cover
Contact Name
Yudhi Nugroho Adi
Contact Email
library@tekomuniversity.ac.id
Phone
+628128000110
Journal Mail Official
library@telkomuniversity.ac.id
Editorial Address
Jl. Telekomunikasi - Ters. Buah Batu Bandung 40257 Indonesia
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
eProceedings of Engineering
Published by Universitas Telkom
ISSN : 23559365     EISSN : -     DOI : https://doi.org/10.34818/eoe.v9i5.18452
Merupakan media publikasi karya ilmiah lulusan Universitas Telkom yang berisi tentang kajian teknik. Karya Tulis ilmiah yang diunggah akan melalui prosedur pemeriksaan (reviewer) dan approval pembimbing terkait.
Articles 8,304 Documents
Implementasi Machine Learning Pada Desain Sistem Monitoring Mobil Menggunakan On-board Diagnostic-ii Samudra Dzikri Gifari Prasetyo; Ahmad Tri Hanuranto; Nyoman Bogi Aditya Karna
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Banyak fitur dari mobil yang mencakup tentang keselamatan pengemudinya, namun masih banyak kecelakaan lalu-lintas terjadi dimana-mana. Salah satu faktor kecelakaan yang cukup umum yaitu malfungsi dari mobil itu sendiri. Salah satu penyebab malfungsi mesin pada mobil dapat terjadi karena kelalaian pengguna memonitor kondisi mobilnya. On-Board Diagnostic (OBD II) merupakan standar internasional berkaitan diagnosa kendaraan yang memungkinkan pengambilan data kendaraan yang didapat dari sensor di mobil melalui Engine Control Unit (ECU). Dengan perangkat interfaceOBDII yaitu ELM327 memungkinkan pengambilan data, pengolahan data dan diagnosa kendaaraan secara realtime. Data yang telah diambil, dikumpulan pada server kemudian diolah oleh machine learning dimana pada perancangan sistem ini digunakan Decision Tree dengan algoritma Classification and Regression Tree (CART) untuk memprediksi terjadinya perubahan kondisi mesin yang tidak baik. Keluaran dari machine learning tersebut akan diteruskan ke user interface untuk menampilkan informasi kendaraan dan prediksi kondisi kendaraan. Kata Kunci: OBD-II, Machine Learning, Internet of Things, Cloud Computing, Decision Tree Abstract Many manufacturer implement safety feature for car user, but traffic accident still occurred even with all of that kind of safety feature which often happened because of engine failure. User neglecting maintenance leaves car in a bad shape and can affect safety of driving. On-Board Diagnostic (OBD II) are international standard which refers to diagnostic for vehicle which allows us to collect raw data from sensor mounted on car connected to Engine Control Unit(ECU). With interface device of OBD-II which is ELM327, data acquisition, data stream processing, and real time vehicle diagnostic become possible. Collected data are sent to server so it can be processed by machine learning with Decision Tree algorithm with Classification and Regression method which will predict car condition. Car information and predicted condition will be informed to user via web based interface. Keywords: OBD-II, Machine Learning, Internet of Things, Cloud Computing, Decision Tree
Perancangan Scope Baseline Dan Proses Integrated Change Control Di Proyek E-Learning Dengan Acuan Pmbok Edisi Ke-6 Fauziyyah Eka Sya'bani; Devi Pratami; Wawan Tripiawan
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Proyek e-Learning merupakan proyek yang dikelola Yayasan X dalam menunjang kegiatan belajar mengajar di Universitas X dan terbagi menjadi dua tipe konten e-Learning; konten video dan konten non video. Proyek ini direncanakan akan rampung pada tahun 2020, namun dalam pengerjaannya sendiri masih terdapat kekurangan diantaranya tidak ada dokumen perencanaan proyek. Pada pengerjaan awal fase, terdapat banyak permintaan perubahan terutama pada bagian penandatangan kontrak surat (PKS). Untuk menghindari keterlambatan, dibuat dokumen perencanaan pada bagian scope baseline yang dimana mengatur perencanaan penentuan ruang lingkup proyek dan proses integrated change control yang berfokus pada alur proses perubahan secara. Komponen dari scope baseline antara lain project scope statement, work breakdown structure, dan work breakdown structure dictionary. Project scope statement berisi ringkasan dari kebutuhan dari proyek yang dijelaskan secara rinci. WBS dibuat dengan menggunakan metode dekomposisi dan dijabarkan tiap workpackagenya dalam bentuk Work Breakdown Structures Dictionary. Pada proses integrated change control, data perubahan ditampung kemudian dibuat menjadi proses perubahan secara umum. Hasil dari perancangan scope baseline dapat menunjukan rangkaian aktivitas yang membantu project team dalam mengeksekusi tahapan di proyek. Hasil dari proses integrated change control dapat membantu project team dalam mengelola permintaan perubahan yang masuk sehingga tidak menghambat pekerjaan yang sedang dilakukan. Kata kunci: Proyek e-Learning, Scope Baseline, Proses Integrated Change Control Abstract The e-Learning project is a project managed by Foundation X in supporting teaching and learning activities at X University and is divided into two types of e-Learning content; video content and non video content. This project is planned to be completed in 2020, but in the process itself there are still shortcomings including no project planning documents. At the beginning of the work phase, there are many requests for changes, especially in the letter signing contract (PKS). To avoid delays, a planning document is made in the scope baseline section which regulates planning the determination of the scope of the project and the integrated change control process that focuses on the flow process of the change in a manner. Components of the baseline scope include the project scope statement, work breakdown structure, and work breakdown structure dictionary. The project scope statement contains a summary of the needs of the project which are explained in detail. WBS is created using the decomposition method and is described in each workpackage in the form of Work Breakdown Structures Dictionary. In the integrated change control process, data changes are collected and then made into the process of change in general. The results of the design of the baseline scope can show a series of activities that assist the project team in executing stages of the project. The results of the integrated change control process can assist the project team in managing incoming change requests so as not to hamper the work being done. Keywords: e-Learning Project, Scope Baseline, Integrated Change Control Process
Analisis Performansi Super Resolusi Menggunakan Metode Stationary Wavelet Transform (swt) - Centroid Berbasis Digital Image Watermarking Kahfi Fadhlan Maulana; Jangkung Raharjo; Irma Safitri
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Penyebaran konten digital yang begitu mudah membuat pemberian identitas sangatlah penting. Setiap orang dapat merubah dan memodifikasinya secara mudah. Watermarking adalah salah satu cara pemberian identitas tanpa merusak konten yang disisipi. Konten digital yang telah di Watermark membutuhkan resolusi yang tinggi untuk menghasilkan citra yang lebih jelas dan detail. Pada penelitian ini memberikan alternatif dengan teknik super resolusi. Tujuan utama super resolusi adalah untuk menghasilkan gambar resolusi tinggi dari gambar resolusi rendah menggunakan kepadatan pixel yang tinggi. Metode yang digunakan pada tugas akhir ini antara lain metode SWT (Stationary Wavelet Transform) karena host tetap utuh setelah dilakukan penyisipan. Memiliki nilai kualitas PSNR yang baik, dan memiliki persepsi transparansi yang baik. dan metode Centroid dilakukan untuk melihat nilai tengah dari citra yang diteliti. Serta dengan menggunakan metode penyisipan QIM (Quantization Index Modulation). Adapun metode pada super resolusi menggunakan bicubic. Interpolasi ini menghasilkan pembesaran citra lebih halus pada bagian tepi-tepinya. Bicubic menggunakan 4×4 piksel tetangga untuk mengambil informasi. Hasil penelitian ini menggunakan MATLAB, dan diuji dengan sample image 32 × 32. Sebagai watermark, serta host dengan ukuran 2048×2048. Dan diberi serangan Gaussian Noise, Translation, dan Rotate. Dari penelitian ini dilihat hasil terbaik menggunakan bicubic dengan nilai BER=0,1201 pada tanpa serangan, BER=0,1064 pada serangan Gaussian Noise, BER=0,541 pada serangan translasi, BER=0,4814 pada serangan rotate . Dan juga parameter lainnya PSNR, serta SSIM. Kata kunci : Watermarking, Stationary Wavelet Transform (SWT), Centroid, BER, SSIM, PSNR, BICUBIC Abstract Dissemination of digital content is so easy that it provides an important identity. Everyone can change and modify it easily. Watermarking is one way of providing identity without damaging the inserted content. Digital content that has been watermarked requires high resolution to produce clearer and more detailed images. This research provides an alternative to the super resolution technique. The main purpose of super resolution is to produce high resolution images from low resolution images using high pixel density. The method used in this thesis is the SWT (Stationary Wavelet Transform) method because the host remains intact after insertion. Have a good PSNR quality value, and have a good perception of transparency. and the Centroid method is performed to see the mean value of the image under study. And by using the QIM (Quantization Index Modulation) insertion method. The super resolution method uses bicubic. This interpolation results in finer image enlargement at the edges. Bicubic uses 4 × 4 neighboring pixels to retrieve information. The results of this study used MATLAB, and were tested with a 32 × 32 sample image. As a watermark, and a host with a size of 2048 × 2048. And given a Gaussian Noise, Translation, and Rotate attack. From this study the best results are seen using a bicubic with a value of BER = 0.1201 on no attacks, BER = 0.1064 on Gaussian Noise attacks, BER = 0.541 on translational attacks, BER = 0.4814 on rotate attacks. And also other parameters PSNR, as well as SSIM. Keywords: Watermarking, Stationary Wavelet Transform (SWT), Centroid, BER, SSIM, PSNR, BICUBIC
Pengaruh Perubahan Bit Rate Optical Concentrator Photodetector Pada Visible Light Communication (vlc) Dhamara Kuncara Ningrum; Kris Sujatmoko; Brian Pamukti
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abtsrak Tugas Akhir ini melakukan studi atas teknologi masa depan yang dapat memberikan solusi terhadap keresahan pengguna jaringan. Sistem komunikasi optik merupakan sistem komunikasi yang saat ini perkembangannya cukup pesat dan menjadi hal yang saat ini sedang di riset untuk menjadi teknologi dimasa depan, salah satu yang sedang berkembang pesat dinamakan teknologi Visible Light Communication (VLC). Kontribusi dari Tugas Akhir ini dapat mengetahui pengaruh perubahan bit rate dengan membandingkan pemambahan optical concentrator dan tanpa penambahan optical concentrator terhadap cakupan komunikasi, cakupan komunikasi yang terbesar di dapat cakupan luas sebesar 𝟐𝟓 𝒎𝟐 dan tersempit yaitu sebesar 𝟏𝟒, 𝟎𝟒 𝒎𝟐 . Kata Kunci : VLC, LED, Fotodioda, OOK-NRZ, BER, Optical Concentrator Abstract The Final Project studies of future technologies that can provide solutions to the concerns of network users. Optical communication system is a communication system that is currently developing quite rapidly and is becoming the thing that is currently being researched to become a technology in the future, one that is develo ping rapidly is called Visible Light Communication technology. The contribution of this Final Project can determine the effect of changes in bit rate by comparing the addition of optical concentrators and without the addition of optical concentrators to the communication coverage, the largest communication coverage can be with a broad coverage of 𝟐𝟓 𝒎𝟐 and narrowest that is equal to 𝟏𝟒, 𝟎𝟒 𝒎𝟐 . Kata Kunci : VLC,LED, Fotodioda, OOK-NRZ, BER, Optical Concentrator
Penerapan Metode 5S Untuk Meminimasi Waste Motion Pada Proses Produksi Seal Brecket Di PT. Nagoya Dengan Pendekatan Lean Manufacturing Aqiilah Khoiriyyah Husnaa; Pratya Poeri Suryadhini; Widia Juliani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak PT. Nagoya INA Engineering merupakan perusahaan yang bergerak di bidang industri karet, PVC, dan plastik. Hasil produksi dari perusahaan ini yaitu seal switch, seal pengungkit, seal brecket, cover nut, pengaman regulator, rubber disk, rubber molla, cap water reservoir tank, seal tombol, dan R3. Pada Januari 2018 – Juli 2018 seal brecket memiliki total produksi terbesar, yaitu sebanyak 777. 245 pcs atau 48,72% dari total produksi secara keseluruhan. Tetapi PT. Nagoya mengalami keterlambatan pengiriman produk, produk yang paling sering mengalami keterlambatan pengiriman adalah seal brecket. Untuk mengetahui penyebab keterlambatan pengiriman, dilakukan penelitian pada proses produksi seal brecket yang berlokasi di Nanjung dengan cara pemetaan aliran produksi menggunakan Value Stream Mapping dan Process Activity Mapping . Pada Value Stream Mapping ditemukan NVA time sebesar 88 detik dan lead time selama 1334 detik. Pada Process Activity Mapping didapatkan aktivitas NVA yang tergolong ke dalam waste motion. Berdasarkan waste motion yang ditemukan, dilakukan pencarian akar penyebab masalah menggunakan 5 Why’s. Waste motion diminimasi dengan melakukan usulan perbaikan menggunakan pendekatan lean manufacturing. Usulan perbaikan dirancang menggunakan metode 5S untuk mereduksi waste motion, sehingga dapat mempersingkat lead time. Untuk mencapai tujuan 5S di lakukan pengurangan waktu set up dengan merancang alat bantu produksi usulan. Dari perancangan usulan perbaikan, lead time berkurang sebanyak 32% atau sebesar 909 detik dengan penurunan NVA time sebesar 88 detik dan NNVA time sebesar 336 detik. Kata kunci: PT.Nagoya, Non Value Added Activity, Value Stream Mapping, Process Activity Mapping, Waste Motion, Lean Manufacturing, 5S
Perancangan Dan Implementasi Quality Metric Menggunakan Metode Internal Control Untuk Control Quality Proyek Osp Fo Rmj Majasari Cirompang (studi Kasus Pt Xyz) Naufal Muhammad Zaki; Imam Haryono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam pelaksanaannya, proyek memiliki beberapa potensi kegagalan atau masalah, salah satunya adalah kualitas. Baik perencanaan maupun kontrol kualitas, keduanya harus menjadi perhatian perusahaan karena jika tidak maka akan muncul masalah lain seperti keterlambatan, cost membengkak serta berkurangnya kepercayaan pelanggan. Dalam hal ini PT XYZ, salah satu mitra dari PT ABC yang bergerak dalam bidang jasa perencanaan, konstruksi, intalasi dan pemeliharaan sarana telekomunikasi harus dapat menjaga kualitas pekerjaannya agar dapat bersaing dengan mitra lainnya. Salah satu proyek yang akan dikerjakan adalah proyek Regional Metro Junction, tepatnya berada di daerah Cipanas, Kabupaten Lebak, Banten, tepatnya penyambungan dari HH.012.Eksisting sampai dengan BTS Majasari Cirompang. Dalam pelaksanaannya proyek ini menemukan sejumlah masalah diantaranya salah pemasangan tiang, pemilihan lokasi tiang dan pemasangan kabel. Untuk itu PT XYZ perlu melakukan rework pekerjaan-pekerjaan yang masih salah, diawali dengan mengulas lagi apa saja spesifikasi teknis dari proyek yang dijalankan dan membuat perencanaan kualitasnya. Hasil yang didapatkan setelah diimplementasikan menggunakan quality checklist yaitu Dari 103 critical success criteria yang telah diverifikasi, terdapat 51 critical success criteria yang bernilai OK, 29 critical success criteria yang bernilai NOK dan 23 critical success criteria atau yang bernilai N/A. Selanjutnya dari 103 critical success criteria tersebut, 35 diantaranya merupakan checklist item yang akan diuji pada saat uji terima, dan terdapat tiga pekerjaan yang belum sesuai spesifikasi sehingga sangat diperlukan untuk di rework. Oleh karena itu dilakukan pembuatan corrective action plan yang berisi tentang tindaklanjut yang dapat dilakukan untuk menangani masalah yang terjadi. Kata kunci: Regional Metro Junction, Quality Metric, Quality Checklist, Critical Success Criteria, Corrective Action Plan .
Analisis Kelayakan Pembukaan Gerai Baru Ud Jaya Baru Di Kabupaten Temanggung Ditinjau Dari Aspek Pasar, Aspek Teknis, Dan Aspek Finansial Muhammad Hasbi; Budi Praptono; Boby Hera Sagita
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak UD Jaya Baru adalah sebuah usaha dagang yang bergerak dalam bidang makanan ringan buatan rumahan. Beberapa makanan ringan yang dijual di UD Jaya Baru adalah makanan ringan yang terbilang khas dari daerah setempat, seperti stick talas, balok, marning, grubi, kacang kacang gober, dan lain lain. UD Jaya Baru berdiri pada 2 Februari 2013, PRIT Dinas kesehatan 4 Maret 2015, Penetapan SIUP/TDP 25 mei 2016, dengan pendirinya yaitu Bapak Hartadi. Dengan melihat prospek dunia makanan ringan yang berkembang khususnya di Kabupaten Temanggung, maka dibukalah UD Jaya Baru ini. UD Jaya Baru tergabung dalam “himpunan pelaku usaha pangan industri rumah tangga” KARYA MAKMUR, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Himpunan pelaku usaha pangan industri rumah tangga KARYA MAKMUR sendiri merupakan kelompok usaha produksi makanan ringan yang memproduksi makanan kecil olahan skala rumahan, dengan produk makanan kecil khas daerah setempat yaitu Kabupaten Temanggung, dan sekitarnya, dimana sebagian besar anggotanya dapat digolongkan sebagai keluarga berpendapatan menengah kebawah, yang sebagian berprofesi sebagai petani, khususnya petani tembakau. Dengan hal diatas maka diputuskan untuk membuat gerai baru dari U.D Jaya Baru sebagai salah satu cara memfasilitasi, dan lebih mensejahterakan anggota kelompok KARYA MAKMUR yang sebagian diisi oleh keluarga berlatar belakang menengah kebawah, dan disisi lain sebagai salah satu cara menjaga bisnis keluarga yang telah berjalan, dan diharapkan kedepannya usaha ini bisa lebih berkembang dari sebelumnya. Kata Kunci: UD Jaya Baru, Analisis Kelayakan, Makanan ringan Abstract UD Jaya Baru is a trading business that is engaged in home-made snacks. Some snacks sold at UD Jaya Baru are snacks that are fairly typical of the local area, such as stik talas, balok, marning, grubi, kacang gober, and others. UD Jaya Baru was established on 2 February 2013, PRIT Health Office 4 March 2015, Establishment of SIUP / TDP 25 May 2016, with its founder, Mr. Hartadi. By seeing the prospect of a developing snack world, especially in Temanggung Regency, UD Jaya Baru was opened. UD Jaya Baru is incorporated in the "association of household industrial food businesses "Karya Makmur”, Temanggung Regency, Central Java. Karya Makmur itself is a snack food production business group that produces home-based small-scale processed snacks, with local specialty food products from Temanggung Regency, and surrounding areas, where most of its members can be classified as lower middle income families, some of which work as farmers, especially tobacco farmers. With the above, it was decided to create a new outlet from UD Jaya Baru as a way of facilitating, and more prosperous members of the KARYA MAKMUR group, partly filled by families with lower middle-class backgrounds, and on the other hand as one way to keep the family business that has been running, and hopefully in the future this business can be more developed than before. Keywords: UD Jaya Baru, snacks, Feasibility Analysis
Perancangan Solar Charge Controller Untuk Penerangan Jalan Umum Otomatis Bertenaga Surya Alvin Surya Trisna; Angga Rusdinar; Mohamad Ramdhani
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Saat ini penggunaan panel surya sebagai sumber energi terbarukan semakin meningkat. Penggunaan photovoltaic (PV) yang mudah dan efisien mampu menarik peminat untuk beralih ke sumber energi terbarukan sehingga perlahan sumber energi tak terbarukan akan ditinggalkan. Sistem penerangan jalan umum yang ada saat ini mulai menggunakan panel surya. Panel PV mampu mengolah masukkan tegangan berdasarkan dari intensitas radiasi matahari dan dipengaruhi juga oleh temperatur udara.. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk merancang solar charge controller berbasis Maximum Power Point Tracking (MPPT) untuk dapat digunakan dalam penerangan jalan umum otomatis. Penelitian dilakukan dengan menerapkan algoritma MPPT dengan metode Perturb & Observe (P&O). Pada penelitian yang dilakukan ditemukan bahwa hasil pengujian pada saat siang hari aki yang berkapasitas 17AH dapat terisi penuh dalam 9,71 jam. Pada saat malam hari baterai yang terisi penuh dapat menyuplai beban berupa lampu LED dengan daya 30 watt selama 8 jam dan 50 watt selama 4 jam. Kata Kunci: Solar Charge Controller, Maximum Power Point Tracking, Perturb & Observe, Photovoltaic
Rancangan Kinerja Dosen Bidang Penunjang Di Lingkungan Fakultas Rekayasa Industri Dengan Pendekatan Management by Objective (MBO) Muhammad Rizki Apriliansyah; Atya Nur Aisha; Litasari W Suwarsono
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Universitas Telkom membuat sebuah sistem penilaian kinerja dosen bernama Tel-U Point (Telkom University Performance on Individual Point) Untuk menjamin pelaksanaan tugas dosen berjalan sesuai dengan kriteria yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan. Menurut beberapa narasumber masalah yang ada dalam Tel-U Poin adalah perhitungan yang tidak sesuai sehingga antara usaha dan waktu yang sudah diluangkan tidak sesuai dengan SKS yang diberikan. Penelitian ini menggunakan hakikat metode MBO dan metode FTE untuk mengetahui beban kerja dosen. Hasil dari FTE beban kerja dosen terdapat 21% kegiatan dengan keterangan Under Allocated, 7% kegitan dengan keterangan Optimal, dan 72% kegiatan Over Allocated. Hasil pengolahan data menunjukan bahwa kegiatan penunjang dosen Fakultas Rekayasa Industri Over Allocated. Usulan yang diberikan tidak hanya berdampak pada hasil poin yang didapatkan oleh dosen, namun juga dapat mempengaruhi semangat dosen dalam melakukan kegiatan penunjang. Berikut merupakan usulan rumus perhitungan kinerja dosen bidang penunjang adalah SKS = (Jumlah waktu tercatat/Jumlah waktu efektif perminggu dikti)xAturan SKS per Indikator. Dimana pada pengusulan rumus perhitungan kinerja ini dosen dinilai bukan karena jumlah kegiatan atau jumlah siswa yang berpartisipasi saja, akan tetapi waktu yang diluangkan dosen akan mempengaruhi poin dosen di Tel-U Poin. Abstract Telkom University creates a lecture performance app appraisal system named Tel-U Point (Telkom University Performance on Individual Points) To ensure the implementation of the duties of the lecturer runs in accordance with the criteria stipulated in the legislation. According to some speakers, the problem in Tel-U Points is that the calculation is not appropriate so that the effort and time spent has not been in accordance with the credit provided. This study uses the nature of the MBO method and the FTE method to determine the lecturer workload. The results of the FTE lecturer workload are 21% of activities with information on Under Allocated, 7% of activities with Optimal information, and 72% of Over Allocated activities. The results of data processing show that the supporting activities of the Over Allocated Industrial Engineering Faculty lecturers. The proposal given does not only have an impact on the results of the points obtained by the lecturer, but also can affect the enthusiasm of the lecturer in carrying out supporting activities. The following is a proposed formula for calculating the performance of lecturers in supporting fields is Credit = (Amount of time recorded/Amount of Dikti weekly Effective time)/Credit per Indicator. When in proposing this performance calculation formula the lecturer is assessed not because of the number of activities or the number of students participating only, but the time spent by the lecturer will affect the lecturer points at Tel-U Points.
Analisis Perbandingan Performansi Mqtt Dan Http Pada Platform Iot Node-red Elza Fitria Dwi Permatasari; Aji Gautama Putra; Maman Abdurohman
eProceedings of Engineering Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakAplikasi web saat ini berkembang pesat mulai dari front-end hingga back-end, dan teknologi Web ini mendukung perkembangan teknologi komputasi terdistribusi dimana teknologi ini memungkinkanmelakukan proses di banyak mesin, dan hasilnya dimanfaatkan oleh banyak mesin. Salah satu dukungan teknologi Web pada komputasi terdistribusi adalah pada pembangunan Web Service yang berfungsisebagai aplikasi transaksi data antar mesin yang terlibat di dalamnya. Konsep Web Service muncul untuk menjembatani sistem-sistem informasi yang digunakan oleh masing-masing sumber. Pada prinsipdasarnya, suatu komunikasi data merupakan proses mengirimkan data dari satu komputer ke komputeryang lain untuk terselenggaranya proses pengiriman paket data tersebut. Arsitektur yang digunakanpada tugas akhir ini adalah arsitektur publish/subscribe dan request/reply. Dalam tugas akhir ini telah diimplementasikan sistem monitoring suhu dan kelembaban udara yang berbasis MQTT dan HTTP yangterkoneksi dengan NodeMCU, dan sensor suhu DHT22 yang berfokus pada perbandingan performansi kedua protokol yang digunakan. Hasil dari analisis pada tugas akhir ini, yaitu rangakain alat NodeMCUdan Sensor DHT22 bekerja dengan baik dan mendapatkan data suhu ruangan. Parameter performansi throughput terbesar didapatkan pada protokol MQTT dengan nilai 110000 bits/s. Parameter performansidelay dan packet loss terkecil didapatkan pada protokol MQTT dengan nilai 0,00042 % packet loss dan 0,0086902 untuk delay. Kinerja sistem monitoring udara lebih baik menggunakan protokol MQTTdibandingkan dengan HTTP dilihat dari nilai performansi seperti throughput, delay, dan packet loss.Kata kunci: MQTT, HTTP, NodeMCU, DHT22, Web ServiceAbstract Web applications are currently developing rapidly from the front-end to the back-end, and this Webtechnology supports the development of distributed computing technology where this technology allows processes in many machines, and the results are used by many machines. One of the support of Webtechnology in distributed computing is the development of a Web Service that functions as a datatransaction application between machines involved in it. The concept of Web Service appears to bridge the information systems used by each source. Basically, a data communication is a process of sending datafrom one computer to another for the delivery of the data packet. The architecture used in this thesis isthe publish / subscribe and request / reply architecture. In this final project a MQTT and HTTP based temperature and humidity monitoring system has been implemented that is connected to NodeMCU, anda DHT22 temperature sensor that focuses on comparing the performance of the two protocols used. Theresults of the analysis in this thesis, namely the range of NodeMCU tools and DHT22 sensors work well and get room temperature data. The biggest throughput performance parameter is found in the MQTTprotocol with a value of 110000 bits / s. The smallest delay and packet l oss performance parameters areobtained in the MQTT protocol with a value of 0,00042% packet loss and 0.0086902 for delay. The performance of air monitoring systems is better using the MQTT protocol compared to HTTP in terms ofperformance values such as throughput, delay, and packet loss. Keywords: MQTT, HTTP, NodeMCU, DHT22, Web Service

Filter by Year

2014 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 12 No. 6 (2025): Desember 2025 Vol. 12 No. 5 (2025): Oktober 2025 Vol. 12 No. 4 (2025): Agustus 2025 Vol. 12 No. 3 (2025): Juni 2025 Vol. 12 No. 2 (2025): April 2025 Vol. 12 No. 1 (2025): Februari 2025 Vol. 11 No. 6 (2024): Desember 2024 Vol. 11 No. 5 (2024): Oktober 2024 Vol. 11 No. 4 (2024): Agustus 2024 Vol. 11 No. 3 (2024): Juni 2024 Vol. 11 No. 2 (2024): April 2024 Vol. 11 No. 1 (2024): Februari 2024 Vol. 10 No. 6 (2023): Desember 2023 Vol 10, No 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023 Vol. 10 No. 4 (2023): Agustus 2023 Vol 10, No 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023 Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023 Vol 10, No 2 (2023): April 2023 Vol. 10 No. 1 (2023): Februari 2023 Vol 9, No 6 (2022): Desember 2022 Vol. 9 No. 5 (2022): Oktober 2022 Vol 9, No 5 (2022): Oktober 2022 Vol. 9 No. 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 4 (2022): Agustus 2022 Vol 9, No 3 (2022): Juni 2022 Vol 9, No 2 (2022): April 2022 Vol 9, No 1 (2022): Februari 2022 Vol 8, No 6 (2021): Desember 2021 Vol 8, No 5 (2021): Oktober 2021 Vol. 8 No. 5 (2021): Oktober 2021 Vol 8, No 4 (2021): Agustus 2021 Vol 8, No 3 (2021): Juni 2021 Vol. 8 No. 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 2 (2021): April 2021 Vol 8, No 1 (2021): Februari 2021 Vol 7, No 3 (2020): Desember 2020 Vol 7, No 2 (2020): Agustus 2020 Vol 7, No 1 (2020): April 2020 Vol 6, No 3 (2019): Desember 2019 Vol 6, No 2 (2019): Agustus 2019 Vol 6, No 1 (2019): April 2019 Vol 5, No 3 (2018): Desember 2018 Vol 5, No 2 (2018): Agustus 2018 Vol 5, No 1 (2018): April 2018 Vol 4, No 3 (2017): Desember, 2017 Vol 4, No 2 (2017): Agustus, 2017 Vol 4, No 1 (2017): April, 2017 Vol 3, No 3 (2016): Desember, 2016 Vol 3, No 2 (2016): Agustus, 2016 Vol 3, No 1 (2016): April, 2016 Vol 2, No 3 (2015): Desember, 2015 Vol 2, No 2 (2015): Agustus, 2015 Vol 2, No 1 (2015): April, 2015 Vol 1, No 1 (2014): Desember, 2014 More Issue