperti komunikasi radio yang masih digunakan oleh masyarakat. Dengan teknologi VLC kekurangan yang dimiliki jaringan wireless dapat menjadi lebih baik lagi. Karena sifat cahaya yang digunakan oleh VLC mempunyai kecepatan yang tinggi, bisa tahan terhadap interferensi radiasi gelombang elektromagnetik, energi yang digunakan lebih efisien, dan lain-lain. Pada penelitian ini dibuat prototipe VLC transceiver dengan LED dan photodiode array untuk mentransmisikan video live streaming untuk ditampilkan pada layar televisi. Pada bagian transmitter dan receiver terdapat penguat dan filter agar sinyal data video yang di pancarkan bisa sampai ke bagian receiver. Dari hasil pengujian. prototipe ini dapat mentransmisikan video live streaming dengan jarak 50 cm dan dengan rentang sudut 300 . Kata kunci :VLC, LED, photodiode, array. Abstract Visible Light Communication (VLC) is a communication system that uses light as its transmission medium. Wireless communication generally uses electromagnetic signals that have disadvantages such as wave interference, data transmission capacity is still low, and energy use is less efficient such as radio communications that are still used by the public. With VLC technology, the lack of wireless networks can be even better. Because the nature of the light used by VLC has a high speed, it can withstand the interference of electromagnetic wave radiation, the energy used is more efficient, and others. In this study a prototype VLC transceiver was created with LEDs and photodiode arrays to transmit live streaming video to be displayed on a television screen. At the transmitter and receiver there are amplifiers and filters so that the transmitted video data signal can get to the receiver. From the test results. This prototype can transmit live streaming video with a distance of 50 cm and with an angle range of 300 . Keywords: VLC, LED, photodiode, array

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue